Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo

Ini adalah halaman sampul dari kitab berjudul “Fath al-Mannân li Tashhîh Alfâzh al-Qur’ân” yang mengkaji seluk beluk bidang Phonologi Arab (Ilmu Tajwid) karangan KH. Maftuh Basthul Birri, pengasuh Madrasah Murattilil Qur’an (MMQ) Pesantren Agung Lirboyo, Kediri (Jawa Timur).

Sosok KH. Maftuh Basthul Birri (lahir di Purworejo, 1948) sendiri adalah guru utama saya dalam bidang Tajwid al-Qur’an ketika belajar di Pesantren Lirboyo dulu. Saya mengaji tajwid dan menyetor beberapa hafalan surat-surat al-Qur’an kepada beliau, juga kepada murid-murid beliau (Ustadz Nahrowi Bondowoso dan Ustadz Hazbullah Nganjuk) sepanjang tahun 1999 hingga 2001, mulai dari tingkat pemula hingga menengah. “Fath al-Mannân” menjadi salah satu kitab acuan ajar di Madrasah Murattilil Qur’an Lirboyo.

Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo

Ketika di Lirboyo dulu saya sempat memiliki naskah kitab ini, namun kemudian hilang entah dimana. Saya kembali mendapatkan naskah kitab ini dari toko kitab di Pesantren Krapyak, Yogyakarta, saat Anjangsana Islam Nusantara bersama rombongan Pascasarana STAINU Jakarta akhir bulan Januari kemarin.

Kitab ini ditulis dalam bahasa Jawa beraksara Arab (Pegon), terdiri dari 3 volume (juz) dengan tebal 148 halaman. Dalam kolofon, pengarang menuliskan jika karya ini selesai dikerjakan pada bulan Rabiul Awwal tahun 1397 Hijri (1977 Masehi). Karya ini kemudian dicetak oleh Percetakan Toko Buku Al-Ihsan, Surabaya (tanpa tahun).

Shautus Salam

Karya ini juga mendapatkan endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar ilmu al-Qur’an pada masanya, yang sekaligus guru utama dan mata rantai (sanad) yang menyambungkan genealogi keilmuan pengarang dalam ilmu tajwid dan ilmu-ilmu al-Qur’an, yaitu KH. Muhammad Arwani Kudus, KH. Adlan Ali Jombang, dan KH. Nawawi Abdul Aziz Jogja.

Shautus Salam

Dalam kata pengantarnya, pengarang menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? "? ?" ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?2 ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?2 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Ini adalah sebuah risalah yang sengaja saya susun dan saya beri nama “Fath al-Mannân” guna menjelaskan dan menerangkan kaidah-kaidah tajwid membaca al-Qur’an. Saya menuliskannya untuk siapa saja yang bersungguh-sungguh hendak membaca al-Qur’an dengan benar. Kitab ini bisa menjadi pedoman yang mudah (?). Isi kitab ini sendiri saya nukilkan dari beberapa kitab rujukan dalam bidang tajwid dan qira’at yang semula menjadi bahan belajar saya dan penelitian saya).

Di atas, KH. Maftuh Basthul Birri mengatakan merujuk pada kitab-kitab referensial dalam bidang kajian Phonologi Arab. Kitab-kitab tersebut adalah; (1) Irsyâd al-Ikhwân fî Syarh Hidâyah al-Shibyân karangan Syaikh Muhammad al-Haddâd ibn ‘Alî ibn Khalaf al-Husainî, (2) al-Minah al-Fikriyyah fî Syarh al-Manzhûmah al-Jazariyyah karangan Syaikh Mullâ ‘Alî Sulthân al-Qârî, (3) al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân karangan al-Imân Jalâl al-Dîn al-Suyûthî, (4) Sirâj al-Qârî fî Syarh al-‘Allâmah al-Syâthibî karangan Syaikh ‘Alî al-Nûrî al-Shafâqusyî, dan (5) Nihâyah al-Qaul al-Mufîd karangan Syaikh Muhammad Makkî Nashr.

Dalam volume satu kitab ini, pengarang menjelaskan panjang lebar tentang definisi dan batasan ilmu tajwid, huruf-huruf al-Qur’an, makharijul huruf, sifat-sifat huruf, serta “tafhîm dan tarqîq” (bacaan tebal dan tipis). Sementara dalam volume kedua, pengarang menguraikan tentang bagaimana membaca huruf Arab secara baik dan benar, “izhar dan idgham”, “ghunnah nun dan mim”, “madd dan layyin”, serta macam-macam madd (bacaan panjang). Adapun pada volume ketiga, pengarang menjelaskan tentang tatacara membaca, memulai bacaan, “washal dan waqaf” dalam bacaan, pembacaan al-Qur’an melalui jalur transmisi (periwayatan) Imam Hafsh, rumus-rumus “waqaf”, dan lain-lain.

Kitab “Fath al-Mannân” ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia beraksara Rumi (Latin) oleh pengarangnya, dengan judul “Standar Tajwid Bacaan Al-Qur’an” dan diterbitkan oleh Penerbit MMQ Lirboyo. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Amalan Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Piala Dunia dan Problem Shalat Subuh

Di musim piala dunia seperti sekarang ini, hampir semua pecinta bola selalu mengikuti pertandingan secara live melalui televisi sesuai dengan jadwal. Untuk kali ini Brazil menjadi tuan rumah penyelenggara. Oleh karena itu jadwal pertandingan juga mengikuti waktu setempat. Dari sekian puluh jadwal pertandingan di Brazil, selalu ada satu pertandingan yang dilaksanakan pada malam hari hingga menjelang dini hari, bahkan hingga pagi hari.

Hadirnya musim piala dunia ini cukup menghibur masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi ujian bagi yang lain, ? terutama yang berhubungan dengan shalat subuh. ? Pasalnya, seringkali untuk mengikuti salah satu pertandingan seseorang harus rela bergadang tengah malam hingga menjelang dini hari. Sehingga ketika adzan shalat subuh berkumandang mereka telah terlelap dalam nyenyak tidur. Dengan kata lain seringkali seseorang mengorbankan kesempatan shalat subuh demi mengejar pertandingan sepak bola.

Pertanyaannya kemudian bagaimanakah fiqih memandang permasalahan seperti ini? bolehkah seseorang menyengaja tidur menjelang waktu subuh tiba, sedangkan ia sendiri sadar akan kewajiban shalat subuh dan beratnya bangun untuk melaksanakannya? Apakah bisa dibenarkan me-qadha shalat subuh setiap hari selama satu bulan masa piala dunia? ataukah ada solusi lainnya?

Piala Dunia dan Problem Shalat Subuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Piala Dunia dan Problem Shalat Subuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Piala Dunia dan Problem Shalat Subuh

Pada dasarnya orang yang tidur sebelum memasuki waktu shalat terbebas dari tuntutan kewajiban. Sebagaimana misalnya seseorang yang terlalu lelah bekerja dan tertidur sore hari hingga melewati waktu maghrib, maka shalat maghribnya harus dikerjakan secara qadha ketika dia terbangun di malam hari. Begitu pula dengan orang yang terlewat melakukan shalat subuh karena bangun di pagi hari ketika matahari telah tinggi. ? ? ?

Namun hal ini berbeda jika terdapat unsur kesengajaan di dalamnya. Artinya, jika seseorang sengaja bergadang kemudian tidur sebelum waktu subuh, sedangkan dia yakin bahwa ia tidak akan mampu bangun melaksanakan shalat subuh, maka tidur seperti itu hukumnya haram. Dan harus tetap melaksanakan shalat subuh meskipun dengan me-qadha-nya.

Demikia keterangan Dalam Syarah al-Yaqutun Nafis:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...

Shautus Salam

Demikianlah sebaiknya para pecinta bola menghindarkan tidur menjelang subuh, apalagi jika ia yakin tidak akan mampu bangun untuk mendirikan shalat subuh. Karena yang demikian itu sungguh dilarang (haram). Red: Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Amalan, Olahraga Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas

Blitar, Shautus Salam. Tim Pencak Silat Madrasah Aliyah Ma’arif? Undawu Blitar, menjadi juara umum Kejurnas Inten Porsigal (Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat) di Pesantren Mojosari, Nganjuk , Jawa Timur.

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas

Mereka? berhasil meraih peringkat utama setelah berhasil mengumpulkan 16 medali emas dari 25 kelas yang dipertandingkan dalam Kejurnas yang berlangsung? sejak 14-16 Agustus 2014 tersebut.

Pada babak final tim yang bermarkas di Jalan Raya Bakung Udanawu tersebut berhasil meloloskan 22 pesilatnya. Dari jumlah itu, 16 pesilat berhasil melibas pesaing-pesaingnya.

Shautus Salam

Mereka adalah Moh. Syaiful Anawar (kelas E Putra Dewasa), Frebri Adi Gunawan (Kelas A Putra Dewasa),Moh. Taufikurrohim (Kelas B Dewasa Putra),Moh.Ainun Fuad( Kelas D Dewasa Putra), M.Choirul Anwar ( Kelas E Dewasa Putra), Mila Choirun Nisa’ ( Kelas A Putri Dewasa),Nur Aina ( Kelas B Dewasa Putri).Kemudian disulul katagori pesilat remaja masing-masing M.Rizal Taufiqi ( Kelas A Remaja Putra), M. Febri Nur Windani (Kelas D Remaja Putra), Wahyudi (Kelas D Remaja Putra),M. Choirul Anwari (Kelas E Remaja Putra),Naja Daroini (Kelas F Remaja Putra), M. Subhan ( Kelas H Remaja Putra) dan Cindy Wulandari (Kelas B Remaja Putri), Peni Asrurin ( Kelas C Remaja Putri).

Shautus Salam

Moh. Rokib,official Tim Aliyah Ma’arif mengatakan JawaTimur sebagai tuan rumah mengikutkan 5 tim. Masing-masing Blitar A? (Kota Blitar), Blitar B (Blitar Kabupaten) diwakili Aliyah Ma’arif, Surabaya, Lamongan dan Ponorogo.

“Meski sama-sama dari Jatim, 5 tim ini bersaing ketat. Selain dengan tim luar daerah seperti DKI Jakarta, Jabar, Lampung dan Jawa Tengah serta Kalimantan. Ditingkat Jatim sendiri juga bermain ketat. Misalnya saat melawan Ponorogo,Lamongan dan Ponorogo. Pesilat kami sempat ada yang cedera,’’ ungkap Moh. Rokib kepada Shautus Salam.

Menurutnya, Kejurnas kali ini memang sangat berat.Karena diselenggarakan mepet dengan hari raya Idul Fitri. Sehingga, para pesilat pada bulan puasa harus tetap latihan.

“Ya, terpaksa kita harus nyiasati latihan. Yakni saat Mau buka puasa dan setelah salat traweh. Alhamdulillah kerja keras anak-anak berhasil dan menjadi juara,’’ katanya. “ Semoga keberhasilan ini bisa memicu semangat anak-anak dalam berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi serta barokah,’’ tambahnya.

Kiai Chalim Bastomi (Gus Chalim), selaku tuan rumah menyatakan sangat bangga bisa menyelenggarakan Kejurnas Intern Porsigal tahun 2014 ini.

“Kami ditunjuk sebagai penyelenggara saja sudah terima kasih. Apalagi bisa menelurkan sang juara dalam penyelenggaraan ini.Meski masih ada kekurangan disana sini. Ditambah lagi para pesilatnya dari beberapa pesantren dan madrasah. Jadi Kejurnas ini sama saja dengan seleksi para santri. Jadi kita juga yang menang,’’ kata Gus Chalim. (Imam Kusnin Ahmad/Anam)

Foto: Tim Al-Ma’arif Usai Menerima Trofi Juara diabadikan bersama Guru Besar KH Gholib Thohir, Gus Chalim.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Ubudiyah Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Yogyakarta, Shautus Salam. Komisi Pemberantas Korupsi memberikan sertifikat kepada PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta atas partisipasinya pada acara Integrity EXPO di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa-Kamis (9-11/12).

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

"Stand NU paling unik daripada yang lain pada kesempatan Integrity Expo. Stand NU berbeda dengan kementerian, BUMN, BUMD, atau universitas," kata Sekretaris PWNU DIY Mukhtar Salim.

Mukhtar juga menjelaskan, partisipasi PWNU DIY dalam acara Hari Antikorupsi sedunia ini merupakan wujud komitmen NU dalam mendukung pemerintah untuk memberantas korupsi sampai akar-akarnya.

Shautus Salam

"Warga PWNU DIY banyak sekali yang datang. Terbukti yang datang mengunjungi stand NU setiap harinya hampir mencapai seribu orang," lanjutnya.

Shautus Salam

Mukhtar menegaskan stand NU memiliki keunikan, karena desainnya dipenuhi foto para kiai, silsilah keilmuan NU, puisi Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, layanan keluarga antikorupsi, dokumen NU antikorupsi, dan Majalah Bangkit. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Pesantren, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengingatkan semua pihak, khususnya pemerintah, agar tidak menganggap remeh ancaman disintegrasi bangsa.

"PMII melihat ancaman disintegrasi bangsa sudah di depan mata jika kita tidak segera berbenah diri," kata Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Senin.

Peristiwa penyusupan aktivis gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) pada acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon, disusul pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua, dan deklarasi Partai GAM di Aceh yang terkesan berurutan, kata Hery, tak boleh dianggap angin lalu.

PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Jangan Anggap Remeh Ancaman Disintegrasi

"Menurut saya, tentu peristiwa yang berurutan ini bukan suatu kebetulan. Ini by design. Terlalu luar biasa jika ini sekadar peristiwa kebetulan," katanya.

Menurut Hery, ancaman disintegrasi setidaknya datang dari dua kelompok. Pertama, dari kelompok separatis yang sangat giat dalam menggalang dukungan komunitas internasional.

"Logika yang seringkali dipakai adalah pelanggaran HAM, diskriminasi, dominasi agama. Otonomi daerah sering disalahtafsirkan sebagai federalisasi," katanya.

Shautus Salam

Ancaman kedua muncul dari kelompok-kelompok radikal dalam agama yang menginginkan adanya pemerintahan global berbasis agama.

Shautus Salam

"Dalam pandangan mereka, negara bangsa adalah penghambat terwujudnya pemerintahan global. Karena itu, NKRI menurut kelompok ini harus digulingkan," katanya.

Karena itu, kata Hery, PMII melihat perlunya bangsa Indonesia segera melakukan pembenahan internal dan lobi-lobi internasional untuk mempertahankan tegaknya NKRI yang berdasar UUD 1945 dan Pancasila yang mengakui berbagai perbedaan yang ada. (ant/mad) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

Jakarta, Shautus Salam - KH Gus Siroj Ronggo Lawe (Gus Siroj) secara aklamasi kembali terpilih menjadi Ketua Ranting NU Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dalam musyawarah Ranting NU pada 15 Juli di Jakarta. Gus Siroj siap menjalankan program prioritas, yakni melayani warga-warga HTI yang sudah tidak memiliki tempat berorganisasi di masyarakat.

Menurutnya, kelompok HTI juga masyarakat yang butuh perlindungan dan tempat untuk bermasyarakat.

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

"Selain menjalankan program-program yang sudah menjadi tradisi dan amalan NU selama ini, kami berencana mengajak warga HTI bergabung ke NU untuk bersama-sama mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," tegas mantan komandan Banser NU ini.

Untuk memperkuat dan menjalankan roda organisasi, pihaknya bersama pengurus Ranting NU Kapuk berencana akan menggelar musyawarah Ranting NU pada 27 Agustus mendatang dengan diawali ziarah Walisongo dan ke makam pendiri NU untuk meminta doa restu menjalankan roda organisasi di DKI Jakarta.

Shautus Salam

Dalam musyawarah nanti, kata Gus Siroj, pihaknya akan membahas berbagai program dan kegiatan NU Kapuk, serta berencana melakukan peremajaan di 16 anak Ranting NU Kapuk. "Jadi, peremajaan itu harus dilakukan karena penting untuk menghidupkan generasi selanjutnya, kalau organisasi tidak jalan, ya harus diganti," ungkapnya.

Shautus Salam

Sementara itu, Rais Syuriyah Ranting NU Kapuk Moch Ali dalam taushiyahnya meminta pengurus anak Ranting NU untuk tetap mempertahankan Gus Siroj menjadi Ketua NU. Karena menurutnya, Kelurahan Kapuk membutuhkan tokoh seperti Gus Siroj dalam menjalankan roda organisasi.

"Apalagi, daerah Kapuk banyak orang wahabi-nya, makanya sosok kiai seperti beliau (Gus Siroj) sangat dibutuhkan untuk membentengi NU dari ancaman Islam garis keras, dan ekstrem," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Internasional, Ulama Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Mahfudhoh Apresiasi Kinerja Perangkat Muslimat NU

Jakarta, Shautus Salam - Dewan Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama Nyai Hj Mafudhoh Aly Ubaid mengatakan, keberadaan perangkat mempunyai peranan yang sangat penting, yakni sebagai penguat organsasi Muslimat NU.

“Oleh karena itu sangat hebat Muslimat ini punya lima perangkat,” kata Mahfudhoh pada Pelantikan Perangkat Pusat, dan Rapat Pleno II dan Periodik I di Hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).

Mahfudhoh Apresiasi Kinerja Perangkat Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfudhoh Apresiasi Kinerja Perangkat Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfudhoh Apresiasi Kinerja Perangkat Muslimat NU

Menurut Mahfudhoh, kerja perangkat selama ini sangat baik dan mempunyai dampak perubahan. “Ini metode-metode, sistem dan mekanisme yang telah dibina oleh pendiri-pendiri yayasan yang sekarang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, situasi dan keadaan,” terangnya.

Shautus Salam

Meskipun begitu, ia mengingatkan kepada perangkat yang dilantik supaya terus bekerja keras untuk melakukan program-program yang telah dicanangkan di dalam kongres Muslimat NU.

“Kita bersama-sama untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa dan agama melalui Muslimat Nahdlatul Ulama,” jelas perempuan yang juga pengasuh Pesantren Al-Lathifiyyah 1 Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

Perempuan yang juga putri pendiri Nahdlatul Ulama KH Abdul Wahab Hasbullah ini mengingatkan agar para perangkat tetap selalu bekerja sama, bergotong-royong, dan saling menghargai sebagai modal motivasi dan penguatan baik untuk perangkat sendiri maupun organisasinya.

Shautus Salam

Lima perangkat pusat Muslimat Nahdaltul Ulama (NU) yang dilantik terdiri atas Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPM NU), Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU), Himpunan Dai’yah dan Majelis Taklim NU (Hidmat MNU), dan Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU (Inkopan MNU).

Hadir pada pelantikan ini Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa Dewan Penasihat PP Muslimat Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Aisyah Hamid Baidlowi, Hj Farida Solahuddin Wahid, Ketua II PP muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Ketua III PP Muslimat NU Hj Mursyidah Thahir, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta, Ketua PW Muslimat NU Banten, Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat, dan Ketua PW Muslimat NU Lampung. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock