Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Probolinggo,Shautus Salam. Semua pihak mengakui kebesaran dan potensi kekuatan Nahdlatul Ulama. Hanya saja karena kurang diorganisir dengan baik, kekuatan itu belum bisa maksimal. Namun untuk mengorganisir itu juga bukanlah pekerjaan gampang. “Karena kita terbiasa menjadi raja-raja kecil,” kata Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.

Kalimat itu disampaikan Hasyim di sela-sela deklarasi Forum Silaturahmi Pimpinan Daerah NU (Fospida NU) yang berlangsung di Hotel Bromo View, Probolinggo. Fospida adalah forum tempat berkumpul, berkomunikasi dan saling bekerja sama para kepala daerah yang berlatar belakang NU. Mereka adalah para bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Jumat, 26 Januari 2018

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Yogyakarta, Shautus Salam. Epistimologi pesantren berbeda dengan epistimologi ilmu sosial, humaniora, dan eksak. Dalam bidang keilmuan tersebut, apa yang disebut sebagai realitas adalah sesuatu yang ditangkap oleh pancaindra. Sedangkan epistimologi pesantren ‘alam mulki wal jabarut dan ‘alam malakut juga dipandang sebagai realitas.

Hal ini yang dikemukakan Mustafied, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (13/6).

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Dalam acara bedah buku yang bertempat di ruang teatrikal Uhsuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga itu, dia memaparkan bahwa pesantren kaya akan epistimologi.

Shautus Salam

“Epistimologi pesantren itu sebenarnya sangat kaya. Ada dalil waqi’i atau realitas, dalil ‘aqli atau rasio dan dalil ilhami atau wahyu,” paparnya.

Shautus Salam

“Di pesantren, kultur yang berkembang, ilmu itu dari Allah. Oleh karena itu, maka ta’allum, tadarus (belajar, red.) bukan variabel yang dominan di pesantren,” ungkapnya, menjelaskan proses pemerolehan ilmu yang ada di pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menuturkan bahwa hal yang paling menentukan dalam pemerolehan ilmu di pesantren adalah niat serta ketaatan santri pada kiai atau ustadznya.

Namun pihaknya juga memberi pandangan kritis soal relevansi dari epistimologi ala pesantren itu, ”Pertanyaannya adalah, apakah epistimologi itu masih relevan dipertahankan? Ini perlu segera dijawab. Karena jika tidak, pesantren akan terombang-ambing,” imbuhnya.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Nur Hasanatul Hafshaniyah  

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Jepara menggelar rapat koordinasi di ruang Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Ahad (10/9) malam. Rapat membahas soal rumor yang beredar di media sosial terkait kasus pesantren di Karimunjawa, Jepara.

Rapat koordinasi yang dihadiri sejumah tokoh dan jajaran kepolisian ini membantah berita terjadinya pengusiran santri di sebuah pesantren di sana. Keduanya mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menjunjung tinggi persaudaraan.

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Berikut bunyi surat klarifikasi secara lengkap yang ditandatangani Ketua Pimpnan Daerah Muhammadiyah (PDM) KH Sadali dan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Ubaidillah Noor.

Menyikapi perkembangan pemberitaan (issue) di media sosial terkait dauroh tahfidh al-Qur’an di Dukuh Alang-alang RT 02 RW 04, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sehubungan dengan isu penolakan dan pengusiran santri Ittihadul Ma’had Muhammadiyah (ITMAM) yang hendak melakukan dauroh tahfidh al-Qur’an Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, maka dengan ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara menyatakan klarifikasi sebagai berikut:

1. Pemberitaan bahwa telah terjadi penolakan dan pengusiran santri adalah tidak benar.

Shautus Salam

2. PCNU Jepara dan PDM Jepara sepakat menyikapi masalah tersebut dengan mengedepankan ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah basyariyah serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Shautus Salam

3. Menyekapakati agar gedung yang diwakafkan kepada PP Muhammadiyah tersebut dihentikan (dimauqufkan) penggunaannya untuk beberapa waktu sampai segala sesuatunya terpenuhi.

4. Mengintensifkan komunikasi semua pihak dan mewaspadai paham radikalisme serta pihak lain yang hendak memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.





Surat klarifikasi tersebut ditandatangani pula oleh sejumlah saksi, antara lain AKBP Yudianto Adhi Nugroho (Kapolres Jepara), H Mashudi (Ketua MUI Kabupaten Jepara), Rustamaji (atas nama Kepala Bakesbangpol), H Badrudin (PKUB Jateng untuk Jepara), Arif Darmawan (atan nama Kepala Dinas Kominfo). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Jember, Shautus Salam - Bahwa di? Jember sudah ada bibit-bibit ISIS, bukanlah isapan jempol semata. Paling tidak, inilah pengakuan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjend Pol Hamli saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama,? Jember, Kamis (5/7).

Menurutnya, bibit-bibit ISIS itu melakuan gerakan pengkaderan di salah satu masjid kampus? di Jember. "Tolong dilihat. Kalau perlu pendalaman, tanya ke Kapolres Jember (AKBP. Kusworo Wibowo). Nanti Kapolres saya beritahu," ujarnya.

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Kelompok radikal dan teroris memang menyasar mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota. Mereka sudah lama masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah teroris merupakan alumnus perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sebagian di antaranya menjadi ideolog. Yang lain menjadi perakit bom. Mereka berproganda dengan mengiming-imingi surga dan bidadari jika sudah melakukan? jihad.

Shautus Salam

Shautus Salam

"Faktor terbesar seseorang bergabung dengan ISIS karena pemahaman agama yang keliru. Jihad hanya (berarti) perang tidak ada makna lain," tambahnya.

Karena itu, ia? meminta kepada seluruh pemimpin perguruan tinggi di Indonesia agar mengawasi aktivitas di masjid kampus masing-masing.

"Tolong dilihat, aktivitas-aktivitas terutama di masjid kampus, hati-hati. Dulu di salah satu universitas terkenal di Surabaya, masjidnya dipakai ketika jam 12 malam ke bawah. Tausiyah di situ. Lima, sepuluh, lima belas orang kumpul, satpam tidak tahu. Dikira mengaji biasa. Tahunya ketika ditangkap, dia ngomong: tausiyahnya di situ. Jadi tolong dilihat masjid kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Hamli. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi

Bojonegoro, Shautus Salam

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjalin kerja sama dengan PT Mitra Insan Mandiri dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan dan mendirikan koperasi Fatayat.

Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada acara pelantikan pengurus baru PAC Fatayat NU setempat di Balai Kantor Kecamatan Malo, bertepatan dengan peringatan hari lahir ke-90 NU, Ahad (31/1).

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi

Turut menyaksikan Sekretaris Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, serta para pengurus dari PCNU Bojonegoro, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro, dan PAC Fatayat NU di sejumlah kecamatan di Kota Ledre ini, seperti Kecamatan Padangan, Kedewan, Kasiman, Gayam, dan Kalitidu.

Shautus Salam

Ketua PAC Fatayat NU Malo Uthfiatul Ummi Farida berharap pasca pelantikan ini, para pengurus lebih bersemangat dalam menjalankan program. Ia mengaku tengah mengagendakan program pelatihan untuk para kader perempuan NU.

"Pesan dari penasehat, nanti akan ada pelatihan menjahit untuk Fatayat-Muslimat sebagai awal menjadi usaha kreatif," terangnya.

Shautus Salam

Munif Sulaiman, penanggung jawab kegiatan, mengaku acara ini merupakan rangkaian dari peringatan harlah ke-90 NU. Di dalamnya ada bakti sosial, pengobatan gratis, marching band dan ditutup dengan pelantikan PAC Fatayat NU Malo.

"Ada tausyiyah organisasi dan sebagai silaturrohim stakeholder, Muspika, NU dan para banom (badan otonom)," ungkap warga Kecamatan Malo itu.

Wakil Sekretaris PP PSNU Pagar Nusa ini menambahkan, pelantikan PAC Fatayat NU Malo paling dan istimewa karena dihadiri Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Lailiyah. Munif berharap Fatayat NU Malo dapat bersinergi dengan banom NU yang lain dan melakukan penguatan badan ekonomi. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Hadits, Amalan Shautus Salam

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Makassar, Shautus Salam. Universitas Islam Makassar mengadakan Pesantren Mahasiswa dan Training ESQ gelombang 3 bagi mahasiswa baru Pembukaan Pesantren Mahasiswa ini dihadiri para wakil Rektor UIM, Direktur Pascasarjana, Seluruh Dekan se Universitas , Ketua Lembaga, dan dihadiri 523 peserta dari berbagai fakultas 29/11, kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari 29/11-2/12 ? yang dipusatkan di aula SMK Darussalam.

Dalam sambutannya Suradi sebagai Ketua Panitia Pelaksana mengemukakan Pesantren mahasiswa dan Training ESQ ini wajib diikuti setiap mahasiswa, sebagai salah satu syarat kegiatan proses akademik. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat yang akan menjadi syarat ujian meja/munaqys.

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Disisi lain Training ESQ ini akan dilatih trainer dari tim ESQ Sulawesi Selatan yang berpengalaman dan untuk pesantren mahasiswa akan dibimbing langsung oleh sesepuh Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan diantaranya Anregurutta KH Sanusi Baco Rais Syuriyah NU Sulsel yang juga pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum Soreang Maros, KH Zain Irwanto Wakil Rais NU Sulsel, dan Dr Arfah Shiddiq Wakil Ketua NU Sulsel. Materi pesantren diantaranya Aqidah, Syariah dan Tasawuf sesuai dengan kultur keilmuan Nahdlatul Ulama. Ungkap Suradi

Shautus Salam

Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Sanjata yang juga mewakili Rektor Universitas Islam Makassar dalam sambutannya, memaparkan Universitas Islam Makassar sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama memliki tanggung jawab moral untuk melahirkan intelektual yang memiliki akhlakul karimah. Melalui pesantren mahasiswa dan training ESQ ini, mahasiswa akan diberikan materi penyadaran spiritual.

Shautus Salam

Akhir-akhir ini banyak masyarakat ? yang antipati terhadap gerakan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya yang terkadang anarkis. Sebagai Perguruan Tinggi Islam yang memiliki visi misi yang mencetak intelektual, tentunya melalui training ESQ dan Pesantren ini, mahasiswa akan digembleng untuk mendapatkan materi spiritual dan melalui pesantren, mahasiswa akan mendapatkan ilmu praktek cara beribadah sesuai dengan kultur NU. Tambahnya.

Olehnya itu, UIM mengharapkan seluruh mahasiswa mengikuti proses training dan pesantren mahasiswa ini sampai selesai. Disisi lain, mahasiswa ke depan akan mendapatkan materi-materi spiritual dalam proses perkuliahannya sebagai bekal untuk mengaplikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ungkapnya sekaligus membuka proses pesantren mahasiswa ini. (andy muhammad idris/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Kamis, 30 November 2017

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Surabaya, Shautus Salam. Setelah lama tidak pernah direnovasi, akhirnya Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya yang berada di Jalan A Yani dirombak total. Hal ini dilakukan agar gedung terlihat lebih modern dan cantik.

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Hal ini disampaikan Kepala RSI Surabaya kepada sejumlah media saat peresmian kamar operasi baru yang diharapkan bisa menjadi tempat rujukan pasien gawat darurat di wilayah Surabaya selatan dan sekitarnya.

"Kamar operasi baru ini terdiri dari tiga kamar operasi dan dua ruangan perawatan pascaoperasi. Kami juga tengah merenovasi gedung agar lebih modern, seperti yang ada pada ruang kamar operasi kami,” kata Kepala RSI A Yani, dr Samsul Arifin MARS, Sabtu (24/5).

Shautus Salam

Gedung baru ini, lanjutnya, akan merombak total wajah RSI A Yani dengan desain minimalis modern, sehingga diharapkan wajah RSI akan tampak semakin cantik ketika dilihat dari flyover Wonokromo.

“Bangunan kami belum pernah direnovasi sejak tahun 70-an. Kami pikir, perubahan yang progresif harus dilakukan untuk semakin menumbuhkan sikap pelayanan kepada pasien,” sambungnya.

Shautus Salam

Samsul yang juga Humas Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim ini mengungkapkan, pembangunan ini dilakukan untuk menyambut pasar bebas dimana Surabaya menjadi kota percontohan di Indonesia untuk masuknya rumah sakit asing. “Kalau tidak melakukan perubahan progresif, kita akan tertinggal ketika AFTA nanti,” ujarnya.

Ketua Yayasan RSI, M Nuh, menyatakan, meski RS tipe C, standarisasi fasilitas kamar operasi baru RSI A Yani ini hampir setara dengan kamar serupa di RSUD Dr Soetomo. “Di bawah satu tingkat dari RSUD Dr Soetomo. Untuk pembangunan gedung baru berlantai 9 kami perkirakan akan selesai dua tahun mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono, menambahkan, penambahan fasilitas dan pembangunan renovasi Gedung RSI A Yani merupakan hal yang tepat dilakukan.

Saat ini, ungkapnya, ada sekitar 450 RS di Jatim, 53 di antaranya merupakan RS Pemerintah. Menurutnya, RS swasta lainnya harus terus melakukan peningkatan fasilitas agar siap ketika nanti mulai masuk RS-RS asing ke Surabaya.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Rais PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. (Syaifullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock