Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Oleh Miftakhur Risal



Dalam berbagai kesempatan, kita sering mendengar soal keterasingan dan keanehan Islam. Bahwa Islam dimulai dengan keadaan yang asing dan aneh, selanjutnya akan berakhir dalam keterasingan dan keanehan pula. Diucapkan dalam khutbah dan ceramah untuk membesarkan hati mereka yang “galau” dalam hijrahnya. Seolah ada pemahaman bahwa Islam yang benar adalah Islam yang teralienasi. Yang asing dan tidak familiar, itulah Islam yang sejati.

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Seseorang yang pindah (hijrah) dari sifat dan laku non-Islami menuju jalan hidup yang dianggapnya lebih Islami, memang kadang diselimuti kegalauan. Seseorang yang baru saja memutuskan bercadar, misalnya, harus menata diri berjumpa dengan kawan-kawan lamanya yang tidak sepemahaman. Saya tidak ingin membahas soal hukum cadar, tapi kondisi seperti ini jelas memerlukan pegangan yang kuat. Hadits soal “asingnya” Islam adalah satu di antaranya.

Kondisi di atas sebenarnya bukanlah masalah serius. Menjadi genting ketika hadits yang sama digunakan oleh para pendukung radikalisme dan terorisme. Seolah menjadi pembenar bahwa meski tindakannya dikutuk mayoritas umat beragama, ia tetaplah aksi yang heroik. Tidak mengapa ada anggapan? aneh dan “asing”. Toh Islam juga dimulai dari situasi yang aneh dan asing. Kira-kira seperti itulah argumen yang sedang dibangun.

Shautus Salam

Doktrin seperti ini nyata. Kita bisa melacaknya jika memiliki banyak waktu untuk lakukan cyber-patrol. Cukup banyak penghuni dunia maya yang sorak-sorai rayakan aksi teror, alih-alih mengutuknya. Mengambil sisi mendukung tindakan pemerintahan yang (dalam kacamata mereka) thaghut. Hal yang demikian, saya rasa patut diluruskan.

Hadtis keterasingan Islam yang dimaksud, tertuang dalam Shahih Muslim dari Abi Hurairah yang berbunyi:

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”

Merujuk pada sejarah Islam awal, keadaan asing yang dimaksud cukup beralasan. Nabi diutus dengan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang mayoritas menyembah banyak berhala. Islam datang dengan ajaran-ajaran yang sebagian besarnya asing di telinga masyarakat. Keadaan asing yang dimiliki oleh Islam awal ini cocok digambarkan dengan hadits di atas.

Lantas bagaimana dengan keadaan Islam di masa depan? Apakah akan betul-betul asing seperti awal kehadirannya?

Pertama, perlu kita kompromikan hadits tersebut dengan ayat 33 dari at-Taubah yang artinya:

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

Potongan ayat di atas berbicara mengenai janji Allah yang akan memenangkan Islam atas kelompok lain. “Menang” di sini tentu masih butuh banyak penafsiran. Namun tetap saja, menang dan asing adalah dua hal yang bertolak belakang. Pemenang biasanya akan dikenal, atau yang dikenal biasanya adalah yang menang. Bagaimana mungkin Islam dalam keadaan asing, tapi menjadi pemenang? Atau bagaimana mungkin Islam menang tapi tetap terasing?

Ada banyak tawaran untuk memaknai arti “asing” pada hadits tersebut. Salah satunya dengan mencerna riwayat Sahl bin Sa’d al-Sa’idi. Berdasar riwayat tersebut, ada penambahan kalimat tanya yang berbunyi, “siapakah mereka yang asing itu?” Rasul menjawab, “orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dengan mengambil tawaran makna ini, bisa kita ajukan pertanyaan: apakah aksi teror adalah aksi perbaikan? Apakah sekian banyak manusia di Kampung Melayu, misalnya, sedang berbuat kerusakan, sehingga perlu “diperbaiki” dengan bom? Atau bukankah justru pelaku teror itu sedang—literally—melakukan kerusakan itu sendiri? Ini pertanyaan yang mestinya tidak terlalu sulit dijawab.

Alternatif pemaknaan yang kedua adalah dari riwayat Amr bin ‘Ash. Ketika Rasulullah Saw ditanya perihal orang asing yang beruntung tersebut, Rasulullah Saw menjawab, “Mereka (orang asing) adalah orang-orang salih di tengah-tengah mayoritas masyarakat yang buruk. Yang membangkang orang-orang shalih, lebih banyak dari yang menaatinya”.

Dalam kerangka ini, maka perlu dibuat kategori asing:

1. Asing dalam kebenaran di tengah masyarakat yang batil.

2. Asing dalam kebatilan di tengah masyarakat yang benar.

Jadi, tidak serta merta keterasingan dimaknai sebagai sesuatu yang Islami. Salah besar jika ada anggapan “semakin asing seseorang, semakin ia dekat dengan Islam”. Bukan begitu!

Yang juga menarik adalah jika memaknai “orang asing” sebagaimana riwayat Imam Baihaqi yang mengisahkan dialog antara Umar bin Khattab dan Mu’adz bin Jabal. Mu’adz menceritakan pada Umar satu hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Allah mencintai orang-orang yang tersembunyi, takwa, dan suci. Ketika mereka tidak ada, masyarakat tidak merasa kehilangan; ketika mereka ada, masyarakat tidak menyadari. (Namun demikian) Hati mereka (seperti) lampu-lampu hidayah, mereka keluar (menjauh) dari fitnah”. Gambaran di atas sangat identik dengan laku para sufi. Low profile, tidak menonjolkan diri, hidup damai, dan tentram. Jauh dari hingar-bingar kehidupan duniawi.

Apa pun yang digunakan untuk memaknai “orang asing”, tidak ada satupun yang bisa menjadi pembenar untuk pelaku teror.

Sebebarnya, hadits tersebut juga sama sekali tidak berisi perintah untuk mengasingkan diri. Untuk jauh dari kerumunan. Di banyak kesempatan justru sebaliknya, kita diminta untuk ambil peran dalam kehidupan masyarakat. Umat Islam diminta menjadi ummatan-wasathan. Secara literal berarti umat yang berada di tengah. Namun, secara kontekstual adalah umat yang senantiasa mengambil peran.

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta; penyuka kajian keislaman dan bahasa; penikmat film



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 10 Februari 2018

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Subang, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat mengimbau warga, khususnya nahdliyin di Kabupaten Subang untuk terlibat secara aktif dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Subang.

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah melalui pesan singkatnya kepada Shautus Salam, Ahad (1/9).

Sehubungan dengan Pilkada Kabupaten Subang yang rencananya akan digelar pada Ahad depan (8/9), PCNU Subang mengharapkan nahdliyin berpartisipasi secara penuh dalam agenda pemilihan lima tahunan.

Shautus Salam

Menurutnya, Pilkada ini merupakan kesempatan 5 tahunan.

Shautus Salam

"Kepada seluruh nahdliyin Subang, sukseskan Pilkada tanggal 8 September nanti dengan menggunakan hak pilihnya bagi yang sudah mempunyai hak pilih," kata Kiai Musyfiq.

Selain itu, lanjut Pengasuh Pesantren Attawazun Kalijati Subang, Nahdliyin Subang pun harus menciptakan pilkada yang demokratis, damai, bersih dan berwibawa.

Kiai Musyfiq, Lebih lanjut, meminta nahdliyin Subang agar benar-benar teliti dalam memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Jangan tergiur dengan iming-iming money politic! Pilihlah calon yang betul-betul seideologi aswaja dan siap memperjuangkan aswaja di Subang, tegas Ketua PCNU Subang yang baru terpilih itu beberapa Ahad lalu.

Kecuali itu, KH Musyfiq mengimbau warga NU untuk mengistikharahkan calon-calon pemimpin kabupaten mereka agar pilihan mereka tepat kepada calon yang diridhoi Allah.

(Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, Shautus Salam.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan Shautus Salam di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

Shautus Salam

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Shautus Salam

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Daerah, Kajian Islam Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota

Sikka, Shautus Salam. Para pengurus GP Ansor kabupaten Sikka bersilaturahmi ke beberapa masjid Magepanda di pinggiran kota di kabupaten Sikka. Silaturahmi inimerupakan bagian dari program GP Ansor Sikka ke setiap masjid di seluruh kecamatan di Sikka.

“Momen tanggal 1 Muharram 1437 H adalah langkah awal melakukan gerakan pemuda Ansor yang baru melakukan konfercab beberapa pekan kemarin,” kata Wakil Ketua GP Ansor Sika Muhammad Hasrin kepada Shautus Salam, Selasa (13/10).

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota

Menurut Muhammad, momen akbar bagi GP Ansor Sikka akan disesuaikan dengan agenda-agenda kalender masehi dan kalender umum. Supaya setiap momen akan dioptimalkan sesuai keadaan. "Walapun kami baru tetapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan GP Ansor yang sekian lama belum kembali ke publik," ungkapnya.

Shautus Salam

Menurutnya, SDM organisasi yang dimiliki GP Ansor Sikka masih sederhana. Pihaknya masih membutuhkan bantuan koordinasi kepada PW GP Ansor NTT dan PP GP Ansor untuk menyentuh berbagai kegiatan keorganisasian pada momen besar serta berbagai agenda organisasi. Khususnya kegiatan keagamaan di kabupaten Sikka.

Shautus Salam

Hasrin menambahkan, kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus dan bekerja sama dengan beberapa pengurus masjid di kompleks Magepanda. Hadir dalam kegiatan silaturahmi ini seluruh jamaah masjid di kompleks Magepanda, pengurus Ansor Sikka, dan remaja masjid. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan taushiyah oleh Ketua GP Ansor Sikka Abdul Aziz untuk muslim di sana.

Pihaknya berjanji akan berusaha lebih baik lagi dalam mengagendakan kunjungan dan silaturahmi ke setiap masjid. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

Bondowoso, Shautus Salam - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binakal dan GP Ansor setempat menurunkan bantuan untuk korban tanah longsor di Desa Kembangan. Pengurus harian GP Ansor Bondowoso menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok.

Bantuan ini diserahkan langsung di lokasi kejadian bencana di Dusun Kembang Desa Kembangan Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/9) malam.

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

"Begini, kejadiannya itu sudah dua hari yang lalu. Akibat tanah longsor karena hujan lebat terus menerus sehingga rumah ibu saya ibu Maimunah tertimpah tanah longsor. Itu sekitar jam lima sore kejadiannya,” kata Sofi, keluarga salah satu korban.

Shautus Salam

Ia bersyukur tidak ada korban jiwa saat kejadian. Hanya saja "Rumah ibu saya yang rusak tertimpah tanah longsor tersebut," kata Sofi.

Kondisi jalan untuk menempuh lokasi dalam keadaan licin, becek, dan gelap gulita. Untuk menempuhnya, orang dapat lewat dengan penerangan hp.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil berharap bantuan itu bisa meringankan beban yang terkena musibah.

“Dari kegiatan penyaluran bantuan longsor itu kita terpanggil sesama manusia agar kita bisa meringankan beban yang terkena musibah, saling membantu,” kata Muzammil.

Tampak hadir Ketua MWCNU Binakal H Lutfi, Ketua GP Ansor Binakal Ahmad Efendy, Ketua Baanar Bondowoso Fiqi Abdillah, dan Pengurus GP Ansor lainnya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 13 Januari 2018

119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015

Probolinggo, Shautus Salam

Sedikitnya 119 pesilat putra dan putri dari 21 kontingen yang berasal dari Kabupaten dan Kota Probolinggo meramaikan kejuaraan Pagar Nusa Cup 2015, Sabtu hingga Ahad (7-8/2) malam. Mereka memperebutkan 44 tropi dan 3 juara umum yang masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan.

Kejuaraan yang dipusatkan di Pesantren Ainul Hasan Desa Wonorejo Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo ini digelar oleh Pimpinan Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kraksaan.

119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015

Pagar Nusa Cup 2015 ini digelar dengan tujuan untuk menggali lebih jauh potensi dari anggota yang sangat besar. Juara 1 dalam kejuaraan ini akan diikutkan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pagar Nusa Jawa Timur,” ungkap Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kraksaan Moh Buasin.

Shautus Salam

Menurut Buasin, ada 11 kelas yang dipertandingkan dalam Pagar Nusa Cup 2015 ini. Rinciannya, 7 kelas putra dan 4 kelas putri. Setiap pertandingan menggunakan sistem gugur, sehingga pemenangnya langsung melenggang ke babak berikutnya.

Shautus Salam

“Melalui kejuaraan ini kami berharap agar Pagar Nusa Kabupaten Probolinggo bisa semakin jaya, baik dalam even ini maupun even yang lain sehingga mampu mengalahkan perguruan Pagar Nusa dari luar Kabupaten Probolinggo dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Sukabumi, Shautus Salam - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat KH R. Abdul Basith mengatakan, ada tiga program yang harus disosialisasikan dan dilaksanakan PCNU dan perangkatnya, terutama oleh Ranting-Ranting NU.

Ia menyampaikan hal itu pada Halal Bihalal dan Pelantikan Kepengurusan Ranting NU se-Kecamatan Cibadak di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Cibadak pada Rabu (13/7).

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Pertama, menurut dia, shalat shubuh berjamah dan mengaji. Shalat merupakan salah satu kunci utama hidup kaya dan bahagia. “Kalau kita ingin hidup kaya dan berkah, maka jagalah shalat fardhu lima waktu secara berjamaah di masjid. Terutama sekali shalat shubuh,” kata Pengasuh Pesantren Al-Amin Cicurug ini. ?

Shautus Salam

Kedua, kata dia, pembentukan dan mengelola zakat, infak, sedekah melalui LAZISNU karena dengan kesadaran berinfak, masalah sosial ekonomi akan tuntas. “Ketiga, ekonomi umat. Maka dengan 3 program tersebut selain organisasi bisa mandiri, masyarakat desa pun akan sejahtera,” katanya.

Sementara Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi meminta agar pelantikan tersebut dijadikan momentum bagi semua pengurus Ranting NU untuk mulai bekerja.

Shautus Salam

Karena, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Siqoyaturrahmah ini tugas berat sudah menanti. Utamanya pembinaan kegiatan NU di tingkat desa RT dan Rw.

Ia berharap agar kepengurusan NU di tingkat Ranting dapat bekerja secara kolektif dan selalu kompak. Karena ranting NU adalah salah satu ujung tombak gerakan dakwah dan kemasyarakatan NU.

Hadir pada kesempatan tersbut lebih dari 500 ratus hadirin,? terdiri dari segenap kepengurusan PCNU Kabupaten Sukabumi MWCNU Kecamtan Cibadak,? lembaga dan banom NU, serta undangan lainnya. (Shidiq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Kajian Islam Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock