Sabtu, 18 November 2017

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta

Pekalongan,? Shautus Salam. Setelah menelusuri situs dan sejumlah laku Islam Nusantara di Purwakarta dan Cirebon, Tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta tiba di Pekalongan, Senin (23/1) malam. Mereka diterima langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya di kediamannya.

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta

Bersama warga lain yang sedang sowan ke Habib Luhtfi, rombongan Tim Anjangsana yang terdiri dari para akademisi Islam Nusantara tersebut secara teratur mencium tangan Habib Luthfi. Senyum tokoh Tarekat dunia itu mengembang, tak terlihat lelah sedikit pun di wajahnya meskipun malam makin larut.

Obrolan dibuka oleh Dr Zastrouw Ngatawi. Rombongan yang terdiri dari 17 orang ini nampak khusyuk mendengarkan nasihat dan wejangan Habib Luhtfi. Malam makin larut, tetapi tamu yang berkunjung tidak berkurang. Sesekali obrolan Tim Anjangsana diselingi sejumlah tamu yang membawa air untuk didoakan oleh Habib Luhtfi.

Kepada Tim Anjangsana, Habib Luthfi memberikan beberapa keterangan terkait sanad keilmuan dan sejarah Islam di Nusantara yang selama ini berkembang dan menjadi kajian serius di Pascasarjana STAINU Jakarta.

Shautus Salam

Menurut Habib Luthfi, sejarah bangsa sendiri mempunyai peran penting dalam membangun dan memperkuat nasionalisme. Kelemahan bangsa Indonesia, mereka kurang memahami dan mempelajari sejarahnya sendiri secara tuntas.

“Solusi dari berbagai persoalan bangsa selama ini akan nampak luas jika memahami sejarah sehingga setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik,” tutur Habib Luthfi sambil sesekali menyeruput tehnya.

Ulama yang dekat dengan semua kalangan ini menegaskan bahwa Islam Nusantara penting dipahami untuk membangkitkan nasionalisme.?

Shautus Salam

“Jadi bukan nasionalisme untuk agama, tetapi agama untuk nasionalisme,” jelas Habib Luthfi.

Dia memberikan arahan kepada Tim Anjangsana untuk ziarah ke makam Habib Hasyim di sekitar Komplek Makam Sapuro Pekalongan. Karena Habib Hasyim merupakan salah satu ulama yang memberikan petunjuk kepada KH Hasyim Asy’ari dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU) selain Mbah Cholil Bangkalan.

Habib Luthfi juga memberikan ijazah shalawat ukhuwah kepada rombongan. Ijazah shalawat ini untuk menyatukan hati pemimpin dan umatnya serta pemerintah dan rakyatnya. Ijazah ini juga untuk menolak berbagai kemungkinan jahat di antara mereka sehingga bangsa dan negara akan tetap kuat dalam satu-kesatuan.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock