Jember, Shautus Salam - Bahwa di? Jember sudah ada bibit-bibit ISIS, bukanlah isapan jempol semata. Paling tidak, inilah pengakuan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjend Pol Hamli saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama,? Jember, Kamis (5/7).
Menurutnya, bibit-bibit ISIS itu melakuan gerakan pengkaderan di salah satu masjid kampus? di Jember. "Tolong dilihat. Kalau perlu pendalaman, tanya ke Kapolres Jember (AKBP. Kusworo Wibowo). Nanti Kapolres saya beritahu," ujarnya.
| Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya
Kelompok radikal dan teroris memang menyasar mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota. Mereka sudah lama masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah teroris merupakan alumnus perguruan tinggi negeri dan swasta.Sebagian di antaranya menjadi ideolog. Yang lain menjadi perakit bom. Mereka berproganda dengan mengiming-imingi surga dan bidadari jika sudah melakukan? jihad.
Shautus Salam
Shautus Salam
"Faktor terbesar seseorang bergabung dengan ISIS karena pemahaman agama yang keliru. Jihad hanya (berarti) perang tidak ada makna lain," tambahnya.Karena itu, ia? meminta kepada seluruh pemimpin perguruan tinggi di Indonesia agar mengawasi aktivitas di masjid kampus masing-masing.
"Tolong dilihat, aktivitas-aktivitas terutama di masjid kampus, hati-hati. Dulu di salah satu universitas terkenal di Surabaya, masjidnya dipakai ketika jam 12 malam ke bawah. Tausiyah di situ. Lima, sepuluh, lima belas orang kumpul, satpam tidak tahu. Dikira mengaji biasa. Tahunya ketika ditangkap, dia ngomong: tausiyahnya di situ. Jadi tolong dilihat masjid kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Hamli. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam
