Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

Jakarta, Shautus Salam?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri mengaku punya pengalaman saat melukis KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem. Ia mengalami keadaan yang sangat senang hingga tertawa-tawa sendirian saat menggoreskan koas ke kanvasnya.?

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

“Saya mengalami ? suka yang belum pernah saya alami. Ketawa sendiri, sueneng, dan cepet selesai. Saya merasa bahagia, ngakak-ngakak,” katanya di Grand Sahid Jaya, Jakarta Sabtu (13/5) pada pameran karya tunggalnya bertajuk Sang Kekasih. Pameran dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Senin (8/5) itu, berakhir Ahad (14/5).

Saat melukis kiai dari Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah itu, ia mengaku dengan cepat menemukan karakter lukisannya. Hingga proses melukisnya pun terbilang cepat daripada kiai-kiai lain.?

Pelukis kelahiran Gresik, Jawa Timur, pada 1969 itu mengaku, pada masa kecilnya pernah diajak ayahnya bersilaturahim kepada Mbah Liem. Saat dewasa, Nabila pernah juga bertemu kiai itu di PWNU Jawa Timur.?

Shautus Salam

Pada pertemuan itu, Mbah Liem bertanya kepadanya, “Koe iseh nabuh beduk? Masih suka gambar? Nyanyi?” tanyanya kepada Nabila yang memang selain melukis juga senang menabuh drum, yang dalam istilah Mbah Liem menabuh beduk, serta menyanyi.?

“Masih,” jawab Nabila saat itu.?

“Yo wis, Berkah, berkah, berkah...” lanjut Mbah Liem.?

Menurut Nabila, sosok Mbah Liem menjadi bagian dari pameran untuk mengingatkan orang kepada salah satu sifatnya yang memiliki kepedulian tingkat tinggi kepada fakir miskin.?

Shautus Salam

Pelukis jebolan Jurusan Aqidah Filsafat Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menambahkan, dengan melukis Mbah Liem, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, Kiai Abbas Buntet dan kiai lain, ia berharap, orang yang melihatnya akan mengingat jasa dan teladan mereka.?

Menurut Ali Mahbub pada tulisannya yang dimuat di Shautus Salam, Mbah Liem mengajarkan santri dengan ilmu hal atau memberi contoh langsung. Ajaran-ajaran Mbah Liem tersebut yaitu:

1. “Nguwongke uwong, gawe legane uwong.” Mbah Liem selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalaupun kita tidak membutuhkan, mungkin manfaatnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Liem selalu menyambut dengan hangat siapa pun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.

2. “3 T“: titi–tatak–tutuk. Mbah Liem mengajarkan saat melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah titi (cermat, teliti dan selektif), tatak (legowo, sabar), sehingga tutuk (sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan).

3. “3 K “: kuli-kiai-komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai kuli (siap bekerja keras), kiai (siap mengamalkan ilmu dan berdoa), komando (siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)

4. “Kita harus tegak, tegas dan tegar selama benar.“ Setiap melaksanakan kebenaran, kita harus tegak (penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apa pun), tegas (tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan), tegar (ikhlas, sabar).

5. “3 R “: rampung bangunane – rame jama’ahe – rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apa pun, ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “rampung bangunane“ (bisa terwujud ), rame jama’ahe (berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan ), rukun masyarakate (menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan).

6. “Aja mung benteng ulama, ning nahnu anshorullah, masyriq-maghrib “ di samping perannya sebagai benteng ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “nahnu anshorulloh”.

7. “ 3 S “: ? shalat-sinau-sungkem. Maksudnya “shalat“, seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa. Sinau,? santri harus belajar terus menerus. “Sungkem“ santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tahu sopan santun, tawadhu’ pada kiai/guru.

8. “ 2 B“: berhasil-berkah. Dalam mencapai cita-cita/usaha harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan.” Berkah “setiap cita-cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah (niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

9. “Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus, tapi kita juga harus rajin bersedekah.

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, PonPes, Doa Shautus Salam

Rabu, 28 Februari 2018

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

Majalengka, Shautus Salam

H M Taufan mengikrarkan wakaf atas tanah seluas 1.180 meter persegi yang berdekatan dengan Kantor Mapolsek Cigasong Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Majalengka di KUA Cigasong, Kabupaten Majalengka, Senin (14/8). Ia menyebutkan, wakaf tanah ini tidak ada sangkut pautnya dengan pencalonan dirinya dalam kontestasi pilkada Majalengka yang akan di gelar tahun depan.

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

"Wakaf ini murni sebagai bentuk manifestasi nilai-nilai Islam yang selama ini dipahami dan yakini. Wakaf ini semata-mata untuk kemaslahatan umat Islam terutama Nahdliyin Majalengka. Saya ingin mendapatkan berkah para kiai NU,” ujar pengusaha asal Bujurul Kulon Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Ketua PCNU Majalengka KH Harun mengucapkan syukur dan menghaturkan terima kasih kepada H Taufan atas wakaf tanahnya kepada KBNU Majalengka.

Shautus Salam

"Kita hanya bisa mendoakan jazakumullah ahsanal jaza. Semoga niat baik H Taufan menjadi investasi dunia dan akhirat untuknya," jelas Kiai Harun di KUA Ciagasong.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah KH Yusuf Kariem. Ia berharap semoga tanah ini bisa menjadikan NU ke depan berkembang dan maju.

Shautus Salam

"Semoga apa yang diharapkan Bapak H Taufan dikabulkan Allah SWT," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua KUA Cigasong Abdul Hakim, Ketua Pagar Nusa Majalengka, Sekbid GP Ansor Majalengka, dan Ketua Rijalul Ansor Majalengka. (Firman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Humor Islam, PonPes Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014

Jakarta, Shautus Salam. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama pada 13, 14 dan 15 Juni 2014 nanti di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, akan membahas banyak materi penting. Beberapa diantaranya dipersiapkan untuk disahkan pada forum tertinggi Muktamar NU 2015.

Menurut sekretaris panitia perumus (SC) Abdul Mun’im DZ, munas antara lain akan membahas soal sistem ketatanegaraan Indonesia menurut perspektif NU yang dikumpulkan dan diramu dari berbagai ceramah dan catatan para ulama pendiri NU dari generasi ke generasi.

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014

Sistem ketatanegaraan perspektif NU ini diharapkan dapat menjadi pedoman warga, terutama yang aktif dalam percaturan politik. “Kader NU yang berpolitik saat ini juga merasa tidak punya pedoman,” kata Mun’im.

Shautus Salam

Selain sistem ketatanegaraa, Munas dan Konbes juga akan membahas pengenai konsep ekonomi nasional dan platform ekonomi Nahdliyin.

Shautus Salam

Perwakilan dari 33 wilayah NU dan beberapa ulama dari berbagai pesantren di Indonesia juga akan membahas mengenai kode etik penyiaran agama. Jangan sampai media dakwah dimanfaatkan oleh orang untuk menghujat dan mengkafirkan kelompok lain.

Pembahasan lainnya yang paling penting adalah sistem pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dengan menggunakan model ahlul halli wal aqdi, tidak lagi menggunakan pemilihan langsung oleh perwakilan cabang dan wilayah se-Indonesia dengan sistem suara terbanyak.

“Ini nanti kita matangkan di Munas untuk disahkan di Muktamar. Model ahlul halli wal aqdi ini sangat bagus untuk organisasi namun masih harus kita sosialisasikan ke daerah-daerah. Karena masalahnya apakah daerah-daerah itu mau kalau dikurangi haknya,” kata Mun’im.

Munas juga akan menyempurnakan AD/ART NU. Menurut Wakil Sekjen PBNU itu, AD/ART yang ada saat ini masih merupakan produk tahun 1952 pada saat NU berubah menjadi partai politik, bukan AD/ART yang sesuai dengan Khittah NU 1926.

Ditambahkan, terkait pembahasan AD/ART ini, Munas dan Konbes U hanya akan merekomendasikan draft materi yang secara organisatoris baru akan disahkan dalam forum Muktamar 2015 nanti. (A. Khoirul Anam)

?

Ilustrasi: Logo Munas-Konbes NU 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, PonPes Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Ketika kaum Nabi Nuh alaihissalam tidak mau menaati ajakan beliau untuk beriman kepada Allah mereka diberi azab oleh Allah berupa kekeringan dan mandulnya kaum perempuan selama empat puluh tahun. Hal itu menjadikan hancurnya ternak dan tanaman mereka. Setelah keadaan ini berlangsung lama mereka mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan.

Oleh Nabi Nuh mereka diminta untuk beristighfar, meminta ampun dari dosa kekufuran dan kemusyrikan, kepada Allah. Bila mereka mau beristighfar, Nabi Nuh menjanjikan bahwa Allah akan menurunkan hujan yang deras dari langit, memberi limpahan harta dan keturunan, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai yang dpat menghidupi mereka.

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Penjelasan di atas disampaikan oleh para ulama mufassir dalam berbagai kitab tafsir ketika mereka menafsirkan ayat 10–12 dari Surat Nuh.

Shautus Salam

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Atas dasar ayat ini para ulama menyimpulkan bahwa istighfar merupakan sebab terbesar diturunkannya hujan dan diperolehnya berbagai macam rezeki serta bertambah dan berkembangnya keberkahan.

Suatu ketika ada orang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri perihal kegersangan yang melanda daerahnya. Orang yang lain mengadu perihal sedikitnya hasil bumi yang ia peroleh. Yang lain lagi mengadu perihal sulitnya mendapat keturunan. Dan yang lainnya mengadu perihal kefakirannya. Kepada semua orang ini Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar kepada Allah. Ia ditanya, “Orang-orang datang kepadamu dengan berbagai hajat, mengapa engkau perintahkan mereka semua untuk beristighfar?” Imam Hasan al-Bashri menjawabnya dengan membaca ayat di atas. (Yazid Muttaqin)

Sumber: Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili dan kitab tafsir lainnya.



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Warta, PonPes Shautus Salam

Kamis, 04 Januari 2018

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia

Sleman, Shautus Salam. Putri sulung Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid, mengatakan, NU adalah tulang punggung Indonesia. Menurutnya, dunia internasional kagum karena Islam yang dipegang teguh di Indonesia sangat mengedepankan prinsip al-muhafadhah ‘alal-qadimis-shalih wal akhdzu bil-jadid al-ashlah (merawan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik).

Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam acara Silaturahim Kebangsaan, yang diadakan oleh Jaringan Mahasiswa Islam Rahmatan Lil ‘Alamin atau JAMIN, di Masjid UGM, Kamis (04/09) malam. Selain Alissa Wahid, ada juga KH Muwafiq dan KH Ahmad Hadidul Fahmi yang didaulat mengisi acara.

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia

Koordinator Pusat Jaringan Gusdurian itu menambahkan, jika dahulu NU hanya dipandang sebagai kaum sarungan dan kaum ndeso, maka berbeda dengan saat ini, di mana kehadiran NU sudah bisa diterima di mana-mana bahkan di dunia internasional.

“Jadi, wong NU iku iso modern ning yo iso njogo kearifan lokal. Ndeso, tapi yo iso modern (Jadi, orang NU itu bisa modern tapi juga bisa menjaga kearifan lokal. Orang desa, tapi juga bisa modern),” ujarnya yang segera disambut tawa hadirin.

Shautus Salam

Ia cukup menyayangkan bahwa akhir-akhir ini Islam telah dibingkai hanya sebatas prosedural saja, tapi menghilangkan prinsipnya. Padahal hal itu bertentangan dengan apa yang diwariskan para kiai.

“Kita itu terikat dengan hal-hal prinsipil, bukan prosedural. Karena hal-hal yang bersifat prosedural itu bisa berubah sesuai dengan konteks yang ada. Jadi jangan terikat dengan hal-hal prosedural,” tandas Alissa.

Shautus Salam

Menurutnya, hal itulah yang sering kita lupa. Selama ini kita mudah terbujuk dengan hal-hal yang berlabel islami yang ternyata justru tidak islami. Oleh karena itu ia menegaskan dengan berkata, “Kita sebagai warga NU memiliki beban sebagai tulang punggung Indonesia”.

Sementara itu, KH Muwafiq yang juga didaulat menjadi pembicara mengatakan bahwa hari ini hanya Islam ala Indonesia-lah yang bisa menjadi contoh, dan bukan Islam ala Afganistan, Iran, Persia, maupun Saudi Arabia.

Adapun KH Ahmad Hadidul Fahmi menambahkan akan pentingnya pemahaman santri yang tidak hanya berupa tekstual saja, akan tetapi juga kontekstual. Karena selama ini salah satu penyebab munculnya islam radikal adalah mengedepankan pemahaman secara tekstual saja. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, RMI NU, PonPes Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri beserta puluhan Menteri Kabinet Indonesia Hebat akan menghadiri acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Islamic Center, Rabu siang, 23 November 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Daerah Munas Konbes NU 2017, H Marinah Hardi di Aula PW NTB dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (16/11).

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Lebih jauh ia mengatakan besar kemungkinan Presiden Jokowi dan rombongan akan bermalam di Mataram, mengingat rangkaian jadwal dan acara Munas dan Konbes NU dimulai sebelum pembukaan seperti pawai taaruf yang akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 yang melibatkan 15 ribu jamaah dan santri NU . 

Selanjutnya Marinah memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Mataram yaitu Pasar Rakyat, Lomba Hadrah dan  khitanan massal yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU dan Alfamart.

"Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung tanggal 21 hingga 24 November 2017 di lapangan Karang Genteng, Pagutan, Mataram dan Pesantren Darul Hikmah," kata Marinah. 

Shautus Salam

Marinah Hardi menambahkan, khitanan massal akan diikuti sedikitnya 50 anak yang masing-masing anak akan mendapat hadiah sepeda sumbangan dari Alfamart.

"Acara ini tujuannya untuk menghidupkan tradisi lama tentang nilai luhur khitanan massal di kalangan masyarakat," kata Marinah Hardi yang didampingi Ketua Panitia Daerah Lalu Winengan . 

Selain itu Marinah juga mengatakan rangkaian acara Pra-Munas dan Konbes NU juga diadakan sosialisasi Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada tanggal 22 November 2017 di Pesantreb Bagu Lombok Tengah. 

Shautus Salam

Koordinator kegiatan, M Husni Abidin menyampaikan untuk  kegiatan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Provinsi NTB akan menjual sembako murah untuk masyarakat sekitar agar bisa menikmati suasana Munas dan Konbes NU.

"Acara ini akan dibuka oleh Walikota Mataram langsung," ujar Husni sembari menunjukkan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Mataram .

Sementara itu Ketua PW Lakpesdam NU NTB, M. Akbar Jadi (Viken Madrid) dan Koordinator Riset dan Kajian PW Lakpesdam NU NTB, Habibul Umam Taqiuddin mengatakan untuk memeriahkan dan menyukseskan Munas dan Konbes NU di Mataram, pihaknya akan menggelar bedah buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH. M. Saleh Hambali (TGH Bengkel).

TGH Bengkel yang hidup antara 1896-1968 yang telah menghasilkan 9 kitab karya diantaranya Talim al shinta bi Ghayat al-Bayan (1354 H), Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Bintang Perniagaan (fiqih) pada 1376 H dan Wasiat Al Musthafa. 

Menurut Habibul Umam Taqiuddin maksud dan tujuan diadakan bedah buku ini untuk mengingatkan generasi muda dan pengurus NU tentang sejarah para kiai dan ulama.

"Menggali intisari dari pemikiran buah karya TGH Saleh Hambali untuk direlevansi dengan kondisi kekinian," ujar Viken Madrid sembari mengatakan acara bedah buku ini akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 jam 09.00 WITA di Aula PWNU NTB. Sejumlah pembicara akan hadir diantaranya Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi, H Muttawali, Ari Fadli, Fairuzzabadi, Akhdiansyah, TGH Sohimun Faisal, TGH Achmad Taqiuddin, TGH Khalisusabri.

Koordinator seksi Transportasi, Agus Mulyadi menegaskan untuk memperlancar antar-jemput peserta Munas dan Konbes NU , pihaknya sudah menyiapkan 92 kendaraan dari berbagai tipe dan jenis seperti minibus, bus , SUV.

"Semua kendaraan sudah ready untuk dipergunakan oleh peserta Munas dan Konbes beserta sopirnya selama kegiatan berlangsung," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, PonPes, Cerita Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock