Kamis, 01 Maret 2018

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Surabaya, Shautus Salam. Saat menghadiri resepsi pelantikan pengurus Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) di Balai Pemuda Suabaya, Sabtu (3/9), Gubernur Soekarwo ditagih janjinya saat kampanye pada pemilukada lalu. Acara yang juga dikemas dengan halaqoh akbar IKA PMII se-Jatim tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi.

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim Zainudin, berpesan kepada Gubernur Soekarwo bahwa SDM kader PMII di Jatim memiliki potensi yang bisa diandalkan. Apalagi daerah pelosok seperti di Madura. Karenanya, kader PMII siap mengawal dan memback-up bersama dari jajaran rayon hingga cabang berkenaan dengan program Pemprov Jatim.

"Saya berkata seperti ini, sebab saya masih teringat terhadap visi dan misi Pak Karwo waktu kempanye. Bahwa, Pak Karwo akan meningkatkan SDM Jawa Timur, sehingga kader PMII siap mengawal dan mendukung peningkatan SDM dalam memaksimalkan pemanfaatan SDA di Jatim," tukasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri mengaku tidak pernah melupakan janji politiknya yang kini tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya. Dia berjanji akan merangkul semua pihak dalam peningkatan SDM di Jawa Timur. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Shautus Salam

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Jakarta, Shautus Salam

Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, 90 persen pendidikan agama jenjang dasar dan menengah yang formal di Indonesia berstatus swasta dan 10 persen adalah negeri. Jumlah ini menunjukkan, peran masyarakat bagi pencerdasan bangsa sangat signifikan.

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Menurut Suryadharma, dari 90 persen tersebut, 13 ribu lebih berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU. Institusi pendidikan itu meliputi sekolah setingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Ditambah pesantren, sambung Suryadharma, peran ini menjadi semakin nyata. "Ini suatu yang luar biasa dan karenanya harus dijaga dengan baik dengan menjaga dan memelihara keberlangsungannya," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Jakarta, Senin (21/1).

Shautus Salam

Suryadharma menilai, dengan potensi yang besar ini sudah semestinya madrasah-madrasah swasta mendapat perlakukan yang layak dari pemerintah.

Shautus Salam

"Oleh karenanya, saya berteriak-teriak meminta walikota, bupati, dan gubernur jangan haramkan APBD untuk membantu sekolah agama," sebut Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dalam kesempatan itu, hadir Medikbud RI Mohammad Nuh, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi. Usai memberi sambutan, Menteri Agama membuka secara resmi Rakernas LP Ma’arif NU.



Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba Shautus Salam

Rabu, 28 Februari 2018

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Kebumen, Shautus Salam

Bertempat di mushala pondok pesantren Al-Hidayah Wonoyoso berkumpul 50 santri-santriwati dari 18 pesantren se-Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes), Sabtu (30/1).?

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan dari Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Kementerian Agama wilayah Jawa Tengah.?

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Pelatihan ini merupakan upaya agar pesantren mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip almuhafadzatu ‘alal qadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Selama ini beberapa pesantren masih kekurangan dalam bidang manajemen. Karena itu Simpes bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan manajemen yang selama ini menjadi halangan bagi pesantren.?

"Santri tidak perlu kecil hati. Santri bisa menjadi apa saja sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para santri,"ungkap Sekretaris RMI NU Jateng Mandzur Labib.?

“Kita harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Bahkan santri ada yang pernah menjadi presiden yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ? Al-haqqu bila nidhom yaghlibu albathil bi nidhomin. Komunitas pesantren yang tanpa manajemen yang bagus bisa kalah dengan komunitas yang diatur dengan baik. Inilah tantangan ke depan bagi pesantren untuk mulai berbenah diri.” ?

Shautus Salam

Sementara itu perwakilan dari Kanwil Kemeng Jawa Tengah Habibul Huda mengungkapkan santri harus tetap nasionalis dan religius karena santri merupakan pimpinan masa depan. (Mukhammad Zulfa/Mukafi Niam)?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, AlaNu Shautus Salam

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Probolinggo, Shautus Salam

Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai andil yang sangat besar terhadap sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana seorang ulama NU, KH Wahid Hasyim turut berperan terhadap lahirnya Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin saat menghadiri peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (9/5) malam.

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Menurut Hasan, saat ini sedang marak kejadian kekerasan dan pelecehan seksual ? terhadap anak dan perempuan. “Dari hasil pengamatan yang saya lakukan terhadap semua kejadian, ternyata miras dan shabu-shabu menjadi akar permasalahan merebaknya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan, miras dan shabu-shabu tidak hanya terjadi di lingkungan bebas. Pasalnya di lingkungan pondok pesantren pun, hari ini sudah banyak beredar obat-obatan terlarang. Dimana botol minuman air mineral isinya diganti minuman beralkohol.

Shautus Salam

“Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain. Mereka tidak mampu menjajah secara fisik, tetapi melalui budaya dan merusak mental masa depan generasi bangsa,” jelasnya.

Hasan pun meminta kepada para orang tua agar menyelamatkan anak cucunya dari perbuatan yang tidak jelas. “Setelah lulus SD, masukkan anak ke pesantren. Karena disana nantinya juga dibekali dengan ilmu umum dan ilmu agama serta akhlak,” tegasnya.

Seni budaya Islam NU jelas Hasan sangatlah banyak. Tetapi ironinya, saat ini sudah banyak anak cucu orang NU gemarnya bukan pada seni budaya Islam NU. Hal ini dikarenakan adanya budaya luar yang masuk dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Inilah potret yang terjadi hari ini, dimana ada pergeseran budaya NU. Oleh karena itu, saya sangat bangga karena PCNU Kota Kraksaan menggerakkan kembali muda mudi NU dalam wadah Ishari,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pendidikan, Jadwal Kajian, Ubudiyah Shautus Salam

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Selasa, 27 Februari 2018

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Probolinggo,Shautus Salam. Semua pihak mengakui kebesaran dan potensi kekuatan Nahdlatul Ulama. Hanya saja karena kurang diorganisir dengan baik, kekuatan itu belum bisa maksimal. Namun untuk mengorganisir itu juga bukanlah pekerjaan gampang. “Karena kita terbiasa menjadi raja-raja kecil,” kata Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.

Kalimat itu disampaikan Hasyim di sela-sela deklarasi Forum Silaturahmi Pimpinan Daerah NU (Fospida NU) yang berlangsung di Hotel Bromo View, Probolinggo. Fospida adalah forum tempat berkumpul, berkomunikasi dan saling bekerja sama para kepala daerah yang berlatar belakang NU. Mereka adalah para bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU

Gandrungmangu, Shautus Salam. Kembali lagi sebuah kemeriahan dimunculkan oleh PAC IPNU-IPPNU Kec. Gandrungmangu Cilacap yang mengadakan lomba mewarnai antar PAUD, TK, & RA dan festival hadrah yang bertempat di Pendopo Kecamatan Gandrungmangu dan Masjid Baitul Muflihin Wungureja, pada (28 Februari sampai 1-2 Maret).?

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka harlah ke 60 dan 61 IPNU-IPPNU ini juga diiringi dengan pembentukan Ranting IPNU-IPPNU Desa Layansari yang diikuti oleh 50 peserta serta pembekalan materi ke-IPNU-IPPNU-an dan Aswaja yang diisi oleh Hadno Ali Sholihin, alumni PC IPNU Kab.Cilacap) sekaligus makesta Ranting IPNU-IPPNU Desa Gintungreja. Demikian rilis yang dikirimkan oleh panitia kepada Shautus Salam.

Acara harlah ini mengambil tema “Cinta NU, Cinta IPNU-IPPNU, Cinta Shalawat, Ngalap Syafa’at” sebagai upaya untuk menciptakan kader-kader muda berideologi ahlusunnah wal jama’ah.

Shautus Salam

Lomba mewarnai dikuti oleh 50 komisariat PAUD, TK, dan RA yang yang masing-masing diwakili 2 peserta. Sementara itu festival hadrah bertempat di Masjid Baitul Muflihin Wungureja diikuti oleh 20 group dari di Gandrunmangu dan sekitarnya.?

Warga sangat antusias mengikuti acara tersebut. “Saya sangat mendukung adanya kegiatan ini, semoga dengan adanya pelantikan Ranting IPNU-IPPNU desa Layansari dapat membangun pola pikir anak-anak kami dan semakin kuat iman kami dalam berideologi ahlusunnah wal jama’ah,” ujar salah satu warga dusun Wungureja.?

Shautus Salam

Pada Sabtu malam, diselenggarakan pelantikan sekaligus shalawatan Ranting IPNU-IPPNU Desa Layansari bersama Habib Haidar dari Purwokerto. ? Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Halaqoh Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock