Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menunjukkan warna khas kalangan santri dalam mempraktikkan agama. Dalam diskusi publik yang digelar siang ini di Jakarta, Rabu (26/8), Kang Said menyebut kalangan santri memandang keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama di Nusantara sebagai sebuah fitrah dari Allah Yang Maha Kuasa.

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Dalam diskusi bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”, Kang Said mengatakan, “Islam Nusantara ini menjadi warna santri beragama sehari-hari tanpa perlu doktrin atau penataran apapun.”

Para santri diajari memahami kitab suci secara utuh. Mereka terlatih meneladani akhlaq para kiai yang menunjukkan sikap toleransi terhadap kehadiran pemeluk agama lain. “Ada atau tidak ada bom, para santri akan terus menunjukkan sikap moderat,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya 70 hadirin dari pelbagai lintas agama.

Shautus Salam

Tampak hadir sebagai narasumber lainnya Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Shautus Salam

Di hadapan narasumber dan para hadirin, Kang Said bercerita bagaimana kalangan santri bergaul dengan pemeluk agama lain mulai dari zaman Walisongo hingga santri di era sekarang. Ia juga memaparkan cara dakwah santri yang merujuk pada model dakwah Walisongo.

"Tidak pernah terbukti seorang santri NU memprovokasi massa untuk menyerang atau menggusur tempat ibadah pemeluk agama lain," ujar Kang Said.

Kang Said mengutip ayat Al-Quran yang berbunyi, "Seandainya Allah menghendaki, niscaya Ia menjadikanmu sebagai satu umat."

Sementara moderator diskusi Syafiq Alielha mengangkat sejumlah fenomena cara beragama yang cenderung ekstrem. “Di luar sana masih ada kelompok-kelompok beragama yang kurang menghayati nilai-nilai Pancasila,” ujar Syafiq yang kini diamanahkan sebagai Pemred Shautus Salam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kebijakan Full Day school (FDS) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terus menuai penolakan diberbagai daerah. Kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai kebijakan parsial dan tidak dikaji secara komprehensif.

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Kebijakan penerapan FDS tersebut memicu rencana aksi massa bersama seluruh Nahdliyin (warga NU) Provinsi Lampung untuk menuntut pencabutan Kepmendagri Nomor 23 tentang FDS. "Kita akan lakukan aksi bersama pada 23 Agustus 2017 di depan Gedung DPRD Provinsi," kata salah satu Inisiator aksi KH Basyaruddin Maisir, Sabtu (12/8).

Langkah ini, tambahnya, juga merupakan bentuk hasil kesepakatan pada pertemuan yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung pada Rabu (9/8) menyikapi instruksi PBNU tentang FDS yang harus ditaati, diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua level, termasuk lembaga dan Badan otonom.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Para Pengurus Wilayah, Cabang, Banom dan Lembaga tersebut juga disepakati beberapa poin terkait Kebijakan FDS.

Shautus Salam

Di antaranya, menurut Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Lampung ini, adalah kesepakatan bahwa NU Lampung akan melakukan ikhtiar untuk ikut memperjuangkan penolakan kebijakan FDS melalui berbagai upaya.?

"Aksi dilakukan secara damai, menggunakan etika NU, dan berakhlakul karimah," katanya.

Aksi juga, tambahnya, diikuti dengan upaya spiritual keagamaan seperti dzikir, wirid, yasinan dan doa bersama yang terus dilakukan warga NU untuk menolak kebijakan FDS.

NU Lampung juga ? akan membentuk tim yang diberikan amanah untuk mengkoordinasikan seluruh langkah yang akan ditempuh dalam rangka menindaklanjuti instruksi PBNU.

"Tim ini akan berkoordinasi dengan semua institusi NU termasuk Lembaga maupun Badan otonom untuk melakukan langkah efektif dalam rencana aksi ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Tokoh Shautus Salam

Jumat, 09 Februari 2018

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi

Jakarta, Shautus Salam

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mendorong Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) beserta Pusat Koperasi An-Nisa (Puskopan) yang berada di bawahnya untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas untuk menghadapi persaingan pasar yang kian ketat.

Ia menekankan Inkopan untuk memiliki perhatian lebih pada aspek bisnis yang selama ini cenderung tidak maksimal. Padahal, dari segi jumlah massa Muslimat NU, potensi yang bisa digarap sangatlah besar. Forum-forum keagamaan di lingkungan organisasi kaum ibu ini juga amat banyak.

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi

“Majelis taklim adalah market yang luar biasa yang kita biarkan bertahun-tahun,” ujarnya memberi semangat saat membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Tahun Buku Tahun 2015 yang digelar di Hotel Bintang, Jakarta, Kamis (26/5). Forum bertema “Penguatan Kelembagaan dan Pelayanan Koperasi dalam Mencapai Kesejahteraan Anggota” ini berlangsung hingga hari ini, Jumat (27/5).

Shautus Salam

Ia mengibaratkan potensi yang besar itu seperti banjir bandang yang hanya diwadahi dengan mangkok kecil sehingga banyak potensi yang terbuang sia-sia. Apalagi, menurut Khofifah, koperasi sebagai salah satu lembaga non-bank yang diberi kewenangan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) hanya dibebani bungan 9 persen.

“Tahun depan bisa lebih rendah lagi, tujuh persen. Kalau Sembilan persen saja enggak bisa produktif berarti tanda Tanya kepada diri kita sendiri,” ujarnya di hadapan para delegasi peserta RAT dari pengurus Inkopan serta sembilan Pusat Koperasi An-Nisa (Puskopan) antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Shautus Salam

Khofifah yang juga ketua pengawas Inkopan juga mendorong kaum ibu Muslimat NU untuk introspeksi diri. Ia memuji kejujuran dan keikhlasan anggota Muslimat NU, meski di sisi lain aspek profesionalisme sering terabaikan. Menurutnya, perlu ada upaya mematangkan perencanaan dan target yang terukur. “Ikhlas itu penting. Jujur itu wajib. Profesional lebih wajib lagi,” ujar Menteri Sosial RI ini.

Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Inkopan Anna Mu’awanah. Turut mengisi acara Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Mohammad Sukri, serta perwakilan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia

Jakarta, Shautus Salam. Di era digital, di masa segalanya terkoneksi secara online, semua orang semakin mudah dalam berinteraksi dan bertransaksi. Ketua sekaligus Direktur Utama NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda, mengungkapkan bahwasanya saat ini semuanya sudah beralih secara online.

“Semuanya sudah online. Zaman sekarang orang tidak repot-repot lagi buat belanja. Kini bisa dilakukan secara online, misalnya lewat Tokopedia,” tutur Syamsul Huda dalam rapat Program Kurban 2017 dengan Tokopedia, Rabu (2/8).

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia

Pada rapat yang dilaksanakan di kantor baru Tokopedia, Ciputra World lantai 50, Jakarta Selatan tersebut Syamsul menyatakan, kerja sama ini baik sekali untuk memudahkan para pekurban.

“Semoga dengan kerjasama (program kurban, Red.) ini semakin banyak orang yang mampu berkurban dapat menunaikan kurbannya,” harap Syamsul.

Shautus Salam

Sementara itu perwakilan dari Tokopedia, Adega, menjelaskan bahwa kerjasama Program Kurban 2017 ini selain bertujuan untuk memudahkan pekurban juga untuk menjaring lebih banyak orang untuk berkurban.

“Project ini adalah tahun yang ketiga. Dan sekarang hadir lembaga dari NU, yang tentunya punya jaringan luas. Seperti apa yang disampaikan Pak Syamsul, kami dari Tokopedia juga berharap semoga makin banyak yang semangat menjalankan ibadah kurban,” papar Adega, PIC Program Kurban tahun ini.

Shautus Salam

Adega juga menyampaikan, Program Kurban ini akan diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2017, dengan menggunakan platform www.tokopedia.com/kurban.

“Ya, 7 Agustus semoga bisa launching. Karena, campaign ini memang harus dimulai jauh-jauh hari sebelum perayaan Idul Adha,” kata Adega.

Pada kesempatan siang hari itu, hadir juga Slamet Tuharie selaku Direktur Penyaluran dan Pendayagunaan NU Care-LAZISNU. Sedangkan dari Tokopedia hadir Dini Anindita di bagian Merchant Development dan Karina yang juga PIC Program Kurban 2017. (Wahyu Noerhadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

Madrasah Didorong Kuatkan "Tafaqquh fid Din"

Mataram, Shautus Salam. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud berharap madrasah mampu menghasilkan out put pendidikan umum yang berkualitas sebagaimana tuntutan pada sekolah. Serta menghasilkan out put pendidikan agama Islam lebih mendalam yang mewarnai alumninya.

Madrasah Didorong Kuatkan Tafaqquh fid Din (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Didorong Kuatkan Tafaqquh fid Din (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Didorong Kuatkan "Tafaqquh fid Din"

“Madrasah harus terus mendorong kreativitas, mengedepankan problem solving, dengan tetap menguatkan tafaqquh fi al-din sebagai jati diri madrasah. Itu yang penting,” tandas Abdurrahman Mas’ud saat membuka Workshop “Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah” yang dihelat di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/05).

Dilihat secara historis, kata dia, madrasah merupakan satuan pendidikan dasar dan menengah yang mengemban misi dakwah untuk menyebarkan agama Islam di masyarakat. Misi ini tentu sangat mulia dan perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan. Secara sosiologis, identitas madrasah sebagai tempat pendidikan agama Islam juga telah melekat kuat dan menjadi karakter serta jati diri madrasah itu sendiri.

Shautus Salam

“Pendidikan agama Islam dapat dikatakan sebagai jantungnya pendidikan madrasah. Satuan pendidikan madrasah tanpa adanya misi pengembangan? pendidikan agama Islam bukan lagi disebut madrasah,” tandas pria lulusan Madrasah Qudsiyyah Kudus ini.

Shautus Salam

Karena itu, lanjut Abdurrahman Mas’ud, meski pada perkembangan sejarah dewasa ini satuan pendidikan madrasah identik dengan sekolah umum, dan mata pelajaran agama Islam secara kuantitas tidak lagi dominan, karakter pendidikan agama Islam pada madrasah harus terus dikembangkan dan diperkuat secara kualitas. “Pendidikan agama Islam harus tetap dalam kondisi prima,” tegasnya.

Dalam rilis yang diterima Shautus Salam, Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Hamdar Arraiyyah mengatakan workshop dilaksanakan di NTB lantaran melihat jumlah madrasah yang lebih banyak dibanding provinsi lainnya. “Kami memandang NTB lebih tepat dijadikan tempat workshop karena banyak madrasah di sini,” ujar Hamdar.

Bagi dia, workshop ini berfungsi sebagai wahana pertemuan pejabat pusat Balitbang dan Diklat dengan Pemerintah Daerah setempat. Hamdar juga menyatakan pentingnya membangun kerjasama Kemenag dan Pemprov dalam mengembangkan madrasah. “Kerjasama yang kuat akan semakin memantapkan peran pendidikan demi menjawab tantangan masyarakat kekinian,” terangnya.

Senada dengan Hamdar, Kabid Litbang Pendidikan Formal Nuruddin menambahkan penting acara tersebut bagi perkembangan Teaching Learning Process di madrasah. “Peserta telah menyusun makalah inovasi pembelajaran pada masing-masing madrasah sesuai tipologi sehingga workshop akan menghasilkan model yang bisa diterapkan di berbagai madrasah” ungkap Nuruddin.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kanwil Kemenag NTB H Sulaiman Hamid beserta jajarannya, dan Wakil Rektor IAIN Mataram. Peserta workshop terdiri dari guru-guru PAI Madrasah Aliyah, para kepala madrasah, serta pengawas terpilih se-NTB. Workshop yang dihelat di Hotel Lombok Plaza Cakranegara tersebut diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu 28-30 Mei 2015. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Mengingat bahwa di era modern ini mobilitas seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim, memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting. Hal ini untuk tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas.

Di masyarakat kita, sembahyang dhuha adalah salah satu amalan yang banyak dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Pertanyaannya, bagaimana melakukan shalat-shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam suatu riwayat dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Shautus Salam

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tapi warga tersebut, yang dalam Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani adalah saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabi’in, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat,”

“Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik.

Dari dua riwayat ini, kasus bapak sepuh yang ditemui Jumari tadi menemui maksudnya. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja.

Untuk menjaga keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan semisal Anda ingin sembahyang saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Doa, RMI NU Shautus Salam

Selasa, 09 Januari 2018

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

Kuningan, Shautus Salam. Hingga saat ini terdapat 32 ribu lebih desa tertinggal di 134 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di desa yang masuk kategori itu, rata-rata tingkat kemiskinan dan penganggurannya tinggi, sementara derajat pendidikan, derajat kesehatan, dan lainnya rendah.

Demikian diungkapkan Menteri Negara (Meneg) Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Kalimati Kec. Japara Kab. Kuningan, Selasa (28/11) kemarin.

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

“Untuk mengentaskan kemiskinan tidak ada cara lain kecuali harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Menurut Syaifullah, kecenderungan orang miskin di Indonesia saat ini persentasenya terus meningkat. Padahal, pada tahun 1960-an persentasenya hanya 40 persen. Pada tahun selanjutnya sampai dengan menjelang reformasi tinggal 11 persen. Namun, pada tahun 1997/1998 justru trennya meningkat. Oleh karenanya perlu kerja keras semua pihak agar persentase kemiskinan itu menjadi menurun.

Disebutkan, sesuai hasil identifikasi Kementrian PDT, sebanyak 51persen yang diperlukan masyarakat kita adalah pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur perdesaan. Seperti pembangunan jalan, jembatan, pelayanan listrik, pelayanan air bersih, telefon, pasar perbankan dan lainnya merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan untuk daerah tertinggal perlu diberikan banyak program atau kebijakan, tetapi untuk daerah maju pun tetap dikasih, namun tidak sebanyak daerah tertinggal. Diharapkan yang tertinggal secara bertahap akan mampu mengejar ketertinggalannya hingga minimal mampu menyamai daerah yang sudah maju. “Jangankan di Indonesia, di negara-negara lain pun selalu ada yang tertinggal dalam sebuah proses pembangunan,” ujarnya.

Shautus Salam

Diakui Syaifullah, untuk pembangunan infrastruktur desa yang merupakan lanjutan dari program 2006 pada tahun 2007 mendatang nilainya sekira 500 miliar rupiah lebih. Alokasi untuk desa tertinggal yang semula hanya 2.000 desa ada kenaikan sebanyak 200 desa. Desa-desa tersebut dibantu secara bertahap, anggarannya semua budgetter, karena harus dari APBN.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengakui, pada saat ini di Kuningan masih terdapat 99 (26,59%) desa tertinggal. Dengan rincian 83 buah di daerah perdesaan dan 16 buah di wilayah perkotaan. (gpa/pr)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock