Senin, 02 Mei 2016

Wapres Akui Peran NU Wujudkan Indonesia Damai dan Bermartabat

Pontianak, Shautus Salam. Wapres menilai, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas besar Islam dalam sejarahnya yang panjang telah membuktikan peranannya yang besar dan saya yakin akan terus berperan dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera, damai, rukun, dan bermartabat.

Hal ini dikatakan Boediono saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-7 Antar-Pondok Pesantren, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Ke-1 Antar-Lembaga Al-Quran, Musyawarah Nasional (Munas) Ke-4 Jam`iyyatul Qurra`Wal Huffazh, di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/6).

Wapres Akui Peran NU Wujudkan Indonesia Damai dan Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Akui Peran NU Wujudkan Indonesia Damai dan Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Akui Peran NU Wujudkan Indonesia Damai dan Bermartabat

Ditambahkan, sebagaimana diketahui bersama bahwa Jam`iyyatul Qurra`wal Huffazh (JQH-NU) didirikan untuk mengorganisasi para pencinta dan ulama Al-Quran baik para qori-qoriah pembaca Al-Quran, maupun para hafidz-hafidzah penghafal Al-Quran yang ada di berbagai pondok-pondok pesantren dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran Al-Quran.

"Dalam perjalanan sejarahnya sejak didirikan pada tahun 1371 Hijriyah atau tahun 1951 Masehi, telah melahirkan qori-qoriah dan ulama Al-Quran yang bertaraf nasional dan internasional," katanya.

Ia mengatakan  sejumlah sila dalam Pancasila seluruhnya paralel dengan nilai luhur yang dianut umat Islam sesuai ajaran Al-Quran sehingga harus sungguh-sungguh melaksanakan prinsip mulia dengan konsisten dan konsekuen.

Shautus Salam

Shautus Salam

"Tidaklah berkelebihan bila saya mengatakan bahwa sesungguhnya Pancasila paralel dengan nilai-nilai luhur sesuai ajaran dalam Kitab Suci itu," katanya.

Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Perumahan Rakyat Jan Faried, Gubernur Kalbar Cornelis MH, serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Wapres menilai, tidaklah lengkap keislaman seseorang bila masih berbuat zalim kepada sesamanya dan keadilan sebagai nilai universal harus terus diupayakan baik dalam hubungan antar manusia, antar negara, antara pemimpin dan yang dipimpin, antara majikan dan buruh, antara guru dan murid, antara hakim dan yang dihakimi, dan terutama antara yang kuat dan yang lemah.

Kedua nilai utama dalam Islam itu, kata Boediono, yakni Tauhid atau Keesaan Tuhan dan Keadilan sesungguhnya merupakan bagian penting dari ideologi negara kita yang diamanatkan oleh para pendiri negara ini dalam sila-sila yang tercantum dalam Pancasila.

Bagi kaum Muslim, kata Wapres, Al-Quran merupakan kitab yang diimani bersama, sebagai petunjuk dan penuntun kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Al-Quran, tambahnya, tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, namun juga sumber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan, hingga hikayat kehidupan, yang dikemas dengan bahasa yang indah, penuh dengan filosofi keteladanan, serta pesan moral yang luhur dan agung.

"Al-Quran memberi tuntunan kepada kita agar membangun kehidupan yang harmonis, saling bertoleransi, hidup dalam kedamaian dan hidup untuk saling mengenal, saling mengasihi, saling memberi maaf, dan tidak membenci satu sama lain," katanya.

"Al-Quran mengajak manusia untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kejahatan dan permusuhan," kata BOediono.

Bagi kaum Muslim, Al-Quran adalah sumber petunjuk dan pedoman hidup yang tidak pernah kering. "Meski Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT dalam bahasa manusia untuk dapat dipahami oleh manusia, namun menurut para ulama, pemahaman manusia terhadap Al-Quran masih bertingkat-tingkat," katanya.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Sejarah Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock