Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai

Jakarta, Shautus Salam. Tim terpadu pengawasan dan penertiban SMS yang terindikasi judi telah terbentuk dan akan segera melaksanakan tugasnya. Tim yang terdiri atas unsur pemerintah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan menganalisa dan meneliti unsur judi dalam kuis SMS yang saat ini marak di masyarakat.

"Tim terdiri dari unsur Majelis Ulama Indonesia, Departemen Sosial, Departemen Komunikasi dan Informasi, Kejaksaan serta Pihak Kepolisian. Dalam waktu dekat TIM akan ada pertemuan untuk membahas tindak lanjut langkah penertiban kuis SMS judi ini," kata Ketua MUI KH Maruf Amien, di Jakarta, Jumat (24/11).

Usaha menertibkan kuis SMS judi sebelumnya selalu menemui hambatan karena MUI merasa tidak memiliki kewenangan. Pada 26 mei 2006 MUI mengeluarkan fatwa haram tentang kuis SMS judi berdasarkan hasil pertemuan lebih dari seribu ulama di Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai

MUI sendiri, kata Kiai Maruf, bersama Departemen Sosial (Depsos) pernah melakukan pertemuan mengenai masalah kuis SMS judi tersebut namun belum membuahkan hasil yang berarti. Terbentuknya tim terpadi yang terdiri dari MUI, Depsos, Depkominfo, kejaksaan serta pihak kepolisian itu diharap dapat menjadi solusi.

Beberapa kuis SMS televisi yang ketar ketir karena diduga mengandung unsur judi antara lain Goyang Pol (RCTI), Klop dan Kira-kira (Global TV), dan Iseng-Iseng (TPI). Selain mengandung unsur judi, kuis SMS tersebut dinilai telah melakukan pembodohan kepada masyarakat melalui janji-janji dan hayalan. (rep/har)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam

Shautus Salam IMNU Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana

Yogyakarta, Shautus Salam. Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Yogyakarta menyelenggarakan shalawatan, zikir dan doa bersama ? di Masjid Sultoni, Komplek Kepatihan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat, 28 April 2017 pukul 20.00-22.00 WIB.

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana

Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta yang juga sekaligus sebagai Ketua Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus, yakni H. Nunuk Ridjodjo Adi mengatakan bahwasannya kegiatan ini merupakan agenda perdana yang diselenggarakan Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus. Mulai saat ini dan ke depannya kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 28 pada tiap bulannya.

"Agenda ini merupakan kegiatan perdana Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus. Bulan depan dan seterusnya kita akan selenggarakan pada tanggal 28. Informasi ini sekaligus jadi undangan agar seluruh hadirin dapat hadir kembali pada bulan berikutnya. Jangan lupa ajak semua warga yang belum berkesempatan hadir pada saat ini," beber Nunuk Ridjodjo Adi usai acara majelis shalawatan berakhir sembari para hadirin mencicipi kudapan ringan dan makanan yang disediakan panitia.?

Salah satu pengurus Lazisnu Kota Yogyakarta M. Jamil yang juga ikut hadir dalam acara itu merasa senang dan bangga menjadi bagian dari majelis itu.

"Saya senang mengikuti acara ini, suasana hati menjadi tentram. Akan sangat bagus lagi apabila seluruh masjid di kota Yogyakarta diselenggarakan dan dihidupkan dengan acara seperti ini. Acara semacam ini merupakan agenda wajib warga NU yang bersendikan paham Ahlusunnah wal Jamaah. Dengan adanya kegiatan seperti ini mampu menghalau paham-pahan masyarakat yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45," cetus M. Jamil.?

Shautus Salam

Kurang lebih 100 orang masyarakat yang hadir memadati Masjid Sultoni. Hadir juga dalam kegiatan tersebut diantaranya, ketua Wirausaha Muda Kota Yogyakarta Rochmad, pengurus LP Maarif Kabupaten Gunung Kidul Arif Kusnadi, Banser Kota Yogyakarta Dawam. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, IMNU Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Oleh Syafiq Naqsyabandi

Kewarasan pikir manusia Indonesia diguncang dengan beredar luas-nya berita palsu (hoax). Kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya begitu mudah menyebar, terutama dengan perantara sosial media. Kondisi ini tentunya mengundang pertanyaan, mengapa semua ini bisa terjadi dan dalam skala yang begitu besar?

Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Netizen merupakan subjek sekaligus objek dari sosial media. Oleh karenanya netizen mempunyai pengaruh yang paling utama dalam arus informasi di dunia maya. Netizen di Indonesia pada tahun 2016, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia), berjumlah 132,7 juta jiwa atau 51,1 persen dari total penduduk Indonesia. Adapun tiga besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia adalah facebook dengan 71,6 juta pengguna (54 persen), disusul instagram dengan 19,9 juta pengguna (15 persen), dan youtube dengan 14,5 juta pengguna (11 persen).?

Sementara menurut situs statista.com, lima besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia berturut-turut adalah Facebook, Instagram, Twitter, Path, dan Google+. Besarnya netizen Indonesia yang menggunakan facebook, menempatkan Indonesia pada peringkat keempat negara dengan pengguna facebook terbanyak di dunia. Sementara tiga besar negara pengguna facebook di dunia adalah India dengan 195,16 juta pengguna, Amerika Serikat dengan 191,3 juta pengguna, dan Brazil dengan 90,11 juta pengguna.?

Data (APJII 2016) menunjukkan aktifitas yang paling banyak dilakukan oleh netizen adalah berbagi informasi dengan pelaku sebanyak 129,3 juta, diikuti dengan aktifitas berdagang dengan pelaku sebanyak 125,5 juta, dan aktiftas sosialisasi kebijakan pemerintah dengan pelaku sebanyak 119,9 juta. Demikian dapat dilihat bahwa netizen Indonesia adalah sebuah komunitas besar dengan jumlah lebih dari separuh populasi Indonesia yang selalu terhubung dan aktif berbagi informasi. Lantas, kenapa informasi hoax menjadi begitu dominan?

Kutipan terkenal David Kushner menyatakan bahwa berita bohong hanyalah gejala, penyakit sesungguhnya adalah kurangnya keinginan mencari bukti, bertanya, dan berpikir kritis. Secara implisit David Kushner menyampaikan bahwa penyebab menyebarnya hoax adalah kurangnya budaya literasi. Menurut UNESCO, literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menerjemahkan, menciptakan, mengkomunikasikan dan memperhitungkan, menggunakan bahan tertulis maupun tercetak yang berhubungan dengan berbagai konteks.?

Shautus Salam

Secara umum literasi biasa dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan terbaru menyatakan bahwa literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga mencakup bidang lain seperti matematika, sains, sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (Campbell, Kirsch, Kolstad 1992; Gomez 2008). ? ? ?

Shautus Salam

Ternyata, kondisi literasi Indonesia berada dalam tahap yang memprihatinkan. Hasil penelitian Central Connecticut State University (CCSU) tahun 2016, Indonesia menempati rangking literasi ke 60 dari 61 negara dalam The World’s Most Literate Nations. Indonesia tertinggal dari negara pengguna facebook terbanyak lainnya, yakni Amerika Serikat (7) dan Brazil (43). Indonesia juga tertinggal dari sesama negara ASEAN, yakni Singapura (36), Malaysia (53) dan Thailand (59). Adapun lima besar urutan negara dengan rangking literasi tertinggi adalah Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia.Data minat baca sebagai unsur literasi juga tidak menggembirakan. UNESCO pada tahun 2012 menyatakan bahwa indeks minat baca Indonesia hanya 0,001 yang berarti hanya ada 1 orang yang membaca dari setiap 1000 penduduk. Sementara kajian Perpustakaan Nasional pada tahun 2015 menunjukkan minat baca masyarakat masih 25,1 atau masuk kategori rendah.?

Demikian dapat dilihat ternyata komunitas netizen Indonesia kurang mendapatkan suplai nutrisi untuk membuat konten maupun pembicaraan yang bermutu di sosial media. Wajar jika akhirnya informasi yang beredar di sosial media didominasi oleh hoax, karena netizen gagal mengidentifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima.?

Netizen kemudian mempercayai hoax karena seringnya pengulangan, sesuai kata Plato bahwa kebenaran dapat dibuat dengan pengulangan kebohongan. Netizen menjadi begitu saja percaya bahwa ada lambang palu arit di uang rupiah. Netizen begitu mudah percaya bahwa desain uang rupiah baru dipengaruhi desain mata uang yuan/renmibi. Sampai yang paling parah adalah munculnya komunitas yang percaya bahwa bumi tidak bulat melainkan datar.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh produsen hoax untuk mencari keuntungan. Produsen hoax mendapat keuntungan dengan banyaknya pengunjung website mereka. Tingginya trafik pengunjung akan mendatangkan iklan. Produsen hoax di Indonesia bisa meraup hingga Rp. 700 juta dalam satu tahun (Kompas.com; CNNIndonesia.com, 2/12/2016). Sebagai perbandingan, penulis berita palsu di Amerika Serikat dapat memperoleh keuntungan lebih dari 10 ribu USD atau setara Rp135 juta perbulan (washingtonpost.com, 18/11/2016).?

Motif lain produsen hoax selain keuntungan adalah untuk menguasai gagasan. Seperti yang dinyatakan Karl Marxbahwa mereka yang menguasai basis material akan menguasai gagasan dalam suatu zaman. Produsen hoax kemudian dapat mengarahkan pembicaraan pengguna sosial media kepada agenda-agenda tertentu, misalnya untuk mendelegitimasi pemerintahan atau menjatuhkan kredibilitas seorang tokoh dan organisasi masyarakat. Sayangnya, penyebar hoax tidak mempertimbangkan akibat dari aneka informasi yang disebarkan. Ancaman disintegrasi sosial sampai disintegrasi bangsa kini menjadi nyata gara-gara dominasi hoax dalam perbincangan netizen.

Sangat disayangkan bahwa para penyebar hoax yang dominan adalah situs-situs yang memakai label ‘Islam’ atau orang-orang dengan profil keislaman yang kuat. Padahal terdapat pesan untuk menjauhi menyebarkan hoax pada al-Quran yang berbunyi “... maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu, dan jauhilah perkataan dusta.” (Q.S al Hajj: 30). Tafsir Ibnu Katsir menceritakan bahwa Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah al Fazzari, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ibnu Ziyad, dari Fatik Ibnu Fudalah, dari Aiman Ibnu Karim yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdiri melakukan khotbah. Beliau bersabda “Hai manusia, kesaksian palsu sebanding dengan mempersekutukan Allah!”.?

Beliau mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali, kemudian membaca Firman Allah SWT: “Maka jauhilah oleh kalian berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta." (Q.S Al Hajj : 30). Adapun Imam Bukhari meriwayatkan suatu hadits nabi yang berbunyi, “Maukah kalian aku beritahu tentang sebesar-besar dosa besar? Yaitu mempersekutukan Alloh dan durhaka pada kedua orang tua. Ketahuilah juga termasuk perkataan/persaksian dusta/palsu.” (HR Bukhari). Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jalan Abi Bakrah Radhiyallohu‘anhu (no. 2654, 5976, 6273, 6274, 6919) dan dalam al-Adabul Mufrad (no. 15); Muslim (no. 87).

Hoax dapat dilawan setidaknya dengan tiga cara. Cara pertama adalah memverifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima. Cara kedua memproduksi konten yang mengoreksi kabar hoax. Cara ketiga adalah meningkatkan minat baca, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.?

Walau sedikit terlambat, langkah pemerintah untuk mulai mengawasi dan meredam tersebarnya hoax patut diapresiasi dan didukung oleh segenap komponen bangsa. Meredam penyebaran hoax bukanlah kepentingan kelompok tertentu atau kepentingan politik penguasa, tapi harus menjadi kepentingan kita semua. Mengingat mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan luhur bagi kita semua dalam berbangsa dan bernegara.***

Penulis adalah Warga NU, tinggal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Facebook: Syafiq Naqsyabandi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, IMNU, Doa Shautus Salam

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

Shautus Salam

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

Shautus Salam

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, IMNU Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014

Jakarta, Shautus Salam. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama pada 13, 14 dan 15 Juni 2014 nanti di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, akan membahas banyak materi penting. Beberapa diantaranya dipersiapkan untuk disahkan pada forum tertinggi Muktamar NU 2015.

Menurut sekretaris panitia perumus (SC) Abdul Mun’im DZ, munas antara lain akan membahas soal sistem ketatanegaraan Indonesia menurut perspektif NU yang dikumpulkan dan diramu dari berbagai ceramah dan catatan para ulama pendiri NU dari generasi ke generasi.

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014

Sistem ketatanegaraan perspektif NU ini diharapkan dapat menjadi pedoman warga, terutama yang aktif dalam percaturan politik. “Kader NU yang berpolitik saat ini juga merasa tidak punya pedoman,” kata Mun’im.

Shautus Salam

Selain sistem ketatanegaraa, Munas dan Konbes juga akan membahas pengenai konsep ekonomi nasional dan platform ekonomi Nahdliyin.

Shautus Salam

Perwakilan dari 33 wilayah NU dan beberapa ulama dari berbagai pesantren di Indonesia juga akan membahas mengenai kode etik penyiaran agama. Jangan sampai media dakwah dimanfaatkan oleh orang untuk menghujat dan mengkafirkan kelompok lain.

Pembahasan lainnya yang paling penting adalah sistem pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dengan menggunakan model ahlul halli wal aqdi, tidak lagi menggunakan pemilihan langsung oleh perwakilan cabang dan wilayah se-Indonesia dengan sistem suara terbanyak.

“Ini nanti kita matangkan di Munas untuk disahkan di Muktamar. Model ahlul halli wal aqdi ini sangat bagus untuk organisasi namun masih harus kita sosialisasikan ke daerah-daerah. Karena masalahnya apakah daerah-daerah itu mau kalau dikurangi haknya,” kata Mun’im.

Munas juga akan menyempurnakan AD/ART NU. Menurut Wakil Sekjen PBNU itu, AD/ART yang ada saat ini masih merupakan produk tahun 1952 pada saat NU berubah menjadi partai politik, bukan AD/ART yang sesuai dengan Khittah NU 1926.

Ditambahkan, terkait pembahasan AD/ART ini, Munas dan Konbes U hanya akan merekomendasikan draft materi yang secara organisatoris baru akan disahkan dalam forum Muktamar 2015 nanti. (A. Khoirul Anam)

?

Ilustrasi: Logo Munas-Konbes NU 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, PonPes Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa NTB Murokieb Usman mengatakan bahwa untuk pengamanan Munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang Pagar Nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU," katanya Selasa (21/11) malam, di Aula PWNU, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat TGH Taqiuddin Mansyur mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU 2017 seluruh anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa NTB wajib menjadi penjaga kehormatan para ulama yang hadir.

“Untuk itu Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa," ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa.

Pimpinan Pondok Pesantren Talimus Sibyan Bonder Lombok Tengah ini juga mengatakan bahwa keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU. 

Shautus Salam

Selanjutnya, TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa agar tetap rendah hati dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti. "Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota Pagar Nusa yang menjalankan tugasnya," tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa Athoilah Habib mengatakan, setiap kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari para ulama karena roh organisasi pencak silat NU itu bersumber dari barokah, doa, dan restu para ulama.

"Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru akhlaqul kharimah para ulama," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Makam, Ubudiyah, IMNU Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Ratusan Santri Sekuro Laksanakan Jalan Sehat

Jepara, Shautus Salam. Ratusan santri pesantren Az-Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara menggelar jalan sehat, Rabu (9/9) pagi. Kegiatan positif ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang biasa diperingati saban 9 September.

Santri SMP dan SMK Az-Zahra ini menempuh rute dari kompleks pesantren mengelilingi desa Jambu untuk kemudian kembali ke pesantren. Jalan sehat ini bertujuan untuk menyemarakkan Haornas.

Ratusan Santri Sekuro Laksanakan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Sekuro Laksanakan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Sekuro Laksanakan Jalan Sehat

Alhamdulillah sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini kegiatan berjalan lancar,” kata koordinator santri SMK Az-Zahra Ahmad Muzaiyyin.

Shautus Salam

Menurut Muzaiyyin, sebagai santri pelajar pesantren Az-Zahra dituntut sehat secara jasmaniyah yang dibuktikan dengan berolahraga. Santri, lanjut Waka Kesiswaan SMK Az-Zahra, juga perlu sehat ruhaniyahnya.

Di SMP dan SMK, pelajar tidak lepas dari takhassus keagamaan. terlebih lagi santri yang sudah kelas IX SMP dan XII SMK diwajibkan untuk mukim di asrama.

Shautus Salam

“Hal ini kami laksanakan selain untuk penggemblengan suksesi UN juga untuk menata mental dan spiritualnya agar ruhaninya tetap sehat,” jelasnya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah

Jakarta, Shautus Salam. Kalangan pesantren atau warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) umumnya sepakat begitu saja dengan pembedaan antara jamaah dan jamiyyah. Jamaah disamakan dengan istilah paguyuban, sementara jamiyah disejajarkan dengan patembayan atau organisasi.

Dalam konteks NU, menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi, pembedaan antara jamaah dan jamiyyah itu malah memunculkan segudang persoalan.

KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah

Masdar Farid menyampaikan hal itu pada saat memberikan taushiyah kepada ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Pengajian Ahlussunnah wal Jamaah, yang dimotori oleh Pengurus Pusat Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB), di Jakarta, Selasa (22/4).

Shautus Salam

Jamaah sering diartikan sebagai perkumpulan biasa yang hanya diikat secara tidak ketat oleh kultur yang berlaku di masyarakat setempat. Mereka hanya direkatkan dengan amalan atau kebiasaan yang sama.

Shautus Salam

Sementara jamiyah adalah sebuah organisasi, dimana orang-orang yang berkumpul disatukan oleh visi dan misi yang sama dan diatur oleh tata aturan organisasi yang ketat dan tertata rapi.

Menurut Masdar Farid, pembedaan antara jama’ah dan jam’iyyah di dalam NU menyebabkan banyak warga Nahdliyyin merasa tidak terikat secara organisatoris dengan aturan-aturan dalam organisasi NU, juga kegiatan atau agenda-agendanya.

Maka pembedaan itu harus dihilangkan. Kiai yang sempat memunculkan opsi mengenai pengabungan antara zakat dan pajak di Indonesia itu mengatakan bahwa terma jama’ah yang sering disebut dalam berbagai literatur Islam justru dimaksudkan sebagai organisasi.

”Ada qoul yang menyatakan bahwa Allah bersama dengan kelompok yang berjama’ah, maka yang dimaksud dengan jama’ah di sini adalah organisasi,” katanya.

Dikatakannya, ibadah shalat yang dilakukan kaum muslimin bisa bernilai 27 derajat apabila dilakukan secara berjamaah, atau berorganisasi.

”Syarat shalat berjama’ah harus ada imam, mamum dan harus ada aturan main yang harus ditaati, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Demikian juga dalam berorganisasi,” katanya.

“Kelompok Muslim baru dikatakan sebagai umat terbaik atau Ahlussunnah wal Jama’ah hanya ketika mereka berorganisasi, berjama’ah. Ingat bahwa di situ ada kata wal jama’ah,” tambahnya.

Kelompok Muslim yang monoritas di dunia seperti Syi’ah, Ihwanul Muslimin bisa sangat kuat dan solid karena direkatkan oleh tata organisasi yang bagus. Sementara kelompok Muslim yang mayoritas yakni Ahlussunnah wal Jama’ah atau Sunni justru tidak bisa berbuat banyak karena tidak diorganisir dengan dengan baik.

Menurut Masdar, satu-satunya kelompok Ahlussunnah wal Jamaah di dunia yang terorganiasir adalah Nahdlatul Ulama (NU) yang berpusat di Indonesia, meski harus diakui bahwa sistem keorganisasian dalam NU berlum terlalu baik.

Sementara itu banyak yang menganggap bahwa berorganisasi adalah cara-cara yang primordial atau kampungan. Menurut Masdar, mereka yang solid dalam berbagai agama adalah anggota salah satu organisasi.

“Jadi anggapan bahwa berorganisasi itu primordial sama sekali tidak beralasan. Dengan berjamaah justru umat Islam dapat melakukan gerakan bersama untuk mencapai tujuan bersama,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, IMNU, Warta Shautus Salam

Kamis, 04 Januari 2018

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia

Sleman, Shautus Salam. Putri sulung Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid, mengatakan, NU adalah tulang punggung Indonesia. Menurutnya, dunia internasional kagum karena Islam yang dipegang teguh di Indonesia sangat mengedepankan prinsip al-muhafadhah ‘alal-qadimis-shalih wal akhdzu bil-jadid al-ashlah (merawan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik).

Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam acara Silaturahim Kebangsaan, yang diadakan oleh Jaringan Mahasiswa Islam Rahmatan Lil ‘Alamin atau JAMIN, di Masjid UGM, Kamis (04/09) malam. Selain Alissa Wahid, ada juga KH Muwafiq dan KH Ahmad Hadidul Fahmi yang didaulat mengisi acara.

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia

Koordinator Pusat Jaringan Gusdurian itu menambahkan, jika dahulu NU hanya dipandang sebagai kaum sarungan dan kaum ndeso, maka berbeda dengan saat ini, di mana kehadiran NU sudah bisa diterima di mana-mana bahkan di dunia internasional.

“Jadi, wong NU iku iso modern ning yo iso njogo kearifan lokal. Ndeso, tapi yo iso modern (Jadi, orang NU itu bisa modern tapi juga bisa menjaga kearifan lokal. Orang desa, tapi juga bisa modern),” ujarnya yang segera disambut tawa hadirin.

Shautus Salam

Ia cukup menyayangkan bahwa akhir-akhir ini Islam telah dibingkai hanya sebatas prosedural saja, tapi menghilangkan prinsipnya. Padahal hal itu bertentangan dengan apa yang diwariskan para kiai.

“Kita itu terikat dengan hal-hal prinsipil, bukan prosedural. Karena hal-hal yang bersifat prosedural itu bisa berubah sesuai dengan konteks yang ada. Jadi jangan terikat dengan hal-hal prosedural,” tandas Alissa.

Shautus Salam

Menurutnya, hal itulah yang sering kita lupa. Selama ini kita mudah terbujuk dengan hal-hal yang berlabel islami yang ternyata justru tidak islami. Oleh karena itu ia menegaskan dengan berkata, “Kita sebagai warga NU memiliki beban sebagai tulang punggung Indonesia”.

Sementara itu, KH Muwafiq yang juga didaulat menjadi pembicara mengatakan bahwa hari ini hanya Islam ala Indonesia-lah yang bisa menjadi contoh, dan bukan Islam ala Afganistan, Iran, Persia, maupun Saudi Arabia.

Adapun KH Ahmad Hadidul Fahmi menambahkan akan pentingnya pemahaman santri yang tidak hanya berupa tekstual saja, akan tetapi juga kontekstual. Karena selama ini salah satu penyebab munculnya islam radikal adalah mengedepankan pemahaman secara tekstual saja. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, RMI NU, PonPes Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik

Jombang, Shautus Salam. Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Ke-33 NU H Syaifullah Yusuf optimis penyelenggaraan Muktamar NU yang digelar di Jombang dapat diselesaikan pada Rabu (5/8). Ia menyatakan bahwa kalau pun molor, tidak sampai melewati Kamis (6/8).

Demikian ditegaskan H Syaifullah Yusuf, Senin (3/8) malam di media center Muktamar Ke-33 NU yang dihadiri belasan wartawan dari lokal, nasional dan asing.

Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik

Dikatakan, setelah sidang pleno molor dan dilanjutkan setelah adanya musyawarah para ulama struktural dan kultural di Nahdlatul Ulama, maka sidang pleno dapat dilanjutkan. 

Shautus Salam

Senin (3/8) malam berlangsung sidang laporan pertanggungjawaban PBNU 2010-2015. Besok dilanjutkan sidang-sidang komisi.

"Pada sidang komisi diharapkan berlangsung lancar. Untuk itu, setiap peserta yang mengajukan pemikiran agar memiliki referensi yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana yang berlaku di NU. Sehingga tidak ada debat kusir yang tidak jelas dasarnya," kata Gus Iful, mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode.

Shautus Salam

Adanya pemberitaan di sejumlah media massa yang kurang baik, Gus Iful menilai muktamar masih berjalan kondusif. Panitia tetap sebisanya melayani keperluan para muktamirin. "Khusus kepada masyarakat Jombang, yang terganggu kenyamanan, sering macet di jalanan, maka Panitia Muktamar menyampaikan permohonan maaf," kata Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Kemungkinan molornya penutupan Muktamar NU ini, kata Syaifullah, panitia hanya bisa mentolerir sampai Kamis (6/8) karena anak-anak sekolah yang diliburkan tidak boleh lebih dari sepekan.

Agenda kegiatan belajar satu minggu selama liburan tersebut bisa diganti dengan kalender belajar nantinya. Namun, jika lebih seminggu, para guru tidak bisa menjamin penggantian pelajaran yang tertinggal tersebut. "Jadi, paling lambat Kamis itu peserta sudah cek out," katanya.

Gus Iful juga menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang sudah menginformasikan berbagai suasana yang berkembang di Muktamar NU ini. Namun, Gus Iful berharap jurnalis bisa  menggambarkan muktamar lebih baik. Jangan sampai muktamar diwarnai dengan isu-isu negatif yang tidak benar.

Hal itu sangat melukai kita semua di muktamar ini. Isu-isu negatif tersebut berkembang, tapi sesungguhnya tidaklah nyata.  “Terima kasih panitia dikritik. Kami menyadari adanya kekurangan di sana-sini. Seperti ada AC yang tidak hidup, transportasi terlambat dan sebagainya," kata Gus Iful.

Syaifullah mengakui, muktamar kali ini paling rumit. Karena lokasinya berada di empat tempat yang berjauhan. Peserta juga ditempatkan di empat pesantren di Jombang.

"Masalahnya dikabarkan, ada pesantren yang kekurangan peserta dari jumlah yang sudah ditetapkan. Sebaliknya, ada pesantren yang kelebihan peserta. Diharapkan besok (Selasa) peserta kembali menempati lokasi yang sudah ditetapkan panitia," katanya. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Hikmah Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan

Pringsewu, Shautus Salam. Pada Ramadhan 1437 H ini PCNU Kabupaten Pringsewu berhasil menggelar Safari Ramadhan di 22 lokasi di 9 Kecamatan yang ada di Bumi Secancanan Bersenyum Manis ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrahim dalam Acara Penutupan Rangkaian Safari Ramadhan yang dipusatkan di Gedung NU Pringsewu, Ahad (4/7).

22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan (Sumber Gambar : Nu Online)
22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan (Sumber Gambar : Nu Online)

22 Titik Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu Sukses Dilaksanakan

Taufiq menjelaskan bahwa Safari Ramadhan pada tahun ini difokuskan untuk penguatan organisasi dan amaliyyah Ahlussunnah wal Jamaah bagi para pengurus NU di tingkatan MWC Kecamatan dan Ranting Pekon . "Kegiatan ini terdiri dari dua Gelombang. Gelombang pertama untuk jajaran pengurus Tanfidziyyah dan Gelombang kedua untuk Syuriyah," katanya.

Khusus pada gelombang Kedua yang dilaksanakan mulai pertengahan Ramadhan, Materi safari Ramadhan diisi juga dengan Sosialisasi Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. "Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan tanya jawab seputar Fiqh Zakat yang dipandu oleh Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung," ujarnya.

Selain Safari di 9 MWC NU Kecamatan, PCNU juga mengadakan Jihad Sore atau Ngaji Ahad Sore yang merupakan rangkaian dari Safari Ramadhan di Gedung NU sebanyak 4 kali. "Jihad sore ini merupakan Kegiatan Rutin yang biasanya dilakukan pada pagi hari. Khusus pada Ramadhan kita laksanakan pada sore hari yang dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama dan Shalat Maghrib Berjamaah," tambahnya.

Taufiq berharap Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman dan kesemangatan para pengurus dilevel MWC dan Ranting untuk terus berkhidmah di Jamiyyah Nahdlatul Ulama. " Kita juga berharap Kegiatan Safari Ramadhan pada tahun mendatang akan lebih berkualitas sehingga berpengaruh signifikan terhadap perkembangan organisasi," harapnya.

Shautus Salam

Hadir pada acara penutupan tersebut Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali Segenap Pengurus PCNU, MWC NU, Badan Otonom dan Lembaga se Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Santri, Kiai Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah

Jakarta, Shautus Salam. Seorang jamaah haji, Fitri Prihartini bin M. Tohri (23) asal Sukaraja Ampenan Mataram, NTB melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,8 kg di Rumah sakit Syafa Madinah, pada Senin malam (2/10) waktu setempat.



Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah

Kehamilan Fitri tidak diketahui oleh Ketua Kloter 42 embarkasi Surabaya Minggrehamin Yusuf dan dokter kloter dr Siti Nur Azizah. Mereka pun terkejut ketika jamaah di kloternya yang berhaji tanpa didampingi suaminya itu tiba-tiba melahirkan.

Rabu, 20 Desember 2017

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menegaskan, sumber dari sikap tidak toleran adalah kemiskinan. Baginya, bukan hanya kemiskinan dalam hal materi, tetapi juga miskin dalam segala hal seperti miskin pemahaman agama, pengetahuan, dan miskin mental.

“Pangkal dari intoleransi adalah poverty (kemiskinan). Bukan hanya poverty material, tetapi semua aspek seperti pemahaman agama, pengetahuan, dan lainnya,” kata Yudi Latif saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dengan tema Challenges to Religious Pluralism and Tolerance di Ruang Teater Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, Rabu (14/6).

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan

Lebih lanjut, penulis buku Negara Paripurna itu menyebutkan Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Mulai dari ras, etnik, budaya, dan hirarki sosial.?

“Lalu bagaimana kita me-manage ini?,” tanya Yudi untuk merangsang peserta.

Ia menjelaskan, harus ada kesepakatan bersama untuk mengelola keberagaman yang ada. Dalam hal ini, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu.

Shautus Salam

Lebih jauh, Yudi menerangkan, ketuhanan dalam sila pertama dalam Pancasila bukan lah berbentuk kata benda, melainkan kata sifat. Bung Karno menekankan, sila pertama ini sebagai ketuhanan yang beradab.?

“Kedua, Bung Karno mengatakan bahwa nasionality kita adalah humanity, bukan nasionality yang tertutup,” ungkapnya.

Adapun sila ketiga, ungkap Yudi, warga Negara Indonesia sadar bahwa mereka berbeda, tetapi mereka mencari persamaan yang ada. “Katau sodara berasal dari satu udara. Selama kita menghirup udara yang sama, maka kita saudara,” tuturnya.

Sila keempat, imbuh Yudi, bermakna bahwa setiap warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama dalam bermusyawarah. Mereka tidak dipertanyakan siapa, dari mana, apa agama mereka. Tetapi dalam bermusyawarah perwakilan yang dilihat adalah apa arugumen mereka.

“Dan terakhir adalah keadilan sosial,” lanjutnya.

Shautus Salam

Yudi mengatakan, inti dari dari kelima sila tersebut adalah semangat gotong royong sebagaimana yang dituturkan Bung Karno.?

“Gotong royong ini kalau dalam masyarakat Sunda silih asih (saling mengasihi), silih asuh (saling membimbing), dan silih asah (saling mengingatkan). Kalau Jawa ada istilah wewayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia). Kalau di Islam, rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Kalau di Kristen ada ajaran kasih dan lainnya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, RMI NU Shautus Salam

Selasa, 19 Desember 2017

Pesantren Tremas Khataman Kubro Setelah Ngaji 61 Kitab

Pacitan, Shautus Salam? . Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan menggelar “Khataman Kubro” setelah pengajian Ramdahan selama 27 hari. Senin malam (13/7), para santri dengan penuh khidmat mengikuti khataman yang digelar di halaman ndalem Nyai Hj, Qibtiyah Habib.

Pesantren Tremas Khataman Kubro Setelah Ngaji 61 Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tremas Khataman Kubro Setelah Ngaji 61 Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tremas Khataman Kubro Setelah Ngaji 61 Kitab

KH Muad Harits, salah satu pengasuh mengatakan, pada bulan suci Ramadhan tahun ini Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan menggelar dan membacakan 73 kitab kuning kepada para santri, di antaranya fan hadits, fiqih, ilmu alat, dan ilmu hikmah.

“Khataman kubro alhamdulillah tahun ini bisa menghatamkan 61 kitab dari 73 kitab yang dibaca. semoga bermanfaat dan berkah untuk yang membaca dan mustami nya dan mendapat berkah Ramadhan amien,” tuturnya

Shautus Salam

Ia mengaku sangat mengapresiasi semangat para santri dalam mengaji karena mereka harus mengikuti rangkaian pengajian yang cukup padat di bulan Ramadhan ini.

Ia berharap seluruh santri yang mengikuti pengajian Ramadhan mendapatkan berkah dan semoga dapat menjumpai bulan suci Ramadhan pada tahun depan.

Shautus Salam

Selama mengikuti pengajian ramadhan, para santri mendapatkan ? banyak ilmu dari keterangan keterangan yang dibacakan oleh para qori’ (pembaca kitab). Sementara penjelasan lengkap tentang kitab tersebut hanya terdapat saat mengikuti pengajian biasa.

“Kajian-kajian Islam yang paling murni insya Allah hanya ada di pesantren. Lalu untuk media ? Google dan medsos masih perlu ekstra hati-hati untuk kita kaji,” tambahnya.

Dalam acara khataman kubro yang digelar sehabis jamaah terawih ini diisi dengan pembacaan kalimah toyyibah tahlil dan tausyiah yang disampaikan pengasuh. Beberapa pengasuh tampak hadir di antaranya KH Fuad Habib Dimyathi, KH.Luqman Harits Dimyathi, KH Muhammad Habib dan KH Achid Turmudzi. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Daerah Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

Jakarta, Shautus Salam?

Sore 14 Juni 2017, IPNU Jakarta Utara membuka acara Pesantren Ramadhan di Pesantren Yatim Al-Khairiyah. Dengan mengangkat tema Ramadhan sebagai Pemersatu Pelajar dalam Menebar Kedamaian dan Keceriaan. ? Acara ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 14 Juni 2017 hingga 16 Juni 2017.?

Acara dibuka oleh Ketua IPNU Jakarta Utara, Herly Ramadhani dan perwakilan pihak yayasan, Ust. Abdul Hamid dengan peserta sebanyak kurang lebih 35 orang, dengan rata-rata pendidikan SMP dan SMA. Ditemui setelah acara pembukaan, Zainuddin selaku ketua panitia dan wakil ketua IPNU Jakarta Utara menyatakan tempat ini dipilih karena ingin mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan untuk para santri juga.?

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

“Jadi mereka terbiasa dengan kegiatan yang kami buat, apalagi di antara kegiatannya adalah pengajian kitab,” tandas Zainuddin.

Ada berbagai macam agenda yang dilaksanakan, salah satu yang khas adalah pengajian Risalah Ahlusunnah wal Jama’ah karya KH Hasyim Asy’ari yang diisi oleh Muallif selaku Ketua Divisi Dakwah PC IPNU dan Muhamad Masrur sebagai Koordinator Publikasi dan Media.?

“Pembacaan kitab ini selama Kamis dan Jum’at jam 8.30 hingga menjelang dhuhur. Ya, meskipun ada bagian-bagian yang terlihat belum tepat jika dibaca pemula, namun kami pilihkan bagian-bagian yang sesuai dengan mereka, dalam rangka mengenal KH Hasyim Asy’ari juga sebagai pendiri NU,” papar Kholiq sebagai ketua divisi acara.?

Shautus Salam

Selain pengajian kitab, kegiatan lainnya adalah diskusi dan pengajian masalah ke-NU-an, ke-IPNU-an, serta kebangsaan dan keindonesiaan. Materi ke-NU-an diisi oleh KH Muhammad Nuruddin Rangga selaku sekretaris PCNU Jakarta Utara. Materi ke-IPNU-an diisi oleh Nashrullah, selaku Ketua Divisi Pengkaderan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta. Dan, materi kebangsaan dan keindonesiaan diisi oleh Ustz. Nur Hasanuddin sebagai ketua GP Ansor Jakarta Utara.?

Shautus Salam

Acara ditutup pada Jumat menjelang Maghrib, diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di pesantren. Total santunan yang diberikan sebanyak 2,25 juta rupiah yang diserahkan langsung kepada Edi sebagai perwakilan Pesantren oleh Herly Ramadhani.?

Ketua IPNU berharap semoga tahun depan bisa melaksanakan kembali acara ini dan acara lain yang berhubungan langsung dengan remaja dan pesantren, karena NU sejatinya lahir dari rahim para santri. “Kami berupaya bisa berkontribusi membuat kegiatan positif bagi para remaja di Jakarta Utara dengan nilai-nilai khas ke-NU-an dan kepesantrenan,” tandas Herly. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Pesantren Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya

Demak, Shautus Salam - Rombongan tamu atas nama Majelis al-Muwashalah baina Ulama al-Muslimin yang dipimpin oleh Habib Abu Bakar Adni al-Masyhur bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Senin (10/4) malam. Ia juga membawa serta Habib Muhammad al-Junaid dan Syekh Mus’ab Penfound, seorang magister asal Menchester Inggris yang melanjutkan belajar di Mesir dan Yaman.

Silaturahmi yang juga dihadiri ratusan santri ini membuat Syeikh Mus’ab terenyuh hatinya, karena mengingat sepuluh tahun yang lalu saat ia belum mengenal Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya

Ia pun berbagi pengalaman mengapa tertatarik dengan Islam dan kemudian? memeluknya. Suatu ketika ia melihat para pemuda yang sungguh-sungguh belajar dan berdakwah dengan akhlak mulia. Melihat mereka ada perasaan kagum. Lalu bertanya-tanya apa Islam itu? Siapa Muslim itu?

Setelah mempelajari Islam akhirnya ia menyimpulkan bahwa inti ajaran dari Islam adalah akhlak yang mulia. Hal itulah yang membuka pintu hidayah sehingga ia memeluk Islam. Beberapa bulan kemudian orang tuanya pun mengikuti jejaknya memeluk Islam.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Inilah bukti bahwa akhlak mulia dapat mengubah dan berpengaruh pada diri seseorang. Maka praktikkan dalam keseharian kalian. Mungkin nanti ada yang melanjutkan belajar ke mana-mana, yang terpenting adalah niat ikhlas dan sungguh-sungguh sehingga memberi dampak pada akhlak dan karakter masing-masing,” jelasnya kepada para santri.

Ia juga memberikan tips-tips khusus dalam menumbuhkan semangat belajar, yakni niat yang baik, mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan guru, berkumpul dengan oaring-orang yang shaleh, memilah dan memilih mana yang positif dalam belajar dan menghindari pergaulan yang negatif.

Habib Muhammad al-Junaid yang sudah beberapa kali bersilaturahim di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen mengungkapkan bahwa tujuan silaturahim ini adalah sebagai? wujud khidmah kepada ulama dan khidmah dakwah umat.

Bersyukurlah Menjadi Santri



Kepada para santri ia mengajak untuk tetap bersyukur manjadi santri, karena menjadi santri adalah wujud implementasi dari perintah Hadits Nabi SAW bahwa seoarang Muslim dituntut untuk menjadi orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan jangan menjadi tipe orang kelima yang tidak termasuk di antara keempat tipe di atas.

“Malam ini kita semua berkumpul di majlis ini, majlis yang tidak membedakan antara orang Arab dan non-Arab. Semua setara. Inilah nikmat agama,” tuturnya.

Tampak hadir menyambut rombongan segenap pimpinan Pondok Pesantren se-Suburan, Mranggen, Demak, di antaranya KH Muhammad Hanif Muslih, Prof Dr KH Abdul Hadi, KH Muhibbin Muhsin al-Hafidz, KH Ali Mahsun, KH Asif Makhdum, KH Helmi Wafa, KH Faizurrahman Hanif, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Hanif Muslih menyampaikan kegembiraanya dan berterima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Ia menuturkan sejarah berdirinya Pondok Pesantren dan perkembangannya sampai saat ini.

“Mudah-mudahan kedatangan beliau-beliau ini memberikan barakah kepada Pesantren Futuhiyyah, terutama kepada para santri khususnya,” harapnya. (Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Sholawat Shautus Salam

Selasa, 05 Desember 2017

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Boyolali, Shautus Salam - Pengurus Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Boyolali Jawa Tengah masa khidmat 2017-2022 dilantik, Ahad (29/10). Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali H Masruri menitipkan tiga pesan untuk para pengurus baru.

“Pertama. Pagar Nusa Boyolali segera merapat ke pesantren, jadikan pesantren basis Pagar Nusa. Jangan sampai bela dirinya dari kelompok lain,” tegas H Masruri.

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Amanat yang kedua, agar bersinergi dengan para pengurus Ma’arif NU di Boyolali. “Ekstrakurikuler yang ada di Ma’arif, mulai dari tingkatan MI sampai Aliyah ataupun SMK, sudah mulai kita hubungkan dengan Pagar Nusa,” imbuhnya.

Terakhir, ia berpesan kepada generasi muda Pagar Nusa pada khususnya, untuk menyiapkan diri mereka menjadi calon pemimpin NU di masa depan. “Kami titip NU, generasi NU yang akan datang adalah Pagar Nusa,” katanya.

Shautus Salam

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa KH M Nabil Harun. Senada dengan Ketua PCNU Boyolali, Gus Nabil juga memandang penting pengembangan Pagar Nusa di berbagai lini.

Shautus Salam

“Harus dikembangkan di semua lini. Sekolah, pesantren, dan jadikan masjid sebagai basis Pagar Nusa,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Nusantara, Kajian Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Jakarta, Shautus Salam. Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama merupakan rangkaian panjang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum Resolusi Jihad, telah muncul Fatwa Jihad, setelahnya, muncul pertempuran 10 November yang kemudian ditetapkan menjadi hari Pahlawan. Berikut rangkaian sejarah perjuangan kaum santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian menjadi dasar lahirnya Hari Santri Nasional 22 Oktober, seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dalam konferensi press di gedung PBNU, Senin (19/10).

17 Agustus 1945

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Siaran berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Surabaya dan kota-kota lain di Jawa, membawa situasi revolusioner. Tanpa komando, rakyat berinisiatif mengambil-alih berbagai kantor dan instalasi dari penguasaan Jepang.

31 Agustus 1945

Shautus Salam

Belanda mengajukan permintaan kepada pimpinan Surabaya untuk mengibarkan bendera Tri-Warna untuk merayakan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Armgard.

17 September 1945

Shautus Salam

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam.

19 September 1945

Terjadi insiden tembak menembak di Hotel Oranje antara pasukan Belanda dan para pejuang Hizbullah Surabaya. Seorang kader Pemuda Ansor bernama Cak Asy’ari menaiki tiang bendera dan merobek warna biru, sehingga hanya tertinggal Merah Putih.

23-24 September 1945

Terjadi perebutan dan pengambilalihan senjata dari markas dan gudang-gudang senjata Jepang oleh laskar-laskar rakyat, termasuk Hizbullah.

25 September 1945

Bersamaan dengan situasi Surabaya yang makin mencekam, Laskar Hizbullah Surabaya dipimpin KH Abdunnafik melakukan konsolidasi dan menyusun struktur organisasi. Dibentuk cabang-cabang Hizbullah Surabaya dengan anggota antara lain dari unsur Pemuda Ansor dan Hizbul Wathan.Diputuskan pimpinan Hizbullah Surabaya Tengah (Hussaini Tiway dan Moh. Muhajir), Surabaya Barat (Damiri Ichsan dan A. Hamid Has), Surabaya Selatan (Mas Ahmad, Syafi’i, dan Abid Shaleh), Surabaya Timur (Mustakim Zain, Abdul Manan, dan Achyat).

5 Oktober 1945

Pemerintah pusat membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Para pejuang eks PETA, eks KNIL, Heiho, Kaigun, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan para pemuda lainnya diminta mendaftar sebagai anggota TKR melalui kantor-kantor BKR setempat.

15-20 Oktober 1945

Meletus pertempuran lima hari di Semarang antara sisa pasukan Jepang yang belum menyerah dengan para pejuang.

21-22 Oktober 1945

PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat inilah setelah membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Di akhir pertemuan pada tanggal 22 Oktober 1945 PBNU akhirnya mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad sekaligus menguatkan fatwa jihad Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

25 Oktober 1945

Sekitar 6.000 pasukan Inggris yang tergabung dalam Brigade ke-49 Divisi ke-26 India mendarat di Surabaya. Pasukan ini dipimpin Brigjend AWS. Mallaby. Pasukan ini diboncengi NICA (Netherlands-Indies Civil Administration).

26 Oktober 1945

Terjadi perundingan lanjutan mengenai genjatan senjata antara pihak Surabaya dan pasukan Sekutu. Hadir dalam perundingan itu dari pihak Sekutu Brigjend Mallaby dan jajarannya, dari pihak Surabaya diwakili Sudirman, Dul Arnowo, Radjamin Nasution (Walikota Surabaya) dan Muhammad.

27 Oktober 1945

Mayjen DC.Hawtorn bertindak sebagai Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk Jawa, Madura, Bali dan Lombok menyebarkan pamflet melalui udara menegaskan kekuasaan Inggris di Surabaya, dan pelarangan memegang senjata selain bagi mereka yang menjadi pasukan Inggris. Jika ada yang memegangnya, dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa Inggris memiliki alasan untuk menembaknya. Laskar Hizbullah dan para pejuang Surabaya marah dan langsung bersatu menyerang Inggris. Pasukan Inggris pun balik menyerang, dan terjadi pertempuran di Penjara Kalisosok yang ketika itu berada dalam penjagaaan pejuang Surabaya.

28 Oktober 1945

Laskar Hizbullah dan Pejuang Surabaya lainnya berbekal senjata rampasan dari Jepang, bambu runcing, dan clurit, melakukan serangan frontal terhadap pos-pos dan markas Pasukan Inggris. Inggris kewalahan menghadapi gelombang kemarahan pasukan rakyat dan massa yang semakin menjadi-jadi.

29 Oktober 1945

Terjadi baku tembak terbuka dan peperangan massal di sudut-sudut Kota Surabaya. Pasukan Laskar Hizbullah Surabaya Selatan mengepung pasukan Inggris yang ada di gedung HBS, BPM, Stasiun Kereta Api SS, dan Kantor Kawedanan. Kesatuan Hizbullah dari Sepanjang bersama TKR dan Pemuda Rakyat Indonesia (PRI) menggempur pasukan Inggris yang ada di Stasiun Kereta Api Trem OJS Joyoboyo.

29 Oktober 1945

Perwira Inggris Kolonel Cruickshank menyatakan pihaknya telah terkepung. Mayjen Hawtorn dari Brigade ke-49 menelpon dan meminta Presiden Soekarno agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pertempuran. Hari itu juga, dengan sebuah perjanjian, Presiden Soekarno didampingi Wapres Mohammad Hatta terbang ke Surabaya dan langsung turun ke jalan-jalan meredakan situasi perang.

30 Oktober 1945

Genjatan senjata dicapai kedua pihak, Laskar arek-arek Surabaya dan pasukan Sekutu-Inggris. Disepakati diadakan pertukaran tawanan, pasukan Inggris mundur ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Darmo (kamp Interniran), dan mengakui eksistensi Republik Indonesia.

30 Oktober 1945

Sore hari usai kesepakatan genjatan senjata, rombongan Biro Kontak Inggris menuju ke Gedung Internatio yang terletak disaping Jembatan Merah. Namun sekelompok pemuda Surabaya menolak penempatan pasukan Inggris di gedung tersebut. Mereka meminta pasukan Inggris kembali ke Tanjung Perak sesuai kesepakatan genjatan senjata. Hingga akhirnya terjadi ketegangan yang menyulut baku tembak. Di tempat ini secara mengejutkan Brigjen Mallaby tertembak dan mobilnya terbakar.

31 Oktober 1945

Panglima AFNEI Letjen Philip Christison mengeluarkan ancaman dan ultimatum jika para pelaku serangan yang menewaskan Brigjen Mallaby tidak menyerahkan diri maka pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer darat, udara, dan laut untuk membumihanguskan Surabaya.

7-8 November 1945

Kongres Umat Islam di Yogyakarta mengukuhkan Resolusi Jihad Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai kebulatan sikap merespon makin gentingnya keadaan pasca ultimatum AFNEI.

9 November 1945

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir, menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo (Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan Allah SWT.

10 November 1945

Pertempuran kembali meluas menyambut berakhirnya ultimatum AFNEI. Inggris mengerahkan 24.000 pasukan dari Divisi ke-5 dengan persenjataan meliputi 21 tank Sherman dan 24 pesawat tempur dari Jakarta untuk mendukung pasukan mereka di Surabaya. Perang besar pun pecah. Ribuan pejuang syahid. Pasukan Kiai Abbas berhasil memaksa pasukan Inggris kocar-kacir dan berhasil menembak jatuh tiga pesawat tempur RAF Inggris. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sholawat, IMNU Shautus Salam

Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan

Jakarta, Shautus Salam. Terkait isu SARA yang tengah berkembang saat ini, Majelis Alumni Muda Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MAM IPNU) mengimbau kepada pelajar NU dan seluruh pelajar di Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan aksi yang akan digelar pada 4 November 2016. Seluruh pelajar baik di Jakarta maupun di luar kota tidak perlu ikut turun ke jalan.?

Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan

MAM IPNU juga dengan tegas menolak permintaan pentolan FPI Habib Rizieq yang meminta agar pemerintah meliburkan sekolah pada 4 November besok, agar para pelajar dapat bergabung dalam aksi yang bertajuk "Aksi Bela Islam" tersebut.

Menurut Sekretaris Presidium MAM IPNU, Muhammad Rijal, permintaan Habib Rizieq tersebut merupakan hal yang sangat berlebihan dan tidak wajar. Selain karena pelajar memiliki kewajiban utamanya untuk belajar, para pelajar juga tidak sepatutnya dilibatkan dalam aksi turun ke jalan menanggapi isu-isu SARA yang juga lekat dengan nuansa politik.?

“Akan lebih baik jika para pelajar diberikan pemahaman terlebih dahulu mengenai kehidupan beragama yang baik untuk diterapkan di Indonesia sebelum turun ke jalan mengikuti aksi,” tegasnya.

Rijal dengan tegas menyatakan bahwa permintaan Habib Rizieq yang meminta pemerintah meliburkan tanggal 4 November 2016 adalah sikap yang tidak wajar. Menurut kami, pelajar tidak perlu dibawa-bawa dalam aksi tersebut karena akan merugikan pelajar itu sendiri.?

Shautus Salam

“Pelajar tidak boleh dibawa-bawa dalam urusan yang menurut kami sangat berbau politis," ucap Rijal.

Lebih lanjut, Rijal menegaskan bahwa kasus penistaan agama haruslah diselesaikan secara hukum, mengingat Indonesia adalah negara hukum. Justru dengan hal ini akan mengajarkan kepada generasi muda Indonesia tentang kehidupan bernegara yang baik di Indonesia.?

Meski demikian, ia juga menghargai kepada umat Islam yang akan menggelar aksi besok sebagai bagian dari kehidupan demokratis di Indonesia. Namun tentunya kebebasan berpendapat bukan berarti menentang kebebasan pendapat kelompok lain yang berbeda pandangan.

Shautus Salam

MAM IPNU juga menyesalkan munculnya spanduk-spanduk yang memberi pesan bahwa kadar keimanan seseorang terlihat dari ikut aksi atau tidak. Menurutnya, ini adalah provokasi yang bisa membodohi umat, karena kadar keimanan seseorang tidak bisa diukur dengan hal demikian. Sehingga tidak ada hubungannya kadar keimanan dengan aksi yang akan digelar besok.

Kalau ukuran kadar keimanan seseorang itu pada keikutsertaannya pada aksi besok, maka sama saja menghina para ulama yang tidak sependapat dengan FPI. “Oleh karena itu, sekali lagi saya ingatkan kepada para pelajar NU khususnya dan seluruh pelajar pada umumnya, tidak perlu ikut aksi 4 November besok,” harapnya.

“Urusan hukum adalah kewajiban penegak hukum dan kewajiban pelajar adalah tetap belajar agar memiliki pandangan yang luas dan mampu memahami perbedaan. Jadi ikuti dan patuhi apa yang sudah difatwakan oleh PBNU," pungkas Rijal. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU Shautus Salam

Senin, 20 November 2017

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes

Brebes, Shautus Salam. Wakil Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Hj Aqilatul Munawaroh memimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes periode 2016-2018. Bersama pengurus lainnya, dia dilantik Bupati Brebes Hj Idza Priyanti bertepatan dengan Hari Kartini 21 April lalu di Pendopo Bupati Brebes.

Dalam programnya, ia bertekad akan membawa perempuan Brebes semakin beradab dan berkualitas dan tidak gampang menyerah dalam menghadapi tantangan jaman. “Perempuan itu, memiliki kekuatan yang luar biasa. Hanya saja penampilannya halus dan lembut sehingga tidak kentara,” kata mantan anggota DPRD Jawa Tengah 1992-1999 saat ditemui di Kantor GOW Jalan Ahmad Yani Brebes, Jumat (29/4).

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes

Dan wanita akan menjadi lebih kuat, kata alumni Magister Pendidikan UNNES Semarang ini, setelah organisasi-organisasi wanita ini terhimpun dalam GOW. Dan kekuatan tersebut akan disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dalam melaksanakan program-programnya. Sehingga akan menjadi kekuatan pembangunan yang luar biasa.

Shautus Salam

Sebagaimana kodratnya, kalau wanita itu pada dasarnya adalah tiang negara. Kalau wanitanya kuat maka Negara akan kuat, begitu pula sebaliknya. “Ormas wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Brebes harus menjadi pilar penyangga pembangunan Brebes,” kata wanita kelahiran Brebes 03 September 1965 ini.

Shautus Salam

Peraih penghargaan Women International Award 1999 Kharisma Indonesia ini juga akan menguatkan kelembagaan dan melengkapi berbagai sarana dan prasarana gedung GOW agar lebih representatif.

Memimpin sebuah organisasi, bukan barang baru bagi Aqilah. Ia  pernah menjabat Ketua IPPNU Purwokerto (1984-1987), Ketua PMII Purwokerto (1984-1989), Ketua Fatayat NU Purwokerto (1987-1990), Ketua PC Muslimat NU Brebes.

Aqilah dibantu sekretaris GOW yang diemban Hj Muticho dan Bendahara dipercayakan kepada Hj Kristianti, serta dilengkapi dengan seksi Organisasi, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesejahteraan Sosial, Humas, Usaha dan Ekonomi.

Pengurus dilantik Bupati Brebes dengan mengucapkan ikrar pengurus. Dalam sambutannya Hj Idza Priyanti mengajak kepada seluruh pengurus GOW untuk bersama-sama membangun Brebes. Karena pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik.

Seperti pembangunan sumber daya wanita juga menjadi perhatian penuh dari Pemkab Brebes. Tiada lain untuk meningkatkan derajat kaum hawa, termasuk peningkatan ilmu pengetahuan, ekonomi keluarga, dan juga keharmonisan keluarga. Pendidikan prakeluarga, keluarga, pendidikan anak-anak sebagai tunas bangsa, juga mendapatkan perhatian. Sehingga perempuan memiliki daya saing yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Saat ini kita telah dihadapkan pada MEA, yang tentunya perlu daya saing yang tinggi dari kaum Ibu, sebagai penjaga kualitas keluarga,” tandas Idza. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, AlaNu Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock