Selasa, 07 November 2017

Halal Bihalal, Sarana Bung Karno Konsolidasikan Kabinet

Jombang, Shautus Salam

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Sanhaji Sholeh menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal adalah asli produk orang Indonesia. Menurutnya, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), salah satu pendiri NU asal Jombang, adalah pencetus utama tradisi tersebut.

Kiai Sanhaji menyampaikan hal itu saat menghadiri undangan halal bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahad (24/7/2016). "Acara HBH adalah produk Indonesia, karena di luar negeri, seperti Malaysia dan di negara yang lain tak ada istilah HBH (halal bihalal)," katanya.

Halal Bihalal, Sarana Bung Karno Konsolidasikan Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, Sarana Bung Karno Konsolidasikan Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, Sarana Bung Karno Konsolidasikan Kabinet

Diceritakan Sanhaji, HBH bermula saat kepemimpinan presiden pertama Indonesia, Bung Karno mengalami permasalahan yang serius. Sejumlah kementerian dalam kabinet mengalami disintegrasi atau gejolak kedudukan (jabatan) antara satu dengan yang lain.

Shautus Salam

Bagi Bung Karno, persoalan tersebut adalah persoalan yang sengit dan membahayakan jika tak bisa diselesaikan dengan secepat mungkin. Bermula dari kejadian tersebut, kemudian Bung Karno menanyakan sebuah solusi yang tepat kepada Mbah Wahab.

Shautus Salam

"Kemudian Mbah Wahab menyarankan untuk diadakan silaturahim antar (kementerian dalam) kabinet, namun Bung meminta ada istilah lain yang lebih konkret, maka muncullah halal bihalal," ujarnya.

Dalam HBH, setidaknya ada dua hal positif yang akan diperoleh, yang pertama ada upaya untuk saling memaafkan, dan yang kedua terjalin silaturahim antara satu dengan yang lain. "Bukan hanya menyambung keluarga, namun juga menyambung kasih sayang, sehingga ada upaya untuk saling memaafkan," tuturnya.

"HBH bukan hanya merefleksikan kesalahan yang sudah lalu namun lebih dari itu, agar bisa melihat kenyataan ke depan dan tidak mudah melakukan kesalahan-kesalahan lagi," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock