Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Jombang, Shautus Salam. Kawasan luar pulau Jawa diakui harus mendapat perhatian serius bagi PBNU dalam pengembangan eksistensi Nahdlatul Ulama ke depan. Berbagai program PBNU diberikan prioritas pada wilayah dan cabang yang berada di luar Pulau Jawa.

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Sebagaimana terungkap pada ? sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.

Arifin Junaidi menjelang sidang Komisi Program ditutup menyampaikan, ada 38 pembicara yang memberikan usulan, masukan dan tanggapan secara langsung serta ? 50 usulan tertulis. Sidang sepakat membentuk Tim Perumus Komisi Program dengan Ketua ? Arifin Junaidi, anggota Yahya Maksum (unsur pimpinan sidang) dan 3 orang dari peserta. Masing-masing dari Riau (mewakili ? wilayah barat), ? Jombang sebagai tuan rumah Muktamar (wilayah tengah), dan Papua (wilayah timur).

Shautus Salam

Ahmad Abid dari PCNU Kota Cirebon mengungkapkan, Indonesia timur kurang disentuh oleh PBNU. Padahal memiliki potensi untuk pengembangan NU. Untuk itu, harus ada skala prioritas program. Periode lalu PBNU sudah fokus mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Maka pada periode sekarang (2015-2020) ini kalau bisa fokus kesehatan. Karena sektor kesehatan menyentuh kepentingan banyak orang. Jika sektor kesehatan ini digarap, maka masyarakat (warga NU) akan merasakan manfaat ber-NU.

Shautus Salam

"Walaupun fokus sektor kesehatan ini, tetap utamakan dulu program untuk kawasan Indonesia Timur. Di sana masalah pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan," katanya.

Abdurrahim dari Kalimantan Utara PC Tarakan menyebutkan, daerahnya berada pada daerah bagian utara yang merupakan propinsi baru. Memiliki sumber daya manusia yang ? kurang maksimal. ? Sekalipun punya aset tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan NU ke depan, namun SDM yang mampu belum punya.

"Harapan kami di Kalimantan Utara ini bisa pula memiliki sekolah, rumah sakit, dan pelayanan masyarakat lainnya yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama. Diakui, aset yang bisa dikembangkan ada, hanya kurang memahami program yang direncanakan PBNU," tambahnya.

Kendala mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di pulau Kalimantan itu memang berat. Seperti diakui ? Abdul Sani Kalimantan Tengah, luas daerahnya saja mencapai 2 kali pulau jawa. Ketika PWNU melakukan konsolidasi ke cabang-cabang, terasa sulitnya. Bayangkan, konsolidasi ke satu cabang saja bisa butuh 1 hari perjalanan. Di Palangkara terkenal lembaga pendidikan yang dikelola oleh non-muslim. ? Walaupun NU punya ? MIS, tapi masih perlu dikembangkan.

Abdul Sani merasa beruntung Muktamar ke-33 NU ini diselenggarakan pada empat pesantren di Jombang. Ada pula hikmah. Dari empat pesantren tersebut, kami bisa menjadikan perbandingan dalam pengembangan lembaga pendidikan NU di daerah. "Selama ini pendistribuan anggaran pendidikan terfokus di Jawa, sehingga di luar Jawa masih tertinggal. Untuk itu, kami berharap PBNU mengalokasikan anggaran mempercepat pengembangan lembaga pendidikan NU di luar Jawa," kata Abdul Sani.

Fatayat NU: Pengkaderan Penting

Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muzaenah Zain mengungkapkan, kaderisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama harus jadi program penting. Pengkaderan yang sudah dilakukan PBNU harus dilanjutkan secara terstruktur dan sistematik. Meski badan otonom (banom) di lingkungan PBNU ada yang ? berbeda, tetapi payungnya tetap PBNU.

"Pengkaderan ini semakin penting dengan adanya penyimpangan paham keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun perlu diwaspadai, program ke depan tidak hanya ucapan saja. Perlu koordinasi yang dibangun PBNU dengan banom. Koordinasi yang baik tidak hanya terjadi ditingkat pusat, tapi juga di tingkat wilayah dan cabang," tutur Muzaenah Zain.

PBNU punya jaringan yang luas, baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu perlu mapping, bagaimana melihat program. Kerjasama internal penting ketika PBNU melakukan ? MoU. “Misalnya MoU Fatayat NU kerjasama dengan Kemendikbud, tapi harus dinaungi oleh PBNU. Artinya MoU PBNU dengan lembaga lain yang terkait dengan perempuan, ya melibatkan Fatayat,” katanya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Makam Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Shautus Salam, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

Shautus Salam

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Cerita, Ahlussunnah Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Brebes, Shautus Salam. Kantor Kementrian Agama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai 1 Oktober 2013 memulai uji coba Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap (PHT Satap). Pelayanan diujicobakan seiring selesainya pembangunan kantor PHT Satap di komplek kantor Kemenag.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Brebes H Moh Aqso mengatakan, kantor PHT Satap bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan haji dan umrah bagi warga Kabupaten Brebes “Membludaknya peminat haji di Kabupaten Brebes perlu diimbangi dengan pelayanan yang optimal,” katanya di kantor tersebut, Kamis (3/10).

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Aqso menerangkan, pelayanan yang diberikan meliputi tabungan haji, pembayaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), layanan perolehan porsi haji oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), pelayanan pemeriksaan kesehatan haji atau surat keterangan sehat oleh dokter, pemotretan, pencetakan dan penggandaan foto haji. 

Shautus Salam

Sebelumnya, kata Aqso, calon jamaah haji harus melakukan proses pendaftaran saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, calon haji harus bolak-balik antara Bank Penerima Setoran BPIH, Puskesmas dan Kantor Kementerian Agama. 

Shautus Salam

Ia menambahkan, terlebih dengan wilayah Kabupaten Brebes yang sangat luas, calon jamaah haji membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar saat harus bolak-balik dalam melakukan proses pendaftaran haji.  “Dengan pelayanan satu atap, dapat memutus mata rantai yang panjang tersebut,” ujarnya. 

Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menambahkan, kantor pelayanan satu atap dibangun atas prakarsa calon jamaah haji melalui Tim 7 yang merupakan representasi dari calon jamaah haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M.

Gedung yang dibangun di atas tanah  milik Kantor Kemenag seluas lebih kurang 64 meter persegi dengan anggaran Rp 144 juta. 

Imam menambahkan, jumlah pendaftar jamaah Calon Haji Kabupaten Brebes terus berdatangan. Hingga 3 Oktober, berdasarkan data sistem komunikasi haji terpadu (Siskohat) sudah masuk ke porsi pemberangkatan dengan masa tunggu hingga tahun 2026. “Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan satu atap, diharapkan akan tercipta pelayanan yang optimal, mudah, cepat, aman dan nyaman,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Cerita, Makam Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah

Garut, Shautus Salam. Pengasuh pesantren Al- Munwwarah Ciloa-Limbangan Garut, KH R Agus Muhammad Soleh dalam wejangannya di depan ratusan para alumi sebelum melaksanakan tawasul di makam Alm. KH Ahmad Jauhari meminta agar mereka tidak meninggalkan tradisi ziarah.

Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Diminta Jangan Tinggalkan Ziarah

Ia menegaskan pelaksanaan ziarah bukan perkara yang baru dalam Islam. Ini sesuai dengan tradisi yang dijalankan oleh Rasulullah saw, sepérti diungkapkan dalam riwayat hadits bahwa Rasulullah setiap tahun menziarahi makam para suhada Uhud dan suhada perang Badar.

Tidak hanya itu, tutur Muhammad Soleh yang juga ketua NU Kabupaten Garut, tradisi ziarah ? juga dilanjutkan oleh para shahabat seperti Abu Bakar ash-Shiddiq,Umar bin Khattab juga Sayyidah Fatimah az-Zahra.

Shautus Salam

"Untuk itu para alumni dan jamaah ziarah yang hadir, jangan pernah ragu untuk berziarah mengunjungi makam para auliya, ulama, kiai dan salafushsholih sebagai wujud mahabbah kepada para kekasih Allah swt," ungkapnya dirangkain acara haul Pesantren Al- Munawwarah Ciloa Selasa (5/3/2013).

Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH Deden Abdul Hakim dalam ceramahnya yang merupakan rangkaian haul para pendiri Pesantren Ciloa dan Temu Alumi dihadapan ? para alumi dan ibu-ibu Muslimat menegaskan bahwa pendidikan di pesantren merupakan pendidikan yang bakalan mampu menyelesaikan persoalan bangsa.?

Shautus Salam

"Problem pendidikan dan penguatan generasi bangsa ? hanya bisa diselesaikan di pesantren," paparnya.

Ia juga menganalogikan seperti halnya pohon Kawung dimana setiap elemennya mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Untuk itu, seharusnya pesantren menjadi pendidikan ? alternatif guna menyelesaikan problematika bangsa, sebab bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang memiliki wawasan yang tinggi dengan diimbangi kesolehan diri.

Maka dari pada itu, pendidikan pesantren tempo dulu yang mampu melahirkan ulama-ulama besar harus kembali dibangkitkan.

"Pendidikan pesantren tempo dulu yang melahirkan ulama-ulama besar, harus diselenggarakan kembali, karena dengan itu lah solusi untuk bangsa kita saat ini," paparnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Yogyakarta, Shautus Salam. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta kedatangan tamu dari negeri Jiran, Sabtu (20/9). Adalah Pertubuhan Pendidik Muamalah Malaysia atau MMEA (Malaysian Muamalah Educators Associations) yang bertandang di kantor PWNU DIY di Jalan MT Haryono 40-42, Yogyakarta.

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Azrul Azlan, salah satu anggota MMEA mengungkapkan, MMEA baru saja didirikan setahun lebih oleh pemerintah Negeri Sembilan, Malaysia.  

“Salah satu tujuan kami main ke sini adalah untuk silaturahim, kerana kita masih serumpun. Agar mengenal satu sama lain. Selain itu, kami juga ingin belajar kepada organisasi-organisasi Islam di Indonesia seperti NU yang merupakan organisasi Islam yang hebat di Indonesia,” ujar Azrul yang tercatat sebagai penasihat syariat di salah satu bank Islam di Malaysia.

Shautus Salam

Azrul Azlan juga mengungkapkan bahwa lembaga dakwah yang baru saja didirikan tersebut bertujuan sebagai jembatan atau penghubung antara orang yang berilmu masyarakat yang ingin belajar.

Sementara itu, Wakil Ketua Lesbumi NU DIY Kiai Jadul Maula mengungkapkan kegembiraannya karena mendapat kunjungan dari Malaysia. “Semoga acara silaturahim ini tidak hanya sebatas silaturahim saja. Tetapi ada tindak lanjutnya, bisa berbentuk kerja sama dalam hal apa-pun,” ujar Kiai Jadul di hadapan para tamu dari MMEA dan Pengurus PWNU DIY.

Shautus Salam

Dalam kesempatan tersebut, terjadi diskusi antara MMEA dan para pengurus PWNU DIY. MMEA banyak bertanya tentang bagaimana cara NU berdakwah di Indonesia, bagaimana metode Wali Songo dalam menyebarkan Islam dengan damai, dan sebagainya. (Nur Rokhim/Mahbib)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Lomba, News Shautus Salam

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

Sragen, Shautus Salam. Ribuan jamaah hadir dalam pengajian Isra’ Mi’raj dan hari jadi Kabupaten Sragen ke-286 di Pendapa rumah dinas bupati, Jum’at (23/5). Dalam kesempatan tersebut mereka mendengarkan ceramah dari budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Cak Nun yang hadir bersama kelompok Kiai Kanjeng, dalam kesempatan itu menyinggung tentang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) mendatang. mengingatkan kepada para jamaah untuk tetap menjaga kerukunan serta mewaspadai berbagai gerakan yang hendak memecah belah umat.

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

“Pokoke seng garai gak rukun siji karo sijine (pokonya yang menyebabkan tidak rukun satu dengan lainnya) mesti tidak baik. Hal itu biasanya diawali dari rasa dengki,” tutur Cak Nun.

Shautus Salam

Ia berpesan agar masyarakat tetap menjalankan rutinitas dan aktivitas tanpa terpengaruh hiruk-pikuk dan manuver politik yang terjadi di tingkat nasional.

Shautus Salam

Selain pilpres, Cak Nun juga mengungkapkan berbagai masalah pemahaman keagamaan di Indonesia yang menurutnya, cenderung semakin rumit, kaku dan intoleran. Ia mencontohkan, adanya sebagian kaum yang menginginkan Arabisasi terhadap umat Islam di Indonesia.

“Jangan samakan Islam dengan Arab. Ingat Islam itu beda dengan Arab,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan, Cerita Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim

Surabaya, Shautus Salam. Setelah keputusan deadlock 14 kali 24 jam, akhirnya Konferensi Wiayah (Konferwil) XIX Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jatim kembali dilangsungkan, Ahad (18/12). Bertempat di Aula Kertoharjo Gedung Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Nurul Hidayati kader IPPNU asal Bangil terpilih untuk menjadi nakoda organisasi tersebut selanjutnya.

Sebelumnya, Konferwil XIX IPPNU Jatim ? diselenggarakan di Gedung SMPN 1 Sidoarjo mulai tanggal 2-4 Desember. Dalam forum ini, muncul dua nama kandidat ketua PW IPPNU Jatim yaitu Amidatus Sholihat dan Nurul Hidayati. Masing-masing mendapatkan 16 suara sampai lima kali putaran pemungutan suara.

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil Alot, Nurul Hidayati Akhirnya Terpilih Pimpin IPPNU Jatim

Pada sidang lanjutan ini, pimpinan sidang yang ditugaskan dari Pimpinan Pusat (PP) IPPNU tidak sama dengan sebelumnya. Kali ini sidang dipimpin oleh Herawati dan sebagai sekretarisnya Zaimah.

Di awal forum peserta sidang sempat menolak adanya pergantian pimpinan sidang yang ditugaskan. Terjadi pro-kontra antara peserta yang hadir di forum yang akhirnya bisa diselesaikan oleh pimpinan sidang, sebab mereka memiliki Surat Tugas.

"Pada Konferwil lanjutan ini juga hadir PWNU yang diwakili KH Sholeh Hayat. Hal ini tidak lain untuk menjadi penengah dan pengayom sebab mempelajari sidang sebelumnya yang diputuskan deadlock," terang Ida Fitriani, ketua Steering Commitee.

Shautus Salam

Benar saja, terjadi silang pendapat kembali di kalangan peserta Konferwil saat mulai membahas status aktif pimpinan cabang. Karena adanya perbedaan asumsi masa aktif antara pimpinan sidang sekarang dengan yang memimpin sebelumnya.

"Pimpinan ? Pusat yang hadir sekarang lebih saklek pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT). Dimana didalamnya tidak ada yang menyebutkan masa tenggang 3 bulan dari tanggal akhir jabatan yang tertulis di Surat Pengesahan (SP)," jelas Ida.

Ida yang pada forum di Sidoarjo memimpin sidang tata tertib juga mengingatkan kembali kepada peserta tentang keputusan yang dibuat sebelumnya. Yang mana pada sidang tata tertib telah disepakati tidak adanya masa tenggang tiga bulan dari SP. Dan keputusan inilah yang tidak diindahkan pimpinan sidang yang pertama.

Shautus Salam

Dengan pimpinan sidang baru yang saklek PDPRT ini akhirnya tiga cabang yaitu Situbondo, Jember dan Pacitan tidak lagi memiliki hak suara. Dalam SP tertulis masa aktif PC IPPNU Situbondo adalah sampai tanggal 10 Oktober 2016, Jember sampai 28 September 2016 dan Pacitan sampai 9 November 2016. Dari sini beberapa PC mulai mengajukan protes.

Forum kembali ricuh sampai akhirnya KH Sholeh Hayat perwakilan PWNU memberikan solusi. Solusi yang diberikan yaitu peserta sidang tetap sebagaimana forum sebelumnya di Sidoarjo.

Terang solusi PWNU ini dianggap mencederai PDPRT yang ada. Forum pun akhirnya ricuh kembali sampai kemudian KH Sholeh Hayat mencabut apa yang disampaikannya dan memohon maaf kepada forum. Tidak sampai disitu saja KH Sholeh Hayat juga menutup forum tersebut.

"Pimpinan Pusat mendapatkan perintah dari Jakarta untuk pulang. Hasil Konferwil kali ini adalah apa yang ada di depan mata kalian sekarang. Maka saya nyatakan Konferwil ditutup," jelas Kiai Sholeh.

Beberapa peserta tidak terima dengan ditututpnya forum. Mereka memohon agar forum tetap dilanjutkan. Bahkan hampir setengah jam beberapa peserta ini tidak mengizinkan KH Sholeh Hayat keluar ruangan.

"Mereka memblokade pintu masuk ruangan, dan terus memohon kepada Kiai untuk melanjutkan sidang. Beberapa peserta lain tampak berurai air mata melihat Kiai diperlakukan demikian itu," ungkap Isnaini kader IPPNU Jombang yang saat kejadian masih di dalam ruangan.

Sidang pun akhirnya dilanjutkan kembali dengan Zaimah yang sebelumnya adalah sekretaris sidang beralih menjadi pimpinan sidang. Sedangkan Herawati menjadi sekretarisnya.

"Peralihan ini dilakukan sebab Mbak Herawati tidak bisa mengatasi segala kericuhan yang terjadi," terang Iffatul Wahidah ketua PC IPPNU Ponorogo yang juga menjadi peserta.

Keberadaan PC IPPNU Nganjuk sebagai peserta dalam sidang ini juga dipermasalahkan. Sebab menurut beberapa peserta PC tersebut sudah melaksanakan Konfercab pada hari yang sama dengan Konferwil. Dan pada saat itu pula sudah menyatakan demisioner, meskipun ketuanya ada di lokasi Konferwil.

"Domisioner itu tidak sah karena PCNU tidak diberi mandat untuk mendemisionerkan PC IPPNU. Justru PCNU nganjuk meminta panitia Konfercab untuk segera mengirimkan surat ke pusat, karena yang punya wewenang itu adalah pusat," terang Arum Ketua PC IPPNU Nganjuk.

Masih menurut Arum, Konfercab tersebut juga tidak melibatkan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah yang secara organisasi memiliki tingkat di atas Pimpinan Cabang. Dan pengurus yang menyatakan demisioner hanyalah 4 orang saja.

"Tentang demisioner itu, saya sebagai ketua juga tidak pernah memandatkan kepada siapapun untuk melakukannya. Masa khidmat PC Nganjuk pun tertulis di SP sampat tanggal 1 Maret 2017," terang Arum. Oleh sebab itu PC Nganjuk akhirnya tetap dibolehkan menjadi peserta dengan hak suara.

Meskipun protes yang disampaikan peserta tak juga berhenti Pimpinan Sidang tetap melanjutkan forum dengan saklek berpatokan pada PDPRT. Dengan begitu hanya ada 29 Cabang saja yang memiliki hak suara.

Masuk tahap pemilihan suara, hasilnya adalah tetap 16 suara untuk Nurul Hidayati, dan 13 Suara untuk Amidatus Sholihat. Maka selanjutnya Nurul Hidayati mendapatkan mandat untuk menahkodai PW IPPNU Jawa Timur selama satu periode ke depan atau tiga tahun. (Nafisatul Husniah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

Bali, Shautus Salam - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan pendirian perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Bali.

Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz ditemui di sela-sela Munas-Konbes NU 2017 di Lombok mengatakan, bahwa tim yang sudah bekerja delapan bulan ini, sedangkan terus menyusun persyaratan adminstrasi yang dibutuhkan Kementrian Dikti.

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

"Setidaknya sudah kami penuhi delapan persen persyaratan administrasi. Kami sangat intens berkomunikasi dengan PBNU," jelasnya.

H Aziz sangat optimis bahwa nantinya jika perguruan tinggi NU yang menurut rencana didirikan di Denpasar ini akan menjadi pilihan utama bagi lulusan sekolah-sekolah menengah.

Shautus Salam

"Tentunya ini menjadi peluang bagi kami, bahwa ini bisa berjalan dengan baik jika dikelola dengan profesional," tegasnya.

H Aziz mengakui, kendala utamanya adalah menyiapkan SDM pengajarnya karena persyaratan untuk menjalankan perguruan tinggi sekarang ini cukup ketat. Salah satunya harus ada enam dosen tetap yang linier di setiap prodi.

Shautus Salam

"Ini yang akan kita carikan solusi karena memang selama ini masalah SDM adalah masalah utama," terangnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Cerita, Nusantara Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Jakarta, Shautus Salam. Ketika penjajah Jepang menguasai Indonesia, para kiai melawan dengan berbagai cara. Salah satu kiai tersebut adalah Pengasuh Pesantren Situbondo, KHR. Asad Syamsul Arifin. Sebelum menggelorakan perang melawan Jepang, Kiai Asad membaca Ratibul Haddad sejak tengah malam hingga subuh.

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Hal tersebut diceritakan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyampaikan ceramah agama pada peringatan Haul Majemuk pendiri dan pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, yang digelar di Pesantren Al-Wathaniyah 43 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (17/9) siang. 

"Suatu ketika, Mbah Asad memasuki wilayah Jember. Sepanjang malam, beliau komat-kamit. Hingga penduduk setempat tanya, gerangan apakah yang dilafalkan beliau. Lalu, beliau cerita kalau sedang mewiridkan Ratibul Haddad," ujar Kiai Azaim.

Menjelang subuh, lanjut Kiai Azaim, wiridan Kiai Asad baru selesai. Konon, wirid tersebut diijazahkan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan yang juga guru Hadratussyekh Hasyim Asyari Jombang. "Jadi, karomah wirid ini sungguh luar biasa. Jepang lari tunggang langgang menghadapi pasukan Mbah Asad," tutur santri lulusan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini.

Sejak saat itu, tambahnya, Kiai Asad terus membaca Ratibul Haddad ketika menghadapi persoalan genting. "Wiridan ini oleh beliau kemudian diijazahkan kepada para santri Pesantren Sukorejo," jelas putra pasangan KH Dhofier Munawar dan Nyai Hj Zainiyah Asad ini.

Shautus Salam

Menurut Ra Azaim, sapaan akrabnya, wirid Ratibul Haddad memiliki banyak keutamaan. Suatu ketika, di jazirah Arab ada seseorang yang sedang dikejar perampok Badui. Kemudian, ia membuat garis di tanah sembari merapal Ratibul Haddad.

Shautus Salam

"Sungguh aneh tapi nyata, para perampok itu tidak melihatnya padahal dilewati beberapa kali," ungkapnya.

Cucu Kiai Asad ini berpesan, agar alumni dan para santri untuk melanggengkan wirid Ratibul Haddad. "Agar istiqomah membaca wirid ini. Selain telah menjadi tradisi sejak di pesantren, Insyaallah banyak manfaat dan berkahnya," pungkas Ra Azaim. (Cha Sholehah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Pesantren Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara

Jombang, Shautus Salam - Ketua Rombongan Tim Ekspedisi Islam Nusantara Imam Pituduh mengungkapkan beberapa pemicu Islam Nusantara harus disebarluaskan di belahan dunia. Setidaknya ada tiga darurat kenapa Islam Nusantara harus diketahui sejumlah kalangan, khususnya bangsa Indonesia sendiri.

"Darurat radikalisme, darurat terorisme, dan darurat narkoba. Tiga hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia," katanya saat memberikan sambutan di Pendopo Jombang, Selasa (19/4).

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara

Ia menjelaskan, tak sedikit masyarakat Indonesia yang turut mengembangkan radikalisme, juga terorisme di negara-negara luar. Bahkan mereka sedang menyeting dan menargetkan tahun 2017, Indonesia harus menjadi negara radikal.

Shautus Salam

"Kurang lebih 140 warga Indonesia berlatih tentang gerakan radikal di Suriah, dan kini sudah kembali ke Indonesia. Sekitar 200 warga Indonesia tertangkap di Turki yang sedang berlatih gerakan radikal," ujarnya.

Hal demikian menjadi tantangan serius bagi masyarakat luas tatkala mereka sedang mengembangkan gerakan-gerakannya. "Gerakan mereka harus kita halau dan seting mereka harus dihentikan," katanya.

Shautus Salam

Padahal, Islam yang diajarkan oleh Nabi SAW hingga Wali Songo sampai pendiri NU sama sekali tidak berindikasi pada kekerasan. "Maka dari itu kita keliling sejak bulan lalu ingin meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap Islam itu sendiri," kata Imam.

Warga nahdliyin dengan menyajikan model Islam Nusantara harus bisa memosisikan di tengah-tengah antara paham radikal dan fundamental.

"Islam Nusantra bukan hal baru. Islam Nusantara sebagai dedikasi umat Islam pada ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran nabi, model Islam yang diterapkan nabi yaitu merangkul sesama, menerapkan sikap toleransi dan menjaga perdamaian," ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, suatu budaya, nilai kesejarahan dan pemahaman atau ajaran yang dilakukan oleh para ulama harus dikumpulkan menjadi satu dokumen agar mudah memahami Islam. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan

Jepara, Shautus Salam

Pimpinan Cabang Muslimat NU Jepara masa khidmah kepengurusan 2015-2020 akan fokus pada tiga hal yakni kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan

Hal ini disebutkan Ketua PC Muslimat NU Jepara Hj Noor Ainy di sela-sela kegiatan Gebyar Anak dan Guru PAUD yang dihelat Muslimat setempat di Gedung NU Jepara, Sabtu (19/03) siang.

Dalam bidang kesehatan, sebut dia, Muslimat NU Jepara saat ini memaksimalkan keberadaan Klinik Masyitoh yang berada di Gedung NU Jepara. Untuk hal pendidikan, melalui Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM), Muslimat NU Jepara akan menjaga kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan yang dinaunginya, mulai dari kelompok belajar (KB), taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pendidikan anak usia dini (PAUD), hinga raudlatul athfal (RA).

Shautus Salam

Sedangkan untuk sosial kemasyarakatan, Muslimat NU sedang membangun Lembaga Kesejahteraan Anak Asuh Darul Hadlonah yang lokasinya juga di Gedung NU Jepara. “Kami merencanakan setelah lebaran mendatang anak-anak yatim sudah bisa menempati panti ini,” papar Ainy.

Shautus Salam

Klinik Masyitoh tujuannya untuk melayani kesehatan warga. Darul Hadlonah untuk menyayomi anak yatim. Sementara itu, pendidikan yang tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa pihaknya mempunyai mimpi agar kelak memiliki gedung pendidikan tersendiri.

Agar tiga garapan ini berjalan dengan maksimal, pihaknya menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Klinik Masyitoh bekerja sama dengan DKK dan BP2KB. Unsur pendidikan dengan Dikpora dan Kemenag serta Lembaga Kesejahteraan Anak Asuh dengan Dinsos.

Ia mengatakan, tanpa turut serta dari pemerintah garapan-garapan Muslimat mustahil berjalan dengan mulus. Noor Ainy berharap pemerintah berkenan memberikan sumbangsih material dan moral untuk program-program Muslimat ini.

Kekompakan Muslimat NU dari tingkat Ranting, Anak Cabang hingga Cabang, tegas sarjana agama ini, merupakan kekuatan Muslimat untuk terus berkhidmah kepada bangsa dan negara.

“Kami banyak kendala, mas, karena ibu-ibu sibuk mengurusi rumah tangga sehingga susah untuk mengatur waktu untuk berorganisasi. Tetapi dengan komitmen yang ada, bisa teratasi,” terang ibu yang tinggal di Mantingan RT.04 RW.01 Tahunan, Jepara.

Kegiatan Muslimat NU Jepara juga selalu mendapat dukungan dari PCNU setempat di bawah kepemimpinan KH Hayatun Abdullah Hadziq (Ketua PCNU) dan KH Ubaidillah Nur Umar (Rais Syuriyah).

Jika kucuran dana pemerintah seret, kata Ainy, para anggota akan iuran Rp1000-Rp10.000 untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan yang dijalankan Muslimat NU Cabang Jepara. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, Lomba, Cerita Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri beserta puluhan Menteri Kabinet Indonesia Hebat akan menghadiri acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Islamic Center, Rabu siang, 23 November 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Daerah Munas Konbes NU 2017, H Marinah Hardi di Aula PW NTB dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (16/11).

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Lebih jauh ia mengatakan besar kemungkinan Presiden Jokowi dan rombongan akan bermalam di Mataram, mengingat rangkaian jadwal dan acara Munas dan Konbes NU dimulai sebelum pembukaan seperti pawai taaruf yang akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 yang melibatkan 15 ribu jamaah dan santri NU . 

Selanjutnya Marinah memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Mataram yaitu Pasar Rakyat, Lomba Hadrah dan  khitanan massal yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU dan Alfamart.

"Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung tanggal 21 hingga 24 November 2017 di lapangan Karang Genteng, Pagutan, Mataram dan Pesantren Darul Hikmah," kata Marinah. 

Shautus Salam

Marinah Hardi menambahkan, khitanan massal akan diikuti sedikitnya 50 anak yang masing-masing anak akan mendapat hadiah sepeda sumbangan dari Alfamart.

"Acara ini tujuannya untuk menghidupkan tradisi lama tentang nilai luhur khitanan massal di kalangan masyarakat," kata Marinah Hardi yang didampingi Ketua Panitia Daerah Lalu Winengan . 

Selain itu Marinah juga mengatakan rangkaian acara Pra-Munas dan Konbes NU juga diadakan sosialisasi Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada tanggal 22 November 2017 di Pesantreb Bagu Lombok Tengah. 

Shautus Salam

Koordinator kegiatan, M Husni Abidin menyampaikan untuk  kegiatan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Provinsi NTB akan menjual sembako murah untuk masyarakat sekitar agar bisa menikmati suasana Munas dan Konbes NU.

"Acara ini akan dibuka oleh Walikota Mataram langsung," ujar Husni sembari menunjukkan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Mataram .

Sementara itu Ketua PW Lakpesdam NU NTB, M. Akbar Jadi (Viken Madrid) dan Koordinator Riset dan Kajian PW Lakpesdam NU NTB, Habibul Umam Taqiuddin mengatakan untuk memeriahkan dan menyukseskan Munas dan Konbes NU di Mataram, pihaknya akan menggelar bedah buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH. M. Saleh Hambali (TGH Bengkel).

TGH Bengkel yang hidup antara 1896-1968 yang telah menghasilkan 9 kitab karya diantaranya Talim al shinta bi Ghayat al-Bayan (1354 H), Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Bintang Perniagaan (fiqih) pada 1376 H dan Wasiat Al Musthafa. 

Menurut Habibul Umam Taqiuddin maksud dan tujuan diadakan bedah buku ini untuk mengingatkan generasi muda dan pengurus NU tentang sejarah para kiai dan ulama.

"Menggali intisari dari pemikiran buah karya TGH Saleh Hambali untuk direlevansi dengan kondisi kekinian," ujar Viken Madrid sembari mengatakan acara bedah buku ini akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 jam 09.00 WITA di Aula PWNU NTB. Sejumlah pembicara akan hadir diantaranya Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi, H Muttawali, Ari Fadli, Fairuzzabadi, Akhdiansyah, TGH Sohimun Faisal, TGH Achmad Taqiuddin, TGH Khalisusabri.

Koordinator seksi Transportasi, Agus Mulyadi menegaskan untuk memperlancar antar-jemput peserta Munas dan Konbes NU , pihaknya sudah menyiapkan 92 kendaraan dari berbagai tipe dan jenis seperti minibus, bus , SUV.

"Semua kendaraan sudah ready untuk dipergunakan oleh peserta Munas dan Konbes beserta sopirnya selama kegiatan berlangsung," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, PonPes, Cerita Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

Menikah dengan Nama Baru, Sahkan Bercerai dengan Nama Lama?

Assalamu’alaikum wr. Wb. Seseorang perempuan menikah dengan nama baru (pemberian kiai) dan di akta nikahnya tertulis sesuai dengan nama aslinya. Kemudian terjadi perceraian, di Pengadilan Agama digunakan nama sesuai dengan akta nikah tersebut. Sahkah perceraian tersebut, karna nama yang berbeda waktu akad nikahnya...terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Tabrani - Kuala Tungkal)

?

---

Menikah dengan Nama Baru, Sahkan Bercerai dengan Nama Lama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikah dengan Nama Baru, Sahkan Bercerai dengan Nama Lama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikah dengan Nama Baru, Sahkan Bercerai dengan Nama Lama?

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Dalam sebuah kehidupan rumah tangga perceraian merupakan hal yang sangat tidak diinginkan. Tetapi memang akhir-akhir sepengetahuan kami tingkat perceraian pasangan suami-isteri sangat tinggi. Padahal kita juga semua sudah mengetahui bahwa perceraian meskipun halal tetapi merupakan hal yang Allah swt tidak sukai.

? ? ? ? ?. “Perkara halal yang paling dibenci Allah swt adalah cerai” (H.R. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Shautus Salam

Sedangkan mengenai seseorang perempuan menikah dengan nama baru (pemberian kiai) dan di akta nikahnya tertulis sesuai dengan nama aslinya. Kemudian terjadi perceraian, di Pengadilan Agama digunakan nama sesuai dengan akta nikah tersebut, maka hemat kami merupakan kasus yang menarik. Sebab, biasanya yang kami temui adalah perceraian tetapi dengan menggunakan nama yang tidak tertera di KTP atau dalam akta nikah.

Hal yang harus dipahami dalam kasus perceraian ini adalah bahwa saat menikah dengan menggunakan nama baru pemberian sang kyai itu sebenarnya adalah nama lain dari nama yang sudah ada. Dengan kata lain, namanya lebih dari satu, tetapi individunya (musamma) adalah sama.

Shautus Salam

Dalam pandangan kami, perceraian tersebut tetap sah, meskipun dengan nama yang tidak tersebut pada saat akad nikah. Sebab, yang menjadi acuan dalam hal ini adalah bukan namanya, tetapi yang diberi nama atau individunya. Nama boleh saja berbeda, tetapi orangnya tetap sama. Karena itu acuannya adalah orangnya (al-musamma), bukan nama itu sendiri.

? ? ? ? ?

“Yang menjadi acuan pokok adalah yang disemati (al-musamma), bukan nama (al-ism) itu sendiri” (Lihat, Ali bin Sulthan Muhammad al-Qari, Mirqat al-Mafatih Syarhu Misykah al-Mashabih, juz, 13, h. 66)

Demikian jawaban singkat ini yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan lakukan perceraian kecuali memang sudah tidak ada jalan lain. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Sabtu, 16 Desember 2017

Bahas Putusan MK, Investasi Dana Haji, Izin Minimarket, Mbah Moen: Jangan Jatuhkan Pemerintah

Mataram, Shautus Salam - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) memberikan arahan kepada peserta bahtsul masail ad-diniyah al-waqi‘iyah Munas-Konbes NU 2017 untuk merumuskan secara bijak hasil bahtsul masail. Ia berpesan agar putusan musyawarah tidak berhadap-hadapan dengan kebijakan pemerintah yang bersifat mengikat.

Demikian disampaikan Mbah Moen pada forum bahtsul masail ad-diniyah al-waqi‘iyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU 2017 di Pesantren Darul Falah, Mataram, Jumat (24/11) pagi.

Bahas Putusan MK, Investasi Dana Haji, Izin Minimarket, Mbah Moen: Jangan Jatuhkan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas Putusan MK, Investasi Dana Haji, Izin Minimarket, Mbah Moen: Jangan Jatuhkan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas Putusan MK, Investasi Dana Haji, Izin Minimarket, Mbah Moen: Jangan Jatuhkan Pemerintah

“Saya minta jangan melawan hukum pemerintah. Tetapi kita hanya menjelaskan bahwa hukum Islam yang sebenarnya adalah begini. Jangan jatuhkan pemerintah,” kata Mbah Moen memberikan wejangannya sebelum musyawarah bahtsul masail ad-diniyah al-waqi‘iyah.

Sebagaimana diketahui, forum bahtsul masail ad-diniyah al-waqi‘iyah Munas NU 2017 ini membahas dari sudut pandang hukum syariat investasi dana haji untuk infrastruktur, status dan hak anak lahir di luar nikah, dan pemberian izin oleh pemerintah untuk perusahaan minimarket.

Shautus Salam

“Putusan kita jangan melawan pemerintah. Saya minta jawaban yang luwes. Bangsa kita ini adalah bangsa yang ditolong Allah,” kata Mbah Moen yang kerap mengulang pesannya di hadapan sedikitnya seratus peserta bahtsul masail waqi’iyah NU.

Shautus Salam

Menurutnya, NU harus menjaga hubungan baik dengan pemerintah. Kalau menyampaikan aspirasi, hendaklah dengan tenang.

“Apalagi NU. Ini sudah jelas. Saya khawatir kalau NU buruk hubungan dengan pemerintah, maka ke depannya Indonesia menjadi buruk. Tetapi kalau menciptakan kondusif untuk Indonesia, maka dari membenahi Indonesia, NU dapat memperbaiki dunia,” kata Mbah Moen. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Jadwal Kajian Shautus Salam

Selasa, 05 Desember 2017

Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi

Assalamu’alaikum wr. Wb. Ustadz, saya mau tanya, beberapa hewan langka dilindungi oleh Pemerintah, seperti rusa. (1) Bolehkan kita diam-diam memburu hewan yang dilindungi tersebut untuk dimakan? Tentunya dalam hal ini hewan yang secara zat halal, bukan seperti babi yang sduah jelas haram. (2) Kemudian bagaimana bila kita diberi semur rusa oleh tetangga yang kita tidak tahu asal usul rusa tersebut halalkah dimakan? Terimakasih. (Ega Prasetya Noor)

?

Wa’alaikum salam wr. wb.

Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Perburuan binatang yang dilindungi negara sudah di atur. Di antaranya dalam Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah bahwa memburu dan memakannya merupakan dua hal yang berbeda. Jika kedua hal ini berbeda maka memiliki konsekwensi hukum yang berbeda pula.

Hewan termasuk makhluk hidup yang juga memiliki hak hidup dan harus dilindungi. Bahkan ? Apalagi hewan yang hampir mengalami kepunahan. Dalam ayat-ayat yang terkait dengan soal hewan Allah swt mengajak kepada manusia untuk merenungkan keindahan dan keagungan ciptaan-Nya. Dan pada saat bersamaam Allah swt juga mengajak mereka untuk mengkaji dan mengambil pelajaran dari pelbagai macam perilaku binatang, seperti firman-Nya berikut ini:?

? ? ? ? ? ?. “Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan” (Q.S. Al-Ghasyiyah [88]: 17)

Shautus Salam

Pada prinsipnya melindungi hewan yang hampir punah itu untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan ekosistem. Artinya jika kita memburunya maka kita sedang terlibat dalam perusakan terhadap keseimbangan ekosistem. Sedangkan perusakan tersebut jelas dilarang. Di dalam al-Quran Allah swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan kepadamu (kebahagian) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan (di muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Q.S. al-Qashashash [28]: 77)

Larangan untuk melakukan kerusakan di muka bumi sebagaimana terdapat dalam ayat ini juga mencakup larangan untuk merusak keseimbangan ekosistem. Dari sini saja dapat dipahami bahwa memburu hewan yang dilindungi adalah tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan tujuan yang disyariatkan, yaitu merusak keseimbangan ekositem. Misalnya memburu kijang yang dilindungi karena hampir mengalami kepunahan.

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Adapun sesuatu yang bernyawa (hewan) maka wajib melindunginya apabila hendak dipunahkan sepankang ia tidak khawatir atas dirinya karena kemulian ruh, sehingga jika ada seseorang melihat orang lain memunahkan hewannya sendiri dengan cara yang diharamkan maka wajib baginya untuk mencegahnya” (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini, Mugni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 4, h. 195)

Namun bagaimana dengan memakan hewan yang dihalal namun dilindungi? Apakah larangan memburu itu juga mengandung larangan untuk mengkonsumsinya? Ternyata soal mengkonsuminya merupakan pengecualian. Sehingga memunahkan hewan yang halal dan lindungi tidak diperbolehkan kecuali untuk dikonsumsi. Hal sebagaimana yang kami pahami pernyataan dalam kitab Mughni al-Muhtaj sebagai berikut ini;

? ? ? - ? ? ? ? ? ? ?

“Dan haram memunahkan hewan yang dimuliakan karena adanya larangan untuk menyembelih hewan kecuali untuk dikonsumsi” (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini, Mugni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 4, h. 227)

Sedang mengenai pertanyaan kedua hemat kami tidak perlu dijawab. Sebab, soal ketidaktahuan itu tidak memiliki konsekwensi hukum apa-apa. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Dan saran kami, sebaiknya kita jangan melakukan perburuan hewan yang dilindungi meskipun dengan tujuan untuk dikonsumsi. Sebab, perburuan tersebut dalam merusak keseimbangan ekosistem.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

?

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Khutbah, Cerita Shautus Salam

Selasa, 28 November 2017

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru

Lampung Tengah, Shautus Salam. Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Bandar Surabaya, Kebupaten Lampung Tengah, Lampung, memiliki gedung baru sebagai kantor dan sarana penunjang operasional kerja organisasi.

Gedung yang terletak di Desa Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, ini telah diresmikan dengan disaksikan kurang lebih 600-an warga NU se-Kecamatan Bandar Surabaya, pada akhir pekan lalu.

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru

Ketua PCNU Lampung Tengah Kiai A Jailani MS menyambut gembira adanya gedung baru MWCNU Bandar Surabaya. Menurutnya, ini memberi tanda bahwa panji-panji NU dan ruh NU hidup di seluruh pelosok-pelosok desa se-Lampung Tengah, mengingat kabupaten ini adalah yang paling luas di Provinsi Lampung, yaitu sebanyak 28 kecamatan dan Bandar Surabaya adalah kecamatan paling ujung timur Lampung Tengah.

Shautus Salam

“Harapan saya gedung kebanggaan warga nahdlyyin di kecamatan Bandar Surabaya ini adalah sebagai ruh dan gedung ini dapat dimaksimalkan sebaik-baiknya dan sebanyak mungkin oleh keluarga besar NU, baik Muslimat, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU dan lain-lain,” ujarnya saat peresmian, Ahad (11/10).

Di sela-sela peresmian gedung MWCNU Bandar Surabaya juga dilaksanakan pelantikan jajaran pengurus PAC GP Ansor Bandar Surabaya masa khidmat 2015-2018 yang diketuai sahabat Nur Kholis dengan sekretaris, Apriadi.

Shautus Salam

Joko Utomo, selaku aktivis muda NU Lampung Tengah yang juga mantan Sekretaris PC IPNU Lampung Tengah mengaku bangga sekaligus berharap gedung MWC NU ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif untuk mensyiarkan dakwah NU, sekaligus sebagai pusat penyebaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin bagi lingkungan masyarakat se kecamatan Bandar Surabaya khususnya dan kabupaten Lampung Tengah pada umumnya.

Hadir dalam peresmian gedung MWC NU Bandar Surabaya antara lain; KH. Daroini Ali, S.H.I (Pengasuh Pesantren Sabilun Najah Seputih Raman), jajaran pengurus PCNU Lampung Tengah, jajaran pengurus MWCNU Bandar Surabaya, kiai-kiai pengasuh pesantren, kiai-kiai langgar/musholla, perangkat kecamatan, Polsek, perangkat kampung, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Banser, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah, Cerita, Quote Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja

Kairo, Shautus Salam. Dalam lawatannya ke Mesir, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyempatkan diri untuk bertemu dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir, Rabu (1/3).?

Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja

Kiai Said memberikan arahan kepada para pengurus NU Mesir di sebuah tempat santai dan terbuka yang hanya tersedia beberapa kursi saja. Diskusi singkat tersebut dilakukan sesaat setelah dirinya menemui Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad Thayyeb.

"Pertemuan saya dengan Grand Syekh intinya menekankan bahwa Mahasiswa Indonesia di Mesir harus tetap menjaga semangatnya dalam belajar dan tidak segan untuk senantiasa menjaga silaturahmi dengan Grand Syekh termasuk jika menemukan kesulitan," terang Kiai Said.

Kedua, lanjut Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, kader-kader NU harus tetap menjaga Ahlussunnah wal Jamaah di Kairo dan tetap menyebarkan syiar kalau sudah pulang dari Mesir.

Shautus Salam

“Terakhir pesan saya, jangan terpancing rayuan politik bila belum matang,” tandas kiai asal Cirebon ini.

Kiai Said diundang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Muktamar Al-Azhar dan Majelis Hukama dengan tema Kebebasan, Kebangsaan, Keberagaman dan Persatuan yang dihadiri para pemimpin Muslim se-dunia. (Red: Fathoni)?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Pahlawan, Quote Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Beirut, Shautus Salam

Parlemen Lebanon pada Rabu (13/7) gagal untuk ke-42 kali berturut-turut memilih presiden baru akibat kurangnya kuorum yang ditentukan oleh undang-undang dasar.

Ketua Parlemen Nabih Berri menyerukan sidang baru pada 8 Agustus.

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Lebanon tak memiliki presiden sejak masa jabatan Presiden Michel Suleiman berakhir pada 25 Mei 2014, dan perpecahan politik tajam menghalangi pemilihan presiden petahana.

"Keputusan politik yang menghalangi pemilihan seorang presiden masih ada dan sejarah akan menimpakan kesalahan pada mereka yang menghalangi pemungutan suara ini," kata anggota parlemen independen Boutros Harb kepada wartawan setelah sidang tanpa hasil tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Shautus Salam

Hanya 37 anggota parlemen yang datang ke gedung parlemen untuk mengikuti sidang itu, sementara dua pertiga dari 128 kursi di parlemen merupakan kuorum yang diperlukan.

Menurut Pakta Nasional, Presiden Lebanon harus beragama Kristen Maronit sedang ketua parlemen adalah penganut Syiah dan perdana menteri seorang Muslim Sunni.

Undang-undang dasar menetapkan jika tak ada presiden, kabinet bertugas memerintah negeri tersebut sampai seorang presiden terpilih.

Shautus Salam

Hizbullah, blok Perubahan dan Pembaruan Michel Aoun dan sebagian sekutu mereka telah memboikot sidang pemilihan presiden tersebut, dan menuntut kesepakatan lebih dulu mengenai seorang presiden.

Pemimpin Gerakan Al-Mustaqbal mantan anggota parlemen Saad Al-Hariri --yang dekat dengan Arab Saudi-- melancarkan satu gagasan pada penghujung 2015 untuk mencalonkan Ketua Gerakan Marada, anggota parlemen Suleiman Franjieh, untuk menjadi presiden.?

Tapi usulnya mendapat penentangan dari partai Kristen utama di negeri tersebut serta Hizbullah. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Cerita Shautus Salam

Senin, 13 November 2017

PBNU Resmikan Nusantara Command Center

Jakarta, Shautus Salam?

PBNU meresmikan Nusantara Command Center (NCC) di gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5). Peresmian dilakukan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini.?

Peresmian ditandai dengan dengan penandatanganan prasasti Nusantara Command Center di lantai delapan kemudian gunting pita di muka ruangan NCC di lantai lima.?

PBNU Resmikan Nusantara Command Center (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Resmikan Nusantara Command Center (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Resmikan Nusantara Command Center

NCC adalah buah kerja sama PBNU dengan PT XL Axiata Tbk dalam bidang digital. Salah satu fungsinya adalah alat komunikasi yang memungkinkan pengurus NU dari tingkat pusat dan daerah bisa berkomunikasi secara langsung secara bersamaan.

Di ruangan NCC, Kiai Said dan Rudiantara disaksikan Djarot dan awak media melakukan uji coba berkomunikasi langsung dengan beberapa pengurus NU yaitu Sumenep, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Juga dengan Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.?

Kiai Said mengajak semua pihak, bersama NU, untuk merapatkan barisan dalam membendung pihak-pihak yang melakukan upaya memecah-belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.?

Shautus Salam

“Kita mengajak siapa pun, di antaranya dengan XL didukung Kominfo untuk aktif, agresif membendung aliran keras yang tersebut YouTube, WatsApp,” katanya pada pidato pembukaan. ?

Menurut Kiai Said, dengan dilundurkannya NCC, NU mengajak semua pihak untuk melakukan dakwah dengan penuh hikmah melalui teknologi.

Hadir pada peremsian tersebut Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Hemly Faishal Zaini, Ketua PBNU H. Marsudi Syuhud, H. Aizuddin Abdurrahman, H. Robikin Emhas, ? Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh, dan pengurus PBNU yang lain. (Abdullah Alawi)

Shautus Salam





Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita Shautus Salam

Minggu, 05 November 2017

Mbah Ngis, Sudut Pandang, dan Kerendahan Hati

Dalam tradisi masyarakat Jawa, bagaimana seseorang memanggil orang lain sangat ditentukan oleh hubungan di antara mereka. Orang yang lebih muda atau lebih rendah memanggil orang yang lebih tua atau di atasnya harus dengan embel-embel tertentu seperti “Mbak”, “Mas”, “Paklik”, “Bulik”, “Pakde”, “Bude”, dan sebagainya.?

Sebaliknya orang yang lebih tua atau lebih tinggi, boleh memanggil orang yang lebih muda atau di bawahnya tanpa embel-embel apa pun sehingga cukup menyebut namanya saja. Namun, bagi Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (wafat 1994)—biasa dipanggil Mbah Ngis—tradisi ini bisa tidak berlaku karena Mbah Ngis biasa menggunakan sudut pandang lain sehingga memungkinkannya memanggil orang yang lebih muda atau di bawahnya dengan embel-embel di atas.

Mbah Ngis adalah adik dari Mbah Umar, Mbah Mustaqimah, Mbah Muslihah, Mbah Nidzom Mbah Jisam, dan sebagainya. Mbah Ngis biasa memanggil Mbah Mustaqimah dan Mbah Muslihah dengan embel-embel “Bude”; dan memanggil Mbah Umar dengan embel-embel “Pakde”. Demikian pula ketika memanggil Mbah Nidzom dan Mbah Jisam.?

Mbah Ngis, Sudut Pandang, dan Kerendahan Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Ngis, Sudut Pandang, dan Kerendahan Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Ngis, Sudut Pandang, dan Kerendahan Hati

Padahal Mbah Ngis seharusnya atau sewajarnya, memanggil beliau-beliau itu cukup dengan “Mbak” atau "Yu", “Mas” atau “Kang” karena Mbah Ngis adalah adik. Sudut pandang yang digunakan Mbah Ngis memanggil beliau-beliau dalam hal ini adalah sudut pandang anak-anak Mbah Ngis sehingga memungkinkannya memberikan penghormatan yang lebih tinggi sekaligus untuk “mbasakke” anak-anak sendiri.

Terhadap para keponakan dari putra-putri Mustaqimah, Mbah Muslihah, Mbah Nidzom, Mbah Jisam, dan sebagainya, ? Mbah Ngis selalu memanggil mereka “Mas” atau “Mbak”, padahal seharusnya atau sewajarnya Mbah Ngis memanggil mereka cukup dengan menyebut namanya saja karena bagaimanapun Mbah Ngis adalah bibi bagi mereka. Tetapi Mbah Ngis memilih menggunakan sudut pandang anak-anak sendiri bukan saja untuk “mbasakke” mereka tetapi lebih dari itu Mbah Ngis ingin memberikan penghormatan atau penghargaan yang lebih tinggi.?

Apalagi banyak dari keponakan-keponakan Mbah Ngis adalah orang-orang terpandang di komunitas masing-masing, seperti menjadi pengasuh pesantren atau pemuka agama di masyarakat. Tidak jarang bahasa yang digunakan Mbah Ngis untuk berbicara dengan para keponakan yang sudah berkeluarga adalah bahasa Jawa krama hinggil.

Shautus Salam

Demikian pula cara Mbah Ngis memanggil adiknya sendiri yang bernama Mbah Umi. Mbah Ngis selalu memanggil beliau “Lik Umi” atau “Bulik Umi”. Tentu saja sudut pandang yang digunakan Mbah Ngis adalah sudut anak-anak sendiri yang bukan saja untuk “mbasakke” mereka tetapi lebih dari itu memberikan penghargaan yang lebih tinggi.

Terhadap orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan, Mbah Ngis tetap berusaha memanggilnya dengan embel-embel tertentu. Misalnya, kepada para tetangga atau relasinya, Mbah Ngis memanggil mereka “Pak”, “Bu” atau “Mbok” bagi mereka yang sudah berkeluarga.?

Kepada yang masih muda dan belum keluarga, Mbah Ngis biasa memanggil mereka dengan embel-embel “Mas”, “Kang” atau “Mbak”. Bahkan kapada para santri di pondok yang masih remaja atau anak-anakpun, Mbah Ngis tidak jarang memanggil mereka “Mas”, atau “Mbak”.

Shautus Salam

Tidak hanya itu, kepada anak tertua Mbah Ngis selalu memanggilnya “Mbak” dan “Mas” untuk suaminya. Hal ini selain untuk “mbasakke” adik-adik dari anak-anak tertua tersebut juga untuk memberikan penghargaan yang lebih tinggi.

Singkatnya, Mbah Ngis selalu mencari celah bagaimana bisa menghormati atau menghargai orang lain dalam hal memanggil dengan cara menggunakan sudut pandang atau posisi yang lebih rendah dari posisinya sendiri. Mbah Ngis jarang memanggil orang lain dengan embel-embel “Nduk”, “Le” atau “Dik” karena Mbah Ngis sering kali tidak ingin menunjukkan posisinya yang lebih tinggi dari pada orang lain.?

Mbah Ngis memang orang Jawa yang rendah hati (tawadhu’) dan senantiasa berhati-hati dalam tindak-tanduk hingga nyaris tidak ada orang lain yang merasa pernah direndahkannya. Mbah suka menjunjung tinggi akhlak mulia yang islami.?

Sebuah syair bahasa Arab berbunyi:?

? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

? ? ? ? *** ? ? ? ? ? ?

Artinya:?

Tawadhulah, maka ? engkau akan seperti bintang yang terlihat rendah di permukaan air tapi sesungguhnya ia tinggi di langit.

Dan janganlah engkau seperti asap yang meninggi dengan sendirinya, padahal asalnya ia rendah.”

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Cerita, Bahtsul Masail Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock