Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji

Subang, Shautus Salam. Berbeda dengan pengajian panen (pangaosan malem senen) sebelumnya di Tajug Al-Mukhtar, Katib Syuriah Ranting NU Caracas kecamatan Kalijati kabupaten Subang, KH Fatah Yasin Ekayana meminta pengajian kali ini digelar di kediamannya, Ahad (16/2) malam. Meski sakit, ia ingin pengajian tetap digelar.

Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Walau Sakit, Katib Syuriyah NU Caracas Istiqamah Ngaji

Kiai Fatah sedang sakit akibat kecelakaan lalu lintas beberapa bulan lalu. Kecelakaan itu mengakibatkan kaki kanannya patah dan dioperasi. "Malam ini bagian pak Fatah membaca kitab, dikarenakan ia masih gak bisa jalan. Jadi kita mengaji di rumahnya sekalian mendoakan," kata Ketua Ranting NU Caracas Hisyam Karim.

Kiai Fatah Yasin sendiri menyatakan tidak ingin libur dalam pengajian. Namun karena masih sakit dengan sangat terpaksa ia meliburkan diri. "Saya tidak ingin libur belajar dan mengajar. Walau masih belum bisa jalan, inginnya saya tetap istiqomah mengikuti pengajian NU Caracas, bukan cuma itu, saya juga masih ingin tetap mengajar, anak-anak yang ke sini, mereka belajarnya di rumah saya" jelas Fatah yang juga Guru di MTs dan MA Daarul Ikhlash.

Shautus Salam

Selain mengaji, para jemaah pengajian berdoa agar Kiai Fatah bisa cepat sembuh dan bisa berjalan normal kembali.

Dalam pengajian itu Kiai Fatah membaca dan menjelaskan Kitab Kasyifatus Saja bab Sesuatu yang Diharamkan bagi yang Punya Hadats Besar, yang dilanjutkan dengan istighotsah dan makan bersama. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan

Surabaya, Shautus Salam. Perbedaan dalam berbagai hal yang terjadi di bumi Indonesia jangan dipandang sebagai ancaman. Justru itu adalah karunia Allah yang begitu besar bagi bangsa Indonesia, dan wajib disyukuri.

Demikian disampaikan Ketua PBNU Robikin Emhas saat memberikan pengarahan dalam acara Pertemuan Penulis Keislaman di hotel Sahid, Surabaya, Sabtu (2/12).

Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan

Menurutnya, keberagaman adalah kehendak Allah, sehingga manusia tak perlu memaksa untuk menyeragamkannya. "Kalau Allah sudah menciptakan manusia bineka, masak kita harus memaksa harus jadi satu," ujarnya.

Ia menambahkan, kebinekaan budaya, agama, suku dan sebagainya di Indonesia justru bisa menjadi kekuatan yang hebat dengan melakukan tiga hal. Pertama, meningkatkan tali silaturahim. Kedua, menjalin tali silatul afkar (hubungan gagasan). 

Shautus Salam

Setiap manusia tentu mempunyai pemikiran dan gagasan yang berbeda. Untuk itu, perlu dilakukan silatul afkar untuk mengelola perbedaan-perbedaan pemikiran tersebut menjadi kekuatan.

"Kita cari persamaanya, dan bukan merperbesar perbedaannya," lanjutnya.

Shautus Salam

Ketiga adalah silatul amal (kerja sama dalam aksi nyata). Poin ini menurut Robikin merupakan aksi nyata pengejawantahan kebersamaan dan persatuan yang berangkat dari kebinekaan. 

"Kebibekaan wajib kita kelola untuk menjadi kekuatan," ungkapnya.

Acara tersebut diikuti oleh 60 penulis keislaman se Jawa Timur, dan berlangsung hingga Ahad kemarin. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Krisis Rohingya, Bangladesh Khawatir Serangan terhadap Umat Buddha

Bazar Cox, Shautus Salam. Pemerintah Bangladesh, Jumat (15/9), mengerahkan ratusan polisi untuk melindungi kuil-kuil Buddha di wilayah tempat sekitar 400.000 Muslim Rohinyga mengungsi dari kerusuhan di Myanmar.

Hal tersebut dilakukan menyusul munculnya aksi demonstrasi ribuan massa usai shalat Jumat di perbatasan kota Coxs Bazar. Para pengunjuk rasa menuntut Myanmar menghentikan genosida minoritas Rohingya di sana.

Langkah pengerahan polisi itu merupakan upaya preventif Bangladesh atas serangan balas dendam minoritas umat Islam yang diliputi bayang-bayang kemarahan lantaran ditindas di tengah mayoritas umat Buddha di Myanmar. 

Krisis Rohingya, Bangladesh Khawatir Serangan terhadap Umat Buddha (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya, Bangladesh Khawatir Serangan terhadap Umat Buddha (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya, Bangladesh Khawatir Serangan terhadap Umat Buddha

Gelombang eksodus Rohingya ke tenda-tenda pengungsian Bangladesh mencapai lebih dari 300 ribu jiwa sejak eskalasi kekerasan meletus pada 25 Agustus lalu.

Kepala Kepolisian Coxs Bazar Iqbal Hossain mengatakan, 550 personel polisi telah dikerahkan di wilayah setempat, termasuk di 145 kuil Buddha, untuk mencegah meledaknya kekerasan etnis. Pihaknya merasa perlu memberikan rasa aman kepada umat Buddha yang tinggal di Bangladesh selama berabad-abad.

Shautus Salam

"Ini tindakan pencegahan," katanya kepada AFP. "Kami juga telah menyiapkan pos-pos pemeriksaan di seluruh distrik."

Pada tahun 2012, sekitar 25.000 Muslim pernah menyerang tempat ibadah dan bisnis umat Buddha di sekitaran Coxs Bazar menyusul dugaan pemasangan gambar yang mencemarkan nama baik Al Quran dalam sebuah unggahan seorang Buddhis di Facebook.

Sedikitnya 11 kuil Buddha dibakar dalam kerusuhan tersebut. Ada tuduhan dalam pers lokal bahwa beberapa Rohingya terlibat dalam serangan tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Nusantara Shautus Salam

Sabtu, 20 Januari 2018

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan

Probolinggo, Shautus Salam. Muslim mengenal adanya dua konsep kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lain, yakni hidup di alam dunia dan kelak kehidupan di akhirat Allah yang kekal. Konsep ideal yang diinginkan setiap muslim dalam hidupnya adalah selamat dunia dan akherat.?

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan

Hal tersebut disampaikan oleh Daiyah asal Pasuruan Hj Uci Nurul Hidayati dalam taushiyahnya di malam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 Pondok pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/5) lalu.?

“Semua pasti ingin kaya sehat, panjang umur, derajat dunia akhirat, mati dengan khusnul khotimah, mendapatkan nikmat kubur dan masuk dalam surganya Allah kelak,” ucap ning Uci dihadapan ribuan warga NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Islahiyah Pasuruan ini mengajak kepada warga NU agar memilih pendidikan pesantren sebagai bekal anak dan cucu mereka nantinya dalam menjalani kehidupannya di dunia maupun kelak di akhirat.

Ia juga menjelaskan salah satu ayat al-Qur’an, yakni Allah akan mengangkat derajat manusia lebih tinggi beberapa derajad diantara manusia lain, bagi yang berilmu ? dan beriman kepada Allah SWT.

Shautus Salam

“Baik tidaknya kehidupan kita kelak di akherat adalah tergantung amal perbuatan kita di kehidupan dunia. Gunakanlah apa yang kita miliki di dunia ini sebagai sangu (bekal) ke akhirat. Semua konsep tersebut diajarkan secara penuh di pesantren, dengan memasukkan anak cucu kita di pesantren, Insya Allah anak dan orang tua nya akan diselamatkan dunia akhirat,” jelasnya.

Lebih lanjut ning Uci’ dengan tegas menampik banyaknya anggapan masyarakat terhadap rendahnya kualitas pendidikan pesantren dan keraguan orang tua terhadap masa depan anaknya selepas dari mondok di pesantren, sembari menuturkan sebuah lirik kalimat Istighfar.

Shautus Salam

“Barang siapa Allah tujuannya, niscaya dunia akan melayaninya, namun barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya niscaya akan letih dan sengsara diperbudak dunia sampai akhir masa,” tuturnya.?

Sebagai penutup tausiahnya Ning Uci’ mengajak kepada masyarakat untuk jangan ragu-ragu lagi untuk memondokkan putra-putrinya di pesantren-pesantren yang telah ada selama ini.?

Selain mendapatkan ilmu agama yang memadai dan ilmu pengetahuan lainnya, yang terpenting adalah barokah dari para kiai dan nyai serta guru dan para pengasuh pesantren tersebut.

“Inilah keuntungan-keuntungan yang didapat dari pendidikan pondok pesantren, jangan khawatir akan rezeki anak-anak panjenengan, jika Allah ridho maka rezeki anak panjenengan akan senantiasa terjamin oleh Allah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Nusantara, Ubudiyah Shautus Salam

Selasa, 16 Januari 2018

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

Sidoarjo,? Shautus Salam. Menanggapi adanya isu radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Rocsulullah akan berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo Kota agar bisa sejalan.

Karena Kapolsek Sidoarjo Kota tidak sepakat dengan kelompok radikal dan khilafah, karena gerakannya dirasa menganggu keamanan di masyarakat.

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

"Saya juga berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo yang telah turut serta dalam mengawal NKRI," kata Kapolsek Sidoarjo Kota, Rocsulullah, Rabu (10/5).

Sementara itu menurut Danramil Sidoarjo, Kapten Agus Fachrudin, PAC GP Ansor Sidoarjo Kota satu visi dengan Danramil. Kapten Agus Fachrudin menjelaskan bahwa Ansor memang dilahirkan untuk menjaga NKRI.

"Ansor dan Banser memang dilahirkan untuk menjaga NKRI, sama dengan kami," kata Kapten Agus. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam AlaSantri, Warta, Nusantara Shautus Salam

Rabu, 10 Januari 2018

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan

Garut, Shautus Salam - Kapolda Jawa Barat baru Irjen Agung Budi Maryoto yang dilantik bulan 5 September lalu mengunjungi Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi-Garut. Ia datang untuk melakukan konsolidasi dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

Kunjungan Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi disambut oleh Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid beserta jajarannya, ribuan santri, ajengan dan pasukan Banser NU di Aula Pondok Pesantren Fauzan.

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan

"Pesantren merupakan benteng NKRI karena dari pesantrenlah lahir ulama-ulama yang siap menjaga dan mempertahankan NKRI," imbuh Kapolda Jawa Barat.

Shautus Salam

Pangdam III Siliwangi Mayjen Muhammad Herindra menyampaikan, "Islam yang diajarkan oleh nabi adalah Islam yang rahmatan lilalamin sebagaimana Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Fauzan ini."

Shautus Salam

Ajengan Atjeng Abdul Wahid mengimbau segenap umat Islam untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Oleh karena itu, kita perkuat persatuan dan kesatuan demi tegaknya Pancasila dan utuhnya NKRI di tangan kita. Kalau bukan kita, oleh siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi," kata Ajengan Atjeng Abdul Wahid yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III). (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Nusantara Shautus Salam

Selasa, 09 Januari 2018

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kerusakan hutan secara umum di wilayah Provinsi Lampung sudah mencapai separuh lebih dari luas hutan yang ada saat ini. Wahana Lingkungan Hidup Lampung (Walhi) pada 2014 merilis jika kerusakan lingkungan di Bandar Lampung semakin masif akibat salah kebijakan. Kepedulian masyarakat dan jurnalis akan lingkungan hidup masih perlu dioptimalkan.

"Berangkat dari hal-hal tersebut, GP Ansor terpanggil untuk berpartisipasi, bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membicarakan persoalan lingkungan hidup di Lampung melalui Riungan Kebangsaan. Persoalan lingkungan hidup ialah persoalan bersama," ujar Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir di Bandar Lampung, Ahad (16/8).

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama

Riungan (kumpulan) Kebangsaan digelar kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari) dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

Shautus Salam

Riungan Kebangsaan digelar di Gedung B Aula Pasca Sarjana, Kampus IBI Darmajaya, Kamis (20/8) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT AJI ke 21 yang jatuh pada 7 Agustus lalu. Selain itu, donor darah sebagai bagian acara juga dilakukan. Pelajar, masyarakat berminat mendonorkan darahnya untuk membantu mengatasi stok darah di Provinsi Lampung bisa menghubungi Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 di nomor 082377505585.

Tema yang dibahas pada Riungan Kebangsaan ialah "Bagaimana Agama-Agama Memandang Lingkungan Hidup?". Narasumber diskusi dimoderatori Ponita Dewi, Duta Genre atau Generasi Berencana 2013 ialah Putu Soeharta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bandar Lampung, Fatah Yasin aktivis lingkungan hidup dari GP Ansor Lampung, Supriyadi penyuluh Agama Budha Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung , Sr. Vincentia HK Komisi Kerasulan Awam dari Keuskupan Tanjungkarang, serta pegiat Majelis Semaan Al Quran dan Dzikrul Ghofillin.

Shautus Salam

"Kami berharap diskusi ini minimal melahirkan kesepakatan bersama untuk ada kegiatan kontinu mengingat dampak dari kerusakan lingkungan dan hutan beragam, tidak saja sektor kesehatan, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi terganggu jika ekosistem keseimbangan alamnya sebagan sudah tidak berfungsi lagi," ujar Muhyidin lagi.

Untuk diketahui, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung pada 2014 menyatakan 70 persen lebih hutan produksi di Lampung rusak dan sekira 55 persen hutan lindung di Lampung sudah rusak. Adapun pihak Pemerintah Provinsi Lampung menyebutkan jumlah luas hutan di provinsi ini mencapai 30 persen dari luas daratan. Namun, sekitar 53 persen hutan negara yang ada sudah dalam kondisi rusak. (Hamengku Rayyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Nusantara, AlaNu Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock