Sabtu, 11 November 2017

Ketawadhuan Gus Mus, Duduk Bersimpuh di Bawah Quraish Shihab

Jakarta, Shautus Salam. Pemandangan menyejukkan terlihat ketika KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kedatangan Mufassir tersohor Indonesia Prof HM. Quraish Shihab, Sabtu (24/12) di Rembang.?

Ketawadhuan Gus Mus, Duduk Bersimpuh di Bawah Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketawadhuan Gus Mus, Duduk Bersimpuh di Bawah Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketawadhuan Gus Mus, Duduk Bersimpuh di Bawah Quraish Shihab

Setelah menyambut kedatangan Prof Quraish dan keluarga besarnya, Gus Mus memeluk erat kemudian menggandeng Prof Quraish menuju ruang tamu. Gus Mus mempersilakan mantan Menteri Agama itu duduk di kursi yang ia pinjem dari tetanggnya.?

Namun, Gus Mus sendiri tiba-tiba bersimpuh di lantai yang beralaskan karpet sama seperti anggota keluarga yang lain. Gus Mus memang sudah menganggap Prof Quraish sebagai gurunya sendiri.

"Maaf, saya tidak biasa dan tidak punya kursi. Jadi saya pinjam tetangga, biar Om Quraish betah dan nyaman di sini," ujar Gus Mus. Ketika sama-sama tinggal di Mesir dulu, Gus Mus memanggilnya Om Quraish. Hal ini diterangkan oleh salah satu menantu Gus Mus, Wahyu Salvana dalam akun facebook miliknya, Ahad (25/12).

“Kami yang mendengarnya pun tertawa, termasuk Habib Quraish,” terang Wahyu.

Shautus Salam

Wahyu menjelaskan, setelah Prof Quraish duduk, Abah (panggilan Wahyu kepada Gus Mus) langsung ndeprok (bersimpuh) di sebelah kiri di bawah Prof Quraish.?

“Habib Quraish lalu mempersilahkan Abah duduk di kursi di sebelah kirinya. Selama duduk bersebelahan, Abah pun terus memegang tangan beliau. Sungguh, pemandangan dan pelajaran yang luar biasa dari orang yang luar biasa,” ujarnya.

Senada, salah satu putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya yang juga kakak ipar Wahyu Salvana menuturkan, semula Abah (Gus Mus) bertahan dalam posisi ndeprok. “Seperti kami semua, menanti hikmah dari mufassir yang alim ini,” ujar Ienas lewat akun twitter miliknya @tsuraoiya.

Lalu, lanjut Ienas, Pak Quraish minta ditemani duduk di kursi, dengan berkata, "Anda ikut duduk di sini, atau saya yang nyusul duduk di bawah."?

Shautus Salam

“Akhirnya Abah pun ikut duduk di kursi,” jelasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, Doa, Ubudiyah Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock