Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir

Majalengka, NU Onine. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menilai banyaknya video perkelahian pelajar wanita yang diunggah di jejaring sosial dan situs youtube dengan durasi hampir 15 menit sungguh tak layak untuk ditonton.

IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir

"Video-video yang sudah banyak diupload dan ditonton beberapa ribu kali ini oleh penggiat internet seharusnya diblokir dikarenakan tak pantas untuk dipertontonkan dikhalayak umum," katanya saat ditemui Shautus Salam di Pondok Pesantren Daarul Maarif Cikedung Maja Majalengka, Kamis (16/10).

Ia mengaku moralitas anak bangsa sudah semakin terpuruk di zaman modern ini dikhawatirkan kedepan semakin banyak yang akan mengalami kejadian hal serupa. Kasus tersebut perlu menjadi kajian bersama para orang tua, pendidik dan seluruh elemen dalam menyingkapi kejadian tersebut dan perlunya perhatian yang massif terhadap para pelajar yang sudah banyak menggeluti dunia maya sehingga mereka terkontrol dalam penggunaan media sosial di internet.

Shautus Salam

Ia menekankan? perlunya sosialisasi penggunaan media jejaring sosial oleh pemerintah khususnya di kabupaten Majalengka sehingga para pelajar bisa terkontrol dalam menggunakan media internet.

Shautus Salam

Diana berharap para pelajar khususnya Majalengka tidak mengalami kejadian serupa. “Ke depan kami pun akan siap untuk turun ke sekolah-sekolah dalam hal mencegah penggunaan internet supaya tidak melebihi batas,” tambahya. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Makam Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

Pasaman Barat, Shautus Salam - Kader Ansor yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) harus militan untuk mengawal ulama dan keutuhan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI). Karena kelahiran Ansor tidak terlepas dari eksistensi menjaga ulama dan NKRI.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasaman Barat Ustazd Nurrahman mengatakan hal itu pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar? (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Jumat (10/2).

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

“Ansor Kabupaten Pasaman Barat diharapkan bisa mengawal Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Berbagai masalah umat yang muncul perlu mendapat perhatian kader Ansor,” tambah Nurrahman.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Efendi menyebutkan, setiap kader yang sudah mengikuti PKD dan Diklatsar Banser harus menjadi militan memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Selain itu, mereka mampu melahirkan kader Ansor yang baru setelah mengikuti PKD.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Kita prihatin saat ini kondisi generasi muda Pasaman Barat yang terlibat dengan berbagai penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku yang tidak baik lainnya. Ansor diharapkan mampu menbentengi generasi muda Pasaman Barat dari hal-hal yang dapat merusak dirinya tersebut,” kata Djafrinal alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim)? II tahun 2015.

“Untuk itu, Ansor Pasaman Barat siap bergandengan tangan dengan pihak terkait memberantas penyakit masyarakat tersebut. Sebagai generasi muda Pasaman Barat, kita tidak ingin generasi mudanya dirusak oleh perbuatan yang dapat menghancurkan masa depannya,” kata Djafrinal.

Menurut Djafrinal, PKD ini merupakan yang kedua dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan Diklatsar merupakan yang pertama dilakukan Pasaman Barat. Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari PKD dan Diklatsar ini akan dilanjutkan PKD berikutnya. “Memang banyak kalangan generasi muda yang ingin bergabung dengan Ansor. Karena mereka memahami posisi Ansor dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di NKRI ini,” kata Djafrinal.

Sekretaris PW GP Ansor Sumbar Arianto saat memberikan materi menambahkan, Ansor

harus terus memaju diri dengan berbagai keterampilan dan kemampuan sehingga mampu bersaing di tengah masyarakat. Ansor sebagai generasi muda yang berhimpun dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan etnis, tetap selalu menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“PKD merupakan kaderisasi formal? yang diikuti oleh setiap calon anggota Ansor. Ansor sendiri merupakan wadah bagi pemuda dalam mengabdi dan berkarya khususnya sebagai media dakwah Islam Ahlussunnah Wal-jamaah An-Nahdliyah. Anggota Ansor belum dikatakan afdhol jika belum mengikuti PKD,” kata Arianto.

Dikatakan Arianto, PKD merupakan upaya utuk meningkatkan kualitas sumber daya kader Ansor, guna mengemban tugas yang penting dan mulia. Yaitu mengawal ajaran Aswaja, benteng ulama dan keutuhan NKRI.

PKD dan Diklatsar dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pasaman Barat berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Mahakarya Kampung V Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, hingga Ahad (12/2) dini hari. PKD dan Diklatsar diikuti 50 peserta. Pada Diklatsar tampil memberikan materi dari Polres Pasaman Barat dan Kodim 0305 Pasaman, terkait dengan Kantibmas dan PBB. Instruktur dari Ansor tampil Armaidi Tanjung, Arianto dan Nafriandi dan Djafrinal Efendi. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, RMI NU, Kyai Shautus Salam

Sabtu, 10 Februari 2018

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Subang, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat mengimbau warga, khususnya nahdliyin di Kabupaten Subang untuk terlibat secara aktif dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Subang.

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah melalui pesan singkatnya kepada Shautus Salam, Ahad (1/9).

Sehubungan dengan Pilkada Kabupaten Subang yang rencananya akan digelar pada Ahad depan (8/9), PCNU Subang mengharapkan nahdliyin berpartisipasi secara penuh dalam agenda pemilihan lima tahunan.

Shautus Salam

Menurutnya, Pilkada ini merupakan kesempatan 5 tahunan.

Shautus Salam

"Kepada seluruh nahdliyin Subang, sukseskan Pilkada tanggal 8 September nanti dengan menggunakan hak pilihnya bagi yang sudah mempunyai hak pilih," kata Kiai Musyfiq.

Selain itu, lanjut Pengasuh Pesantren Attawazun Kalijati Subang, Nahdliyin Subang pun harus menciptakan pilkada yang demokratis, damai, bersih dan berwibawa.

Kiai Musyfiq, Lebih lanjut, meminta nahdliyin Subang agar benar-benar teliti dalam memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Jangan tergiur dengan iming-iming money politic! Pilihlah calon yang betul-betul seideologi aswaja dan siap memperjuangkan aswaja di Subang, tegas Ketua PCNU Subang yang baru terpilih itu beberapa Ahad lalu.

Kecuali itu, KH Musyfiq mengimbau warga NU untuk mengistikharahkan calon-calon pemimpin kabupaten mereka agar pilihan mereka tepat kepada calon yang diridhoi Allah.

(Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Shautus Salam. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Shautus Salam

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Makam Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Jombang, Shautus Salam. Kawasan luar pulau Jawa diakui harus mendapat perhatian serius bagi PBNU dalam pengembangan eksistensi Nahdlatul Ulama ke depan. Berbagai program PBNU diberikan prioritas pada wilayah dan cabang yang berada di luar Pulau Jawa.

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Sebagaimana terungkap pada ? sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.

Arifin Junaidi menjelang sidang Komisi Program ditutup menyampaikan, ada 38 pembicara yang memberikan usulan, masukan dan tanggapan secara langsung serta ? 50 usulan tertulis. Sidang sepakat membentuk Tim Perumus Komisi Program dengan Ketua ? Arifin Junaidi, anggota Yahya Maksum (unsur pimpinan sidang) dan 3 orang dari peserta. Masing-masing dari Riau (mewakili ? wilayah barat), ? Jombang sebagai tuan rumah Muktamar (wilayah tengah), dan Papua (wilayah timur).

Shautus Salam

Ahmad Abid dari PCNU Kota Cirebon mengungkapkan, Indonesia timur kurang disentuh oleh PBNU. Padahal memiliki potensi untuk pengembangan NU. Untuk itu, harus ada skala prioritas program. Periode lalu PBNU sudah fokus mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Maka pada periode sekarang (2015-2020) ini kalau bisa fokus kesehatan. Karena sektor kesehatan menyentuh kepentingan banyak orang. Jika sektor kesehatan ini digarap, maka masyarakat (warga NU) akan merasakan manfaat ber-NU.

Shautus Salam

"Walaupun fokus sektor kesehatan ini, tetap utamakan dulu program untuk kawasan Indonesia Timur. Di sana masalah pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan," katanya.

Abdurrahim dari Kalimantan Utara PC Tarakan menyebutkan, daerahnya berada pada daerah bagian utara yang merupakan propinsi baru. Memiliki sumber daya manusia yang ? kurang maksimal. ? Sekalipun punya aset tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan NU ke depan, namun SDM yang mampu belum punya.

"Harapan kami di Kalimantan Utara ini bisa pula memiliki sekolah, rumah sakit, dan pelayanan masyarakat lainnya yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama. Diakui, aset yang bisa dikembangkan ada, hanya kurang memahami program yang direncanakan PBNU," tambahnya.

Kendala mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di pulau Kalimantan itu memang berat. Seperti diakui ? Abdul Sani Kalimantan Tengah, luas daerahnya saja mencapai 2 kali pulau jawa. Ketika PWNU melakukan konsolidasi ke cabang-cabang, terasa sulitnya. Bayangkan, konsolidasi ke satu cabang saja bisa butuh 1 hari perjalanan. Di Palangkara terkenal lembaga pendidikan yang dikelola oleh non-muslim. ? Walaupun NU punya ? MIS, tapi masih perlu dikembangkan.

Abdul Sani merasa beruntung Muktamar ke-33 NU ini diselenggarakan pada empat pesantren di Jombang. Ada pula hikmah. Dari empat pesantren tersebut, kami bisa menjadikan perbandingan dalam pengembangan lembaga pendidikan NU di daerah. "Selama ini pendistribuan anggaran pendidikan terfokus di Jawa, sehingga di luar Jawa masih tertinggal. Untuk itu, kami berharap PBNU mengalokasikan anggaran mempercepat pengembangan lembaga pendidikan NU di luar Jawa," kata Abdul Sani.

Fatayat NU: Pengkaderan Penting

Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muzaenah Zain mengungkapkan, kaderisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama harus jadi program penting. Pengkaderan yang sudah dilakukan PBNU harus dilanjutkan secara terstruktur dan sistematik. Meski badan otonom (banom) di lingkungan PBNU ada yang ? berbeda, tetapi payungnya tetap PBNU.

"Pengkaderan ini semakin penting dengan adanya penyimpangan paham keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun perlu diwaspadai, program ke depan tidak hanya ucapan saja. Perlu koordinasi yang dibangun PBNU dengan banom. Koordinasi yang baik tidak hanya terjadi ditingkat pusat, tapi juga di tingkat wilayah dan cabang," tutur Muzaenah Zain.

PBNU punya jaringan yang luas, baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu perlu mapping, bagaimana melihat program. Kerjasama internal penting ketika PBNU melakukan ? MoU. “Misalnya MoU Fatayat NU kerjasama dengan Kemendikbud, tapi harus dinaungi oleh PBNU. Artinya MoU PBNU dengan lembaga lain yang terkait dengan perempuan, ya melibatkan Fatayat,” katanya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Makam Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Shautus Salam - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Shautus Salam

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Shautus Salam

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Anti Hoax, Pesantren Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa NTB Murokieb Usman mengatakan bahwa untuk pengamanan Munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang Pagar Nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU," katanya Selasa (21/11) malam, di Aula PWNU, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat TGH Taqiuddin Mansyur mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU 2017 seluruh anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa NTB wajib menjadi penjaga kehormatan para ulama yang hadir.

“Untuk itu Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa," ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa.

Pimpinan Pondok Pesantren Talimus Sibyan Bonder Lombok Tengah ini juga mengatakan bahwa keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU. 

Shautus Salam

Selanjutnya, TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa agar tetap rendah hati dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti. "Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota Pagar Nusa yang menjalankan tugasnya," tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa Athoilah Habib mengatakan, setiap kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari para ulama karena roh organisasi pencak silat NU itu bersumber dari barokah, doa, dan restu para ulama.

"Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru akhlaqul kharimah para ulama," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Makam, Ubudiyah, IMNU Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock