Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim

Jombang, Shautus Salam. Sebanyak 1000 takjil untuk berbuka puasa dibagikan puluhan pemuda dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPDI) Filadelfia Sejahtera Jombang, bersama jaringan GusDurian Jawa Timur. Pembagian takjil untuk umat muslim di kota santri ini dilakukan di Jl Jl Wahid Hasyim kota setempat, Selasa (6/6).

Pembagian takjil itu tak ayal menjadi tontonan dan rebutan pengguna jalan yang lewat, satu persatu pengguna jalan mendapatkan jatah. Bahkan, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi juga mendatanginya untuk memperoleh makanan itu.

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim

Ronal Afero Saraghi, Inisiator kegiatan dari GSPDI Jombang mengatakan, pembagian takjil itu dilakukan sebagai bentuk penguatan arti toleransi di kota santri.

“Saat ini di Indonesia masih saja riuh soal intoleransi. Tapi bagi kami sebagai anak bangsa, meskipun berbeda dalam agama, harus tetap saling toleran. Makanya, ikhlas bagi kami berbagi kepada sesame seperti ini,” uajrnya ditemui dilokasi.

Kegiatan pembagian takjil, dikatakan Ronal Saraghi juga untuk mengajak pemuda dan remaja GSPDI untuk menanam nilai-nilai kebangsaan dalam perbedaan. Bahwa generasi bangsa harus saling menjaga kebersamaan.

Shautus Salam

“Saya sangat beruntung, ini disambut baik oleh teman-teman. Dan ternyata antusiasme masyarakat juga luar biasa. Ini yang membuat kami senang,” tandasnya.

Usai membagi takjil, mereka kemudian berbuka puasa bersama di GSPDI Jl Buya Hamka Kecamatan Jombang. Baik yang muslim maupun non-muslim yang ikut dalam kegiatan tersebut. Meski sempat berbeda waktu sedikit antara muslim yang lebih awal berbuka puasa, tapi yang non-muslim dengan rukun menemani.?

“Kami juga berpuasa hari ini, dan ini sesuai ajaran di kami, tapi waktu berbuka tepat pukul 18.00 WIB. Kalau teman-teman berbukanya sekitar pukul 17.25 WIB,” pungkasnya. (Muslim Abdurrahman) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Jumat, 23 Februari 2018

Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir

Kairo, Shautus Salam. Usai mengahadiri Konferensi Internasional di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj beserta rombongan melakukan ziarah ke makam para sahabat, tabiin, tabiit-tabiin dan ulama. Di antaranya ziarah ke makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib di kawasan Old Kairo.?

"Ayo kita tahlil," ajak Kiai Said ketika berada di pintu masuk makam Sayyidina Husain.?

Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir

Tahlil dengan bacaan khas Indonesia pun berkumandang. Kiai Said memimpin langsung bacaan tahlil. Suasana khusyuk tercipta hingga tahlil usai. Kiai Said kemudian memberikan sedikit nasihat kepada para mahasiswa NU yang mengikuti ziarah.

"Kalian harus membiasakan ziarah ke makam, langsung mendatangi makamnya meski didoakan dari rumah juga sampai ke ahli kubur. Karena kita ini NU," kata pengasuh Pesantren Ats Tsaqofah Ciganjur ini.

Setelah tahlil di makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib, Kiai Said mengajak untuk ziarah ke makam Ibn Athaillah as-Sakandari. Sufi besar ini sangat mempengaruhi Kiai Said Aqil di samping Syaikh as-Syadzili.

Shautus Salam

"Masih ada waktu, kita ke makam Syaikh Ibn Athaillah," kata Kiai Said usai meninggalkan makam Sayyidina Husain.

Selesai tahlil di makam Syaikh Ibn Athaillah, Kiai Said Aqil kembali mengingatkan pentingnya ziarah kubur. Di samping itu, ia juga menyinggung kehidupan Syaikh Ibn Athaillah.?

"Ilmu yang tinggi, luas wawasan itu tidak ada artinya saat seseorang tidak mampu menghadirkan kekhusyukan di dalam hatinya," ujar Kiai Said Aqil.?

Shautus Salam

Karena itu, imbuh Kiai Said, sejak dini hati manusia harus dilatih agar selalu berzikir kepada Allah.

"Menjadikan hati kita khusyuk tempat bersemayamnya Allah," tutur Kiai Said Aqil. Berikutnya rombongan menju ke ke makam Imam Waqi. (Dhamiry Alghazaly/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Rabu, 21 Februari 2018

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Mimika, Shautus Salam 

Kepedulian warga NU Kampung Mulia Kencana atas nasib warga Rohingnya diwujudkan dengan Istighatsah Sabtu malam, 10 September 2017. Jamaah putra putri dan remaja masjid hadir di acara ini yang digelar selepas Shalat Isya.

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Ketua Takmir masjid At-Taubah Kampung Mulia Kencana, Syafiuddin mengajak jamaah untuk aktif dalam kegiatan seperti shalat berjamaah serta Istighatsah seperti. 

"Tentu kita harap kegiatan ini bisa berjalan terus sekaligus kita doakan warga Rohingnya lewat Istighatsah ini. Kita tunjukkan rasa persaudaraan kita sesama muslim, " lanjutnya

Acara dilanjutkan dengan penjelasan program Istighatsah An-Nahdliyyah ini oleh Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso. 

"Majelis Istighatsah ini adalah wadah kita untuk seribu hajat dan masalah. Yang punya hajat khusus, misalnya syukuran panen, bisa memanfaatkan majelis istighatsah ini untuk hajat tersebut. Jadi tidak perlu mengundang khusus, namun digabungkan dengan istighatsah," demikian penjelasannya

Shautus Salam

Ust. Hasyim Asyari, sebelum istighatsah menyampaikan bahwa dzikir itu bisa menghilangkan kemunafikan serta benteng dari godaan setan. 

"Setan itu akan mengkerut jika kita dzikir. Awalnya berat karena setan masih besar, namun harus dipaksa dzikir agar terlindung dari setan," urainya. 

Acara dilanjutkan dengan istighatsah dengan menyampaikan niat masing-masing serta doa untuk Rohingnya.

Shautus Salam

Hadir dalam acara itu sesepuh kampung, H Ahmadun, Azhari, dan Suhaemi. Acara ditutup dengan jajanan khas Kampung Mulia Kencana, dan menu makan besar urap. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

Jakarta, Shautus Salam. Penasihat Menteri Besar Selangor, Malaysia, Khlaid Jaafar memuji Nahdlatul Ulama, juga pesantren, sebagai elemen di masyarakat yang setia mengembangkan turats (tradisi) keilmuan ulama klasik. Usaha ini ia nilai telah berhasil melahirkan kader-kader yang andal dalam pengetahuan Islam.

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

“Ramai anak-anak keluaran pesantren belajar ke malaysia dan ternyata mereka lebih menguasai bahasa Arab, nahwu, sharaf, dibanding dengan (pelajar) Malaysia, bahkan dengan yang sudah graduate pun, pegangan nahwu sharafnya (anak pesatren) jauh lebih kuat; hafalannya, Matan Ajurumiyah-nya. Lebih mantab,” katanya.

Khlaid Jaafar menyampaikan hal itu di sela kunjungannya ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12). Kedatangannya disambut hangat Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Shautus Salam

Dalam pertemuan tersebut, ia juga menceritakan bahwa madrasah dan pesantren di Malaysia diambang kematian lantaran sistem pendidikan nasional di sana yang membuat banyak pelajar beralih ke sekolah pemerintah.

Shautus Salam

Sebagai sama-sama rumpun Melayu, mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mengembangkan Islam Nusantara. Ia menilai Malaysia membutuhkan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana dianut NU yang setia terhadap tradisi dan menjunjung tinggi prinsip tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi).

Dia juga mengatakan adanya aliran ekstrem yang masuk ke Malaysia, dan mulai mengusik keharmonisan di Tanah Melayu itu. Para pendahwahnya, ungkap Khalid, bahkan telah dididik piawai bahasa Inggris untuk menjangkau kalangan lebih luas.

KH Said Aqil Siroj juga menjelaskan kondisi kehidupan Islam di Indonesia. Menurutnya, ekstremisme yang berujung pada kekerasan fisik dan pengrusakan rumah ibadah di Indonesia terjadi belakangan saja, seiring dengan meningkatnya paham-paham intoleran yang masuk.

“Dulu aman-aman saja. Syiah, Ahmadiyah, itu di Indonesia sudah sangat lama. Tapi belakangannya saja mereka diganggu,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Berita, Ahlussunnah Shautus Salam

Senin, 05 Februari 2018

PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung

Sukoharjo, Shautus Salam. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas peduli korban letusan Gunung Sinabung Sumatera Utara. Aksi ini digelar selama dua hari di sekitar perempatan Kartasura Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/1).

Menurut Koordinator Lapangan aksi solidaritas, David Zainudin, kegiatan ini merupakan wujud rasa empati kepada sesama manusia yang sedang terkena musibah.

PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung

“Apalagi PMII, sebagai organisasi mahasiswa yang dikenal sebagai pembela kaum mustadlafin. Hati kami tergerak untuk bisa meringankan beban sesama,” kata Sekretaris Pengurus Cabang (PC) PMII Sukoharjo itu.

Shautus Salam

David menambahkan, aksi dilaksanakan dengan cara penggalangan dana. Dengan mengerahkan sejumlah kader PMII di tempat strategis, diharapkan mereka dapat menghimpun dana dari para pengguna jalan yang lewat. Dana tersebut, nantinya akan disumbangkan untuk para korban letusan Gunung Sinabung.

Shautus Salam

“Selama dua hari, mulai dari Jumat kemarin, terkumpul dana Rp. 3.300.000. Nanti akan dikirim melalui sahabat-sahabat PMII Sumatera Utara,” ungkapnya.

Akibat letusan Gunung Sinabung ini memang mengakibatkan banyak yang menjadi korban. Sampai saat ini,  seperti yang banyak diberitakan di media, akibat letusan dan awan panas, memaksa sedikitnya 26.000 orang untuk dievakuasi, dari daerah sekitarnya dan tinggal di tempat penampungan sementara. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur menunjuk Lamongan sebagai tuan rumah workshop Deradikalisasi Agama, Ahad (27/9). Tak kurang dari 180 pengurus cabang GP Ansor Lamongan dan anak cabang sekabupaten Lamongan hadir di Aula Sabha Dyaksa Pemkan Lamongan.

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Workshop ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan Pergub Jawa Timur Nomor 51 Tahun 2014 tentang larangan keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Timur. Peraturan Gubernur ini merupakan hasil keputusan rapat yang melibatkan pelbagai ormas Islam dan perguruan tinggi yang mendukung Pemda setempat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Syafi’i, Bashori, dan Muslikh dari GP Ansor Jatim yang dibentuk untuk mengawal agenda workshop ini.

Shautus Salam

“Di Lamongan, banyak embrio gerakan radikal, perlu Ansor untuk melakukan tindakan prefentif kepada anggota dan masyarakat, agar tidak ikut terlibat dalam gerakan radikal,” terang Ahmad Syafi’i.

Langkah konkritnya, menurut Bashori, Ansor dan Banser harus dekat dengan masjid dan mushalla. Dekat dalam artian, bisa menyemaikan benih-benih ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah di level akar rumput lengkap dengan segala ritus dan amaliyahnya.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya penyadaran lewat sosialisasi dan gerakan.

“Bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Islam yang tidak keras, tapi tak lantas jadi penakut. Tidak lembek, namun tak lantas jadi arogan. Hingga Islam benar-benar bisa menjadi rahmat bagi alam, bagi semuanya,” tegasnya.

Menurut anggota Tim Akreditasi GP Ansor Jatim Safriel Syafa’, internal Ansor sendiri harus melakukan penguatan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. “Untuk itulah Ansor akan mengadakan evaluasi dan akreditasi tiap enam bulan sekali,” kata Safriel. (Amin Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Syariah, Berita Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Tangerang Selatan, Shautus Salam. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penghinaan atau penistaan agama Islam. Mulai dari politisi, publik figur, selebritis, hingga komika dilaporkan sekelompok umat Islam karena dianggap telah menistakan Islam. Apakah mereka memang benar-benar telah menistakan Islam? 

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menilai, umat Islam Indonesia saat ini mengalami keberagamaan yang terlalu sensitif. 

“Sensitif yang terlalu berlebihan,” kata Rumadi kepada Shautus Salam di Tangerang Selatan, Rabu (10/1).

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Menurut Rumadi, efek dari sikap sensitif yang berlebihan dalam beragama diantaranya adalah mudah tersinggung, marah, reaksioner, menyerang siapa saja yang berbeda dengan pemahamannya, dan lain sebagainya. Sehingga hal itu menyebabkan ruang sosial menjadi sangat terbatasi. 

Shautus Salam

“Tidak ada ruang dimana dulu orang bisa bercanda, ruang orang untuk berbeda pendapat itu semakin sempit,” jelasnya.

“Jadi candaan, berbeda pendapat kemudian dianggap menistakan agama dan dilaporkan polisi. Menurut ku, itu gelaja over sensitif yang gak sehat, ” lanjutnya.

Shautus Salam

Rumadi menyebutkan, sebaiknya umat Islam menyikapi segala sesuatu dengan wajar dan seimbang. Kalau seandainya orang tersebut tidak memiliki niatan untuk menistakan Islam seperti merusak simbol-simbol kesucian Islam, maka hal itu tidak perlu disikapi dengan berlebihan.  

“Tidak usah terlalu berlebihan. Yang wajar-wajar saja,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Sholawat Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock