Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Makassar, Shautus Salam. Bank Sulselbar tertarik melengkapi infrastruktur salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM). Perhatian serius itu dibuktikan dengan kunjungan Direktur Umum Bank Sulselbar Ambo Syamsuddin ke Rektor UIM Dr. Ir. Hj. Majdah Agus Arifin Nu’mang, Selasa (16/12) kemarin.

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Kunjungan itu dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran konkret kemajuan yang telah dicapai universitas yang dipimpin istri Wagub Sulsel itu, terutama dari segi sarana dan prasarana. Setelah di terima di ruang kerja, Ambo Syamsuddin bersama Majdah didampingi Pembantu Rektor II Ir. Saripuddin Muddin meninjau langsung ke Auditorium KH Muhyiddin Zain yang tengah dalam tahap penyelesaian akhir. Auditorium itu akan menampung sekitarb 4000 undangan dilengkapi dengan panggung berukuran besar dan balkon di bagian belakang.

Menurut Ambo Syamsuddin, pihaknya memang menaruh perhatian besar kepada UIM karena telah mengalami perkembangan yang begitu pesat setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini. Selain telah terbangun 11 gedung perkuliahan dan fasilitas lainnya yang cukup megah, juga perkembangan mahasiswanya telah mencapai 6.000 orang.

Shautus Salam

Untuk lengkah awal, pada tahun 2015 nanti Bank Sulselbar sudah menyiapkan bantuan khusus untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan gedung auditorium. Gedung ini perlu kita dukung sepenuhnya karena dapat difungsikan secara produktif, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat di daerah ini.

“Kami terpanggil memberi bantuan nyata karena memang pengelolaan UIM semakin mapan di tangan ibu Rektor. Pembangunan fisiknya saja sudah tampak jauh dari bebrapa tahun lalu yang masih kelihatan dipenuhi pada rumput. Sekarang sudah dipenuhi gedung bertingkat,” tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Ulama, Ahlussunnah Shautus Salam

Sabtu, 24 Februari 2018

Temuan Penelitian Layanan Pendidikan Agama di SMAN 1 Denpasar

Jakarta, Shautus Salam. Masyarakat Bali dan khususnya kota Denpasar yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kebangsaan, tentu dapat menunjukkan sikap dan perilaku toleran yang dapat menjadi contoh dan suri teladan dalam kebidupan bermasyarakat dan berbangsa. 

Untuk itu, penelitian di SMAN 1 kota Denpasar dikemukakan sebagai fakta dan bukti adanya apresiasi dan dukungan pemerintah daerah, dan masyarakat (komite sekolah) dalam menjunjung tinggi nilai toleransi. 

Temuan Penelitian Layanan Pendidikan Agama di SMAN 1 Denpasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Temuan Penelitian Layanan Pendidikan Agama di SMAN 1 Denpasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Temuan Penelitian Layanan Pendidikan Agama di SMAN 1 Denpasar

Hasil penelitian Balitbang Diklat Kemenag 2016 menemukan layanan pendidikan agama di SMAN 1 Denpasar dilaksanakan sesuai dengan agama siswa. Setiap siswa mendapatkan pelajaran agama dari guru, dan buku sumber yang sesuai dengan agama siswa. Untuk kelas atau rombongan belajar dengan jumlah siswa yang sedikit, maka proses pembelajaran digabung dengan siswa pada kelas lainnya. 

Bahkan pada praktik  ibadah dan pembelajaran dapat dilakukan penggabungan dengan sekolah lain. Pelaksanaan penggabungan pembelajaran agama yang digabung dengan siswa seagama pada sekolah lain di SMAN 1 Denpasar dilakukan oleh siswa agama Katholik dan agama Buddha. 

Rumah/tempat ibadah dalam bentuk bangunan yang berdiri di dalam komplek sekolah adalah Pura. Sementera rumah ibadah agama lain tidak tersedia. Untuk melayani pelaksanaan ibadah siswa agama lain maka disiapkan aula. Tempat ini yang biasa digunakan oleh siswa-siswi dan karyawan muslim untuk melaksanakan ibadah sholat. 

Perayaan hari besar agama dilaksanakan secara bebas, dalam artian bahwa setiap siswa dapat/diperbolehkan bahkan difasilitasi oleh sekolah untuk merayakan peringatan hari besar agamanya. Karja sama antar siswa beda agama juga terlihat dalam perayaan hari besar umat beragama tersebut. 

Shautus Salam

Faktor paling utama yang mendukung penyelenggaraan pendidikan agama sesuai agama siswa adalah Kepala Sekolah dan Komite Sekolah. Sebagai pimpinan lembaga dan memiliki kewenangan, kedua lembaga tersebut berusaha untuk memenuhi ketersediaan guru agama di sekolah SMAN 1 Denpasar. Fungsi kantor Kementerian Agama kota Denpasar untuk memenuhi ketersediaan tenaga pengajar, dan buku-buku agama masih belum terlaksana maksimal.

Secara umum, penerima manfaat dari penelitian ini adalah seluruh pemangku kepentingan pendidikan khususnya masyarakat dan lembaga penyelenggara pendidikan di kota Denpasar pada khususnya. Melalui penelitian ini masyarakat dapat mengetahui salah satu profil lembaga pendidikan pada daerah mayoritas Hindu yang memiliki perhatian dan kepedulian untuk memberikan layanan pendidikan agama kepada siswanya sesuai agama yang dianutnya. 

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kesan masyarakat Bali, dan Denpasar pada khususnya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinnekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Kendi Setiawan)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Nasional, Kiai Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Tips agar Disayang Penduduk Langit

? ? ? ? ? ? ? ?

Tips agar Disayang Penduduk Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips agar Disayang Penduduk Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips agar Disayang Penduduk Langit

"Sayangilah siapa saja yang di bumi maka yang di langit akan menyayangi kalian."

[HR Bukhari]

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama Shautus Salam

Shautus Salam

Selasa, 06 Februari 2018

Halal Bihalal, Alumni Pelajar NU Tasik Pikirkan Kader

Tasikmalaya, Shautus Salam - Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) Kota Tasikmalaya menggelar Halal Bihalal, Ahad (17/7). Sebanyak 30 orang hadirin ini melakukan restrukturisasi kepengurusan presedium MA IPNU Kota Tasikmalaya.

Kepengurusan MA IPNU ini diharapkan mampu mendistribusikan para kader, anggota, atau junior-juniornya sesuai kemampuan dan keahliannya pascapengabdian mereka di IPNU.

Halal Bihalal, Alumni Pelajar NU Tasik Pikirkan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, Alumni Pelajar NU Tasik Pikirkan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, Alumni Pelajar NU Tasik Pikirkan Kader

Menurut Ketua Pelaksana Halal Bihalal MA IPNU Aan Ahmad Farhan, hal ini merupakan agenda pertama yang dilakukan MA IPNU Kota Tasikmalaya. Meskipun yang hadir sedikit, gagasan ini harus menjadi gerakan untuk ke depannya.

“Acara halal bihalal ini bukan sekadar untuk saling memaafkan, akan tetapi momentum di mana para alumni dapat bertatap muka langsung, alumni dan pengurus, alumni dan kader serta anggota IPNU,” kata Aan.

Shautus Salam

Sementara Ketua Presedium MA IPNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya berharap gagasan ini harus menjadi gerakan MA IPNU untuk ke depannya, dan harus berlangsung di masa mendatang. Dengan begitu keterkaitan alumni, pengurus, kader dan anggota terjalin dengan kuat dan erat.

Shautus Salam

“Kita itu jangan menjadi aktivis curriculum vitae saja, tetapi harus menjadi penggagas dan penggerak serta pemecah suatu permasalahan,” kata Kiai Didi.

Pada kesempatan ini ia berharap para kader NU menjaga dan mencintai serta melestarikan tradisi-tradisi yang sudah diwariskan oleh para kiai NU terdahulu. (Agum Gumilar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Nasional, Kiai Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

Jakarta, Shautus Salam - KH Gus Siroj Ronggo Lawe (Gus Siroj) secara aklamasi kembali terpilih menjadi Ketua Ranting NU Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dalam musyawarah Ranting NU pada 15 Juli di Jakarta. Gus Siroj siap menjalankan program prioritas, yakni melayani warga-warga HTI yang sudah tidak memiliki tempat berorganisasi di masyarakat.

Menurutnya, kelompok HTI juga masyarakat yang butuh perlindungan dan tempat untuk bermasyarakat.

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

"Selain menjalankan program-program yang sudah menjadi tradisi dan amalan NU selama ini, kami berencana mengajak warga HTI bergabung ke NU untuk bersama-sama mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," tegas mantan komandan Banser NU ini.

Untuk memperkuat dan menjalankan roda organisasi, pihaknya bersama pengurus Ranting NU Kapuk berencana akan menggelar musyawarah Ranting NU pada 27 Agustus mendatang dengan diawali ziarah Walisongo dan ke makam pendiri NU untuk meminta doa restu menjalankan roda organisasi di DKI Jakarta.

Shautus Salam

Dalam musyawarah nanti, kata Gus Siroj, pihaknya akan membahas berbagai program dan kegiatan NU Kapuk, serta berencana melakukan peremajaan di 16 anak Ranting NU Kapuk. "Jadi, peremajaan itu harus dilakukan karena penting untuk menghidupkan generasi selanjutnya, kalau organisasi tidak jalan, ya harus diganti," ungkapnya.

Shautus Salam

Sementara itu, Rais Syuriyah Ranting NU Kapuk Moch Ali dalam taushiyahnya meminta pengurus anak Ranting NU untuk tetap mempertahankan Gus Siroj menjadi Ketua NU. Karena menurutnya, Kelurahan Kapuk membutuhkan tokoh seperti Gus Siroj dalam menjalankan roda organisasi.

"Apalagi, daerah Kapuk banyak orang wahabi-nya, makanya sosok kiai seperti beliau (Gus Siroj) sangat dibutuhkan untuk membentengi NU dari ancaman Islam garis keras, dan ekstrem," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Internasional, Ulama Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Bandarlampung, Shautus Salam

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Lampung, Kamis (29/9), memberangkatkan enam calon mahasiswa penerima beasiswa dari Institut KH Abdul Chalim Mojokerto dan satu mahasiswa ke Universitas Malahayati Lampung. Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, dan seluruh tunjangan biaya hidup. Di kampus itu mereka akan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Bahkan, bila catatan prestasinya menonjol akan diberikan kesempatan hingga jenjang S3. Di Institut KH Abdul Chalim, terdapat mahasiswa dari beberapa negara.

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Dalam acara pelepasan yang dilangsungkan di kantor Pengurus Wilayah Ma’arif NU Lampung, di Labuhan dalam, Tanjungsenang tersebut dihadiri Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. Aom Karomani, Sekretaris Aryanto Munawar, dan pengurus lainnya. Juga hadir para orangtua/wali calon mahasiswa.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengatakan, pelepasan calon mahasiswa ini untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga mengirimkan enam mahasiswa. Bahkan, mahasiswa asal Lampung meraih prestasi dalam IPK tertinggi.

Shautus Salam

“Ini memang menjadi concern Pergunu untuk membentuk generasi Aswaja yang tangguh dan berwawasan luas. Pergunu juga telah melakuan berbagai kegiatan di antaranya pelatihan bagi para guru dan terus membangun bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya , khususnya yang bergerak di bidang pendidikan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengembangkan model ma’had dalam mengelolaan asrama mahasiswa. Saat ini tengah dirintis di beberapa kampus.

Shautus Salam

Jamaluddin mengatakan, Pergunu Lampung terus berupaya memberdayakan para guru-guru di lingkungan NU. Selain pelatihan-pelatihan, juga dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemberian bantuan serta beasiswa.

Sementara itu Prof. Aom Karomani mengungkapkan, para pencari ilmu atau penuntut ilmu adalah perjuangan. “Ini jihad. Ini luar biasa. Dengan pendidikan manusia akan diangkat derajatnya. Pendidikan adalah salah satu cara memotong rantai kemiskinan struktural. Jadi kepada adik-adik kita doakan semoga sukses dan berhasil. Menjadi penerus NU,” ujar Prof. Aom yang juga Wakil Rektor Unila itu.

Dia menceritakan, kader-kader NU yang mencari ilmu di berbagai belahan benua Eropa dan Amerika seperti pengelana. “Artinya mereka menuntut ilmu dalam waktu lama. Bertahun-tahun. Sehingga memiliki pengetahuan dan ilmu yang mendalam. Tidak mudah menyalahkan orang lain,” ucap Aom. (Dwi Rohmadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Ulama, Warta Shautus Salam

Pemuda Merauke Peduli Korban Bencana Pidie Jaya

Jakarta, Shautus Salam?

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Merauke, Provinsi Papua menginisiasi penggalangan dana untuk korban bencana yang terjadi di Pidie Jaya, Provinsi Aceh.?

Pemuda Merauke Peduli Korban Bencana Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Merauke Peduli Korban Bencana Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Merauke Peduli Korban Bencana Pidie Jaya

Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Merauke Syahmuhar MZ kegiatan pada Senin (12/12) tersebut diinisiasi GP Ansor. Kemudian diakomodir Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasioal Pemuda Indonesa Kabupaten Merauke yang melibatkan seluruh elemen pemuda di kabupaten tersebut.?

Di antara organisasi kepemudaan yang ikut pada aksi tersebut adalah Gerakan Mahaiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Fatayat NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Himpunan Mahasiswa Islam, Pemuda Katolik, Gerakan Muda Kristen Indonesia (Gamki).

Menurut Syahmuhar selaku koordinator aksi, penggalangan dana tersebut membuahkan dana 5 juta 12 ribu rupiah. Dana tersebut kemudian diserahkan kepada DPD KNPI sebagai penanggung jawab pelaksana. Dana diserahkan keesokan harinya Selasa (13/12), diterima langsung Ketua DPD KNPI di sekretariatnya.?

Pada penyerahan dana, Ketua KNPI Kabupaten Merauke Hendrikus Mahuze mengatakan, penggalangan dana tersebut dilakukan elemen pemuda sebagai bentuk kepedulian dari timur Indonesia kepada warga Pidie Jaya yang di barat Indonesia yang mengalami musibah bencana beberap waktu lalu.

Shautus Salam

Sumbangan ini, menurut dia, jangan dilihat total nominalnya. Sumbangan ini juga tidak melihat latar belakang agama korban, tapi yang dilihat adalah sama-sama satu bangsa. Kepedulian dari timur, dari Merauke untuk barat Indonesia.

“Kita ingin membantu meringankan untuk teman-teman di Pidie Jaya. Semoga bermanfaat. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan ini. Semoga sumbangan ini tepat sasaran,” ungkapnya.

Setelah menerima dana sumbangan tersebut, Hendrikus menugaskan Syahmuhar untuk menyalurkan bantuan tersebut ke Lembaga Amil Zalat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama di Jakarta yang juga menggalang dana untuk Pidie Jaya.?

Shautus Salam

Menurut Syahmuhar, aksi pengumpulan dana dilakukan di Lingkaran Brawijaya (Libra) Kota Merauke dengan cara turun ke jalan, di lampu merah meminta sumbangan dari pengguna jalan. Aksi dilakukan habis dhuhur. Kemudian istirahat pada waktu ashar. Lalu dilanjutkan lagi sampai maghrib.

Aksi tersebut, lanjutnya, sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kepedulian merajut dari Merauke sampai Sabang.?

“Maulidannya tidak di ruangan, tapi aksi di jalanan, bertujuan untuk nilai-nilai kebersamaan hidup dengan moto Merauke izakod kai, izakod bekai, artinya satu hati satu tujuan,” ungkapnya di kantor redaksi Shautus Salam, gedung PBNU, Jakarta Ahad (18/12).?

Karena dilakukan seluruh elemen pemuda, kegiatan tersebut dinamakan aksi sosial Muludan, menyambut Natal 2016 dan tahun baru 2017. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama Shautus Salam

Selasa, 02 Januari 2018

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Mempawah, Shautus Salam. Lembaga Pendidikan Babussalam bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kalimantan Barat serta PC PMII Kabupaten Mempawah menggelar Dialog Publik dengan tema "Revitalisasi Pesantren dalam menangkal Radikalisme serta Peran Penting Santri Terhadap NKRI" yang diadakan di Aula Pondok Pesantren Babussalam Desa Paniraman Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat.

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Abdul Roni, mewakili Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) mengapresiasi kegiatan yang mengangkat tentang bahaya radikalisme, karena memang gerakan ini tidak main-main. Namun, untuk menjawab tantangan yang tentu jika dibiarkan akan membahayakan negeri ini.

"Membendung terorisme haruslah objektif dan hati-hati agar tidak salah langkah, peran ulama dan santri sangat diharapkan dalam menjaga kebhinekaan republik ini," ungkapnya saat memberikan sambutan.

Shautus Salam

Kasat Bimas Polres Mempawah, AKP Gotot Purwanto menyampaikan, gangguan keamanan Indonesia memang sampai detik ini menjadi permasalahan yang perlu diselesai oleh aparat kepolisian. "Ciri-ciri paham radikalis yaitu berusaha menyalahkan pemerintah, karena akan mereka sulit dan selalu menghalang gerakan mereka," katanya.

Shautus Salam

Dikatakannya bahwa radikalisme muncul karena ketidaktahuan mereka akan ajaran agama atau karena pemahaman masyarakan yang berbeda tentang agama tanpa mengetahui yang benar membuat mereka awam pengetahuan.

Ketua Nahdlatul Ulama Kubu Raya, Abdussalam, mengungkapkan. Bahwa potensi pondok pesantren yang saat berkisar 30 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ratusan ribu santri terus menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dan Nasionalisme.

Islam harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan NKRI, dengan jumlah umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia. Sudah saat umat Islam mengambil peran menjaga keutuhan bangsa. Diharapkan santri dan pondok pesantren terus melakukan sosialisasi baik kepada tokoh pendidikan maupun tokoh masyarakat di Provinsi Kalbar dalam rangka meminimalisir gerakan radikalisme.

"NU datang untuk memupuk ukhuwah Islamiyah dari berbagai golongan di indonesia dengan wadah sosialisasi merupakan wujud penangkalan gerakan ini insyaallah negara kita akan aman dari gangguan luar," ungkapnya. (Slamet Funata/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Ulama Shautus Salam

Senin, 01 Januari 2018

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain

Jakarta, Shautus Salam

Ada orang yang beriman, tetapi tidak berilmu. Juga ada orang berilmu, sayangnya tidak beriman. Padahal Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang beriman sekaligus berilmu. Beriman sekaligus berilmu itulah yang menjadi cita-cita Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).

Demikian disampaikan Rektor Unusia Prof Dr Ir Maksoem Machfoedz pada? ceramah ilmiah berjudul “Spiritualisasi Keilmuan” dalam rangka Dies Natalis Ke-1 Unusia di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (15/6).

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain

Peringatan ulang tahun pertama Unusia mengambil tema “Menuju Kampus Bermutu”. Dalam ceramahnya, Prof Maksoem pun mengambil analogi keilmuan yang ingin dikembangkan Unusia dengan spirit ibadah puasa.

Shautus Salam

Pelaksanaan ibadah puasa harus mampu mengendalikan hawa nafsu. Bagi mahasiswi hendaknya menghindari perguncingan, dan mahasiswa harus mampu menjaga pandangan mata yang dapat mengundang syahwat. Puasa jangan sampai hanya mendatangkan derita lapar dan dahaga. Karena puasa bertujuan menjadikan manusia bertakwa.

Ketakwaan dapat dilihat dari beberapa dimensi, yaitu ubudiyah dan pembentukan karakter. Salah satu bentuk karakter takwa adalah keadilan. Keadilan mendekatkan pula kepada ketakwaan. Keadilan harus ditegakkan, walaupun berkaitan dengan orang terdekat, juga tidak peduli kaya atau miskin. Keadilan harus pula diaplikasikan melalui sikap kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Shautus Salam

Prof Maksoem menegaskan semua tujuan itu dikaji, dibentuk dan diwujudkan dalam program studi-program studi yang diselenggarakan di Unusia. Adalah tantangan bagi keberadaan program studi humaniora dengan aneka pendekatan keilmuannya untuk menerjemahkan cita-cita dan amanat spiritual keadilan. Sudah tiba waktunya dipertanyakan eksistensi keilmuan Hukum ketika ketidakadilan justru menjadi raja diraja. Pertanyaan yang sama juga menjadi tantangan serius bagi Ilmu Psikologi, Sosiologi, Komunikasi sampai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Penting direnungkan, lanjut Prof Maksoem, bahwa krisis ekonomi merupakan kegagalan keilmuan ekonomi baik dari sisi manajemen maupun akuntansinya. Tantangan keilmuan ekonomi adalah menerjemahkan ekonomi yang berkeadilan. Ilmu ekonomi yang selama ini diterapkan hanya memperhatikan keuntungan uang.

Menurut Prof Maksoem ilmu teknik juga sama saja, bahkan cenderung menjadi hamba kapitalis. “Pernahkah kita berpikir ada lulusan Sistem Informasi yang pro rakyat kecil? Umumnya mereka sangat pro kapitalisme dan liberalisme,” kata Prof Maksoem.

Setiap ada warga yang miskin, selalu yang disalahkan adalah kaum miskin tersebut. Kaum miskin dipersalahkan karena kalah bersaing, tidak belajar, dan dianggap pantas saja ada fakir miskin.

Prof Maksoem berasumsi, bila Allah tidak menyaratkan perhatian orang muslim terhadap kaum miskin, kira-kira apa ada puasa wajib? Bila tidak ada kepentingan dengan fakir miskin bisa jadi puasa Ramadhan tidak wajib. Karena salah satu hikmah berpuasa adalah membangun simpati dan empati kepada kaum miskin.

Puasa juga tidak lengkap apabila tidak ada kewajiban membayar zakat. Membayar zakat haruslah kepada orang yang berhak, salah satunya fakir miskin.

Prof Maksoem mendorong mahasiswa Unusia semua jurusan menjadi ilmuwan yang tidak hanya intelektual, tetapi ilmuwan yang bertindak untuk kemaslahatan umat. Ilmuan seperti itulah yang oleh Allah disebut ulama. Yakni mereka yang dengan ilmunya—ilmu apa pun, tidak harus ilmu agama—dapat memberikan manfaat bagi orang lain. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Hikmah, Ulama Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November

Pesan Moral

Berpecah adalah Musuh Utama Ukhuwah: Jaga Ukhuwah untuk Indonesia yang Aman dan Damai

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November

Bismillahirrohmanirrohim?

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kepada Allah SWT, Indonesia terus berkembang menjadi sebuah negara yang hidup berdasarkan kepada nilai-nilai luhur bangsa dimana masyarakatnya dapat hidup aman-tenteram saling menghormati, dan rukun berdampingan secara harmonis antara satu dengan yang lainnya.

Shautus Salam

Hari ini, Indonesia dikenal publik Internasional sebagai negara yang patut dijadikan percontohan dan teladan, terutama dalam menjadikan faktor kebhinnekaan (keanekaragaman) justru sebagai kekuatan. Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia telah berhasil meletakkan hubungan agama dengan negara secara ideal.

Agama tidak lagi dipertentangkan dengan negara. Nilai agama melebur dengan budaya lokal yang baik, melahirkan spirit wathoniyah (nasionalisme yang tumbuh subur dengan berkembangnya nilai keagamaan). Sebagaimana yang disampaikan Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asyari, pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama yakni:

? ? ? ?

Shautus Salam

"Cinta tanah air adalah bagian dari Iman"

Tidak begitu halnya yang terjadi di beberapa negara, terutama di negara-negara Teluk ataupun di negara-negara sekuler.

Hari ini negara-negara teluk seperti Irak, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Yaman dan lainnya, memasuki suatu babakan baru yang disebut sebagai "failed-state", negara gagal, diakibatkan keliru menerapkan hubungan agama dan negara, sehingga keduanya dipertentangkan satu sama lain yang akibatnya menimbulkan kekacaubalauan.

Ratusan ribu bahkan jutaan manusia menjadi korban atas peperangan yang timbul akibat kesalahpahaman. Sementara di negara-negara sekuler yang hanya mengedepankan rasionalitas tanpa agama justru melahirkan titik balik suatu peradaban yang tidak lagi "memanusiakan manusia".

Dewasa ini, kita tengah menghadapi suatu diskursus publik yang luas, terutama dalam penyikapan masyarakat atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, yang menimbulkan kontroversi di hampir seluruh kalangan. Bahkan sebagian kalangan mengatasnamakan "Aksi Bela Islam II" akan menggelar aksi besar tanggal 4 November mendatang.

Mencermati eskalasi dan perkembangan keadaan terkini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama ini menegaskan:

1. ? Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pererat tali silaturahim antar komponen masyarakat. Berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil, dan makmur. Jaga Ukhuwah Wathoniyah? (persaudaraan setanah air) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia), agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

? ? ? ? ?

? “Berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah, dan jangan berpecah-belah (QS: Ali-Imran, 103)”

2. ? Kepada seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro-aktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jamiyyah NU.

3. ? Mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku, agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.

4. ? Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.

5. ? Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa semoga Indonesia selalu diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

Jakarta, 28 Oktober 2016/27 Muharram 1438

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

DR KH Ma’ruf Amin

Rais Aam PBNU

?

KH Yahya C. Staquf

Katib Aam PBNU


Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU


DR HA. Helmy Faishal Zaini

Sekretaris Jenderal PBNU









(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Lomba Shautus Salam

Kamis, 28 Desember 2017

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Bojonegoro, Shautus Salam. Silaturahim Nasional (Silatnas) III Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) akan digelar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencananya kegiatan tersebut diadakan di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/11) besok.

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Silatnas kali ini mengusung tema “Memperkuat Kaderasasi di Kancah Perguruan Tinggi”. Ketua PC IPNU Bojonegoro M. Masluhan mengaku, para peserta dimungkinkan akan tiba di Kota Ledre Jumat (20/11) ini. Sebelum ke lokasi kegiatan, mereka akan berkumpul di kantor PCNU Bojonegoro.

"Bojonegoro menjadi tuan rumah, Silatnas yang pertama diadakan di Surabaya dan yang kedua di Jombang," jelasnya.

Shautus Salam

Mantan ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kapas itu menjelaskan, setidaknya ada PKPT IPNU-IPPNU dari 50 perguruan tinggi yang hadir. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris serta simpatisan. "Selain sharing program, kegiatan Silatnas juga untuk memberikan rekomendasi ke Kongres IPNU-IPPNU di Boyolali, Desember mendatang," lanjutnya.

Shautus Salam

Ia menambahkan, mereka juga akan diberi materi kewirausahaan dan tentang akademik dari Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur. "Terpenting acara ini menjadi silaturahim antarbanom NU di perguruan tinggi," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News, Ulama Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Jombang, Shautus Salam

Ratusan warga di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi lokasi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10).

Sebagian mereka datang lebih awal sebelum acara dibuka dan rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan. "Meraka datang sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," kata Minanur Rahman, koordinator tim pengobatan gratis kepada Shautus Salam.

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Mereka menunjukkan antusiasmenya dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional. Minan menyampaikan, sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon itu dikoordinasi pengurus MWCNU, dan badan otonom (Banom) NU di Bareng yang sudah diedarkan jauh hari sebelumnya.

Shautus Salam

"Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun Realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis," ujarnya.

Jumlah peserta tersebut, menurut Minan, sudah mencapai target maksimal. Dari 371 kupon yang sudah diterima itu, 5 di antaranya khusus untuk pemeriksaan mata yang langsung ditangani dokter spesialis mata. "Kita juga menyiapkan dokter spesialis mata untuk masyarakat Bareng, ia akan menangani katarak dan obat dasar pengobatan mata," jelasnya.

Shautus Salam

Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis itu merupakan kerja sama antar panitia penyelenggara dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Warta, Ulama Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Ini Kriteria Pemimpin PBNU Menurut PWNU NTB

Mataram, Shautus Salam. Muktamar ke-33 NU yang akan digelar di Jombang awal Agustus 2015 mendatang sudah mulai "hangat" sampai ke daerah-daerah, baik terkait materi-materi yang dibahas maupun siapa sosok pemimpin PBNU periode selanjutnya.

Drs TGH Achmad Taqiuddin Mansur, Ketua PWNU NTB memiliki pandangan tersendiri terkait sosok pemegang amanah organisasi terbesar di Indonesia yang disampaikan kepada Shautus Salam, Selasa (17/3) di Mataram, NTB.

Ini Kriteria Pemimpin PBNU Menurut PWNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kriteria Pemimpin PBNU Menurut PWNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kriteria Pemimpin PBNU Menurut PWNU NTB

“Ke depan pemimpin PBNU tetap harus tegas dan memiliki pemahaman yang baik dengan kondisi kekinian secara nasional dan global,” ujarnya.

Shautus Salam

Lebih lanjut, ia mengharapkan di tengah kelemahan orang untuk berserikat, berkumpul maupun termasuk berorganisasi, tentu di sini peran NU harus mampu menyemangati orang-orang yang ada agar bersemnagat dan tergerak untuk berkumpul dan mengabdi di NU.

NU hadir untuk menaungi dan mengayomi umat. Akhir-akhir ini, kata dia, begitu banyak organisasi yang bermuculan mengatasnamakan Islam, tapi perilakunya masih jauh dari Islam yang sebenarnya.?

Shautus Salam

Oleh karena itu, lanjutnya, ke depan PBNU harus mampu menggerakkan semua komponen struktur yang ada, baik banom, lajnah, dan lembaganya untuk bergerak disamping selalu berkoordinasi dengan PWNU dan PCNU yang ada di seluruh Indonesia, serta PCINU di berbagai negara.

“Kesemuanya itu harus masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat secara langsung. Karena dengan itu, perbedaan antarumat bisa diantisipasi dan diselesaikan dengan cara-cara jam’iyah,” tandasnya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama Shautus Salam

Minggu, 26 November 2017

Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya

Jepara, Shautus Salam. Ulama yang telah meninggal secara lahir sudah “wafat”, namun sejatinya masih “hidup”. Hal ini lantaran ilmu yang diajarkan ulama masih ditularkan hingga sekarang. Demikian diuraikan KH Dzikron Abdullah, pengasuh pesantren Addainuriyah Semarang saat menyampaikan mauidloh dalam Haul I KH Ahmad Cholil di Desa Bakalan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jum’at (28/8) sore.

KH Ahmad Cholil almarhum menurut Ketua Idaroh Wustho Jatman Provinsi Jawa Tengah ini merupakan sosok ulama yang tawadlu’, mukhlis (ikhlas) dan aliman (alim) serta khusnin niyat (baik niatnya).?

Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Wafat Sejatinya Hidup melalui Ilmu-ilmunya

“Sehingga pantas panjenengan hadir di maqbarah ini,” tuturnya kepada ribuan jamaah yang hadir.

Shautus Salam

Hal lain ditambahkan Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi. Haul menurutnya merupakan tradisi Aswaja yang harus diuri-uri (dilesatarikan). Mewakili shohibul bait, Marzuqi mengutip sebuah sabda yang artinya barang siapa yang dibingungkan dengan beragam urusan, solusinya agar memohon kepada Allah lewat wasilah kepada ahli kubur.

Senada dengan Kiai Dzikron, tujuan dari hormat Haul yakni sebagai bukti berbakti kepada guru dan kiai. Harapannya yang ditinggalkan bisa meneruskan perjuangan dan mengambil manfaat serta nasihat yang telah diberikan oleh ulama. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Warta Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat

Brebes, Shautus Salam. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes menerapkan tradisi hari libur bagi siswanya pada hari Jumat. Pasalnya, Jumat masih dipandang sebagai sayyidul ayyam (raja hari) sehingga perlu dilestarikan. Sehingga Ahad tetap berangkat dengan pembelajaran sebagaimana hari-hari biasanya.?

“Selagi tidak ada larangan dari Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan, kami akan mempertahankannya,” tutur Kepala MTs Assalafiyah Sitanggal H Muhammad Ikhsan saat ditemui Shautus Salam di ruang kerjanya, Selasa (14/3).

Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat

Karena sudah menjadi ciri khas madrasah, lanjut Ikhsan, maka para siswa maupun guru tidak ada yang mengeluh kalau Ahad berangkat sekolah. “Justru warga sekolah bisa memanfaatkan hari Jumat untuk kegiatan ibadah lebih khusuk,” ungkapnya.?

Kata Ikhsan, Nahdliyin kalau malam Jumat banyak melakukan aktivitas pengajian dan kegiatan lainnya sehingga konsentrasi dalam mengarungi malam untuk kegiatan ibadah malam Jumat makin semarak. Itulah antara lain dorongan hari Jumat.

Shautus Salam

MTs Assalafiyah berdiri sejak 9 September 1969, tapi izin operasionalnya baru keluar pada 1 Mei 1974. Pendirian madrasah ini didorong keinginan masyarakat Larangan yang agamis. Beberapa tokoh perintis yang bisa dicatat yakni KH Ahmad Syatori Marlan dan KH Akyas Suhari. “Dua tokoh ulama kharismatik tersebut, sangat berperan dalam pendirian madrasah ini,” ungkapnya.

Pada awal berdiri, 1968 menumpang di MI Sitanggal dengan siswa perdana sebanyak 13 anak. Tahun 1969 baru membangun gedung sendiri diatas tanah seluas 800 meter persegi wakaf dari H Zainudin yang juga mertua dari KH Ahmad Syatori. “Alhamdulillah sekarang sudah memiliki tanah seluas 1 hektar atau 10.000 meter persegi dengan bangunan tingkat tiga,” tuturnya.

Shautus Salam

Siswa MTs Assalafiyah berasal dari keluarga yang orang tuanya tergolong ekonomi menengah ke bawah yang mayoritas sebagai buruh tani. Meskipun demikian, terbina kerukunan yang rekat sehingga bisa saling bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan madrasah dan anak-anak mereka.?

Berbagai sarana dan prasarana terpenuhi di madrasah yang terletak di Jalan Raya Sitanggal Larangan Brebes. Laboratorium IPA, bahasa, komputer, perpustakaan, aula, sanggar Pramuka, masjid, ruang multimedia, ruang musik, UKS, dan lain lain terpenuhi dalam kondisi baik. ? “Perlengkapan olahraga, rrumband, calung, rebana modern juga tersedia untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa,” ucapnya.?

Dengan sumber daya manusia yang berlatarbelakang S3, S2 dan S1 sebanyak 43 guru dan 13 TU siap mengantar putra putri NU menjadi generasi yang Islami dan berkualitas. “Saat ini, kami memiliki 650 siswa dan setiap tahunnya lulus 100 persen,” ungkapnya.

Para siswa kerap menorehkan prestasi diberbagai ajang seperti Porsema, Popda, 02SN, dan kegiatan lainnya di tingkat Kabupaten dan Jawa Tengah. Pada masa mendatang, imbuh Ikhsan, pihaknya akan mengembangkan kelas tahfidz bagi peserta didik khusus. “Kami bertekad melahirkan hafidz hafidzah, pada masa masa mendatang,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Ulama Shautus Salam

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Beirut, Shautus Salam

Parlemen Lebanon pada Rabu (13/7) gagal untuk ke-42 kali berturut-turut memilih presiden baru akibat kurangnya kuorum yang ditentukan oleh undang-undang dasar.

Ketua Parlemen Nabih Berri menyerukan sidang baru pada 8 Agustus.

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Lebanon tak memiliki presiden sejak masa jabatan Presiden Michel Suleiman berakhir pada 25 Mei 2014, dan perpecahan politik tajam menghalangi pemilihan presiden petahana.

"Keputusan politik yang menghalangi pemilihan seorang presiden masih ada dan sejarah akan menimpakan kesalahan pada mereka yang menghalangi pemungutan suara ini," kata anggota parlemen independen Boutros Harb kepada wartawan setelah sidang tanpa hasil tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Shautus Salam

Hanya 37 anggota parlemen yang datang ke gedung parlemen untuk mengikuti sidang itu, sementara dua pertiga dari 128 kursi di parlemen merupakan kuorum yang diperlukan.

Menurut Pakta Nasional, Presiden Lebanon harus beragama Kristen Maronit sedang ketua parlemen adalah penganut Syiah dan perdana menteri seorang Muslim Sunni.

Undang-undang dasar menetapkan jika tak ada presiden, kabinet bertugas memerintah negeri tersebut sampai seorang presiden terpilih.

Shautus Salam

Hizbullah, blok Perubahan dan Pembaruan Michel Aoun dan sebagian sekutu mereka telah memboikot sidang pemilihan presiden tersebut, dan menuntut kesepakatan lebih dulu mengenai seorang presiden.

Pemimpin Gerakan Al-Mustaqbal mantan anggota parlemen Saad Al-Hariri --yang dekat dengan Arab Saudi-- melancarkan satu gagasan pada penghujung 2015 untuk mencalonkan Ketua Gerakan Marada, anggota parlemen Suleiman Franjieh, untuk menjadi presiden.?

Tapi usulnya mendapat penentangan dari partai Kristen utama di negeri tersebut serta Hizbullah. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Cerita Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi

Pringsewu, Shautus Salam?



Setelah resmi terbentuk beberapa waktu lalu, pecinta shalawat bernama Syekhermania wilayah Provinsi Lampung akan melakukan rangkaian kegiatan untuk membumikan shalawat di bumi ruwai jurai.

Menurut salah satu pengurus organisasi besutan Habib Syech dari Solo, Aan Uly Rosyadi, Syekhermania Lampung, untuk membumikan shalawat tersebut melalui Festival Hadroh tingkat provinsi.

Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi

"Festival ini kita gelar dalam rangka menyongsong deklarasi Syekhermania Lampung yang akan langsung dihadiri oleh Habib Syech pada bulan April di Kota Metro," kata Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Lampung tersebut, Sabtu (7/1).

Festival akan dibagi dalam 3 zona. Zona 1 dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Maarif Natar, Lampung Selatan pada 21 dan 22 Januari. Zona 2 dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Amal Kota Metro pada 28 dan 29 Januari. Zona 3 dilaksanakan di Pondok Pesantren Tarbiyyatus Sunniyah Tulang Bawang Barat pada 4 dan 5 Februari.

Shautus Salam

Puncak festival akan digelar di gedung Sessat Agung Kabupaten Lampung Tengah selama 3 hari mulai 10 sampai dengan 13 Februari.

"Panitia sudah menyiapkan hadiah berupa dana pembinaan dengan total 30 juta rupiah plus doorprize 3 tiket umroh dan 15 tiket ziarah Wali Songo bagi peserta dan hadirin," terangnya.

Aan menambahkan, peserta tidak dibebani biaya pendaftaran karena tujuannya memasyarakatkan seni hadroh. Untuk informasi lebih lengkap, para calon peserta dapat menghubungi langsung panitia yaitu Aan 08117250115, Dedi 085769690432 dan Niwang 085758987261. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Tokoh, Ulama Shautus Salam

Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI

Jakarta, Shautus Salam - Pimpinan Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-71 Muslimat NU di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis (11/5). Kegiatan bertema “Satukan Langkah Membangun Negara Menjaga NKRI” ini dihadiri ratusan kader Muslimat NU se-Jakarta.

Ketua PW Muslimat NU Jakarta Hj Hisbiyah Rochim pada sambutannya meminta kepada kader Muslimat NU Jakarta agar terus mengawal NKRI dan program-program NU.

Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI

“NU, sejak dulu, sebelum Indonesia merdeka sampai merdeka, bahwa KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri telah berjuang mati-matian membela NKRI. Bagi NU, NKRI harga mati!” ujar Hj Hisbiyah.

Shautus Salam

Ia juga meminta kepada kader Muslimat NU DKI supaya terus mengawal dan mendengungkan tradisi keagamaan NU, seperti tahlil, marhabanan dan lain-lain.

“Tugas kita mengawal Ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Hj Hisbiyah.

Shautus Salam

Pada peringatan Harlah ini juga diisi dengan MoU budidaya cabai antara PW Muslimat NU Jakarta dengan Badan Teknologi Pertanian Jakarta.

Pada Harlah tersebut, hadir pengurus PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Sekretaris PW Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruhyati dan segenap pengurus PW Muslimat NU DKI Jakarta.(Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Amalan, Ulama Shautus Salam

Senin, 13 November 2017

IPNU NTT Konsolidasi Cabang di Flores

Kupang, Shautus Salam. Dalam rangka mensukseskan program tahun 2013, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan konsolidasi di tingkat cabang. Untuk Pulau Flores ditargetkan seluruh cabang sudah akan terbentuk dalam waktu dekat.

Rencana tersebut merupakan hasil diskusi rutin pengurus wilayah, Ahad (31/3) kemarin. Ada sembilan cabang di Flores, Lembata, Alor dan pulau Sumba yang akan ditindaklanjuti dan  direncanakan akan diselesaikan dalam tahun ini. 

IPNU NTT Konsolidasi Cabang di Flores (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU NTT Konsolidasi Cabang di Flores (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU NTT Konsolidasi Cabang di Flores

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU NTT, Achan Arman Pua Upa mengatakan, rencana itu telah dikoordinasikan dengan beberapa rekan-rekan IPNU di setiap daerah yang bisa ajak kompromi untuk mengembangkan organisasi ini.

Shautus Salam

“Memang pengembangan organisasi di daerah Flores sangat sulit. Sangat sulit karena jarak tempuh dan transportasi persoalan yang kami alami,” katanya. 

Shautus Salam

Apalagi jarak tempuh antara kota Propinsi ke setiap Kabupaten kita harus habiskan waktu satu haru satu malam dalam perjalanan, itu baru satu kabupaten. Maka direncanakan 2013 ini, tanggung jawab untuk membentuk cabang di Pulau Flores bisa mendekati seratus persen.

“Setelah itu baru dilanjutkan ke Pulau Sumba yang jarak tempuh dua hari perjalanan dari kota propinsi,” ungkap Achan.

Ajhar J. Ambubari, sekretaris PW IPNU NTT mengatakan, tahun 2012 PW IPNU NTT baru membentuk empat cabang persiapan, yakni Cabang Kab Belu, Kab TTS,  Kab Kefa dan Kabupaten Kupang. Sedangkan Cabang  Kota Kupang sudah dibentuk sebelum terlaksananya Kongres di Palembang. 

“Cabang kota Kupang akan kita prioritaskan, sebab ini satu-satunya cabang berada di kota Propinsi. Pengurus Cabang Kota kita libatkan berbagai aktifitas kegiatan-kegiatan di wilayah. Seperti gelar diskusi bersama lintas OKP, bedah buku “, ungkapnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Halaqoh, Ulama, Doa Shautus Salam

Jumat, 10 November 2017

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Jakarta, Shautus Salam. Kabar meninggalnya Menteri Agama RI periode 2004-2009 KH M. Maftuh Basyuni viral di media sosial. Kabar ini merupakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia yang telah kehilangan tokoh berintegritas.?

Dikabarkan, pria berusia 77 tahun wafat pada hari Selasa (20/9). Almarhum meninggal di RS Gatot Subroto setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, almarhum Maftuh sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia. Di rumah sakit tersebut Maftuh sempat menjalani penyinaran untuk penyakit kankernya di sekitar paru-paru.

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Muhammad Maftuh Basyuni, (lahir di Rembang, Jawa Tengah, 4 November 1939) adalah Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Pengadegan Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh tampak hadir di rumah duka, di antaranya Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekjen Kemenag Nur Syam, mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, dan sejumah tokoh lainnya.

Salah satu Ketua PBNU KH Hasib Wahab yang turut bertakziah sempat mengimami shalat jenazah. Menurut rencana, almarhum akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, setelah sebelumnya di shalatkan di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah. (Red: Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Ulama, Quote Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock