Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana

Yogyakarta, Shautus Salam. Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Yogyakarta menyelenggarakan shalawatan, zikir dan doa bersama ? di Masjid Sultoni, Komplek Kepatihan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat, 28 April 2017 pukul 20.00-22.00 WIB.

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana

Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta yang juga sekaligus sebagai Ketua Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus, yakni H. Nunuk Ridjodjo Adi mengatakan bahwasannya kegiatan ini merupakan agenda perdana yang diselenggarakan Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus. Mulai saat ini dan ke depannya kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 28 pada tiap bulannya.

"Agenda ini merupakan kegiatan perdana Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus. Bulan depan dan seterusnya kita akan selenggarakan pada tanggal 28. Informasi ini sekaligus jadi undangan agar seluruh hadirin dapat hadir kembali pada bulan berikutnya. Jangan lupa ajak semua warga yang belum berkesempatan hadir pada saat ini," beber Nunuk Ridjodjo Adi usai acara majelis shalawatan berakhir sembari para hadirin mencicipi kudapan ringan dan makanan yang disediakan panitia.?

Salah satu pengurus Lazisnu Kota Yogyakarta M. Jamil yang juga ikut hadir dalam acara itu merasa senang dan bangga menjadi bagian dari majelis itu.

"Saya senang mengikuti acara ini, suasana hati menjadi tentram. Akan sangat bagus lagi apabila seluruh masjid di kota Yogyakarta diselenggarakan dan dihidupkan dengan acara seperti ini. Acara semacam ini merupakan agenda wajib warga NU yang bersendikan paham Ahlusunnah wal Jamaah. Dengan adanya kegiatan seperti ini mampu menghalau paham-pahan masyarakat yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45," cetus M. Jamil.?

Shautus Salam

Kurang lebih 100 orang masyarakat yang hadir memadati Masjid Sultoni. Hadir juga dalam kegiatan tersebut diantaranya, ketua Wirausaha Muda Kota Yogyakarta Rochmad, pengurus LP Maarif Kabupaten Gunung Kidul Arif Kusnadi, Banser Kota Yogyakarta Dawam. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, IMNU Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Shautus Salam - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Shautus Salam

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Shautus Salam

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Anti Hoax, Pesantren Shautus Salam

Kamis, 25 Januari 2018

Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot

Jakarta, Shautus Salam. Keputusan Pemerintah RI membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) awal Mei 2017 lalu tidak lantas menghilangkan ideologi mereka yang selama ini telah tersebar dan tertanam pada diri generasi muda serta berbagai kalangan.

Terkait dengan pejabat negara yang terbukti mengikuti ideologi HTI, Guru Besar Hukum Tata Negara Moh. Mahfud MD menyatakan bahwa oknum tersebut layak untuk dicopot dari jabatannya.

Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot

“Seharusnya tidak boleh (ikut ideologi HTI, red) kecuali ikut pengajian-pengajiannya. Tetapi kalau ideologinya tidak boleh. Seharusnya mereka dicopot karena sudah tidak sesuai lagi dengan syarat menjadi pejabat, yaitu setia kepada Pancasila dan UUD,” tegas Mahfud, Rabu (7/6) di Jakarta.

? ?

Shautus Salam

Kalau dengan sadar dia mendukung khilafah yang diperjuangakn HTI, lanjut Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 ini, berarti dia tidak setia pada Pancasila dan UUD.?

“Kalau ada pejabat kayak gitu, mundur saja,” tukasnya.

Shautus Salam

Mahfud menilai, warga boleh beda pilihan politik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kalau ada yang merongrong negara dan ingin mengganti Pancasila pemerintah harus tegas dan rakyat harus mendukung pemerintah untuk menindak, karena itu berbahaya.

Dimintai keterangan terkait dengan Advokat yang siap bela HTI, Mahfud menjelaskan, hal itu dipersilakan sebagai bagian dari hak berkonstitusi. Menurutnya, advokat tersebut tidak mungkin membela ideologinya.?

“Paling dia akan mengatakan HTI itu tidak ingin mengganti Pancasila. Nah, tinggal buktikan,” terangnya.

Tetapi kalau tidak ingin mengubah Pancasila, berarti sudah tidak ada HTI-nya. Advokat tidak akan berani mengatakan bahwa HTI memang ingin mengganti Pancasila.?

“Advokat itu menyamarkan hal yang sudah jelas. Ditafsir-tafsirkan bahwa HTI tidak anti Pancasila,” tutur Mahfud. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Brebes, Shautus Salam - Anggota Jamiyah Khoerunisa Masjid Jami Baitul Ikhwan Griya Limbangan Indah (Grilind), Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes membagikan 200 paket sembako. Paket sembako diberikan kepada para pembantu rumah tangga sebagai bukti kasih sayang kepada sesama. Pembagian paket di akhir Ramadhan guna meringankan beban hidup menjelang Hari Raya 1438 H.

“Semoga bermanfaat ya, Bibi,” ujar Ketua Jamiyah Khoerunisa Hj Gusti Purwaningrum Endaryadi kepada salah seorang penerima santunan di Masjid Baitul Ikhwan, Minggu (18/6).

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Gusti menjelaskan, pemberian paket sembako sudah dilakukan beberapa tahun terakhir setelah digalakan gerakan infak subuh.

Para penerima sebelumnya telah mendapatkan kupon dari panitia untuk ditukarkan paket sembako gratis yang terdiri atas beras, minyak, teh, gula, dan mie instan.

Shautus Salam

Jamiyah yang beranggotakan 150 ibu-ibu itu, sebelumnya melakukan anjangsana ke panti asuhan Putra Muslimat Kauman, Panti Asuhan Darul Abror Pasarbatang dan Panti Asuhan Muhammadiyah Pasarbatang.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar bazar ramadhan, bersih-bersih masjid dan pengajian.

Shautus Salam

Pengajian disampaikan ustadz Dorojatun dari Tegal. Dalam tausiyahnya, Dorojatun mengajak kepada para Ibu untuk menempatkan harta kekayaan di tangan saja. Jangan sampai dimasukan ke dalam hati.

Kalau harta di tangan, maka harus dilepaskan berbagi dengan sesama terutama kepada kaum dhuafa. Jangan sampai harta dimasukan ke dalam hati karena bisa merusak hati dan ketika harus dilepaskan akan terasa sakit. “Kalau harta sudah bersemayam ke dalam hati maka, jadi orang kikir, tidak mau berderma,” ungkitnya.

“Jadikan akhirat tujuan kita, boleh saja rekening bank banyak, tetapi untuk pembiayaan jalan menuju akhirat, termasuk mobil dan rumah mewah untuk mendukung ibadah. Serta perhatikanlah anak yatim dan kaum dhuafa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Ikhwan H Suhaemi mengaku bangga dengan kegiatan ibu-ibu anggota jamiyah termasuk dengan kreativitas kegiatannya. Termasuk kegiatan infak subuh merupakan ide dari para ibu-ibu jamiyah.

Suhaemi mengajak jamaah masjid untuk terus menjalin silaturahmi dan rajin berinfak. “Infakanlah sebagian dari rezekimu yang telah Allah berikan sebelum datang di mana tiada lagi pertolongan dari saudara atau pun kawan,” kata Suhaemi seraya menyitir ayat Al-Quran. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Anti Hoax Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Shautus Salam

Shautus Salam

Setiap tahun pada bulan Desember ada satu hari yang disebut Hari Ibu.? Hampir setiap negara di dunia ini memiliki Hari Ibu yang peringatannya dilaksanakan pada hari yang berbeda satu sama lain. Di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Di negara-negera Eropa dan Amerika, peringatan Hari Ibu jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei. Sementara di negara-negara Arab, seperti, Mesir, Iraq,? Saudi Arabia, dan sebagainya? Hari Ibu jatuh pada tanggal 21 Maret.

Dari data tersebut, dapat kita ketahui bahwa di setiap budaya atau bangsa, seorang ibu diakui memiliki peran sangat penting dalam hidup ini. Adanya peringatan Hari Ibu di seluruh dunia menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mengakui sekaligus? menghargai jasa-jasa ibu. Jauh sebelum dunia menetapkan perlunya peringatan Hari Ibu, Rasulullah SAW? telah meletakkan dasar-dasar teologis bahwa seorang ibu diakui sangat mulia sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatakan dari Anas bin Malik RA:

? ? ? ?

“Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

Hadits tersebut menegaskan bahwa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia hingga seolah-olah surga yang begitu indah dan agung saja tidak lebih tingggi daripada seorang ibu karena diibaratkan berada di bawah telapak kakinya. Kita semua tahu bahwa telapak kaki adalah bagian paling bawah atau rendah dari organ manusia. Namun maksud hadits ini adalah bahwa? tidak mungkin seorang anak bisa masuk surga tanpa ketundukan kepada seorang ibu.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Rasulullah SAW mengisyaratkan agar bakti kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? : ? ? ? ? : ? ? : ? ? ? ? : ? ? : ? ? ? ? : ?

“Suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Rasulillah SAW. Orang itu? bertanya kepada Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak kami sikapi dengan baik. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi, siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu? bertanya lagi,? siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu? bertanya lagi. Nabi kemudian menjawab, kemudian ayahmu."

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa perbandingan bakti kita kepada ibu dan ayah adalah 3 : 1 atau 75 persen : 25 persen. Pertanyaan yang muncul kemudian, atas dasar apa Rasulullah SAW mengisyaratakan perbandingan seperti itu. Pertanyaan ini dapat kita temukan jawabannya? dalam surat Luqman, ayat 14, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapa; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kembalimu.”

Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa dalam kaitannya dengan proses kejadian dan kelahiran manusia ke bumi ini, terdapat 4 fase penting. Fase pertama adalah fase yang melibatkan partisipasi dari? ayah dan ibu dimana peran ayah sangat menentukan. Dalam fase ini, sel telur sang ibu tidak mungkin terbuahi tanpa pertemuannya dengan seperrma sang ayah. Dengan kata lain tugas alamiah seorang laki-laki atau ayah adalah membuahi sel telur perempuan atau ibu sehingga terjadi kehamilan yang bentuk awalnya berupa gumpalan darah yang? dalam Al Qur’an, Surat ke 96, ayat 2? disebut sebagai ‘alaq sebagaimana ayat berikut:? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

Ayat di atas menegaskan bahwa proses awal terjadinya manusia adalah gumpalan darah. Hanya pada fase awal inilah seorang laki-laki memainkan peran alamiah satu-satunya? yang tidak mungkin digantikan oleh perempuan karena sel telur hanya bisa dibuahi oleh sperma. Maka bisa dimengerti? bakti seorang anak kepada ayah dibadingkan dengan ibu adalah 1 : 3 karena dalam 3 proses berikutnya seorang ayah sudah tidak terlibat lagi. Masing-masing dari ketiga proses ini sepenuhnya dilakukan oleh ibu dengan susah payah dan penuh risiko. Hal ini berbeda sama sekali dengan proses awal atau fase pertama yang penuh dengan kenikmatan tanpa risiko berarti.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah selesainya proses pertama, yakni pembuahan sel telur oleh sperma, maka proses berikutnya atau kedua adalah kehamilan. Dalam proses ini, seorang ibu harus mengandung si janin dalam kandungan selama rata-rata 9 bulan. Selama 9 bulan ini, tidak ada partisipasi ayah sama sekali karena organ laki-laki memang tidak dirancang untuk bisa mengandung seorang bayi. Hingga kini pun tidak ada teknologi yang bisa membuat laki-laki berpartisipasi atau mengambil alih tugas mengandung. Bayi tabung pun juga tidak bisa dikembangkan dalam organ laki-laki karena faktanya? laki-laki memang tidak memiliki rahim.

Dalam fase mengandung ini, seorang ibu mengalami kesusahan demi kesusahan yang didalam Al Qur’an digambarkan sebagai ? ? ? , yakni keadaan susah payah dan lemah yang dari hari ke hari bukannya makin ringan tetapi makin berat.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah proses kedua selesai, disusul proses ketiga yang merupakan puncak dari proses kehamilan, yakni proses melahirkan. Lagi-lagi dalam proses melahirkan ini tidak ada keterlibatkan seorang ayah. Seorang ibu harus berjuang sendiri untuk bisa melahirkan dengan selamat, baik selamat bagi dirinya sendiri maupun bayi yang dilahirkannya.? Tugas ini ber-risiko tinggi karena secara langsung berkaitan dengan keselamatan jiwa. Tentunya telah sering kita dengar beberapa perempuan meninggal saat melahirkan. Dalam proses melahirkan ini, sang ayah? juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban sang ibu. Seringkali terjadi, sang ayah? tak sanggup dan tak tega menyaksikan sang ibu sedang berjuang melahirkan karena penderitaan yang dialaminya sangat berat dengan nyawa sebagai taruhannya. Seringkali pula, sang ayah hanya bisa menangis penuh kekhawatiran sambil berdoa mudah-mudahan? sang ibu bisa melahirkan dengan selamat.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah proses ketiga selesai, disusul proses keempat, yakni menyusui. Dalam proses menyusui ini, sang ibu harus berhati-hati dan selalu menjaga diri sebaik mungkin karena apa yang terjadi pada dirinya bisa berdampak langsung pada si bayi. Sang ibu harus sanggup berjaga menahan kantuk, baik siang maupun malam. Ketika si bayi haus dan lapar dan membutuhkan ASI, seorang ibu harus selalu siap memberikannya. Dalam tugas ini, sang ayah juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban sang ibu. Berbagai resiko, baik fisik maupun non-fisik pun, juga sering dihadapi para ibu yang sedang menyusui.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Al-Qur’an memberitakan masa menyusui adalah dua tahun sebagaimana bunyi ayat:

? ? ?

“Dan menyapihnya dalam usia dua tahun.”

Masa dua tahun menyusui dengan ASI adalah ideal terutama bagi ibu-ibu yang memang memiliki kesempatan untuk itu. Tetapi bagi mereka yang memiliki masalah tertentu, maka setidaknya selama 6 bulan pertama dapat mengusahakannya sebab selama itu ASI bersifat eksklusif.? Ini merupakan standar? internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua energi dan gizi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru, serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Mengingat beratnya tugas ibu, yakni tiga hal penting yang terdiri dari: mengandung, melahirkan dan menyusui, maka bisa dimengerti mengapa? Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan agar hormat dan bakti kepada ibu lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana saya uraikan di atas, perbandingannya adalah 3 : 1. Perbandingan ini masuk akal dan adil.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) SurakartaDari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Halaqoh, Anti Hoax Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas

Jombang, Shautus Salam. Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Nahdlatul Ulama Jawa Timur, positif disepakatai akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang pada Selasa-Kamis (25-27/2). 

Keputusan itu diambil setelah perwakilan PWNU Jawa Timur bertemu dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Majelis Pengasuh dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada hari ini, Sabtu (18/1).

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas

Pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Yayasan PPBU teresebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ach Muzakki, Sekretaris PWNU Jatim, H. Shidiq AR, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Nashir Fattah, Rais Syuriah PCNU Jombang, Dr. KH Isrofil Amar, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Hasib Wahab, Ketua Majelis Pengasuh PPBU dan KH M Irfan Sholeh, Ketua Yayasan PPBU, serta jajaran PWNU Jatim, PCNU Jombang dan pengurus Yayasan PPBU Tambakberas.

Dalam kesempatan tersebut, KH Irfan Sholeh, dalam sambutan selamat datangnya menyatakan dengan tegas bahwa, Pondok Pesantren Bahrul Ulum begitu mendengar akan dijadikan tempat Muskerwil NU Jatim, langsung mengadakan rapat singkat dan menyatakan siap. 

“Begitu kami mendengar Bahrul Ulum akan dijadikan tempat Muskerwil NU, kami 1000 persen siap menerima amanah tersebut. Karena sejak awal, Pondok Pesantren Bahrul Ulum selalu menopang dan siap berjuang untuk Nahdlatul Ulama”, kata Kiyai Irfan.

Shautus Salam

Sedangkan menurut Dr. Ach Muzakki, pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai tempat Muskerwil berdasarkan hasil rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jatim. 

“Semula tempat Muskerwil akan dilakukan di Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, tetapi karena pada event sebelumnya, yaitu Konferwil (Konferensi Wilayah, red) tidak jadi diadakan di Tambakberas, maka pada Muskerwil kali ini disepakati di Jombang, dalam hal ini di Tambkaberas”, terang pria mantan Ketua LP Maarif NU Jatim ini.

Di akhir pertemuan di sepakati, PCNU Jombang bersama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum akan menyusun organizing commitee (OC) dan menyusun kebutuhan-kebutuhan Muskerwil, selanjutnya akan bertemu dengan PWNU Jatim pada tanggal 27 Januari 2014. (Muslimin Abdila/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Anti Hoax Shautus Salam

Selasa, 05 Desember 2017

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya

Brussel, Shautus Salam?

Bagaimanakah rasanya menjalani ibadah puasa di negera minoritas Islam seperti Belgia? Tentu jauh berbeda dengan yang biasa kita alami di Indonesia. Ibadah puasa di Belgia harus dijalani hingga 19 jam lamanya. Hal ini terjadi karena bulan Ramadhan di Belgia saat ini bertepatan dengan musim panas, sehingga waktu siang lebih panjang dari pada waktu malam. Untuk itu sahur di Belgia dilakukan pada pukul 3 pagi, dan buka puasa baru bisa dilakukan pada pukul 10 malam. Sungguh puasa yang amat panjang.

Berpuasa saat musim panas di Belgia juga memiliki tantangan lainnya. Seperti cuaca yang panas yang membuat rasa haus lebih terasa dibandingkan pada musim lainnya. Selain itu, musim panas ini juga dijadikan kesempatan bagi warga Belgia untuk berjemur dengan berpakaian ala musim panas untuk dapat menikmati sinar matahari. Aurat tidak tertutup sempurna, sehingga pemandangan pun jadi terasa ‘panas’ menggoda. Itulah beberapa tantangan bagi kaum muslim di Belgia untuk berpuasa total, puasa makan dan minum sekaligus menjaga pandangan mata.

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya

Suasana puasa Ramadhan di tanah air tentu sangat terasa. Berbagai macam kegiatan keagamaan dilaksanakan hampir di semua tempat-tempat ibadah. Termasuk juga di mal-mal dan tempat perbelanjaan. Tak lupa tanyangan-tayangan spesial Ramadhan selalu menghiasi layar kaca televisi. Gaung adzan tanda waktu berbuka puasa yang selalu dirindukan dapat dengan mudah dikumandangkan. Tentu suasana puasa Ramadhan tersebut tidak dapat dirasakan di negara minortas Islam seperti di Belgia.?

Namun berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan kaum Muslim untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan. Tentu karena Ramadhan ini adalah bulan spesial, bulan penuh berkah. Maka kesempatan ibadah selama Ramadhan ini tidak disia-siakan. Justru tantangan tersebut dimaknai sebagai ujian keimananan dan ketaqwaan, demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Nanang Suprayogi, alumni Pondok Gontor yang kini menjadi ketua Tanfidziah PCINU Belgia.

Kesempatan Ramadhan ini juga sekaligus digunakan sebagai momen untuk berdakwah di Belgia. Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk saat berinteraksi dengan komunitas warga non muslim Belgia. Misalnya saja, saat ngobrol santai, kemudian dia menawarkan makan/minum, maka kami katakan bahwa kami kaum muslim sedang menjalani ibadah puasa. Kemudian mereka bertanya lebih lanjut tentang apa itu puasa, mengapa kita berpuasa, dan sebagainya. Nah kita jelaskan puasa yang kita jalani sesuai dengan ketentuan Islam.?

Shautus Salam

Mereka terkejut sekaligus salut kepada kaum Muslim yang dapat menjalani ibadah puasa hingga 19 jam lamanya. Semoga penjelasan kami tentang puasa dan beberapa ibadah lainnya dapat menjadi informasi baik buat mereka dalam melihat ajaran Islam. Selama ini berita yang mereka terima tentang Islam masih kurang utuh, karena kerap dikaitkan dengan tindakan terorisme. Mereka perlu mendapatkan informasi tentang Islam yang sesungguhnya, Islam yang Rahmatan lil alamin.

Selain itu, kepada sesama kaum Muslim, dakwah dilakukan dalam bentuk pengajian dan buka puasa bersama. Kegiatan ini dilakukan untuk lebih mengeratkan silaturahim sekaligus menambah ilmu dan pengetahuan tentang keislaman. Kesempatan pengajian dan buka puasa bersama ini dimanfaatkan bagi para hadirin untuk saling bertemu sapa dan menikmati sajian buka puasa.

Alhamdulillah kegiatan keagamaan ini juga mendapat dukungan di pihak KBRI Brussel. Bahkan pada hari pertama puasa, Bapak Duta Besar RI, Bapak Yuri Thamrin berkenan mengundang para kaum muslim Indonesia untuk berbuka puasa di kediamannya. Pada kesempatan itu hadir pula kaum Muslim yang berkewarganegaraan lain, seperti Maroko, Belanda dan Belgia, yang juga di undang oleh bapak Duta Besar. Acara buka puasa dilanjutkan dengan solat magrib berjamaah.

Shautus Salam

Selain itu, diadakan juga kegiatan pesantren Ramadhan bagi anak-anak dan remaja. Pesertanya ada anak Indonesia dan juga anak Belgia. Kegiatan pesantren Ramadhan ini dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni bertempat di Aula KBRI.?

Pada kesempatan itu, para santri belajar membaca al-Qur’an, sholat berjamaah, serta mendapatkan materi-materi keislaman yang tidak dapat mereka dapatkan di sekolahnya. Kegiatan pesantren ini dilakukan dengan kerjasama KBRI dan komunitas Keluarga Pengajian Muslimin Indonesia (KPMI) Belgia yang saat ini diketuai Bapak Lanang Seputro.

Ramadhan selalu membawa keberkahan, tentu kita semua berharap dapat menerima keberkahannya. Semoga semua amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah Subhanahu wa ta’ala, taqabbalallahu minna wa minkum, siyaman wa syamakum. Salam hangat dari Belgia. (Nanang Suprayogi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Pahlawan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock