Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama

Jakarta, Shautus Salam. Memperingati ulang tahun pertama yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 Hijriah, Universitas Indonesia (Unusia) menggelar sejumlah kegiatan. Adapun kegiatan yang digelar berupa seminar dan diskusi, khataman Al-Quran dan ditutup dengan buka puasa bersama.?

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama

Kegiatan berlangsung dari pukul 14.00 sampai tiba waktu maghrib selama empat hari yakni dari Rabu hingga Sabtu, 15-18 Juni 2016 di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat.

Pada Rabu (15/6), seminar menghadirkan Rektor Unusia yang juga Wakil Ketua Umum PBNU, H Maksoem Machfoedz. Hari kedua, Kamis (16/6) menghadirkan Ceramah Islam Nusantara oleh HM Sulton Fatoni selaku Wakil Rektor II Unusia.?

Berikutnya, Jumat (17/6) seminar dan diskusi diisi oleh Aliuyanto, owner Solaria. Adapun Sabtu (18/6) sebagai puncak Dies Natalis menghadirkan Mamat S Burhanudin, Wakil Rektor I Unusia, yang akan menyampaikan materi Pembelajaran Efektif di Perguruan Tinggi.?

Ketua Badan Pelaksana Perguran Tinggi NU (BPPT NU) dan Wakil Rektor III Unusia, KH Mujib Qulyubi mengungkapkan, acara Dies Natalis di setiap harinya disertai dengan khataman Al-Quran sebagai ajang bagi seluruh civitas akademik untuk bersama-sama mendoakan Unusia. Selain itu juga untuk memohon keberkahan Allah STW, apalagi dalam bulan Ramadhan lebih lengkap apabila disertai dengan membaca Al-Quran.

Shautus Salam

Pembicara yang dihadirkan tidak hanya dari intern Unusia dan PBNU, tetapi juga dari kalangan pengusaha. Menurut Kiai Mujib bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia enterpreneurship.

Shautus Salam

“Mahasiswa jangan hanya berpandangan setelah lulus menjadi pegawai atau karyawan, tetapi ditumbuhkan jiwa enterprenership-nya. Juga agar mahasiswa punya wawasan soal enterpreneruship agar ada solusi ekonomi saat dihadapkan pada kesulitan keuangan,” kata Kiai Mujib. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, Humor Islam, Hikmah Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

Jakarta, Shautus Salam - Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menanggapi pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menganggap bahwa putusan pemerintah terkait pembubaran HTI sebagai bentuk perlawanan terhadap Islam.

“Pemerintah sama sekali tidak melawan dakwah Islam. Pemerintah Republik Indonesia tidak melawan agama Islam sama sekali. Yang dilawan adalah gerakan politik Hizbut Tahrir,” kata Kiai Ishom saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Khilafah dalam Pandangan Islam” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/5).

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

HTI, kata Kiai Ishomuddin, merupakan gerakan politik yang menggunakan simbol bendera putih dan hitam yang bertuliskan tauhid dengan menempuh jalan dakwah di negara Republik Indonesia.

Shautus Salam

Ia menambahkan, HTI seringkali mengatasnamakan umat Islam untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yaitu menegakkan khilafah yang sifatnya internasional.

“Mereka ingin membuat sistem negara khilafah yang dipimpin khalifah mulai dari Sabang sampai Maroko, bukan Sabang sampai Merauke, tapi dari Sabang sampai Maroko,” terang Kiai Ishomuddin.

“Mereka menentang nation-state, negara bangsa,” tambahnya.

Shautus Salam

Diskusi ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kang Said menguraikan singkat sejarah Hizbut Tahrir dari mulai Palestina sampai masuk ke Indonesia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, Doa Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden

Jakarta, Shautus Salam. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman hadir di Ciganjur, Sabtu (28/12) malam dalam acara puncak haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pejabat dan politisi penting negeri ini antara lain Akbar Tanjung, Prabowo Subianto, Djan Farid, dan Basuki Tjahaya Purnama.

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden

Jenderal Sutarman pernah menjadi Ajudan Prediden RI pada saat Gus Dur menjabat presiden. “Saat Gus Dur dilengserkan, semua orang pada menghindar, Pak Sutarman tetap setia mendampingi Gus Dur,” kata Yenny Abdurrahman Wahid saat menyampaikan sambutan atas nama keluarga.

Gus Dur menjabat sebagai presiden saat bangsa Indonesia sedang memasuki era demokrasi yang sebenarnya. Masyarakat dan mahasiswa mulai bebas menyampaikan aspirasinya di hadapan umum.

Shautus Salam

“Gus Dur telah mencanangkan era reformasi, dan saat itu polisi juga sedang belajar bagaimana mengawal masyarakat dan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya,” kata Sutarman saat menyampaikan testimoninya.

Namun betapapun Gus Dur mengawal demokrasi dan terpilih secara demokratis, Gus Dur dijatuhkan dari kursi kepresidenan dengan cara yang menyakitkan. Paling tidak ini yang dirasakan para pengawal dan orang dekatnya. Namun kepada para polisi itu Gus Dur mengatakan, “Biarlah saya menjadi presiden Indonesia terakhir dijatuhkan. Jangan ada presiden setelah saya yang diturunkan di tengah masa jabatan,” kata Sutarman.

Shautus Salam

Dari sekian cerita Jenderal Sutarman, ada yang menarik disampaikannya. Ternyata benar, jauh-jauh hari Gus Dur telah meramalkannya kelak ia akan menjadi Kapolri.

“Gus Dur mengatakan bahwa saya akan menjadi Kapolda, lalu menjadi Kapolri. Padahal waktu itu menjadi Kapolda saja saya tidak kepikiran. Dan ternyata benar saya menjadi Kapolri sekarang. Untung saja Gus Dur waktu itu tidak mengatakan saya jadi presiden karena ucapan Gus Dur itu mandi (ampuh). Saya katakan karena di sini banyak wakil presiden,” katanya.

Ia melanjutkan, Gus Dur pernah memberikan ijazah (doa) kepadanya untuk diamalkan, dan menjelang pemilihan Kapolri doa itu dibacanya berulang-ulang. “Akhirnya Pak SBY bingung lalu memilih saya,” katanya disambut riuh ribuan jamaah yang memadati halaman kediaman keluarga Gus Dur, masjid Al-Munawwarah, komplek Yayasan Wahid Hasyim dan Pesantren Ciganjur, hingga ke lapangan dan jalan raya.

Sebelumnya dibacakan tahlil yang dipimpin oleh KH Aziz Masyhudi dari Denanyar Jombang. Ketua Umum dan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan KH Hasyim Muzadi hadir bersama para jamaah untuk mendoakan Gus Dur. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Santri, Tegal Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Bang Muhyiddin Paling Disayang Gus Dur

Jakarta, Shautus Salam. Mendiang H Muhyiddin Arubusman adalah orang yang paling disayang dan dipercaya oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal itu disampaikan oleh Awan PBNU H Imam Mudzakir saat ditanya Shautus Salam tentang sosok H Muhyiddin Arubusman yang meninggal Senin (10/) malam.?

“Almarhum adalah adalah orang yang sangat ikhlas dan menjunjung tinggi kejujuran. Karena keikhlasan dan kejujuran itulah yang membuat Bang Muhyiddin—sapaan akrab H Muhyiddin Arubusman—paling disayang dan dipercaya oleh Gus Dur,” kata H Imam di Halaman Gedung PBNU, setelah Selasa (11/4) pagi.

Bang Muhyiddin Paling Disayang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Bang Muhyiddin Paling Disayang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Bang Muhyiddin Paling Disayang Gus Dur

Tentang kepercayaan dan rasa sayang Gus Gur kepada Bang Muhyidin, Imam menceritakan, saat itu ketika ia bersama Kiai Manarul Hidayat dan almarhum menemui Gus Dur dalam persiapan pembangunan gedung PBNU Kramat Raya.?

Dalam pembangunan gedung PBNU Kramat Raya, lanjutnya, Bang Muhyiddin adalah bendahara, sementara Kiai Manarul Hidayat sebagai ketua pembangunan. Pada pertemuan itu, Gus Dur meminta almarhum untuk menemui seseorang yang akan menjadi donatur, sekaligus mengambil uang dari donatur tersebut.?

“Besok kamu temui dan ambil uang untuk membantu pembangunan gedung PBNU,” kata H Imam menirukan ucapan Gus Dur kepada almarhum Bang Muhyiddin sembari menegaskan, “Gus Dur tidak akan ngasih kepercayaan kalau orang itu tidak jujur dan tidak ikhlas,” imbuhnya.

Shautus Salam

Di antara para sahabat, junior, senior, dan keluarga yang merasa kehilangan dengan wafatnya Bang Muhyiddin, H Imam juga adalah salah satu orang yang merasa sangat kehilangan dan tidak menyangka dengan kepergian almarhum yang tergolong cepat. Apalagi beberapa hari lalu, Bang Muhyiddin sempat meneleponnya, dan meminta untuk bertemu.

“Hari Sabtu beliau menelepon saya. Katanya ingin ketemu hari Senin. Kemarin nggak sempat ketemuan, ternyata begini (meninggal dunia). Kita saksikan bersama beliau orang baik dan mudah-mudahan amalnya diterima oleh Allah. Amin, Alfatihah,” tutup H Imam. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri Shautus Salam

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan keprihatinannya atas menguatnya konflik horisontal yang terjadi di Irak antara kelompok Sunni dan Syiah.

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak

“Irak merupakan negara seribu satu malam, sungguh memprihatinkan jika diantara kelompok masyarakat saling bertikai,” katanya, di gedung PBNU, Selasa (24/7).

Ia mengatakan, konflik yang terjadi saat ini, jika ditelusuri ke belakang, merupakan akibat dari invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 lalu, yang sampai saat ini telah menelan ratusan ribu korban dan menjadikan Irak tidak stabil.

Shautus Salam

“Saddam Hussein tidak disukai karena kediktatorannya, tapi penyerbuan yang diakibatkan oleh Amerika Serikat menelan korban yang jauh lebih banyak,” tandasnya.

Shautus Salam

Sebelum invasi tersebut, kata Said Aqil yang menyelesaikan doktornya di Arab Saudi, hubungan antara Sunni dan Syiah cukup baik, sebagaimana hubungan antara kedua kelompok tersebut di Lebanon. Beberapa waktu lalu, ia berkunjung ke Lebanon, dan dua orang yang menjemput adalah orang Sunni dan Syiah, yang menunjukkan hubungan yang baik antara dua kelompok tersebut.?

Karena itu, ia tidak setuju atas keterlibatan pihak asing dalam upaya mengatasi konflik sektarian ini. Upaya memfasilitasi diplomasi kelompok yang bertikai di dalam negeri Irak sendiri merupakan langkah paling tepat.?

Untuk menstabilkan Irak, Kang Said berpendapat, negara tersebut harus dipimpin oleh orang kuat yang mampu bertindak tegas, meskipun bukan berarti harus menjadi diktator seperti Saddam Hussein, tetapi stabilitas merupakan prioritas utama yang harus dipenuhi.

Sejumlah analis mengatakan, merebaknya konflik ini dipicu oleh ketidakmampuan PM Irak Nuri al Maliki dalam mengakomodasi kepentingan semua kelompok. Kabinet dan posisi penting pemerintahan Irak didominasi oleh kalangan Syiah dan meminggirkan kelompok Sunni. Kelompok Sunni dan suku-suku yang tersingkir akhirnya melakukan perlawanan, bergabung dengan gerilyawan Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL). Mereka telah merebut sejumlah kota penting seperti Mosul dan Tikrit serta terus bergerak maju menuju Bagdad. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Santri Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan

Pringsewu, Shautus Salam. Pada Ramadhan 1437 H ini PCNU Kabupaten Pringsewu berhasil menggelar Safari Ramadhan di 22 lokasi di 9 Kecamatan yang ada di Bumi Secancanan Bersenyum Manis ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrahim dalam Acara Penutupan Rangkaian Safari Ramadhan yang dipusatkan di Gedung NU Pringsewu, Ahad (4/7).

22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan (Sumber Gambar : Nu Online)
22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan (Sumber Gambar : Nu Online)

22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan

Taufiq menjelaskan bahwa Safari Ramadhan pada tahun ini difokuskan untuk penguatan organisasi dan amaliyyah Ahlussunnah wal Jamaah bagi para pengurus NU di tingkatan MWC Kecamatan dan Ranting Pekon . "Kegiatan ini terdiri dari dua Gelombang. Gelombang pertama untuk jajaran pengurus Tanfidziyyah dan Gelombang kedua untuk Syuriyah," katanya.

Khusus pada gelombang Kedua yang dilaksanakan mulai pertengahan Ramadhan, Materi safari Ramadhan diisi juga dengan Sosialisasi Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. "Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan tanya jawab seputar Fiqh Zakat yang dipandu oleh Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung," ujarnya.

Selain Safari di 9 MWC NU Kecamatan, PCNU juga mengadakan Jihad Sore atau Ngaji Ahad Sore yang merupakan rangkaian dari Safari Ramadhan di Gedung NU sebanyak 4 kali. "Jihad sore ini merupakan Kegiatan Rutin yang biasanya dilakukan pada pagi hari. Khusus pada Ramadhan kita laksanakan pada sore hari yang dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama dan Shalat Maghrib Berjamaah," tambahnya.

Taufiq berharap Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman dan kesemangatan para pengurus dilevel MWC dan Ranting untuk terus berkhidmah di Jamiyyah Nahdlatul Ulama. " Kita juga berharap Kegiatan Safari Ramadhan pada tahun mendatang akan lebih berkualitas sehingga berpengaruh signifikan terhadap perkembangan organisasi," harapnya.

Shautus Salam

Hadir pada acara penutupan tersebut Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali Segenap Pengurus PCNU, MWC NU, Badan Otonom dan Lembaga se Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Santri, Kiai Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional

Jakarta, Shautus Salam - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan mengadakan lomba film pendek untuk memperingati Hari Santri Nasional kedua dengan tema “Islam dan toleransi”. Panitia Peringatan Hari Santri Nasional Rumadi Amad mengatakan, festival tersebut untuk melihat bagaimana kreasi santri memvisualuasi tentang keislaman dan toleransi yang isu penting saat ini.

“Beberapa nominator akan difasilitasi pelatihan jadi sineas. Mereka akan diundang untuk bertemu dengan insan film,” katanya selepas rapat perdana peringatan HSN di gedung PBNU, Rabu (31/8).

Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional

Kegiatan tersebut, kata Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam), PBNU mengharapkan lahirnya generasi baru santri yang mempunyai kemampuan dalam dunia film.

“Ini kan dunia sudah berubah. Arena perjuangan NU sudah lain dari generasi sebelumnya. Cara perjuangannya pun tidak lagi dengan cara-cara konvensional, tapi dengan teknologi, di antaranya film,” jelasnya.

Shautus Salam

Untuk memperjuangkan nilai-nilah Islam Aswaja NU, lanjutnya, santri harus difasilitasi dalam dunia perfilman. Kalau tidak dilakukan, NU akan tertinggal dari organisasi-organisasi lain.

Rumadi menambahkan, sampai saat ini belum disusun ketentuan lomba tersebut, baik ketentuan waktu dan tata cara untuk peserta. Ketentuan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat. (Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan, Santri Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock