Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Selasa, 20 Februari 2018

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil

Kemangkon, Shautus Salam

Kiai Tofik Hidayat, pengasuh pesantren Roudlotut Tholibin Bakulan dan Kiai Dalail Khoerot terpilih menjadi Rais dan Ketua dalam Konferensi MWC NU Kemangkon yang berlangsung pada Ahad, 28 April 2013 di Gedung Sekretariat MWC NU Kemangkon, desa Panican.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung satu tahap Kiai Tofik Hidayat memperoleh 13 suara mengalahkan Kiai Mustangin yang memperoleh 1 suara dan Ust. Jauhari 1 suara dari 15 suara yang sah. 

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil

Kiai Dalail Khoerot yang merupakan incumbent ketua tanfidziyah masih dipercaya untuk memimpin NU dengan suara mutlak 15 suara mengalahkan H Darmo yang mendapatkan 1 suara dari 16 suara yang hadir.

Shautus Salam

Konferensi MWC NU Kemangkon ini mengusung tema Berkhidmah untuk Negara, mengandung maksud menguatkan kembali peran NU dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, karena NU adalah organisasi Islam terbesar yang tetap mengedepankan kesatuan dibawah bingkai NKRI. 

Shautus Salam

Torik Jahidin, selaku ketua panitia mengatakan NU diserang dari berbagai penjuru melalui pembid’ahan amaliah NU, memusyrik-musyrikkan ziarah kubur. Karena jika NU hancur maka hancurlah NKRI kemudian akan didirikan negara Islam. 

“Maka NKRI ada ditangan NU. Untuk itu penguatan akidah, memperkokoh wawasan kebangsaan adalah sebuah keniscayaan,” katanya.

Acara ini dihadiri oleh Kabag Umum Pemda Purbalingga H Aksan Mashuri yang mewakili Bupati Purbalingga, Camat Kemangkon, Kapolsek Kemangkon dan para kiai pengasuh pesantren di wilayah kecamatan Kemangkon serta seluruh Banom NU.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Budaya, Kyai Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

Pasaman Barat, Shautus Salam - Kader Ansor yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) harus militan untuk mengawal ulama dan keutuhan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI). Karena kelahiran Ansor tidak terlepas dari eksistensi menjaga ulama dan NKRI.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasaman Barat Ustazd Nurrahman mengatakan hal itu pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar? (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Jumat (10/2).

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

“Ansor Kabupaten Pasaman Barat diharapkan bisa mengawal Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Berbagai masalah umat yang muncul perlu mendapat perhatian kader Ansor,” tambah Nurrahman.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Efendi menyebutkan, setiap kader yang sudah mengikuti PKD dan Diklatsar Banser harus menjadi militan memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Selain itu, mereka mampu melahirkan kader Ansor yang baru setelah mengikuti PKD.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Kita prihatin saat ini kondisi generasi muda Pasaman Barat yang terlibat dengan berbagai penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku yang tidak baik lainnya. Ansor diharapkan mampu menbentengi generasi muda Pasaman Barat dari hal-hal yang dapat merusak dirinya tersebut,” kata Djafrinal alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim)? II tahun 2015.

“Untuk itu, Ansor Pasaman Barat siap bergandengan tangan dengan pihak terkait memberantas penyakit masyarakat tersebut. Sebagai generasi muda Pasaman Barat, kita tidak ingin generasi mudanya dirusak oleh perbuatan yang dapat menghancurkan masa depannya,” kata Djafrinal.

Menurut Djafrinal, PKD ini merupakan yang kedua dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan Diklatsar merupakan yang pertama dilakukan Pasaman Barat. Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari PKD dan Diklatsar ini akan dilanjutkan PKD berikutnya. “Memang banyak kalangan generasi muda yang ingin bergabung dengan Ansor. Karena mereka memahami posisi Ansor dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di NKRI ini,” kata Djafrinal.

Sekretaris PW GP Ansor Sumbar Arianto saat memberikan materi menambahkan, Ansor

harus terus memaju diri dengan berbagai keterampilan dan kemampuan sehingga mampu bersaing di tengah masyarakat. Ansor sebagai generasi muda yang berhimpun dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan etnis, tetap selalu menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“PKD merupakan kaderisasi formal? yang diikuti oleh setiap calon anggota Ansor. Ansor sendiri merupakan wadah bagi pemuda dalam mengabdi dan berkarya khususnya sebagai media dakwah Islam Ahlussunnah Wal-jamaah An-Nahdliyah. Anggota Ansor belum dikatakan afdhol jika belum mengikuti PKD,” kata Arianto.

Dikatakan Arianto, PKD merupakan upaya utuk meningkatkan kualitas sumber daya kader Ansor, guna mengemban tugas yang penting dan mulia. Yaitu mengawal ajaran Aswaja, benteng ulama dan keutuhan NKRI.

PKD dan Diklatsar dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pasaman Barat berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Mahakarya Kampung V Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, hingga Ahad (12/2) dini hari. PKD dan Diklatsar diikuti 50 peserta. Pada Diklatsar tampil memberikan materi dari Polres Pasaman Barat dan Kodim 0305 Pasaman, terkait dengan Kantibmas dan PBB. Instruktur dari Ansor tampil Armaidi Tanjung, Arianto dan Nafriandi dan Djafrinal Efendi. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, RMI NU, Kyai Shautus Salam

Senin, 22 Januari 2018

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat

Jombang, Shautus Salam. Terjadi kesepahaman antara Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Jombang dengan Aswaja NU Center Jombang. Kedua lembaga ini bersepakat bahwa para guru yang mengajar materi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) harus memiliki sertifikat Aswaja yang dikeluarkan oleh dua lembaga ini.

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat

Hal ini disampaikan Direktur Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto kepada Shautus Salam, Jum’at (11/4). "Tadi siang antara PC LP Maarif NU Jombang dengan PC Aswaja NU Center Jombang telah menyepakati hal ini," kata dosen di Universitas Darul Ulum Jombang ini. Pertemuan dihadiri oleh Ketua PC LP Maarif NU, KH Salmanuddin.

PC LP Maarif NU Jombang akan mengundang sejumlah guru yang mengajar mata pelajaran Aswaja untuk disamakan persepsinya seputar pengetahuan dan pemahaman Aswaja secara benar. "Hal ini juga menjadi amanah dari Musyawarah Kerja PCNU Jombang yang beberapa waktu lalu dilaksanakan," kata Yususf Suharto.

Shautus Salam

Pertimbangan lain karena ternyata ada sejumlah sekolah dan madrasah yang belum menggunakan materi Aswaja. Padahal buku panduan telah disediakan oleh PW Maarif NU Jawa Timur. "Ini agak riskan karena materi Aswaja hanya diberikan kepada siswa dalam bentuk amaliyah ibadah," tandasnya.

Shautus Salam

Yang juga tidak kalah penting adalah ternyata di sejumlah madrasah dan sekolah beredar buku Pendidikan Agama Islam yang mempersoalkan sejumlah amaliyah Aswaja. "Seperti dibidahkannya ziarah kubur, pelarangan penggunaan jimat dan sebagainya," terangnya. "Hal ini sangat meresahkan sejumlah sekolah dan guru," lanjutnya.

Sejumlah permasalahan tersebut menjadi keprihatinan bersama antara kedua lembaga. "Apakah para guru Aswaja kurang memahami materi yang disampaikan kepada para peserta didik atau ada masalah lain, akan kami dalami," ungkapnya.

Kegiatan pendalaman materi keaswajaan bagi guru ini nantinya dilangsungkan di auditorium Universitas Wahab Hasbullah atau Unwaha Tambakberas Jombang bulan depan. "Awalnya akan dilangsungkan bulan April, tapi karena ada tahapan pemilu akhirnya digeser ke bulan Mei," katanya.

Para guru yang telah mengikuti pendalaman Aswaja ini nantinya akan diberikan Sertivikat Aswaja sebagai bukti bahwa yang bersangkutan berhak dan layak mengajar materi Aswaja di sekolah dan madrasah. "Tanpa sertivikat Aswaja, para guru bisa diragukan pemahaman dan kemempuan dalam memahami Aswaja secara baik dan benar," sergahnya.

Ada sekitar tiga ratus guru yang akan mengikuti kegiatan ini. "Tahap pertama baru dilakukan bulan Mei, namun akan terus dilaksanakan sampai seluruh guru Aswaja mengikuti kegiatan ini," katanya.

Pemateri Aswaja ini adalah para kiai di jajaran Syuriyah PCNU Jombang dan pengurus Aswaja NU Center Jombang yang dipandang memiliki pemahaman dan kedalaman perihal keaswajaan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Kyai Shautus Salam

Jumat, 19 Januari 2018

Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub

Tangerang Selatan, Shautus Salam

Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 KH Ali Mustafa Ya’qub berpulang ke rahmatullah, Kamis (28/4) pagi di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Pihak keluarga menjelaskan, almarhum sudah merasakan sakit flu dan masuk angin pada Rabu malam hingga kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hermina.

Hal tersebut disampaikan Ali Nurdin yang mewakili keluarga dalam konferensi pers kepada awak media di Ruang Madaris, Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (28/4).

Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub

Pengurus yayasan sekaligus alumni Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat ini mengatakan bahwa setelah dibawa ke Rumah Sakit Hermina pada Rabu malam, Kiai Ali dibawa pulang ke rumahnya lagi. "Beliau masih kuat untuk Salat subuh di rumah," jelasnya.

Shautus Salam

Sekitar pukul setengah enam pagi, imbuh Nurdin, Kiai Ali dibawa kembali ke Rumah Sakit Hermina karena merasakan sakit lagi. "Dari rumah ke mobil (menuju RS Hermina), Kiai sudah dipapah," ungkapnya.

Nurdin mengatakan bahwa proses wafatnya Kiai Ali begitu singkat dan cepat. Namun, keluarga pihak keluarga tetap tabah menerima kenyataan ini.

Shautus Salam

Menurutnya, Kiai Ali sudah banyak menuntun para mualaf untuk membaca syahadat dan masuk Islam. Maka dari itu, jelas Nurdin, Kiai Ali bersama sahabat-sahabatnya sebelum wafat sedang mempersiapkan lembaga advokasi untuk para mualaf.

Ada ratusan bahkan ribuan orang yang sedang menshalati jenazah KH Musthofa Ali Yaqub di Masjid Muniroh Assaadah, di kompleks Pesantren Darussunnah. Beberapa tokoh mengiringi proses peristirahatannya yang terakhir, di antaranya Prof Quraish Shihab. (Muchlison Rochmat/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Kajian Sunnah Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Shautus Salam. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Shautus Salam

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Sejarah, Pesantren Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

Lombok Tengah, Shautus Salam. Babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning wilayah Nusa Tenggara Barat digelar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Loteng.? Lomba yang diiniasiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dimaksudkan sebagai upaya melestarikan tradisi membaca Kitab Kuning."Musabaqoh Kitab Kuning ini merupakan bagian dari kita menjaga tradisi membaca Kitab Kuning untuk menatap masa depan yang lebih baik," kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah saat pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Kamis (7/4/).

Kegiatan tersebut, lanjut Akhdiansyah, merupakan salah satu peran aktif PKB dalam upaya turut melestarikan tradisi-tradisi pendidikan di pondok pesantren, seperti tradisi membaca Kitab Kuning yang telah menjadi warisan para ulama.

Melalui program Musabaqoh ini, tradisi membaca Kitab Kuning akan terus tejaga dan terawat. Selain tradisi membaca Kitab Kuning, lanjut politisi muda ini, ? tradisi Nusantara Mengaji juga akan dilaksanakan DPP PKB, bahkan seluruh anggota Dewan dari PKB diperintahkan masing-masing membawa 200 orang dalam acara Nusantara Mengaji.

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

"Ini dalam rangka merawat dan menjaga tradisi, untuk kemajuan bangsa", ujar Akhdiansyah?

Musabaqoh tersebut juga dijadikan ajang mencari peserta terbaik yang akan mewakili NTB di tingkat nasional. "Besar harapan kami, salah satu terbaik dari ratusan peserta perwakilan masing-masing ponpes yang mendaftar, nantinya mampu meraih juara di tingkat nasional," harapnya.

Shautus Salam

Acara yang dibuka langsung oleh pembina dan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, TGH LM Turmudzi Badarudin itu, dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Loteng dan Provinsi NTB dari PKB, ketua DPC PKB se-NTB, para ustadz dan santri, serta peserta Musabaqoh.

Dalam sambutannya, Tuan Guru Bagu sapaan TGH LM Turmudzi Badarudin, menyampaikan bahwa sangat mendukung Musabaqoh Kitab Kuning yang dilaksanakan PKB. "Musabaqoh yang dilaksanakan PKB hari ini bagus. Semoga semua yang mengaji akan mewarisi ilmu para ulama," kata musasyar PBNU ini

Shautus Salam

Hal itu dianggap sangat perlu untuk keberkahan suatu ilmu. Diungkapkan, yang dikerjakan para ulama terdahulu seperti mengaji, menghafal kitab dan selalu menghadiri majelis baik di Timur Tengah maupun dalam negeri, sehingga ilmu itu menjadi barokah.

"Semoga kehadiran para anggota Dewan dan anggota Hakam serta seluruh peserta di acara ini mendapat barokah", katanya (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Doa, Kyai Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock