Kamis, 27 April 2017

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia

Manado,Shautus Salam. Tuhan menghendaki Indonesia ini bhineka, beragam-ragam dari sisi agama, keyakinan, etnik, suku, golongan. Keberagaman dan perbedaan di Indonesia nyaris sempurna. Hampir semua berbedaan ada di negeri kepulauan ini.

Demikian pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutan pembukaan AICIS ke-15 di Manado, tadi malam (3/8). Menag menegaskan, warga Indonesia tidak boleh menolak keberagaman, warga Negara Indonesia tidak bisa menghindari perbedaan.

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tegaskan Kebhinekaan Indonesia

Hadir dalam pembukaan wakil gubernur Sulawesi Selatan Djouhari Kansil, anggota Watimpres Hasyim Muzadi, para retor perguruan tinggi agama Islam, para pengamat dan penelisi keislaman dalam dan luar negeri.

Shautus Salam

“Jika Tuhan menghendaki manusia ini sama, maka bisa saja. Tapi manusia ini, lebih-lebih di Indonesia, diciptakan Tuhan dengan berbeda-beda,” tegas Lukman seraya mengutip Al-Qur’an.

Shautus Salam

Dalam kesempatan itu, satu-satunya menteri kabinet Susilo Bambang Yudoyono yang menjabat lagi di era Presiden Joko Widodo itu menjelaskan bahwa Indonesia memang masih ada masalah keberagaman, masih ada konflik beragama. Tapi secara keseluruhan, Indonesia ini damai, hidup berdampingan, dan umat beragamanya punya solidaritas yang tinggi.

“Dan Manado adalah contoh dan inspirasi keragaman umat beragama. Kata Pak Wakil Guberrnur, di sini hamper 70% warganya berpenduduk Nasrani. Tapi Sulawesi Utara, khususnya warga di sini membuka diri menjadi tempat konferensi internasonal kajian Islam. Ini luar biasa,” paparnya.

Manado, lanjutnya, mengabarkan pada kita, adalah kota keberagaman. “Kota ini mengesampingkan egonya sehingga berlapang dada menerima kehadiran para akademisi-akademisi studi Keislaman dari berbagai dunia. Ini sebuah keberanian yang mengubah pandangan umum bahwa Manado sewajarnya menggelar konferensi aktivis gereja sedunia, misalnya.” (Na Naafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Syariah, Olahraga Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock