Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, Shautus Salam. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Shautus Salam

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Sabtu, 10 Februari 2018

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Shautus SalamAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Shautus Salam

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bengkulu, Shautus Salam. Menyambut tahun baru 1 Muharram 1438 H, shalawat, takbir, dzikir panjang nan syahdu, serempak terlantun ke langit-langit gemerlap Kota Bengkulu.

Ratusan santriwan-santriwati dari Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu, tumpah ruah turun ke jalan, berjalan kaki, mengangkat obor sambil terus melantunkan lafadz-lafadz Qur’an, dalam pawai obor menyambut tahun baru 1438 Hijriah, Sabtu malam (01/10/2016).

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bertitik tolak dari Kompleks Pondok Pesantren Darussalam, mereka berjalan dengan rute Dusun Besar-Panorama-Jembatan Kecil dengan berjalan kaki. Total ada 1438 obor dinyalakan, jumlah yang disesuaikan dengan angka tahun Hijriah yang dirayakan walaupun di tengah jalan karena hujan turun menyambut keberkahan pawai ini.

Jika biasanya mobil dan sepeda motor berjejalan, dengan deru mesin dan klakson bersahut-sahutan tak berkesudahan, jalan Kota Bengkulu dengan rute yang dilalui dipenuhi para santri yang menyerukan asma Allah, dengan pakaian khas santri, dengan nyala obor yang dijunjung tinggi-tinggi.

Shautus Salam

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh santri Pondok Pesantren Darussalam menyambut tahun baru Hijriah. Dengan kegiatan ini diharapkan para santri bisa merenungi makna hijrah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW dengan jalan menuntut ilmu, hingga akhirnya para santri bisa mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat kelak, kata Ust. Ahmad Walid selaku penanggung jawab acara tersebut

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Darussalam kota Bengkulu sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ust. Rahmat Ramdhani mengapresiasi apa yang telah dilakukan para santri untuk menggaungkan syiar dakwah Muharram tahun ini. Dengan kegiatan ini santriwan/wati tentu sangat bisa diandalkan dari semua sisi.

Salah satu santri yang ikut dalam pawai obor tersebut mengungkapkan rasa bahagianya bisa melantunkan shalawat sambil berjalan menggunakan obor, maklum selama ini biasanya duduk ngaji dan belajar saja, jarang ada hiburan seperti ini. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Habib Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

Nonton Bareng "Sang Kiai" di Kantor DPRD Jombang

Jombang, Shautus Salam. Kantor DPRD Jombang dijadikan tempat nonton bareng (nobar) film Sang Kiai menjelang buka puasa, Kamis (18/7) kemarin. Acara yang akan digelar selama 2 hari ini dihadiri seluruh Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) dan sejumlah keluarga pondok pesantren Tebuireng, kemudian disambung dengan buka puasa bersama.

Nonton Bareng Sang Kiai di Kantor DPRD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Bareng Sang Kiai di Kantor DPRD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Bareng "Sang Kiai" di Kantor DPRD Jombang

Dalam pembukaan nobar film yang berisi kisah perjuangan Hasyim Asyi’ari mengusir penjajah tersebut diawali sambutan pengurus pondok pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asyi’ari ini menyambut baik acara yang digagas oleh Forpimda Jombang. Karena film yang berdurasi 2 jam tersebut berkisah tentang perjuangan kakeknya yang juga putra asli Jombang.

“Para ulama dan pesantren punya andil cukup besar dalam mendirikan NKRI, kalau ada yang bilang NKRI adalah negara thaghut, itu tidak benar. Film ini sudah membuktikan bagaimana perjuangan kiai dan santri berjuang mengusir penjajah,” kata Gus Sholah.

Shautus Salam

Dalam film tersebut diceritakan, pendudukan Jepang terhadap Indonesia. Ironisnya, kehadiran Nippon ke tanah air itu justru lebih kejam dari penjajahan Belanda. Jepang melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk menganut ajarannya, yaitu Sekerei (menghormat kepada matahari).

Shautus Salam

Kemudian Jepang menyerang pondok pesantren milik KH. Hasyim Asyari, karena beliau adalah ulama besar. Kemudian KH Hasyim Asyiari dibawa ke markas Jepang untuk menganut ajaran Sekerei tersebut. Namun perintah tersebut ditolak, karena menurutnya hal tersebut menyimpang dari aqidah agama Islam. Karena tindakannya yang berani itulah, pendiri Ponpes Tebuireng itu akhirnya ditahan dan menyiksa beberapa santrinya.

Sementara itu, KH Wahid Hasyim salah satu puntra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari. Berbeda dengan Harun, salah satu santri Tebuireng yang menggunakan cara kekerasan. Dia menghimpun kekuatan ratusan santri untuk demo menuntut kebebasan kiainya.  Tetapi harun salah, karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan.

Kemudian ulama besar se-Jawa – Madura berkumpul untuk membahas resolusi jihad. Pada bulan September 1945, lahir fatwa jihad yang digulirkan oleh ulama NU. Seluruh umat Islam hukumnya fardu ain untuk membela tanah air dan mengusir para penjajah. Resolusi tersebut juga sebagai pelucut pecahnya perang 10 november di Surabaya.

Terlihat juga Bupati Jombang Suyanto menyaksikan film dari awal sampai selesai. Apa komentar Suyanto terkait film yang mengambil kisah dari wilayahnya itu?”Film ini sangat istimewa, beliau bisa mengusir penjajah. Perjuangan ulama asal Jombang ini patut kita hargai dan kita contoh, dan bisa memberikan inspirasi untuk santri-santri sekarang,” kata Suyanto.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : jombang.nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Kamis, 11 Januari 2018

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW

Hanya orang-orang beruntung yang kelak meminum air telaga Al-Kautsar, telaga yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW seperti tertera dalam Surat Al-Kautsar. Bagaimana tidak, air telaga ini sangat berkhasiat sesuai kebutuhan semua manusia pertama hingga manusia terakhir dalam menjalani huru-hara hari Kiamat.

Tetapi hanya orang istimewa yang meminum air telaga Al-Kautsar langsung dari tangan pemiliknya, Nabi Muhammad SAW. Belum lagi suguhan langsung dari tangan Rasulullah SAW yang tentu akan memberikan pengalaman rohani dan kepuasan batin yang berbeda.

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW

Keistimewaan ini sesungguhnya dapat diupayakan. Para ulama menganjurkan kita untuk membaca doa setelah adzan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Allâhumma rabba hâdzihid da‘watit tâmmah, was shalâtil qâ’imah, âti sayyidanâ muhammadanil wasîlata wal fadhîlah, wab‘atshu maqâmam mahmûdanil ladzî wa‘adtah, innaka lâ tukhliful mî‘âd.

Shautus Salam

Artinya, “Ya Allah, wahai Tuhan pemilik dakwah yang sempurna, Tuhan pemelihara ibadah shalat yang terlaksana, berikanlah Nabi Muhammad SAW kehormatan status wasilah dan fadhilah. Bangkitlah dia di tempat terpuji yang Kau janjikan. Sungguh Engkau tidak mengingkari janji.”

Setelah membaca doa itu, sebagian ulama menganjurkan kita untuk menambahkannya dengan doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Wa awridnâ haudhahû, wasqinâ min yadihis syarîfah syurbatan hanî’atan marî’ah, lâ nazhma’u ba‘dahâ abadâ, ya arhamar râhimîn.

Artinya, “Ya Allah, antarkan kami melewati telaga Kautsar milik Rasulullah SAW. Berikanlah kesempatan bagi kami meminum langsung dari tangan pemiliknya yang mulia seteguk air telaga yang lezat dan nikmat itu di mana kami selamanya takkan mengalami haus setelah meminumnya. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Doa ini sengaja dibaca di waktu antara adzan dan iqamah karena waktu ini merupakan salah satu waktu mustajabah. Doa ini dapat ditemukan di kitab Hasyiyatul Baijuri ala Syarhi Ibni Qasim Al-Ghazzi. Semoga Allah deretkan kita dalam barisan orang beruntung yang meminum air Al-Kautsar langsung dari suguhan Rasulullah SAW. Amin. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Habib Shautus Salam

Rabu, 10 Januari 2018

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan

Garut, Shautus Salam - Kapolda Jawa Barat baru Irjen Agung Budi Maryoto yang dilantik bulan 5 September lalu mengunjungi Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi-Garut. Ia datang untuk melakukan konsolidasi dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

Kunjungan Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi disambut oleh Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid beserta jajarannya, ribuan santri, ajengan dan pasukan Banser NU di Aula Pondok Pesantren Fauzan.

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan

"Pesantren merupakan benteng NKRI karena dari pesantrenlah lahir ulama-ulama yang siap menjaga dan mempertahankan NKRI," imbuh Kapolda Jawa Barat.

Shautus Salam

Pangdam III Siliwangi Mayjen Muhammad Herindra menyampaikan, "Islam yang diajarkan oleh nabi adalah Islam yang rahmatan lilalamin sebagaimana Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Fauzan ini."

Shautus Salam

Ajengan Atjeng Abdul Wahid mengimbau segenap umat Islam untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Oleh karena itu, kita perkuat persatuan dan kesatuan demi tegaknya Pancasila dan utuhnya NKRI di tangan kita. Kalau bukan kita, oleh siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi," kata Ajengan Atjeng Abdul Wahid yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III). (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Nusantara Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

Banjarnegara, Shautus Salam
Musyawarah Idaroh Wustho Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (30-31/7), di Pesantren Al Fatah Banjarnegara, lancar. Sedikitnya 750 kiai dari seluruh idaroh syubiyyah di Jawa Tengah mengikuti semua agenda acara dengan khidmat.

Acara yang dimulai Sabtu (30/7) pukul 21.00 itu diawali serangkaian sambutan dari pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara KH Hasyim Hasan, Mudir Idaroh Wustho Jateng KH Dzikron Abdulloh, PWNU Jateng KH Masruri Mughni, dan Mudir Aam Idaroh Aliyah KH Muhaiminan G.

Tampak pula pada acara pembukaan, Bupati Banjarnegara Djasri MT dan Kepala Bakorlin III Tjipto Hartono mewakili Gubernur Jateng. Ketua Idaroh Aliyah KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya baru datang menjelang tengah malam. Kedatangannya mendapat sambutan antusias dari jamaah yang telah lama menunggunya.

KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya sempat pula melantik pengurus Idaroh Syubiyyah Kabupaten Banjarnegara. Dia berpesan kepada semua pengurus untuk bekerja sama dengan baik. Sebelumnya telah diserahkan satu unit mobil Daihatsu Xenia untuk mendukung kelancaran operasional Idaroh Wustho Jateng.

Pembukaan musyawarah Idaroh Wustho juga disertai dengan pengajian umum dan Manaqib Kubro atau pembacaan riwayat hidup para ulama. Selanjutnya dirangkai dengan istighotsah atau doa bersama untuk perdamaian umat manusia. Pengajian umum disampaikan oleh KH Drs Chisnullah Abdurrahiem dan KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya. Adapun istighotsah dan manaqib kubro dipandu oleh KH Latif Mastur, KH Zaini Mawardi, KH Ulin Nuha Arwani, KH Salman Dahlawi, KH A Chalwani N, KH Hasyim Hadi, dan KH Rozaq.

Banyak Masukan

Agenda hari kedua musyawarah yang berlangsung pagi hari adalah pembahasan program kerja oleh Komisi B, pembahasan masalah-masalah dalam masyarakat (bahtsul masail) oleh Komisi A, dan rapat formatur untuk menentukan pengurus Idaroh Wustho Jateng masa khidmat 2005-2010.

Pembahasan program kerja oleh Komisi B lancar dan menarik. Sebab, delegasi dari setiap Idaroh Syubiyyah memberikan apresiasi baik dengan saran maupun berbagai pertanyaan. Di antaranya adalah usulan untuk dibentuk forum tersendiri guna koordinasi ke bawah di luar Istighotsah dan manaqib kubro.

Usulan lainnya yang sempat terhimpun adalah segera dilakukan perbaikan organisasi atau reorganisasi, terutama di tingkat Idaroh Syubiyyah. Sebab, beberapa kabupaten sedang mengalami masalah dalam organisasi.

Salah satunya, Kebumen. Harapannya, setelah kepengurusan Idaroh Wustho terbentuk dan dilantik, segera melakukan perbaikan di Idaroh Syubiyyah (kabupaten).

Sidang Komisi B itu lancar dan singkat. Hanya dengan waktu sekitar satu setengah jam, rancangan program kerja yang terdiri atas empat bidang, yakni organisasi, pengembangan, konsolidasi keanggotaan, dan keuangan, tidak mengalami banyak perubahan.

Pembahasan masalah-masalah di masyarakat oleh Komisi A di Masjid Al Fatah hanya mengenai dua hal, dari tiga yang diagendakan. Dua masalah tersebut adalah hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius sebelum disembelih serta hukum daging dalam kaleng yang pemotongannya tidak diketahui.

Sidang Komisi A yang dipimpin oleh KH Ahmad Kholil dari Jepara memutuskan, hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius adalah haram. Adapun hukum daging dalam kaleng yang tidak diketahui pemotongannya adalah haram, bila tidak diketahui yang menyembelih muslim atau bukan. Kecuali di daerah yang banyak muslimnya.

Menjelang shalat zuhur, Musyawarah Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah ditutup dengan pengumuman pengurus Idaroh Wustho masa khidmat 2005-2010. Dalam rapat formatur di kediaman KH Hasyim Hasan Fattah itu akhirnya KH Dzikron Abdulloh terpilih kembali menjadi Mudir Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah masa khidmat lima tahun ke depan. Sekretarisnya adalah KH Syaroni dan Aminus Sunduq Dr dr Habib Ahmad Syakir.

Duduk di jajaran Ifadliyah adalah KH Latif Mastur Ihsan sebagai rois, KH Hasyim Hasan Fattah sebagai rois awal, dan KH Choironi sebagai katib.(SM/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock