Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Shautus Salam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Shautus Salam

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Shautus Salam

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pahlawan, Nahdlatul Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang

Jakarta, Shautus Salam. Dalam dinamika perpolitikan saat ini, perempuan mempunyai peran dan fungsi yang sangat signifikan dalam menentukan suksesi kepemimpinan ke depan. 

Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang

Porsi sebanyak 30% kuota perempuan di dalam parlemen menunjukan bahwa peran politik perempuan begitu penting dalam ikut membangun bangsa. Sebab itu, Kaukus Perempuan Politik Indonesia telah menyusun 10 agenda politik yang perlu direalisasikan Presiden RI mendatang.

Demikian ditegaskan oleh kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Ratu Dian Hatifah yang didaulat menjadi narasumber dalam diskusi panel peringatan Harlah ke-64 Fatayat NU di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis (24/4) sore. 

Shautus Salam

“Dari perempuan, yang perlu direalisasikan oleh Presiden mendatang, pertama yaitu mengenai pemenuhan hak kesehatan perempuan secara menyeluruh. Kedua, pemenuhan hak pendidikan perempuan,” kata perempuan yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia ini.

Yang ketiga, lanjut Dian yang merupakan mantan ketua umum IPPNU ini, Presiden mendatang harus dapat menghentikan kekerasan terhadap perempuan yang selama ini kerap terjadi dari berbagai level umur. Kemudian keempat, penghentian pemiskinan terhadap perempuan melalui keadilan sosial. Kelima, kata Dian, perlindungan penuh terhadap perempuan dari berbagai konflik sosial dan bencana alam yang sering terjadi di masyarakat kita.

Shautus Salam

Selanjutnya keenam, masih Dian, pemimpin ke depan harus dapat memberikan pekerjaan yang layak bagi perempuan sehingga tak melulu menjadi TKW ke luar negeri. Ketujuh, kebebasan berpikir dalam berbagai bidang, kemudian kedelapan yaitu perkuat hak politik perempuan, selanjutnya kesembilan adalah penghapusan produk-produk hukum yang diskriminatif terhadap perempuan, dan terakhir yaitu penghentian korupsi secara hingga ke akar-akarnya.

“Saya juga meminta kepada kader-kader Fatayat NU dan seluruh perempuan Indonesia yang berhasil duduk di Parlemen mendatang untuk dapat mewujudkan agenda ini,” tandasnya.

Acara ini diawali sambutan Ketua PP Fatayat NU Hj Ida Fauziah, kemudian dilanjutkan dengan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, selanjutnya dilengkapi dengan diskusi panel dengan narasumber Ninuk dari Komnas Perempuan, Ratu Dian dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Erlinda dari Komisi Perlindunagan Anak Indonesia (KPAI), dan Ibu Yuda Irlang dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan dan Politik (Ansipol). (Fathoni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

Jakarta, Shautus Salam - KH Gus Siroj Ronggo Lawe (Gus Siroj) secara aklamasi kembali terpilih menjadi Ketua Ranting NU Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dalam musyawarah Ranting NU pada 15 Juli di Jakarta. Gus Siroj siap menjalankan program prioritas, yakni melayani warga-warga HTI yang sudah tidak memiliki tempat berorganisasi di masyarakat.

Menurutnya, kelompok HTI juga masyarakat yang butuh perlindungan dan tempat untuk bermasyarakat.

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

"Selain menjalankan program-program yang sudah menjadi tradisi dan amalan NU selama ini, kami berencana mengajak warga HTI bergabung ke NU untuk bersama-sama mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," tegas mantan komandan Banser NU ini.

Untuk memperkuat dan menjalankan roda organisasi, pihaknya bersama pengurus Ranting NU Kapuk berencana akan menggelar musyawarah Ranting NU pada 27 Agustus mendatang dengan diawali ziarah Walisongo dan ke makam pendiri NU untuk meminta doa restu menjalankan roda organisasi di DKI Jakarta.

Shautus Salam

Dalam musyawarah nanti, kata Gus Siroj, pihaknya akan membahas berbagai program dan kegiatan NU Kapuk, serta berencana melakukan peremajaan di 16 anak Ranting NU Kapuk. "Jadi, peremajaan itu harus dilakukan karena penting untuk menghidupkan generasi selanjutnya, kalau organisasi tidak jalan, ya harus diganti," ungkapnya.

Shautus Salam

Sementara itu, Rais Syuriyah Ranting NU Kapuk Moch Ali dalam taushiyahnya meminta pengurus anak Ranting NU untuk tetap mempertahankan Gus Siroj menjadi Ketua NU. Karena menurutnya, Kelurahan Kapuk membutuhkan tokoh seperti Gus Siroj dalam menjalankan roda organisasi.

"Apalagi, daerah Kapuk banyak orang wahabi-nya, makanya sosok kiai seperti beliau (Gus Siroj) sangat dibutuhkan untuk membentengi NU dari ancaman Islam garis keras, dan ekstrem," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Internasional, Ulama Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

Bangkalan, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Uama (IPNU) Kabupaten Bangkalan kembali merealisasikan program prioritasnya, yaitu pembentukan dan pengaktifan Pimpinan Anak Cabang (PAC ) IPNU se-Kabupaten Bangkalan.

Sebelumya, Pimpinan Cabang IPNU Bangkalan telah? melantik PAC IPNU Mancengan dan PAC IPNU Kecamatan Burneh. Sekarang, PC IPNU Bangkalan menjamah IPNU di Bangkalan bagian utara yang sudah tiga tahun vakum, tepatnya di Kecamatan Tanjungbumi.

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

PC IPNU Bangkalan dalam periode kepengurusan ini sudah membentuk dan mengaktifkan 12 PAC IPNU se-Kabupaten Bangkalan. Sehingga, kini jumlah PAC IPNU yang aktif di Kabupaten Bangkalan ialah 16 dari 20 PAC di kabupaten di ujung paling barat Pulau Madura ini.

Shautus Salam

“Kalau anda ingin melihat wajah NU di masa depan, maka lihatlah kader IPNU dan Ansor masa kini. Kalau IPNU hari ini tidak mengader dan tidak melaksanakan amanat organisasi yang telah ditentukan PP IPNU Pusat, maka bisa dipastikan wajah NU yang akan datang tidak jauh dari yang kita lihat saat ini.? Karna hal tersebut, PC. IPNU Bangkalan? merealisasikan programnya setapak demi setapak untuk menuai hasil yang maksimal,”? ujar Ketua PC IPNU Bangkalan Mahsus R HM, Selasa (29/12).

Shautus Salam

Ia berharap Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Tanjungbumi turut membina, membimbing, dan memberi motivasi kepada pengurus terpilih agar melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan di rapat kerja.

Terpilih pada acara tersebut Ach Muharram sebagai ketua PAC IPNU Tanjungbumi masa khidmah 2015-2017. Muharram mengharap kepada semua elemen yang hadir mau membimbingnya untuk menghidupkan kembali PAC IPNU Tanjungbumi dan kembali meramaikan khazanah ke-IPNU-an di kalangan pelajar di Kecamatan Tanjungbumi.

“Dan juga saya berharap kepada rekan-rekan yang hadir dan terseleksi sebagai pengurus PAC IPNU Tanjungbumi agar mau berperan aktif agar dapat menyusul rekan-rekan PAC yang lain yang telah terlebih dahulu aktif. Tanpa kalian, saya tiada arti,” tuturnya. (Nurul Huda/Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

KH. Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Marufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan Mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikaruniai 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,? Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Shautus Salam

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Shautus Salam

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP.

Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005. Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali pulang-pergi. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, Mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah SWT. Allahummagfir lahu warhamhu wa afihi wafu? anhu.

Abu Rokhmad, Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri



(Baca juga: Mengenal Almarhum KH Cholil Bisri)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Olahraga, Berita Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Samarinda, Shautus Salam. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memuji dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah merealisasikan 20 persen anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Idy Muzayyad mengatakan, langkah maju tersebut merupakan bentuk kepedulian yang kuat atas dunia pendidikan bagi masyarakat daerahnya. Demikian pula, kebijakan tersebut berarti telah memenuhi amanat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional? No 23 tahun 2003.</p> ”Pemenuhan 20 persen APBD untuk pendidikan itu memang belum menjadi jaminan bagi perbaikan kualitas pendidikan. Tapi, itu harus dipenuhi dulu karena memang amanat UU Sisdiknas,” terang Idy usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPNU di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, di Samarinda, Kaltim, Kamis (23/8).

Menurutnya, pemenuhan 20 persen anggaran pendidikan itu harus diikuti dengan kebijakan lain yang mendukung upaya perbaikan kualitas dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh rakyat di negeri ini. Bila tidak demikian, maka anggaran tersebut akan sia-sia saja.

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Ia berharap pada daerah-daerah lain agar bisa mengikuti kebijakan Pemprov Kaltim yang telah merealisasikan amanat UU Sisdiknas tersebut. “Bagaimanapun juga, anggaran itu merupakan salah satu syarat utama kalau pendidikan di Indonesia ini mau lebih maju dan merata,” tandasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Kaltim Syaiful Teteng mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp 80 miliar atau sebesar 20 persen dari APBD Kaltim untuk pendidikan. Jumlah yang cukup besar tersebut memang diperuntukkan bagi masa depan dan kemajuan dunia pendidikan di daerahnya.

Namun, ia mengakui, dana senilai itu memang dirasa masih belum mampu menjawab kebutuhan dan memperbaiki kualitas pendidikan di daerahnya. Ia mencontohkan, kebutuhan tenaga kerja di daerahnya yang belum bisa dipenuhi oleh putra daerah.

Shautus Salam

“Tidak cukup 20 persen dari APBD. Masih harus diikuti dan disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung,” ujar Syaiful di hadapan para peserta Rakernas IPNU yang merupakan perwakilan 30 Pengurus Wilayah IPNU se-Indonesia.

Sinetron Racuni Remaja

Rakernas yang digelar hingga 25 Agustus mendatang di Hotel Diamond itu juga akan membahas berbagai persoalan yang dihadapi remaja dan pelajar saat ini, terutama maraknya sinetron remaja di televisi yang dinilai tidak mendidik serta mengajarkan gaya hidup bebas.

“Tayangan televisi saat ini, terutama sinetron remaja, telah ‘meracuni’ remaja. Tidak semua tayangan televisi baik. Selama ini kita lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan televisi. Kondisi yang memprihatinkan inilah yang akan kita bahas pada forum Rakernas kali ini,” terang Idy. (rif)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Aswaja Shautus Salam

Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem

Jakarta, Shautus Salam. Kepentingan sesaat dari sekelompok orang kerap membuat politik cenderung memanas karena segala cara dilakukan untuk meraih kekuasaan. Hal ini menjadi perhatian Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj terutama dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta yang selama ini cukup memicu gejolak hingga skala nasional.

Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem

Menurutnya, panasnya percaturan politik yang berpotensi memecah belah bangsa memerlukan langkah positif dari berbagai pemimpin agama untuk bersatu karena yang bisa membuat adem di tengah panasnya politik adalah agama.

“Politik itu panas, tugas agama membuat adem,” ujar Kiai Said dalam Seruan Moral Ormas Keagaman terkait Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Senin (17/4) di Gedung PBNU Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said didampingi para pemimpin lintas agama menyerukan kepada masyarakat Jakarta untuk tetap tenang dan memilih sesuai hati nurani pada Rabu 19 April 2017 besok.

Shautus Salam

Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga menegaskan kepada para pasangan calon dan pendukungnya agar saling percaya dan menghormati apapun hasilnya nanti.

“Percayakan proses demokrasi kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP. Apapun hasilnya nanti, semua harus menghormati dan siapapun yang dinyatakan menang, hal itu adalah kemenangan seluruh warga DKI Jakarta,” tegas Kiai Said.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin lintas agama menelorkan 5 butir seruan moral untuk masyarakat Jakarta dan bangsa Indonesia secara umum. Berikut 5 butir seruan moral itu:

1. Tetap bersikap tenang, tidak takut, dan berpikir jernih dalam menyikapi keadaan. Kita wajib mendukung segala upaya pemerintah untuk mensukseskan Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 serta menjaga keamanan dan kedamaian demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Shautus Salam

2. Mengingat pentingnya Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 untuk masa depan bangsa, maka kami mengajak kepada seluruh umat beragama yang mempunyai hak pilih, memberikan prioritas waktu untuk datang ke TPS-TPS dan menggunakan hak pilihnya. Setiap warga negara yang baik, wajib berpartisipasi dalam Pilkada ini sebagai suatu wujud pengorbanan yang nyata bagi masa depan bangsa.

3. Dalam menentukan pilihan sesuai dengan suara hati setiap umat beragama harus mengedepankan nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan yang diharapkan memberi makna positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

4. Mari kita terus berdoa agar Tuhan selalu menjaga bangsa dan negara kita agar para pemimpinnya senantiasa diberi hidayah dan terang kebijaksanaan sehingga melalui proses ini kita bersama-sama dapat menuju Indonesia yang semakin adil, makmur dan beradab.

5. Mari kita semua menjaga dan menjamin masa tenang yang sedang berlangsung seraya menghindari berbagai bentuk intimidasi serta politisasi agama.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua KWI Uskup Agung Jakarta MGR. I. Suharyo, Ketua Umum PGI Pdt. Henriette T. Hutabarat Lebang, Ketua Umum NSI Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum MATAKIN Uung Sendana, Sekjen LPOI Luthfi Attamimi, serta perwakilan dari Mabes Polri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Lomba, Internasional Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock