Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Jakarta, Shautus Salam

Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, 90 persen pendidikan agama jenjang dasar dan menengah yang formal di Indonesia berstatus swasta dan 10 persen adalah negeri. Jumlah ini menunjukkan, peran masyarakat bagi pencerdasan bangsa sangat signifikan.

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Menurut Suryadharma, dari 90 persen tersebut, 13 ribu lebih berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU. Institusi pendidikan itu meliputi sekolah setingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Ditambah pesantren, sambung Suryadharma, peran ini menjadi semakin nyata. "Ini suatu yang luar biasa dan karenanya harus dijaga dengan baik dengan menjaga dan memelihara keberlangsungannya," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Jakarta, Senin (21/1).

Shautus Salam

Suryadharma menilai, dengan potensi yang besar ini sudah semestinya madrasah-madrasah swasta mendapat perlakukan yang layak dari pemerintah.

Shautus Salam

"Oleh karenanya, saya berteriak-teriak meminta walikota, bupati, dan gubernur jangan haramkan APBD untuk membantu sekolah agama," sebut Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dalam kesempatan itu, hadir Medikbud RI Mohammad Nuh, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi. Usai memberi sambutan, Menteri Agama membuka secara resmi Rakernas LP Ma’arif NU.



Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Dalam banyak keterangan Rasulullah SAW menyebutkan nikmat dan siksa kubur. Keduanya merupakan ganjaran yang Allah berikan sebelum hari akhir tiba. Kebaikan dan kejahatan seseorang selama di dunia cukup menentukan balasan apa yang akan diterimanya di alam barzakh.

Banyak penghuni alam kubur menerima pelbagai rahmat Allah hanya karena kebaikan yang selama ini dianggap sepele seperti Imam Al-Ghazali yang membiarkan cairan di ujung penanya direguk serangga. Tetapi tidak sedikit penghuni kubur yang disiksa habis-habisan oleh malaikat hanya karena kejahatan yang dipandangnya remeh selagi di dunia.

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Namun demikian siapa nyana keutamaan surat Al-Ikhlash. Kalam Ilahi yang berisi empat ayat ini dapat menghadirkan keridha’an Allah bagi pembacanya di alam kubur. Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim.

? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Siapa yang membaca surat Qul Hu sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.”

Shautus Salam

Oleh karenanya, manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup. Alangkah baiknya perilaku baik itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak antara lain suratul Ikhlash. Semuanya itu adalah tanaman yang akan berbuah di alam kubur dan di akhirat kelak. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia

Surakarta, Shautus Salam. Saat ini generasi muda banyak yang mulai diracuni dengan paham keagamaan yang radikal, sehingga mereka berkeyakinan bahwa membunuh adalah bagian dari jihad. Mereka juga sangat merusak kebhinekaan bangsa ini karena begitu mudah mengafirkan orang-orang yang tidak sepaham atau sealiran.

"Radikalisme adalah persoalan serius. Ini ancaman yang merusak kebangsaan dan mencoreng agama Islam yang seharusnya dipahami dan diamalkan sebagai rahmatan lil alamin," kata Ketua PBNU Nusron Wahid pada acara Pelantikan Pengurus Cabang NU dan GP Ansor Cabang Kabupaten Karanganyar Periode 2015-2020, di Pendopo Bupati Karanganyar, Sabtu (5/3).

Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia

Kegiatan yang juga dirangkai Silaturahim Ulama Se-Eks Karesidenan Surakarta serta Dialog Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia ini turut dihadiri Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar, KH Ubaidillah Shodaqoh, dan Khatib Amm PBNU KH Yahya C Staquf.?

Dalam kesempatan sama, KH Miftakhul Akhyar mengungkapkan, mereka yang mengatasnamakan Islam tetapi melakukan perusakan dan tindakan teror sejatinya telah berlaku anti-Islam.

"Banyak yang mengaku berjuang untuk Islam dengan mengatasnamakan jihad, tapi pemahaman jihadnya salah sehingga yang ada teror dan sejatinya perlakuan mereka anti Islam," ungkap Kiai Miftah.

Sementara itu, Menko Polhukam, Luhut Panjaitan menyatakan, PBNU dan Ansor sebagai kekuatan besar Islam di Indonesia harus terus-menerus melakukan suatu upaya bahwa Islam harus menonjolkan perdamaian.

Shautus Salam

Luhut menyebut sejumlah tokoh yang patut diwaspadai lantaran terafiliasi gerakan pro negara Islam Irak-Suriah seperti, pendiri Jamaah Ansharul Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir dan pendiri Katibah Al Iman, Abu Husna yang keluar dari penjara Agustus 2015. Namun untuk Baasyir, sekarang lebih condong ke kelompok Al Qaeda.

Mengingat ancaman begitu nyata, Luhut berharap semua pihak ikut mengambil langkah pencegahan teror. Kalau masyarakat, lurah, camat, kepala desa saling memberi informasi, apalagi bekerjasama dengan intelijen, maka aksi radikalisme dan terorisme akan bisa secepatnya dicegah. (Ahmad Rosyidi/Zunus)

Shautus Salam





Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba Shautus Salam

Sabtu, 27 Januari 2018

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menilai beredarnya video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI, tak lepas dari kesalahan dalam proses rekrutmen legislator oleh partai politik. Di waktu mendatang aspek moral diminta disertakan dalam proses yang sama.

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

"Dulu rekrutmen legislator oleh partai hanya berdasarkan kemampuan menarik konstituen, entah pakai program atau pakai uang. Dulu aspek moral mungkin tidak dipertimbangkan, tapi yang akan datang ini harus menjadi pelajaran berarti. Partai politik harus bisa mencari legislator yang benar-benar berakhlak," kata Kiai Said di Jakarta, Selasa (24/4). 

Permintaan itu disampaikan Kiai Said untuk menjaga nama baik parlemen, yang belakangan banyak mendapatkan penilaian miring di mata masyarakat. "Ini untuk nama baik parlemen kita juga," tambahnya tegas.

Shautus Salam

Meski demikian Kiai Said meminta agar pembuktian atas video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI tersebut dilakukan secara berhati-hati. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan memberikan penilaian negatif terlebih dahulu. 

"Kalau betul itu anggota DPR kami jelas sangat menyayangkan, yang mana negara kita sedang mengalami kemerosotan moral yang luar biasa. Tapi itu harus dicek benar-benar dulu, harus tabayyun, harus diperiksa dengan teliti apakah itu benar anggota DPR yang kabarnya sangat terkenal," urai Kiai Said. 

Shautus Salam

Mengaca pada kasus video porno yang sebelumnya juga beredar dengan pemeran anggota DPR RI, dimana pada prosesnya dilakukan  pemecatan terhadap pelakunya, langkah yang sama diminta dilakukan terhadap kasus terbaru ini. 

"Sekali lagi kalau memang itu benar ya harus dipecat. Ini untuk menjaga nama baik parlemen dan memberikan contoh ke masyarakat, bahwa tindakan-tindakan semacam itu tidak baik dan tidak dibenarkan," pungkas Kiai Said. 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Bagaimanakah Cara Kerja Surat Elektronik (email)

 

Ardyan Novanto Arnowo

 

Kehidupan yang modern menuntut pertukaran informasi yang semakin cepat, dahulu kala kita cukup dengan berkirim surat saja, lalu dipercepat dengan hadirnya teknologi sms. Namun sms memiliki keterbatasan pada jumlah karakter yang dapat dituliskan dan tidak dapat melampirkan gambar ataupun audio visual.

Bagaimanakah Cara Kerja Surat Elektronik (email) (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimanakah Cara Kerja Surat Elektronik (email) (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimanakah Cara Kerja Surat Elektronik (email)

Saat ini cara manusia dalam bertukar informasi secara tertulis telah mengalami evolusi yang sangat signifikan, surat pun sudah bertransformasi menjadi elektronik (email), setiap hari semakin banyak orang yang mengunakan email sebagai media berkirim surat secara cepat karena didukung pula dengan teknologi perangkat bergerak yang mayoritas sudah dioptimalkan untuk mengirim dan menerima email.

Sekitar tahun 1998, apabila seseorang ingin mengirim email atau membaca email maka harus menggunakan sebuah perangkat computer dan harus terhubung ke internet. Yang notabene saat itu tidak banyak pilihan provider internet yang dapat digunakan dan harus dibayar dengan biaya yang sangat mahal. Namun pada masa kini kita tidak perlu lagi harus terpaku pada sebuah perangkat computer untuk dapat mengirim dan menerima email, karena sudah semakin banyak perangkat bergerak yang dapat digunakan dan terhubung dengan internet yang harganya semakin terjangkau (meskipun kualitasnya masih jauh dari yang dapat diharapkan).

Shautus Salam

Pernahkan anda terpikir bagaimana cara kerja email tersebut sehingga kita bisa berkirim surat secara elektronik dengan orang lain yang bahkan ada di luar negeri, namun dapat terkirim dengan sangat cepat.?

Berikut penjelasan singkatnya :

1.       Pengirim menggunakan Mail User Agent (MUA) untuk menulis  email. Sebuah MUA, sering disebut sebagai mail client, adalah program yang memungkinkan pengguna untuk membuat,mengirim dan menerima email. Lihat daftar klien mail dan cara mengkonfigurasi mereka. 

Shautus Salam



1.      Pengirim menggunakan Mail User Agent (MUA) untuk menulis  email. Sebuah MUA yang sering disebut sebagai mail client, adalah program yang memungkinkan pengguna untuk membuat,mengirim dan menerima email.   

Kamis, 18 Januari 2018

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Brebes, Shautus Salam. Kantor Kementrian Agama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai 1 Oktober 2013 memulai uji coba Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap (PHT Satap). Pelayanan diujicobakan seiring selesainya pembangunan kantor PHT Satap di komplek kantor Kemenag.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Brebes H Moh Aqso mengatakan, kantor PHT Satap bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan haji dan umrah bagi warga Kabupaten Brebes “Membludaknya peminat haji di Kabupaten Brebes perlu diimbangi dengan pelayanan yang optimal,” katanya di kantor tersebut, Kamis (3/10).

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Aqso menerangkan, pelayanan yang diberikan meliputi tabungan haji, pembayaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), layanan perolehan porsi haji oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), pelayanan pemeriksaan kesehatan haji atau surat keterangan sehat oleh dokter, pemotretan, pencetakan dan penggandaan foto haji. 

Shautus Salam

Sebelumnya, kata Aqso, calon jamaah haji harus melakukan proses pendaftaran saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, calon haji harus bolak-balik antara Bank Penerima Setoran BPIH, Puskesmas dan Kantor Kementerian Agama. 

Shautus Salam

Ia menambahkan, terlebih dengan wilayah Kabupaten Brebes yang sangat luas, calon jamaah haji membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar saat harus bolak-balik dalam melakukan proses pendaftaran haji.  “Dengan pelayanan satu atap, dapat memutus mata rantai yang panjang tersebut,” ujarnya. 

Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menambahkan, kantor pelayanan satu atap dibangun atas prakarsa calon jamaah haji melalui Tim 7 yang merupakan representasi dari calon jamaah haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M.

Gedung yang dibangun di atas tanah  milik Kantor Kemenag seluas lebih kurang 64 meter persegi dengan anggaran Rp 144 juta. 

Imam menambahkan, jumlah pendaftar jamaah Calon Haji Kabupaten Brebes terus berdatangan. Hingga 3 Oktober, berdasarkan data sistem komunikasi haji terpadu (Siskohat) sudah masuk ke porsi pemberangkatan dengan masa tunggu hingga tahun 2026. “Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan satu atap, diharapkan akan tercipta pelayanan yang optimal, mudah, cepat, aman dan nyaman,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Cerita, Makam Shautus Salam

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Bondowoso, Shautus Salam. Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur untuk ke tujuh kalinya. Istri Presiden ke-4 RI ini datang ke Bondowoso dalam rangka silaturrahim dan buka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (27/6).

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Kegiatan yang bertema Dengan Berpuasa Kita Tingkatkan Keaarifan dan Keteguhan Iman ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso Agus Salam.

Shinta Nuriyah dalam taushiyahnya mengatakan setiap daerah menjaga dan melestarikan kesenian lokal, kesenian adat tradisional. Hal ini penting untuk meneguhkan identitas kebangsaan dan warisan generasi muda di masa yang akan datang.

"Saya ingin kesenian daerah hidup. Kesenian masyarakat adalah kesenian Indonesia yang sangat indah, mempunya filosofi tinggi, sehingga rakyat Indonesia tidak lupa dengan kesenian daerah masing-masing," jelas ibu 4 orang putri ini.

Shautus Salam

Ia berharap bila masyarakat makin menghidupan tradisi budaya dari daerah masing-masing, hal ini akan menjadi perisai untuk menghadapi budaya asing yang tidak sesuai dengan prinsip kebaikan budaya Indonesia.

Selain itu, Muhammad Afifi, salah satu kader muda penggerak Jaringan Gusdurian Bondowoso mengatakan, tentunya sangat gembira karena dapat bertemu langsung dengan Ibu Shinta. “Beliau memotivasi kita untuk tetap menjaga dan meneruskan perjuangan Gus Dur,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti oleh para jamaah sholawat Masjid At-Taqwa Bondowoso serta para kader-kader muda yang tergabung dalam Komunitas Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso. Selesai taushiyah, dilanjut dengan pemberian bingkisan kepada kaum dhuafa dan dilanjutkan buka puasa bersama. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Lomba Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock