Sukoharjo, Shautus Salam - Jangan pernah malu untuk terus belajar agama. Begitu mungkin ungkapan yang pas untuk menggambarkan semangat sebagian mahasiswa IAIN Surakarta yang kembali mendalami ajaran agama dari dasar.
Layaknya anak-anak TPA, dengan sabar, mereka mengikuti huruf demi huruf, kata demi kata, yang dibaca oleh seorang mentor. “Baa ta bii, ta baita,” teriak mereka secara kompak, ketika mempelajari salah satu materi metode Tarsana.
| Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji
Rupanya, mahasiswa baru dari berbagai jurusan ini tengah mengikuti sebuah program yang ditujukan untuk memantapkan kompetensi mereka di bidang agama, terutama membaca Al-Quran dan cara ibadah.Untuk melancarkan program ini, pihak kampus bekerja sama dengan sejumlah pesantren di sekitar kampus. Salah satu pesantren yang dijadikan tempat belajar, yakni Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji Sukoharjo, Jawa Tengah.
Shautus Salam
Radina Qisma, salah satu guru pengajar di Windan, menuturkan program ini dilakukan selama dua bulan. Pertemuan dibagi menjadi 3 kali pertemuan setiap minggunya. “Untuk kelas besar dilakukan setiap hari Jumat dan Ahad. Sedangkan untuk satu pertemuam lainnya dikhususkan untuk tatap muka dengan para mentor yang telah dibagikan untuk setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang peserta yang didampingi satu santri senior, yang telah melaksanakan khataman juz amma maupun binadhar,” jelasnya, kepada Shautus Salam, Ahad (13/11).Salah satu peserta program yang kami temui, Dina Puspitaningrum, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Alhamdulillah, menambah ilmu, jadi lebih tahu tentang bacaan tajwid, jadi bisa menadakan bacaan ayat Al-Quran, dapat membacanya dengan lebih baik dan benar,” kata mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Dakwah itu.
Shautus Salam
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi’ menambahkan, program ini menunjukkan adanya perhatian dari kalangan perguruan tinggi yang semakin terpanggil untuk memantapkan standar kompetensi lulusannya, terutama dalam hal Al-Qur’an dan ibadah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Shautus Salam Kajian Sunnah, Kajian Islam Shautus Salam
