Jumat, 01 Desember 2017

Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda

Yogyakarta, Shautus Salam. Salah satu jalan untuk menggali tradisi demi menemukan jati diri bangsa adalah dengan menguasai kembali bahasa Jawa. Namun akses untuk menggali tradisi tersebut saat ini sudah terputus dan terkunci, karena tak banyak orang yang menguasai bahasa Jawa.?

Demikian disampaikan Wakil Ketua PWNU DIY M Jadul Maula dalam dialog “Menggali Tradisi Menemukan Jati Diri” di Teaterikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (20/11) siang.?

Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda

Tradisi kuno, lanjutnya, banyak terdapat di manuskrip-manuskrip kuno yang berbahasa Jawa. Permasalahannya saat ini adalah tak banyak dari generasi bangsa yang menguasai bahasa Jawa. “Peluang untuk menyelamatkan ilmu saat ini ada di Jawa dan Pegon,” tegas Budayawan NU siang itu.

Shautus Salam

Menurutnya, incaran Belanda dari dahulu untuk menghilangkan jati diri bangsa adalah memulainya dari bahasa. Karena, itulah titik paling strategis.

Shautus Salam

Tak banyak pula yang menyadari, sesungguhnya peradaban Indonesia sudah sejajar dengan peradaban dunia.?

Bahasa Indonesia atau Melayu juga telah menjadi bahasa ilmu pengetahuan dunia. Salah satu ulama’ yang mengarang kitab berbahasa Melayu adalah Hamzah Fansuri. Karyanya ialah kitab Tarjumanul Mustafid dan Mir’atut Thullab.

Namun hari ini kita tidak punya akses ke sana, imbuh Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak Piyungan, Bantul.

Di akhir, pria yang akrab disapa Kang Jadul menegaskan, inti kebudayaan itu bukan terdapat pada baju, bentuk, dan produknya tetapi pada proses menyatunya fikiran, perasaan, dan kehendak (manunggaling cipta, rasa, karsa) yang kelak menyatu dalam ucapan dan tindakan.

Itulah inti kebudayaan, yaitu proses, tandas Jadul. (Dwi Khoirotun Nisa’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock