Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Shautus Salam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Shautus Salam

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Shautus Salam

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pahlawan, Nahdlatul Shautus Salam

Senin, 19 Februari 2018

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya

Surabaya, Shautus Salam. Ribuan anggota dan simpatisan Fatayat NU tampak berduyun-duyun mendatangi Gedung Olah Raga (GOR) jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya, Sabtu (19/9). Secara bergelombang, ibu-ibu muda Nahdliyin ini berramai-ramai ke arena pembukaan Kongres Ke-15 Fatayat NU.

Mereka tampak bersemangat menduduki gedung olahraga tempat pembukaan kongres salah satu badan otonom NU ini. "Kami pagi-pagi sudah ke sini ini karena cinta Fatayat, cinta NU," ujar utusan Fatayat asal Salatiga, Jawa Tengah.?

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya

Pantauan Shautus Salam, kedatangan para pengurus Fatayat dari seluruh Indonesia mengalami eskalasi tinggi menjelang pembukaan kongres pukul 10.00 WIB pagi ini. Jajaran pengurus Fatayat di tingkat cabang yang berseragam khusus membawa serta anggotanya menggunakan armada bus, elf, dan kendaraan roda empat.

Shautus Salam

Di sepanjang arteri Surabaya, baliho dan spanduk bergambar Ketum Fatayat Hj Ida Fauziah dan Sekjen Anggia Ermarini tampak melambai-lambai menyapa warganya. Ucapan selamat dan karangan bungan dari berbagai instansi maupun perorangan dijejer rapi di pintu masuk GOR.

Aparat kepolisian dibantu satuan pengamanan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Jawa Timur tampak berjaga-jaga di sejumlah sudut. Menurut salah seorang anggota Banser pengaman di GOR, hanya 70 orang yang diturunkan. "Selebihnya berjaga-jaga di arena kongres di asrama haji," katanya.

Shautus Salam

Kongres yang mengusung tema "Ikhtiar perempuan NU untuk Indonesia yang Berkeadaban" ini dijadwalkan selama lima hari, 18-22 September 2015. Kongres digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jawa Timur. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dijadwalkan membuka kongres secara resmi.

Hingga berita ini ditulis, kongres Fatayat masih diwarnai acara pemutaran lagu-lagu semangat pagi diselingi beberapa pengumuman dari panitia. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Pasuruan, Shautus Salam

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan memebentuk Densus Antinarkoba seiring dengan peringatan hari lahir ke-93 NU. Unit ini dibentuk atas dasar keprihatinan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Densus Antinarkoba yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin dideklarasikan PCNU Kota Pasuruan, akhir pekan kemarin (24/4), bersama mitra strategisnya yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman tentang komitmen pemberantasan narkoba di Kota Pasuruan, yakni Polresta Pasuruan dan Forum Komunikasi Biker Pasuruan (FKBP).

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Waladi mengatakan bahwa Densus Antinarkoba adalah lembaga taktis NU yang di dalamnya terdiri dari aktivis NU, elemen organisasi anak muda, pemerintah, dan kepolisian untuk bersama-sama melakukan perang melawan narkoba.

Shautus Salam

"Kita membaca grafik peningkatan pengguna narkoba yang tiap tahunnya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan dengan korbannya adalah anak muda. Ini harus dilakukan gerakan bersama untuk perang melawan narkoba dan mewujudkan zero narkoba di Kota Pasuruan. Untuk itu NU perlu merangkul komunitas anak muda sebagai mitra strategis," ucap Waladi.

Bahrul Ulum, sekretaris daerah Kota Pasuruan, atas nama Pemerintah Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerakan PCNU Kota Pasuruan yang mampu merangkul anak muda untuk bersama-sama memerangi narkoba.

Shautus Salam

"NU adalah organisasi pertama di Kota Pasuruan yang secara resmi mendeklarasikan perang melawan narkoba dan Pemerintah Kota Pasuruan siap bekerja sama," ujarnya di sela acara deklarasi yang digelar di Aula Lantai II Gedung PCNU Kota Pasuruan.

Acara tersebut dirangkai dengan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada komunitas anak muda. Beberapa narasumber yang hadir Kasat Reskoba Polresta Pasuruan AKP Marlon Logo Tadu dan anggota komisi D DPRD Propinsi Jatim H. Muzammil Syafii. Forum disesaki ratusan pelajar, mahasiswa, dan anggota Forum Komunikasi Bikers Pasuruan (FKBP), organisasi komunitas anak muda pecinta motor di Pasuruan.

KH Muhammad Nailur Rohman atas nama Pengurus Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan dan Ketua Panitia Harlah Ke-93 NU mendorong agar NU menjadi motor pemberantasan narkoba dan bergerak merangkul komunitas anak muda.

"Harlah NU tidak boleh hanya dilakukan secara seremonial saja, tapi harus dilakukan dalam bentuk gerakan untuk kemaslahatan umat. Dan Harlah NU ke-93 ini kita jadikan mementum untuk melakukan gerakan perang melawan narkoba," kata pria yang akrab disapa Gus Amak ini. (Hanan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Nahdlatul Shautus Salam

Selasa, 13 Februari 2018

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi

Tangerang Selatan, Shautus Salam - Islam datang bukan untuk menghancurkan peradaban yang sudah ada. Melainkan, Islam datang untuk menyempurnakan hal-hal yang sudah bagus dan menghapus sesuatu yang buruk serta menggantinya dengan sesuatu yang bagus.

Demikian disampaikan Direktur Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban saat mengisi diskusi dengan tema Manhaj Dakwah Islam Nusantara Walisongo di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi

Ginanjar menerangkan, Walisongo menggunakan metode dakwah yang santun, merangkul, dan menghormati tradisi kebudayaan masyarakat setempat.

Shautus Salam

Oleh karena itu, Walisongo berhasil mengarusutamakan agama Islam di wilayah Nusantara, terutama Jawa. (Ahmad Muchlison/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Tegal, Nahdlatul Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar

Semarang, Shautus Salam. Pertama sejak tiga puluh tahun terakhir, haul waliyullah Simbah KH Sholeh Darat diisi pengajian akbar. Jika selama ini hanya ada kegiatan tahlilan di makamnyadi kompleks pemakaman umum Bergota Semarang, di haul ke-112 kali ini diisi rangkaian kegiatan besar.

Ahad (26/8 atau 8 Syawal 1433 H), akan diadakan Bedah Kitab Lathoifut Thoharoh wa Asrorus Sholah karya KH Sholeh Darat, di halaman masjid peninggalan beliau di Jalan Kakap Darat Tirto Semarang Utara, mulai pukul 08.30. 

Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar

Pembedah kitab adalah dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Dr H Inamuzahidin MA dengan moderator Gus Lukman Hakim, cicit Kiai Sholeh Darat. Untuk mengikuti ini cukup dengan membayar Rp 20 ribu kepada panitia di lokasi acara, mendapat satu kitab tersebut dan konsumsi.

Shautus Salam

Esoknya, Senin (27/8) pukul 07.00-15.00 digelar semaan Al-Qur’an oleh 40 orang huffadz. Lalu malamnya, mulai jam 20.00,  pengajian akbar dengan pembacaan Maulid Nabi oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan. Diperkirakan 10 ribu orang menghadiri pengajian ini, berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. 

Plt Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo direncakan hadir dan memberi sambutan dalam pengajian yang diorganisir panitia yang terdiri dari dzurriyah KH Soleh Darat dengan dukungan poenuh PCNU Kota Semarang beserta seluruh banomnya ini. 

Shautus Salam

Ketua Panitia Haul ke-113 Simbah KH Sholeh Darat, Agus Taufiq mengatakan, pihaknya didukung PWNU Jateng dan PCNU Semarang serta para kiai, sayyid dan santri plus kaum muslimin Semarang telah mendapat dukungan besar dari berbagai pihak dari seantero komunitas muslim nusantara untuk kesuksesan acara ini. 

Dalam rapat koordinasi terakhir beberapa hari lalu, kata dia, telah diperoleh konfirmasi bahwa seluruh pondok pesantren yang tokohnya dulu pernah menjadi murid Mbah Sholeh Darat, akan mengerahkan santri untuk menghadiri acara haul. PBNU yang disowani panitia, lanjutnya, juga menyokong penuh kegiatan tersebut. Dan dia menyampaikan banyak terima kasih atas segala perhatian dan dukungan itu. 

“Alhamdulillah kami mendapat dukungan sangat besar dari berbagai pihak. Terima kasih untuk semuanya. Mari kita meneladani perjuangan Kiai Shaleh Darat Semarang, sang  maha guru para ulama dan tokoh pergerakan kemerdekaan RI abad 19 M. Hadirilah seluruh rangkaian acara haul beliau yang ke-112 ini,” ujar  satu cicit KH Sholeh Darat ini.  

Adapun ziarah dan doa tahlil di makam, seperti biasa, diadakan pada 10 Syawal yang bertepatan tanggal 28 Agustus 2012. Tahlil akan dipimpin oleh ketua Jamaah Pengajian Ahad Pagi (JPAP) yang dipimpin Pengasuh Pesantren Darul Furqon Wot Prau, Semarang, KH Muhammad Muin. 

Sejak tiga hari sebelum puncak haul, makam KH Sholeh Darat sudah dibanjiri ribuan orang dari berbagai daerah. Bus-bus besar maupun kecil, serta mobil pribadi dan sepeda motor, memenuhi lapangan Kalisari maupun parkiran Polrestabes Semarang dan jalan di sekitar Bergota. 

Bagi pihak yang perlu informasi, dipersilakan menghubungi Sekretariat Panitia Jl Kakap Darat Tirto No 213 Dadapsari Semarang Utara Kontak Agus Triyanto:  HP 08156506358. 

 

Redaktur     :Hamzah Sahal

Kontributor :Ichwan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

Sidoarjo, Shautus Salam. Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin meminta kepada komisi penyiaran Indonesia (KPI) Pusat agar memfilter tayangan televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras dan intoleran. Pasalnya, tayangan tersebut dinilai meresahkan masyarakat khususnya untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

"Maraknya tayangan melalui media televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras intoleran sangat meresahkan masyarakat belakangan ini. Untuk itu, GP Ansor Sidoarjo meminta KPI untuk memfilter tayangan dan menindak tegas media tersebut agar masyarakat tidak terpengaruh dengan tayangan yang mengarah ke ajaran mereka," kata Rizza kepada Shautus Salam, Jumat (13/1).

Menurutnya, tayangan televisi kabel sudah liar dalam melakukan penyiaran. Pasalnya, banyak tayangan berbau aliran garis keras dan intoleran dengan menggunakan simbol Islam.

Oleh sebab itu, Ansor Sidoarjo menyarankan kepada KPI pusat agar menindak tegas dan memfiter ulang siarannya. Sehingga muatannya tidak provokatif, penuh kebencian dan membahayakan kesatuan, persatuan bangsa.

Rizza menyebutkan bahwa masyarakat saat ini hampir 80 persen mengamati media sosial (medsos). Hal ini sangat membayakan paham yang dibawa oleh medsos tersebut jika masyarakat tidak pandai-pandai memperhatikan kontennya.

Shautus Salam

"Konten yang berbau aliran radikal dan intoleran itu bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat awam dan membahayakan NKRI. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat luas terutama warga Nahdliyin agar berhati-hati dalam menyaksikan atau melihat tayangan atau konten yang mengarah ke radikalisme," imbauannya.

Agar tidak terpengaruh dengan ajaran radikal, Rizza menyarankan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin sebaiknya menyaksikan tayangan yang disiarkan media-media Islam moderat yang menyuguhkan konten Islami, menebar kedamaian, dan menginspirasi. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Fragmen, Berita, Nahdlatul Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Lamongan, Shautus Salam. Sebelum dinyatakan lulus, para peserta Kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Lamongan, Jawa Timur, diharuskan melewati beberapa rintangan. Mereka harus bisa melewati ujian pemecahan sandi dan latihan fisik seperti merayap, rolling, koprol, bahkan berjalan di atas beling (glass-walking).

Ya. Kaderisasi GP Ansor di daerah Pantura Lamongan kembali digalakkan kemarin (28/9). Gabungan Satkoryon Banser Paciran, Solokuro, Laren, dan Maduran menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di gedung SMA Mazra’atul Ulum Paciran yang diikuti 210 peserta.?

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Kegiatan ? yang bertemakan ‘Membentuk Kader Banser yang Tangguh dan Militan’ itu meliputi materi Ke-Ansor-an, Ke-Banser-an, Kamtibmas, Caraka Malam, Gemblengan, dan Pembaiatan. Hadir dalam even itu Dansatkorwil Banser Jatim, Ketua GP Ansor Cabang Lamongan, Dansatkorcab Banser Lamongan, dan Kapolsek Paciran.?

Shautus Salam

Dalam sambutannya, H. Imam Khusnin Ahmad, Dansatkorwil Banser Jatim, menyampaikan bahwa tantangan bagi kader Banser ke depan akan semakin berat. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapabiltas dan kompetensi anggota Banser melalui berbagai diklat dan kursus.

Shautus Salam

Sementara itu saat atraksi glass-walking para peserta dengan langkah mantap melewati hamparan pecahan kaca/beling yang ditata sepanjang enam meter tanpa alas kaki. Hebatnya tak ada satupun peserta yang terluka. Semua peserta dapat melewati semua rintangan dengan baik dan selamat. Akhirnya semua peserta dinyatakan lulus Diklatsar dan di baiat oleh Dansatkorcab Banser Lamongan, Mursam.

Sebelum memimpin baiat, Mursam menyampaikan agar anggota Banser harus mempunyai militansi yang tinggi terhadap ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Farid

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Nahdlatul Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock