Minggu, 29 Oktober 2017

Kembangkan Terus Islam Nusantara

Surabaya, Shautus Salam. Menteri PDT HA Helmy Faisal Zaini memberi kesaksian selama melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah pedalaman. "Saya menyaksikan bahwa Islam yang disebarkan para wali sangat menghargai budaya lokal. Islamisasi berjalan kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan. Islam demikian diterima masyarakat."

Kembangkan Terus Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Terus Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Terus Islam Nusantara

HA Helmy Faisal Zaini mengungkapkan hal tersebut dalam acara Maulidurrasul dan Istigatsah di Yayasan Pondok Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya, Sabtu (16/6) malam.

Shautus Salam

Dalam pandangannya, islamisasi yang dilakukan para wali tidak membenturkan antara ajaran Islam dengan budaya lokal yang sudah ada.

Shautus Salam

"Meskipun ada beberapa ritual dan adat istiadat penduduk setempat yang bertentangan dengan ajaran Islam, namun para wali tidak mempertentangkan hal tersebut," jelasnya.

Kara wali, kata Helmy,  melakukan akulturasi budaya sehingga antara budaya lokal dengan tradisi Islam disinergikan, sehingga sangat berlasan kalau islamisasi di Indonesia berjalan dengan damai dan penuh keakraban.

"Saya telah melakukan banyak kunjungan ke daerah pedalaman, dan ketika di situ ada penduduk muslim, suasananya sangat kondusif," katanya di hadapan ratusan hadirin.

Karena itu ia sangat berharap bahwa warisan Islam Nusantara dapat dipertahankan di negara ini. "Para ulama telah memberikan contoh bagaimana menyebarkan agama secara benar seperti harapan baginda nabi," katanya.

Islamisasi yang ada tanpa pertumpahan darah, perselisihan apalagi pertentangan dengan masyarakat setempat. Bahkan mampu Islam juga mempertahankan tradisi yang ada. "Inilah nilai lebih yang diwariskan para ulama terdahulu," lanjutnya.

Helmy Faisal hadir di pesantren asuhan KH Ali Maschan Moesa dalam rangka lailatul maulid dan istigatsah yang sudah rutin diselenggarakan pesantren ini pada Sabtu malam Kliwon. Sebelumnya tampil KH Duri Azhari dari Semarang memberikan mauidhah hasanah.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Tegal, Pesantren Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock