Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, Shautus Salam. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Shautus Salam

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Sabtu, 10 Februari 2018

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Shautus SalamAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Shautus Salam

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bengkulu, Shautus Salam. Menyambut tahun baru 1 Muharram 1438 H, shalawat, takbir, dzikir panjang nan syahdu, serempak terlantun ke langit-langit gemerlap Kota Bengkulu.

Ratusan santriwan-santriwati dari Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu, tumpah ruah turun ke jalan, berjalan kaki, mengangkat obor sambil terus melantunkan lafadz-lafadz Qur’an, dalam pawai obor menyambut tahun baru 1438 Hijriah, Sabtu malam (01/10/2016).

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bertitik tolak dari Kompleks Pondok Pesantren Darussalam, mereka berjalan dengan rute Dusun Besar-Panorama-Jembatan Kecil dengan berjalan kaki. Total ada 1438 obor dinyalakan, jumlah yang disesuaikan dengan angka tahun Hijriah yang dirayakan walaupun di tengah jalan karena hujan turun menyambut keberkahan pawai ini.

Jika biasanya mobil dan sepeda motor berjejalan, dengan deru mesin dan klakson bersahut-sahutan tak berkesudahan, jalan Kota Bengkulu dengan rute yang dilalui dipenuhi para santri yang menyerukan asma Allah, dengan pakaian khas santri, dengan nyala obor yang dijunjung tinggi-tinggi.

Shautus Salam

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh santri Pondok Pesantren Darussalam menyambut tahun baru Hijriah. Dengan kegiatan ini diharapkan para santri bisa merenungi makna hijrah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW dengan jalan menuntut ilmu, hingga akhirnya para santri bisa mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat kelak, kata Ust. Ahmad Walid selaku penanggung jawab acara tersebut

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Darussalam kota Bengkulu sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ust. Rahmat Ramdhani mengapresiasi apa yang telah dilakukan para santri untuk menggaungkan syiar dakwah Muharram tahun ini. Dengan kegiatan ini santriwan/wati tentu sangat bisa diandalkan dari semua sisi.

Salah satu santri yang ikut dalam pawai obor tersebut mengungkapkan rasa bahagianya bisa melantunkan shalawat sambil berjalan menggunakan obor, maklum selama ini biasanya duduk ngaji dan belajar saja, jarang ada hiburan seperti ini. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Habib Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

Nonton Bareng "Sang Kiai" di Kantor DPRD Jombang

Jombang, Shautus Salam. Kantor DPRD Jombang dijadikan tempat nonton bareng (nobar) film Sang Kiai menjelang buka puasa, Kamis (18/7) kemarin. Acara yang akan digelar selama 2 hari ini dihadiri seluruh Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) dan sejumlah keluarga pondok pesantren Tebuireng, kemudian disambung dengan buka puasa bersama.

Nonton Bareng Sang Kiai di Kantor DPRD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Bareng Sang Kiai di Kantor DPRD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Bareng "Sang Kiai" di Kantor DPRD Jombang

Dalam pembukaan nobar film yang berisi kisah perjuangan Hasyim Asyi’ari mengusir penjajah tersebut diawali sambutan pengurus pondok pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asyi’ari ini menyambut baik acara yang digagas oleh Forpimda Jombang. Karena film yang berdurasi 2 jam tersebut berkisah tentang perjuangan kakeknya yang juga putra asli Jombang.

“Para ulama dan pesantren punya andil cukup besar dalam mendirikan NKRI, kalau ada yang bilang NKRI adalah negara thaghut, itu tidak benar. Film ini sudah membuktikan bagaimana perjuangan kiai dan santri berjuang mengusir penjajah,” kata Gus Sholah.

Shautus Salam

Dalam film tersebut diceritakan, pendudukan Jepang terhadap Indonesia. Ironisnya, kehadiran Nippon ke tanah air itu justru lebih kejam dari penjajahan Belanda. Jepang melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk menganut ajarannya, yaitu Sekerei (menghormat kepada matahari).

Shautus Salam

Kemudian Jepang menyerang pondok pesantren milik KH. Hasyim Asyari, karena beliau adalah ulama besar. Kemudian KH Hasyim Asyiari dibawa ke markas Jepang untuk menganut ajaran Sekerei tersebut. Namun perintah tersebut ditolak, karena menurutnya hal tersebut menyimpang dari aqidah agama Islam. Karena tindakannya yang berani itulah, pendiri Ponpes Tebuireng itu akhirnya ditahan dan menyiksa beberapa santrinya.

Sementara itu, KH Wahid Hasyim salah satu puntra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari. Berbeda dengan Harun, salah satu santri Tebuireng yang menggunakan cara kekerasan. Dia menghimpun kekuatan ratusan santri untuk demo menuntut kebebasan kiainya.  Tetapi harun salah, karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan.

Kemudian ulama besar se-Jawa – Madura berkumpul untuk membahas resolusi jihad. Pada bulan September 1945, lahir fatwa jihad yang digulirkan oleh ulama NU. Seluruh umat Islam hukumnya fardu ain untuk membela tanah air dan mengusir para penjajah. Resolusi tersebut juga sebagai pelucut pecahnya perang 10 november di Surabaya.

Terlihat juga Bupati Jombang Suyanto menyaksikan film dari awal sampai selesai. Apa komentar Suyanto terkait film yang mengambil kisah dari wilayahnya itu?”Film ini sangat istimewa, beliau bisa mengusir penjajah. Perjuangan ulama asal Jombang ini patut kita hargai dan kita contoh, dan bisa memberikan inspirasi untuk santri-santri sekarang,” kata Suyanto.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : jombang.nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Kamis, 11 Januari 2018

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW

Hanya orang-orang beruntung yang kelak meminum air telaga Al-Kautsar, telaga yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW seperti tertera dalam Surat Al-Kautsar. Bagaimana tidak, air telaga ini sangat berkhasiat sesuai kebutuhan semua manusia pertama hingga manusia terakhir dalam menjalani huru-hara hari Kiamat.

Tetapi hanya orang istimewa yang meminum air telaga Al-Kautsar langsung dari tangan pemiliknya, Nabi Muhammad SAW. Belum lagi suguhan langsung dari tangan Rasulullah SAW yang tentu akan memberikan pengalaman rohani dan kepuasan batin yang berbeda.

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW

Keistimewaan ini sesungguhnya dapat diupayakan. Para ulama menganjurkan kita untuk membaca doa setelah adzan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Allâhumma rabba hâdzihid da‘watit tâmmah, was shalâtil qâ’imah, âti sayyidanâ muhammadanil wasîlata wal fadhîlah, wab‘atshu maqâmam mahmûdanil ladzî wa‘adtah, innaka lâ tukhliful mî‘âd.

Shautus Salam

Artinya, “Ya Allah, wahai Tuhan pemilik dakwah yang sempurna, Tuhan pemelihara ibadah shalat yang terlaksana, berikanlah Nabi Muhammad SAW kehormatan status wasilah dan fadhilah. Bangkitlah dia di tempat terpuji yang Kau janjikan. Sungguh Engkau tidak mengingkari janji.”

Setelah membaca doa itu, sebagian ulama menganjurkan kita untuk menambahkannya dengan doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Wa awridnâ haudhahû, wasqinâ min yadihis syarîfah syurbatan hanî’atan marî’ah, lâ nazhma’u ba‘dahâ abadâ, ya arhamar râhimîn.

Artinya, “Ya Allah, antarkan kami melewati telaga Kautsar milik Rasulullah SAW. Berikanlah kesempatan bagi kami meminum langsung dari tangan pemiliknya yang mulia seteguk air telaga yang lezat dan nikmat itu di mana kami selamanya takkan mengalami haus setelah meminumnya. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Doa ini sengaja dibaca di waktu antara adzan dan iqamah karena waktu ini merupakan salah satu waktu mustajabah. Doa ini dapat ditemukan di kitab Hasyiyatul Baijuri ala Syarhi Ibni Qasim Al-Ghazzi. Semoga Allah deretkan kita dalam barisan orang beruntung yang meminum air Al-Kautsar langsung dari suguhan Rasulullah SAW. Amin. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Habib Shautus Salam

Rabu, 10 Januari 2018

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan

Garut, Shautus Salam - Kapolda Jawa Barat baru Irjen Agung Budi Maryoto yang dilantik bulan 5 September lalu mengunjungi Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi-Garut. Ia datang untuk melakukan konsolidasi dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

Kunjungan Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi disambut oleh Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid beserta jajarannya, ribuan santri, ajengan dan pasukan Banser NU di Aula Pondok Pesantren Fauzan.

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kebangsaan, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kunjungi Pesantren Fauzan

"Pesantren merupakan benteng NKRI karena dari pesantrenlah lahir ulama-ulama yang siap menjaga dan mempertahankan NKRI," imbuh Kapolda Jawa Barat.

Shautus Salam

Pangdam III Siliwangi Mayjen Muhammad Herindra menyampaikan, "Islam yang diajarkan oleh nabi adalah Islam yang rahmatan lilalamin sebagaimana Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Fauzan ini."

Shautus Salam

Ajengan Atjeng Abdul Wahid mengimbau segenap umat Islam untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Oleh karena itu, kita perkuat persatuan dan kesatuan demi tegaknya Pancasila dan utuhnya NKRI di tangan kita. Kalau bukan kita, oleh siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi," kata Ajengan Atjeng Abdul Wahid yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III). (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Nusantara Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

Banjarnegara, Shautus Salam
Musyawarah Idaroh Wustho Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (30-31/7), di Pesantren Al Fatah Banjarnegara, lancar. Sedikitnya 750 kiai dari seluruh idaroh syubiyyah di Jawa Tengah mengikuti semua agenda acara dengan khidmat.

Acara yang dimulai Sabtu (30/7) pukul 21.00 itu diawali serangkaian sambutan dari pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara KH Hasyim Hasan, Mudir Idaroh Wustho Jateng KH Dzikron Abdulloh, PWNU Jateng KH Masruri Mughni, dan Mudir Aam Idaroh Aliyah KH Muhaiminan G.

Tampak pula pada acara pembukaan, Bupati Banjarnegara Djasri MT dan Kepala Bakorlin III Tjipto Hartono mewakili Gubernur Jateng. Ketua Idaroh Aliyah KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya baru datang menjelang tengah malam. Kedatangannya mendapat sambutan antusias dari jamaah yang telah lama menunggunya.

KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya sempat pula melantik pengurus Idaroh Syubiyyah Kabupaten Banjarnegara. Dia berpesan kepada semua pengurus untuk bekerja sama dengan baik. Sebelumnya telah diserahkan satu unit mobil Daihatsu Xenia untuk mendukung kelancaran operasional Idaroh Wustho Jateng.

Pembukaan musyawarah Idaroh Wustho juga disertai dengan pengajian umum dan Manaqib Kubro atau pembacaan riwayat hidup para ulama. Selanjutnya dirangkai dengan istighotsah atau doa bersama untuk perdamaian umat manusia. Pengajian umum disampaikan oleh KH Drs Chisnullah Abdurrahiem dan KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya. Adapun istighotsah dan manaqib kubro dipandu oleh KH Latif Mastur, KH Zaini Mawardi, KH Ulin Nuha Arwani, KH Salman Dahlawi, KH A Chalwani N, KH Hasyim Hadi, dan KH Rozaq.

Banyak Masukan

Agenda hari kedua musyawarah yang berlangsung pagi hari adalah pembahasan program kerja oleh Komisi B, pembahasan masalah-masalah dalam masyarakat (bahtsul masail) oleh Komisi A, dan rapat formatur untuk menentukan pengurus Idaroh Wustho Jateng masa khidmat 2005-2010.

Pembahasan program kerja oleh Komisi B lancar dan menarik. Sebab, delegasi dari setiap Idaroh Syubiyyah memberikan apresiasi baik dengan saran maupun berbagai pertanyaan. Di antaranya adalah usulan untuk dibentuk forum tersendiri guna koordinasi ke bawah di luar Istighotsah dan manaqib kubro.

Usulan lainnya yang sempat terhimpun adalah segera dilakukan perbaikan organisasi atau reorganisasi, terutama di tingkat Idaroh Syubiyyah. Sebab, beberapa kabupaten sedang mengalami masalah dalam organisasi.

Salah satunya, Kebumen. Harapannya, setelah kepengurusan Idaroh Wustho terbentuk dan dilantik, segera melakukan perbaikan di Idaroh Syubiyyah (kabupaten).

Sidang Komisi B itu lancar dan singkat. Hanya dengan waktu sekitar satu setengah jam, rancangan program kerja yang terdiri atas empat bidang, yakni organisasi, pengembangan, konsolidasi keanggotaan, dan keuangan, tidak mengalami banyak perubahan.

Pembahasan masalah-masalah di masyarakat oleh Komisi A di Masjid Al Fatah hanya mengenai dua hal, dari tiga yang diagendakan. Dua masalah tersebut adalah hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius sebelum disembelih serta hukum daging dalam kaleng yang pemotongannya tidak diketahui.

Sidang Komisi A yang dipimpin oleh KH Ahmad Kholil dari Jepara memutuskan, hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius adalah haram. Adapun hukum daging dalam kaleng yang tidak diketahui pemotongannya adalah haram, bila tidak diketahui yang menyembelih muslim atau bukan. Kecuali di daerah yang banyak muslimnya.

Menjelang shalat zuhur, Musyawarah Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah ditutup dengan pengumuman pengurus Idaroh Wustho masa khidmat 2005-2010. Dalam rapat formatur di kediaman KH Hasyim Hasan Fattah itu akhirnya KH Dzikron Abdulloh terpilih kembali menjadi Mudir Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah masa khidmat lima tahun ke depan. Sekretarisnya adalah KH Syaroni dan Aminus Sunduq Dr dr Habib Ahmad Syakir.

Duduk di jajaran Ifadliyah adalah KH Latif Mastur Ihsan sebagai rois, KH Hasyim Hasan Fattah sebagai rois awal, dan KH Choironi sebagai katib.(SM/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

Kenalkan Permainan Tradisional, SD Ta’mirul Gelar Sumringah Dolanan Bocah

Solo, Shautus Salam - Meski agak kesusahan, setelah sekian kalinya mencoba, akhirnya Zahwa berhasil memainkan dua bilah bambu egrang. Setelah mahir, ia bahkan menantang temannya untuk beradu cepat dengan menaiki engrang.

Zahwa dan siswa SD Ta’mirul Islam Surakarta lainnya, rupanya tengah mengikuti acara Sumringah Dolanan Bocah? yang dihelat di CFD Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (27/11) pagi. Selain egrang bambu, para siswa juga memainkan sejumlah dolanan lain, seperti engklek atau sudamanda,? dakon/congklak, gasingan, gobak sodor, njuk tali njuk emping, dan dodokan.

Kenalkan Permainan Tradisional, SD Ta’mirul Gelar Sumringah Dolanan Bocah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Permainan Tradisional, SD Ta’mirul Gelar Sumringah Dolanan Bocah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Permainan Tradisional, SD Ta’mirul Gelar Sumringah Dolanan Bocah

Permainan ini seakan menjadi oase, di tengah maraknya game smartphone yang terus update, sehingga membuat permainan tradisional semakin terlupakan.

Shautus Salam

Abdul Wahid, selaku ketua panitia mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dikenal anak-anak. Selain itu, dolanan bocah punya banyak manfaat untuk anak-anak.

“Dolanan bocah itu banyak manfaatnya. Anak-anak bisa dapat hiburan. Mereka bisa bersosialisasi dengan teman-temannya alias menambah keakraban. Mereka juga bisa olahraga karena banyak dolanan bocah yang menuntuk gerak aktif tubuh,” kata Abdul Wahid.

Abdul Wahid juga menambahkan dolanan bocah berbeda sekali dengan permainan modern. Permainan modern hanya mengedepankan hiburan semata. Anak-anak malah justru membatasi sosialisasi di dunia nyata dan cenderung individualis. Gerak tubuh anak juga cenderung terbatas gerakan bola mata dan jari-jari tangan sehingga cenderung membuat anak menjadi malas.

Shautus Salam

Acara Sumringah Dolanan Bocah? dimeriahkan dengan berbagai penampilan pentas seni di panggung utama. Di panggung utama siswa SD Ta’mirul Islam unjuk kebolehan dengan menampilkan karawitan, tarian Buto Galak, tarian Menthok-Menthok, tarian Jaranan, kolaborasi macapat-geguritan, pantomim, ensembel musik, dan lain-lain.

Perpustakaan SD Ta’mirul Islam pun tak mau kalah dengan mendirikan stan baca di acara ini. Di stan baca juga ada isian pantomin, mendongeng, karaoke, mewarnai, dan lain-lain.? (Ajie Najmuddin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Senin, 01 Januari 2018

Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa

Kebumen, Shautus Salam



Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islami Al-Hasani KH Sufyan Al-Chasani Kebumen mengungkapkan tentang dirinya yang bangkit setiap mendengar nama Pagar Nusa meski dalam keadaan sakit.

"Pagar Nusa dari dulu kesukaan saya karena yang merintis guru saya sendiri, Gus Maksum. Jadi, batin saya bangkit," kata Kiai Chasani saat diwawancarai di rumahnya, di Kebumen, Jawa Tengah Ahad (14/5).

Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa

Menurutnya, Pagar Nusa itu harus menjadi pagar NU dan bangsa karena saat Pancasila dirobek-robek PKI, Gus Maksum menaruhkan jiwa raga untuk Indonesia.?

"Sehingga hati saya bangkit walaupun sedang sakit," ungkapnya dengan semangat.

Shautus Salam

Ia berharap kepada ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa agar menghidupkan kembali Pagar Nusa di semua cabang se-Indonesia seperti dulu.?

"Di era Gus maksum, di hampir daerah itu ada Pagar Nusa, "pungkasnya.(Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Meme Islam Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

Pesantren Dampingi Warga Indramayu soal Perseteruan dengan Pertamina

Jakarta, Shautus Salam. Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah KH Nasrullah Afandi melakukan pendampingan terhadap warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyusul terjadinya perseteruan dengan PT Pertamina.

Pesantren Dampingi Warga Indramayu soal Perseteruan dengan Pertamina (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Dampingi Warga Indramayu soal Perseteruan dengan Pertamina (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Dampingi Warga Indramayu soal Perseteruan dengan Pertamina

"Kasus ini terjadi sejak tujuh bulan lalu, bermula saat sumur-sumur warga desa tercemar limbah proyek milik Pertamina. Warga menuntut pertanggungjawaban, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," kata tokoh NU Indramayu, Selasa (5/1/2016) dalam siaran pers.

Karena ketidakjelasan tanggung jawab tersebut, katanya, warga bersepakat memasang portal di jalan desa untuk menutup akses masuk kendaraan-kendaraan proyek milik Pertamina. Tetapi, tindakan warga dibalas dengan aksi teror berupa perusakan portal oleh oknum petugas keamanan proyek milik Pertamina yang diduga juga dibantu oknum aparat keamanan.

Shautus Salam

"Kejadiannya Minggu malam. Portal yang dipasang warga dicopot paksa sejumlah orang, yang beberapa di antaranya mengenakan pakaian loreng. Bagi kami ini sebuah teror, sebuah tindakan intimidasi kepada warga," tegas Kiai Nasrulloh.

Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko itu menambahkan, proyek milik Pertamina tersebut tak hanya mengakibatkan pencemaran di sumur-sumur milik warga, namun juga rusaknya belasan hektar sawah.

Shautus Salam

Selain itu kendaraan berat yang berlalu lalang mengakibatkan polusi udara dan suara, serta merusak jalan desa. "Kami menuntut pertanggungjawaban dari Pertamina. Kami juga menuntut hentikan intimidasi kepada warga," tegasnya.

Sementara KH Hambali Abdulloh, sesepuh NU desa setempat, juga menyampaikan permintaan agar intimidasi kepada warga dihentikan. Dia meminta Pertamina bisa menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan perseteruan dengan warga tersebut.

"Kami selalu berpesan agar warga tidak terpancing emosinya. Karena itu kami meminta kepada Pertamina untuk bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan dengan warga tersebut," ungkap Kiai Hambali.

Persoalan limbah proyek milik Pertamina yang mencemari tersebut sebelumnya sudah dilaporkan oleh warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, kepada DPRD setempat. DPRD mendukung untuk diselesaikannya permasalahan tersebut secara baik-baik. (Mahbib)

Foto: Warga blokir jalan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Shautus Salam

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Shautus Salam

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, Ubudiyah, Habib Shautus Salam

Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis

Pringsewu, Shautus Salam. Saat menyampaikan materi pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (16/10), Ketua PCNU Kabupaten Bogor Jawa Barat KH. Romdhon mengatakan bahwa saat ini banyak terjadi kemiskinan aqidah ditengah masyarakat.

Kang Doni, begitu Ia biasa disapa mengatakan bahwa fenomena semakin banyaknya orang yang memiliki sifat hedonis dan materialistis merupakan tanda sudah terjadinya kerapuhan mental spiritual.

Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis

Menurut Alumni Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan Ciganjur Jakarta ini, banyak orang tergiur dengan iming-iming materi yang berkedok padepokan, Majelis taklim dan sejenisnya. Orang yang tergiur saat ini juga sudah tidak memandang lagi status sosial dan status pendidikan.

"Banyak sekarang yang berpendidikan sampai dengan S3 baik dalam maupun luar negeri yang ikut-ikut dalam aliran yang lebih mengarah kepada kecintaan pada dunia," ungkapnya.

Shautus Salam

Oleh karenanya, ini merupakan tugas yang berat bagi NU untuk memberikan pencerahan agar warga NU tidak ikut terbawa arus dengan aliran-aliran Agamis Materialistis tersebut.

Kedatangan Kang Doni ke PCNU Pringsewu ini dalam rangka Silaturahmi dan lebih menambah ukhuwah antar PCNU Bogor dan Pringsewu. "Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini kita dipanjangkan umur dan murah rezeki," harap kang doni.

Silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu dan hadir pada kegiatan Jihad Pagi tersebut. Ditemui setelah kegiatan Jihad Pagi, Kang Doni mengatakan bahwa saat ini terjadi kelangkaan seorang ulama yang juga umara.

Padahal menurutnya, sejarah mencatat dimasa lalu banyak sekali para ulama yang juga menjadi pemimpin pemerintahan dan membawa kemaslahatan bagi warganya.

"Kemiskinan struktural jika terjadi umara tidak bisa mengelola pemerintahan. Ketika Ulama menjadi pemimpin Insyaallah kemaslahatan dunia dan akhirat dapat diraih," katanya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kiai, Habib, Khutbah Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi

Pamekasan, Shautus Salam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan turut prihatin atas kian maraknya aksi maling di Pulau Madura belakangan ini. Pasalnya, maling sapi tersebut menjadi teror bagi masyarakat desa; nyaris tiap malam mereka tidak bisa tidur lantaran diteror oleh bayang-bayang para maling sapi.

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi

"Bagi masyarakat Madura, maling sapi adalah teroris. Dan ini kian diperparah oleh kinerja polisi yang kurang getol menyikapi aksi para maling sapi itu. Itu bisa dibuktikan dari hampir nihilnya penangkapan terhadap maling sapi selama ini," terang Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman, Jumat (12/2).

Atas kondisi itu, PC GP Ansor Pamekasan akan segera berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Ansor yang terdapat di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Tujuannya, supaya juga aktif terlibat dalam menanggulangi maraknya aksi maling sapi.

Untuk diketahui, selama Januari hingga pertengahan Februari tahun ini, masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan diresahkan oleh aksi maling sapi yang berkeliaran nyaris tiap malam. Pada Selasa (5/1) lalu, pencurian tersebut menimpa H Karim (60), warga Dusun Tengginah, Desa Tampojung, Kecamatan Waru, Pamekasan. Sebelumnya, terjadi di Dusun Daleman Daya, Desa Sokolela, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Kondisi tersebut berbanding lurus dengan kinerja polisi yang terbilang melempem. Parahnya, selalu saja ada alasan untuk menutupi kinerja butuk tersebut. Salah dalihnya, kekurangan personel.

Shautus Salam

Seperti yang diungkapkan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Waru AKP Junaidi. Dia mengaku tidak bisa memberikan keamanan yang maksimal terhadap masyarakat di Kecamatan Waru. Alasannya, lantaran keterbatasan personel. Hanya saja, pihaknya akan meningkatkan patroli di jam rawan.

"Tidak selamanya kami mengamankan desa A, C atau B, karena kami kekurangan personel. Tetapi, kami upayakan memberikan yang terbaik kepada masyarakat," janjinya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Meme Islam, Habib, PonPes Shautus Salam

Jumat, 15 Desember 2017

Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur

Blora, Shautus Salam. Sekitar 200 siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora, Kamis (19/2) siang melakukan sujud syukur di Masjid Baitul Ghofur yang berada dalam komplek madrasah tersebut.

Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur

Pantauan Shautus Salam, sekitar pukul 13.00 WIB, sesaat setelah mereka usai mengikuti ujian nasional (UN) untuk hari terakhir, mereka langsung berbondong-bondong mengambil air wudhu. Tak lama kemudian, mereka melaksanakan jamaah sholat dhuhur.

Usai sholat dhuhur, mereka langsung bersama-sama melaksanakan syujud syukur. Mereka dengan penuh khidmah melaksanakan dua kali sujud sebagai tanda syukur atas selesainya pelaksanaan UN. Setelah itu, mereka berdoa bersama-sama agar diberikan kesuksesan oleh Allah.

Shautus Salam

Kepala MAN Blora, Drs H Suhamto MPd mengatakan, kendati hasil ujian nasional baru akan diumumkan pada 26 Mei, siswanya tetap diajak melaksanakan sujud syukur. Sujud syukur itu sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah karena mereka sudah merampungkan kegiatan pembelajaran di MAN.

Dengan sujud syukur itu, para siswa juga berdoa agar dalam ujian yang baru digelar tersebut mereka bisa lulus dengan hasil memuaskan. Yakni, lulus dengan prosentase lulus 100 persen.

Shautus Salam

”Besuk setelah pengumuman kelulusan, mereka juga akan kami ajak bersyukur lagi,” tegasnya.

Setelah melaksanakan sujud syukur, mereka mengikuti acara sosialisasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhamad Cepu. Para siswa yang tidak meneruskan kuliah di luar daerah, diajak bergabung di STAI yang lokasi berada di komplek Pondok Pesantren Al-Muhamad. Perguruan tinggi tersebut membuka tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah dan Ahwal Asy Syaksyiah.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontibutor: Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Habib Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Pamekasan, Shautus Salam. Pengurus IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan sudah memantapkan niat untuk mencetak kader-kader andal Nahdlatul Ulama (NU). ?

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Rabu (25/4) kemarin, mereka melangsungkan rapat di kantor MWCNU Kadur guna menggelar diklat manajemen organisasi. Pada Ahad (6/4) mendatang, mereka bakal mengadakan pembinaan terhadap 60 pengurus harian Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU sekecamatan Kadur.

“Pembinaan terhadap kader-kader NU yang bergabung di IPNU maupun IPPNU penting kita seriusi,” ujar ketua umum IPNU Kadur Faisol Ansori. “Sebab, adakalanya kita jumpai kader IPNU-IPPNU yang hanya sekadar bergabung dalam organisasi tetapi minim wawasan tentang manajemen organisasi.”

Shautus Salam

Jika itu yang terjadi, lanjut Faisol, maka bisa dipastikan perjalanan IPNU-IPPNU ke depan terbilang memprihatinkan. Kelangsungan hidup sebuah organisasi sangat bergantung pada sistem kaderisasi yang baik.

“Sistem kaderisasi yang baik dapat dilihat dari keseriusan para pengurusnya,” tegas Faisol.

Shautus Salam

Pada kesempatan itu, para pengurus organisasi pelajar NU tersebut mengangkat tema yang cukup bagus. Tema tersebut dikemas dengan redaksi bahasa “Optimalisasi manajemen organisasi untuk mencetak kader IPNU-IPPNU yang ideal”.

“Dari tema ini diharapkan nantinya lahir kader-kader yang betul-betul sesuai dengan harapan para pendiri NU,” ujar ketua panitia Abdul Kifli menguatkan tema di atas yang bersumber dari usulan sekretaris umum IPPNU Kadur, Baitiyah.

Karena peserta dipastikan terdiri dari putra dan putri, maka pengurus IPNU-IPPNU memeras otak untuk menyiasati agar tidak muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena diklat ini akan dilangsungkan sehari, maka tempat shalat dan mandi harus kita perhatikan secara saksama,” usul Abdul Kifli yang diamini para pengurus lainnya.

Akhirnya, mereka sepakat untuk memanfaatkan kamar mandi dan mushalla salah satu pengasuh pesantren Sumber Gayam yang juga ketua MWCNU Kadur KH Ach Baidawi Abshom.

“Khusus peserta putri, bisa mandi dan sholat di gedung MWCNU Kadur lantai bawah,” tambah sekretaris panitia Anis Sulalah. Forum pun menyepakatinya.

Diklat tersebut akan difokuskan pada materi keorganisasian, kepemimpinan, dan keadministrasian. Pematerinya adalah Masyhuri Thoha dan Minhadji Ahmad. Keduanya dikenal sebagai tokoh IPNU Pamekasan yang ahli dalam ketiga bidang tersebut.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Habib, Sholawat Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya

Surabaya, Shautus Salam

Wakil Katib PCNU Surabaya Ustadz Maruf Khozin angkat bicara soal isu yang tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat Surabaya. Beberapa hari yang lalu, DPRD Surabaya tengah membahas soal peraturan daerah tentang pendistribusian Minuman keras (Miras) dan Minuman beralkohol (Mihol).

Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya

Dalam pandangan Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur itu menilai, ulama nahdliyin terus memperjuangkan ruh ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari hari. "Miras dalam literatur kitab kuning masuk dalam ranah Hudud atau pidana yang hukum dan praktiknya sudah ada sejak masa sahabat," jelas Ustadz Maruf kepada Shautus Salam.

Dalam fiqih, orang yang meminum khamr atau minuman yang memabukkan dihukum cambuk sebanyak 80 kali. "Tidak hanya itu, para ulama sering menyampaikan bahwa kejahatan lain seperti zina, mencuri, membunuh, dan kejahatan lain justru berawal dari mimuman memabukkan ini," jelas Pengasuh Rubrik Kajian Aswaja di Majalah NU Aula itu.

Selain itu, dalam Islam memiliki konsep maslahat. Maslahat ini diantara fungsinya adalah menjaga akal. "Jika pemerintah mengesahkan produksi dan distribusi miras, maka sama halnya menghilangkan maslahat dan mendatangkan mudharat," tegasnya.

Sedangkan dalam kaidah fiqih mengatakan Kebijakan pemerintah kepada rakyatnya harus didasarkan pada aspek maslahat. (Rof Maulana/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, News Shautus Salam

Shautus Salam

Sabtu, 18 November 2017

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Banyumas, Shautus Salam. Kisah Mat Haji Sulam dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi Indonesia, berkisah tentang penjual bubur yang bisa naik haji itu benar-benar terjadi di Banyumas.?

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Darso Ahmad Surui dan Saripah, Pasangan suami istri pedagang cilok asal Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2017 ini.?

Nampak senyum kebahagiaan tak henti-hentinya keluar dari bibirnya, serta raut muka yang gembira selalu terpancar dari kedua wajah pasangan suami istri berusia 59 dan 51 tahun itu. Diserambi rumahnya sudah terbentang karpet yang penuh dengan aneka makanan ringan, semua itu sengaja ia siapkan untuk menyambut para tamunya yang datang.?

Semenjak kakeknya meninggal tahun 1990an, Darso yang awalnya berjualan hewan ternak bersama kakeknya mulai beralih profesi menjadi pedagang cilok di sekitar kantor Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

Awalnya sang istri merasa malu dengan pekerjaan suaminya, namun lambat laun hati sang istripun luluh. Walau berjualan cilok, Darso mampu mencukupi kebutuhan istrinya, dan hari demi hari kondisi perekonomian pasangan empat anak ini semakin membaik.?

Shautus Salam

Setiap malam, bersama istrinya Darso membuat adonan cilok, lalau esok harinya, tanpa rasa malau ataupun gengsi Darso memikul gerobag ciloknya menuju ke Ajibarang untuk dijajakan kepada para pembelinya.?

Shautus Salam

Lama-kelamaan, Darso memilih berjualan dengan menaiki sepedanya. Lalu di tahun 2010, ia memilih berjualan dengan menaiki sepeda motor. Ia mengaku awalnya merasa takut menaiki sepeda motor, namun ia beranikan.?

"Saya beranikan, sampai sekarang berjualan dengan naik sepeda motor ke Ajibarang ," kata Darso saat ditemui di kediamanya, Selasa (1/8).?

Hinga kini, Darso telah memiliki reseller dan karyawan cilok di Ajibarang, sedang Istrinya di rumah membuka jasa jahit baju sembari mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.?

Selang waktu berlalu, siapa yang menyangka. Darso si penjual cilok yang terkenal ramah dan murah senyum itu akan berangkat melaksanakan ibadah haji bersama sang istri. Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa sudah lama ia berniat sekali melakukan rukun Islam yang kelima itu.?

Setelah sekian lama berjuang, mengumpulkan uang dari sisa ? jerih payahnya berjualan cilok, berapapun sisanya ia kumpulkan, hingga kini ia menuai hasil dari perjuangannya itu. Tahun 2017 ini, ia mendapatkan panggilan berhaji, berangkat bersama kloter 47 tangal 10 Agustus 2017 mendatang.?

Namun, seperti pepetah mengatakan dibalik pria yang sukses selalu ada wanita yang hebat. Darso mengakui hal itu, ia tidak berjuang sendirian, istrinya Saripah selalu menemani perjuangannya dari awal hinga sekarang.?

Selain itu, Darso juga mengaku ada hal lain yang membuatnya dan istri bisa berangkat ke tanah suci. Ia dan istri tidak pernah melupakan sang pencipta dari dirinya. Setiap saat ia selalu mengingat Tuhannya. "Gusti Allah baik sekali sama keluarga saya, tidak ada alasan untuk lupa beribadah," katanya.

Saripah, setiap malam selalu melakukan sholat tahajud, dan siangnya tak lupa ia dirikan juga sholat duha untuk mendoakan suaminya.?

?Darso meyakini, rahmat yang ia dapatkan karena kerja kerasnya dibantu istri yang selalu mendoakan. Sepulang haji, ia mengungkapkan masih akan berjualan cilok di tempat yang sama. Ia tidak pernah mengenal kata gengsi atau malu meskipun sudah pernah ke tanah suci.?

"Yang penting sehat, umur panjang, masih mampu berjualan ya tetap jualan, tidak pernah gengsi-gengsian," katanya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Pahlawan Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

PCNU Lamongan Serukan ‘Peace’

Lamongan, Shautus Salam. Setelah menunggu hampir 11 bulan pasca Konferensi Cabang , Rabu (4/6) malam PCNU Kabupaten Lamongan resmi dilantik. Acara yang diperkirakan dihadiri 7 ribu jamaah warga nahdliyyin tersebut membuat Alun-alun kota setempat penuh sesak.

PCNU Lamongan Serukan ‘Peace’ (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lamongan Serukan ‘Peace’ (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lamongan Serukan ‘Peace’

KH. Agus Abdul Majid, Rais Syuriah PCNU Lamongan mengawali rangkaian pidatonya dengan menyerukan kasih sayang. Sebab, dia meyakini, NU bisa besar dan berkembang karena selalu menebar perdamaan dengan sesama. ’’yang lalu biarlah berlalu, mari kita bersama membangun NU di Lamongan terus berkembang,” pintanya sambil menyerukan kata peace kepada para hadirin.  

Senada dengan apa yang dikatakan Gus Majid, sapaan akrab KH. Agus Abdul Majid, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Drs. Biin Abdul Salam juga mengajak hal yang sama. Namun dia mengungkapkan, apa yang terjadi pada PCNU Lamongan adalah sudah kehendak Yang Maha Kuasa. Walaupun banyak yang tidak menginginkan NU di Lamongan berjaya, namun Tuhan telah menunjukan kehendaknya.

Shautus Salam

’’Nabi Musa yang tidak dikehendaki kelahirannya oleh Fir’aun, penguasa saat itu, dengan kuasa Allah, dia tetap tumbuh besar dan menjadi Rasulullah. Gajah Mada, yang keberadaannya tidak dikehendaki para selir kerajaan, namun dengan kuasa tuhan dia bahkan mampu mempersatukan nusantara,” ungkapnya seakan menganalogikan cerita tersebut dengan kondisi PCNU Lamongan.

Tak hanya itu, tambahnya, Sunan Giri juga mengalami pendloliman di masanya, namun Tuhan malah menjadikannya Raja Giri. Gus Dur yang pada masanya tidak dikehendaki memimpin negeri oleh oknum tertentu, Tuhan menunjukan kekuasaannya lagi.

Shautus Salam

Ia juga mengatakan, walaupun telah wafat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terus menunjukkan karomahnya. ’’sampek-sampek malaikat libur memberikan pertanyaan kubur pada Gus Dur. Sebab yang berziarah di makamnya tak pernah henti-hentinya,” selorohnya yang disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Oleh karena itu, lanjutnya, apapun yang terjadi, dengan kehendak Allah, NU Lamongan akan jauh lebih berkembang. ’’peace, metal,” pungkasnya sambil menunjulurkan dua lalu tiga jarinya yang lagi-lagi membuat ger-geran hadirin.  

Bupati Lamongan, H. Fadeli, mengajak semua pihak untuk menjaga keharmonisan antar masyarakat di Kabupaten Lamongan. Sebab, warga Kota Soto tersebut diklaimnya adalah pemeluk agama Islam terbesar di Dunia. Sehingga dia mengajak PCNU setempat untuk bahu membahu dan bekerjasama membangun Lamongan terus berkembang.

Pada pelantikan tersebut hadir Ketua PWNU Jawa Timur KH. Mutawakil Alallah dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali. (Ghofur/Abdullah Alawi)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib Shautus Salam

Sabtu, 28 Oktober 2017

JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf

Jakarta, Shautus Salam

Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta menyelenggarakan pelatihan tasawuf, Sabtu (12/3) tingkat dasar angkatan ke-2. Pelatihan yang dihelat di TQN Center Masjid al-Mubarak Rawamangun, Jakarta Timur ini diikuti 80 peserta dari berbagai pengamal tarekat di Jakarta.

JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf

Dalam sambutannya, sekretaris pelaksana pelatihan tasawuf, KH Ningram Abdullah menegaskan, kegiatan ini adalah upaya JATMAN mendukung revolusi mental melalui metode tasawuf. Pelatihan ini diikuti komunitas dari tarekat Khalwatiyyah, Idrisiyyah, Naqsybandiyyah, Syadziliyyah, Ghazaliyyah dan Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya.?

“JATMAN sebagai asosiasi pengamal tarekat dibawah NU berupaya mensinergikan komunitas pengamal tarekat agar lebih sistematik mendakwahkan tasawuf kepada umat,” ujar Kiai Ningrum Abdullah.

Narasumber pertama, KH Wahfiudin Sakam dalam stadium general menyampaikan materi ‘Mengenal Diri Menggapai Ilahi’. Menurut Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta ini, dalam kehidupan sekarang banyak orang yang menganggap diri ini adalah tubuh fisik semata (materialistik) sehingga menganggap hidup hanya diartikan sebatas kehadiran tubuh di muka bumi (sekuler). Prinsip hidup hanya untuk mendapatkan semua yang diinginkan, sekarang juga, disini juga.?

Shautus Salam

"Pengertian tentang bahagia pun hanya sebatas segala hal yang memberikan kenikmatan bagi tubuh (hedonistik),” ucap Kiai Wahfiudin.

Dalam paparannya, wakil sekretaris Diklat dan Pengkaderan LDNU ini mengajak peserta untuk memahami konsep diri dalam Islam. "Nafs adalah diri ruhani dengan qalbu sebagai pusatnya. Langkah awal untuk belajar tasawuf adalah menyadari jika hakikat diri adalah diri ruhani. Sehingga kita bisa menggeser paradigma materialistik menuju spiritualistik, sekuler menuju holistik dan hedonistik menuju asketik," terangnya.

Setelah KH Wahfiudin Sakam, sesi selanjutnya dibawakan oleh Ust. Rizal Fauzi. Muballigh yang aktif di bidang dakwah tarekat Idrisiyyah ini menyampaikan materi tentang tasawuf dan thariqah. "Esensi ilmu tasawuf adalah bagaimana membersihkan qalbu. Maka adalah penting di awal kita memahami esensi diri kita," jelasnya.

Sebelumnya Muqadam Tijaniyyah, KH M Yunus A Hamid akan menyampaikan materi ‘Hakekat Martabat Kenabian dan Kewalian’. Ketua panitia pelatihan tasawuf tingkat dasar ini juga didaulat menutup acara. (Nugraha/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Habib, AlaNu Shautus Salam

Jumat, 20 Oktober 2017

Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik

Probolinggo, Shautus Salam - Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo mengadakan workshop bertema Mendidik dan Beraktivitas dengan Hati. Kegiatan yang diadakan pada Sabtu dan Ahad (11-12/2) ini diikuti oleh seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kota Kraksaan.

Pertemuan ini dibuka oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i dan Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri. Tampak hadir sebagai narasumber Hj Hamida Wafi.

Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik

H Nasrullah Ahmad Suja’i menyampaikan, nahdliyin harus bersyukur dengan adanya NU. Sebab jika tidak ada NU, maka mungkin bisa dianggap seperti hewan. Jika sudah meninggal dikubur dan selesai.

“Tetapi dengan NU, maka kita dihormati mulai dari lahir hingga meninggal dunia. Misalnya ketika meninggal, maka umat Islam ditalqinkan, ditahlili, dan lain sebagainya. Bahkan hingga 1000 harinya,” katanya.

Shautus Salam

Lebih lanjut Kiai Suja’ meminta segenap pengurus Muslimat NU bersyukur dengan adanya NU. “Beruntung KH Hasyim Asy‘ari mendirikan NU. Ini seperti layaknya Nabi Nuh ketika membuat perahu untuk umatnya. Ketika Kiai Hasyim Ashari mendirikan NU, maka semua umat Islam diajak masuk ke dalam kendaraannya bernama NU,” tegasnya.

Shautus Salam

Sementara Hj Zulfa Badri menambahkan, banyak manfaat yang bisa didapat dengan bergabung di NU. Salah satunya adalah janji sang pendiri KH Hasyim Asyari yang menyatakan siapa saja yang bergabung dengan NU, maka dianggap sebagai muridnya.

“Berkat NU, sejarah di Indonesia tetap utuh. Marilah kita terus berjuang membesar NU melalui kegiatan Muslimat NU sebagai panghargaan yang tinggi demi melanjutkan perjuangan para ulama NU. Semoga kegiatan ini semakin menambah kecintaan kita kepada organisasi Muslimat NU,” ungkapnya.

Hj Hamida Wafi menyampaikan penjelasan tentang pengertian mendidik, siapa saja pendidik dan di mana tempat proses pendidikan. Proses pendidikan itu harus diawali dengan hati, mulai dari niat, iman, takwa, rasa, ikhlas, cinta, syukur dan bahagia. “Keikhlasan itu yang tahu hanya kita dengan Allah SWT,” katanya.

Hamida Wafi meminta seluruh pengurus untuk terus berikhtiar membersihkan dan menghidupkan hati seperti tazkiyatun nafs dan jihadun nafs, membangun lingkungan yang baik serta tadabbur dan tafakkur.

“Semua anggota Muslimat NU harus berusaha untuk siap belajar, siap berubah dan siap berjuang. Seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil kalau bisa melahirkan banyak pemimpin,” jelasnya.

Lebih lanjut Hamida Wafi menegaskan, seorang pendidik jangan menuruti semua keinginan anak, karena hal itu berbahaya. Jangan terlalu melarang dam ajari anak untuk tidak berbohong. “Beri anak kasih sayang dan perhatian. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Pendidikan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock