Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Sidoarjo, Shautus Salam

General Manager (GM) PT Pektroindo Anugerah Sukses Abadi, produsen panci Paramount yang berlafadz "Alhamdu Allah", Ciputra Alim meminta maaf kepada seluruh umat Islam terkait produknya yang menjadi polemik, karena bertempelkan stiker berlafadz "Alhamdu Allah". Ia juga mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Ciputra mengaku, tidak ada maksud sama sekali melakukan penistaan agama dalam produk panci yang diproduksi massal tersebut. Namun, pihak pabrik sebenarnya hanya ingin menempelkan stiker tersebut sebagai wujud rasa syukur, setelah hampir 12 tahun tidak berproduksi dan akhirnya bisa produksi kembali pada akhir 2015.

"Sejak kisaran tahun 2003, pabrik panci tidak berproduksi dan baru memulai produksi kembali kisaran akhir 2015. Atas dasar itu, sejumlah karyawan yang Muslim mengusulkan agar menyertakan kata "Alhamdulillah" di stiker produk panci Paramount. Ungkapan itu, sebagai bentuk syukur karyawan yang bisa bekerja kembali di perusahaan panci," kata Ciputra sembari menceritakan asal usulnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya Jalan Gajah Mada, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/1).

Namun tak disangka, lanjut dia, niatan itu justru menimbulkan polemik di kalangan umat Islam. Apalagi, kata yang dimaksud "Alhamdulillah" itu ternyata hurufnya kurang dan menjadi "Alhamdu Allah".?

"Kami atas nama perusahaan meminta maaf dan berjanji akan mengganti stiker lafadz ? "Alhamdu Allah" dengan stiker baru tanpa tulisan Arab. Selain itu, kami juga akan menarik produk yang beredar di pasaran," ucapnya.

Shautus Salam

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa produk panci Paramount yang belafadz "Alhamdu Allah" itu ditemukan di sejumlah wilayah, antara lain Pasuruan dan Jember. Temuan lafadz Allah itu, spontan membuat sebagian umat Islam merasa kecewa. Bahkan, MUI Pasuruan dan sebuah ormas Islam di Pasuruan sempat melaporkan polemik itu ke Mapolres Pasuruan. MUI dan salah satu ormas Islam tersebut menyebutkan, pencatuman lafadz "Alhamdu Allah" di barang yang tidak semestinya bisa dianggap sebagai penistaan agama. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kiai, Bahtsul Masail, AlaSantri Shautus Salam

Shautus Salam

Rabu, 24 Januari 2018

PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif

Kupang, NU Oline. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar PKD untuk Cabang Persiapan Sikka, Alor, dan Cabang Defenitif Cabang Ende. Kegiatan berlangsung di Wisma Harapan Baik, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (25/12).

Ketua Panitia, Jul Firlan, mengatakan PKD akan berlangsung tanggal 25-27 Desember. Kemudian pada tanggal 28 Desember akan berlangsung Konferensi Cabang ke-VII. ?

PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD PMII Kupang Diikuti Dua Cabang Persiapan Satu Definitif

“Peserta PKD sesuai dengan utusan dua cabang persiapan dan satu cabang defenitif. Sementara yang mengikuti Konfercab diikuti dari Komisariat dan Rayon yang ada di Cabang Kupang. Sedangkan peserta dari cabang lain sebagai peninjau dalam pertarungan Konfercab VII masa khidmat 2015-2016 yang akan datang,” katanya.

Shautus Salam

Sekretaris Mabincab PMII Cabang Kupang Yanto Minggele mengatakan, kader harus memahami sejarah PMII yang sebenarnya. Jangan ber-PMII setengah-setengah, tapi sungguh-sungguh.

Kata Yanto, demi menjaga keabsahan organisasi, perlu adanya sertifkat mulai dari Mapaba, PKD maupun PKL. Sebab, hal itu menjadi penilaian dan menjadi legal formal dari pengkaderan. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Khutbah, AlaSantri Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i

Tasikmalaya, Shautus Salam. PAC GP Ansor Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat mengadakan Pendidikan Penguatan Pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Ahad (19/2) lalu di Yayasan Al-Marufi Cibeuti Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Rais NU Kawalu KH Agus Harun Ghoni, didampingi Ketua PC GP Ansor Kota Tasik Ricky Assegaf.

Dalam sambutannya, KH Agus Harun Ghoni mengutip mutiara dalam Kitab Ar-Risalah halaman 71 karya besar Imam as-Syafii yang berbunyi:

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Beri Penguatan Aswaja, Kiai Agus Ungkap Kalam Hikmah Imam Syafi’i

"Barangsiapa yang mempelajari al-Qur`an maka agunglah kedudukannya, barangsiapa yang berpikir (belajar) fiqih maka mulialah kehormatannya, barangsiapa yang menulis al-Hadits maka kuatlah argumentasinya, barangsiapa yang berpikir (belajar) tata bahasa maka lembutlah perangainya, dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat baginya."

Kiai Agus berpesan kepada Kader Ansor dan kiai muda NU agar jangan berhenti mencari ilmu walaupun sibuk dan gudangnya ilmu agama itu ada di pesantren.

"Ansor harus kenal pasantren, jangan berhenti ngaji sesulit dan sesibuk apapun. Karena sudah semestinya sebagai pergerakan pemuda Islam mewarisi tradisi keilmuan pesantren. Belajar dengan kesabaran, membaca dengan ketekunan, kemudian mencatat dengan ketelitian. Ingat nasihat Imam Syafii Barangsiapa yang tak pernah mengecap kehinaan dalam mencari ilmu walau hanya sebentar, akan meminum kehinaan kebodohan pada sisa hidupnya,” kata Kiai Agus.

Shautus Salam

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pondok Pesantren al-Marufi Cibeuti ? itu juga memotivasi agar mencari ilmu itu jangan hanya dipahami, akan tetapi harus mulai diabadikan dalam sebuah karya yang tercatat.

"Belajarlah kemudian sampaikan! Perhatikan Ulama terdahulu, mereka harus menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu. Setelahnya mereka ikat (ilmu itu) dalam bentuk karya tulisan pada lembaran-lembaran kertas menggunakan pena yang dicelupkan ke tinta persis yang diadopsi santri di pesantren. Akan tetapi lihat hasilnya, sampai saat ini ilmunya dalam bentuk kitab dimanfaatkan terus oleh kita semua,” ujarnya.

Shautus Salam

Disamping taat pada semua fatwa para ulama, tambahnya, Ansor juga harus bisa membentengi warga Nahdliyyin, karena saat ini sepertinya ada kelompok yang ingin kiai dengan warga NU tidak akur.?

Dia mengajak untuk bersama menjaga marwah NU dengan kembali mengamalkan nilai-nilai agama serta menanamkan sikap cinta tanah air, seperti yang telah dilakukan para Kiai-Kiai NU terdahulu dalam merawat tradisi agama dalam bingkai NKRI.?

Penguatan Keaswajaan ini diikuti oleh oleh kader-kader Ansor dan 50 kiai muda NU perwakilan tiap Kecamatan se-Kota Tasikmalaya. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Direktur Aswaja Center Tasikmalaya Yayan Bunyamin yang juga Pimpinan Pesantren Rahmat Semesta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri, Halaqoh, Tegal Shautus Salam

Selasa, 16 Januari 2018

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

Sidoarjo,? Shautus Salam. Menanggapi adanya isu radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Rocsulullah akan berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo Kota agar bisa sejalan.

Karena Kapolsek Sidoarjo Kota tidak sepakat dengan kelompok radikal dan khilafah, karena gerakannya dirasa menganggu keamanan di masyarakat.

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

"Saya juga berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo yang telah turut serta dalam mengawal NKRI," kata Kapolsek Sidoarjo Kota, Rocsulullah, Rabu (10/5).

Sementara itu menurut Danramil Sidoarjo, Kapten Agus Fachrudin, PAC GP Ansor Sidoarjo Kota satu visi dengan Danramil. Kapten Agus Fachrudin menjelaskan bahwa Ansor memang dilahirkan untuk menjaga NKRI.

"Ansor dan Banser memang dilahirkan untuk menjaga NKRI, sama dengan kami," kata Kapten Agus. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam AlaSantri, Warta, Nusantara Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU

Ponorogo, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Ponorogo, Jawa Timur, menggelar lomba Paduan Suara lagu mars IPNU-IPPNU yang diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Komisariat se-Ponorogo. Acara ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62.

Lomba paduan suara digelar Ahad (12/3) pagi mulai pukul 08.00 bertempat di aula MI Maarif Ngrupit, Jenangan, Ponorogo. Sebanyak 17 grup paduan suara turut berpartisipasi dalam lomba ini.

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU

Lagu mars yang dilombakan adalah mars IPNU yang diciptakan Moh. Shomury W, dan mars IPNU ciptaan Mahbub Junaidi serta Mochtar Embut. Peserta lomba juga membawakan satu lagu daerah dengan judul bebas.

Sementara, aspek penilaian pada lomba ini meliputi aspek intonasi, suara dan keseriusan partitur.?

Ketua IPPNU Ponorogo Iffatul Wahidah mengatakan lomba paduan suara ini digelar sebagai salah satu wadah untuk memperkuat tali silaturrahim di semua tingkat pimpinan.?

Shautus Salam

Dia berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi belaka, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran bersama.

"Karena lagu mars ini juga bagian dari komponen organisasi yang wajib dikuasai semua kader IPNU-IPPNU. Maka kegiatan ini kita adakan ? sebagai wadah kompetisi untk belajar dan peningkatan kualitas kader dalam berorganisasi khususnya dalam hal bidang suara," jelas Iffa kepada Shautus Salam.

Sementara itu, dewan juri lomba memutuskan beberapa grup tampil sebagai juara dalam lomba paduan suara memperingati hari lahir (Harlah) IPNU-IPPNU Ponorogo.?

Shautus Salam

Berikut ini nama-nama grup yang tampil sebagai juara dan berhak mendapatkan Hadiah dari IPNU-IPPNU:

Juara I: PAC IPNU-IPPNU Mlarak?

Juara II: PAC IPNU-IPPNU Kauman?

Juara II: PAC IPNU-IPPNU Sukorejo?

Juara Harapan I: PAC IPNU-IPPNU Babadan

Juara Harapan II: PAC IPNU-IPPNU Sukorejo

(Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, AlaSantri Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

Sukoharjo, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sukoharjo memberikan apresiasi atas lancarnya penyelenggaraan khitanan massal oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Sukoharjo di Kantor PCNU Sukoharjo, Jumat (27/6) sore. Khitanan massal ini baru kali pertama diadakan LAZISNU Sukoharjo.

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

“PCNU Sukoharjo memberikan dorongan kepada LAZISNU yang telah menggelar sunatan massal ini meski pesertanya hanya 9 anak. Kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi agenda tahunan setiap menjelang Ramadhan,” kata Ketua PCNU Sukoharjo HM Nagib Sutarno, Jumat (27/6) di lokasi kegiatan.

Khitanan massal terselenggara atas kerja sama LAZISNU Sukoharjo dan RS Nirmala Suri Sukoharjo. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan masyarakat dengan ulama di samping juga mensyi’arkan nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Shautus Salam

Direktur Pelaksana Program LAZISNU Sukoharjo M Sriyanto Zaini menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah silaturrahmi dan mengenalkan LAZISNU Sukoharjo kepada masyarakat. Sriyanto mengharapkan kerja sama ini berjalan terus dan memberikan manfaat untuk semuanya.

Hadir dalam khitanan massal ini PCNU Sukoharjo, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan PMII Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (Mashri Zaen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Berita, AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 12 Desember 2017

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Jakarta, Shautus Salam

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) menyalurkan 37 hewan kurban pada peringatan hari raya Idul Adha 1437 H ini. Hewan kurban yang terdiri dari 21 sapi dan 17 kambing tersebut berasal dari sejumlah pejabat, perusahaan, partai politik, hingga pengurus dan warga NU.

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Mereka yang menyumbangkan kurban masing-masing satu ekor sapi antara lain Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Djan Farid, Bank Muamalah, Kemenaker, Kemendagri, H Fauzi Nur, H Toha, H Dippo Nusantara.

Ada pula dari MNC Grup (3 ekor sapi), DPP Partai Golkar (3 ekor sapi), Bintang Toejoe-OPT/Extra Joss (2 ekor sapi), dan Brigjen Fathurrahman (2 ekor sapi). Adapun kurban kambing berasal dari Syamsul Huda (5 ekor), H Abdullah Masud (2 ekor), serta Siti Ramdayani, Hj Ida Fauziyah, H Agus Sosiahusain, Djardinno, M Iqbal Rival, Anis Putri Kusuma, H Imam Mudzakir, Cahya Bagus M, Wim Ikbal Jepang, masing-masing 1 ekor sapi.

Shautus Salam

Ke-37 hewan ternak itu didistribusikan kembali ke sejumlah lokasi di DKI Jakarta dan Banten, di antaranya Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Masjid Al-Hijrah Marunda, Pondok Pesantren Tanara Serang, Masjid an-Nahdlah PBNU, dan Pondok Pesantren Ekonomi al-Ukhuwah Kedoya Jakarta Barat.

Daftar rincian kurban ini diumumkan pihak NU Care-LAZISNU dalam rangkaian shalat Idul Adha di Masjid an-Nahdlah, Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (12/9). Bertindak sebagai khatib dalam kesempatan kali ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh KH Muhaimin Zain.

Shautus Salam

Di kompleks Masjid an-Nahdlah, prosesi pemotongan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Di lokasi ini, panitia menyembelih lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua

Probolinggo, Shautus Salam - Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa haul dilakukan untuk memperingati wafatnya seorang figur tokoh agama yang sangat dihormati dan istiqomah dalam menjalankan ibadah di semasa hidupnya.

Hal tersebut disampaikan oleh H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan haul almarhum H Soebchan Mawardi, orang tua Ketua PC LTMNU Kota Kraksaan H. Didik Abdul Rohim di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Jumat (10/3) sore.

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua

"Peringatan haul adalah pembelajaran bagi kita semua khususnya warga NU untuk menghargai jasa-jasa orang tua kita. Ketika mereka sudah wafat, kita sebagai seorang anak adalah wajib untuk senantiasa mendoakannya," katanya.

Shautus Salam

Menurut Hasan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturrahim antar keluarga, kerabat dan tetangga. "Sehingga akan membawa dampak yang baik dalam peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah dalam rangka meneladani amal sholeh dari almarhum," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili beserta segenap pengurus PCNU Kota Kraksaan, Habib Hasyim bin Husein dari Kelurahan Patokan Kota Kraksaan serta segenap warga RW 06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam RMI NU, AlaNu, AlaSantri Shautus Salam

Minggu, 26 November 2017

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Malang, Shautus Salam. Guna meningkatkan minat pelajar dalam dunia tulis menulis, PC. IPNU-IPPNU Kota Malang menyelenggarakan diklat jurnalistik di SMA Negeri 3 Malang, belum lama ini.

Kegiatan yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini bertema “Dengan Pena, Merubah Dunia, bangkit Generasi Muda”.

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Malang Gelar Diklat Jurnalistik

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Malang mengingatkan pentingnya generasi muda untuk terus mengasah kemampuan tulis-menulisnya.

Shautus Salam

“Saatnya pelajar untuk bangkit, bangun generasI muda, walaupun hanya dengan sebuah pena untuk merubah dunia,” terang Mufarrihul Hazin, Sekretaris Umum PC. IPNU Kota Malang pada acara pembukaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan materi-materi, diantaranya pengenalan dunia jurnalistik, teknik penulisan artikel, teknik wawancara-investigasi dan teknik penulisan berita.

Shautus Salam

Adapun pemateri yang hadir dalam diklat ini, diantaranya Mahmudi Muchit, Redaktur Malang Post dan Angga Teguh, Redaktur Koran Pendidikan.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi setiap materi, yaitu teori dan praktik, bahkan mereka di beri tugas untuk menulis opini tentang Kebangkitan Nasional yang dilombakan. Dan penulis opini terbaik adalah Sutra Wardatul Jannnah dari MA Negeri 3 Malang.

Kegiatan yang diiikuti sekitar 41 pelajar dari 14 sekolah tingkat SMA se-Kota Malang ini, berjalan dengan sukses dan sangat meriah.

Usai pemaparan materi yang terakhir, para alumni membentuk sebuah komunitas yang bernama “Komunitas Dunia PENA” dan diketuai oleh Fikra dari SMA Negeri 3 Malang.

Komunitas ini memiliki 5 progam, yang diantaranya adalah pembuatan majalah pelajar NU, pengaktifan website, komunitas dunia PENA, dan lain-lain.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Mufarrihul Hazin

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Jumat, 24 November 2017

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup

Jedaah, Shautus Salam. Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Indonesia Jeddah bersama Pengurus cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi serta PCI GP Ansor NU Arab Saudi diakhiri pada Jum’at (26/7) kemarin.

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan NU di Jeddah Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup

Acara rutin tiap tahun pada bulan suci Ramadhan ini meliputi MHQ (Musabaqoh Hifdzil Quran) kaligrafi, pidato bahasa Arab dan Inggris, adzan, beserta imla. Acara ini diselenggarakan selama 3 hari. Pada tgl 26 juli 2013 adalah acara puncaknya yaitu penutupan acara kegiatan MHQ sekaligus pengumuman pemenangnya.

Dalam sambutan? ketua panitia yang di wakili Masykur Ghozali mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari para donatur dan turut sertanya anak didik dari? SIM (Sekolah Indonesia Mekah), SIJ (Sekolah Indonesia Jeddah), LPI (Lembaga Pendidikan Islam) Darul Ulum, TPA Al-Naashiriyyah dan seluruh masyarakat Indonesia di Jeddah dan Mekah Arab Saudi.

Shautus Salam

“Acara ini begitu meriah. Antusias dari masyarakat memberikan tanggung jawab kepada panitia untuk meksukseskan acara ini,” terangnya.

Shautus Salam

Mewakili PCINU Arabsaudi, Ahmad Fuad mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh ukhuwah di kalangan warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi.

“Ada peserta yang mengatasnamakan al-Mandura, al-Bantani. Mari kita mengangkat kebhinekaan dengan bermusabaqoh tilawatil quran,” tuturnya.

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana untuk semakin menjaga dan menghargai para ahli Al-Qur’an.

“Bulan Ramadhan bulan turunnya Al-Quran. Al-Quran tidak langsung diturunkan 30 juz, namun diturunkan bertahap sesuai keadaan. Kita di perintahkan untuk menjaga dan menghargai ahlul quran,” katanya.

Pada kesempatan MHQ XI tahun ini juara umum dimenangkan oleh peserta dari Sekolah Indonesia Makkah (SIM) Abdul Basit Abdul Jalil sebagai juara satu, tahfidz 30 Juz. Acara penutupan MHQ diakhiri dengan shalawat tilawatil Quran dan doa bersama.

Sampai jumpa di MHQ tahun depan dan teruslah kita bermusabaqoh dalam kehidupan sehari hari, tutup pembawa acara Farida Ahmad Fuad.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Thobib Njajar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Sejarah, AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Do’a Melawan Mitos dan Tahayul

Tashdiqun bil qalbi wa iqrarun billisani wa amalun bil arkani, demikian keterangan tentang iman. Yang artinya hati meyakini, lisan mengatakan, dan ? raga bekerja. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Iman menuntut adanya perpaduan dan kesesuaian antara ranah hati, lisan dan raga.

Dengan kata lain, seorang yang beriman tidaklah cukup dengan mengatakannya di lisan saja, tetapi juga harus dibuktikan dengan tindakan dan gerak badan. Dan yang paling penting adalah keyakinan yang tertanam di dalam hati. Akan tetapi dalam kenyataannya memadukan ketiganya bukanlah hal yang mudah. Perlu latihan-latihan dan percobaan. Jangankan menyatukan hati, lisan dan badan, menyatukan lisan dan badan saja terkadang terasa berat. Kalaupun kesesuaian lisan dan badan telah tercapai terkadang hati masih sangsi. Karena itulah muncul istilah al-imanu yazid wa yanqush, bahwa iman itu terkadang penuh terkadang kurang. Terkadang mantap terkadang ragu, terkadang yakin terkadang bimbang.

Semua orang mu’min percaya bahwa Allah swt adalah Tuhan Maha Kuasa dan Perkasa. Tidak ada satu kejadian pun di dunia ini yang luput dari kekuasaa-Nya. Namun keimanan semacam ini seringkali goyah jika berhadapan dengan takhayul dan kepercayaan yang telah lama berakar di tengah-tengah masyarakat. Misalnya seringkali seorang muslim tiba-tiba menjadi ragu melanjutkan perjalanannya karena secara tidak sengaja kendaraan yang ditumpanginya melindas seekor kucing hingga mati. Keraguan itu muncul dari mitos yang meyakini adanya musibah diperjalanan bagi mereka yang menabrak kucing. Atau juga seringkali seseorang terpikirkan hal buruk akan menimpa keluarga hanya karena dirinya secara kebetulan kejatuhan tahi cicak, dan demikian seterusnya.

Meskipun mempercayai firasat semacam itu tidaklah termasuk musyrik, tetapi baiknya perasaan demikian segera dibuang. Karena jika dibiarkan akan merusak iman. Dalam hal ini Rasulullah saw sebagaimana dalam kitab Marasil nya Imam Abu Daud pernah bersabda bahwa “seorang hamba tidak jarang terlintas dalam hatinya merasa sial karena suatu kejadian, apabila merasakan hal itu maka ucapkanlah:

Do’a Melawan Mitos dan Tahayul (Sumber Gambar : Nu Online)
Do’a Melawan Mitos dan Tahayul (Sumber Gambar : Nu Online)

Do’a Melawan Mitos dan Tahayul

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya:

Shautus Salam

Aku hamba Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan dari Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Allah. Aku bersaksi bahwasannya Allah Maha Mampu atas segala sesuatu”

Demikianlah cara Rasulullah saw memberikan solusi kepada masyarakat Arab di lingkungannya sehubungan dengan kuatnya tradisi takhayul pada masyarakat arab (misalnya burung hantu yang membawa sial, syaitan ghaul yang menyesatkan perjalanan, ataupun bulan safar yang dianggap sial dan seterusnya). Artinya firasat buruk yang muncul dalam hati karena adanya satu kejadian alami semacam ini sangatlah manusiawi belaka. Tidak lantas mereka yang merasakan semacam itu dianggap musyrik, tetapi hanya posisi imannya yang berkurang. (Ulil H) ? ? ?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Muslimat NU Akan Peringati Hari Anak Sekaligus Halal Bihalal

Jakarta, Shautus Salam?

Pimpinan Pusat Muslimat NU akan memperingati Hari Anak Nasional 2017 di gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada Ahad 16 Juli. Kegiatan tersebut akan dipandu Seto Mulyadi.?

Menurut Ketua Muslimat NU Hj. Sri Mulyati, kegiatan tersebut juga akan dilanjutkan dengan halal bihalal dengan mengundang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.?

Muslimat NU Akan Peringati Hari Anak Sekaligus Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Akan Peringati Hari Anak Sekaligus Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Akan Peringati Hari Anak Sekaligus Halal Bihalal

Pada kesempatan tersebut, menurut dosen tasawuf Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, rencananya akan dihadiri beberapa pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang sekitar Jabodetabek. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Brebes, Shautus Salam. Bersatunya seluruh elemen organisasi keagamaan akan memperkokoh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menangkal gerakan garis keras yang merongrong NKRI seperti Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang mulai masuk ke Indonesia.

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Demikian di anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H Akhmad Muqowam saat menyampaikan sosialisasi empat pilar di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (12/4).

Menurutnya, para pendukung ISIS telah berani melawan ideologi negara secara nyata dan terbuka. “Rongrongan terhadap Pancasila dan pengubahan NKRI telah digembar-gemborkan oleh mereka yang tidak suka dengan Indonesia,” ujar ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika-PMII) ini.

Shautus Salam

Muqowam? mengatakan, segenap badan otonom NU perlu terlibat dalam memerangi ISIS demi tercapainya stabilitas Negara yang aman dan damai. “Kalau seluruh elemen bangsa seperti Ansor, Banser, IPNU dan lain-lainnya tidak diajak untuk memeranginya maka gampang sekali paham ISIS merasuk di tubuh Indonesia,” katanya.

Untuk itu, dia mendesak kepada aparatur keamanan, baik TNI maupun Polri untuk terus bergerak menangkal pergerakan ISIS. “Kalau seseorang sudah terlihat dengan ucapan maupun tulisan dengan sengaja menjelekan Pancasila, UUD 45, NKRI dan atau Bhinneka Tunggal Ika, tangkap dan basmi saja sejak dini,” tandasnya.

Shautus Salam

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Wanasari Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menjelaskan, sosialisasi digelar untuk menanamkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan demi tetap tegaknya Bumi Pertiwi. “Ansor akan menjadi garda terdepan dalam membasmi paham ISIS yang terang-terangan berideologi anti Pancasila,” ungkapnya.

Sebanyak 150 peserta acara ini datang dari pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU, PAC dan Pimpinan Ranting GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Wanasari. Sosialisasi empat pilar tersebut diharapkan bisa merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Pahlawan, AlaSantri Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin

Jepara, Shautus Salam. Yenny Wahid, putri kedua pasangan Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah ini mengaku sudah mengunjungi lebih dari 50 negara. Dari kunjungan ke berbagai negara itu, ia merasa lega tatkala sudah kembali ke tanah air.?

“Kalau saya sudah kembali ke Indonesia nikmatnya sungguh luar biasa,” akunya dalam Maulid dan Tausiyah di Pesantren At-Taqiy, Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Selasa (17/5) malam.?

Di Indonesia, kata alumnus Universitas Harvard, Boston itu, warga bisa sekolah hingga ke jenjang tertinggi. Yenny merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Nigeria. Di sana anak-anak kesulitan sekolah. Alih-alih mereka malah diculik oleh Bokoharam dan dijadikan budak seks.?

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin

“Ironis pula yang terjadi di Afganistan. Anak-anak yang hendak sekolah harus berhadapan dengan tentara Taliban. Di China kondisinya juga demikian. Ingin sembahyang dilarang oleh Polisi negara tersebut,” kata perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini.?

Yenny menegaskan bahwa Indonesia merupakan "surga" bagi kaum muslimin. Selain bisa sekolah sampai S3, seorang ibu bisa leluasa pergi ke pasar naik motor sendiri tanpa harus ditemani seorang lelaki.?

Shautus Salam

“Di Saudi nyetir saja dilarang. Nyoblos juga tidak boleh. Sehingga hak-hak perempuan sangat didiskriminasi,” tegasnya pada hadirin yang memadati kompleks pesantren asuhan KH Nur Cholis.?

Yenny menambahkan kondisi yang sudah baik itu harus terus dijaga. “Mari kita perkuat iman dan Islam kita jangan sampai rapuh,” imbuhnya.?

Sementara itu, Sinta Nuriyah menekankan kepada hadirin akan pentingnya menuntut ilmu. Menurut istri almarhum Gus Dur ini, dengan ilmu pengetahuan seseorang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.?

Sebab itu, ia sangat mengagumi RA Kartini. Karena menurutnya perempuan asli Jepara ini berhasil mengangkat harkat dan derajat kaum wanita. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 14 November 2017

Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir

Brebes, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Hj Nurhalimah SH menyarankan agar di dalam pergantian tahun baru banyak-banyaklah berdoa. Jangan terlalu banyak diisi dengan kegiatan hura-hura yang pada dasarnya hanya membuat kerugian baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Hj Nurhalimah SH saat mengisi pengajian rutin di Masjid Al Hidayah Desa Bulakparen Kec Bulakamba, Brebes, Ahad (22/12/13).

Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir

Menurutnya, jalan terbaik untuk pergantian tahun adalah perenungan bagaimana seharusnya menata diri untuk tahun berikutnya. Segala hal yang telah dilakukan sudah bermanfaat bagi masyarakat atau justru berbuat laknat pada pada kerabat. “Kita harus introspeksi diri dengan datangnya pergantian tahun,” ajaknya.

Shautus Salam

Hj Nurhalimah yang juga Kepala SMK Karya Bakti Brebes ini menjelaskan, pergantian tahun baru hijriyah dan masehi sangat berdekatan. Sehingga sangat tepat untuk melakukan perenungan demi kemaslahatan bersama. “Kita harus lebih banyak berdoa dan berdzikir, memohon ampunan kepada Sang Kholiq,” ucapnya.

Tak terkecuali bagi Ibu-ibu, untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Dengan jalan terus menuntut ilmu melalui pengajian maupu berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan produktif.

Shautus Salam

Pengajian rutin yang digelar secara bergilir di Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan itu dihadiri ribuan ibu-ibu Muslimat. Mereka dari berbagai pelosok desa berbondong-bondong dengan menggunakan alat transportasi seadanya. Ada yang menggunakan dokar, angkutan pedesaan, bak terbuka sampai becak dan kendaraan bermotor lainnya. Guyub rukun tergambar mesra di antara mereka. Dengan satu tujuan untuk mendapatkan ridla Allah.

Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan anak yatim dan orang jompo. Sebagai penceramah KH Syamsul Falah dari Ketanggungan Brebes.

Nurhalimah juga menyampaikan terima kasih kepada para PAC se-Kabupaten Brebes yang sudah bahu-membahu menghimpun dana dan menyalurkan uang santunan anak yatim piatu yang langsung didistribusikan langsung kepada yang berhak.

Dia menyebutkan salah satu contoh dari PAC Kersana yang telah tersalurkan santunan untuk Anak Yatim sebesar Rp 200 juta dan orang jompo Rp 50 Juta. Sedangkan dari PAC Ketanggungan terkumpul dana Rp 21,6 juta yang dibagi per ranting Rp 900 ribu untuk Syahriah Madrasah Diniyah. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, AlaSantri Shautus Salam

Kamis, 09 November 2017

MWC dan Ranting NU di Karawang Telah Di-Upgrade

Karawang, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) NU Kabupaten Karawang telah memberikan pembekalan kepada pengurus MWC dan ranting-ranting NU yang ada di wilayah Kabupaten Karawang bulan Maret lalu.

MWC dan Ranting NU di Karawang Telah Di-Upgrade (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC dan Ranting NU di Karawang Telah Di-Upgrade (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC dan Ranting NU di Karawang Telah Di-Upgrade

Demikian dalam rilis pers yang diteriman Shautus Salam, Jumat (18/4). Kegiatan yang bertema “upgrading” itu dilaksanakan di kompleks Kampus Mts. Libaasut Taqwa di desa Gempol Kolot kec. Banyusari Kab. Karawang (6/3).

Wakil sekretaris PCNU Kab. Karawang yang juga sekaligus menjadi koordinator upgrading Nurjen Jaelani menyebutkan, tujuan upgrading tersebut adalah peningkatan kualitas SDM para pengurus NU yang ada d tingkatan kecamatan dan desa-desa yang ada di sekitar kecamatan tersebut.

Shautus Salam

"Tujuan kami adalah untuk menciptakan pengurus-pengurus yang mempunyai kualitas yang bagus dalam segala hal. Terlebih dengan banyaknya aliran-aliran baru yang bisa merubah aqidah dan merusak akhlak dan keyakinan masyarakat. Oleh karena itu, rasanya kita perlu melaksanakan upgrading seperti ini," ujarnya.

Shautus Salam

Dia juga menambahkan, dengan program-program yang telah direncanakan oleh PC sendiri, untuk dilaksanakan oleh para pengurus MWC dan ranting-rantingnya.

"Apalagi dengan fasilitas yang telah kami berikan, yakni berupa satu unit motor per-MWC mudah2an mampu menjadi daya semangat teman-teman di kecamatan untuk lebih bersemangat mengurus NU, karena merekalah yang lebih tahu potensi daerahnya masing-masing," tambahnya,

Acara upgrading diselingi pemutaran film Resolusi Jihad dan Sang Kiai untuk menularkan semangat para pendahulu NU. (Deden Ismatullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 07 November 2017

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Jakarta, Shautus Salam?



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga NU Jawa Barat, khususnya Cirebon, kehilangan salah seorang kiainya. Sesepuh Pesantren Benda Kerep, Cirebon KH Hasan Abu Bakar wafat pada Jumat 29 September 2017 pada pukul 08:20.

“Beliau kiai sufi, panutan kiai NU Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka. Kuningan),” ungkap Nasrullah Affandi, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ketika dikonfirmasi Shautus Salam tentang sosok Kiai Hasan.?

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Menurut dia, para tokoh nasional pernah bersilaturahim kepada Kiai Hasan, di antaranya Wakil Presiden JUsuf Kalla, dan pejabat lain seperti menteri dan gubernur.?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, AlaSantri Shautus Salam

Shautus Salam

Senin, 30 Oktober 2017

Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci

Jakarta, Shautus Salam. Gus Dur memang kontraversial, apa yang dikatakan seringkali menimbulkan polemik dikalangan masyarakat. Situasi ini telah menunjukkan keberadaan dan sikap Gus Dur penting untuk ditanggapi, baik atas dukungan dari mereka yang mencintai atau kritikan dari mereka yang membenci.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat Gus Dur adalah Somebody, tak ada orang yang bersikap netral terhadap Gus Dur, semua orang memperhitungkan keberadaannya.

Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci

“Gus Dur adalah somebody, langka orang yang mendapat posisi seperti itu, sementara sebagian besar kita adalah nobody, keberadaannya tidak diperhitungkan,” katanya dalam diskusi buku tentang Gus Dur akhir pekan lalu.

Shautus Salam

Buku yang membahas tentang Gus Dur juga sudah sangat banyak, tapi sebagian besar hanya mengambil satu sisi pemikiran Gus Dur, atau kalau melihatnya secara komprehensif, ya hanya bersifat highlight saja.

Shautus Salam

“Gus Dur adalah manusia ide, gagasan bukan hanya mengartikulasikan gagasan yang ada, tetapi mengemukakan ide yang belum pernah dikemukakan orang lain. Sebagian besar orang kan komentator ide, sekedar mengomentari, ini juga penting, tetapi orisinalitas ide belum tentu dimiliki orang lain,” tambahnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tahapan dalam pemikiran Gus Dur, yaitu gagasan, aksi dan institusionalisasi. Ia merupakan orang yang sangat kaya dengan ide, gagasannya mengejutkan, aksi politiknya juga luar biasa. Orang yang paling membenci bisa ditaklukkan dalam waktu singkat, seolah-olah tak ada jarak apa-apa,

Sayangnya, yang kurang adalah upaya institusionalisasi dari gagasan yang dimiliki. Ini merupakan ladang garapan yang masih sangat luas. Dilingkungan NU, ia pemimpin yang menandai titik balik khittah 1926, gagasannya luar biasa dan aksi pemihakan pada masyarakat juga luar biasa.

“Tetapi sebagai institusi, NU belum sempat dibangun sebagaimana gagasan menghendakinya. Jadi inventarisasi gagasan kurang, di PKB juga begitu, gagasan, pemikiran, politiknya luar biasa, aksinya juga kita tahu, tapi institusionalisasinya yang kurang,” terangnya. 

Aspek lain adalah Gus Dur merupakan tipe pemimpin yang one man show, semuanya berpusat pada dia. Ini sebenarnya bukan hal yang aneh mengingat dalam masyarakat NU, yang masih menjunjung tinggi kharisma pribadi.

“Masyarakat NU digerakkan oleh kharisma, bukan gagasan. Karena itu sebagian besar kita kalau disuruh berangkat ke utara tidak menanyakan mengapa ke utara, yang terjadi karena beliau menyuruh ke utara. Samikna waatokna, ini  kata-kata luara biasa, tak ada kritik dan internalisasi, perintah ditangkap langsung ke hati, tidak ada proses penalaran,” paparnya.

Ini menurutnya bukan persoalan sederhana kalau mau melakukan transformasi, NU ditangannya secara gagasan semua menyambut gagap gempita, tetapi NU sebagai institusi belum tertata.

Karena itu, kalau mau melanjutkan perjuangan Gus Dur, maka yang dilakukan adalah melakukan interpretasi, memperkaya gagasannya, tetapi yang lebih penting lagi adalah melakukan institusionalisasi dari ide-ide tersebut.

“Kalau institusionalisasi ini berhasil dilakukan, Gus Dur betul-betul masyaallah. Membangun institusi yang kompatible dengan gagasan kebangsaan, keislaman dan kemanusiaan, ini tidak mudah,” tandasnya.

Dijelaskannya, membangun organisasi yang sehat merupakan sesuatu yang berat, ada pengaruh personal yang kuat, kewibawaan masih bersifat personal, kesetiaan pada pemimpin bukan karena idenya, tetapi karena wibawanya, kharismanya. Ketika tidak ada proses transformasi, maka organisasi tidak ada pernah kuat. Organisasi baru kuat kalau seluruh konstituen meleburkan keakuannya kedalam kekitaan.

“Dalam masyarakat tradisional, “akunya” banyak yang gede. Ini menghambat terjadinya penguatan organisasi, NU ini terdiri dari “aku-aku” dan masing-masing independent,” imbuhnya.

Namun demikian, ini bukan hal yang mustahil untuk dirubah, asal dengan keteladanan, ini adalah sebuah revolusi budaya agar bisa berhasil dimasa mendatang, karena kalau tidak organisasi akan selalu dalam posisi lemah diantara individu-individu. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Nusantara, AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 05 September 2017

Shalat Tahajjud Sekaligus Shalat Hajat

Pada umumnya orang memahami bahwa shalat tahajjud dan shalat hajat adalah dua shalat berbeda yang biasa dilakukan pada malam hari. Sehingga seseorang yang hendak shalat hajat harus menunggu malam. Demikian pula dengan shalat tahajjud yang hanya bisa didirikan pada tengah malam. Anggapan seperti ini tidak salah, namun kurang tepat.Shalat hajat termasuk dalam kategori shalat sunnah yang dilakukan karena sebab tertentu. Sebagaimana shalat minta hujan (istisqa’), shalat minta petunjuk memilih (istikharah), shalat gerhana mataharai dan bulan, shalat jenazah dan sebagainya. Shalat-shalat tersebut boleh dilaksankan ketika terjadi beberapa sebab-sebab. Tidak ada shalat jenazah tanpa orang mati kematian, shalat istikharah dilakukan hanya dalam kebimbangan untuk memilih, begitu juga shalat hajat yang dilaksanakan karena kebutuhan yang mendesak.   

Artinya, shalat hajat bisa dilakukan setiap saat ketika seseorang dalam kondisi terdesak dan membutuhkan. Jadi shalat hajat tidak harus dilakukan malam hari, karena hajat atau kebutuhan seseorang datang tanpa mengenal waktu. Sebagaimana diterangkan Imam Ghazali dalm Ihya’ Ulumuddin:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Yang kedepalan (dari beberapa shalat sunnah yang memiliki sebab) adalah shalat hajat. Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah dia melaksanakan shalat (hajat) ini.

Shalat Tahajjud Sekaligus Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Tahajjud Sekaligus Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Tahajjud Sekaligus Shalat Hajat

Hal ini berbeda dengan shalat tahajjud yang memang termasuk dalam kategori shalat sunnah yang tergantung pada waktu seperti shalat dhuha hanya boleh dilakukan selama waktu dhuha, shalat isyraq yang dilakukan ketika matahari terbit, dan juga shalat zawal yang dilakukan ketika matahari tenggelam. Shalat-shalat tersebut hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tidak bisa sembarangan waktu. Bahkan dalam kasus shalat tahajjud disyaratkan pula tidur terlebih dahulu. Sebagaimana disebutkan dalam Hasyiyatul Bajuri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?   

Tahajjud secara bahasa adalah bangun dari tidur yang berat. Sedangkan menurut istilah adalah shalat yang dilakukan setelah shalat isya (walaupun shalat isya’nya dijama’ taqdim dengan maghrib) dan setelah tidur. Meskipun tidurnya sebelum memasuki waktu isya, (demikian pula dinggap sebagai tahajjud) walaupun shalat sunnah rawatib, sunnah mutlaq, witir. Juga  (bisa dinggap sebagai tahajjud) shalat wajib yang karena qadha atau nadzar.

Shautus Salam

Teks di atas dapat difahami bahwa tahjjud adalah shalat yang dilakukan di waktu malam dan setelah tidur, meskipun shalat itu dimaksudkan sebagai shalat karena sebab tertentu, misalkan shalat hajat atau istikharah. Dengan kata lain shalat hajat yang kebetulah dilakukan malam hari setelah tidur maka dapat dikatakan sebagai shalat tahajjud. Demikian pula shalat witir, istikharah dan lain-lainnya, asalkan didirikan malam hari dan setelah tidur bisa dianggap sebagai shalat tahajjud. Adapun mengenai waktu pelaksanaannya diutamakan sepertiga malam terakhir. Karena pada malam-malam inilah waktu musatajabah.  

Shautus Salam

Memasukkan dua kategori ibadah dalam satu pelaksanaan semacam ini dalam konteks ilmu fiqih termasuk dalam qaidah   ? ? ? yang keterangan panjangnya demikian:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Yaitu berkumpulnya dua perkara dalam satu kategori, dan keterpisahan keduanya menjadi kategori yang berbeda.

Dengan kata lain dapat diartikan bahwa bisa saja satu shalat berkedudukan sebagai shalat tahajjud sekaligus shalat hajat.  Seperti keterangan di atas (shalat hajat yang dilakukan malam hari setelah shalat isya’ dan setelah tidur). Bisa juga shalat tahajjud yang bukan shalat hajat, seperti shalat sunnah muthlaq atau shalat witir yang dilakukan setelah shalat isya dan setelah tidur. Dan bisa jadi shalat hajat bukan tahajjud, seperti shalat hajat yang dilakukan siang hari bolong atau malam sebelum tidur. (Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaSantri Shautus Salam

Kamis, 31 Agustus 2017

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Riyadh, Shautus Salam. Warga Negara Indonesia atau TKI yang berdomisili di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menghadiri istighotsah bersama dengan tema “Tarhib Ramadhan, untuk menjadikan hidup lebih baik bersama bulan suci Ramadhan 1436 H” pada 13 Juni 2015 lalu.

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Warga Negara Indonesia yang dari berbagai daerah serta dari berbagai macam profesi baik laki maupun perempuan telah memenuhi tempat yang telah disediakan tim pelaksana berkapasitas kurang lebih 250 orang.

Sembari menunggu istighosah dimulai, para jamaah mendengarkan taushiyah yang disampaikan Rais Suriah PCINU Riyadh Ust. Abdul Malik An-Namiri.

Shautus Salam

Ustadz yang Ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia berpesan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt serta selalu menjaga martabat bangsa indonesia dengan mematuhi peraturan peraturan yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi.

Shautus Salam

Seusai taushiyah jamaah serentak membaca dzikir dan sholawat yang dipimpin Ust Ahmad Syafawi serta Ust Matruji Abdu Siyam sehingga acara selesai yang ditutup dengan doa bersama yang kemudian diwarnai dengan marawisan Aswaja Banjari Group. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, AlaSantri, Meme Islam Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock