Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara

Jakarta, Shautus Salam. Dzikir nasional yang digelar di halaman Istana Merdeka Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (1/8) malam, menjadi bukti umat Islam peduli dan memikirkan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Seperti disampaikan dalam doa Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair (Mbah Moen).

Hal tersebut dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin kepada Shautus Salam usai penutupan dzikir. “Tadi dikatakan Mbah Moen dalam doa beliau, semoga bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa,” ujarnya.

Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara

Kiai Ishom, sapaan akrabnya, berharap acara serupa dilaksanakan di tempat yang lebih luas. Misalnya, di Monumen Nasional (Monas) agar bisa diikuti lebih banyak lagi oleh masyarakat.

 

“Kalau di Istana kan sempit. Apalagi yang datang ribuan,” tandasnya.

Shautus Salam

Saat ditanya arah majelis dzikir tersebut, apakah bermuatan politis atau bakal menjadi ormas bahkan partai politik, kiai asal Lampung ini langsung menepis.

 

Shautus Salam

“Saya kira tidak lah. Para kiai yang datang banyak dari kalangan syuriyah yang ikhlas. Saya pribadi berharap ini fokus ke dzikir saja,” kata Kiai Ishom.

Sementara itu, salah satu pengurus PWNU Kalimantan Barat, KH Faruqi, di sela-sela ramah tamah mengaku sangat mendukung dan antusias sekali mengikuti dzikir di Istana.

 

“Saya melihat ini tonggak persatuan antara ulama dan umara. Ke depan perlu makin dikuatkan,” ujarnya.

Kiai Faruqi yang datang bersama empat orang dari Pontianak berharap dzikir nasional bisa memantik persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa. “Semoga di tahun-tahun berikutnya acara seperti ini bisa diadakan kembali,” harapnya.

Hadir dalam acara tersebut, jajaran para kiai sepuh seperti KH Anwar Mansyur Jawa Timur, KH Bagindo Leter Sumatera Barat, KH Abuya Muhtadi Banten, RM Irfa’i Nachrawi Yogyakarta, dan KH Aniq Muhammadun Jawa Tengah. 

Selain para kiai sepuh, ribuan jemaah dari sejumlah pondok pesantren di Jabodetabek tampak berduyun-duyun memasuki halaman Istana sejak petang. Mereka kemudian melaksanakan salat maghrib berjamaah.

Usai berjamaah, hadirin tampak antusias menikmati penampilan grup nasyid Snada dan musik gambus Hubbul Wathon. 

Dzikir kebangsaan yang bertema ‘Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan’ ini terselenggara berkat kerjasama pihak Istana Negara dengan Majelis Dzikir Hubbul Wathon yang diinisiasi Rais Aam Syuriyah PBNU KH Ma’ruf Amin. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Daerah Shautus Salam

Senin, 12 Februari 2018

PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk

Jakarta, Shautus Salam. Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), warga NU Kabupaten Pangandaran ingin mendirikan kepengurusan NU tingkat kabupaten. Mereka akan segera membentuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).? ?

PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk

Untuk itu, PCNU Kabupaten Ciamis, sebagai organisasi induk dari pemekaran Kabupaten Pangandaran, telah mempersiapkan diri untuk mendorong agar DOB Pangandaran segera terbentuk PCNU.

PCNU Kabupaten Ciamis kemudian menunjuk Tim 13 yang terdiri dari kiai NU. Kiai-kiai tersebut adalah pengurus PCNU Ciamis yang berdomisili di wilayah DOB Pangandaran. Agendanya untuk menggelar Konferensia Cabang (Konfercab).

Shautus Salam

Tim 13 membentuk panitia Konferensi Cabang I untuk mengadakan Rapat Kerja Panitia. Rapat kerja diketuai Ahmad Irfan Alawy di Pondok Pesantren As-Sujaiyah Kecamatan Parigi pada tanggal 16-03-2013 lalu.

Menurut salah seorang panitia Konfercab, Hafidz Ismail, hasil rapat kerja tersebut adalah, Konfercab PCNU Kabupaten Pangandaran dilaksanakan di Pondok Pesantren Asy-Syujaiyah pada tanggal 20-21 April 2013.

Shautus Salam

“Pra-Konfercab diadakan kegiatan, yaitu halaqoh dengan peserta pengurus-pengurus NU dari 11 MWC,” katanya kepadaShautus Salam melalui pesawat telepon, Kamis, (18/4).

Hafidz menambahkan, halaqoh bertema "Internalisasi khittah NU 1926 sebagai media memperkokoh soliditas organisasi menuju Kabupaten Pangandaran yang mandiri" tersebut telah digelar pada 15 April 2013.

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Halaqoh, Daerah Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2)

Mataram, Shautus Salam. Proses pembuatan bendera raksasa NU, hingga kemarin, Senin (20/11) memakan waktu 40 hari. Beberapa faktor, terutama masalah cuaca, menyebabkan proses pembuatannya molor 10 hari dari waktu yang ditargetkan. Pasalnya, beberapa tahap perampungan bendera itu dilakukan di ruangan terbuka, bahkan di lapangan sepak bola.   

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2)

“Kini tahap finishing, tapi saya yakin akan selesai,” kata koordinator pembuatan bendera itu, Muhammad Hirjan, di kompleks Pendidik NU, kota Mataram, Senin malam (20/11).

Ia menjelaskan, bendera raksasa berukuran 60 m x 40 m atau seluas 240 m persegi. Bobotnya sekitar 600 kg atau 6 kuintal. Sementara yang menjahit kain-kain berwarna hijau itu menjadi satu, hanya satu orang, Ahmad Ritaudin, yang dibantu oleh beberapa asistennya.

Shautus Salam

“Hingga malam ini, ia masih mengerjakannya, memperluas kain itu,” kata dia.

Shautus Salam

Logo NU di bendera di kain itu, lanjutnya, dilakukan secara manual oleh sembilan orang. Mereka tidak membuat pola atau seketsa terlebih dahulu, melainkan langsung menggunakan rol. Sembilan orang itu memang ahli kaligrafi Lombok sehingga bisa menyerasikan ukuran besar huruf dengan luas kain.

Semua yang terlibat pada pembuatan itu, kata dia, adalah para santri dari pesantren-pesantren bumi seribu mesjid. Ahmad Ritaudin misalnya, adalah alumnus pondok pesantren Qomarul Huda, Bagu, yang diasuh Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin.

Bendera NU raksasa itu akan dihadirkan pada Pawai Ta’aruf Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 di Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai itu akan diawali dengan yang dihadiri belasan ribu Nahdliyin, Selasa (22/11). Rute pawai itu dari Islamic Center kota Mataram ke lapangan Sangkareang sejauh 1 km. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah, Humor Islam Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, Shautus Salam.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan Shautus Salam di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

Shautus Salam

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Shautus Salam

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Daerah, Kajian Islam Shautus Salam

Rabu, 24 Januari 2018

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis

Pasuruan, Shautus Salam. Tidak banyak kiai yang memiliki waktu dan kemampuan dalam menulis buku. Tapi kiai ini tidak semata menuangkan gagasan keagamaan lewat buku, juga membagikan karyanya secara cuma-cuma kepada masyarakat.

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis

Dialah KH Sholeh Bahruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Baginya, menulis buku adalah sebagai panggilan jiwa sekaligus ingin meniru tradisi agung yang telah dilakukan para ulama terdahulu.

"Saya ingin meniru pengarang kitab Fathul Qarib, Fathul Muin dan lain-lain," katanya kepada sejumlah Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU) Jawa Timur.

Shautus Salam

Penegasan ini disampaikan Kiai Sholeh, di sela-sela acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) falakiyah akhir pekan lalu yang diikuti ratusan peserta dari PC LFNU, utusan pesantren, pejabat kementerian agama, serta dosen sejumlah perguruan tinggi di pesantrennya.

Ia menandaskan, para pengarang kitab atau muallif tempo dulu tidak sekedar menulis kitab, juga tidak berkenan menerima dan meminta royalti dari karya yang telah dibuat. "Justru dengan tidak meminta royalti seperti ini, maka manfaat karya-karya mereka bisa bertahan ratusan tahun bahkan hingga sekarang," tandas  Mustasyar PCNU Kabupaten Pasuruan ini.

Shautus Salam

Kepada setiap peserta diklat falakiyah, Kiai Sholeh memberikan secara gratis buku berjudul Ensiklopedi Fikih Jawabul Masail Bermadzhab Empat. Buku setebal 572 halaman dan dicetak dengan hard cover ini disusun bersama para santri. Isinya adalah tentang tanya jawab hukun Islam terhadap berbagai masalah berdasarkan sudut pandang keagamaan. Mulai dari masalah internasional, kebangsaan, politik, sosial, ekonomi, akidah, hinga persoalan amaliah ibadah sehari-hari.

Menurut Kiai Sholeh, buku-buku hasil karangannya memang sengaja dicetak dan dibagi-bagikan secara gratis. Bahkan  sudah didownload di situs pesantren dan dapat dimanfaatkan oleh siapapun tanpa batas. "Yang penting asas manfaat. Boleh diperbanyak dan tidak perlu izin," ungkapnya. Ia menandaskan, kalau hendak diterbitkan lagi maka identitas Pesantren Ngalah sebagai penerbit bisa dihilangkan.

Kiai Sholeh dan pesantren yang diasuhnya telah mentradisikan kegiatan menyusun, menerbitkan dan membagikan buku secara gratis sejak lama. Judul dan bahasan dari buku yang dihasilkan juga bervariasi. "Saya mendidik para santri agar memiliki kemampuan menulis dengan baik," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, kepada seluruh pengurus PW LFNU Jatim saat itu, Kiai Sholeh juga menghadiahkan satu buku dengan judul Sabilus Salikin. Buku setebal 791 halaman tersebut berisi tentang ensiklopedi tarekat yang berjumlah 31 aliran. Selain itu, di bagian awal dan akhir buku dijelaskan tentang esensi tasawuf dan tarekat serta tanya jawab masalah tarekat.

"Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi jawaban atas berbagai tuduhan terhadap tasawuf dan pengamal tarekat, semakin banyak yang memanfaatkan buku tersebut tentu kian baik,” pungkas kiai yang juga mursyid tarekat ini. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah, Pahlawan Shautus Salam

Kamis, 04 Januari 2018

Lomba Hadrah Meriahkan Pasar Rakyat di Solo

Solo, Shautus Salam. Keceriaan hadir dalam gelaran Pasar Rakyat di Kota Barat Solo, Ahad (10/3) kemarin. Meskipun hujan mengguyur lokasi acara, tetapi tidak ikut menghilangkan kegembiraan puluhan anak yang ikut dalam lomba mewarnai. Puluhan anak usia SD tersebut, turut serta dalam lomba yang diselenggarakan panitia acara pasar rakyat.

Lomba Hadrah Meriahkan Pasar Rakyat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Hadrah Meriahkan Pasar Rakyat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Hadrah Meriahkan Pasar Rakyat di Solo

Selain lomba menggambar dan mewarnai, panitia juga mengadakan lomba festival hadrah dan festival band tingkat pelajar. Dalam lomba hadrah tersebut, tampil sebagai juara pertama adalah grup hadrah Hadratul Muhibbin (HM) dari Banjarsari Surakarta. Mereka mampu menyisihkan puluhan grup hadrah lain yang datang dari wilayah Solo dan sekitarnya.

Alhamdulillah grup kami mendapat juara pertama,“ kata salah satu personil HM, Wahyu Hartanto.

Shautus Salam

Sayangnya, acara pasar rakyat dua hari kemarin sedikit terkendala cuaca. Hujan yang terus mengguyur Kota Solo, membuat warga jadi sedikit enggan untuk datang ke lokasi. Alhasil meskipun panggung yang besar dan stand yang banyak, jadi kurang terasa ramai dengan kurangnya pengunjung yang hadir.

“Ya, hujan memang jadi kendala tersendiri, disamping memang promo yang dirasa masih kurang,” ungkap Sejuk, salah satu panitia.

Shautus Salam

Meskipun demikian, pada akhirnya rangkaian acara yang sudah disiapkan panitia dapat berjalan dengan lancar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Shautus Salam. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Shautus Salam

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Shautus Salam

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Daerah, Halaqoh Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock