Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Sidoarjo, Shautus Salam

General Manager (GM) PT Pektroindo Anugerah Sukses Abadi, produsen panci Paramount yang berlafadz "Alhamdu Allah", Ciputra Alim meminta maaf kepada seluruh umat Islam terkait produknya yang menjadi polemik, karena bertempelkan stiker berlafadz "Alhamdu Allah". Ia juga mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Ciputra mengaku, tidak ada maksud sama sekali melakukan penistaan agama dalam produk panci yang diproduksi massal tersebut. Namun, pihak pabrik sebenarnya hanya ingin menempelkan stiker tersebut sebagai wujud rasa syukur, setelah hampir 12 tahun tidak berproduksi dan akhirnya bisa produksi kembali pada akhir 2015.

"Sejak kisaran tahun 2003, pabrik panci tidak berproduksi dan baru memulai produksi kembali kisaran akhir 2015. Atas dasar itu, sejumlah karyawan yang Muslim mengusulkan agar menyertakan kata "Alhamdulillah" di stiker produk panci Paramount. Ungkapan itu, sebagai bentuk syukur karyawan yang bisa bekerja kembali di perusahaan panci," kata Ciputra sembari menceritakan asal usulnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya Jalan Gajah Mada, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/1).

Namun tak disangka, lanjut dia, niatan itu justru menimbulkan polemik di kalangan umat Islam. Apalagi, kata yang dimaksud "Alhamdulillah" itu ternyata hurufnya kurang dan menjadi "Alhamdu Allah".?

"Kami atas nama perusahaan meminta maaf dan berjanji akan mengganti stiker lafadz ? "Alhamdu Allah" dengan stiker baru tanpa tulisan Arab. Selain itu, kami juga akan menarik produk yang beredar di pasaran," ucapnya.

Shautus Salam

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa produk panci Paramount yang belafadz "Alhamdu Allah" itu ditemukan di sejumlah wilayah, antara lain Pasuruan dan Jember. Temuan lafadz Allah itu, spontan membuat sebagian umat Islam merasa kecewa. Bahkan, MUI Pasuruan dan sebuah ormas Islam di Pasuruan sempat melaporkan polemik itu ke Mapolres Pasuruan. MUI dan salah satu ormas Islam tersebut menyebutkan, pencatuman lafadz "Alhamdu Allah" di barang yang tidak semestinya bisa dianggap sebagai penistaan agama. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kiai, Bahtsul Masail, AlaSantri Shautus Salam

Shautus Salam

Rabu, 24 Januari 2018

PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif

Kupang, NU Oline. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar PKD untuk Cabang Persiapan Sikka, Alor, dan Cabang Defenitif Cabang Ende. Kegiatan berlangsung di Wisma Harapan Baik, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (25/12).

Ketua Panitia, Jul Firlan, mengatakan PKD akan berlangsung tanggal 25-27 Desember. Kemudian pada tanggal 28 Desember akan berlangsung Konferensi Cabang ke-VII. ?

PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif

“Peserta PKD sesuai dengan utusan dua cabang persiapan dan satu cabang defenitif. Sementara yang mengikuti Konfercab diikuti dari Komisariat dan Rayon yang ada di Cabang Kupang. Sedangkan peserta dari cabang lain sebagai peninjau dalam pertarungan Konfercab VII masa khidmat 2015-2016 yang akan datang,” katanya.

Shautus Salam

Sekretaris Mabincab PMII Cabang Kupang Yanto Minggele mengatakan, kader harus memahami sejarah PMII yang sebenarnya. Jangan ber-PMII setengah-setengah, tapi sungguh-sungguh.

Kata Yanto, demi menjaga keabsahan organisasi, perlu adanya sertifkat mulai dari Mapaba, PKD maupun PKL. Sebab, hal itu menjadi penilaian dan menjadi legal formal dari pengkaderan. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Khutbah, AlaSantri Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i

Tasikmalaya, Shautus Salam. PAC GP Ansor Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat mengadakan Pendidikan Penguatan Pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Ahad (19/2) lalu di Yayasan Al-Marufi Cibeuti Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Rais NU Kawalu KH Agus Harun Ghoni, didampingi Ketua PC GP Ansor Kota Tasik Ricky Assegaf.

Dalam sambutannya, KH Agus Harun Ghoni mengutip mutiara dalam Kitab Ar-Risalah halaman 71 karya besar Imam as-Syafii yang berbunyi:

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i

"Barangsiapa yang mempelajari al-Qur`an maka agunglah kedudukannya, barangsiapa yang berpikir (belajar) fiqih maka mulialah kehormatannya, barangsiapa yang menulis al-Hadits maka kuatlah argumentasinya, barangsiapa yang berpikir (belajar) tata bahasa maka lembutlah perangainya, dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat baginya."

Kiai Agus berpesan kepada Kader Ansor dan kiai muda NU agar jangan berhenti mencari ilmu walaupun sibuk dan gudangnya ilmu agama itu ada di pesantren.

"Ansor harus kenal pasantren, jangan berhenti ngaji sesulit dan sesibuk apapun. Karena sudah semestinya sebagai pergerakan pemuda Islam mewarisi tradisi keilmuan pesantren. Belajar dengan kesabaran, membaca dengan ketekunan, kemudian mencatat dengan ketelitian. Ingat nasihat Imam Syafii Barangsiapa yang tak pernah mengecap kehinaan dalam mencari ilmu walau hanya sebentar, akan meminum kehinaan kebodohan pada sisa hidupnya,” kata Kiai Agus.

Shautus Salam

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pondok Pesantren al-Marufi Cibeuti ? itu juga memotivasi agar mencari ilmu itu jangan hanya dipahami, akan tetapi harus mulai diabadikan dalam sebuah karya yang tercatat.

"Belajarlah kemudian sampaikan! Perhatikan Ulama terdahulu, mereka harus menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu. Setelahnya mereka ikat (ilmu itu) dalam bentuk karya tulisan pada lembaran-lembaran kertas menggunakan pena yang dicelupkan ke tinta persis yang diadopsi santri di pesantren. Akan tetapi lihat hasilnya, sampai saat ini ilmunya dalam bentuk kitab dimanfaatkan terus oleh kita semua,” ujarnya.

Shautus Salam

Disamping taat pada semua fatwa para ulama, tambahnya, Ansor juga harus bisa membentengi warga Nahdliyyin, karena saat ini sepertinya ada kelompok yang ingin kiai dengan warga NU tidak akur.?

Dia mengajak untuk bersama menjaga marwah NU dengan kembali mengamalkan nilai-nilai agama serta menanamkan sikap cinta tanah air, seperti yang telah dilakukan para Kiai-Kiai NU terdahulu dalam merawat tradisi agama dalam bingkai NKRI.?

Penguatan Keaswajaan ini diikuti oleh oleh kader-kader Ansor dan 50 kiai muda NU perwakilan tiap Kecamatan se-Kota Tasikmalaya. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Direktur Aswaja Center Tasikmalaya Yayan Bunyamin yang juga Pimpinan Pesantren Rahmat Semesta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri, Halaqoh, Tegal Shautus Salam

Selasa, 16 Januari 2018

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

Sidoarjo,? Shautus Salam. Menanggapi adanya isu radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Rocsulullah akan berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo Kota agar bisa sejalan.

Karena Kapolsek Sidoarjo Kota tidak sepakat dengan kelompok radikal dan khilafah, karena gerakannya dirasa menganggu keamanan di masyarakat.

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

"Saya juga berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo yang telah turut serta dalam mengawal NKRI," kata Kapolsek Sidoarjo Kota, Rocsulullah, Rabu (10/5).

Sementara itu menurut Danramil Sidoarjo, Kapten Agus Fachrudin, PAC GP Ansor Sidoarjo Kota satu visi dengan Danramil. Kapten Agus Fachrudin menjelaskan bahwa Ansor memang dilahirkan untuk menjaga NKRI.

"Ansor dan Banser memang dilahirkan untuk menjaga NKRI, sama dengan kami," kata Kapten Agus. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam AlaSantri, Warta, Nusantara Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU

Ponorogo, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Ponorogo, Jawa Timur, menggelar lomba Paduan Suara lagu mars IPNU-IPPNU yang diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Komisariat se-Ponorogo. Acara ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62.

Lomba paduan suara digelar Ahad (12/3) pagi mulai pukul 08.00 bertempat di aula MI Maarif Ngrupit, Jenangan, Ponorogo. Sebanyak 17 grup paduan suara turut berpartisipasi dalam lomba ini.

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU

Lagu mars yang dilombakan adalah mars IPNU yang diciptakan Moh. Shomury W, dan mars IPNU ciptaan Mahbub Junaidi serta Mochtar Embut. Peserta lomba juga membawakan satu lagu daerah dengan judul bebas.

Sementara, aspek penilaian pada lomba ini meliputi aspek intonasi, suara dan keseriusan partitur.?

Ketua IPPNU Ponorogo Iffatul Wahidah mengatakan lomba paduan suara ini digelar sebagai salah satu wadah untuk memperkuat tali silaturrahim di semua tingkat pimpinan.?

Shautus Salam

Dia berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi belaka, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran bersama.

"Karena lagu mars ini juga bagian dari komponen organisasi yang wajib dikuasai semua kader IPNU-IPPNU. Maka kegiatan ini kita adakan ? sebagai wadah kompetisi untk belajar dan peningkatan kualitas kader dalam berorganisasi khususnya dalam hal bidang suara," jelas Iffa kepada Shautus Salam.

Sementara itu, dewan juri lomba memutuskan beberapa grup tampil sebagai juara dalam lomba paduan suara memperingati hari lahir (Harlah) IPNU-IPPNU Ponorogo.?

Shautus Salam

Berikut ini nama-nama grup yang tampil sebagai juara dan berhak mendapatkan Hadiah dari IPNU-IPPNU:

Juara I: PAC IPNU-IPPNU Mlarak?

Juara II: PAC IPNU-IPPNU Kauman?

Juara II: PAC IPNU-IPPNU Sukorejo?

Juara Harapan I: PAC IPNU-IPPNU Babadan

Juara Harapan II: PAC IPNU-IPPNU Sukorejo

(Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, AlaSantri Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

Sukoharjo, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sukoharjo memberikan apresiasi atas lancarnya penyelenggaraan khitanan massal oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Sukoharjo di Kantor PCNU Sukoharjo, Jumat (27/6) sore. Khitanan massal ini baru kali pertama diadakan LAZISNU Sukoharjo.

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

“PCNU Sukoharjo memberikan dorongan kepada LAZISNU yang telah menggelar sunatan massal ini meski pesertanya hanya 9 anak. Kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi agenda tahunan setiap menjelang Ramadhan,” kata Ketua PCNU Sukoharjo HM Nagib Sutarno, Jumat (27/6) di lokasi kegiatan.

Khitanan massal terselenggara atas kerja sama LAZISNU Sukoharjo dan RS Nirmala Suri Sukoharjo. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan masyarakat dengan ulama di samping juga mensyi’arkan nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Shautus Salam

Direktur Pelaksana Program LAZISNU Sukoharjo M Sriyanto Zaini menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah silaturrahmi dan mengenalkan LAZISNU Sukoharjo kepada masyarakat. Sriyanto mengharapkan kerja sama ini berjalan terus dan memberikan manfaat untuk semuanya.

Hadir dalam khitanan massal ini PCNU Sukoharjo, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan PMII Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (Mashri Zaen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Berita, AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 12 Desember 2017

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Jakarta, Shautus Salam

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) menyalurkan 37 hewan kurban pada peringatan hari raya Idul Adha 1437 H ini. Hewan kurban yang terdiri dari 21 sapi dan 17 kambing tersebut berasal dari sejumlah pejabat, perusahaan, partai politik, hingga pengurus dan warga NU.

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Mereka yang menyumbangkan kurban masing-masing satu ekor sapi antara lain Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Djan Farid, Bank Muamalah, Kemenaker, Kemendagri, H Fauzi Nur, H Toha, H Dippo Nusantara.

Ada pula dari MNC Grup (3 ekor sapi), DPP Partai Golkar (3 ekor sapi), Bintang Toejoe-OPT/Extra Joss (2 ekor sapi), dan Brigjen Fathurrahman (2 ekor sapi). Adapun kurban kambing berasal dari Syamsul Huda (5 ekor), H Abdullah Masud (2 ekor), serta Siti Ramdayani, Hj Ida Fauziyah, H Agus Sosiahusain, Djardinno, M Iqbal Rival, Anis Putri Kusuma, H Imam Mudzakir, Cahya Bagus M, Wim Ikbal Jepang, masing-masing 1 ekor sapi.

Shautus Salam

Ke-37 hewan ternak itu didistribusikan kembali ke sejumlah lokasi di DKI Jakarta dan Banten, di antaranya Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Masjid Al-Hijrah Marunda, Pondok Pesantren Tanara Serang, Masjid an-Nahdlah PBNU, dan Pondok Pesantren Ekonomi al-Ukhuwah Kedoya Jakarta Barat.

Daftar rincian kurban ini diumumkan pihak NU Care-LAZISNU dalam rangkaian shalat Idul Adha di Masjid an-Nahdlah, Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (12/9). Bertindak sebagai khatib dalam kesempatan kali ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh KH Muhaimin Zain.

Shautus Salam

Di kompleks Masjid an-Nahdlah, prosesi pemotongan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Di lokasi ini, panitia menyembelih lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock