Sabtu, 16 September 2017

Kemeriahan Peringatan Haul Gus Dur di Lebanon

Beirut, Shautus Salam - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon bersama KBRI Beirut mengadakan peringatan Haul Ke-7 Gus Dur di Lobby KBRI Beirut, Jumat (6/1). Pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dikhususkan untuk almarhum Gus Dur ini mengawali acara yang bertema Membumikan Sikap Moderat, Toleran dan Pluralisme ala Gus Dur.

Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon KH Achmad Chozin Chumaidy mengangkat kembali humor mengenai Gus Dur yang pernah diungkapkan oleh almarhum KH Nurcholis Madjid (Cak Nur). Menurut Cak Nur, kata Chozin Chumaidy, ada tiga hal yang tidak pernah bisa diprediksi, jodoh, maut, dan rezeki. Namun bagi Cak Nur, selain tiga hal itu ada satu lagi misteri yang sulit diprediksi. Ia adalah Gus Dur.

Kemeriahan Peringatan Haul Gus Dur di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Peringatan Haul Gus Dur di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Peringatan Haul Gus Dur di Lebanon

“Ketika Gus Dur berjalan, beliau belok tanpa lampu sen. Ia tiba-tiba belok ke kanan dan belok ke kiri tanpa isyarat.”

Shautus Salam

Chozin juga mengingatkan para hadirin untuk selalu membela minoritas yang seharusnya menjadi kewajiban kita sebagai kaum mayoritas. Hal ini diajarkan oleh Gus Dur kepada kaum Muslimin sebagai kaum mayoritas di Indonesia.

“Sebagaimana kita tahu sendiri bahwa masyarakat Indonesia merupakan tatanan masyarakat yang begitu majemuk. Sayangnya akhir-akhir ini keberagaman di Indonesia merupakan hal yang sangat jarang kita temui pada masyarakat Indonesia.”

Acara ini dilanjutkan dengan ramah tamah sembari menyaksikan video profil Gus Dur dan video #GusDurMenurutSaya yang telah dipersiapkan oleh panitia. Pertemuan ini ditutup dengan penampilan Hamid Hodir yang membawakan puisi berjudul “Sang Pemimpin Pemberani” karya Gus Mus yang ditujukan untuk mengenang kepemimpinan almarhum Gus Dur.

Shautus Salam

Haul Ke-7 Gus Dur di Beirut kali ini tampak meriah karena dihadiri oleh Warga Negara Indonesia yang terdiri atas mahasiswa Indonesia yang sedang melaksanakan studi di berbagai penjuru Lebanon, para staff KBRI Beirut, dan ibu-ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) KBRI.

Tampak hadir dosen dari Universitas Islam Bandung Dini Dewi Heniarti didampingi muridnya Dian Andriasari yang sedang melakukan riset tentang hukum perang di Lebanon. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock