Kamis, 13 Juli 2017

Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang

Rembang, Shautus Salam

Mbah Siti Chalimah begitu orang menyebutnya. Konon ia adalah salah satu murid dari Raden Makdum Ibrahim alias Sunang Bonang Tuban. Makamnya terletak di Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kurang lebih 100 meter sebelah selatan bibir pantai utara.

Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang

Makam Mbah Siti Chalimah dahulu diperkenalkan oleh KH Imam Kholil bin Syuaib Sarang pada tahun 1969 M. Berawal dari situlah masyarakat mengenal sosok Mbah Siti Chalimah sebagai salah satu murid dari Sunan Bonang.

Sesepuh Desa Tanjungan, Mbah Sujarwo membenarkan hal ini. Menurutnya, dulu peringatan haul Mbah Siti Chalimah digelar secara kecil-kecilan. Tapi sekarang peringatannya dengan pengajian umum yang dihadiri ribuan orang.

Shautus Salam

Makam yang terletak di depan halaman masjid Desa Tanjuangan Kragan ini diapit oleh dua pohon besar. Di bagian samping makam juga terletak sumber mata air yang konon tidak pernah habis.

Shautus Salam

"Dulu cerita dari para sesepuh bahwa makam ini telah ada seperti itu. Tidak tahu asal mulanya siapa yang membangun atau tahun kapan. Diperkirakan adanya makam ini adalah semasa Sunan Bonang," terangnya saat ditemui Shautus Salam dalam peringatan haul, Sabtu (20/8/2016) pagi.

Dari keterangan Mbah Sujarwo, KH Imam Kholil bin Syuaib putra dari KH Syuaib dan Nyai Hj Saidah yang merupakan salah satu menantu dari KH Ghozaly bin Lanah (Pendiri Pesantren Sarang), menerangkan bahwa Mbah Siti Chalimah merupakan salah satu murid dari Sunan Bonang. Ia adalah abdi dalem Sunan Bonang bersama dengan Syeikh Abdur Rohman Desa Kebloran Kragan.

"Banyak sekali orang dari luar kota yang tawassul di makam Mbah Siti Chalimah ini. Biasanya kalau permohonan mereka dikabulkan Allah, mereka mengadakan syukuran motong ayam atau kambing dan dimakan bersama dengan masyarakat sekitar," ujar Mbah Sujarwo yang kini berusia 61 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock