Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, Shautus Salam

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

“Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila,” katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Shautus Salam

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

“Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil,” paparnya.

Shautus Salam

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

“Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya,” tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

“Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan,” jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Hadits, Sejarah Shautus Salam

Kamis, 15 Februari 2018

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Jepara, Shautus Salam



PAC GP Ansor Mlonggo Jepara bekerja sama dengan Bakesbangpol Jepara menyelenggarakan “Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pemuda dan Masyarakat” di aula gedung MWCNU Mlonggo, Rabu (30/8) pagi. 

Kegiatan itu menghadirkan dua pembicara yaitu Drs Wahyu Anggono dari DKK Jepara dan AKP Hendro A, Kasat Narkoba Polres Jepara itu dihadiri. 

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Ratusan peserta yang hadir terdiri murid SMA sedejarat se-kecamatan Mlonggo, perwakilan IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat dan masyarakat umum. Kepala Kesbangpol Jepara, Mulyaji juga menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut. 

Ketua PAC GP Ansor Mlonggo, Ainul Mahfudh mengatakan kegiatan bertujuan memberikan edukasi untuk pemuda tentang bahaya narkoba. 

“Narkoba lebih berbahaya daripada bencana dengan efeknya jangka panjang. Karenanya mesti ditanggulangi sejak dini. Ingat, generasi emas mendatang harus terhindar dari narkoba,” tandasnya di sela-sela kegiatan. 

Shautus Salam

Perlu diketahui dulu Indonesia hanya sebagai transit narkoba. Tetapi sekarang menjadi salah satu potensi pasar. Begitu juga kabupaten Jepara.

Jepara, tegas Ainul lulusan Unisnu Jepara itu, masuk kota pinggiran. Tetapi pihaknya menggarisbawahi bahwa kota kelahiran R.A. Kartini pernah terjadi kasus besar narkoba yakni tahun 2011 dan 2016. Sehingga ia menyebut meski kabupaten kecil tetapi menjadi salah satu target penyebaran narkoba. 

Maka dari itu peran serta dari masyarakat dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran sangat dibutuhkan. 

“Di samping itu juga pentingnya moralitas masyarakat dengan mengedepan pendidikan agama. Masyarakat yang punya moralitas akan tahu kalo narkoba jelas di agama yang dianutnya,” tambahnya. 

Shautus Salam

Salah satu narasumber dari DKK, Wahyu Anggono menjelaskan cara menghadapi orang yang kecanduan alkohol. “Pertama niat pengen sembuh atau tidak?” Jawab Wahyu menjawab pertanyaan Nasruddin Latif, Wakil Ketua PAC GP Ansor Mlonggo dalam sesi tanya jawab. 

Kedua, lanjutan jawabannya menjauhkan pergaulan yang negatif. Terakhir, hindarkan botol-botol miras di sekitar rumah pecandu. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Hadits Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja

Brebes, Shautus Salam. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Drs H Imam Hidayat, MPdI memandang, Puasa Ramadhan menjadi barometer kedisiplinan dan Produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena puasa memiliki makna pengendalian diri.?

Pengendalian diri bagi seorang pegawai, terutama dari sisi kepribadian, sehingga berpengaruh bagi diri dan masyarakat yang dilayani.?

“Konteks impelemntasi puasa sebagai seorang ASN, bisa menjadi semangat tarbiyah peningkatan disiplin dan kinerja pegawai,” terang Imam Hidayat saat dihubungi Shautus Salam di ruang kerjanya, Jumat (9/6).

Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja

Kata Imam, seorang yang berpuasa telah diatur harus mampu menahan diri yang diawali dengan imsyak sampai dengan berbuka saat Maghrib. Di sini, ada ketentuan waktu yang jelas, antara waktu berangkat kerja dan kapan harus meninggalkan kantor.?

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Ibadah puasa itu perhitungan pahalanya langsung dari Allah SWT. Sesungguhnya, semua amalan bani adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya. Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan membalasnya.’?

Dalam kaitan ini, lanjut Imam, ibadah puasa itu ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah SWT. Maka sebagai ASN ada upaya pengawasan melekat. Bekerja apapun, tidak karena ada atasan, atau pimpinan harus dijalani.

Shautus Salam

“Tidak perlu diperintah kalau memang sudah ada tugas pokok dan fungsinya, lakukan. Yang menjadi ukuran adalah dorongan pribadi bahwa kita menjalankan amanah, melayani umat, jadi kerjakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban,”imbuhnya.?

Datangnya bulan Puasa, tidak mengurangi gaji ataupun mengurangi tunjangan kinerja (tukin), maka jangan sampai puasa malah membuat kinerja melemah. Karena alasan ngantuk, cape, tidak bersemangat, takut kehausan dan kelaparan, atau dijadikan alasan datangnya terlambat.?

Justru dibulan puasa, sambungnya, semua amal yang baik dilipatgandakan. Bulan barokah, bulan peningkatan kebaikan. Maka bila berkerja dengan ikhlas dan terjadi peningkatan produktivitas maka akan dilipat gandakan pula pahalanya.?

Kedisiplinan dan Produktivitas kerja meningkat bukan karena siapa-siapa, tetapi karena lillah, karena Allah SWT.?

Shautus Salam

Semoga saja, puasa tahun ini mendapatkan ridlo-Nya dan ikhlas menjalankannya. Jangan sampai sebaliknya, betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan dahaga.?

Alasan tidur bae, dengan dalih tidur saja mendapat pahala ini jangan dijadikan pedoman. Imam mangajak, selaku ASN agar menjadi contoh untuk melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya agar laalakum tatakum. Sebab, tidak semua orang yang berpuasa jadi orang takwa, mudah-mudahan ASN puasanya mengantarkan diri menjadi insan yang takwa.

Untuk itu, pegawai harus tetap menjalankan puasa, karena menilik keberkahan puasa akan mendorong lebih rajin lagi, dengan motivasi dari setiap amal perbuatan akan dilipatgandakan pahalanya. (Wasdiun / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Penolakan Dua Bisri

Apabila di organisasi atau lembaga lain, posisi pucuk pimpinan seolah menjadi barang rebutan, namun tidak demikian pada amanah sebagai Rais ‘Aam di dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).

Sejarah mencatat, seringkali proses pergantian Rais ‘Aam diwarnai dengan penolakan atau sikap tidak bersedia dari kandidat yang terpilih untuk mengemban amanah ini, seperti yang dilakukan KH Mustofa Bisri pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Penolakan Dua Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Penolakan Dua Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Penolakan Dua Bisri

Hal serupa pernah terjadi pada gelaran Muktamar NU 48 tahun silam, tepatnya pada Muktamar Ke-24 di Bandung, Juli 1967. Menariknya, entah hanya kebetulan semata, pada nama tokoh tersebut juga melekat nama Bisri.

Shautus Salam

Adalah KH Bisri Syansuri, yang kala itu dalam pemilihan Rais ‘Aam PBNU berhasil mendapatkan suara terbanyak mengungguli KH Abdul Wahab Chasbullah.

Para muktamirin merasa kasihan dengan kondisi fisik Kiai Wahab yang sudah sangat lemah dan uzur sepuh untuk kembali memimpin NU.

Shautus Salam

Namun, sebelum forum memutuskan untuk mengangkat Kiai Bisri sebagai Rais ‘Aam menggantikan Kiai Wahab, jabatan tersebut dengan tegas ditolaknya. Selama Kiai Wahab masih hidup, ia tidak akan menjadi Rais ‘Aam. Kiai Bisri baru bersedia menggantikan jabatan tersebut, ketika Kiai Wahab wafat pada tahun 1971.

Sejarah juga mencatat, selain penolakan kedua Bisri ini, sikap serupa juga pernah diperlihatkan beberapa kiai saat disodori posisi Rais ‘Aam yang kosong saat Kiai Bisri wafat. Termasuk dua ulama kharismatik, ? KH R Asad Syamsul Arifin Situbondo dan KH Machrus Ali Lirboyo juga ikut menolak.

”Meski Malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksa, saya tetap akan menolak, yang pantas itu Kiai Machrus Ali, Lirboyo,” tukas Kiai As’ad.

Jawaban Kiai Machrus pun tak kalah ‘angker’, ”Jangankan Malaikat Jibril, kalaupun Malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!” (Ajie Najmuddin)

Sumber pendukung: Saifuddin Zuhri, Mbah Wahab Hasbullah Kiai Nasionalis Pendiri NU.

Foto: KH Bisri Syansuri (kiri) dan KH A Wahab Chasbullah dalam sebuah kesempatan. (koleksi Perpustakaan PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Hadits Shautus Salam

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

Bondowoso, Shautus Salam - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binakal dan GP Ansor setempat menurunkan bantuan untuk korban tanah longsor di Desa Kembangan. Pengurus harian GP Ansor Bondowoso menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok.

Bantuan ini diserahkan langsung di lokasi kejadian bencana di Dusun Kembang Desa Kembangan Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/9) malam.

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

"Begini, kejadiannya itu sudah dua hari yang lalu. Akibat tanah longsor karena hujan lebat terus menerus sehingga rumah ibu saya ibu Maimunah tertimpah tanah longsor. Itu sekitar jam lima sore kejadiannya,” kata Sofi, keluarga salah satu korban.

Shautus Salam

Ia bersyukur tidak ada korban jiwa saat kejadian. Hanya saja "Rumah ibu saya yang rusak tertimpah tanah longsor tersebut," kata Sofi.

Kondisi jalan untuk menempuh lokasi dalam keadaan licin, becek, dan gelap gulita. Untuk menempuhnya, orang dapat lewat dengan penerangan hp.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil berharap bantuan itu bisa meringankan beban yang terkena musibah.

“Dari kegiatan penyaluran bantuan longsor itu kita terpanggil sesama manusia agar kita bisa meringankan beban yang terkena musibah, saling membantu,” kata Muzammil.

Tampak hadir Ketua MWCNU Binakal H Lutfi, Ketua GP Ansor Binakal Ahmad Efendy, Ketua Baanar Bondowoso Fiqi Abdillah, dan Pengurus GP Ansor lainnya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 13 Januari 2018

Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam

Batam, Shautus Salam. Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Batam melaksanakan PKD dan Diklatsar di Pondok Pesantren Roudhotul Quran Sei Beduk pada Jumat (25/3). Kegiatan tersebut diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri Ketua PW GP Ansor Kepulauan Riau (Kepri) Nur Haryanto beserta Satkorwil Banser Kepri.

Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam

Inspektur Upacara Sularno Menot dalam amanahnya mengatakan, tantangan Ansor dan Banser ke depan akan semakin sulit. Untuk itu setiap anggota organisasi yang dilahirkan para ulama ini harus menjaga dan meningkatkan militansinya. “Ansor dan Banser harus mampu menjadi penengah bagi mereka yang bertikai dan menjadi pembela bagi mereka yang dilemahkan,” pintanya.

Menot berharap, dengan adanya PKD dan Diklatsar yang diikuti135 peserta ini, mampu mencetak pemimpin, calon benteng ulama dan penjaga keutuhan NKRI. “Untuk itu, selama 3 hari ke depan, peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi latihan PBB, Ke-NU-an, keansoran dan kebanseran, serta kegiatan-kegiatan lainnya,” tegasnya.

Shautus Salam

Selain instruktur dari Pimpinan Wilayah, para senior yang pernah ikut dalam Susbalan dan Susbanpim, peserta PKD dan Diklatsar juga akan mendapatkan ilmu dari TNI AL, TNI AD dan Kepolisian. “Sehingga nantinya peserta dapat meningkatkan kedisiplinan dan lebih mantap jiwa patriotismenya,” terangnya. ?

Di tempat terpisah, penasehat PC GP Ansor Kota Batam Eddy Prasetyo berharap agar Ansor Kota Batam selalu kompak. Menurutnya, dengan adanya dinamika organisasi yang begitu hebat, Ansor Batam mampu eksis dan terus berbuat.

Shautus Salam

Dengan adanya pasang surut dinamika organisasi, menurutnya, mampu mendewasakan para pengurus yang bisa jadi akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Secara pribadi saya bangga dengan Ansor Batam, di saat banyak organisasi diam dengan adanya Gelper yang berbau judi, Ansor Batam lantang bersuara di media. Dan hasilnya Gelper saat ini telah ditutup. Itulah yang saya maksud bahwa Ansor Batam tumbuh semakin dewasa dan di dengarkan suaranya oleh elemen bangsa lainnya,” terangnya. (red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

Sabtu, 06 Januari 2018

Rekonstruksi Fiqih al-Biah

Secara umum tujuan pemberlakuan hukum Islam atau maqashid as-syari’ah adalah untuk mewujudkan maslahat dan menghindari mafsadat. As-Syatibi dalam Al-Muwafaqat telah memformalitaskan maqashid as-asyari’ah melalui teori maslahah dengan membaginya menjadi lima konsep, hifdzu ad-din, hifdzu an-nafs, hifdzu al-aql, hifdzu al-mal dan hifdzu an-nasl.

Kelima konsep tersebut secara spesifik terbagi dalam tiga level, dharuriyyat (elementer), haajiyyat (suplementer) dan tahsiniyyat (komplementer).

Rekonstruksi Fiqih al-Biah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekonstruksi Fiqih al-Biah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekonstruksi Fiqih al-Biah

Selanjutnya, para intelektual muslim merumuskan konsep baru dan memasukkannya sebagai bagian dari konsep maqashid as-asyari’ah, yaitu hifdzul-bi’ah (menjaga lingkungan), hingga muncul apa yang disebut fiqih lingkungan (fiqih al-bi’ah; environment islamic law). Sayangnya, di Indonesia yang mayoritas muslim, konsiderasi mengenai fiqih al-bi’ah baru muncul pada tahun 1960 melalui seminarseminar.

Shautus Salam

Rekonstruksi Fiqih al-Bi’ah

Signifikansi rekonstruksi fiqih al-bi’ah ditengarai paling tidak oleh tiga faktor. Pertama, kondisi obyektif krisis lingkungan yang makin parah. Kedua, umat Islam memerlukan kerangka pedoman komprehensif tentang paradigma di dalam masalah lingkungan, sedangkan Fiqih klasik dipandang belum mengakomodir kerangka operasional dalam perspektif lingkungan modern. Ketiga, fiqih al-bi’ah belum dianggap sebagai disiplin dalam ranah studi Islam. Akar-akar ontologis dan epistemologisnya juga masih diperdebatkan.

Shautus Salam

Lingkungan yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap manusia. Mengamini hal tersebut, UUD 1945 (amendemen kedua, tahun 2000) pasal 28H ayat (1) menyebutkan “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Berdasarkan spirit itulah wawasan mengenai lingkungan hidup masuk dalam agenda besar pembangunan ekonomi nasional di satu sisi.

Di sisi lain, ekosistem yang semakin menurun telah mengancam tidak saja kelangsungan perikehidupan manusia, namun juga makhluk hidup lainnya. Eskalasi pemanasan global makin meningkat hingga berpotensi terhadap perubahan iklim yang pada gilirannya akan memperparah penurunan kualitas lingkungan. Menipisnya lapisan ozon, kerusakan mangrove, padang lamun, gambut, karst, dumping limbah, kegagalan mitigasi, instabilisasi mutu emisi dan udara ambien adalah ancaman serius yang perlu segera mendapatkan penyelesaian. Dalam konteks ini, perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan secara sungguh-sungguh dan konsisten.

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dapat diimplementasikan secara sistematis dan terpadu. Sistematis dalam arti dilakukan secara bertahab. Step by step. Terpadu karena perlu diketengahkan term kombinasi lintas aspek (interside combination). Untuk itu dibutuhkan semangat melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan (mafsadat). Laiknya pola dalam problem solving, perpaduan aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan hukum yang saling bertautan merupakan strategi penjamin keutuhan lingkungan hidup, keselamatan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan.

Proyeksi dan Proteksi

Sumber daya alam sebagai salah satu representasi dari lingkungan hidup memiliki daya dukung dan daya tampung. Kedua istilah ini merupakan entitas yang dihasilkan dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk sekitarnya dengan tetap mempertahankan eksistensi, fungsi, produktivitas, keselamatan, dan mutu. Diperlukan inventarisasi lingkungan untuk melacak identitas sumber daya alam sehingga dapat diketahui potensi yang dapat dimanfaatkan (functionable potency), bentuk penguasaan (authority), pengelolaan (management), kerusakan (faulty) dan konflik yang timbul akibat pengelolaan.

Dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup dari pencemaran dan/atau kerusakan, perlu diupayakan preventifikasi, proteksi dan rehabilitasi. Pemerintah telah mencanangkan program konservasi sumber daya alam, pencadangan dan pelestarian fungsi atmosfer. Pada tahun 1970 telah dibentuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) di bawah Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan yang terdiri dari 27 delegasi di tingkat propinsi. Balai ini bertugas mengelola kawasan-kawasan konservasi, khususnya hutan-hutan suaka alam (suaka margasatwa, cagar alam) dan taman wisata alam.

Persoalan krusialnya ada pada perusahaan yang melakukan kegiatan tertentu untuk mengelola sumber daya alam dengan motif profit oriented. Di mana seringkali keselamatan lingkungan dinomorduakan dan menjadi tergadaikan oleh ekspansi kepentingan perusahaan. Sebut saja Exxon Mobile di blok Cepu, Chevron di Riau, Total di blok Mahakam Kaltim, ConocoPhillips di blok Corridor, Jambi dan tentu saja Freeport di Papua.

Meskipun telah dilakukan pengawasan, nampaknya sanksi yang ada tidak serta merta membuat mereka sadar bahwa menurunnya kualitas sumber daya alam secara tidak langsung dapat mengurangi keuntungan mereka. Lebih jauh dari itu, keberlangsungan lingkungan hidup adalah di atas segalanya (conditio sine qua non).

Konstruksi Hukum

Kementrian Lingkungan Hidup telah menyusun juklak Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu instrumen inovatif yang membantu perusahaan untuk peka dan adaptif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sehingga dapat bersikap lebih sensitif terhadap lingkungan dan selaras dengan dinamika masyarakat sekitarnya.

Selain itu, guna mencapai kepastian hukum agar program dicanangkan bisa berjalan secara tegas dan efektif, pemerintah telah beberapa kali mengeluarkan peraturan perundang-undangan, di antaranya :

� UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

� UU No. 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

� UU No. 19 tahun 2009 tentang Pengesahan Stockholm Convention On Persistent Organic Pollutants (Konvensi Stockholm Tentang Bahan Pencemar Organik Yang Persisten)

� UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

� PP No. 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan

� PP No. 52 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kemententerian Negara Lingkungan Hidup

� PP No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga

� Peraturan Menteri, Keputusan Menteri dan Surat Edaran sebanyak 13 (2006), 12 (2007), 17 (2008), 34 (2009), 17 (2010), 17 (2011), 26 (2012) dan 7 (2013).

Disadari atau tidak, negara melalui alat-alatnya telah mengimplementasikan konsep fiqih al-bi’ah sebagai instrumen penting dalam menyongsong kegiatan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini, dibutuhkan supporting unit dari semua kalangan. Termasuk peran agama dalam menyikapi isu-isu lingkungan dari perspektif yang lebih praktis.

Fiqih al-bi`ah tumbuh dengan kompleksitas problem ekologi secara multidisipliner. Berbeda dengan fiqih al-zakah dan fiqih al-hajji misalnya, fiqih al-bi`ah dapat menjadi disiplin ilmu keislaman yang “mengekspansi” seluruh bidang-bidang kehidupan.

Menurut Yusuf Qaradhawi, menjaga lingkungan (hifdzu al-bi`ah) sama dengan menjaga agama (din), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (mal). Rasionalitasnya adalah bahwa jika aspek-aspek agama, jiwa, akal, keturunan dan harta rusak, maka eksistensi manusia di dalam lingkungan menjadi ternoda. Oleh sebab itu, dislokasi fiqih al-bi`ah bisa menjadi oportunitas yang konfrontatif jika diikuti oleh paradigma epistemologi yang komprehensip.

Melindungi dan mengelola lingkungan hidup tentu bukan hal mudah. Namun bukan juga hal sulit jika kita bersama berusaha dan bekerja keras karena tidak ada fenomena lingkungan yang bersifat unpredicable. Kendati apa yang kita lakukan terhadap lingkungan tidak langsung dapat terasa manfaatnya. Sebuah adagium mengatakan bahwa cara paling cepat mencapai sebuah tujuan adalah dengan kerja keras dalam waktu yang relatif lama (asra’u at-Thariq li al-ghayah tuulu az-zaman fi aljiddah).

Setidaknya, aksi nyata kita adalah dengan tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan sekitar (ifsad fi al-ardl), meski kita belum bisa melindungi dan mengelolanya dengan baik (ma la yudroku kulluh la yutraku kulluh). Semoga.

Ahmad Mufid Bisri

* Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Darul Ulum, Mantan Redaktur Majalah Tebuireng dan sekarang menjadi Calon Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Kajian Sunnah, Hadits Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock