Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren

Madiun, Shautus Salam - Kumpulan para gus se-Kabupaten Madiun mengadakan mayoran “makan bersama” ruti bulanan, Senin (25/12). Mereka mengangkat berbagai persoalan sebagai dialog di antara mereka untuk membenahi pondok pesantren.

Kegiatan ini merupakan konsolidasi para generasi penerus pesantren dan ulama. Misi yang akan mereka usung adalah menjalin silaturahmi para gus se-Kabupaten Madiun untuk kemajuan umat dan memperkuat jalinan pesantren dengan bingkai yang santai ala santri.

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren

“Memang kegiatan ini sangatlah baru di kalangan asparagus di wilayah Kabupaten Madiun, tetapi ini akan menjadi wadah bagi generasi penerus pesantren untuk lebih meningkatkan daya saing dalam hal pendidikan,” kata Gus Abdul Rouf, koordinator kegiatan ini.

Acara ini merupakan kali pertama untuk di Pesantren Selopuro. Acara ini diawali dengan ziarah ke makam para kiai setempat dan dilanjutkan dengan diskusi ala santri. Setelah itu ditutup dengan makan seadanya.

Shautus Salam

“Kita berharap kegiatan ini selalu istiqamah dan selalu menjadikan hasil pemikiran yang baik bagi pondok pesantren yang notabene hari ini kurang sekali dapat bersaing di wilayah Madiun,” kata Abdul Rouf (Hendi Sulaksono/Alhafiz K)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Khutbah Shautus Salam

Rabu, 07 Maret 2018

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Semarang, Shautus Salam. Lembaga Kajian dan Penerbitan (LKaP) PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat Walisongo Semarang menggenjot nalar kritis anggota melalui Sekolah Kader angkatan ke-4) di Pondok Pesantren Sabilul Huda Desa Wisata Kandri, Gunung Pati Kota Semarang (21-27/2).

Kegiatan bertema “Konstruksi Nalar Kritis Kader Guna Mentradisikan Laku Ilmiah” ini dibatasi 25 peserta, supaya lebih kondusif dan efektif. Peserta diberikan materi seputar filsafat dan ilmu sosial.

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Materi tersebut di antaranya, pengantar filsafat, filsafat modern, filsafat islam, filsafat pendidikan hingga filsafat sosial. Berbagai materi filsafat dan ilmu sosial tersebut disampaikan diantaranya oleh Dr. Tedi Kholiludin dari Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, kemudian Dr. Ilyas Supena Dosen Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

Shautus Salam

Dalam kegiatan ini peserta Sekolah Kader juga diajak berdiskusi terkait materi yang telah diberikan lewat Focus Group Discussion (FGD). Ini memberikan kesempatan para peserta untuk dapat bertukar pikiran dan saling berdialektika terkait pemahaman mereka terhadap materi yang mereka dapatkan.

Dengan mengusung visi intelektual, Endah Kartika Ratnasari selaku direktur LkaP mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi nalar kritis kader ke depannya, sesuai dengan tema yang kita usung.

Shautus Salam

Senada dengan Endah, Abdul Ghofar, ketua panitia, mengatakan, tujuan Sekolah Kader adalah upaya utuk menciptakan nalar berpikir ilmiah bagi kader-kader PMII. “Kami berharap tradisi berpikir kritis dapat diimplementasikan dalam laku sehari-hari alumni Sekolah ini”, imbuhnya

Agenda ini didukung penuh berbagai pihak terkait. Diantaranya dosen IAIN Walisongo yaitu DR. Mahfud Junaedi yang juga menjadi pemateri di Sekolah Kader menuturkan bahwa kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para kader PMII untuk dapat berpikir kritis dan ilmiah. “Jangan sampai kuliah mengganggu kegiatan seperti ini. Kegiatan kuliah lancar, agenda seperti ini juga lancar,” tambahnya.

Dalam sekolah ini peserta tidak hanya diajak membaca, diskusi dan menulis. Para peserta juga diberikan tugas untuk  turun basis ke masyarakat sekitar untuk melakukan mapping persoalan sosial yang ada di wilyah Desa Kandri, turun basis ini bagian dari implementasi salah satu materi pada Sekolah Kader yaitu aplikasi filsafat sosial.

Agenda Sekolah yang dilaksanakan LKaP PMII Abdurrahman Wahid ini menurut salah satu peserta yakni, Baihaqi sangat bermanfaat. Dia sangat tertarik belajar filsafat. “Saya juga salut dengan panitia pelaksana yang begitu peduli dan tanggap akan kebutuhan peserta”, tambahnya.

Syafii, sebagai Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid berharap kader-kader PMII ke depannya dapat menjadi lebih cerdas, kritis, berwawasan dan mampu memberi solusi atas permasalahan masyarakat.

Agenda yang sarat akan nilai intelektual ini tidak selesai begutu saja. Akan tetapi  ada rencana tindak lanjut untuk terus mengawal alumni Sekolah Kader ini. Adapun kegiatan sebagai follow up Sekolah Kader ini diantaranya Sekolah Nalar Kader, Diskusi Filsafat dan Pelatihan menulis.(Ria, Esty/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

Jakarta, Shautus Salam. Penasihat Menteri Besar Selangor, Malaysia, Khlaid Jaafar memuji Nahdlatul Ulama, juga pesantren, sebagai elemen di masyarakat yang setia mengembangkan turats (tradisi) keilmuan ulama klasik. Usaha ini ia nilai telah berhasil melahirkan kader-kader yang andal dalam pengetahuan Islam.

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

“Ramai anak-anak keluaran pesantren belajar ke malaysia dan ternyata mereka lebih menguasai bahasa Arab, nahwu, sharaf, dibanding dengan (pelajar) Malaysia, bahkan dengan yang sudah graduate pun, pegangan nahwu sharafnya (anak pesatren) jauh lebih kuat; hafalannya, Matan Ajurumiyah-nya. Lebih mantab,” katanya.

Khlaid Jaafar menyampaikan hal itu di sela kunjungannya ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12). Kedatangannya disambut hangat Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Shautus Salam

Dalam pertemuan tersebut, ia juga menceritakan bahwa madrasah dan pesantren di Malaysia diambang kematian lantaran sistem pendidikan nasional di sana yang membuat banyak pelajar beralih ke sekolah pemerintah.

Shautus Salam

Sebagai sama-sama rumpun Melayu, mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mengembangkan Islam Nusantara. Ia menilai Malaysia membutuhkan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana dianut NU yang setia terhadap tradisi dan menjunjung tinggi prinsip tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi).

Dia juga mengatakan adanya aliran ekstrem yang masuk ke Malaysia, dan mulai mengusik keharmonisan di Tanah Melayu itu. Para pendahwahnya, ungkap Khalid, bahkan telah dididik piawai bahasa Inggris untuk menjangkau kalangan lebih luas.

KH Said Aqil Siroj juga menjelaskan kondisi kehidupan Islam di Indonesia. Menurutnya, ekstremisme yang berujung pada kekerasan fisik dan pengrusakan rumah ibadah di Indonesia terjadi belakangan saja, seiring dengan meningkatnya paham-paham intoleran yang masuk.

“Dulu aman-aman saja. Syiah, Ahmadiyah, itu di Indonesia sudah sangat lama. Tapi belakangannya saja mereka diganggu,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Berita, Ahlussunnah Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

Karanganyar, Shautus Salam - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karanganyar mengadakan ziarah ke makam Raden Mas Said atau Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi. ?

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengatakan, ziarah itu bermaksud untuk menyambung ruh perjuangan leluhur dengan pelajar NU Karanganyar.

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

"Dengan ziarah, ruh perjuangan bisa sambung dan tetap terjaga kekompakan dan semangat dalam belajar, berjuang, dan bertakwa. Walaupun anggota IPNU-IPPNU Karanganyar usianya bervariasi dari 13-27 tahun, tapi tetap kompak," ujarnya pada ziarah yang berlangsung Ahad (12/3) yang diikuti 84 pelajar putra dan putri.

Shautus Salam

Muflich juga mengatakan bahwa Eyang Samber Nyawa merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa, khususnya di tanah Jawa. Ia merupakan keturunan dari kraton Surakarta.

"Kedua Mbah Chusnan Rosyidi, beliau merupakan tokoh pendiri NU di Karanganyar sekaligus pendiri Ponpes Miftahul Ulum, sekaligus salah satu guru dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf," tambanya.

Shautus Salam

Ia berharap setelah diadakan ziarah itu IPNU dan IPPNU di Karanganyar terus berkembang dan terus aktif dalam menjalankan roda organisasi dengan meneladani para pahlawan dan leluhur yang berjuang untuk negara ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Sukabumi, Shautus Salam - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat KH R. Abdul Basith mengatakan, ada tiga program yang harus disosialisasikan dan dilaksanakan PCNU dan perangkatnya, terutama oleh Ranting-Ranting NU.

Ia menyampaikan hal itu pada Halal Bihalal dan Pelantikan Kepengurusan Ranting NU se-Kecamatan Cibadak di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Cibadak pada Rabu (13/7).

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Pertama, menurut dia, shalat shubuh berjamah dan mengaji. Shalat merupakan salah satu kunci utama hidup kaya dan bahagia. “Kalau kita ingin hidup kaya dan berkah, maka jagalah shalat fardhu lima waktu secara berjamaah di masjid. Terutama sekali shalat shubuh,” kata Pengasuh Pesantren Al-Amin Cicurug ini. ?

Shautus Salam

Kedua, kata dia, pembentukan dan mengelola zakat, infak, sedekah melalui LAZISNU karena dengan kesadaran berinfak, masalah sosial ekonomi akan tuntas. “Ketiga, ekonomi umat. Maka dengan 3 program tersebut selain organisasi bisa mandiri, masyarakat desa pun akan sejahtera,” katanya.

Sementara Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi meminta agar pelantikan tersebut dijadikan momentum bagi semua pengurus Ranting NU untuk mulai bekerja.

Shautus Salam

Karena, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Siqoyaturrahmah ini tugas berat sudah menanti. Utamanya pembinaan kegiatan NU di tingkat desa RT dan Rw.

Ia berharap agar kepengurusan NU di tingkat Ranting dapat bekerja secara kolektif dan selalu kompak. Karena ranting NU adalah salah satu ujung tombak gerakan dakwah dan kemasyarakatan NU.

Hadir pada kesempatan tersbut lebih dari 500 ratus hadirin,? terdiri dari segenap kepengurusan PCNU Kabupaten Sukabumi MWCNU Kecamtan Cibadak,? lembaga dan banom NU, serta undangan lainnya. (Shidiq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Kajian Islam Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Surabaya, Shautus Salam. Lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu malam, akhirnya resmi ditutup.

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Acara yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari dan warga sekitar Dolly.

"Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Shautus Salam

Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak.

"Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

Shautus Salam

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya menjadi Kelurahan Putat Jaya jadi bebas prostitusi, siap beralih profesi serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam suksesnya acara ini. Ia mengatakan masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

"Ini program kemanusiaan. Maka kami acc apa yang diminta Bu Wali Kota dalam soal Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, namun ditutup memang berkurang," katanya.

Soal PSK akan dikembalikan ke daerah asal, pihaknya sudah koordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jatim untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari kemensos sebesar Rp7 miliar dan, Gubernur Jatim sebesar Rp 1, 5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Jember, Shautus Salam - Bahwa di? Jember sudah ada bibit-bibit ISIS, bukanlah isapan jempol semata. Paling tidak, inilah pengakuan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjend Pol Hamli saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama,? Jember, Kamis (5/7).

Menurutnya, bibit-bibit ISIS itu melakuan gerakan pengkaderan di salah satu masjid kampus? di Jember. "Tolong dilihat. Kalau perlu pendalaman, tanya ke Kapolres Jember (AKBP. Kusworo Wibowo). Nanti Kapolres saya beritahu," ujarnya.

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Kelompok radikal dan teroris memang menyasar mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota. Mereka sudah lama masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah teroris merupakan alumnus perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sebagian di antaranya menjadi ideolog. Yang lain menjadi perakit bom. Mereka berproganda dengan mengiming-imingi surga dan bidadari jika sudah melakukan? jihad.

Shautus Salam

Shautus Salam

"Faktor terbesar seseorang bergabung dengan ISIS karena pemahaman agama yang keliru. Jihad hanya (berarti) perang tidak ada makna lain," tambahnya.

Karena itu, ia? meminta kepada seluruh pemimpin perguruan tinggi di Indonesia agar mengawasi aktivitas di masjid kampus masing-masing.

"Tolong dilihat, aktivitas-aktivitas terutama di masjid kampus, hati-hati. Dulu di salah satu universitas terkenal di Surabaya, masjidnya dipakai ketika jam 12 malam ke bawah. Tausiyah di situ. Lima, sepuluh, lima belas orang kumpul, satpam tidak tahu. Dikira mengaji biasa. Tahunya ketika ditangkap, dia ngomong: tausiyahnya di situ. Jadi tolong dilihat masjid kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Hamli. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock