Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal

Malang, Shautus Salam. Kecaman untuk Israel atas serangannya terhadap Lebanon tidak akan memberikan efek apapun. Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai pendukung utamanya tidak akan mengindahkan kecaman bahkan kutukan dari penjuru dunia manapun.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/8).

AS sering mengaku menjadi pioner penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), menjadi polisi dunia bahkan memelopori pemberantasan terorisme internasional. Namun pada pada saat yang sama AS justru mengabaikan HAM.

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal

“Komitmen AS untuk menegakkan HAM perlu dipertanyakan. Mengapa AS selalu berpihak kepada Israel yang jelas-jelas membumihanguskan rakyat Lebanon dan Palestina,” kata Hasyim.

PBNU, lanjutnya, akan mengundang Menlu Hasan Wirayuda dan sejumlah Duta Besar (Dubes) serta rektor Perguruan Tinggi (PT) di Jatim, untuk membahas serangan Israel terhadap Lebanon yang kurang mendapat perhatian dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Menlu dan sejumlah Dubes negara sahabat serta para rektor PT diundang guna mengupas masa depan Lebanon yang terus menerus digempur rudal-rudal Israel, dalam dialog terbatas "Resolusi Konflik Lebanon-Israel dan Prospek Perdamaian Dunia dalam Perspektif Kebijakan Luar Negeri RI".

Shautus Salam

Dubes negara sahabat yang diundang diantaranya adalah Dubes Palestina, Syiria, Yordania, Iran, Malaysia dan Dubes Jepang sebagai pengamat dialog terbatas tersebut.

Menanggapi rencana sejumlah elemen Islam di Indonesia untuk memberangkatkan relawan perang ke Lebanon, Hasyim menegaskan, hanya berbekal semangat tanpa didukung kemampuan teknis sama halnya dengan bunuh diri. “Tentara saja butuh latihan tahunan," ujar Hasyim. (han/nam)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Pertandingan Shautus Salam

Kamis, 22 Februari 2018

Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren

Cirebon, Shautus Salam. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren menggelar bedah buku Sang Kyai Rakyat karya Bintang Irianto. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan.

Bedah buku yang digelar di aula MANU Putra pada Sabtu (12/11) menghadirkan penulisnya dan pemerhati sejarah Buntet H Farid Wajdi sebagai pembandingnya. Kegiatan ini dipandu guru bahasa Arab MANU Putra, R. M. Zidni Ilman.

Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren

Buku tersebut berkisah tentang perjalanan hidup Mbah Muqoyyim, pendiri Pondok Buntet Pesantren. Dia merupakan cucu dari Ki Lebeh Mangku Negara Warbita yang merupakan santri Sultan Demak Abdul Fatah. Ki Lebeh juga pernah nyantri ke Sunan Ampel, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

Shautus Salam

Ki Lebeh memiliki anak bernama Abdul Hadi dari pernikahannya dengan Nyi Gede Kerangkeng. Abdul Hadi yang disebut juga Anjasmara ini menikah dengan Anjasmani dan lahirlah Muqoyyim kecil.

Mbah Muqoyyim menggantikan ayahnya Abdul Hadi sebagai kadi di Keraton Kanoman. Namun pada akhirnya, ia keluar, meletakkan jabatannya karena VOC sudah mempengaruhi kebijakannya.

Shautus Salam

“Kiai Muqoyyim meletakkan jabatannya sebagai kadi dan keluar dari Keraton Kanoman dikarenakan VOC sudah mengubah dan mengganggu kebijakan-kebijakan keagamaan dan tradisi dengan menggunakan aturan-aturan mereka,” tulis Bintang dalam makalahnya.

Dari situlah, Mbah Muqoyyim kemudian mendirikan Pondok Buntet Pesantren pertama kali di Cimarati, Dawuhan Sela, Desa Buntet, sekitar 500 Meter dari Buntet Pesantren saat ini. Tak berapa lama, banyak orang berdatangan untuk mengaji berbagai ilmu ke Mbah Muqoyyim. Namun pesantrennya itu diketahui oleh Belanda.

Khawatir akan mengobarkan pemberontakan, Belanda pun menyerangnya. Tiba di pesantren, Belanda tak mendapati siapa pun di sana. Mbah Muqoyyim dan seluruh santrinya sudah mengetahui rencana penyerangan tersebut sehingga Mbah Muqoyyim berkelana lagi. Pesantren yang sudah tak berpenghuni itu lalu dibakar oleh Belanda.

Seusai berkelana ke berbagai daerah, yakni Tuk Cirebon, Pemalang, dan Aceh, Mbah Muqoyyim kembali lagi ke Buntet atas permintaan tamu dari kesultanan Cirebon untuk mengatasi penyakit yang mewabah di Cirebon. Mbah Muqoyyim mengajukan dua syarat untuk itu, yakni dipulangkannya kembali Pangeran Kanoman dan penguasa mendirikan masjid di wilayah Cirebon.

Dua syarat itu langsung dikabulkan Belanda. Akhirnya, ia kembali ke Buntet dan merintis kembali pesantren yang sempat ditinggalkannya selama beberapa tahun.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang mengalir ke moderator. (Syakir Niamillah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Pertandingan Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kebijakan Full Day school (FDS) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terus menuai penolakan diberbagai daerah. Kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai kebijakan parsial dan tidak dikaji secara komprehensif.

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Kebijakan penerapan FDS tersebut memicu rencana aksi massa bersama seluruh Nahdliyin (warga NU) Provinsi Lampung untuk menuntut pencabutan Kepmendagri Nomor 23 tentang FDS. "Kita akan lakukan aksi bersama pada 23 Agustus 2017 di depan Gedung DPRD Provinsi," kata salah satu Inisiator aksi KH Basyaruddin Maisir, Sabtu (12/8).

Langkah ini, tambahnya, juga merupakan bentuk hasil kesepakatan pada pertemuan yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung pada Rabu (9/8) menyikapi instruksi PBNU tentang FDS yang harus ditaati, diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua level, termasuk lembaga dan Badan otonom.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Para Pengurus Wilayah, Cabang, Banom dan Lembaga tersebut juga disepakati beberapa poin terkait Kebijakan FDS.

Shautus Salam

Di antaranya, menurut Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Lampung ini, adalah kesepakatan bahwa NU Lampung akan melakukan ikhtiar untuk ikut memperjuangkan penolakan kebijakan FDS melalui berbagai upaya.?

"Aksi dilakukan secara damai, menggunakan etika NU, dan berakhlakul karimah," katanya.

Aksi juga, tambahnya, diikuti dengan upaya spiritual keagamaan seperti dzikir, wirid, yasinan dan doa bersama yang terus dilakukan warga NU untuk menolak kebijakan FDS.

NU Lampung juga ? akan membentuk tim yang diberikan amanah untuk mengkoordinasikan seluruh langkah yang akan ditempuh dalam rangka menindaklanjuti instruksi PBNU.

"Tim ini akan berkoordinasi dengan semua institusi NU termasuk Lembaga maupun Badan otonom untuk melakukan langkah efektif dalam rencana aksi ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Tokoh Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal

Probolinggo, Shautus Salam - Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyatakan bahwa Fatayat NU sebagai organisasi basis pemudi NU harus bisa maju dan berkembang dalam membentengi kaum pemudi dari arus perkembangan zaman dan aliran-aliran radikal yang marak beredar akhir-akhir ini.

Hal tersebut disampaikan Kiai Abdul Hadi Saifullah dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-67 Fatayat NU sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/4).

Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal

“Saya sangat mengapresiasi pengurus Fatayat NU Kabupaten Probolinggo dengan melaksanakan Harlah Fatayat NU ke-67 yang sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai hari ulang tahun sholat lima waktu. Insya Allah ada hikmah yang besar dibalik keduanya,” katanya.

Shautus Salam

Lebih lanjut Kiai Abdul Hadi meminta kalau bisa PC Fatayat NU melakukan turba (turun ke bawah) ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting secara bergiliran dengan tempat yang telah ditentukan namun harus diplanning dengan baik. ?

Shautus Salam

“Selain itu sebagai ajang belajar bersama untuk memperkuat keislaman dengan ngaji bareng penceramah. Semoga melalui kegiatan ini akan membangkitkan ghiroh para pengurus Fatayat NU untuk selalu berkiprah dalam khazanah ilmiyah, Islamiyah dan membangun peradaban,” tegasnya.

Sementara Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Chandra Maya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturrahim seluruh pengurus PC, PAC hingga Ranting Fatayat agar bisa bersambung dengan baik. “Karena hanya dengan sambungan itulah kemaslahatan ukhuwah bisa bermakna,” ungkapnya.

Lisa berharap melalui kegiatan-kegiatan Fatayat NUmampu membentuk pemimpin perempuan cerdas yang bisa mengaplikasikan Islam Nusantara dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Peningkatan ekonomi produktif melalui pelatihan-pelatihan kita bersinergi dengan instansi terkait yang harapannya dapat memberdayakan sahabat muda Fatayat NU berkreativitas dan mandiri berdaya saing sehat disegala sektor pembangunan,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti 700 undangan terdiri dari pengurus PC Fatayat NU mulai tingkat cabang, anak cabang hingga ranting. Serta perwakilan pengurus PCNU dan MWCNU baik pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di Kabupaten Probolinggo.

Harlah dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nahdiyyah dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Fatayat serta Ya Ahlal Wathon. Lantunannya mampu membuat khidmat para undangan bahkan ada sebagian diantara mereka yang meneteskan air mata. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, Shautus Salam.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan Shautus Salam di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

Shautus Salam

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Shautus Salam

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Daerah, Kajian Islam Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Bandar Lampung, Shautus Salam. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung siap membantu kesembuhan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai langkah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Banser Lampung bersama KPK. Kami memandang korupsi bertentangan dengan Pancasila. Sifat dan sikap itu yang harus dimusuhi, bukan orangnya," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Sabtu (16/9). 

Ketua Umum Golkar ini mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Senin (11/9) karena tengah dirawat di RS Siloam akibat sakit gula darah diidapnya sejak lima tahun silam kambuh. Penyakit bersangkutan diinformasikan telah menggangu fungsi ginjal dan jantung.

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

"Banser Husada Lampung siap kami turunkan membantu kesembuhan Setnov dengan terapi hijamah atau bekam dan Aji Tapak Sesontengan atau ATS," papar Tatang lagi.

Kesediaan tersebut, imbuh Tatang, bukan untuk memojokkan Setnov, namun demi kebaikan bersangkutan hingga negara.

Shautus Salam

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada (Basada) Lampung Gatot Arifianto selaku Kamitua (Master) ATS pada 2014 juga terkena diabetes dengan kadar gula mencapai 524.

"Alhamdulillah sembuh dengan ATS dan bersama sahabat-sahabat Basada hingga hari ini telah membantu seribu lebih masyarakat Lampung yang menderita lemah jantung, asma, vertigo, migrain, hernia, pasca stroke, asam urat hingga ginjal serta mendapat apresiasi positif dari publik," kata Tatang lagi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Lampung Heriyanto Suud mengaku optimistis penyakit diderita Setnov bisa diatasi sehubungan ada pengalaman penyakit kista bisa hilang total terapi tradisional.

Shautus Salam

"Fakta tersebut memang benar. Apalagi basic ATS ilmiah, tidak lepas dari DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid yang menyimpan ribuan tahun informasi," kata dia lagi.

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu pengetahuan leluhur nusantara jaman dahulu yang terbukti mampu membantu kesembuhan beragam penyakit medis dan non medis dengan sentuhan atau tepukan kasih sayang. Kader Ansor dan Banser yang ingin mengetahui lebih jauh atau belajar ATS bisa menghubungi nomor 085382008080. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Pondok Pesantren, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak

Probolinggo, Shautus Salam. Orang tua harus hati-hati dalam mendidik anak sehingga anak tidak sampai salah melangkah. Sebab kebanyakan anak sekarang banyak yang salah melangkah dikarenakan didikan yang salah dan pergaulan yang terlalu berlebihan sehingga merusak akhlak dan tingkah laku anak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin saat menghadiri pengajian umum dalam rangka haflatul imtihan Madrasah Diniya (Madin) Babul Muta’allimin di Desa Sokaan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/10) malam.

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Munir Kholili, Pengasuh Yayasan Madin Babul Muta’allimin KH Ibrohim, Kepala Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo H Bushtomi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Asy’ari serta pengurus NU dan GP Ansor se Kecamatan Krejengan.

Shautus Salam

“Didiklah anak dengan benar serta bekali dengan iman dan ilmu. Dengan demikian anak tidak salah melangkah dalam pergaulannya dan nantinya menjadi generasi muda yang berkualitas calon pemimpin masa depan,” ungkap Hasan Aminuddin.

Shautus Salam

Lebih lanjut Hasan menginginkan anak-anak sebagai generasi muda menjadi calon pemimpin dimasa yang akan datang yang berkualitas, utamanya pemimpin dalam rumah tangga bagi keluarganya.

“Sebagai orang tua, kita harus selalu mengawasi dan membimbing serta menjaga pergaulan anak-anak kita. Orang tua harus selalu memberikan dorongan pada anak untuk menuntut ilmu sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” terang Hasan.

Menurut Hasan, anak merupakan generasi penerus di masa yang akan datang yang sangat dibutuhkan oleh para generasi tua pada zamannya. “Orang tua dituntut untuk menjadikan anaknya sebagai generasi muda yang cerdas dan berilmu serta berakhlakul karimah,” tegas Hasan.

Sementara Pengasuh Yayasan Madin Babul Muta’allimin KH Ibrohim menyampaikan ucapan selamat kepada anak didik Madrasah Diniyah Babul Muta’allimin yang telah menjalani prosesi wisuda dengan harapan ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah. 

“Semoga ilmu yang didapat selama ini bermanfaat dan dapat diamalkan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya singkat.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Berita, Olahraga Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock