Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Jombang, Shautus Salam. Kawasan luar pulau Jawa diakui harus mendapat perhatian serius bagi PBNU dalam pengembangan eksistensi Nahdlatul Ulama ke depan. Berbagai program PBNU diberikan prioritas pada wilayah dan cabang yang berada di luar Pulau Jawa.

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Sebagaimana terungkap pada ? sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.

Arifin Junaidi menjelang sidang Komisi Program ditutup menyampaikan, ada 38 pembicara yang memberikan usulan, masukan dan tanggapan secara langsung serta ? 50 usulan tertulis. Sidang sepakat membentuk Tim Perumus Komisi Program dengan Ketua ? Arifin Junaidi, anggota Yahya Maksum (unsur pimpinan sidang) dan 3 orang dari peserta. Masing-masing dari Riau (mewakili ? wilayah barat), ? Jombang sebagai tuan rumah Muktamar (wilayah tengah), dan Papua (wilayah timur).

Shautus Salam

Ahmad Abid dari PCNU Kota Cirebon mengungkapkan, Indonesia timur kurang disentuh oleh PBNU. Padahal memiliki potensi untuk pengembangan NU. Untuk itu, harus ada skala prioritas program. Periode lalu PBNU sudah fokus mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Maka pada periode sekarang (2015-2020) ini kalau bisa fokus kesehatan. Karena sektor kesehatan menyentuh kepentingan banyak orang. Jika sektor kesehatan ini digarap, maka masyarakat (warga NU) akan merasakan manfaat ber-NU.

Shautus Salam

"Walaupun fokus sektor kesehatan ini, tetap utamakan dulu program untuk kawasan Indonesia Timur. Di sana masalah pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan," katanya.

Abdurrahim dari Kalimantan Utara PC Tarakan menyebutkan, daerahnya berada pada daerah bagian utara yang merupakan propinsi baru. Memiliki sumber daya manusia yang ? kurang maksimal. ? Sekalipun punya aset tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan NU ke depan, namun SDM yang mampu belum punya.

"Harapan kami di Kalimantan Utara ini bisa pula memiliki sekolah, rumah sakit, dan pelayanan masyarakat lainnya yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama. Diakui, aset yang bisa dikembangkan ada, hanya kurang memahami program yang direncanakan PBNU," tambahnya.

Kendala mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di pulau Kalimantan itu memang berat. Seperti diakui ? Abdul Sani Kalimantan Tengah, luas daerahnya saja mencapai 2 kali pulau jawa. Ketika PWNU melakukan konsolidasi ke cabang-cabang, terasa sulitnya. Bayangkan, konsolidasi ke satu cabang saja bisa butuh 1 hari perjalanan. Di Palangkara terkenal lembaga pendidikan yang dikelola oleh non-muslim. ? Walaupun NU punya ? MIS, tapi masih perlu dikembangkan.

Abdul Sani merasa beruntung Muktamar ke-33 NU ini diselenggarakan pada empat pesantren di Jombang. Ada pula hikmah. Dari empat pesantren tersebut, kami bisa menjadikan perbandingan dalam pengembangan lembaga pendidikan NU di daerah. "Selama ini pendistribuan anggaran pendidikan terfokus di Jawa, sehingga di luar Jawa masih tertinggal. Untuk itu, kami berharap PBNU mengalokasikan anggaran mempercepat pengembangan lembaga pendidikan NU di luar Jawa," kata Abdul Sani.

Fatayat NU: Pengkaderan Penting

Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muzaenah Zain mengungkapkan, kaderisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama harus jadi program penting. Pengkaderan yang sudah dilakukan PBNU harus dilanjutkan secara terstruktur dan sistematik. Meski badan otonom (banom) di lingkungan PBNU ada yang ? berbeda, tetapi payungnya tetap PBNU.

"Pengkaderan ini semakin penting dengan adanya penyimpangan paham keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun perlu diwaspadai, program ke depan tidak hanya ucapan saja. Perlu koordinasi yang dibangun PBNU dengan banom. Koordinasi yang baik tidak hanya terjadi ditingkat pusat, tapi juga di tingkat wilayah dan cabang," tutur Muzaenah Zain.

PBNU punya jaringan yang luas, baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu perlu mapping, bagaimana melihat program. Kerjasama internal penting ketika PBNU melakukan ? MoU. “Misalnya MoU Fatayat NU kerjasama dengan Kemendikbud, tapi harus dinaungi oleh PBNU. Artinya MoU PBNU dengan lembaga lain yang terkait dengan perempuan, ya melibatkan Fatayat,” katanya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Makam Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Shautus Salam, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

Shautus Salam

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Cerita, Ahlussunnah Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Brebes, Shautus Salam. Kantor Kementrian Agama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai 1 Oktober 2013 memulai uji coba Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap (PHT Satap). Pelayanan diujicobakan seiring selesainya pembangunan kantor PHT Satap di komplek kantor Kemenag.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Brebes H Moh Aqso mengatakan, kantor PHT Satap bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan haji dan umrah bagi warga Kabupaten Brebes “Membludaknya peminat haji di Kabupaten Brebes perlu diimbangi dengan pelayanan yang optimal,” katanya di kantor tersebut, Kamis (3/10).

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Aqso menerangkan, pelayanan yang diberikan meliputi tabungan haji, pembayaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), layanan perolehan porsi haji oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), pelayanan pemeriksaan kesehatan haji atau surat keterangan sehat oleh dokter, pemotretan, pencetakan dan penggandaan foto haji. 

Shautus Salam

Sebelumnya, kata Aqso, calon jamaah haji harus melakukan proses pendaftaran saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, calon haji harus bolak-balik antara Bank Penerima Setoran BPIH, Puskesmas dan Kantor Kementerian Agama. 

Shautus Salam

Ia menambahkan, terlebih dengan wilayah Kabupaten Brebes yang sangat luas, calon jamaah haji membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar saat harus bolak-balik dalam melakukan proses pendaftaran haji.  “Dengan pelayanan satu atap, dapat memutus mata rantai yang panjang tersebut,” ujarnya. 

Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menambahkan, kantor pelayanan satu atap dibangun atas prakarsa calon jamaah haji melalui Tim 7 yang merupakan representasi dari calon jamaah haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M.

Gedung yang dibangun di atas tanah  milik Kantor Kemenag seluas lebih kurang 64 meter persegi dengan anggaran Rp 144 juta. 

Imam menambahkan, jumlah pendaftar jamaah Calon Haji Kabupaten Brebes terus berdatangan. Hingga 3 Oktober, berdasarkan data sistem komunikasi haji terpadu (Siskohat) sudah masuk ke porsi pemberangkatan dengan masa tunggu hingga tahun 2026. “Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan satu atap, diharapkan akan tercipta pelayanan yang optimal, mudah, cepat, aman dan nyaman,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Cerita, Makam Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah

Garut, Shautus Salam. Pengasuh pesantren Al- Munwwarah Ciloa-Limbangan Garut, KH R Agus Muhammad Soleh dalam wejangannya di depan ratusan para alumi sebelum melaksanakan tawasul di makam Alm. KH Ahmad Jauhari meminta agar mereka tidak meninggalkan tradisi ziarah.

Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah

Ia menegaskan pelaksanaan ziarah bukan perkara yang baru dalam Islam. Ini sesuai dengan tradisi yang dijalankan oleh Rasulullah saw, sepérti diungkapkan dalam riwayat hadits bahwa Rasulullah setiap tahun menziarahi makam para suhada Uhud dan suhada perang Badar.

Tidak hanya itu, tutur Muhammad Soleh yang juga ketua NU Kabupaten Garut, tradisi ziarah ? juga dilanjutkan oleh para shahabat seperti Abu Bakar ash-Shiddiq,Umar bin Khattab juga Sayyidah Fatimah az-Zahra.

Shautus Salam

"Untuk itu para alumni dan jamaah ziarah yang hadir, jangan pernah ragu untuk berziarah mengunjungi makam para auliya, ulama, kiai dan salafushsholih sebagai wujud mahabbah kepada para kekasih Allah swt," ungkapnya dirangkain acara haul Pesantren Al- Munawwarah Ciloa Selasa (5/3/2013).

Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH Deden Abdul Hakim dalam ceramahnya yang merupakan rangkaian haul para pendiri Pesantren Ciloa dan Temu Alumi dihadapan ? para alumi dan ibu-ibu Muslimat menegaskan bahwa pendidikan di pesantren merupakan pendidikan yang bakalan mampu menyelesaikan persoalan bangsa.?

Shautus Salam

"Problem pendidikan dan penguatan generasi bangsa ? hanya bisa diselesaikan di pesantren," paparnya.

Ia juga menganalogikan seperti halnya pohon Kawung dimana setiap elemennya mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Untuk itu, seharusnya pesantren menjadi pendidikan ? alternatif guna menyelesaikan problematika bangsa, sebab bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang memiliki wawasan yang tinggi dengan diimbangi kesolehan diri.

Maka dari pada itu, pendidikan pesantren tempo dulu yang mampu melahirkan ulama-ulama besar harus kembali dibangkitkan.

"Pendidikan pesantren tempo dulu yang melahirkan ulama-ulama besar, harus diselenggarakan kembali, karena dengan itu lah solusi untuk bangsa kita saat ini," paparnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Yogyakarta, Shautus Salam. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta kedatangan tamu dari negeri Jiran, Sabtu (20/9). Adalah Pertubuhan Pendidik Muamalah Malaysia atau MMEA (Malaysian Muamalah Educators Associations) yang bertandang di kantor PWNU DIY di Jalan MT Haryono 40-42, Yogyakarta.

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Azrul Azlan, salah satu anggota MMEA mengungkapkan, MMEA baru saja didirikan setahun lebih oleh pemerintah Negeri Sembilan, Malaysia.  

“Salah satu tujuan kami main ke sini adalah untuk silaturahim, kerana kita masih serumpun. Agar mengenal satu sama lain. Selain itu, kami juga ingin belajar kepada organisasi-organisasi Islam di Indonesia seperti NU yang merupakan organisasi Islam yang hebat di Indonesia,” ujar Azrul yang tercatat sebagai penasihat syariat di salah satu bank Islam di Malaysia.

Shautus Salam

Azrul Azlan juga mengungkapkan bahwa lembaga dakwah yang baru saja didirikan tersebut bertujuan sebagai jembatan atau penghubung antara orang yang berilmu masyarakat yang ingin belajar.

Sementara itu, Wakil Ketua Lesbumi NU DIY Kiai Jadul Maula mengungkapkan kegembiraannya karena mendapat kunjungan dari Malaysia. “Semoga acara silaturahim ini tidak hanya sebatas silaturahim saja. Tetapi ada tindak lanjutnya, bisa berbentuk kerja sama dalam hal apa-pun,” ujar Kiai Jadul di hadapan para tamu dari MMEA dan Pengurus PWNU DIY.

Shautus Salam

Dalam kesempatan tersebut, terjadi diskusi antara MMEA dan para pengurus PWNU DIY. MMEA banyak bertanya tentang bagaimana cara NU berdakwah di Indonesia, bagaimana metode Wali Songo dalam menyebarkan Islam dengan damai, dan sebagainya. (Nur Rokhim/Mahbib)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Lomba, News Shautus Salam

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

Sragen, Shautus Salam. Ribuan jamaah hadir dalam pengajian Isra’ Mi’raj dan hari jadi Kabupaten Sragen ke-286 di Pendapa rumah dinas bupati, Jum’at (23/5). Dalam kesempatan tersebut mereka mendengarkan ceramah dari budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Cak Nun yang hadir bersama kelompok Kiai Kanjeng, dalam kesempatan itu menyinggung tentang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) mendatang. mengingatkan kepada para jamaah untuk tetap menjaga kerukunan serta mewaspadai berbagai gerakan yang hendak memecah belah umat.

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

“Pokoke seng garai gak rukun siji karo sijine (pokonya yang menyebabkan tidak rukun satu dengan lainnya) mesti tidak baik. Hal itu biasanya diawali dari rasa dengki,” tutur Cak Nun.

Shautus Salam

Ia berpesan agar masyarakat tetap menjalankan rutinitas dan aktivitas tanpa terpengaruh hiruk-pikuk dan manuver politik yang terjadi di tingkat nasional.

Shautus Salam

Selain pilpres, Cak Nun juga mengungkapkan berbagai masalah pemahaman keagamaan di Indonesia yang menurutnya, cenderung semakin rumit, kaku dan intoleran. Ia mencontohkan, adanya sebagian kaum yang menginginkan Arabisasi terhadap umat Islam di Indonesia.

“Jangan samakan Islam dengan Arab. Ingat Islam itu beda dengan Arab,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan, Cerita Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim

Surabaya, Shautus Salam. Setelah keputusan deadlock 14 kali 24 jam, akhirnya Konferensi Wiayah (Konferwil) XIX Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jatim kembali dilangsungkan, Ahad (18/12). Bertempat di Aula Kertoharjo Gedung Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Nurul Hidayati kader IPPNU asal Bangil terpilih untuk menjadi nakoda organisasi tersebut selanjutnya.

Sebelumnya, Konferwil XIX IPPNU Jatim ? diselenggarakan di Gedung SMPN 1 Sidoarjo mulai tanggal 2-4 Desember. Dalam forum ini, muncul dua nama kandidat ketua PW IPPNU Jatim yaitu Amidatus Sholihat dan Nurul Hidayati. Masing-masing mendapatkan 16 suara sampai lima kali putaran pemungutan suara.

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim

Pada sidang lanjutan ini, pimpinan sidang yang ditugaskan dari Pimpinan Pusat (PP) IPPNU tidak sama dengan sebelumnya. Kali ini sidang dipimpin oleh Herawati dan sebagai sekretarisnya Zaimah.

Di awal forum peserta sidang sempat menolak adanya pergantian pimpinan sidang yang ditugaskan. Terjadi pro-kontra antara peserta yang hadir di forum yang akhirnya bisa diselesaikan oleh pimpinan sidang, sebab mereka memiliki Surat Tugas.

"Pada Konferwil lanjutan ini juga hadir PWNU yang diwakili KH Sholeh Hayat. Hal ini tidak lain untuk menjadi penengah dan pengayom sebab mempelajari sidang sebelumnya yang diputuskan deadlock," terang Ida Fitriani, ketua Steering Commitee.

Shautus Salam

Benar saja, terjadi silang pendapat kembali di kalangan peserta Konferwil saat mulai membahas status aktif pimpinan cabang. Karena adanya perbedaan asumsi masa aktif antara pimpinan sidang sekarang dengan yang memimpin sebelumnya.

"Pimpinan ? Pusat yang hadir sekarang lebih saklek pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT). Dimana didalamnya tidak ada yang menyebutkan masa tenggang 3 bulan dari tanggal akhir jabatan yang tertulis di Surat Pengesahan (SP)," jelas Ida.

Ida yang pada forum di Sidoarjo memimpin sidang tata tertib juga mengingatkan kembali kepada peserta tentang keputusan yang dibuat sebelumnya. Yang mana pada sidang tata tertib telah disepakati tidak adanya masa tenggang tiga bulan dari SP. Dan keputusan inilah yang tidak diindahkan pimpinan sidang yang pertama.

Shautus Salam

Dengan pimpinan sidang baru yang saklek PDPRT ini akhirnya tiga cabang yaitu Situbondo, Jember dan Pacitan tidak lagi memiliki hak suara. Dalam SP tertulis masa aktif PC IPPNU Situbondo adalah sampai tanggal 10 Oktober 2016, Jember sampai 28 September 2016 dan Pacitan sampai 9 November 2016. Dari sini beberapa PC mulai mengajukan protes.

Forum kembali ricuh sampai akhirnya KH Sholeh Hayat perwakilan PWNU memberikan solusi. Solusi yang diberikan yaitu peserta sidang tetap sebagaimana forum sebelumnya di Sidoarjo.

Terang solusi PWNU ini dianggap mencederai PDPRT yang ada. Forum pun akhirnya ricuh kembali sampai kemudian KH Sholeh Hayat mencabut apa yang disampaikannya dan memohon maaf kepada forum. Tidak sampai disitu saja KH Sholeh Hayat juga menutup forum tersebut.

"Pimpinan Pusat mendapatkan perintah dari Jakarta untuk pulang. Hasil Konferwil kali ini adalah apa yang ada di depan mata kalian sekarang. Maka saya nyatakan Konferwil ditutup," jelas Kiai Sholeh.

Beberapa peserta tidak terima dengan ditututpnya forum. Mereka memohon agar forum tetap dilanjutkan. Bahkan hampir setengah jam beberapa peserta ini tidak mengizinkan KH Sholeh Hayat keluar ruangan.

"Mereka memblokade pintu masuk ruangan, dan terus memohon kepada Kiai untuk melanjutkan sidang. Beberapa peserta lain tampak berurai air mata melihat Kiai diperlakukan demikian itu," ungkap Isnaini kader IPPNU Jombang yang saat kejadian masih di dalam ruangan.

Sidang pun akhirnya dilanjutkan kembali dengan Zaimah yang sebelumnya adalah sekretaris sidang beralih menjadi pimpinan sidang. Sedangkan Herawati menjadi sekretarisnya.

"Peralihan ini dilakukan sebab Mbak Herawati tidak bisa mengatasi segala kericuhan yang terjadi," terang Iffatul Wahidah ketua PC IPPNU Ponorogo yang juga menjadi peserta.

Keberadaan PC IPPNU Nganjuk sebagai peserta dalam sidang ini juga dipermasalahkan. Sebab menurut beberapa peserta PC tersebut sudah melaksanakan Konfercab pada hari yang sama dengan Konferwil. Dan pada saat itu pula sudah menyatakan demisioner, meskipun ketuanya ada di lokasi Konferwil.

"Domisioner itu tidak sah karena PCNU tidak diberi mandat untuk mendemisionerkan PC IPPNU. Justru PCNU nganjuk meminta panitia Konfercab untuk segera mengirimkan surat ke pusat, karena yang punya wewenang itu adalah pusat," terang Arum Ketua PC IPPNU Nganjuk.

Masih menurut Arum, Konfercab tersebut juga tidak melibatkan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah yang secara organisasi memiliki tingkat di atas Pimpinan Cabang. Dan pengurus yang menyatakan demisioner hanyalah 4 orang saja.

"Tentang demisioner itu, saya sebagai ketua juga tidak pernah memandatkan kepada siapapun untuk melakukannya. Masa khidmat PC Nganjuk pun tertulis di SP sampat tanggal 1 Maret 2017," terang Arum. Oleh sebab itu PC Nganjuk akhirnya tetap dibolehkan menjadi peserta dengan hak suara.

Meskipun protes yang disampaikan peserta tak juga berhenti Pimpinan Sidang tetap melanjutkan forum dengan saklek berpatokan pada PDPRT. Dengan begitu hanya ada 29 Cabang saja yang memiliki hak suara.

Masuk tahap pemilihan suara, hasilnya adalah tetap 16 suara untuk Nurul Hidayati, dan 13 Suara untuk Amidatus Sholihat. Maka selanjutnya Nurul Hidayati mendapatkan mandat untuk menahkodai PW IPPNU Jawa Timur selama satu periode ke depan atau tiga tahun. (Nafisatul Husniah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock