Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Subang, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Subang menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Kecamatan Bershalawat”. Kegiatan yang didukung oleh PT Jarum ini merupakan salah satu program dari Pimpinan Pusat GP Ansor yang terbagi dalam beberapa zona dan wilayah di Jawa Barat.

Kegiatan diadakan di halaman Masjid Jami’ Al-Mukhlishin, Pamanukan, Subang, Ahad (22/4) lalu, yang dihadiri oleh ribuan ja’maah. Selain menggemakan Shalawat, kegiatan ini diisi oleh beberapa bakti sosial diantaranya pengobatan gratis, pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan penanaman 1000 pohon.

GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Subang, Ojang Sohandi, Ketua Tanfidziyah PCNU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, Anggota DPRD Subang, Mimin Hermawan dari Fraksi Golkar dan Satibi dari Fraksi Demokrat, dan tampil sebagai penceramah Ketua Majelis Dzikir Pimpinan Pusat GP Ansor, KH. M. Faris Fuad Hasyim yang juga sebagai Pengasuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon. 

Shautus Salam

Menurut Ketua PC GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata, kegiatan Kecamatan Bershalawat ini merupakan sebagai langkah dan upaya penyadaran kepada masyarakat bahwa dengan barokah bershalawat segala bentuk permasalahan akan terpecahkan, termasuk permasalahan yang menyangkut hubungan kerukunan ummat beragama. 

“Shalawat adalah do’a. mudah-mudahan dengan kita bershalawat kita semua bisa terhindar dari apa yang tidak kita inginkan. Selain itu juga, shalawatan adalah ciri khas dari Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sebagai organisasi yang lahir dari rahim NU, sudah menjadi kewajiban GP Ansor harus mempertahankan dan mengembangkan tradisi tersebut,” papar Asep. 

Shautus Salam

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC NU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, bahawa Shalawat merupakan sebuah kewajiban yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an. 

"Allah sudah mewajibkan kepada Ummat Islam untuk memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, NU akan tetap melestarikan tradisi Shalawatan walaupun banyak faham-faham yang menentang tradisi tersebut,” ungkapnya. 

Sementara Bupati Subang, Ojang Sohandi mengatakan kegiatan sholawat akbar ini merupakan cara yang digunakan orang terdahulu untuk menyebarkan agama Islam juga mengajarkan toleransi dan gotong royong dalam umat beragama.

"Seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo, mereka bisa berhasil menyebarkan Agama Islam tanpa harus perang maupun perpecahan, namun justru toleransi dan rasa gotong royong yang terbangun dalam perbedaan,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nasihul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Sholawat, Pendidikan Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

Tanggamus, Shautus Salam. Menghadapi era perubahan zaman saat ini, para santri harus membuka diri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi untuk kemaslahatan diri dan orang lain. Hal-hal yang positif harus diadopsi dengan baik serta tidak meninggalkan yang lama dan yang masih relevan.

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)
Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

"Santri harus membuka diri tapi jangan larut dengan modernisasi. Santri juga jangan fobia modernisasi," Demikian pesan Plt. Bupati Tanggamus Samsul Hadi saat memberikan sambutan pada Haflah At Tasyakkur Lil Ikhtitam API Pondok Pesantren Darul Ulum Margoyoso Kecamatan Sumberejo Tanggamus, Kamis (27/4).

Plt. Bupati yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus ini mengingatkan para santri dengan prinsip yang sangat masyhur dikalangan nahdliyyin yaitu Almuhafadzatul Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

"Mari Pertahankan tradisi yang memberikan manfaat dan yang baik serta ambillah sesuatu yang baru dan yang baik pula," katanya sembari mengingatkan pula bahwa santri dan pesantren adalah pelopor contoh yang baik bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Marzuki Amin yang juga hadir pada kesempatan tersebut bahwa selama ini para santri dapat menjadi sosok pioner yang berperan penting dalam mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah ditengah-tengah masyarakat.

Shautus Salam

Mengutip pernyataan Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi, Ia mengatakan bahwa santri alumni pondok pesantrenlah yang selama ini memiliki komitmen ikhlas dalam mempertahankan dan merawat Jamaah serta Jamiyyah NU.

Shautus Salam

"Para santrilah yang ulet ngurusi NU. Anak-anak pesantrenlah yang ngurusi jamaah dari kota sampai plosok-plosok untuk terus mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah," ungkapnya.

Ia berharap seraya mendoakan agar seluruh santri khususnya di Pondok Pesantren Darul Ulum dapat dengan istiqomah menuntut ilmu sehingga dapat terus memberikan manfaat untuk ummat.

"Mari bareng-bareng doakan mereka di pesantren ini. Di sinilah tempat penggodokan NU masa depan. Merekalah yang menjadi harapan kita untuk meneruskan masa depan NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Syariah, Sholawat Shautus Salam

Kamis, 15 Februari 2018

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Jepara, Shautus Salam



PAC GP Ansor Mlonggo Jepara bekerja sama dengan Bakesbangpol Jepara menyelenggarakan “Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pemuda dan Masyarakat” di aula gedung MWCNU Mlonggo, Rabu (30/8) pagi. 

Kegiatan itu menghadirkan dua pembicara yaitu Drs Wahyu Anggono dari DKK Jepara dan AKP Hendro A, Kasat Narkoba Polres Jepara itu dihadiri. 

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Ratusan peserta yang hadir terdiri murid SMA sedejarat se-kecamatan Mlonggo, perwakilan IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat dan masyarakat umum. Kepala Kesbangpol Jepara, Mulyaji juga menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut. 

Ketua PAC GP Ansor Mlonggo, Ainul Mahfudh mengatakan kegiatan bertujuan memberikan edukasi untuk pemuda tentang bahaya narkoba. 

“Narkoba lebih berbahaya daripada bencana dengan efeknya jangka panjang. Karenanya mesti ditanggulangi sejak dini. Ingat, generasi emas mendatang harus terhindar dari narkoba,” tandasnya di sela-sela kegiatan. 

Shautus Salam

Perlu diketahui dulu Indonesia hanya sebagai transit narkoba. Tetapi sekarang menjadi salah satu potensi pasar. Begitu juga kabupaten Jepara.

Jepara, tegas Ainul lulusan Unisnu Jepara itu, masuk kota pinggiran. Tetapi pihaknya menggarisbawahi bahwa kota kelahiran R.A. Kartini pernah terjadi kasus besar narkoba yakni tahun 2011 dan 2016. Sehingga ia menyebut meski kabupaten kecil tetapi menjadi salah satu target penyebaran narkoba. 

Maka dari itu peran serta dari masyarakat dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran sangat dibutuhkan. 

“Di samping itu juga pentingnya moralitas masyarakat dengan mengedepan pendidikan agama. Masyarakat yang punya moralitas akan tahu kalo narkoba jelas di agama yang dianutnya,” tambahnya. 

Shautus Salam

Salah satu narasumber dari DKK, Wahyu Anggono menjelaskan cara menghadapi orang yang kecanduan alkohol. “Pertama niat pengen sembuh atau tidak?” Jawab Wahyu menjawab pertanyaan Nasruddin Latif, Wakil Ketua PAC GP Ansor Mlonggo dalam sesi tanya jawab. 

Kedua, lanjutan jawabannya menjauhkan pergaulan yang negatif. Terakhir, hindarkan botol-botol miras di sekitar rumah pecandu. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Hadits Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Sukabumi,Shautus Salam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Kecamatan Bershalawat Nabi di alun-alun Masjid Agung Palabuhan Ratu, Senin (12/6) dengan tema "Anugerah Alam, Anugerah Shalawat".

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Kegiatan yang disponsori Djarum Coklat tersebut juga menggelar buka puasa bersama dengan warga, para kiai, santri Palabuhan Ratu, bakti sosial berupa santunan anak yatim dan dhuafa, serta ceramah.

Ketua Pjs PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Nurodin, mengatakan, pemuda NU bekerja sama dengan Djarum Coklat berikhtiar mewujudkan bangsa yang hidup rukun, damai dan toleran di tengah-tengah masyarakat

Shautus Salam

“Tentunya GP Ansor harus menjadi solusi dalam menghadapi cobaan yang menimpa bangsa ini,” katanya.

Shautus Salam

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran itu, menurut Nurodin, diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperkuat Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang rahmatan lil alamin.

“Di usia menginjak 84 tahun, GP Ansor hadir di Indonesia sebagai pengawal Islam kebangsaan Islam rahmatan lil alamin yang selalu menjaga NKRI,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dimeriahkan tim hadrah Rijalul Ansor Kabupaten Sukabumi dan tausyiah oleh KH Misbahuddin, dan juga doa tutup Rais Syuriah MWC NU yang juga Ketua MUI Kecamatan Palabuhan Ratu KH Useh Ahmad Ahwasi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Quote Shautus Salam

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur menunjuk Lamongan sebagai tuan rumah workshop Deradikalisasi Agama, Ahad (27/9). Tak kurang dari 180 pengurus cabang GP Ansor Lamongan dan anak cabang sekabupaten Lamongan hadir di Aula Sabha Dyaksa Pemkan Lamongan.

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Workshop ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan Pergub Jawa Timur Nomor 51 Tahun 2014 tentang larangan keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Timur. Peraturan Gubernur ini merupakan hasil keputusan rapat yang melibatkan pelbagai ormas Islam dan perguruan tinggi yang mendukung Pemda setempat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Syafi’i, Bashori, dan Muslikh dari GP Ansor Jatim yang dibentuk untuk mengawal agenda workshop ini.

Shautus Salam

“Di Lamongan, banyak embrio gerakan radikal, perlu Ansor untuk melakukan tindakan prefentif kepada anggota dan masyarakat, agar tidak ikut terlibat dalam gerakan radikal,” terang Ahmad Syafi’i.

Langkah konkritnya, menurut Bashori, Ansor dan Banser harus dekat dengan masjid dan mushalla. Dekat dalam artian, bisa menyemaikan benih-benih ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah di level akar rumput lengkap dengan segala ritus dan amaliyahnya.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya penyadaran lewat sosialisasi dan gerakan.

“Bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Islam yang tidak keras, tapi tak lantas jadi penakut. Tidak lembek, namun tak lantas jadi arogan. Hingga Islam benar-benar bisa menjadi rahmat bagi alam, bagi semuanya,” tegasnya.

Menurut anggota Tim Akreditasi GP Ansor Jatim Safriel Syafa’, internal Ansor sendiri harus melakukan penguatan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. “Untuk itulah Ansor akan mengadakan evaluasi dan akreditasi tiap enam bulan sekali,” kata Safriel. (Amin Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Syariah, Berita Shautus Salam

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal

Sukoharjo, Shautus Salam. Untuk mensukseskan program dan proses kaderisasi, PKC PMII Jawa Tengah menggelar Pelatihan Instruktur di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Kartasura Sukoharjo, Senin-Selasa (4-5/12). Selama dua hari tersebut, 60 peserta dari 17 cabang mengikuti sejumlah materi yang disiapkan panitia.

Panitia Training of Instructure (ToI) Firdausul Ulya menjelaskan, kegiatan bertema “Peran Instruktur dalam Meneguhkan Ideologi Gerakan” tersebut sebagai wujud usaha PMII Jateng dalam mengawal proses kaderisasi di daerah.

PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal

“Penyelenggaraan ini yang perdana. Kita harapkan sekembalinya dari pelatihan, para peserta dapat lebih maksimal dalam mengawal kaderisasi di daerah masing-masing,” terang Firdausul di sela acara.

Ditambahkan Firdausul, sebelum dimulainya kegiatan, para calon peserta terlebih dahulu mengikuti sejumlah tes untuk mengukur pemahaman serta pengetahuan mereka, khususnya di bidang kaderisasi.

Shautus Salam

“Kemudian setelah diberikan materi, ada tes lagi untuk menilai kelayakan mereka menjadi seorang instruktur, baik dari segi kapasitas pengetahuan, personal, dan sosial,” jelasnya.

Selain, kegiatan pelatihan isntruktur, di waktu yang hampir bersamaan, PKC PMII juga menyelenggarakan kegiatan FGD tentang “Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Untuk Kesejahteraan Rakyat” di salah satu hotel di Kota Solo bekerjasama dengan Kesbangpol Jateng. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Sholawat Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Tangerang Selatan, Shautus Salam. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penghinaan atau penistaan agama Islam. Mulai dari politisi, publik figur, selebritis, hingga komika dilaporkan sekelompok umat Islam karena dianggap telah menistakan Islam. Apakah mereka memang benar-benar telah menistakan Islam? 

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menilai, umat Islam Indonesia saat ini mengalami keberagamaan yang terlalu sensitif. 

“Sensitif yang terlalu berlebihan,” kata Rumadi kepada Shautus Salam di Tangerang Selatan, Rabu (10/1).

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Menurut Rumadi, efek dari sikap sensitif yang berlebihan dalam beragama diantaranya adalah mudah tersinggung, marah, reaksioner, menyerang siapa saja yang berbeda dengan pemahamannya, dan lain sebagainya. Sehingga hal itu menyebabkan ruang sosial menjadi sangat terbatasi. 

Shautus Salam

“Tidak ada ruang dimana dulu orang bisa bercanda, ruang orang untuk berbeda pendapat itu semakin sempit,” jelasnya.

“Jadi candaan, berbeda pendapat kemudian dianggap menistakan agama dan dilaporkan polisi. Menurut ku, itu gelaja over sensitif yang gak sehat, ” lanjutnya.

Shautus Salam

Rumadi menyebutkan, sebaiknya umat Islam menyikapi segala sesuatu dengan wajar dan seimbang. Kalau seandainya orang tersebut tidak memiliki niatan untuk menistakan Islam seperti merusak simbol-simbol kesucian Islam, maka hal itu tidak perlu disikapi dengan berlebihan.  

“Tidak usah terlalu berlebihan. Yang wajar-wajar saja,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Sholawat Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock