Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Krisis Akhlaq, Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Semakin Relevan

Demak, Shautus Salam. Dalam rangka mengembangkan pendidikan berkarakter, kitab Ta’lim Muta’allim perlu dijadikan mata pelajaran utama. Pasalnya kitab ini mengajarkan secara detil perihal akhlak manusia sebagai individu, murid, sahabat, pengajar terhadap relasi sosialnya.

Demikian dinyatakan pengasuh pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak KH Muhammad Hanif Muslih ketika menyambut kunjungan ketiga kalinya rombongan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (4/3).

Krisis Akhlaq, Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Semakin Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Akhlaq, Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Semakin Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Akhlaq, Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Semakin Relevan

“Walaupun memang belakangan ini banyak yang menganggap bahwa kitab Ta’lim Al-Muta’allim karya Syekh Az-Zarnuji itu sudah tidak relevan lagi untuk diajarkan di pesantren ataupun lembaga pendidikan lainnya,” terang Kiai Hanif menyayangkan hadirnya anggapan demikian.

Shautus Salam

Menurutnya, pelajaran akhlaq masih cukup diandalkan sebagai alternatif untuk menanamkan sikap atau akhlaq terpuji bagi kalangan pelajar atau santri. (Dliya Uddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Sukabumi,Shautus Salam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Kecamatan Bershalawat Nabi di alun-alun Masjid Agung Palabuhan Ratu, Senin (12/6) dengan tema "Anugerah Alam, Anugerah Shalawat".

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Kegiatan yang disponsori Djarum Coklat tersebut juga menggelar buka puasa bersama dengan warga, para kiai, santri Palabuhan Ratu, bakti sosial berupa santunan anak yatim dan dhuafa, serta ceramah.

Ketua Pjs PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Nurodin, mengatakan, pemuda NU bekerja sama dengan Djarum Coklat berikhtiar mewujudkan bangsa yang hidup rukun, damai dan toleran di tengah-tengah masyarakat

Shautus Salam

“Tentunya GP Ansor harus menjadi solusi dalam menghadapi cobaan yang menimpa bangsa ini,” katanya.

Shautus Salam

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran itu, menurut Nurodin, diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperkuat Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang rahmatan lil alamin.

“Di usia menginjak 84 tahun, GP Ansor hadir di Indonesia sebagai pengawal Islam kebangsaan Islam rahmatan lil alamin yang selalu menjaga NKRI,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dimeriahkan tim hadrah Rijalul Ansor Kabupaten Sukabumi dan tausyiah oleh KH Misbahuddin, dan juga doa tutup Rais Syuriah MWC NU yang juga Ketua MUI Kecamatan Palabuhan Ratu KH Useh Ahmad Ahwasi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Quote Shautus Salam

Minggu, 28 Januari 2018

Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim

Surabaya, Shautus Salam. Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Jawa Timur membentuk lembaga baru untuk menghimpun para penerbit di lingkungan pesantren dan NU. "Potensi penerbit NU dan pesantren di Jawa Timur sangat besar dan membanggakan," kata Ketua PW LTN NU Jatim, Ahmad Najib AR kepada media ini, Jumat (13/11).

Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim

Gus Najib, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa hampir di setiap pesantren memiliki penerbit. Baik skalanya terbatas dengan menerbitkan amaliyah harian maupun menerbitkan buku profil pendiri maupun pengasuh, lanjutnya.

"Bahkan ada sejumlah pesantren yang sudah bisa menerbitkan majalah sendiri, tentunya dengan oplah dan distribusi yang beragam," katanya.

Shautus Salam

Karena itu, untuk semakin merekatkan silaturahim dengan penerbit di tiap pesantren maupun struktur NU di setiap cabang, PW LTN NU Jatim mendirikan perhimpunan penerbit yang diberi nama Asbitnu.

Shautus Salam

"Asbitnu adalah kepanjangan dari Asosiasi Penerbit Nahdlatul Ulama," terang alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Diskusi terkait nama dan sejumlah perangkat kepengurusan telah dilakukan usai kegiatan sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyyin beberapa waktu berselang. "Untuk sosialisasi awal keberadaan Asbitnu akan disampaikan di TV9 Jumat petang, tepatnya jam 18.30," katanya.

Hal mendesak yang akan dilakukan berikutnya adalah melengkapi kepengurusan harian. "Selanjutnya akan ada pertemuan dengan sejumlah penerbit yang ada di Jawa Timur, baik di tingkat pesantren maupun PCNU se-Jatim," katanya.

Sejumlah penerbit menyadari bahwa masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. "Karenanya, menghimpun dalam sebuah perkumpulan adalah langkah baik untuk melengkapi kekurangan yang ada," katanya. Diharapkan dari adanya asosiasi ini maka penerbit yang mengalami kesulitan dalam hal distribusi buku dan majalah dapat terbantu. "Demikian pula kebutuhan teknis yang menyangkut produksi, bisa dicarikan solusi bersama," tandasnya.

Bukan tidak mungkin, dengan mengoptimalkan jaringan pesantren dan kota se-Jatim, maka potensi ekonomi penerbitan dapat semakin dioptimalkan. "Dan yang pasti adalah jaringan ukhuwah dan dakwah bisa terjalin dengan lebih baik," pungkasnya.

Disamping membentuk asosiasi penerbit, PW LTN NU Jatim juga tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan harlah yang akan berlangsung tanggal 12 Desember mendatang. Juga menyiapkan modul madrasah jurnalistik bagi lembaga pendidikan dan pesantren. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?

Foto: Ahmad Najib AR

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 10 Januari 2018

Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser

Bondowoso, Shautus Salam - Abdus Salam kelahiran Bondowoso pada 12 Januari 1950. Ia salah seorang anggota Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama yang paling tua di Kabupaten Bondowoso. Ia terhitung paling senior di Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser NU Kabupaten Bondowoso.

Salam mulai aktif sebagai anggota Banser pada 1965. Sampai sekarang ia tetap tercatat sebagai anggota Satkorcab Banser NU Bondowoso. Salam yang sehari-harinya berkerja sebagai petani, berkeluarga pada tahun 1986. Bersama istrinya Ahyati (53) ia tinggal di Kelurahan Sekar Putih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso.

Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser

"Saya sejak sekolah Tsanawiyah Al-Khairiyah sudah aktif. Sambil lalu sekolah sudah menjadi anggota Banser zaman dulu. Tetapi waktu dulu asal tidak mengganggu jam sekolah, tidak apa-apa masuk Banser dan waktu itu saya juga anggota laskar sang kiai sebagai anggota kepemudaan," kata Salam saat di wawancarai Shautus Salam di kediamannya, Jumat ( 5/2) malam.

Awalnya Salam aktif sebagai anggota GP Ansor Bondowoso pada 1963. Sementara pada 1965 ia menjadi anggota laskar sang kiai kepemudaan dan mulai masuk menjadi anggota Banser di Bondowoso. Ia ikut berjuang di bawah pimpinan H Fatan.

Shautus Salam

Ia pernah menjadi Ketua RW, Ketua keamanan kampung, Ketua Banser sejak 1975-1985. “Banyak jabatan yang saya pegang waktu itu, tetapi alhamdulillah saya bisa membagi waktunya.”

Shautus Salam

Menjadi Banser waktu dulu, anggota membeli sendiri seragamnya dengan uang pribadi. “Sekarang alhamdulillah sudah diberi dari GP Ansor Bondowoso," ungkapnya.

Setiap ada kegiatan pengamanan atau kegiatan yang lain yang berkaitan untuk umat dan kiai, ia tidak menggunakan kendaraan sendiri. Ia selalu dijemput oleh teman Bansernya. Pasalnya ia tidak memunyai kendaraan.

Semangat dan ketekunannya mengabdi ke NU tidak pernah putus. Kendati tidak digaji dalam menjalankan tugas, ia tetap memegang amanah selama menjadi Banser.

"Saya tidak akan berhenti selama saya masih hidup. Saya akan terus mengabdi untuk NU. Kalau misalnya ‘pensuin’, saya sudah menjadi jenderal,” candanya sambil tertawa.

Ia berharap pejuang Barisan Ansor Serbaguna NU untuk menanamkan rasa ikhlas dan semangat untuk memperjuangkan, mempertahankan NKRI agar terus semangat, berkorban untuk masyarakat NU, bangsa, dan negara.

Abdus Salam masih tampak sehat dan segar meskipun sebagian rambutnya telah memutih. Ia masih aktif dalam kegiatan ke-NU-an beserta banomnya sampai sekarang. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote, Sejarah Shautus Salam

Jumat, 05 Januari 2018

Mengenal Psikosomatik Pengganggu Kualitas Hidup

Sidoarjo, Shautus Salam. Psikosomatik atau somatisasi merupakan penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif atau masalah emosi. Dengan adanya Hal ini dapat menyebabkan fisik manusia menjadi terganggu. Gangguan tersebut akan diteruskan sebagai gangguan fisik badan secara menetap, bisa kronis bahkan sampai mengganggu hidup individu tersebut.

Mengenal Psikosomatik Pengganggu Kualitas Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Psikosomatik Pengganggu Kualitas Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Psikosomatik Pengganggu Kualitas Hidup

Menurut Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy, keluhan psikosomatik merupakan keluhan yang paling banyak dialami para pasien. Keluhan fisik tersebut mencapai 19,7-22 persen dan mengalami gangguan somatisasi hingga akhirnya mengganggu kualitas hidup pasien.

Sedangkan gangguan somatisasi disebabkan oleh banyak faktor baik dari dalam atau luar diri individu yang mengalami gangguan. Sehingga kebanyakan pasien datang ke pelayanan primer dan langsung menemui dokter.

Shautus Salam

 

Pasien yang mengalami gangguan psikosomatik atau somatisasi akan berangkat ke dokter berulang-ulang (doctor shopping) dengan keluhan bervariasi. Keluhan bisa sama bisa juga berubah-ubah. Bahkan yang paling khas menyangkal bahwa keluhannya berhubungan dengan masalah pribadi, akan diperiksa fisiknya secara berulang-ulang untuk memastikan sakit yang sebenarnya. Sehingga didapatkan semua hasil pemeriksaan dalam batas normal.

Shautus Salam

"Dengan demikian, apa yang terjadi dalam tubuh seseorang timbul dari dua hal bersinergi yaitu jiwa dan bodi. Peristiwa yang mengganggu jiwa memang dipastikan akan menimbulkan efek pada fisik atau badan seperti berdebar, keringat dingin, mual, pusing dan sebagainya. Namun, dengan sadar dan kontrol jiwa yang tepat, keluhan fisik tersebut akan hilang dengan sendirinya," kata dokter dari salah satu rumah sakit NU tersebut Sabtu (14/11).

Lebih lanjut dr Silvy menjelaskan, keluhan yang paling sering dilaporkan kepada dokter dan tidak ditemukan bukti gangguan fisik setelah pemeriksaan medis yaitu jantung, saluran cerna atas dan bawah, sistem pernafasan dan sebagainya.

"Hal ini terbukti dalam medis, dimana kesehatan jiwa merupakan komponen utama dalam munculnya sebuah keluhan fisik yang secara pemeriksaan fisik ditemukan semua dalam batas normal dan dikenal dengan istilah psikosomatik atau somatisasi. Oleh karena itu, jiwa yang tulus, ikhlas, berfikir positif dan selalu bersyukur adalah sumber kesehatan jiwa dan raga. Sebab, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat dan di dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat," ujar dr Silvy. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Teks foto; dr Silvy saat memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin”

Karawang, Shautus Salam. Salah satu keutamaan yang ada dalam sedekah adalah akan menjadikan hidup menjadi berkah, karena dengan bersedekah kita tidak akan merasa kekurangan apalagi sampai menjadi miskin. Demikian salah satu materi yang disampaikan oleh KH Hasan Nuri Hidayatullah, Rais PCNU Karawang saat memberikan taushiyah dalam kegiatan peresmian Mushola Al-Ridlwan yang berlokasi di Kampung Krajan Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari, Karawang, Rabu (1/6)?

“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin”

"Bagi orang yang mempunyai kelebihan harta, bisa bersedekah dengan hartanya, begitu pun untuk tenaga, pikiran, atau pun jabatan," tambah Kiai yang akrab disapa Gus Hasan itu

Jika tidak mampu bersedekah dengan ketiganya, kata dia, kita bisa bersedekah cukup dengan tersenyum dan lemah lembut dalam bertutur kata dan juga dalam bersikap. Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang ini pun mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah akan menghapus riba dan mengembangkan sedekah.

"Riba itu seperti membangun sebuah piramid di atas lautan," tandasnya

Shautus Salam

Ketika piramida itu selesai dibangun, tambah dia, akan langsung ambruk dalam arti bahwa usaha yang dibangun di atas pondasi riba tidak dapat memberikan keberkahan dalam hidup.

Gus Hasan pun mengajak kepada para hadirin untuk lebih semangat lagi dalam beribadah dan bersedekah dan jangan sampai menundanya, karena sebagaimana hadits Nabi yang menyatakan jangan menunda lima perkara sebelum lima perkara diantaranya adalah hidup sebelum mati dan luang sebelum sempit.

Shautus Salam

"Dengan sedekah kita bisa mensyiarkan Islam dan membangun kesejahteraan umat, bedah mushola ini pun berjalan karena ada gerakan sedekah yang dimotori oleh Jamaah pengajian malam kemisan dan pengurus LAZISNU," paparnya.

Sebelum diresmikan, Mushola Al-Ridlwan mendapat sorotan dari tim Bedah Mushola yang terdiri dari jamaah pengajian malam kamis Pesantren Ashidiqiyah 3 dan Pengurus LAZISNU Karawang, tim ini kemudian bergerak untuk merenovasi gedung Mushola Al-Ridlwan. Kegiatan Bedah Mushola rutin dilaksanakan setiap bulan dengan sasaran utamanya adalah mushola yang hampir roboh atau mushola yang sudah tidak layak guna. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Quote Shautus Salam

Ikhtiar Batin, Direktur Marketing LSN Serahkan Kurban ke Pesantren

Garut, Shautus Salam



Tahun ketiga penyelenggaraan Liga Santri Nusantara menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, kika sebelumnya penyelenggaraan liga berbasis APBN, tahun ini merupakan transisi untuk diselenggarakan secara profesional. Dengan demikian, liga harus melibatkan peran serta swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

Segenap tim Liga Santri Nusantara mulai dari pusat hingga daerah bahu-membahu untuk melewati masa transisional ini. Panitia nasional misalnya, tahun ini melibatkan peran-serta perusahaan-perusahaan baik swasta maupun BUMN dengan skema sponsorship dan partnership, bukan lagi dengan pola CSR. Panitia nasional tahun ini juga berhasil menjalin kerja sama dengan sebuah stasiun televisi swasta nasional terkemuka sebagai official media partner, selain bekerja sama dengan stasiun TV di lingkungan internal NU.

Ikhtiar Batin, Direktur Marketing LSN Serahkan Kurban ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Batin, Direktur Marketing LSN Serahkan Kurban ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Batin, Direktur Marketing LSN Serahkan Kurban ke Pesantren

Karena usaha lahiriyah itu saja dirasa kurang cukup, usaha batiniyah pun dilakukan. Dengan mengambil momentum Idul Adha, Direktur Marketing LSN, H. Ade Abdul Aziz, membagikan sejumlah hewan kurban (sapi dan domba) ke beberapa pesantren dan masyarakat di Kabupaten Bandung dan Garut, (Jumat, 1/9).

Penerima hewan kurban itu di antaranya adalah di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, Garut. Ade menyerahkan sapi ke pesantren itu dengan diterima langsung pengasuhnya, KH Nuh Addawami. Sapi tersebut disembelih atas nama ajengan yang merupakan Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat dan dzuriyahnya.

Shautus Salam

"Dengan menyerahkan hewan kurban kepada Rais Syuriah, saya berharap kecipratan keikhlasan beliau dalam berdakwah dan berkhidmah di pesantren dan di Nahdlatul Ulama selama ini. Beliau adalah panutan kita semua, terutama Nahdliyin di Jawa Barat. Kami di LSN sangat mengharap doa restu dari beliau sehingga LSN tahun ini berjalan lancar dan sukses, terlebih seri nasional LSN tahun ini akan digelar di Bandung bulan Oktober nanti," tandas Aziz.

Lebih lanjut Aziz mengatakan bahwa sebagai bagian dari komunitas pesantren, ikhtiar batin sangatlah penting.?

Shautus Salam

"Ikhtiar bathin itu sama pentingnya dengan ikhtiar lahiriyyah. Bahwa usaha kita tidak akan bisa lepas dari ridha Allah SWT. Ridha Allah salah satunya bisa diharapkan melalui washilah para ulama yang alim dan zuhud. Itu yang membedakan kita sebagai Nahdliyin dengan yang lainnya," pungkas Ade Aziz.

Untuk diketahui, ikhtiar bathiniyah untuk kelancaran Liga Santri juga seringkali dilakukan di antaranya dengan pembicaan Shalawat Nariyah, Manaqib, Ratin Alhaddad, khotmil Qur’an dan lain sebagainya. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock