Senin, 12 Februari 2018

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, Shautus Salam. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Shautus Salam

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock