Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi

Malang, Shautus Salam. Mustasyar PBNU KH Muhammad Tolchah Hasan menyebut perlunya tiga hal dalam menghadapi era globalisasi, yaitu dibutuhkan ketebalan iman yang kuat, karakteristik yang tangguh, dan kekuatan moral yang tinggi.

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi

“Kita harus menguatkan iman dalam menghadapi Globalisasi. Tapi bukan sembarang iman yang kita butuhkan, melainkan iman yang dominan terhadap diri kita dan perbuatan kita. Bukan hanya iman dekoratif atau hiasan,” katanya pada kuliah umum di hadapan sekitar 400-an mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) Tahun 2014 di Hall Oesman Mansoer pada Kamis, 2 Oktober 2014.

Menurut dia, pada kuiah umum bertema ‘Islam dan Benturan Peradaban Global’ tersebut, jangan sampai karena iman bertindak semaunya dan menggunakan kekerasan mengatasnamakan Iman. “Kalau iman kita merupakan Iman yang dominan, maka berada di manapun dan dalam kondisi apapun, kita akan tetap terjaga keimanannya,” tambahnya.

Shautus Salam

Dirinya juga menekankan bahwa Islam yang bersifat moderatlah yang dibutuhkan untuk menghadapi benturan peradaban global saat ini. Karena Islam moderatlah yang bisa kritis terhadap semua kebudayaan yang datangnya dari luar.

“Di dunia internasional, Islam dilihat sebagai agama yang intoleransi. Sehingga terlihat puritan dan meraka anggap sebagai ancaman. Maka, adalah tugas kita sebagai masyarakat terdidik untuk membangun peradaban Islam yang toleran,” terang Menteri Agama era Gus Dur itu.

Shautus Salam

Selanjutnya, ia menekankan bahwasanya pendidikan memiliki peran yang besar sekali dalam upaya untuk membangun generasi Indonesia emas mendatang. Oleh karena itu, ia juga menyampaikan bahwa tenaga pendidik harus memiliki karakter yang kuat. (Ahmad Nur Kholis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Tegal, Pesantren Shautus Salam

Selasa, 13 Februari 2018

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi

Tangerang Selatan, Shautus Salam - Islam datang bukan untuk menghancurkan peradaban yang sudah ada. Melainkan, Islam datang untuk menyempurnakan hal-hal yang sudah bagus dan menghapus sesuatu yang buruk serta menggantinya dengan sesuatu yang bagus.

Demikian disampaikan Direktur Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban saat mengisi diskusi dengan tema Manhaj Dakwah Islam Nusantara Walisongo di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi

Ginanjar menerangkan, Walisongo menggunakan metode dakwah yang santun, merangkul, dan menghormati tradisi kebudayaan masyarakat setempat.

Shautus Salam

Oleh karena itu, Walisongo berhasil mengarusutamakan agama Islam di wilayah Nusantara, terutama Jawa. (Ahmad Muchlison/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Tegal, Nahdlatul Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis

Sidoarjo, Shautus Salam - Ikatan Penulis Mahasiswa Al-Khoziny (IPMA) menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang diadakan di kantor MWCNU Buduran, Sidoarjo, Sabtu (14/1). Pelatihan ini diikuti sekitar 32 peserta dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Ketua IPMA IAI Al-Khoziny, Ardina Kholidatul, pelatihan jurnalistik ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon wartawan muda agar dalam menulis berita sesuai dengan kode etik jurnalistik. Pasalnya, saat ini marak pemberitaan yang telah keluar dari rel jurnalistik.

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis

"Kami berharap, dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, para peserta mampu menulis berita yang objektif, akurat dan berimbang. Ketika benar-benar menjadi wartawan, mereka akan menjadi wartawan yang professional," kata Dina.

Acara pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (14-15/1). Selama pelatihan, peserta diberikan materi jurnalistik dasar, reportase, hingga pengambilan gambar.

Shautus Salam

Sementara itu pendiri IPMA M Zainal Abidin menambahkan, pelatihan jurnalistik ini harus digalakkan di semua komponen bangsa khususnya mahasiswa sebagai generasi muda. Karena, generasi muda harus mendapatkan pembekalan keterampilan terkait dengan tulisan.

Shautus Salam

"Karena saat ini perang yang paling efektif adalah perang tulisan atau di media sosial. Adanya pelatihan jurnalistik ini akan memberikan pembekalan yang cukup sehingga mahasiswa mengetahui bagaimana menulis, membuat, dan menganalisis berita yang benar, sesuai koridor yang telah disepakati oleh para ulama," kata pria yang juga Wakil Ketua PCNU Sidoarjo itu. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Warta, Tegal Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Dalam banyak keterangan Rasulullah SAW menyebutkan nikmat dan siksa kubur. Keduanya merupakan ganjaran yang Allah berikan sebelum hari akhir tiba. Kebaikan dan kejahatan seseorang selama di dunia cukup menentukan balasan apa yang akan diterimanya di alam barzakh.

Banyak penghuni alam kubur menerima pelbagai rahmat Allah hanya karena kebaikan yang selama ini dianggap sepele seperti Imam Al-Ghazali yang membiarkan cairan di ujung penanya direguk serangga. Tetapi tidak sedikit penghuni kubur yang disiksa habis-habisan oleh malaikat hanya karena kejahatan yang dipandangnya remeh selagi di dunia.

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Namun demikian siapa nyana keutamaan surat Al-Ikhlash. Kalam Ilahi yang berisi empat ayat ini dapat menghadirkan keridha’an Allah bagi pembacanya di alam kubur. Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim.

? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Siapa yang membaca surat Qul Hu sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.”

Shautus Salam

Oleh karenanya, manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup. Alangkah baiknya perilaku baik itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak antara lain suratul Ikhlash. Semuanya itu adalah tanaman yang akan berbuah di alam kubur dan di akhirat kelak. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Shautus Salam

Senin, 22 Januari 2018

Nusron Wahid: Wahabi Gentayangan di Dunia Maya dan Pendidikan

Jepara, Shautus Salam

Gerakan politik khilafah ISIS yang berkembang di Suriah dan Irak hingga saat ini sudah berjalan 15 tahun. Cita-cita gerakan ini sendiri ditargetkan berjalan 50 tahun. Artinya, masih ada waktu 35 tahun untuk melanjutkan cita-cita ini.

Ketua PBNU H Nusron Wahid menyatakan hal ini dalam Pelantikan Lembaga-lembaga PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020 dan Pembinaan Keorganisasian NU yang berlangsung di Gedung NU Jepara, Jawa Tengah, akhir pekan lalu (24/1).

Nusron Wahid: Wahabi Gentayangan di Dunia Maya dan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: Wahabi Gentayangan di Dunia Maya dan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: Wahabi Gentayangan di Dunia Maya dan Pendidikan

ISIS, menurutnya, tidak pernah menarget orang tua yang sudah sepuh tetapi mereka membidik usia 40 tahun ke bawah. Ustadz-ustadz Wahabi bergentayangan di dunia maya tiada henti. Anak muda yang selalu bersinggungan dengan dunia maya, terutama media sosial, setiap saat sebagai target utama mereka.

Shautus Salam

Melihat keprihatinan ini, menurut Nusron, elemen-elemen yang menaungi anak muda NU harus dicek keberadaannya. Apakah sekolah-sekolah yang ada sudah ada IPNU-IPPNU-nya? Apakah pemuda dan pemudi yang ada sudah bergabung dengan GP Ansor maupun Fatayat NU? Atau malah generasi muda kini sudah menjadi pemabuk dan problem negatif lainnya. ujarnya. ?

Problem

Shautus Salam

Ketua Bidang Pengaderan PBNU ini menjelaskan, problem ini terjadi karena kader NU banyak yang masih kurang terdidik, pengangguran dan miskin. Lalu, aktivis muda NU asal Kudus ini mengutip strategi penyelesaian problem ala Hernando Desoto.

Dari lima legal access yang ditawarkan Hernando, yakni akses tanah, akses pendidikan, akses modal, akses teknologi, dan akses pasar. Menurut Nusron, pendidikan merupakan hal utama yang harus diperkuat. “Usia 18-23? biarkan mereka belajar,” katanya.

Untuk usia 25-35 tahun, jelasnya, lebih ditekankan pada penguatan perekonomian. Yang tidak kalah penting lagi, kata Nusron, adalah penataan kelembagaan NU.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini menggarisbawahi lini pendidikan. Bahwa siswa dengan nilai yang bagus biasanya lebih memilih SMA 1. Sisanya yang dengan nilai pas-pasan masuk di sekolah LP Maarif NU.

Nah, tambahnya, di sekolah-sekolah negeri itulah agen Wahabi masuk di kegiatan Rohis yang tutornya berasal dari kampus. Sehingga, tegasnya, perlu pola pendampingan massif. Karena di sekolah umum susah untuk memasukkan IPNU-IPPNU.

Saat ini para pengikut Wahabi di Indonesia bukan dari orang lain. Tetapi bahkan dari warga NU sendiri. Anak warga NU yang menempuh studi di luar kota menjadi salah satu penyebabnya.

Penelitian yang ia lakukan bersama teman-temannya menemukan fakta satu? keluarga NU yang kebetulan kuliah di luar kota menjadi Wahabi. Ia pun prihatin ketika mendengar cerita-cerita dari kawannya di sekolah-sekolah negeri susah ketika akan mengadakan maulid. Alih-alih tradisi NU itu dilarang oleh murid.

Keprihatinan lain, 1600 dari penerima beasiswa LPDP disinyalir yang disiapkan untuk antek Wahabi.? ?

Oleh sebab itu, Nusron mengajak agar NU turut bergerak. Beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh pemerintah semacam bidik misi dan LPDP separuhnya harus diambil alih oleh kader NU.

Salah satu cara yang bisa ditempuh, di setiap kecamatan wajib ada Bimbel yang dikelola Maarif maupun Muslimat. Maarif dan Muslimat juga harus punya database murid agar alumni yang “hilang bisa segera dilacak. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Warta, Tegal Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus

Brebes, Shautus Salam



Dewan Kordinasi Cabang (DKC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan korps Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Brebes menggelar Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) CBP KPP. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21-24 Februari 2016 di daerah kaki Gunung Slamet tepatnya di Desa Wanareja Kec. Sirampog diikuti sebanyak 35 peserta perwakilan dari tiap-tiap PAC Se-Kab. Brebes.?

CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus

Acara tersebut adalah bertujuan membentuk pasukan khusus CBP KPP di Kabupaten Brebes yang merupakan lembaga semi otonom dari IPNU dan IPPNU. Dengan melalui proses seleksi maka peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah yang sudah lolos tes fisik maupun pengetahuan. Komandan DKC CBP Kabupaten Brebes Fatkhurohman mengatakan.

Shautus Salam

"Pasukan khusus ini nantinya akan dijadikan garda terdepan guna mengawal semua pergerakan IPNU-IPPNU di Kabupaten Brebes".

Shautus Salam

Selain meningkatkan kualitas fisik peserta, Diklatsus juga meningkatkan pengetahuan. Materi yang disampaikan pada kegiatan ini antara lain Ke-IPNU-IPPNU-an, Aswaja dan NU, Penanggulangan Terorisme, Bela Negara, ? Protokoler, PMI dll. Pelatihan dibina langsung oleh Kodim Brebes dari awal sampai akhir kegiatan. Kedisiplinan dan kekompakan adalah sesuatu kewajiban dalam kegiatan.

Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ferial Farkhan dalam sambutan upacara pembukaan mengatakan, "Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada DKC CBP-KPP ? Brebes. Semoga akan terlahir kader CBP KPP yang bisa diandalkan bagi agama bangsa dan negeri khususnya untuk IPNU-IPPNU".

Peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah semangat. Walaupun cuaca sangat dingin, tapi tidak menyurutkan mereka dalam belajar. Suara nyanyian yel-yel selalu berkumandang membakar semangat mereka. Suasana keakraban pun tercipta di semua peserta.?

"Kami sangat senang mengikuti Diklatasus ini, banyak ilmu yang kami dapatkan dan tentunya pengalaman yang luar biasa," ucap Arif Rahman Hakim salah satu peserta Diklatsus.

Pada malam terakhir kegiatan, juga diadakan kegiatan api unggun sekaligus sarasehan memperingati hari lahir ke-62 IPNU. Pembacaan doa dipanjatkan untuk para pendiri IPNU dan berharap IPNU ke depan akan semakin baik. Di malam itu pula para peserta menampilkan pentas seni dari tiap-tiap kelompoknya. Suasana dingin berubah menjadi hangat karena kemeriahan para peserta.

Hadir pula di acara tersebut perwakilan dari Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) KPP Jawa Tengah Oktaviana dan mengawal kegiatan dari awal sampai akhir. ?

"Kami bangga kepada CBP KPP Kabupaten Brebes yang telah melaksakan kegiatan Diklatsus ini, semoga pasca ini akan terlahir CBP KPP sejati". Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Tegal, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden

Jakarta, Shautus Salam. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman hadir di Ciganjur, Sabtu (28/12) malam dalam acara puncak haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pejabat dan politisi penting negeri ini antara lain Akbar Tanjung, Prabowo Subianto, Djan Farid, dan Basuki Tjahaya Purnama.

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden

Jenderal Sutarman pernah menjadi Ajudan Prediden RI pada saat Gus Dur menjabat presiden. “Saat Gus Dur dilengserkan, semua orang pada menghindar, Pak Sutarman tetap setia mendampingi Gus Dur,” kata Yenny Abdurrahman Wahid saat menyampaikan sambutan atas nama keluarga.

Gus Dur menjabat sebagai presiden saat bangsa Indonesia sedang memasuki era demokrasi yang sebenarnya. Masyarakat dan mahasiswa mulai bebas menyampaikan aspirasinya di hadapan umum.

Shautus Salam

“Gus Dur telah mencanangkan era reformasi, dan saat itu polisi juga sedang belajar bagaimana mengawal masyarakat dan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya,” kata Sutarman saat menyampaikan testimoninya.

Namun betapapun Gus Dur mengawal demokrasi dan terpilih secara demokratis, Gus Dur dijatuhkan dari kursi kepresidenan dengan cara yang menyakitkan. Paling tidak ini yang dirasakan para pengawal dan orang dekatnya. Namun kepada para polisi itu Gus Dur mengatakan, “Biarlah saya menjadi presiden Indonesia terakhir dijatuhkan. Jangan ada presiden setelah saya yang diturunkan di tengah masa jabatan,” kata Sutarman.

Shautus Salam

Dari sekian cerita Jenderal Sutarman, ada yang menarik disampaikannya. Ternyata benar, jauh-jauh hari Gus Dur telah meramalkannya kelak ia akan menjadi Kapolri.

“Gus Dur mengatakan bahwa saya akan menjadi Kapolda, lalu menjadi Kapolri. Padahal waktu itu menjadi Kapolda saja saya tidak kepikiran. Dan ternyata benar saya menjadi Kapolri sekarang. Untung saja Gus Dur waktu itu tidak mengatakan saya jadi presiden karena ucapan Gus Dur itu mandi (ampuh). Saya katakan karena di sini banyak wakil presiden,” katanya.

Ia melanjutkan, Gus Dur pernah memberikan ijazah (doa) kepadanya untuk diamalkan, dan menjelang pemilihan Kapolri doa itu dibacanya berulang-ulang. “Akhirnya Pak SBY bingung lalu memilih saya,” katanya disambut riuh ribuan jamaah yang memadati halaman kediaman keluarga Gus Dur, masjid Al-Munawwarah, komplek Yayasan Wahid Hasyim dan Pesantren Ciganjur, hingga ke lapangan dan jalan raya.

Sebelumnya dibacakan tahlil yang dipimpin oleh KH Aziz Masyhudi dari Denanyar Jombang. Ketua Umum dan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan KH Hasyim Muzadi hadir bersama para jamaah untuk mendoakan Gus Dur. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Santri, Tegal Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock