Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

Tanggamus, Shautus Salam. Menghadapi era perubahan zaman saat ini, para santri harus membuka diri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi untuk kemaslahatan diri dan orang lain. Hal-hal yang positif harus diadopsi dengan baik serta tidak meninggalkan yang lama dan yang masih relevan.

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)
Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

"Santri harus membuka diri tapi jangan larut dengan modernisasi. Santri juga jangan fobia modernisasi," Demikian pesan Plt. Bupati Tanggamus Samsul Hadi saat memberikan sambutan pada Haflah At Tasyakkur Lil Ikhtitam API Pondok Pesantren Darul Ulum Margoyoso Kecamatan Sumberejo Tanggamus, Kamis (27/4).

Plt. Bupati yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus ini mengingatkan para santri dengan prinsip yang sangat masyhur dikalangan nahdliyyin yaitu Almuhafadzatul Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

"Mari Pertahankan tradisi yang memberikan manfaat dan yang baik serta ambillah sesuatu yang baru dan yang baik pula," katanya sembari mengingatkan pula bahwa santri dan pesantren adalah pelopor contoh yang baik bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Marzuki Amin yang juga hadir pada kesempatan tersebut bahwa selama ini para santri dapat menjadi sosok pioner yang berperan penting dalam mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah ditengah-tengah masyarakat.

Shautus Salam

Mengutip pernyataan Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi, Ia mengatakan bahwa santri alumni pondok pesantrenlah yang selama ini memiliki komitmen ikhlas dalam mempertahankan dan merawat Jamaah serta Jamiyyah NU.

Shautus Salam

"Para santrilah yang ulet ngurusi NU. Anak-anak pesantrenlah yang ngurusi jamaah dari kota sampai plosok-plosok untuk terus mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah," ungkapnya.

Ia berharap seraya mendoakan agar seluruh santri khususnya di Pondok Pesantren Darul Ulum dapat dengan istiqomah menuntut ilmu sehingga dapat terus memberikan manfaat untuk ummat.

"Mari bareng-bareng doakan mereka di pesantren ini. Di sinilah tempat penggodokan NU masa depan. Merekalah yang menjadi harapan kita untuk meneruskan masa depan NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Syariah, Sholawat Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur menunjuk Lamongan sebagai tuan rumah workshop Deradikalisasi Agama, Ahad (27/9). Tak kurang dari 180 pengurus cabang GP Ansor Lamongan dan anak cabang sekabupaten Lamongan hadir di Aula Sabha Dyaksa Pemkan Lamongan.

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Workshop ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan Pergub Jawa Timur Nomor 51 Tahun 2014 tentang larangan keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Timur. Peraturan Gubernur ini merupakan hasil keputusan rapat yang melibatkan pelbagai ormas Islam dan perguruan tinggi yang mendukung Pemda setempat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Syafi’i, Bashori, dan Muslikh dari GP Ansor Jatim yang dibentuk untuk mengawal agenda workshop ini.

Shautus Salam

“Di Lamongan, banyak embrio gerakan radikal, perlu Ansor untuk melakukan tindakan prefentif kepada anggota dan masyarakat, agar tidak ikut terlibat dalam gerakan radikal,” terang Ahmad Syafi’i.

Langkah konkritnya, menurut Bashori, Ansor dan Banser harus dekat dengan masjid dan mushalla. Dekat dalam artian, bisa menyemaikan benih-benih ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah di level akar rumput lengkap dengan segala ritus dan amaliyahnya.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya penyadaran lewat sosialisasi dan gerakan.

“Bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Islam yang tidak keras, tapi tak lantas jadi penakut. Tidak lembek, namun tak lantas jadi arogan. Hingga Islam benar-benar bisa menjadi rahmat bagi alam, bagi semuanya,” tegasnya.

Menurut anggota Tim Akreditasi GP Ansor Jatim Safriel Syafa’, internal Ansor sendiri harus melakukan penguatan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. “Untuk itulah Ansor akan mengadakan evaluasi dan akreditasi tiap enam bulan sekali,” kata Safriel. (Amin Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Syariah, Berita Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pembaharu (Satu Abad NU)

Sabda

Nabi kita

Harus percaya

Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembaharu (Satu Abad NU)

Prediksi nyata

Setiap abad ada manusia

Berusaha dan seksama

Dengan daya dan upaya

Shautus Salam

Segarkan agama

Menjadi pedoman hidupnya

Shautus Salam

NU sudah

90 tahun berusia

Berkiprah

Untuk bangsa dan negara

Umat manusia

Mainstream agama

Harus dijaga

Dengan paham Aswaja

Fenomena

Berbagai gejala

NU dengan wacana

Merambah

Respon apa saja

Seni dan budaya

Politik dan teknika

Pasar global dan MEA

Menembus Asia dan Eropa

Dan seterusnya

NU terpaksa menerima pembaharu muda

Kritis tak menyerah

Beretika

Ulama cendekia

Ada tanda

Pembaharu muda

Datang di hadapan kita

NU kota

Siap siaga

Bawa rencana

Luar biasa

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Krisis Umat

Dipecah belah

Justru bangga

Tanpa terasa

Gejala

Krisis umat beragama

Dimana-mana

Jauhkan satu dan lainnya

Agar menjadi lemah

Tidak lagi sapa

Asia dan eropa

Arab dan Ethiopia

Malaysia dan Indonesia

Jerman dan Cina

Umat manusia

Beragama

Satukan visi dan misinya

Saling merasa

Satu agama

Bersatu tak terpisah

Konsep semula

Bodoh luar biasa

Justru bangga

Memotong kepala

Dengan senjata

Lawan ketawa

Bangga

Tanpa kerja

Hasil sudah

Lihat saja

Perang Syria

Irak dan Libya

Semua nyata

Krisis umat beragama

Provokasi siapa

Tuhan

Aku umpat siapa

Sulit kentara

Tapi semua merasa

Diadu domba

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kampus Islam

Bangunan menawan

Penuh keindahan

Pohon dan rerumputan

Tumbuh dengan keserasian

Penuh kepatuhan

Aturan dijalankan

Tanpa pengecualian

Burung merasa aman

Tanpa gangguan

Manusia dan syetan

Suara kerinduan

Selalu didengarkan

Nyanyian burung kutilang

Pagi dan menjelang malam

Bersahut-sahutan

Menandakan kedamaian

Penghuni kampus Islam

Azan dikumandangkan

Serentak? orang rebutan

Mencari jalan

Ke masjid dan pujian

Menanti jamaah berdatangan

Dirikan shalat dengan imam

?

Perpustakaan buka sampai malam

Melayani kebutuhan

Mahasiswa dalam pencarian

Referensi untuk kutipan

Membuat tugas perkuliahan

Parkir rapi dengan keteraturan

Tidak sembarang diletakkan

Semua kendaraan

Di tempat yang ditentukan

Satpam sangan sopan

Senyum seperti para perawan

Menyapa dengan kata silahkan

Apa perlu bantuan

Masjid tempat ibadah

Harus terus dijaga

Dipelihara dengan ramah

Ditambah anggarannya

Agar tetap istiqamah

Jalankan dakwah

Semoga UNU bisa

Seperti dalam idea kita

Agar semua merasa

Memiliki bersama

Bungurasih, 6 Pebruari 2016

Abd. al-Haris al-Muhasibi

Kematian

Tuhan berfirman

Kematian sebuah kepastian

Siang atau malam

Pasti datang

Menjemput orang

Tidak bisa diakhirkan

Tidak juga didahulukan

Tiada yang bisa menghentikan

Ketentuan

Siapkan

Dengan kebaikan

Jangan terlena karena jabatan

Harta dan kemewahan

Kesenangan

Semua kau tinggalkan

Kematian

Segera datang memberi salam

Datang tidak diundang

Membawamu kepada Tuhan

Pertanggungjawaban

Semua amal yang dilakukan

Siapkan dengan kesadaran

Penuh perhatian

Pada amal perbuatan

Siang dan malam

Selalu ingat pada Tuhan

Bantu yang kekurangan

Hilanhkan kemiskinan

Beri layanan

Anak yatim dan orang kelaparan

Siapkan

Kematian dengan senyuman

Jelang dengan aman

Tanpa ketakutan

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Pak Jo

Harus waspada

Pada setiap peristiwa

Pecah belah

Bangsa dan negara

Memakai agama

Saling hina

Tafsiran beda

Satu dengan lainnya

Pak Jo

Hati-hati provokasi

Pakai madzhab sendiri

Truth claim menjadi

Alat justifikasi

Semua salah

Tinggal satu-satunya

Bangkitkan marah

Sesama agama

NU dan Muhammadiyah

Mungkin juga

Diadu sesama

Dengan lainnya

Agar mereka lemah

Mudah menyerah

Pak Jo

Kita berbangsa

Bernegara

Dikuatkan agama

Jika pecah Indonesia lara

Pak Jo

Ajaklan semua

Polri san tentara

Tokoh agama berbeda

Tingkatkan waspada

Segala peristiwa

Jangan lena

Pak Jo

Sampai sini saja

Nanti disambung lagi ya...

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kenduri

Memperingati lagi

90 tahun NU berdiri

Menilai

Semua sisi

Rendah diri

Masih mendominasi

Kecilkan organisasi

Selamatkan generasi

Dari radikalisasi

Dengan pendidikan nalar dan hati

NU terus berbenah

Dengan segala upaya

Meningkatkan kualita

Menjaga marwah

Mengajak semua

Dengan seksama

NU muhasabah

Menilai ide dan langkah

Memelihara sunnah yang lama

Bernilai maslahah

Adab yang baru juga

Menuju sempurna

Kenduri

NU berdiri

Tradisi mengaji

Mengkritisi

Dengan hati-hati

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Nasihat untuk Umat

Aku berharap

Pada setiap saat

Kalian bisa mendekat

Kepada Tuhan penuh berkat

Segera bertaubat

Menjauhi yang sesat

Ingat tanggung jawab

Dunia sampai akhirat

Semua yang kita perbuat

Balasan kita dapat

Baik buruk akan kita lihat

Siapkan iman kita

Takwa dengan hikmat

Semoga Tuhan beri rahmat

Jangan saling laknat

Sesama umat Muhammad

Sebaiknya saling beri nasihat

Tentang kesabaran dan yang haq

Oh...wahai umat

Jangan mudah kena siasat

Orang yang sangat biadab

Mengadu umat

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

NU dan Format Ekonomi Umat

Penuh semangat

Kiai Mutawakkil beharap

Dapat temukan format

Pengembangan ekonomi umat

Tiada diduga

Praktik usaha di Sumenep

Madura

Bebasakan riba

Jauhkan praktek bank biasa

Himpun dana kuatkan sesama

Berkat amanah para pengelola

NU ternyata bisa

Praktikkan iqtishodiyah

Mari kita coba

Setelah bicara

Semoga segera

Realisasikan ini semua

Bungurasih, 1 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Syariah, Ubudiyah Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Brebes, Shautus Salam. Generasi muda diharapkan bisa mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Al-Qur’an bisa menjadi jalan penerang dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat sehingga tercetak Generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada tuntunan Qur’an.

“Di tengah maraknya pengaruh negatif yang mengancam moralitas generasi muda, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dinilai sangat ampuh untuk mencetak Generasi Qurani,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Tahroni saat membuka MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Brebes, di SMP N 2 Songgom, Selasa (6/9).

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Menurut Tahroni, MTQ juga bisa dijadikan ajang untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan baca tulis Al Quran secara baik, benar dan indah.

Ketua Panitia MTQ Pelajar Hendra Pradistyo Bmenjelaskan, MTQ diikuti 170 peserta. Mereka terdiri dari peserta SD/MI sebanyak 68 peserta dan SMP/MTs 102 peserta. Juga ikut mensukseskan kegiatan tersebut 15 Dewan Hakim, 10 Panitera dan 8 Pengawas kegiatan.

Adapun cabang yang dilombakan meliputi cabang Tartil Quran SD/MI, SMP/MTs, Cabang Tilawatil Quran SD/MI, SMP/MTs dan Cabang Tahfidz Quran 1 Juz SMP/MTs putra dan putri.?

Shautus Salam

“Tiap cabang terbagi untuk tingkat SD, SMP untuk golongan putra dan putri,” papar Hendra.

Shautus Salam

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat mengambil sumpah para dewan hakim yang akan melakukan penjurian.?

Peserta terbaik pertama dari berbagai cabang, akan menjadi duta kafilah Brebes pada MTQ Pelajar Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Magelang pada 10-13 Oktober 2016 mendatang.

Hadir dalam pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Brebes Dedy Priyono, Kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Brebes, Kepala Sekolah SD dan SMP, dewan hakim, official dan seluruh peserta. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Brebes, Shautus Salam - Anggota Jamiyah Khoerunisa Masjid Jami Baitul Ikhwan Griya Limbangan Indah (Grilind), Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes membagikan 200 paket sembako. Paket sembako diberikan kepada para pembantu rumah tangga sebagai bukti kasih sayang kepada sesama. Pembagian paket di akhir Ramadhan guna meringankan beban hidup menjelang Hari Raya 1438 H.

“Semoga bermanfaat ya, Bibi,” ujar Ketua Jamiyah Khoerunisa Hj Gusti Purwaningrum Endaryadi kepada salah seorang penerima santunan di Masjid Baitul Ikhwan, Minggu (18/6).

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Gusti menjelaskan, pemberian paket sembako sudah dilakukan beberapa tahun terakhir setelah digalakan gerakan infak subuh.

Para penerima sebelumnya telah mendapatkan kupon dari panitia untuk ditukarkan paket sembako gratis yang terdiri atas beras, minyak, teh, gula, dan mie instan.

Shautus Salam

Jamiyah yang beranggotakan 150 ibu-ibu itu, sebelumnya melakukan anjangsana ke panti asuhan Putra Muslimat Kauman, Panti Asuhan Darul Abror Pasarbatang dan Panti Asuhan Muhammadiyah Pasarbatang.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar bazar ramadhan, bersih-bersih masjid dan pengajian.

Shautus Salam

Pengajian disampaikan ustadz Dorojatun dari Tegal. Dalam tausiyahnya, Dorojatun mengajak kepada para Ibu untuk menempatkan harta kekayaan di tangan saja. Jangan sampai dimasukan ke dalam hati.

Kalau harta di tangan, maka harus dilepaskan berbagi dengan sesama terutama kepada kaum dhuafa. Jangan sampai harta dimasukan ke dalam hati karena bisa merusak hati dan ketika harus dilepaskan akan terasa sakit. “Kalau harta sudah bersemayam ke dalam hati maka, jadi orang kikir, tidak mau berderma,” ungkitnya.

“Jadikan akhirat tujuan kita, boleh saja rekening bank banyak, tetapi untuk pembiayaan jalan menuju akhirat, termasuk mobil dan rumah mewah untuk mendukung ibadah. Serta perhatikanlah anak yatim dan kaum dhuafa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Ikhwan H Suhaemi mengaku bangga dengan kegiatan ibu-ibu anggota jamiyah termasuk dengan kreativitas kegiatannya. Termasuk kegiatan infak subuh merupakan ide dari para ibu-ibu jamiyah.

Suhaemi mengajak jamaah masjid untuk terus menjalin silaturahmi dan rajin berinfak. “Infakanlah sebagian dari rezekimu yang telah Allah berikan sebelum datang di mana tiada lagi pertolongan dari saudara atau pun kawan,” kata Suhaemi seraya menyitir ayat Al-Quran. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Anti Hoax Shautus Salam

Jumat, 29 Desember 2017

Perempuan Harus Berpolitik

Jombang, Shautus Salam. Banyak yang memandang sebelah mata kiprah perempuan di dunia politik. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan perempuan saat terlibat di politik praktis.

Perempuan Harus Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Harus Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Harus Berpolitik

Penegasan ini disampaikan Mahfudhoh Ali Ubaid kepada Shautus Salam (10/4). Ditemui di kediamannya, dalem kesepuhan Pondok  

Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU dua periode ini menolak keras pendapat yang mengatakan bahwa dunia politik adalah kotor.

"Itu hanya pandangan orang yang tidak mengerti  politik yang sebenarnya," katanya.

Shautus Salam

Baginya, banyak keputusan politik yang mengharuskan perempuan terlibat secara aktif di dalamnya. 

Shautus Salam

"Lahirnya  kebijakan yang mengatur tentang ibu hamil, perhatian kepada para janda, Posyandu, gizi anak dan sejenisnya adalah upaya serius yang dilakukan para perempuan di dunia politik," katanya.

Tanpa kehadiran  perempuan di ranah politik, akan sangat sulit dapat melahirkan kebijakan yang memihak  perempuan. 

"Karena itu saya menolak dengan keras pandangan yang menganggap perempuan tidak perlu tampil di dunia politik," lanjutnya.

Lahirnya aturan yang mensyaratkan kuota perempuan harus mencapai 30 persen, hendaknya dapat dioptimalkan untuk peran politik tersebut. Sehingga Ibu Mahfudhoh, sapaan kersehariannya sangat prihatin terhadap ketidak mampuan partai politik yang tidak mampu mencapai angka tersebut untuk komposisi calon wakil rakyatnya. 

"Bagaimana mungkin angka seperti itu tidak bisa dipenuhi oleh partai politik?" sergahnya. "Ini adalah kegagalan dalam proses seleksi dan kaderisasi terhadap kiprah perempuan," lanjutnya.

Ia berharap, kejadian ini tidak terulang pada pesta demokrasi mendatang. "Berikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkiprah di segala sektor, termasuk politik," harapnya. 

Namun demikian ia berharap peran politik yang telah terbuka lebar itu dapat dioptimalkan untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. 

"Tapi jangan sampai melupakan tugas utama sebagai ibu rumah tangga," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Syariah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock