Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal

Malang, Shautus Salam. Kecaman untuk Israel atas serangannya terhadap Lebanon tidak akan memberikan efek apapun. Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai pendukung utamanya tidak akan mengindahkan kecaman bahkan kutukan dari penjuru dunia manapun.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/8).

AS sering mengaku menjadi pioner penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), menjadi polisi dunia bahkan memelopori pemberantasan terorisme internasional. Namun pada pada saat yang sama AS justru mengabaikan HAM.

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal

“Komitmen AS untuk menegakkan HAM perlu dipertanyakan. Mengapa AS selalu berpihak kepada Israel yang jelas-jelas membumihanguskan rakyat Lebanon dan Palestina,” kata Hasyim.

PBNU, lanjutnya, akan mengundang Menlu Hasan Wirayuda dan sejumlah Duta Besar (Dubes) serta rektor Perguruan Tinggi (PT) di Jatim, untuk membahas serangan Israel terhadap Lebanon yang kurang mendapat perhatian dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Menlu dan sejumlah Dubes negara sahabat serta para rektor PT diundang guna mengupas masa depan Lebanon yang terus menerus digempur rudal-rudal Israel, dalam dialog terbatas "Resolusi Konflik Lebanon-Israel dan Prospek Perdamaian Dunia dalam Perspektif Kebijakan Luar Negeri RI".

Shautus Salam

Dubes negara sahabat yang diundang diantaranya adalah Dubes Palestina, Syiria, Yordania, Iran, Malaysia dan Dubes Jepang sebagai pengamat dialog terbatas tersebut.

Menanggapi rencana sejumlah elemen Islam di Indonesia untuk memberangkatkan relawan perang ke Lebanon, Hasyim menegaskan, hanya berbekal semangat tanpa didukung kemampuan teknis sama halnya dengan bunuh diri. “Tentara saja butuh latihan tahunan," ujar Hasyim. (han/nam)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Pertandingan Shautus Salam

Kamis, 22 Februari 2018

Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren

Cirebon, Shautus Salam. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren menggelar bedah buku Sang Kyai Rakyat karya Bintang Irianto. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan.

Bedah buku yang digelar di aula MANU Putra pada Sabtu (12/11) menghadirkan penulisnya dan pemerhati sejarah Buntet H Farid Wajdi sebagai pembandingnya. Kegiatan ini dipandu guru bahasa Arab MANU Putra, R. M. Zidni Ilman.

Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muqoyyim, Kiai Rakyat Pendiri Buntet Pesantren

Buku tersebut berkisah tentang perjalanan hidup Mbah Muqoyyim, pendiri Pondok Buntet Pesantren. Dia merupakan cucu dari Ki Lebeh Mangku Negara Warbita yang merupakan santri Sultan Demak Abdul Fatah. Ki Lebeh juga pernah nyantri ke Sunan Ampel, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

Shautus Salam

Ki Lebeh memiliki anak bernama Abdul Hadi dari pernikahannya dengan Nyi Gede Kerangkeng. Abdul Hadi yang disebut juga Anjasmara ini menikah dengan Anjasmani dan lahirlah Muqoyyim kecil.

Mbah Muqoyyim menggantikan ayahnya Abdul Hadi sebagai kadi di Keraton Kanoman. Namun pada akhirnya, ia keluar, meletakkan jabatannya karena VOC sudah mempengaruhi kebijakannya.

Shautus Salam

“Kiai Muqoyyim meletakkan jabatannya sebagai kadi dan keluar dari Keraton Kanoman dikarenakan VOC sudah mengubah dan mengganggu kebijakan-kebijakan keagamaan dan tradisi dengan menggunakan aturan-aturan mereka,” tulis Bintang dalam makalahnya.

Dari situlah, Mbah Muqoyyim kemudian mendirikan Pondok Buntet Pesantren pertama kali di Cimarati, Dawuhan Sela, Desa Buntet, sekitar 500 Meter dari Buntet Pesantren saat ini. Tak berapa lama, banyak orang berdatangan untuk mengaji berbagai ilmu ke Mbah Muqoyyim. Namun pesantrennya itu diketahui oleh Belanda.

Khawatir akan mengobarkan pemberontakan, Belanda pun menyerangnya. Tiba di pesantren, Belanda tak mendapati siapa pun di sana. Mbah Muqoyyim dan seluruh santrinya sudah mengetahui rencana penyerangan tersebut sehingga Mbah Muqoyyim berkelana lagi. Pesantren yang sudah tak berpenghuni itu lalu dibakar oleh Belanda.

Seusai berkelana ke berbagai daerah, yakni Tuk Cirebon, Pemalang, dan Aceh, Mbah Muqoyyim kembali lagi ke Buntet atas permintaan tamu dari kesultanan Cirebon untuk mengatasi penyakit yang mewabah di Cirebon. Mbah Muqoyyim mengajukan dua syarat untuk itu, yakni dipulangkannya kembali Pangeran Kanoman dan penguasa mendirikan masjid di wilayah Cirebon.

Dua syarat itu langsung dikabulkan Belanda. Akhirnya, ia kembali ke Buntet dan merintis kembali pesantren yang sempat ditinggalkannya selama beberapa tahun.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang mengalir ke moderator. (Syakir Niamillah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Pertandingan Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kebijakan Full Day school (FDS) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terus menuai penolakan diberbagai daerah. Kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai kebijakan parsial dan tidak dikaji secara komprehensif.

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Kebijakan penerapan FDS tersebut memicu rencana aksi massa bersama seluruh Nahdliyin (warga NU) Provinsi Lampung untuk menuntut pencabutan Kepmendagri Nomor 23 tentang FDS. "Kita akan lakukan aksi bersama pada 23 Agustus 2017 di depan Gedung DPRD Provinsi," kata salah satu Inisiator aksi KH Basyaruddin Maisir, Sabtu (12/8).

Langkah ini, tambahnya, juga merupakan bentuk hasil kesepakatan pada pertemuan yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung pada Rabu (9/8) menyikapi instruksi PBNU tentang FDS yang harus ditaati, diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua level, termasuk lembaga dan Badan otonom.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Para Pengurus Wilayah, Cabang, Banom dan Lembaga tersebut juga disepakati beberapa poin terkait Kebijakan FDS.

Shautus Salam

Di antaranya, menurut Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Lampung ini, adalah kesepakatan bahwa NU Lampung akan melakukan ikhtiar untuk ikut memperjuangkan penolakan kebijakan FDS melalui berbagai upaya.?

"Aksi dilakukan secara damai, menggunakan etika NU, dan berakhlakul karimah," katanya.

Aksi juga, tambahnya, diikuti dengan upaya spiritual keagamaan seperti dzikir, wirid, yasinan dan doa bersama yang terus dilakukan warga NU untuk menolak kebijakan FDS.

NU Lampung juga ? akan membentuk tim yang diberikan amanah untuk mengkoordinasikan seluruh langkah yang akan ditempuh dalam rangka menindaklanjuti instruksi PBNU.

"Tim ini akan berkoordinasi dengan semua institusi NU termasuk Lembaga maupun Badan otonom untuk melakukan langkah efektif dalam rencana aksi ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Tokoh Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal

Probolinggo, Shautus Salam - Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyatakan bahwa Fatayat NU sebagai organisasi basis pemudi NU harus bisa maju dan berkembang dalam membentengi kaum pemudi dari arus perkembangan zaman dan aliran-aliran radikal yang marak beredar akhir-akhir ini.

Hal tersebut disampaikan Kiai Abdul Hadi Saifullah dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-67 Fatayat NU sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/4).

Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Harus Mampu Bentengi Pemudi dari Aliran Radikal

“Saya sangat mengapresiasi pengurus Fatayat NU Kabupaten Probolinggo dengan melaksanakan Harlah Fatayat NU ke-67 yang sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai hari ulang tahun sholat lima waktu. Insya Allah ada hikmah yang besar dibalik keduanya,” katanya.

Shautus Salam

Lebih lanjut Kiai Abdul Hadi meminta kalau bisa PC Fatayat NU melakukan turba (turun ke bawah) ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting secara bergiliran dengan tempat yang telah ditentukan namun harus diplanning dengan baik. ?

Shautus Salam

“Selain itu sebagai ajang belajar bersama untuk memperkuat keislaman dengan ngaji bareng penceramah. Semoga melalui kegiatan ini akan membangkitkan ghiroh para pengurus Fatayat NU untuk selalu berkiprah dalam khazanah ilmiyah, Islamiyah dan membangun peradaban,” tegasnya.

Sementara Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Chandra Maya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturrahim seluruh pengurus PC, PAC hingga Ranting Fatayat agar bisa bersambung dengan baik. “Karena hanya dengan sambungan itulah kemaslahatan ukhuwah bisa bermakna,” ungkapnya.

Lisa berharap melalui kegiatan-kegiatan Fatayat NUmampu membentuk pemimpin perempuan cerdas yang bisa mengaplikasikan Islam Nusantara dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Peningkatan ekonomi produktif melalui pelatihan-pelatihan kita bersinergi dengan instansi terkait yang harapannya dapat memberdayakan sahabat muda Fatayat NU berkreativitas dan mandiri berdaya saing sehat disegala sektor pembangunan,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti 700 undangan terdiri dari pengurus PC Fatayat NU mulai tingkat cabang, anak cabang hingga ranting. Serta perwakilan pengurus PCNU dan MWCNU baik pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di Kabupaten Probolinggo.

Harlah dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nahdiyyah dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Fatayat serta Ya Ahlal Wathon. Lantunannya mampu membuat khidmat para undangan bahkan ada sebagian diantara mereka yang meneteskan air mata. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, Shautus Salam.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan Shautus Salam di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

Shautus Salam

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Shautus Salam

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Daerah, Kajian Islam Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Bandar Lampung, Shautus Salam. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung siap membantu kesembuhan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai langkah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Banser Lampung bersama KPK. Kami memandang korupsi bertentangan dengan Pancasila. Sifat dan sikap itu yang harus dimusuhi, bukan orangnya," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Sabtu (16/9). 

Ketua Umum Golkar ini mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Senin (11/9) karena tengah dirawat di RS Siloam akibat sakit gula darah diidapnya sejak lima tahun silam kambuh. Penyakit bersangkutan diinformasikan telah menggangu fungsi ginjal dan jantung.

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

"Banser Husada Lampung siap kami turunkan membantu kesembuhan Setnov dengan terapi hijamah atau bekam dan Aji Tapak Sesontengan atau ATS," papar Tatang lagi.

Kesediaan tersebut, imbuh Tatang, bukan untuk memojokkan Setnov, namun demi kebaikan bersangkutan hingga negara.

Shautus Salam

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada (Basada) Lampung Gatot Arifianto selaku Kamitua (Master) ATS pada 2014 juga terkena diabetes dengan kadar gula mencapai 524.

"Alhamdulillah sembuh dengan ATS dan bersama sahabat-sahabat Basada hingga hari ini telah membantu seribu lebih masyarakat Lampung yang menderita lemah jantung, asma, vertigo, migrain, hernia, pasca stroke, asam urat hingga ginjal serta mendapat apresiasi positif dari publik," kata Tatang lagi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Lampung Heriyanto Suud mengaku optimistis penyakit diderita Setnov bisa diatasi sehubungan ada pengalaman penyakit kista bisa hilang total terapi tradisional.

Shautus Salam

"Fakta tersebut memang benar. Apalagi basic ATS ilmiah, tidak lepas dari DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid yang menyimpan ribuan tahun informasi," kata dia lagi.

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu pengetahuan leluhur nusantara jaman dahulu yang terbukti mampu membantu kesembuhan beragam penyakit medis dan non medis dengan sentuhan atau tepukan kasih sayang. Kader Ansor dan Banser yang ingin mengetahui lebih jauh atau belajar ATS bisa menghubungi nomor 085382008080. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Pondok Pesantren, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak

Probolinggo, Shautus Salam. Orang tua harus hati-hati dalam mendidik anak sehingga anak tidak sampai salah melangkah. Sebab kebanyakan anak sekarang banyak yang salah melangkah dikarenakan didikan yang salah dan pergaulan yang terlalu berlebihan sehingga merusak akhlak dan tingkah laku anak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin saat menghadiri pengajian umum dalam rangka haflatul imtihan Madrasah Diniya (Madin) Babul Muta’allimin di Desa Sokaan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/10) malam.

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Munir Kholili, Pengasuh Yayasan Madin Babul Muta’allimin KH Ibrohim, Kepala Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo H Bushtomi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Asy’ari serta pengurus NU dan GP Ansor se Kecamatan Krejengan.

Shautus Salam

“Didiklah anak dengan benar serta bekali dengan iman dan ilmu. Dengan demikian anak tidak salah melangkah dalam pergaulannya dan nantinya menjadi generasi muda yang berkualitas calon pemimpin masa depan,” ungkap Hasan Aminuddin.

Shautus Salam

Lebih lanjut Hasan menginginkan anak-anak sebagai generasi muda menjadi calon pemimpin dimasa yang akan datang yang berkualitas, utamanya pemimpin dalam rumah tangga bagi keluarganya.

“Sebagai orang tua, kita harus selalu mengawasi dan membimbing serta menjaga pergaulan anak-anak kita. Orang tua harus selalu memberikan dorongan pada anak untuk menuntut ilmu sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” terang Hasan.

Menurut Hasan, anak merupakan generasi penerus di masa yang akan datang yang sangat dibutuhkan oleh para generasi tua pada zamannya. “Orang tua dituntut untuk menjadikan anaknya sebagai generasi muda yang cerdas dan berilmu serta berakhlakul karimah,” tegas Hasan.

Sementara Pengasuh Yayasan Madin Babul Muta’allimin KH Ibrohim menyampaikan ucapan selamat kepada anak didik Madrasah Diniyah Babul Muta’allimin yang telah menjalani prosesi wisuda dengan harapan ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah. 

“Semoga ilmu yang didapat selama ini bermanfaat dan dapat diamalkan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya singkat.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Berita, Olahraga Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas

Jombang, Shautus Salam. Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Nahdlatul Ulama Jawa Timur, positif disepakatai akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang pada Selasa-Kamis (25-27/2). 

Keputusan itu diambil setelah perwakilan PWNU Jawa Timur bertemu dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Majelis Pengasuh dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada hari ini, Sabtu (18/1).

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas

Pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Yayasan PPBU teresebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ach Muzakki, Sekretaris PWNU Jatim, H. Shidiq AR, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Nashir Fattah, Rais Syuriah PCNU Jombang, Dr. KH Isrofil Amar, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Hasib Wahab, Ketua Majelis Pengasuh PPBU dan KH M Irfan Sholeh, Ketua Yayasan PPBU, serta jajaran PWNU Jatim, PCNU Jombang dan pengurus Yayasan PPBU Tambakberas.

Dalam kesempatan tersebut, KH Irfan Sholeh, dalam sambutan selamat datangnya menyatakan dengan tegas bahwa, Pondok Pesantren Bahrul Ulum begitu mendengar akan dijadikan tempat Muskerwil NU Jatim, langsung mengadakan rapat singkat dan menyatakan siap. 

“Begitu kami mendengar Bahrul Ulum akan dijadikan tempat Muskerwil NU, kami 1000 persen siap menerima amanah tersebut. Karena sejak awal, Pondok Pesantren Bahrul Ulum selalu menopang dan siap berjuang untuk Nahdlatul Ulama”, kata Kiyai Irfan.

Shautus Salam

Sedangkan menurut Dr. Ach Muzakki, pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai tempat Muskerwil berdasarkan hasil rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jatim. 

“Semula tempat Muskerwil akan dilakukan di Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, tetapi karena pada event sebelumnya, yaitu Konferwil (Konferensi Wilayah, red) tidak jadi diadakan di Tambakberas, maka pada Muskerwil kali ini disepakati di Jombang, dalam hal ini di Tambkaberas”, terang pria mantan Ketua LP Maarif NU Jatim ini.

Di akhir pertemuan di sepakati, PCNU Jombang bersama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum akan menyusun organizing commitee (OC) dan menyusun kebutuhan-kebutuhan Muskerwil, selanjutnya akan bertemu dengan PWNU Jatim pada tanggal 27 Januari 2014. (Muslimin Abdila/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Anti Hoax Shautus Salam

Senin, 25 Desember 2017

Ribuan Nahdliyin Lampung Tengah Peringati Haul KH Syarbaini Umar

Lampung Tengah, Shautus Salam. Ribuan warga muslimin-muslimat khususnya warga Nahdliyyin memadati Lapangan Merdeka Kotagajah Lampung Tengah dalam rangka Haul KH Syarbaini Umar ke-39 dan Masyayikh se-Kecamatan Kotagajah Lampung Tengah, Sabtu pagi (14/6). 

Ribuan Nahdliyin Lampung Tengah Peringati Haul KH Syarbaini Umar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Lampung Tengah Peringati Haul KH Syarbaini Umar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Lampung Tengah Peringati Haul KH Syarbaini Umar

Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)  Lampung Tengah, KH Zainuri Ali, SHI sekaligus selaku panitia kepada Shautus Salam menyatakan, bahwa sosok almaghfurlah KH Syarbaini Umar adalah salah satu suri tauladan yang patut ditiru, mencintai ulama, karena ulama adalah kekasih Allah, kita menghormati orang yang dicintai Allah. 

“Hari ini ratusan santri-santri beliau hadir disini untuk mempeingati Haul beliau yang ke-39, beliau adalah pioner ulama yang ada di Kotagajah Lampung Tengah”. Nama Kotagajah bisa harum di seluruh pelosok provinsi Lampung ini, tambahnya, salah satunya berkat barokahnya. 

Shautus Salam

Drs KH Ali Yurja’ Syarbaini, mewakili keluarga sekaligus sebagai putra pertama KH Syarbaini Umar menyampaikan bahwa, wafatnya KH Syarbaini Umar ulama kharismatik Krui, Lampung Barat, sekarang Pesisir Barat tepatnya pada 27 Oktober 1976 dan ketika itu di makamkan di Kotagajah Lampung Tengah (sekarang komplek masjid agung Ash Shulaha). 

Shautus Salam

Mau’idzoh Hasanah dalam kegiatan ini adalah KH M Muzammil Uskub MZ atau yang populer dengan Ustadz Dalam Kubur (Uskub) dari Banyuwangi, Jawa Timur. Gus Muzammil (sapaan akrab beliau) mengajak seluruh umat Islam yang ada wilayah kecamatan Kotagajah khususnya dan propinsi Lampung umumnya untuk senantiasa menjaga tali persaudaraan dan jangan menghina saudara-sauadara kita yang sedang “tersesat kehidupannya”. 

“Mereka yang terkena narkoba, prostitusi, judi sabung ayam, terjerat korupsi, kita doakan semoga mendapatkan hidayah (petunjuk) dari Allah SWT,” tandasnya. 

Kegiatan dihadiri oleh seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kotagajah; MWCNU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Banser, LP Ma’arif NU, Camat Kotagajah, Kapolres Lampung Tengah, Kapolsek Punggur, dan Ketua DPRD Lampung Tengah. Kegiatan terselenggara berkat bekerjasama dengan KJKS seluruh kecamatan Kotagajah Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

Sukoharjo, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sukoharjo memberikan apresiasi atas lancarnya penyelenggaraan khitanan massal oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Sukoharjo di Kantor PCNU Sukoharjo, Jumat (27/6) sore. Khitanan massal ini baru kali pertama diadakan LAZISNU Sukoharjo.

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

“PCNU Sukoharjo memberikan dorongan kepada LAZISNU yang telah menggelar sunatan massal ini meski pesertanya hanya 9 anak. Kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi agenda tahunan setiap menjelang Ramadhan,” kata Ketua PCNU Sukoharjo HM Nagib Sutarno, Jumat (27/6) di lokasi kegiatan.

Khitanan massal terselenggara atas kerja sama LAZISNU Sukoharjo dan RS Nirmala Suri Sukoharjo. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan masyarakat dengan ulama di samping juga mensyi’arkan nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Shautus Salam

Direktur Pelaksana Program LAZISNU Sukoharjo M Sriyanto Zaini menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah silaturrahmi dan mengenalkan LAZISNU Sukoharjo kepada masyarakat. Sriyanto mengharapkan kerja sama ini berjalan terus dan memberikan manfaat untuk semuanya.

Hadir dalam khitanan massal ini PCNU Sukoharjo, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan PMII Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (Mashri Zaen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Berita, AlaSantri Shautus Salam

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU

Jakarta, Shautus Salam

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Paragon Ahad (11/12) Pimpinan Pusat IPNU mensahkan sistem kaderisasi dalam memperkuat organisasi. Pengesahan tersebut setelah 24 Pimpinan Wilayah IPNU seluruh Indonesia turut menyepekati.

"?Pelaksanaan Rakernas sudah mencurahkan energi, berbagai langkah dan regulasi memperkuat organisasi," ujar Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid seusai Rakernas yang dilakukan sejak tanggal 8 sampai 11 Desamber 2016,.

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU

Asep menuturkan, dalam Rakernas dilakukan pembahasan organisasi, kaderisasi, CBP, sampai dengan rekomendasi wilayah dan rekomendasi nasional. Dalam memutuskan peraturan organisasi ditambah dengan penguatan sistem keorganisian, serta penguatan tatanan ideologi organisasi IPNU ke depan.

Shautus Salam

"Seluruh kader IPNU? semakin memadukan gerak langkah sinergis dengan berbagai elemen, dengan menggerakan organisasi menjadi lebih baik," katanya.

Shautus Salam

Dia menambahkan, ?program IPNU ke depan dengan menjadikan kaderisasi garda terdepan NU, dengan dapat? menjawab atas krisis kader Nahdlatu Ulama. Disamping itu, hasil keputusan dapat dilaksanakan secepatnya di semua tingkatan organisasi.

"Dalam menatap usia satu abad NU, ada kegelisahan dengan minimnya kader kritis dalam tubuh Nahdlatul Ulama," katanya.

Lanjut dia, ?hilangnya peranan strategis di masyarakat harus diperkuat dengan ?berkomitmen keputusan bersama di Rakernas IPNU. Organisasi IPNU ke depan sudah dapat melihat perkembangan yang lebih baik untuk organisasi, agar memiliki kader IPNU yang memiliki militansi yang tinggi.

"Semua dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut, terutama dalam memperkuat kaderisasi di semua tingkatan," lanjutnya.

Asmoez, Saapan akrabnya menambahkan, ?peran IPNU harus aktif dalam pengawalan isu strategis dan wacana kritis yang terjadi di sekeliling masyarakat, sehingga dapat direspons dengan secepatnya. Ditambah, dalam rakernas akan dilakukan gerakan sejuta kartu anggota, agar memiliki data base organisasi yang secara sistematis.

?"Ada sekitar 28 PW IPNU yang sudah sah, dan ada 6 PW IPNU yang sedang dipersiapkan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Dr. Hilmy Muhammadiyah, M.Si mengatakan, Rakernas IPNU berlangsung dengan baik, dengan meningkatkan tata kelola organisasi yang profesional. Sesungguhnya pelaksanaan Rakernas semakin mengarahkan menjaga segmentasi NU, dengan generasi IPNU yang terdidik.

"Menyiapkan warga Nahdliyin yang terdidik, dan tata kelola organisasi yang baik," katanya.

Dia menambahkan, ?sebagai Banom NU sudah memiliki? tata kelola organisasi dengan baik, ?dengan memiliki manajemen yang profesional? dan organisasi modern. NU pada satu abad akan memiliki tantangan yang kompleks, sehingga ?IPNU yang masuk tetap eksis dengan kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

"NU semakin harus tetap kontribusi terhadap kemajuan bangsa," ungkapnya.

Dia melanjutkan, ?pemikiran yang berkembang dengan penerapan akreditasi pada semua tingkatan organisasi IPNU, untuk melakukan penataan organisasi yang lebih baik. ?Dalam akreditasi organisasi harus memiliki ukuran yang jelas, agar kaderisasi dapat berlanjut untuk organisasi yang kuat.

"Dalam akreditasi harus memiliki ukuran yang jelas, sehingga dalam penguatan organisasi," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Pertandingan Shautus Salam

Menyeriusi Pembinaan Generasi NU

Pamekasan, Shautus Salam. Kemajuan NU harus berkesinambungan. Tidak hanya berhenti saat ini saja, melainkan mesti kekal hingga hari akhir menyapa. Dan, pembinaan generasi NU secara serius menjadi kunci utama untuk mewujudkan hal itu.

“Para pelajar yang tergabung di IPNU maupun IPPNU lah yang bakal menjawab hal itu,” tegas ketua IPPNU Kadur Pamekasan Helliyatul Mukarramah saat memberikan pengarahan dalam pembentukan Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMA Al-Falah di Aula Lantai II SMA Al-Falah, Kamis (12/4). “Kami akan serius membina kalian. Dan keseriusan ini juga harus dilakukan oleh kalian.”

Menyeriusi Pembinaan Generasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyeriusi Pembinaan Generasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyeriusi Pembinaan Generasi NU

Dikatakan, sayap organisasi NU semacam IPNU dan IPPNU adalah gerbang awal untuk mencetak kader-kader NU yang militan, peduli terhadap kemajuan NU baik secara struktural maupun kultural. Secara kultural memang nilai-nilai ke-NU-an memang kuat, tetapi secara struktural masih perlu pemeliharaan secara baik.

Shautus Salam

“Kita punya kesempatan atau peluang besar menjadi kader NU yang hebat. Sebab, kita punya waktu panjang untuk berproses di NU. Yang tahap awalnya ialah melalui organisasi pelajar, dalam hal ini IPNU maupun IPPNU,” beber Helen, panggilan akrab Helliyatul Mukarramah.

Shautus Salam

Untuk itu, Helen juga menegaskan agar para kader NU yang berproses di IPNU-IPPNU bisa melanjutkan cita-cita pendiri NU: tegaknya Islam yang rahmatal lil’âlamîn. Menjadi pencetus sekaligus penggerak lahirnya perdamaian.

“Kita harus yakin mampu mewujudkan hal itu,” tandasnya. 

 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan Shautus Salam

Selasa, 19 Desember 2017

Makna Kata Fitrah (1)

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Shautus Salam yang kami hormati. Terlebih dahulu kami mohon maaf karena kami akan mengajukan setidaknya tiga pertanyaan. Pertama adalah mengenai makna fitrah yang ada dalam hadits, “Lima perkara merupakan fitrah yaitu, mencukur bulu kemaluan, berkhitan, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku.”

Kedua, kapan waktu yang tepat untuk mencukur bulu kemaluan dan bulu ketiak. Ketiga, mengenai hikmah di balik pencabutan bulu ketiak dan pencukuran bulu kemaluan. Kenapa bulu ketiak dicabut sedang bulu kemaluan dicukur, serta bolehkah kalau buku ketiak dicukur? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Soleh/Bogor)

Makna Kata Fitrah (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Kata Fitrah (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Kata Fitrah (1)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kami. Pertama, terkait soal makna fitrah dalam hadits yang membicarakan lima hal yang merupakan fitrah, di antaranya adalah soal mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak.

Shautus Salam

Kedua, mengenai kapan waktu yang tepat untuk mencabut bulu ketiak dan memotong bulu kemaluan. Sedang ketiga adalah tentang hikmah di balik pencukuran rambut kemaluan, dan pencabutan rambut ketiak.

Shautus Salam

Dalam kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan pertama terlebih dahulu, yaitu mengenai maksud dari kata fithrah yang terdapat dalam hadits mengenai lima hal yang merupakan fitrah. Redaksi hadits adalah berikut ini.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Lima perkara merupakan fitrah, yaitu mencukur bulu kemaluan, berkhitan, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku,” (HR Muslim).

Para ulama berbeda pendapat ketika menafsirkan kata ‘fitrah’ dalam hadits tersebut. Misalnya dari kalangan Madzhab Syafi’i seperti Abu Ishaq As-Syirazi dan Al-Mawardi menafsirkan kata ‘fitrah’ dalam hadits tersebut dengan agama (ad-din). Sedangkan mayoritas ulama menurut Al-Khaththabi menafsirkannya dengan sunah atau kebiasan yang biasa dipraktikkan.

? ? ? ) ? ? : ? ? ? ? ? ? ? { ? ? ? ? ? ? }? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut An-Nawawi, bahwa kata yang terdiri dari huruf fa-th-ra-ta (marbuthah) itu berharakat kasrah pada huruf fa-nya dan makna asalnya adalah khilqah (penciptaan). Allah SWT berfirman, ‘Tetaplah atas fitrah (penciptaan) Allah yang telah menciptakaan manusia menurut fitrah itu,’ (QS Ar-Rum [30]: 30). Para ulama berselisih pendapat mengenai tafsir yang tepat terhadap kata fitrah dalam hadits ini. Menurut Syaikh Abu Ishaq As-Syirazi dalam kitab Al-Khilaf, Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi dan para ulama selain keduanya dari kalangan Madzhab Syafi’i maka fitrah dalam hadits tersebut adalah agama (ad-din). Menurut Al-Khaththabi, kebanyakan para ulama menafsirkan kata fitrah dalam hadits tersebut adalah sunah (kebiasaan yang biasa dipraktikkan atau dilakukan). (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah-Maktabah Al-Irsyad, juz I, halaman 338).

Namun pandangan mayoritas ulama yang menafsirkan kata ‘fithrah’ dalam hadits tersebut dengan sunah dikritisi oleh Ibnus Shalah. Bagi Ibnus Shalah, penafsiran kata ‘fithrah’ dengan ‘sunah’ jelas akan menimbulkan kesulitan atau kerancuan tersendiri. Sebab, secara bahasa makna sunah itu jauh sekali dari makna fitrah.

Oleh karena itu ia memberikan tawaran baru untuk menyelasaikan problem tersebut. Menurutnya, ada yang dibuang sebelum kata fithrah (penciptaan) dalam hadits tersebut yaitu bisa kata ‘sunah’ atau ‘adab’.

Jadi asalnya adalah sunatul fithrah (kebiasaan dari fitrah atau penciptaan) atau adabul fithrah (etika yang lahir dari fitrah). Konsekuensi dari pembuangan tersebut menjadikan kata fithrah menempati posisi kata yang dibuang yaitu sunah atau adab.

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut Abu ‘Amr Ibnus Shalah, dalam konteks ini (yaitu pemaknaan fitrah dengan sunah) terdapat persoalan serius (musykil) sebab secara bahasa terdapat jarak yang jauh antara makna sunah dengan fithrah.  Karena itu menurutnya kemungkinan yang tepat adalah bahwa asalnya adalah tersusun dari sunatul fithrah atau adabul fithrah, kemudian dibuang mudhaf-nya (kata sunah atau adab) sehingga kata al-fithrah (mudhaf ilaih) menempati posisi kata sunah atau adab,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz I, halaman 338).

Terlepas dari perbedaan pandangan para ulama dalam menafsirkan kata fithrah yang terdapat dalam hadits tersebut, menurut Muhyiddin Syaraf An-Nawawi tafsir yang tepat atas kata fithrah dalam konteks ini adalah sunah. Sebab, tak bisa disangkal bahwa terdapat riwayat dari sunah Nabi saw mengenai memotong jenggot, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya (Muhyiddin Syaraf An-Nawawi) tafsir kata fitrah yang tetap atau benar dalam hadits tersebut adalah sunah. Sebab, terdapat riwayat dari Shahih Al-Bukhari dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW, ia bersabda, ‘Di antara yang termasuk dari sunah adalah mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku,’” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz I, halaman 338).

Senada dengan apa yang dikemukakan An-Nawawi adalah apa yang dikemukakan oleh penulis kitab An-Nihayah fi Gharibil Hadits yaitu Ibnul Atsir. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Al-Mubarakfuri dalam Kitab Tuhfatul Ahwadzi yang merupakan anotasi atas Kitab Sunan At-Tirmidzi.

Menurut Ibnul Atsir bahwa kata fithrah—sebagaimana terdapat dalam hadits di atas—maknanya adalah sunah. Sunah dalam hal ini yang dimaksudkan adalah kebiasaan yang dilakukan oleh para nabi di mana kita diperintahkan untuk mengikutinya.

Lebih lanjut Al-Mubarakfuri juga menyuguhkan padangan penulis kitab Majma’ul Bihar yaitu Syekh Muhamad Thahir yang menyatakan bahwa maksud fithrah di sini adalah kebiasaan terdahulu yang telah dipilih oleh para nabi dan disepakati oleh semua syariat sehingga seolah-oleh kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang bersifat tabiat atau dari sananya (amrun jibilliy) di mana mereka (para nabi) diciptakan menurutnya (tabiat tersebut).

? ( ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sabda Nabi saw yaitu, ‘Lima perkara merupakan fitrah’. Menurut penulis kitab An-Nihayah arti dari fithrah dalam sabda Nabi tersebut adalah sunah, maksudnya adalah sunah atau kebiasaan yang biasa dipraktikkan oleh para nabi alaihimus salam di mana kita diperintahkan untuk mengikutinya. Sedangkan menurut penulis kitab Majma’ul Bihar maksudnya adalah sunah masa lampau yang telah dipilih oleh para nabi ‘alahimus salam (untuk dijalankan, pent) dan disepakati oleh semua syariat sehingga seakan-akan hal tersebut menjadi perkara yang sudah dari sananya (amrun jibilly/tabiat dasar) di mana mereka diciptakan menurutnya, seperti mencukur kumis,” (Lihat Al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi, Beirut, Darul Kutub Al-‘llmiyyah, juz VIII, halaman 27).

Berangkat dari penjelasan di atas, maka setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan pandangan di antara para ulama mengenai makna kata fithrah dalam hadits di atas. Pandangan pertama menyatakan bahwa maknanya adalah agama. Sedang pandangan kedua menyatakan maknanya adalah sunah.

Pandangan kedua ini menurut An-Nawawi adalah pandangan yang tepat. Sedangkan sunah yang dimaksud di dalam hadits tersebut menurut Ibnul Atsir lebih tepatnya adalah kebiasaan yang biasa dilakukan oleh para nabi di mana kita dianjurkan untuk mengikutinya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamith Thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra

Boyolali, Shautus Salam -

Salah satu rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-63 yang dilakukan Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yakni audiensi ke Polres setempat.

Pada kunjungan yang diadakan, Kamis, (23/2), perwakilan pengurus IPNU bersama IPPNU Boyolali tersebut diterima langsung Kapolres Boyolali AKBP Agung M. Suyono.

Dalam sambutannya, Agung memberikan apresiasi kepada para pengurus baru IPNU-IPPNU Boyolali, serta siap untuk menjadikan organisasi pelajar NU tersebut, sebagai mitra dan partner polisi, khususnya di kalangan pelajar.

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra

Ia juga mengingatkan akan bahaya provokasi yang kini banyak disebar untuk memecah umat Islam. "NU benar, penjajahan terhadap umat Islam hari ini adalah dengan memecah umat Islam sendiri, sehingga umat Islam disibukkan dengan urusan perpecahan tersebut. Bagaimana cara berkembang tak pernah terlintas di benak Umat Islam sendiri," ujarnya.

Ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrahim menjelaskan, audiensi kali ini, selain sebagai agenda menyambut Harlah, juga sebagai media untuk memperkenalkan pengurus baru masa khidmah 2016-2018. “Kita sampaikan pula visi misi kita, serta program pada kepengurusan yang baru ini,” kata dia.

Selain audiensi, dalam momentum Harlah IPNU ke-63 ini, IPNU Boyolali juga mengadakan kegiatan lainnya antara lain ziarah ke makam para sesepuh IPNU, serta acara pengajian “Dzikir dan Shalawat Harlah NU”. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Kajian Islam, Pertandingan Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, Shautus Salam. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

Shautus Salam

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

Shautus Salam

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Pertandingan Shautus Salam

Jumat, 24 November 2017

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup

Jedaah, Shautus Salam. Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Indonesia Jeddah bersama Pengurus cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi serta PCI GP Ansor NU Arab Saudi diakhiri pada Jum’at (26/7) kemarin.

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan NU di Jeddah Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup

Acara rutin tiap tahun pada bulan suci Ramadhan ini meliputi MHQ (Musabaqoh Hifdzil Quran) kaligrafi, pidato bahasa Arab dan Inggris, adzan, beserta imla. Acara ini diselenggarakan selama 3 hari. Pada tgl 26 juli 2013 adalah acara puncaknya yaitu penutupan acara kegiatan MHQ sekaligus pengumuman pemenangnya.

Dalam sambutan? ketua panitia yang di wakili Masykur Ghozali mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari para donatur dan turut sertanya anak didik dari? SIM (Sekolah Indonesia Mekah), SIJ (Sekolah Indonesia Jeddah), LPI (Lembaga Pendidikan Islam) Darul Ulum, TPA Al-Naashiriyyah dan seluruh masyarakat Indonesia di Jeddah dan Mekah Arab Saudi.

Shautus Salam

“Acara ini begitu meriah. Antusias dari masyarakat memberikan tanggung jawab kepada panitia untuk meksukseskan acara ini,” terangnya.

Shautus Salam

Mewakili PCINU Arabsaudi, Ahmad Fuad mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh ukhuwah di kalangan warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi.

“Ada peserta yang mengatasnamakan al-Mandura, al-Bantani. Mari kita mengangkat kebhinekaan dengan bermusabaqoh tilawatil quran,” tuturnya.

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana untuk semakin menjaga dan menghargai para ahli Al-Qur’an.

“Bulan Ramadhan bulan turunnya Al-Quran. Al-Quran tidak langsung diturunkan 30 juz, namun diturunkan bertahap sesuai keadaan. Kita di perintahkan untuk menjaga dan menghargai ahlul quran,” katanya.

Pada kesempatan MHQ XI tahun ini juara umum dimenangkan oleh peserta dari Sekolah Indonesia Makkah (SIM) Abdul Basit Abdul Jalil sebagai juara satu, tahfidz 30 Juz. Acara penutupan MHQ diakhiri dengan shalawat tilawatil Quran dan doa bersama.

Sampai jumpa di MHQ tahun depan dan teruslah kita bermusabaqoh dalam kehidupan sehari hari, tutup pembawa acara Farida Ahmad Fuad.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Thobib Njajar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Sejarah, AlaSantri Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Klaten,Shautus Salam. Ribuan jamaah menghadiri peringatan haul ke-60 KH Muhammad Manshur di kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Salah satu panitia acara, Darmadji, Senin (22/12), menjelaskan haul diadakan bersamaan dengan putaran pertama kegiatan bersholawat 12 malam Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.

Acara diawali dengan pembacaan khatmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh Habib Umar Muthahar dari Semarang.

Shautus Salam

Dalam ceramahnya, Habib Umar menerangkan tentang generasi salafi yang sebenarnya. “Salafi itu generasi yang hidup setelah tabi’it tabi’in seperti Imam Syafi’i dan lainnya,” katanya.

Shautus Salam

Menurut dia, mereka itu juga melakukan maulidan, tahlilan. “Lha, zaman sekarang ada orang yang mengaku sebagai kaum salafi, tapi tidak mau mengikuti amalan ulama salaf. Lalu, mereka itu salaf ikut siapa?” tanya Habib Umar.

Habib Umar juga mengajak kepada para jemaah untuk bersama ikut mencintai Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir dalam acara tersebut KH A Djablawi, KH Nasrun Minallah dan sejumlah pengurus NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pertandingan, Warta Shautus Salam

Sabtu, 11 November 2017

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Jakarta, Shautus Salam? . Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus lembaga-lembaga untuk bekerja optimal. Pasalnya apa yang dilakukan pengurus akan disaksikan Allah, warga nahdliyin, dan akan dicatat sejarah.?

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Menurut dia, baik buruknya kinerja lembaga-lembaga NU, akan dibaca generasi akan datang. “Sungguh berat!” katanya pada pelantikan lembaga-lembaga di PBNU Jakarta, Rabu (16/9).

Ia kemudian mengutip fAl-Quran yang intinya Allah menawarkan amanat kepada bumi, langit, dan gunung. Tapi mereka tidak menerima, sementara manusia menerima.?

Shautus Salam

Amanat itu kata dia, adalah berani mengucapkan “iya” pada kebenaran. Dan mengatakan “tidak” pada kezaliman. Kata “ya” dan “tidak” sangat gampang diucapkan, tapi susah dilaksanakan.”Mudah-mudahan pengurus lembaga diberi taufik lahir batin dari allah,” harapnya.

Shautus Salam

Lebih lanjut ia menerangkan, pengurus harian di lembaga-lembaga PBNU mengalami pergantian. Hal itu, sebagaimana pengarahan Rais Aam, sebagai langkah regenerasi, penyegaran.?

“Pergantian beberapa lembaga karena ingin langkah dan kerja makin semangat dan mantap,” ungkapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Internasional Shautus Salam

Rabu, 01 November 2017

Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah

Jakarta, Shautus Salam. Jelang Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III 2017 yang akan diselenggarakan di Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di media sosial diadakan sejumlah lomba yang dibuka untuk umum, diantaranya lomba video pendek dan lomba meme. Menurut Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah, Abdullah Faqih, lomba tersebut untuk ? meramaikan pra acara PPMN ke-3 yang membawa slogan "Kreatif, Terampil dan Berkarakter."

"Lomba menyambut acara PPMN III 2017 untuk mengajak masyarakat ikut serta meramaikan," katanya, di Jakarta, Sabtu (15/04/2017)

Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah

Pada kesempatan tersebut, Faqih menegaskan, lomba video dan lomba meme juga sebagai instrumen sederhana atas spirit kreatifitas di kalangan Pramuka Madrasah. Harapannya, praacara PPMN tahun ini bisa lebih meriah.

"Harapannya menjelang acara PPMN di Mei besok, bisa lebih meriah" tambahnya.

Dikatakan, di media sosial diadakan sejumlah perlombaan, juga diramaikan tagar #PPMN2017. Dijelaskan, tagar tersebut selain sebagai identitas kegiatan tahun ini, juga sekaligus sebagai sarana komunikasi di dunia maya agar terkonsolidasikan sehingga bisa saling mengenal satu dengan yang lain.

Shautus Salam

"PPMN III juga diramaikan tagar #PPMN2017 dan #PramukaMadrasah sebagai sarana silaturahmi melalui media sosial," pungkasnya.

PPMN III 2017, rencananya diadakan di Bumi Perkemahan Sengkawang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Provinsi Bangka Belitung, dai tanggal 14 sampai 20 Mei 2017. Hadir dalam acara tersebut sedikitnya 1000 peserta dari perwakilan tiap-tiap provinsi di Indonesia. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Anti Hoax, Pertandingan, Halaqoh Shautus Salam

Minggu, 29 Oktober 2017

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Demak,Shautus Salam. Para santri huffadz (penghapal Al Quran) Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan Mranggen Demak mengadakan kegiatan wisata religi atau ziarah sebagai upaya melepas kepenatan dari rutinitas pengajian sehari-hari.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 60-an santri huffadz dari total 400-an santri. Ziarah dipimpin langsung pengasuh pesantren Al-Badriyyah KH Muhibbin Muhsin Alhafidz pada Selasa (15/9).

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Ketua panitia kegiatan, H. Badrul Munir mengatakan tradisi ziarah adalah salah satu cara manusia melakukan perjalanan spiritual guna memperoleh pengalaman batin.

Shautus Salam

“Wisata ziarah merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh warga NU sejak lama untuk menghormati leluhur dan para wali atau orang saleh yang dianggap mendedikasikan hidupnya untuk Islam,” ungkapnya.

Menurut dia, ziarah juga merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung lama dilestarikan pesantren, selain tahlil, muludan, manaqiban, dan lain-lain.

Shautus Salam

Kegiatan tersebut, sambung dia, tetap dilaksanakan masyarakat pesantren untuk menjemput berkah dari para salaf al-shalih, juga untuk merevitalisasi kontribusi dan teladan para leluhur agar senantiasa ‘hidup’ betapapun zaman sudah modern seperti sekarang ini.

Pengasuh Pesantren Al Badriyyah Mranggen KH Muhibbin Muhsin Al Hafidz seperti yang disampaikan oleh Hj Nadliroh Al Hafidzoh mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para wali.

Juga untuk memperoleh keberkahan dan meneladani semangat para wali dalam berjuang mempelajari dan menyebarkan ilmu tentang Islam terutama ilmu Al Quran.

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para wali beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghafal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” jelasnya.

Tujuan wisata religi ini menziarahi makam Mbah Hasan Munadi di Ungaran dan Mbah Dalhar di Magelang. Juga wisata di pantai Parangtritis Yogyakarta dan jalan-jalan di Malioboro.

Sementara itu Lublubatus Sa’diyyah, salah seorang peserta wisata religi ini, mengatakan, wisata religi tidak sekadar mengenal sejarah dan meneladani perjuangan tokoh besar penyebar agama islam, tetapi juga menggelar doa bersama dan berzikir untuk memohon berkah Allah SWT agar mendapatkan ketenangan dan konsentrasi dalam menghapal Al Quran seperti yang sudah ditentukan oleh pengasuh. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Budaya, Pertandingan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock