Senin, 06 November 2017

Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf

Subang, Shautus Salam. Keluarga Besar NU di Kabupaten Subang Jawa Barat yang meliputi elemen GP Ansor, PMII, dan IPNU meminta pihak Kanwil Kementerian Agama Jabar untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Hal ini terkait kasus pelecehan terhadap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Madrasah Aliyah.

Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf

Seperti diwartakan, pelecehan terhadap Presiden RI ke-4 tersebut muncul dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Madrasah Aliyah yang tertuang dalam pilihan ganda nomor 33 oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat.

Shautus Salam

Dalam soal tersebut terdapat pertanyaan yang menjerumuskan siswa, terkait sebab jatuhnya Gus Dur yang mengarah ke pilihan jawaban A, yakni kasus Bruneigate dan Buloggate.

Shautus Salam

“Kami menuntut agar Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Jabar, Kanwil Kemenag Jabar dan Kemenag Subang untuk meminta maaf kepada Warga Nahdliyin dan Rakyat Indonesia di media cetak maupun elektronik,” kataKetua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata di sekretariatnya Jl Darmodiharjo, Subang, Sabtu, (8/12) lalu.

“Jika tuntutan kami tidak direspon, kami akan mengepung dan menduduki kantor tersebut,” tegas Asep serius.

Ketua PMII Ketua Kabupaten Subang, Ade Mahmudin mensinyalir, Kanwil Kemenag Jabar sengaja membiarkan penerbit buku mata pelajaran yang bersangkutan yang mengeluarkan soal tersebut.

“Dalam hal ini Kanwil jabar telah melakukan tindakan fitnah. Karena kasus dugaan korupsi Buloggate dan Brunaigate tidak terbukti secara hukum dan menurut Kejaksaan Agung Gus Dur tidak terlibat,”, kritik Ade.

Ketua Ikatan Pelajar NU Kabupaten Subang, Ahmad mengaku miris dengan kejadian ini. “Saya sangat prihatin. Ini merupakan distorsi dan pembelokan sejarah. Apalagi ini dikonsumsi langsung oleh pelajar,” katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ade Mahmudin

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Warta, Internasional Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock