Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Surabaya, Shautus Salam. Saat menghadiri resepsi pelantikan pengurus Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) di Balai Pemuda Suabaya, Sabtu (3/9), Gubernur Soekarwo ditagih janjinya saat kampanye pada pemilukada lalu. Acara yang juga dikemas dengan halaqoh akbar IKA PMII se-Jatim tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi.

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim Zainudin, berpesan kepada Gubernur Soekarwo bahwa SDM kader PMII di Jatim memiliki potensi yang bisa diandalkan. Apalagi daerah pelosok seperti di Madura. Karenanya, kader PMII siap mengawal dan memback-up bersama dari jajaran rayon hingga cabang berkenaan dengan program Pemprov Jatim.

"Saya berkata seperti ini, sebab saya masih teringat terhadap visi dan misi Pak Karwo waktu kempanye. Bahwa, Pak Karwo akan meningkatkan SDM Jawa Timur, sehingga kader PMII siap mengawal dan mendukung peningkatan SDM dalam memaksimalkan pemanfaatan SDA di Jatim," tukasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri mengaku tidak pernah melupakan janji politiknya yang kini tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya. Dia berjanji akan merangkul semua pihak dalam peningkatan SDM di Jawa Timur. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 25 Februari 2018

Kemensos Siapkan Rancangan untuk 10 Juta Penerima PKH dan BPNT

Jakarta, Shautus Salam. Kementerian Sosial RI menyiapkan roadmap (peta jalan-red) atau rancangan untuk perluasan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahun 2018 mendatang.?

Rencananya, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH ditambah sebanyak 4 juta KPM. Sehingga tahun depan total KPM mencapai 10 juta. Sementara BPNT yang saat ini menyasar 1,28 juta juga menjadi 10 juta KPM.

Kemensos Siapkan Rancangan untuk 10 Juta Penerima PKH dan BPNT (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Siapkan Rancangan untuk 10 Juta Penerima PKH dan BPNT (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Siapkan Rancangan untuk 10 Juta Penerima PKH dan BPNT

"Peta jalan kita siapkan bersama Kementerian BUMN, mengingat dalam penyalurannya Kemensos bekerja sama dengan sejumlah Bank BUMN seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BTN," ungkap Khofifah, Jumat (7/4) melalui keterangan tertulisnya kepada Shautus Salam.

Khofifah menerangkan, peta jalan tersebut mencakup apa saja yang perlu disiapkan dalam menjangkau 10 juta KPM. Mulai dari anggaran, data penerima manfaat, tenaga pendamping, infrastruktur perbankan, hingga sebaran agen bank yang menjadi ujung tombak penyaluran bantuan sosial PKH.?

Shautus Salam

Gerak cepat ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo saat Rapat Kabinet Paripurna 4 April lalu. Dalam rapat yang membahas pagu indikatif RAPBN 2018 tersebut, Presiden menyampaikan sembilan arahan dimana dua di antaranya terkait subsidi untuk masyarakat ekonomi terbawah dan mengawal jalannya PKH yang kini sedang berjalan.?

"Butuh persiapan matang agar PKH dan BPNT benar-benar tepat sasaran, terlebih dengan jumlahnya yang terus meningkat," imbuhnya.?

Perluasan PKH dan BPNT kata dia tidak hanya bagi penerima manfaat saja, melainkan dari segi jumlah kebupaten, kecamatan, serta penerima dalam satu kecamatan yang sama. PKH nantinya akan menyasar kantong-kantong kemiskinan di wilayah perdesaan, pinggiran, serta perbatasan Indonesia.?

Khofifah menjelaskan, program PKH adalah salah satu upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Tidak sekedar keluar dari jurang kemiskinan, namun juga lebih mandiri dan berdaya. Saat ini, PKH menjadi program paling efektif dan ampuh mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia.?

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2016, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,76 juta orang (10,70 persen), berkurang sebesar 750.000 orang dibandingkan dengan kondisi September 2015 yang sebesar 28,51 juta orang (11,13 persen).?

Shautus Salam

"Artinya dengan jangkauan 6 juta KPM dari sebelumnya yang hanya 3,5 juta PKH mampu berkontribusi besar dalam penanggulangan kemiskinan," imbuhnya.?

Apalagi, lanjut dia, jumlah KPM semakin ditambah dan program PKH diintegrasikan dengan program subsidi yang dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga lain seperti kesehatan, pendidikan, subsisi pupuk, listrik, elpiji, dan lain sebagainya.?

Selain itu, tambah Khofifah, perluasan PKH ini akan berimplikasi positif terhadap target keuangan inklusif pemerintah yang dipatok sebesar 75 persen di tahun 2019 mendatang.?

"Saya optimistis langkah ini mampu menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan lebih besar lagi. Insya Allah Indonesia bisa lebih sejahtera di tahun-tahun mendatang," tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Selasa, 20 Februari 2018

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil

Kemangkon, Shautus Salam

Kiai Tofik Hidayat, pengasuh pesantren Roudlotut Tholibin Bakulan dan Kiai Dalail Khoerot terpilih menjadi Rais dan Ketua dalam Konferensi MWC NU Kemangkon yang berlangsung pada Ahad, 28 April 2013 di Gedung Sekretariat MWC NU Kemangkon, desa Panican.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung satu tahap Kiai Tofik Hidayat memperoleh 13 suara mengalahkan Kiai Mustangin yang memperoleh 1 suara dan Ust. Jauhari 1 suara dari 15 suara yang sah. 

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil

Kiai Dalail Khoerot yang merupakan incumbent ketua tanfidziyah masih dipercaya untuk memimpin NU dengan suara mutlak 15 suara mengalahkan H Darmo yang mendapatkan 1 suara dari 16 suara yang hadir.

Shautus Salam

Konferensi MWC NU Kemangkon ini mengusung tema Berkhidmah untuk Negara, mengandung maksud menguatkan kembali peran NU dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, karena NU adalah organisasi Islam terbesar yang tetap mengedepankan kesatuan dibawah bingkai NKRI. 

Shautus Salam

Torik Jahidin, selaku ketua panitia mengatakan NU diserang dari berbagai penjuru melalui pembid’ahan amaliah NU, memusyrik-musyrikkan ziarah kubur. Karena jika NU hancur maka hancurlah NKRI kemudian akan didirikan negara Islam. 

“Maka NKRI ada ditangan NU. Untuk itu penguatan akidah, memperkokoh wawasan kebangsaan adalah sebuah keniscayaan,” katanya.

Acara ini dihadiri oleh Kabag Umum Pemda Purbalingga H Aksan Mashuri yang mewakili Bupati Purbalingga, Camat Kemangkon, Kapolsek Kemangkon dan para kiai pengasuh pesantren di wilayah kecamatan Kemangkon serta seluruh Banom NU.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Budaya, Kyai Shautus Salam

Senin, 12 Februari 2018

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

Demak, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak H. Abdurrahman Kasdi mengatakan, bahwa Ansor merupakan pemuda pengawal para kiai, ulama, dan juga pengawal faham Ahlussunnah wal Jamaah.

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

“Dengan mengembangkan sayap lembaga Rijalul Ansor, Ansor Demak ingin menyiapkan kader ulama dan kiai dari Ansor melalui kajian-kajian keIslaman, Bahtsul Kutub, Majlis Dzikir dan shalawat, kita harapkan lahir para kader ulama dan kader kiai dari Ansor,” Harap Durrahman.

Durrahman menyampaikan dalam rangkaian Pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Demak periode 2013-2018, di Masjid Raudlatul Muttaqin Desa Klitih Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Oktober 2013.

Shautus Salam

Pengajian bertema, “Dengan Pengajian Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, kita teguhkan Paham Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Demak” tersebut dihadiri oleh 2.000 kader Ansor, Banser, Para Kader Rijalul Ansor dan Jamaah masyarakat setempat.

Lebih lanjut Durrahman yang juga Direktur Pascasarjana STAIN Kudus ini menambahkan, melalui pengajian ini yang dikemas Rijalul Ansor dengan bershalawat bisa membetengi umat dari aliran sempalan yang menyesatkan umat.

Shautus Salam

“Hendaknya dengan Rijalul Ansor, kita bisa membentengi masyarakat Demak dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah dari rongrongan aliran sempalan dan aliran sesat yang akan merusak masyarakat Demak,” ungkapnya.

Pengajian akbar yang menghadirkan parade rebana 100 penerbang rebana tersebut dihadiri selain dihadiri pengurus pleno Ansor Demak juga dihadiri ketua PW GP Ansor Jateng, Jabir al-Faruqi, KH. Zainal Arifin Ma’shum dan para ulama dari NU

Pengajian akbar tersebut merupakan salah satu rangkaian pelantikan. PC GP Ansor Demak juga akan mengadakan apel akbar Banser dengan menghadirkan 4.000 orang. Rencananya akan diadakan pada tanggal 16 Nopember 2013 di Lapangan Koni Demak.

Selain itu, akan digelar bakti sosial dan pengobatan gratis. Sedangkan rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pelantikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Nopember 2013. (A. Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Budaya Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis

Sidoarjo, Shautus Salam - Ikatan Penulis Mahasiswa Al-Khoziny (IPMA) menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang diadakan di kantor MWCNU Buduran, Sidoarjo, Sabtu (14/1). Pelatihan ini diikuti sekitar 32 peserta dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Ketua IPMA IAI Al-Khoziny, Ardina Kholidatul, pelatihan jurnalistik ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon wartawan muda agar dalam menulis berita sesuai dengan kode etik jurnalistik. Pasalnya, saat ini marak pemberitaan yang telah keluar dari rel jurnalistik.

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis

"Kami berharap, dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, para peserta mampu menulis berita yang objektif, akurat dan berimbang. Ketika benar-benar menjadi wartawan, mereka akan menjadi wartawan yang professional," kata Dina.

Acara pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (14-15/1). Selama pelatihan, peserta diberikan materi jurnalistik dasar, reportase, hingga pengambilan gambar.

Shautus Salam

Sementara itu pendiri IPMA M Zainal Abidin menambahkan, pelatihan jurnalistik ini harus digalakkan di semua komponen bangsa khususnya mahasiswa sebagai generasi muda. Karena, generasi muda harus mendapatkan pembekalan keterampilan terkait dengan tulisan.

Shautus Salam

"Karena saat ini perang yang paling efektif adalah perang tulisan atau di media sosial. Adanya pelatihan jurnalistik ini akan memberikan pembekalan yang cukup sehingga mahasiswa mengetahui bagaimana menulis, membuat, dan menganalisis berita yang benar, sesuai koridor yang telah disepakati oleh para ulama," kata pria yang juga Wakil Ketua PCNU Sidoarjo itu. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Warta, Tegal Shautus Salam

Selasa, 06 Februari 2018

Hadiri Haul, Jokowi Ajak Teladani Gus Dur

Jakarta, Shautus Salam



Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hadir dan memberikan sambutan di hadapan ribuan pengunjung haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (23/12) malam.

Hadiri Haul, Jokowi Ajak Teladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Haul, Jokowi Ajak Teladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Haul, Jokowi Ajak Teladani Gus Dur

Dalam pengantarnya, Jokowi menyampaikan tentang peci yang pernah dikasih Istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid.

“Pemberian peci menjadi pengingat buat saya, buat kita semua untuk senantiasa meneladani Gus Dur. Meneladani kesederhanaan, meneladani kerelaan melayani masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Jokowi mengingatkan kepada para hadirin, bahwa negara Indonesia ini milik kita, bukan milik golongan tertentu, atau milik perorangan.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa dunia sosial media akhir-akhir ini semakin meresahkan, berisi ujaran kebencian, hasutan, fitnah. “Energi kita habis untuk hal-hal yang tidak perlu,” ujarnya.

Shautus Salam

Dalam menyikapi kelompok tertentu yang suka memaksakan kehendaknya atau tidak menghargai perbedaan. Jokowi mengaku dirinya ingat kepada Gus Dur, “Kalau Gus Dur masih ada, kita ini masih kayak anak TK. Pasti digitukan oleh Gus Dur,” sentilnya diikuti ketawa para hadirin.

Mengingat pentingnya rasa persaudaraan sesama anak bangsa, dengan tanpa membedakan agama, suku, bahasa ibu dan latar belakang lainnya, Jokowi meminta agar kita tetap menjaga persaudaraan. “Kita saudara sebangsa dan setanah air, itu yang diajakarkan Gus Dur,” tegasnya.

Hadir pula jajaran kepala lembaga negara, para menteri, sejumlah ulama, dan seniman.(Husni Sahal/Mukafi Niam).

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta

Jakarta, Shautus Salam. Mata Air Foundation? meluncurkan Students Peace Camp (SPC) sebagai forum pengembangan kapasitas kepemimpinan dan kreativitas pelajar DKI Jakata.

Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta

Program pendampingan pelajar ini dikhususkan untuk menyambut libur panjang setelah ujian akhir sekolah yang akan dilaksanakan 7-10 Desember mendatang. Kali ini Students Peace Camp (SPC) akan mengajak aktivis OSIS untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Direktur Program Muhammad A Idris mengatakan, SPC ini akan menjadi inspirasi sekaligus bimbingan bagi pelajar dalam melatih jiwa kepemimpinan sekaligus? kreativitas yang? menunjang prestasi disekolah.

Shautus Salam

“Liburan tidak melulu sebagai waktu kongkow di mall saja melainkan diisi dengan kursus-kursus kebangsaan sebagai bentuk pengembangan wawasan nasionalisme yang didapatkan di sekolah,” ujarnya di kantor MataAir Plasa Asia lt.15 Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Jumat (14/11).

Ia menuturkan, MataAir akan serius mengembangkan filantropi pendidikan baik bimbingan belajar gratis untuk pelajar miskin dan berprestasi, maupun pengembangan keterampilan pelajar untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan rasa nasionalisme yang tinggi. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

Karanganyar, Shautus Salam - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karanganyar mengadakan ziarah ke makam Raden Mas Said atau Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi. ?

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengatakan, ziarah itu bermaksud untuk menyambung ruh perjuangan leluhur dengan pelajar NU Karanganyar.

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

"Dengan ziarah, ruh perjuangan bisa sambung dan tetap terjaga kekompakan dan semangat dalam belajar, berjuang, dan bertakwa. Walaupun anggota IPNU-IPPNU Karanganyar usianya bervariasi dari 13-27 tahun, tapi tetap kompak," ujarnya pada ziarah yang berlangsung Ahad (12/3) yang diikuti 84 pelajar putra dan putri.

Shautus Salam

Muflich juga mengatakan bahwa Eyang Samber Nyawa merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa, khususnya di tanah Jawa. Ia merupakan keturunan dari kraton Surakarta.

"Kedua Mbah Chusnan Rosyidi, beliau merupakan tokoh pendiri NU di Karanganyar sekaligus pendiri Ponpes Miftahul Ulum, sekaligus salah satu guru dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf," tambanya.

Shautus Salam

Ia berharap setelah diadakan ziarah itu IPNU dan IPPNU di Karanganyar terus berkembang dan terus aktif dalam menjalankan roda organisasi dengan meneladani para pahlawan dan leluhur yang berjuang untuk negara ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Sabtu, 20 Januari 2018

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Jakarta, Shautus Salam. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan peran  kearifan lokal agar mampu menjadi peredam kemungkinan disharmoni sosial, ekonomi, politik dan budaya. 

"Tahun depan akan dilaksanakan pilkada di 171 titik baik kabupaten, kota maupun propinsi. Potensi disharmoni bahkan potensi konflik yang mungkin mengganggu kohesifitas sosial bisa terjadi. Maka tokoh lintas agama, lintas budaya dan lintas profesi diharapkan terus memupuk persaudaraan meskipun beda afiliasi politik, beda strata sosial ekonomi dan beda kulturnya," kata Mensos usai menutup Konferensi Nasional Kearifan Lokal Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (29/11).

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Kegiatan ini dihadiri perwakilan tokoh agama, pendidikan, budaya, adat dan lintas profesi. Tema kegiatan ini adalah Memperkuat Kearifan Lokal dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan  Menuju Indonesia  Damai dan Sejahtera. 

"Berbagai isu kebangsaan saat ini antara lain radikalisme, konflik sosial, ekslusifitas, intoleransi dan terorisme dapat diminimalisir melalui penguatan peran tokoh agama dan budaya dalam mengusung kearifan lokal," katanya.  

Shautus Salam

Dikatakan Khofifah, kearifan lokal yang dimaksud adalah ciri khas yang tumbuh, hidup dan adaptif, berskala lokal, punya kekuatan mengikat,  sebagai tuntunan perilaku bagi warganya dalam berelasi dengan lainnya berdasarkan kesetaraan, kesederajatan, dan non diskriminatif. 

"Kepemimpinan lokal dan pemimpin informal ,  mekanisme lokal, sumber daya lokal,  dan inisiatif lokal merupakan komponen-komponen utama dan  merupakan inti dari kearifan lokal yang hingga kini bertahan di tengah pengaruh globalisasi," katanya. 

Khofifah lantas menyontohkan nilai-nilai kearifan lokal seperti Musyawarah Mufakat. Di Lampung hal ini disebut "Rembug Pekon", sementara di Bangka Belitung disebut "Sepintu Sedulang" atau Rakat Mupakat di Kaltim, dan Rembugan di Jawa Tengah. 

Kemudian Gotong Royong, di beberapa daerah dikenal dengan istilah "Pokadulu" (Sulawesi Tenggara), sementara di masyarakat bugis dikenal dengan ungkapan "mali si parappe, malilu dipakainge, rabha si patokkong" yang berarti hanyut dibawa ke pinggir/saling menolong, hilap di nasehati, jatuh dibangkitkan). (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

Tawakal dan Tiga Hikmahnya

Khutbah I



Tawakal dan Tiga Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tawakal dan Tiga Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tawakal dan Tiga Hikmahnya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Shautus Salam

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Tawakal merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat penting. Karenanya, tawakal sangat ditekankan di dalam Al Qur’an. Kata “tawakal” disebut di dalam Kitab Suci ini tidak kurang dari 30 kali yang tersebar di dalam 19 surah yang berbeda, misalnya surah Ali Imran, ayat 122; Al Maidah, ayat 11; Al A’raf, ayat 89; dan sebagainya. Tawakal inilah yang merupakan salah satu hal yang membedakan antara orang beriman dengan orang tak beriman. 

Menurut Imam Ahmad bin Hambal, atau yang lebih dikenal dengan Imam Hambali, tawakal merupakan perbuatan hati. Artinya, tawakal bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Juga bukan merupakan sebuah wacana atau sekedar pengetahuan belaka. Tetapi sekali lagi, tawakal merupakan perbuatan hati sehingga tidak bisa diwujudkan dalam bentuk fisik, seperti berdiam diri tanpa melakukan suatu ikhtiar lahiriyah. 

Shautus Salam

Sikap pasrah yang ditunjukkan dengan tidak adanya usaha fisik atau ikhtiar lahiriyah seperti itu tidak bisa disebut sebagai tawakal, tetapi Ibarat perang, merupakan sikap menyerah sebelum maju ke medan pertempuran. Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang tawakal sebagaimana beliau sabdakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban:

? ?

Artinya: “Ikatlah untamu dan bertawakkallah.”

Hadits tersebut memberikan pengertian bahwa tawakal tidak meniadakan usaha lahiriyah atau perbuatan fisik seperti mengikat seekor unta ketika seseorang menginginkan hewan ternaknya itu tidak meninggalkan dirinya alias hilang. Pertanyaan yang sering muncul terkait dengan tawakal adalah kapan seharusnya tawakal itu kita lakukan; apakah sebelum, pada saat, atau setelah usaha atau ikhtiar kita lakukan? 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kalau kita perhatikan hadits tersebut, maka jelas bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar seseorang berusaha atau berikhtiar terlebih dahulu baru kemudian bertawakal. Artinya, manusia tidak boleh berdiam diri, berpangku tangan, berenak-enakan, atau bermalas-malasan, sementara urusannya diserahkan begitu saja kepada Allah SWT. 

Tetapi kalau hadits di atas kita hubungankan dengan Surah Al Imran, ayat 159, yang berbunyi: 

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Maka, kita akan mengetahui bahwa ketika kita baru sampai pada tahapan niat saja untuk mencapai sesuatu, atau krentek dalam bahasa Jawa, pada tahapan itu pun kita sudah harus melakukan tawakal kepada Allah SWT. Dengan kata lain, tawakal harus kita lakukan baik sebelum maupun sesudah kita berusaha untuk mencapai maksud tertentu. 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kita semua tahu bahwa perbuatan atau usaha manusia terdiri dari 3 (tiga) tahap, yakni: (1) tahap niat, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap hasil. Berdasar pada Surah Ali Imran, ayat 159 dan hadits Rasulullah SAW itu, maka tawakal harus kita lakukan pada akhir setiap tahap. Artinya, kita harus bertawakal kepada Allah SWT dalam keseluruhan tahap itu. 

Maksud dari uraian tersebut adalah bahwa ketika kita baru menyelesaikan tahap niat, maka segera setelah itu kita harus bertawakal kepada Allah SWT dengan memasrahkan niat atau tekad kita itu kepada Allah SWT Yang Maha Tahu atas Segala Sesuatu. 

Kemudian, ketika kita baru menyelesaikan tahap pelaksanaan, maka segera setelah itu kita harus bertawakal kepada Allah SWT dengan memasrahkan usaha atau ikhtiar itu kepada Allah SWT, Yang Maha Kuasa atas Segala Sesuatu.

Dan akhirnya, ketika kita telah sampai pada tahap terakhir, yakni tahap hasil, kita harus lebih bertawakal dengan memasrahkan apa pun hasilnya kepada Allah SWT Yang Maha Adil dan Bijaksana sebab tahap hasil adalah wilayah Allah SWT. Bagaimanapun Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Jika hasilnya positif, yakni Allah memberi kita keberhasilan mencapai apa yang kita maksudkan, maka kita harus bersyukur kepada Allah SWT. Jika sebaliknya, kita harus bersabar dengan tetap introspeksi atau evaluasi diri dimana letak kekurangan atau kelemahan kita pada setiap tahap yang kita lewati. 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Tawakal memiliki banyak sekali hikmah sebagaimana ditegaskan di dalam Al Quran; di antaranya adalah:

Pertama, orang yang bertawakal kepada Allah akan mendapat perlindungan, pertolongan dan bahkan anugerah dari Allah SWT sebagaimana ditegaskan di dalam Surah Al-Anfal, ayat 49, yang berbunyi: 

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Orang-orang yang senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap urusannya, Allah akan menunjukkan bukti keperkasaan dan kebijaksanaan-Nya. Tentu kita ingat bagaimana ketika Rasulullah hendak dibunuh dengan diacungi sebilah pedang terhusnus oleh seorang kafir Quraisy bernama Suraqah bin Malik.

Dalam keadaan seperti itu, Rasulullah SAW yang hatinya selalu bertawakal kepada Allah SWT, mendapat perlindungan dari Allah SWT. Secara mendadak bumi yang ada di depan Suraqah yang sedang memacu kudanya, retak dan menelan kaki kudanya hingga Suraqah dan kudanya tak berdaya. Suraqah kemudian menyerah pada Rasululah dan meminta maaf dan mengajak berdamai. 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kedua, orang yang bertawakal kepada Allah SWt akan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat sebagaimana ditegaskan dalam Surah An-Nahl, ayat 41-42:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakkal.”

Orang-orang yang selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupannya, akan selalu mendapat balasan dari Allah SWT, tidak hanya balasan kebaikan di dunia tetapi terlebih balasan di akherat nanti. 

Di dunia saja, mereka akan hidup dengan tenang dan tentram sehingga terhindar dari stres berat maupun depresi yang berkepanjangan. Terlebih di akherat, mereka akan mendapat surga yang tinggi karena Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakal kepada-Nya.

Ketiga, orang yang bertawakal hidupnya akan dicukupi oleh Allah SWT sebagai ditegaskan dalam Surah Ath-Thlaaq, ayat 3: 

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.”

Ayat tersebut merupakan jaminan dari Allah SWT bahwa orang-orang yang hatinya senantiasa bertawakal kepada-Nya, akan dicukupi seluruh keperluan hidupnya, baik secara material maupun spiritual. Orang-orang yang hidupnya dicukupi oleh Allah SWT tidak mungkin mengalami kekurangan meskipun bisa saja orang itu orang sederhana dan bukan orang kaya. Demikian pula, orang-orang kaya yang hatinya selalu bertawakal kepada Allah tidak akan mengalami kekhawatiran akan bangkrut sebab Allah akan selalu mencukupinya. 

Sebaliknya, orang-orang kaya yang masih suka serakah dengan berbuat curang atau korupsi demi memperoleh keuntungan besar bukanlah orang kaya yang senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah merasa cukup dalam hidupnya karena Allah membuatnya tidak cukup meski sekaya apapun. Karun adalah contoh orang kaya yang tidak pernah merasa cukup karena tidak pernah bertawakal kepada Allah SWT.

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat membuka kesadaran kita semua, terutama saya sendiri, untuk senantiasa bertawakal kepada Allah SWT karena dengan tawakal itulah kita akan dicukupi oleh Allah SWT, baik secara material maupun spiritual. Semoga kita selalu diberi oleh Allah SWT kemudahan-kemudahan dalam melaksnakan perintah-perintah-Nya, termasuk dalam masalah tawakal kepada-Nya. Amin...amin... ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik

Tegal, Shautus Salam. Dalam rangka menyambut dan membantu perjalanan para pemudik dari kota-kota besar yang melewati jalur tengah Tegal-Puwokerto, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal mendirikan Posko Mudik Lebaran 2015.

Posko tersebut didirikan di Jalan Raya Timur Balapulang tepat di depan Masjid Besar Al-Mujahidin Balapulang. Posko mudik ini beroperasi mulai H-7, tepatnya hari Sabtu 11 Juli 2015 lalu hingga sehari sebelum Lebaran atau malam Takbiran. 

GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik

Ketua Panitia Kegiatan Ramadan & Idul Fitri 1436 H GP Ansor Balapulang Wetan, M Rifqi Irfani mengatakan, pendirian Posko Mudik Ansor ini merupakan wujud kepedulian Ansor Balapulang Wetan dalam menyambut kedatangan para pemudik yang melewati jalur tengah Tegal - Purwokerto. 

Shautus Salam

“Mereka mungkin lelah dalam perjalanan dan butuh sekedar beristirahat untuk memulihkan kondisi badan. Nah kami putuskan untuk mendirikan posko mudik sebagai bentuk kepedulian Ansor akan keselamatan para pemudik lebaran," ujar Rifqi.

Shautus Salam

Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Balapulang Wetan, Mochamad Fahmi menambahkan, pendirian posko ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendidik sahabat-sahabat Ansor dan Banser dalam pengamanan lalu lintas dan layanan penanganan pertama pada kecelakaan (P3K).

Dalam operasionalnya, Posko Mudik Ansor ini menyediakan layanan takjil, pijat dan beberapa obat-obatan ringan secara cuma-cuma atau gratis. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Kajian Islam, RMI NU Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Surabaya, Shautus Salam. Lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu malam, akhirnya resmi ditutup.

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Acara yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari dan warga sekitar Dolly.

"Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Shautus Salam

Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak.

"Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

Shautus Salam

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya menjadi Kelurahan Putat Jaya jadi bebas prostitusi, siap beralih profesi serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam suksesnya acara ini. Ia mengatakan masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

"Ini program kemanusiaan. Maka kami acc apa yang diminta Bu Wali Kota dalam soal Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, namun ditutup memang berkurang," katanya.

Soal PSK akan dikembalikan ke daerah asal, pihaknya sudah koordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jatim untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari kemensos sebesar Rp7 miliar dan, Gubernur Jatim sebesar Rp 1, 5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan

Majalengka, Shautus Salam. Saat ini dunia kampus merupakan medan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan malah menjadi kawah candradimuka lahirnya kader-kader radikal dan anti-NKRI.

Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar dalam Seminar Keagamaan bertema Modernitas dalam Presfektif Islam dalam Menciptakan Keutuhan NKRI, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeritas Majalenga, di Auditorium Universitas Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/12).

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan

Didaulat sebagai narasumber, Kang Deni sapaan akrabnya, menjelaskan betapa pentingnya mencintai tanah air sebagaimana yang dikumandangankan oleh founding father bangsa ini khususnya para kiai NU.

"Hakikat cinta tanah air itu adalah cinta pada diri kita sendiri. Karena adanya kita ini yang berasal dari tanah dan air yang ada di NKRI ini. Jadi salah besar mereka yang akan merusak tanah airnya sendiri, padahal mereka dilahirkan di negeri ini," jelasnya.

Ia menambahkan NKRI sudah bersyariat Islam dan tidak harus dipaksakan untuk memformalkan dalam embel-embel NKRI Bersyariat Islam. Sejak berdirinya semua unsur pembentuk NKRI itu sudah berdasarkan syariat Islam, mulai dasar negara, sistem negara maupun perundang-undangan yang ada.

"Mana coba di negeri tercinta ini yang tidak berlandaskan syariat Islam. Jadi semuanya sudah dipikirkan matang-matang oleh pendahulu kita bahwa subtansi syariat Islam sudah ada semua di NKRI ini. Makanya para pemuda khususnya mahasiswa ini jangan terjebak pada retorika baru yang tidak berdasar dan tidak jelas. Nanti yang rugi kita sendiri lho," kata pria yang yang belum lama ini mengundurkan diri dari posisi Ketua KPU Purwakarta demi mengurusi GP Ansor Jawa Barat.

Shautus Salam

Terkait dengan modernisasi, Deni menjelaskan modern harus dimaknai bukan sekedar simbol-simbol baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Melainkan modern itu harus dimaknai pada konsep diri untuk memandang jauh ke depan. Dengan konsep diri yang sudah terbangun tersebut, maka kita akan terus berfikit dan berusaha bagaimana menuju kehidupan yang lebih baik dan menjadi pemain bukan sekadar penonton.

"Untuk menjadi orang modern itu gampang kok. Manakala kita sudah bisa melakukan semua hal secara efektif dan efisien maka kita dipastikan jadi orang modern dan memainkan modernisasi saat ini," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Presiden Mahasiswa BEM (Presma BEM) Universitas Majalengka, Encu Shobari mengatakan acara yang diselenggarakan dalam rangkaian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan rutinan tahunan yang digagas oleh para pengurus BEM sebagai bagian dari pengamalan ide dan kreatifvitas mahasiswa.

"Seminar ini akhir dari rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bejalan selama satu minggu ini," ungkapnya.

Shautus Salam

Ia menjelaskan sengaja mengadakan seminar keagamaan dengan mengangkat tema tersebut sebagai upaya dirinya dan organisasinya untuk memberikan kesadaran dan kekuatan bagi keluarga besar Unma dalam memahami dan mengaplikasikan pentingnya menjaga keutuhan NKRI walaupun dengan latar belakang yang berbeda baik dalam segi pandangan agama, sosial, ekonomi maupun budayanya.

"Dengan tema ini diharapkan kita semua paham dan mengamalkan betapa pentingnya menjaga NKRI walapun perspektif agama berbeda-beda dan dengan gaya modernitas yang berbeda. Semoga semua menjadi terbuka dan terjalin satu konsep untuh tentang kebangsaan di kampus tercinta ini," tambah pria yang juga aktivis PMII Majalengka. (Tata Irawan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Santri, PonPes Shautus Salam

Minggu, 10 Desember 2017

Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan

Hari lahir Rasulullah SAW berulang setiap tahun. Karenanya, sekali dalam setahun pula masyarakat Indonesia memperingati hari kelahirannya. Berhubung banyaknya jumlah masjid dan mushola, maka maulid tampak diperingati setiap hari. Undangan muludan di desa-desa tetangga berderet antre diumumkan di masjid-masjid. Bukan apa-apa. Hal ini lebih didasarkan pada perbedaan kesiapan panitia muludan setempat.

Semangat masyarakat Indonesia untuk menyelenggarakan maulid, bisa dimaklumi. Karena, Islam memang menganjurkan umatnya untuk merayakan hari kelahiran Rasulullah. Tidak salah kalau pemerintah RI menetapkan hari libur bertepatan dengan jatuhnya hari maulid Rasulullah SAW.

Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan

Lalu apa yang mesti dilakukan dalam peringatan maulid Rasulullah SAW. Banyak kegiatan ibadah yang bisa dilakukan dalam kesempatan ini. Demikian diterangkan Sayid Bakri bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam I‘anatuttholibin.

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, Imam Abu Syamah (guru penulis) berkata, “Salah satu dari sekian banyak bid‘ah paling hasanah di zaman kita ialah kelaziman yang dibuat masyarakat setiap tahun dalam merayakan harlah Rasulullah SAW berupa sedekah, berbuat ma’ruf, dan bersolek diri atau merapikan desa serta menyatakan kegembiraan. Semua itu berikut perbuatan baik kepada orang-orang faqir, menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, keagungan serta kebesaran beliau SAW di hati mereka yang merayakan maulid, dan bentuk syukur kepada Allah atas anugerah-Nya dalam menciptakan seorang Rasulullah yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam. Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepada rasul-Nya SAW.”

Shautus Salam

Termasuk membaca riwayat hidup Rasulullah SAW, lantunan sholawat, atau puji-pujian untuk beliau dalam pelbagai karya mulai dari Barzanji natsar, Barzanji nazhom, qasidah Burdah, Syarafal Anam, maulid Diba‘i, dan qasidah lainnya. Lazimnya orang Indonesia sedekah melalui pembuatan berkat. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Ahlussunnah Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Wabup Tegal Minta Warga Tingkatkan Deteksi Dini Radikalisme

Tegal, Shautus Salam. Wakil Bupati Tegal, Hj Umi Azizah meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap gerakan-gerakan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme.

Wabup Tegal Minta Warga Tingkatkan Deteksi Dini Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Tegal Minta Warga Tingkatkan Deteksi Dini Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Tegal Minta Warga Tingkatkan Deteksi Dini Radikalisme

Hal itu menyusul ditangkapnya Rochmat Septriyanto oleh Densus 88 di Gunungkidul Yogyakarta. Rokhmat diketahui mempunyai KTP dan istri di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.

"Kita semua pasti kaget dengan adanya kejadian seperti itu. Di tengah guyupnya masyarakat, di tengah nuansa relijius warga Kabupaten Tegal, ternyata masih ada oknum warga yang terindikasi terlibat jaringan terorisme," ujar Umi Azizah saat kegiatan tarawih dan silaturahim Bupati dan Forkompimda Tegal di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Balapulang Kulon, Kecamatan Balapulang, Tegal, Kamis (8/6) malam.

Lebih lanjut Umi mengingatkan warga, bahwa saat ini masih ada sekelompok orang yang berkeinginan untuk mengubah dasar negara Pancasila. Padahal, itu sudah menjadi konsensus final yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

"Kami minta setiap kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya masing-masing. Kenali karakter-karakter oknum-oknum warga yang mencurigakan dan berpotensi mengarah pada radikalisme," tambahnya.

Shautus Salam

Selain itu, Ketua PC Muslimat NU itu juga berharap pada pengawasan orang tua, khususnya kepada anak-anak remaja. Menurut Umi, penggunaan ponsel pintar dengan akses internet yang tak diawasi, berpotensi menjadikan anak-anak muda belajar melalui media yang salah.

"Misalnya pemanfaatan mesin pencari google untuk belajar ilmu agama. Belajar ilmu agama harus melalui sumber yang jelas, misalnya guru atau para kiai," tandasnya.

Shautus Salam

Camat Balapulang, Purnomo Pambudi, mengutarakan, terkait dugaan keterlibatan jaringan terorisme warganya, pihaknya berharap setiap warga untuk selalu mengingatkan antara satu dengan yang lain.

"Kami sudah bertemu orang tua yang bersangkutan. Rochmat asli Gunungkidul dan pindah ke Balapulang karena menikahi orang seempat," tuturnya.

Adapun, dalam kegiatan tarhim yang diikuti sejumlah pejabat dan masyarakat tersebut, digelar santunan untuk sekitar 50 anak yatim di desa sekitar.

Selain itu, Pemkab Tegal juga memberikan bantuan ? untuk masjid Baitul Muttaqin sebesar Rp20 juta yang akan digunakan untuk rehab bangunan. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Budaya Shautus Salam

Jumat, 08 Desember 2017

Guru para Ahli Falak Indonesia

Penanggalan adalah alat ukur yang disepakati oleh setiap orang sebagai penentu kejadian-kejadian di sekeliling mereka. Karena masyarakat Indonesia mengenal dua jenis penanggalan, yakni penanggalan Qomariyah (berdasarkan edar Bulan) dan Syamsiyah (berdasarkan edar Matahari), maka menjadi cukup pelik untuk menyatukan keduanya.

Kepelikan ini dikarenakan penanggalan Qomariyah memiliki dua metode penentuan, yakni metode hisab (hitungan) dan rukyah (melihat) langsung wujud hilal (bulan sabit). Karena penanggalan Islam (syariah) didasarkan pada penanggalan Qomariyah maka tentu saja segala peristiwa-peristiwa keagamaan ditentukan berdasarkan penanggalan Qomariyah. Artinya jadwal dapat ditentukan dengan dua metode penentuan waktu pada sistem penanggalan ini. Padahal hasil dari masing-masing metode seringkali berbeda. Perangkat keilmuan yang digunakan untuk menentukan jadwal penanggalan syar’i inilah yang disebut sebagai ilmu falak. Maka tokoh-tokoh ilmu dan pengambil keputusan jadwal-jadwal penanggalan syar’i juga kemudian desebut sebagai ahli falak.

Guru para Ahli Falak Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru para Ahli Falak Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru para Ahli Falak Indonesia

Ketika terjadi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat dengan hasil penentuan yang berbeda, maka umat pun biasanya menjadi terpecah, karena masing-masing pihak memiliki argumen dan landasan hukum yang biasanya juga dianggap sama-sama kuat dan valid.

Shautus Salam

Perselisihan menjadi semakin komplek manakala masing-masing pihak yang berbeda pendapat lebih mengedepankan ego masing-masing kelompoknya. Perbedaan penentuan ini kemudian menjadi semakin meruncing karena dianggap sebagai perbedaan akidah. Kondisi demikian ini terus berlarut-larut terjadi dalam kehidupan umat Islam Indonesia.

Di tengah kondisi yang demikian, tentu umat membutuhkan panutan yang dapat mereka ikuti. Seorang figur yang dapat mempertanggungjawabkan pendapatnya serta tidak menimbulkan persengketaan berkepanjangan dan bertele-tele. Singkatnya, umat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengayomi dan meredam konflik.

Dalam hal ini, umat Islam Nusantara memilik salah seorang tokoh falak dari kota Kudus Jawa Tengah yang cukup mumpuni dan layak diteladani. Beliau adalah KH. Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi, yang semasa hidupnya dipercayai menjadi Ketua Markas Penanggalan Jawa Tengah.

Shautus Salam

Ulama kelahiran Kudus, 10 Maret 1915 ini adalah putera Kiai Adjhuri dan Ibu Nyai Sukainah. Terlahir di lingkungan agamis kota santri, sebagai anak yang membekali dirinya dengan belajar melaui sistem tradisional masyarakat yang telah turn-temurun dijalani keluarga dan teman-teman di sekitarnya. Mengaji pada para Kiyai dan ulama di sekitar tempat tinggalnya dan memulai pendidikan formal di daerah setempat tanpa mengurangi menimba ilmu dalam sistem tradisional. Satu hal yang menjadi ciri Mbah Tur, Sapaan akrabnya, dibanding tokoh-tokoh dari daerah lain adalah bahwa Beliau tidak pernah mondok di sebuah pesantren sebagai santri yang diasramakan. Meski sebenarnya hal ini lazim bagi para ulama di daerah asalnya, namun tidaklah demikian halnya dengan para ulama yang berasal dari daerah-daerah Nusantara lainnya.

Kiai Turaichan hanya mengenyam pendidikan formal selama dua tahun saja, yakni ketika berusia tiga belas hingga lima belas tahun. Tepatnya di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus pada kisaran tahun 1928 M. yakni sejak madrasah tersebut didirikan. Namun karena kemampuannya yang melebihi rata-rata, maka beliau justru diperbantukan untuk membantu palaksanaan belajar mangajar. Namun demikian Beliau tetap melanjutkan menuntut ilmu dalam garis tradisional (non formal).

Sejak mulai mengajar di Madrasah TBS Kudus inilah, Kiai Turaichan mulai aktif di dunia pergerakan. Dalam arti Beliau mulai melibatkan diri dalam dunia dakwah kemasyarakatan dan diskusi-diskusi ilmiah keagamaan. Mulai dari tingkat terendah di kampung halaman sendiri, hingga tingkat nasional.

Sejak saat itu pula Beliau mulai turut aktif terlibat dalam forum-forum diskusi Batsul Masail pada muktamar-muktamar NU. Kecerdasan dan Keberaniannya mengungkapkan argumen telah terlihat sejak awal keterlibatannya dalam forum-forum tersebut. Ia tanpa segan-segan mengungkapkan pendapatnya di depan siapa pun tanpa merasa pekewuh jika pendapatnya berbeda dengan pendapat ulama-ulama yang lebih senior, seperti KH. Bisri Sansuri dari Pati yang kemudian mendirikan Pesantren Denanyar Jombang.

Kiprahnya Mbah Tur juga telihat dalam dunia politik di tingat pusat. Beberapa kali Kiai Turaichan ditunjuk menjadi panitia Ad Hoc oleh pimpinan Pusat Partai NU. Sementara di daerahnya sendiri, tercatat Beliau menjadi Rais Syuriyah Pimpinan Cabang. Pernah juga dipercaya menjadi qodhi (hakim) pemerintah pusat pada tahun 1955-1977 M.

Namun spesifikasi keilmuan yang menjadikannya sedemikian populer dan kharismatis adalah di bidang falak. Hal ini dikarenakan Kiai Turaichan sedemikian teguh dalam memegang pendapatnya. Beliau tergabung dalam tim Lajnah Falakiyyah PBNU. Beberapa kali terlibat silang pendapat dengan pendapat ulama-ulama mayoritas, namun ia tetap kukuh mempertahankan pendapatnya. Terbukti kemudian, pendapat-pendapatnya lebih banyak yang sesuai dengan kenyataan. Hal inilah yang membuat kharisma dan kealiman serta ketelitian Beliau semakin diperhitungkan. Hingga Kiai Turaichan kemudian lebih dikenal sebagai ahli falak yang sangat mashur di Indonesia, dan mempunyai banyak murid menekuni ilmu falakiyah hingga sekarang.

Selanjutnya, Mbah Tur tidak pernah absen dalam muktamar-muktamar NU, kecuali sedang udzur karena kesehatan. Belakangan, ketika terjadi perubahan asas dasar NU dari asas Ahlussunnah wal Jamaah menjadi asas Pancasila, Mbah Tur menyatakan mufaroqoh (memisahkan diri) dari Jamiyyah (keorganisasian NU).

Hal yang menarik di sini adalah, meski telah menyatakan mufaroqoh secara keorganisasian namun Beliau tetap dipercaya sebagai Rais Suriyah di tingkat Cabang. Sedangkan untuk tingkat Pusat Kiai Turaichan memang tidak lagi aktif seperti dahulu. Karenanya, Kiai Turaichan kemudian mempopulerkan istilah ”Lokalitas NU” yang berarti tetap setia untuk eksis memperjuangkan Jam’iyyah NU dalam skala lokal, yakni di NU cabang Kudus saja. Untuk tingkat yang lain (lebih tinggi), Beliau telah menyatakan mufaroqoh. Bahkan seringkali Beliau juga seringkali memiliki pendapat-pendapat falakiyah (penetapan tanggal suatu kejadian yang berbeda dengan garis kebijakan PBNU, dan karena telah menyatakan mufaroqoh, maka beliau tidak merasa terikat oleh keputusan apa pun yang dibuat oleh PBNU.

Kendati demikian, Kiai Turaichan tetap menjalin hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang sering menolak keputusannya. Bahkan Beliau selalu bersikap akomodatif kepada pemerintah, walaupun pemerintah pernah beberapa kali mencekalnya karena mengeluarkan pernyataan berbeda dengan pemerintah perihal penentuan awal bulan Syawal. Termasuk akan menyidangkannya ke pengadilan pada tahun 1984, ketika menentang perintah pemerintah untuk berdiam diri di rumah saat terjadi gerhana Matahari total pada tahun tersebut. Alih-alih menaati, Beliau justru mengajak untuk melihat peristiwa tersebut secara langsung dengan mata kepala telanjang.

Pada waktu terjadi peristiwa gerhana Matahari total tersebut, Mbah Tur memberi pengumuman kepada umat Muslim di Kudus, bahwa gerhana Matahari total adalah fenomena alam yang tidak akan menimbulkan dampak (penyakit) apapun bagi manusia jika iengin melihatnya, bahkan Allah-lah yang memerintahkan untuk melihatnya secara langsung. Hal ini dikarenakan redaksi pengabaran fenomena yang menunjukkan keagungan Allah ini difirmankan oleh Allah menggunakan kata ”abshara”. Artinya, perintah melihat dengan kata ”abshara” adalah melihat secara langsung dengan mata, bukan makna denotatif seperti mengamati, meneliti dan lain-lain, meskipun memang ia dapat berarti demikian secara lebih luas.

Pada hari terjadinya gerhana matahari total di tahun tersebut, Kiai Turaichan tengah berkhutbah di Masjid al-Aqsha, menara Kudus. Tiba-tiba di tengah-tengah Beliau berkhutbah, Beliau berkata kepada seluruh jamah yang hadir, ”Wahai Saudara-saudara, jika Kalian tidak percaya, maka buktikan. Sekarang peristiwa yang dikatakan menakutkan, sedang berlangsung. Silahkan keluar dan buktikan, bahwa Allah tidak menciptakan bala’ atau musibah darinya. Silahkan. Keluar dan saksikan secara langsung!” Maka, para Jamaah pun lantas segera berhamburan keluar, menenagadah ke langit dan menyaksikan secara langsung dengan mata kepala telanjang terjadinya gerhana Matahari total.

Setelah beberapa saat, para jamaah kembali ke tempatnya semula, acara khutbah khushufusy Syamsy pun dilanjutkan dan tidak terjadi suatu musibah apa pun bagi mereka semua. Namun karena keberaniannya ini, Kiai Turaichan harus menghadap dan mempertanggungjawabkan tindakannya di depan aparat negara yang sedemikian represif waktu itu. Meski demikian sama sekali Kiai Turaichan tidak menunjukkan tabiat mendendam terhadap pemerintah.

Bahkan hingga menjelang akhir hayatnya pada 20 Agustus 1999, Mbah Tur termasuk ulama yang sangat antusias mendukung undang-undang pencatatan nikah oleh negara yang telah berlaku sejak tahun 1946 tersebut. Beliau sangat getol menentang praktik-praktik nikah Sirri atau di bawah tangan. Menurutnya, selama hukum pemerintah berpijak pada kemaslahatan umat dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka wajib bagi seluruh umat muslim yang menjadi warga negara Indonesia untuk menaatinya. Artinya pelanggaran atas suatu peraturan (undang-undang) tersebut adalah juga dihukumi sebagai kemaksiatan terhadap Allah. Demikian pun menaatinya, berarti adalah menaati peraturan Allah. (Syaifullah Amin)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Budaya, Amalan Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Amerika Serikat-Kanada (PCINU-ASK) mengemban misi memperkenalkan Islam yang berwajah damai dan toleran kepada dunia internasional pada umumnya, khususnya Amerika.

PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai

Demikian disampaikan Sekretaris Tanfidziyah PCINU-ASK Etin Anwar dalam surat elektronik yang diterima Shautus Salam.

Setelah PBNU meneken Surat Keputusan (SK) pembentukan PCINU-ASK), pengurus segera melakukan sejumlah program penting, antara lain, mengusahakan legalitas PCINU-ASK sebagai Non-Profit Organization (NPO) di Amerika dengan memenuhi sejumlah syarat atau ketentuan pendirian ormas dan institusi sosial yang berlaku di negeri Paman Sam ini.

Shautus Salam

“Pengajuan legalitas ini dimaksudkan selain agar status PCINU-ASK dianggap sah oleh pemerintah AS juga dalam rangka untuk mempermudah aktivitas organisasi di masa yang akan datang,” kata Etin Anwar.

Shautus Salam

PCINU-ASK juga mengadakan serangkaian acara maraton pada 18-20 Maret 2013 di Washington, seperti audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, berdiskusi dengan Global Peace Foundation (GPF), International Center for Religion and Diplomacy (ICRD), dan kantor Senator Charles E. Schumer (D–NY).

PCINU-ASK juga ikut menyeponsori dan berpartisipasi dalam diskusi antar-agama di Capitol Hill dengan tema “Engaging Diverse Voices of Faith for the Common Good.” Acara di Washington, DC ini berjalan dengan baik dan sukses berkat kerja sama antara PCINU-ASK dan GPF.

Baca laporan detail kegiatan PCINU-ASK di http://www.nu-usacanada.org.?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Budaya, Pendidikan Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Pertalian Keislaman dan Kebangsaan

Oleh? M. Fadlan L Nasurung

Tanggal 17 April 2016, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 56 tahun (1960-2016). Di usia setengah abad lebih itu, sebuah kemestian kiranya untuk kembali mengevaluasi dan melakukan refleksi-kritis atas proses perjalanan PMII. Evaluasi dan refleksi-kritis, adalah cara paling tepat untuk memperingati sebuah hari kelahiran, di samping menjadi momentum menghikmati awal sebuah eksistensi.

Sejarah manusia adalah sejarah kebenaran? vis a vis? kebatilan, kebaikan versus kejahatan, kaum yang ditindas memberontak pada kaum yang menindas dan mereka yang anti penindasan melawan para penindas. Sejak peristiwa penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam, hingga pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil terhadap Habil, sejarah pertarungan dua sisi kehidupan tersebut dimulai. Imam Ali bin Abi Thalib ra telah memperingatkan bahwa kebaikan yang diperjuangkan secara individu akan dikalahkan oleh kejahatan yang dilakukan secara kolektif. Memperjuangkan kebaikan tidak cukup hanya dengan niat yang tulus, keyakinan yang kuat, dan komitmen yang teguh, lebih jauh sebuah agenda perjuangan membutuhkan kolektifitas yang terorganisir, atas dasar keinsyafan itulah PMII didirikan.

Pertalian Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertalian Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertalian Keislaman dan Kebangsaan

Reformulasi Paradigma

Di tengah dinamika sejarah dan pasang surut organisasi sejak didirikan hingga kini, PMII tetap setia sebagai organisasi mahasiswa pelestari dan pelanjut ajaran? Ahlu Sunnah wal Jama’ah? (Aswaja), ajaran Islam yang senantiasa melestarikan nilai (tradisi) warisan para ulama, menghargai pluralitas sebagai sebuah kodrat kehidupan, menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang luhur dan memperjuangkan sebuah tatanan sosial-ekonomi-politik yang berkeadilan. Setelah 56 tahun mengalami pergulatan, proses kaderisasi yang merupakan urat nadi organisasi tak boleh mengenal cuti.

Penghayatan terhadap zikir, pikir dan amal shaleh yang menjadi tri-motto PMII harus senantiasa digalakkan, mengingat seringkali roda organisasi dan agenda perjuangan gerakan mengalami kemandegan, stagnasi, bahkan disorientasi, karena ketidakpahaman terhadap landasan ideologis-filosofis-historis dan semakin jauhnya agenda perjuangan dari nilai-nilai dasar yang menjadi platform organisasi.

Shautus Salam

Dengan persebaran cabang merata di seluruh wilayah Indonesia, PMII telah banyak berkontribusi aktif dalam agenda-agenda gerakan di berbagai lini, bahkan telah banyak merasakan asam-pahit perjuangan dari era Orde Lama, Orde Baru hingga periode Reformasi. Sejak reformasi bergulir, kita seolah kehilangan arah paradigma gerakan, itu terjadi di semua organisasi. Gerakan mahasiswa seakan tidak lagi memiliki taji dan orientasi yang jelas, bahkan tidak sedikit kasus jual beli gerakan terjadi.

Melakukan reformulasi paradigma gerakan adalah sebuah kefarduan, paradigma berbasis kajian multidisipliner dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyatan zaman, mengingat khazanah keilmuan yang menjadi wahana pengkajian di PMII sangatlah luas dan beragam, dari ilmu-ilmu keislaman berbasis tradisi pesantren, ide-ide dari aliran modernisme hingga postmodernisme, gagasan-gagasan kritis-progresif, serta karya/pemikiran sejumlah pemikir, intelektual dan cendekiawan dari berbagai mazhab, sejak era Thales hingga Gus Dur. Hal itu diharapkan dapat terkonsolidasi di semua level struktur dan segenap gerakan kultur, agar paradigma sebagai alas pijak membaca zaman, dapat bertransformasi menjadi praksis gerakan yang konstruktif, di tengah berbagai problematika multidimensi yang terjadi.

Tantangan Gerakan

Menjadi bagian dari PMII adalah menjadi generasi pemegang estafet perjuangan ajaran Islam Aswaja dan cita-cita kemerdekaan Indonesia, karena penting dipahami bahwa PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang memiliki komitmen keislaman dan keindonesiaan sekaligus. Bagi PMII, cinta terhadap agama (Islam) harus senantiasa setali dengan cinta terhadap tanah air dan bangsa. Perjuangan PMII adalah perjuangan untuk agama, bangsa dan kemanusiaan universal, sebagai sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang? rahmatan lil alamin.

Shautus Salam

Dalam sejarahnya, kaum muda (mahasiswa) memiliki peran strategis dalam gerak perubahan sejarah sejak Indonesia meproklamirkan diri menjadi negara merdeka, dan PMII menjadi satu bagian yang paling menentukan dalam membaca gerak zaman, merumuskan konsepsi, melakukan kritik intelektual dan menggerakkan aksi massa untuk menggugat rezim yang tak lagi berpihak kepada kepentingan rakyat. Perjuangan hari ini secara strategis-metodologis tak harus sama dengan perjuangan di masa lalu, tetapi spirit dan nilai serta tujuan yang dianut harus tetap sama, yakni demi kemaslahatan dan kepentingan rakyat (al-maslahatul ammah).

Tantangan kedepan akan datang silih berganti untuk menguji kekuatan dan kualitas sumberdaya manusia Indonesia, baik secara agama, sosial-budaya, ekonomi dan politik. Neo-liberalisme-kapitalisme ekonomi dan radikalisme-fundamentalisme agama masih menjadi musuh yang nyata, di samping tantangan pasca bergulirnya kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi ancaman. Oleh karenanya orientasi kaderisasi PMII kedepan harus fokus diarahkan pada pembentukan insan-insan yang memiliki spiritualitas (mental) yang kuat, kapasitas intelektual yang mumpuni dan profesionalitas (keahlian dan kompetensi) yang baik dalam berbagai bidang. Semua idealitas di atas akan terwujud jika PMII konsisten menjadi organisasi kader yang giat melakukan kaderisasi, bukan justru menjadi organisasi massa yang hanya sibuk merekrut anggota untuk kepentingan politik semata.

Sekiranya itulah yang menjadi ikhtiar melawan fenomena senjakala gerakan mahasiswa, karena PMII adalah salah satu wadah konservatorium eksponen gerakan kaum muda, demi perjuangan untuk tatanan zaman yang lebih baik, menuju capaian insan ulul albab, sesuai dengan cita-cita berdirinya PMII.?

Penulis adalah kader PMII Gowa

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Meme Islam Shautus Salam

Rabu, 29 November 2017

PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India

New Dhelhi, Shautus Salam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengirimkan empat orang utusannya pada program Indian Technical and Economic Corporation (ITEC) di CMC Academy di Janakpuri, sisi selatan New Delhi. Keempat delegasi ini akan mengikuti pelatihan komunikasi, bisnis, dan pengembangan keterampilan lainnya per 23 Februari hingga 17 April mendatang.

PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India

Salah satu utusan PBNU Ahmad Fanani menyatakan bahwa dirinya senang bisa bergabung pada pelatihan yang diikuti 25 peserta dari 22 negara.

“Saya bisa menimba ilmu pengetahuan dan wawasan  tentang banyak hal di sini mulai kebudayaan India, dan beberapa negara dari belahan dunia lain,” kata Fanani dari Departemen Keuangan PBNU di Janakpuri, Selasa (3/3).

Shautus Salam

Setiap pekan, peserta mengikuti pelatihan pada hari Senin hingga Jumat. Pada bulan pertama ini, delegasi PBNU juga berkesempatan silaturahmi dengan kedutaan Indonesia untuk India. Pada pertemuan itu Dubes Indonesia  untuk India Rizali Wilman Inderakesuma  menyambut baik tamu dari PBNU.

Shautus Salam

“Program ini bagus dan diharapkan terus membina komunikasi. Dengan program ini, terjadi pembauran antarwarga dunia. Saya hanya berharap bisa menjaga kerukunan antara kita. Kepada siapa lagi kalau tidak antara kita sendiri,” kata Rizal yang sudah tiga tahun dubes RI.

Pada kesempatan ini salah satu peserta PBNU berkesempatan menjadi imam dan khotib sholat Jum`at di masjid KBRI untuk India.

Program ITEC ini diselenggarakan Kemenlu India sejak 1964. Peserta tahun ini berasal dari antara lain Belarus, Lithuania, Bulgaria, Polandia, Laos, Afghanistan, Indonesia, dan Vietnam. (Muhammad Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Internasional, Budaya Shautus Salam

Jumat, 03 November 2017

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

Jakarta, Shautus Salam. Peserta penerima beasiswa Arab Saudi akan menerima bimbingan hafalan Al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), organisasi penghafal dan pegiat Al-Qur’an NU.

“Kita akan kerja sama dengan JQH,” kata Ahmad Ridho, staf biro kerjasama beasiswa luar negeri saat ditemui Shautus Salam di lantai lima Gedung PBNU saat menunggu kesiapan peserta ujian, Senin (8/10) siang.

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

Lima belas yang lolos ujian tidak dilepas begitu saja, tambah Ahmad Ridho yang juga penguji peserta calon besasiswa. Hafalan Al-Qur’an umumnya peserta, belum mantap benar. Padahal beasiswa Arab Saudi menghedaki hafalan yang kuat.

Shautus Salam

Ridho menambahkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Jawa. Peserta antara lain berasal dari pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Shautus Salam

Sejumlah lima puluh orang akan menerima beasiswa Arab Saudi dari pelbagai jurusan. Jenjang S1 dan S2, masing-masing berjumlah lima belas kuota. Jenjang S3 menerima hanya sebanyak 20 kuota.

Peserta yang lolos, baru bisa berangkat ke Arab Saudi tahun depan. Selama setahun itu, Jamiyatul Qurra Wal Huffaz, JQH NU akan memperkuat hafalan mereka. Bimbingan JQH, akan member cukup bekal bagi mereka, tambah Ridho.

Dari sejumlah tes yang diujikan, hafalan Al-Quran ini menempati bobot yang tinggi. Wawasan ke-NU-an juga mendapat bobot penilaian yang cukup tinggi.

Selain hafalan, peserta juga wajib melewati uji kemampuan membaca kitab. Kitab yang diujikan adalah Kifayatul Akhyar dan Fathul Qarib. Menurut Ridho, bobot tes yang satu ini lebih lebih rendah dari hafalan Al-Qur’an dan wawasan ke-NU-an.

Sementara peserta S2 dan S3, mendapat tes tambahan. Mereka yang mengambil jurusan keagamaan, wajib berdialog dengan bahasa Arab. Bagi yang mengambil jurusan umum, penguji akan menguji kemampuan berbahasa Inggris.

Karenanya, mereka dari sekarang sudah menentukan jurusan. Ada yang ambil keagamaan, teknik lingkungan, ekonomi Islam, sains, dan kimia. Mereka yang gagal dalam uji hafalan, akan dikirim ke luar Arab Saudi. Maroko dan Tunisia, siap menampung mereka, tandas Ridho.

 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Kyai Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock