Minggu, 21 Januari 2018

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden

Jakarta, Shautus Salam. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman hadir di Ciganjur, Sabtu (28/12) malam dalam acara puncak haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pejabat dan politisi penting negeri ini antara lain Akbar Tanjung, Prabowo Subianto, Djan Farid, dan Basuki Tjahaya Purnama.

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Sutarman: Untung Gus Dur Tak Mengatakan Saya Presiden

Jenderal Sutarman pernah menjadi Ajudan Prediden RI pada saat Gus Dur menjabat presiden. “Saat Gus Dur dilengserkan, semua orang pada menghindar, Pak Sutarman tetap setia mendampingi Gus Dur,” kata Yenny Abdurrahman Wahid saat menyampaikan sambutan atas nama keluarga.

Gus Dur menjabat sebagai presiden saat bangsa Indonesia sedang memasuki era demokrasi yang sebenarnya. Masyarakat dan mahasiswa mulai bebas menyampaikan aspirasinya di hadapan umum.

Shautus Salam

“Gus Dur telah mencanangkan era reformasi, dan saat itu polisi juga sedang belajar bagaimana mengawal masyarakat dan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya,” kata Sutarman saat menyampaikan testimoninya.

Namun betapapun Gus Dur mengawal demokrasi dan terpilih secara demokratis, Gus Dur dijatuhkan dari kursi kepresidenan dengan cara yang menyakitkan. Paling tidak ini yang dirasakan para pengawal dan orang dekatnya. Namun kepada para polisi itu Gus Dur mengatakan, “Biarlah saya menjadi presiden Indonesia terakhir dijatuhkan. Jangan ada presiden setelah saya yang diturunkan di tengah masa jabatan,” kata Sutarman.

Shautus Salam

Dari sekian cerita Jenderal Sutarman, ada yang menarik disampaikannya. Ternyata benar, jauh-jauh hari Gus Dur telah meramalkannya kelak ia akan menjadi Kapolri.

“Gus Dur mengatakan bahwa saya akan menjadi Kapolda, lalu menjadi Kapolri. Padahal waktu itu menjadi Kapolda saja saya tidak kepikiran. Dan ternyata benar saya menjadi Kapolri sekarang. Untung saja Gus Dur waktu itu tidak mengatakan saya jadi presiden karena ucapan Gus Dur itu mandi (ampuh). Saya katakan karena di sini banyak wakil presiden,” katanya.

Ia melanjutkan, Gus Dur pernah memberikan ijazah (doa) kepadanya untuk diamalkan, dan menjelang pemilihan Kapolri doa itu dibacanya berulang-ulang. “Akhirnya Pak SBY bingung lalu memilih saya,” katanya disambut riuh ribuan jamaah yang memadati halaman kediaman keluarga Gus Dur, masjid Al-Munawwarah, komplek Yayasan Wahid Hasyim dan Pesantren Ciganjur, hingga ke lapangan dan jalan raya.

Sebelumnya dibacakan tahlil yang dipimpin oleh KH Aziz Masyhudi dari Denanyar Jombang. Ketua Umum dan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan KH Hasyim Muzadi hadir bersama para jamaah untuk mendoakan Gus Dur. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Santri, Tegal Shautus Salam

Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam Shautus Salam.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock