Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Mensos Targetkan Indonesia Bebas Anak Jalanan di Tahun 2017

Sidoarjo, Shautus Salam. Menteri Sosial RI, Hj Khofifah Indar Parawansa menargetkan Indonesia bebas anak jalanan di tahun 2017 ini. Menurutnya, Indonesia bebas anak jalanan merupakan bagian dari proses eksplorasi per kabupaten kota di bulan Mei 2015 lalu.

Mensos Targetkan Indonesia Bebas Anak Jalanan di Tahun 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Targetkan Indonesia Bebas Anak Jalanan di Tahun 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Targetkan Indonesia Bebas Anak Jalanan di Tahun 2017

Khofifah menghitung dari 2015 seluruh kabupaten kota, berapa data anak jalanannya itu supaya masing-masing daerah terdorong, termotivasi dan kinerjanya bisa terukur.

"Kota-kota ini biasanya menjadi sentra siapa saja untuk mencari gula-gula, mencari keuntungan . Banyak juga ditemukan anak-anak ini kemudian dieksploitasi, apakah oleh pihak lain ataukah orang tuanya, itulah yang kemudian secara simultan kita menyiapkan program antara lain desaku menanti seperti di Desa Kedungkandang Kota Malang, itu satu paket gelandangan, pengemis dan anak jalanan bisa direlokasi," kata Khofifah disela-sela acara dzikir akbar di depan Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (12/2).

Ketum PP Muslimat NU itu menjelaskan bahwa, di Desa Kedungkandang Kota Malang, tahun Maret lalu dilakukan peletakan batu pertama, Oktober kemudian diresmikan dan Januari 2017 sudah bisa menjadi destinasi wisata baru.

Shautus Salam

"Jadi Kementerian Sosial mencoba mencari format yang betul-betul solutif. Ketika puasa kita selalu cerita gelandangan, pengemis, ketika kita ke jalan masih menemukan anak-anak jalanan, ini harus dilakukan reintegrasi sosial satu paket tidak hanya anaknya, tetapi juga orang tuanya," jelasnya.

Khofifah menyebutkan bahwa di Jawa Timur salah satu contoh yang bisa dijadikan runmodel yaitu Kedungkandang. Kalau ini bisa diikuti kota-kota lain, yang memang ditemukan gelandangan, pengemis atau anak jalanan relokasinya ini satu paket. Tidak bisa anakya saja, kalau orang tuanya tidak ada pendekatan secara ekonomi, kemungkinan nanti masih akan mengajak anaknya ke jalan.

"Nah format satu paket solutif seperti yang dilakukan di Kota Malang itu semoga bisa dijadikan runmodel di kota lain," harapnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Bahtsul Masail, Doa Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Dalam banyak keterangan Rasulullah SAW menyebutkan nikmat dan siksa kubur. Keduanya merupakan ganjaran yang Allah berikan sebelum hari akhir tiba. Kebaikan dan kejahatan seseorang selama di dunia cukup menentukan balasan apa yang akan diterimanya di alam barzakh.

Banyak penghuni alam kubur menerima pelbagai rahmat Allah hanya karena kebaikan yang selama ini dianggap sepele seperti Imam Al-Ghazali yang membiarkan cairan di ujung penanya direguk serangga. Tetapi tidak sedikit penghuni kubur yang disiksa habis-habisan oleh malaikat hanya karena kejahatan yang dipandangnya remeh selagi di dunia.

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Namun demikian siapa nyana keutamaan surat Al-Ikhlash. Kalam Ilahi yang berisi empat ayat ini dapat menghadirkan keridha’an Allah bagi pembacanya di alam kubur. Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim.

? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Siapa yang membaca surat Qul Hu sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.”

Shautus Salam

Oleh karenanya, manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup. Alangkah baiknya perilaku baik itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak antara lain suratul Ikhlash. Semuanya itu adalah tanaman yang akan berbuah di alam kubur dan di akhirat kelak. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

Shautus Salam

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

Shautus Salam

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, IMNU Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Sidoarjo, Shautus Salam

General Manager (GM) PT Pektroindo Anugerah Sukses Abadi, produsen panci Paramount yang berlafadz "Alhamdu Allah", Ciputra Alim meminta maaf kepada seluruh umat Islam terkait produknya yang menjadi polemik, karena bertempelkan stiker berlafadz "Alhamdu Allah". Ia juga mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Ciputra mengaku, tidak ada maksud sama sekali melakukan penistaan agama dalam produk panci yang diproduksi massal tersebut. Namun, pihak pabrik sebenarnya hanya ingin menempelkan stiker tersebut sebagai wujud rasa syukur, setelah hampir 12 tahun tidak berproduksi dan akhirnya bisa produksi kembali pada akhir 2015.

"Sejak kisaran tahun 2003, pabrik panci tidak berproduksi dan baru memulai produksi kembali kisaran akhir 2015. Atas dasar itu, sejumlah karyawan yang Muslim mengusulkan agar menyertakan kata "Alhamdulillah" di stiker produk panci Paramount. Ungkapan itu, sebagai bentuk syukur karyawan yang bisa bekerja kembali di perusahaan panci," kata Ciputra sembari menceritakan asal usulnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya Jalan Gajah Mada, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/1).

Namun tak disangka, lanjut dia, niatan itu justru menimbulkan polemik di kalangan umat Islam. Apalagi, kata yang dimaksud "Alhamdulillah" itu ternyata hurufnya kurang dan menjadi "Alhamdu Allah".?

"Kami atas nama perusahaan meminta maaf dan berjanji akan mengganti stiker lafadz ? "Alhamdu Allah" dengan stiker baru tanpa tulisan Arab. Selain itu, kami juga akan menarik produk yang beredar di pasaran," ucapnya.

Shautus Salam

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa produk panci Paramount yang belafadz "Alhamdu Allah" itu ditemukan di sejumlah wilayah, antara lain Pasuruan dan Jember. Temuan lafadz Allah itu, spontan membuat sebagian umat Islam merasa kecewa. Bahkan, MUI Pasuruan dan sebuah ormas Islam di Pasuruan sempat melaporkan polemik itu ke Mapolres Pasuruan. MUI dan salah satu ormas Islam tersebut menyebutkan, pencatuman lafadz "Alhamdu Allah" di barang yang tidak semestinya bisa dianggap sebagai penistaan agama. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kiai, Bahtsul Masail, AlaSantri Shautus Salam

Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

Bondowoso, Shautus Salam - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binakal dan GP Ansor setempat menurunkan bantuan untuk korban tanah longsor di Desa Kembangan. Pengurus harian GP Ansor Bondowoso menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok.

Bantuan ini diserahkan langsung di lokasi kejadian bencana di Dusun Kembang Desa Kembangan Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/9) malam.

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

"Begini, kejadiannya itu sudah dua hari yang lalu. Akibat tanah longsor karena hujan lebat terus menerus sehingga rumah ibu saya ibu Maimunah tertimpah tanah longsor. Itu sekitar jam lima sore kejadiannya,” kata Sofi, keluarga salah satu korban.

Shautus Salam

Ia bersyukur tidak ada korban jiwa saat kejadian. Hanya saja "Rumah ibu saya yang rusak tertimpah tanah longsor tersebut," kata Sofi.

Kondisi jalan untuk menempuh lokasi dalam keadaan licin, becek, dan gelap gulita. Untuk menempuhnya, orang dapat lewat dengan penerangan hp.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil berharap bantuan itu bisa meringankan beban yang terkena musibah.

“Dari kegiatan penyaluran bantuan longsor itu kita terpanggil sesama manusia agar kita bisa meringankan beban yang terkena musibah, saling membantu,” kata Muzammil.

Tampak hadir Ketua MWCNU Binakal H Lutfi, Ketua GP Ansor Binakal Ahmad Efendy, Ketua Baanar Bondowoso Fiqi Abdillah, dan Pengurus GP Ansor lainnya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Brebes, Shautus Salam. Generasi muda diharapkan bisa mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Al-Qur’an bisa menjadi jalan penerang dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat sehingga tercetak Generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada tuntunan Qur’an.

“Di tengah maraknya pengaruh negatif yang mengancam moralitas generasi muda, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dinilai sangat ampuh untuk mencetak Generasi Qurani,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Tahroni saat membuka MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Brebes, di SMP N 2 Songgom, Selasa (6/9).

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Menurut Tahroni, MTQ juga bisa dijadikan ajang untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan baca tulis Al Quran secara baik, benar dan indah.

Ketua Panitia MTQ Pelajar Hendra Pradistyo Bmenjelaskan, MTQ diikuti 170 peserta. Mereka terdiri dari peserta SD/MI sebanyak 68 peserta dan SMP/MTs 102 peserta. Juga ikut mensukseskan kegiatan tersebut 15 Dewan Hakim, 10 Panitera dan 8 Pengawas kegiatan.

Adapun cabang yang dilombakan meliputi cabang Tartil Quran SD/MI, SMP/MTs, Cabang Tilawatil Quran SD/MI, SMP/MTs dan Cabang Tahfidz Quran 1 Juz SMP/MTs putra dan putri.?

Shautus Salam

“Tiap cabang terbagi untuk tingkat SD, SMP untuk golongan putra dan putri,” papar Hendra.

Shautus Salam

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat mengambil sumpah para dewan hakim yang akan melakukan penjurian.?

Peserta terbaik pertama dari berbagai cabang, akan menjadi duta kafilah Brebes pada MTQ Pelajar Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Magelang pada 10-13 Oktober 2016 mendatang.

Hadir dalam pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Brebes Dedy Priyono, Kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Brebes, Kepala Sekolah SD dan SMP, dewan hakim, official dan seluruh peserta. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Shautus Salam

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Pacitan, Shautus Salam. Ratusan jamaah dalam kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor  Arjosari, Pacitan, Jawa Timur membaca shalawat di Masjid Al-Mubarok Dusun Kulak, Desa Tremas, Arjosari, Sabtu Malam (19/3).

Jamaah yang terdiri dari Masyarakat, pengurus GP Ansor dan Anggota Banser ini dengan penuh khidmat melakukan pembacaan Ratib al Haddad karya Al-Habib Abdullah bin alwi bin muhammad Al-Haddad. Kegiatan ini digelar pertama kalinya oleh PAC GP Ansor Arjosari seusai terbentuk kepengurusan Rijalul Ansor pada awal bulan maret ini.

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Ketua GP Ansor Arjosari, H Hamka Hakim dalam sambutanya menyampaikan beberapa keutamaan bagi pengamal atau pembaca Ratib Al Haddad, di antaranya akan terhindar dari mara bahaya, memanjangkan umur dan mempermudah memperoleh rizqi. Ratib al Haddad, katanya, diamalkan sebagai salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Shautus Salam

“Mari melalui kegiatan ini, kita niat ingsung (berniat), bismillah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga sebagai caranya kita nguri-uri (menjaga) ideologi Ahlussunnah wal-Jamaah. Karena tanpa kita yang peduli, terus siapa lagi yang akan peduli,” jelas lulusan univeritas Al Azhar Mesir itu.

Lebih lanjut, Hamka Hakim menyampaikan keperihatinanya atas kondisi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan yang mulai meninggalkan masjid dan mushala sebagai pusat kegiatan keagamaan. Menurutnya, telah terjadi pergeseran nilai dan budaya yang diakibatkan oleh kemajuan zaman.

Shautus Salam

“Zaman dahulu para remaja tidur di masjid atau mushala adalah suatu kenikmatan. bagaimana kita dididik dan dibina tumbuh dalam lingkungan masjid dan mushalla.” kata dosen Staifa Kikil Pacitan itu.

Namun kondisi yang terjadi sekarang sangat memperihatinkan. Seusai waktu magrib, para remaja dan anak-anak mulai menjauh dari kegiatan keagamaan di masjid atu mushala. Mereka banyak yang tidak mau belajar mengaji, justru memilih dan mendatangi tempat-tempat seperti tempat tongkrongan dan tempat permainan lainya.

“Ini kehawatiran kita kalau imbas dari kemajuan zaman ini justru menggerus terhadap moral dan nilai yang baik dalam generasi muda kita,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, GP Ansor Arjosari hadir dengan sayapnya Rijalul Ansor untuk memberikan kontribusi dan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya kembali ke masjid sebagai tempat kegiatan keagamaan. Rijalul Ansor menggelorakan ajakan kembali ke masjid sebagai sarana membentengi generasi muda dari pengaruh zaman.

Sementara itu Pembina GP Ansor Arjosari, Ust Zafri Wicaksana meminta kegiatan Rutinan Rijalul Ansor semacam ini harus tetap berjalan, bagimanapun kondisinya. GP Ansor tidak boleh kalah semangat dengan Fatayat dan Muslimat NU yang telah lama berjalan dengan pengajian dan seaman Al-Qur’anya.

“Bukan maksud Ansor bersaing dengan Fatayat atau muslimat. Namun bagaimana caranya kita bersama-sama berjuang dan menguatkan ideologi Ahussunnah wal-Jamaah di tengah-tengah masyarakat pedesaan,” tandasnya.

Kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor ini akan digelar rutin sekali dalam satu bulan. Yakni tiap malam Sabtu Pon atau Ahad Wage. Rutinan akan digelar dari desa ke desa di seluruh kecamatan Arjosari dengan menggandeng takmir masjid dan pengurus karang taruna. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara

Jakarta, Shautus Salam

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta mendapat kunjungan studi banding dari Pascasarjana Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara pada Rabu (25/5).?

Sebanyak 80 orang rombongan terdiri dari mahasiswa Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan pimpinan Unisnu Jepara diterima langsung oleh Rektor Unusia Prof Dr Maksum Machfoed dan pimpinan STAINU Jakarta. ? Studi banding ini merupakan salah satu upaya Unisnu Jepara mengenalkan mahasiswa terhadap Manajemen Pendidikan ? Islam yang diterapkan di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia, salah satunya Unusia Jakarta dan STAINU Jakarta.

UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan MoU antara Unusia-STAINU Jakarta dengan Unisnu Jepara di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.?

"Jejaring antar perguruan tinggi penting untuk mendongkrak gairah akademik," ujar Wakil Rektor 3 Unusia HM. Mujib Qulyubi.

Sebagaimana hasil pantauan Shautus Salam, ada 4 aspek yang digali oleh mahasiswa dalam studi banding ini, yaitu aspek penelitian dan pengabdian masyarakat, aspek manajemen, aspek kurikulum, dan terakhir adalah penguatan distingsi Pascasarjana Islam Nusantara di STAINU Jakarta. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

Bangkalan, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Uama (IPNU) Kabupaten Bangkalan kembali merealisasikan program prioritasnya, yaitu pembentukan dan pengaktifan Pimpinan Anak Cabang (PAC ) IPNU se-Kabupaten Bangkalan.

Sebelumya, Pimpinan Cabang IPNU Bangkalan telah? melantik PAC IPNU Mancengan dan PAC IPNU Kecamatan Burneh. Sekarang, PC IPNU Bangkalan menjamah IPNU di Bangkalan bagian utara yang sudah tiga tahun vakum, tepatnya di Kecamatan Tanjungbumi.

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

PC IPNU Bangkalan dalam periode kepengurusan ini sudah membentuk dan mengaktifkan 12 PAC IPNU se-Kabupaten Bangkalan. Sehingga, kini jumlah PAC IPNU yang aktif di Kabupaten Bangkalan ialah 16 dari 20 PAC di kabupaten di ujung paling barat Pulau Madura ini.

Shautus Salam

“Kalau anda ingin melihat wajah NU di masa depan, maka lihatlah kader IPNU dan Ansor masa kini. Kalau IPNU hari ini tidak mengader dan tidak melaksanakan amanat organisasi yang telah ditentukan PP IPNU Pusat, maka bisa dipastikan wajah NU yang akan datang tidak jauh dari yang kita lihat saat ini.? Karna hal tersebut, PC. IPNU Bangkalan? merealisasikan programnya setapak demi setapak untuk menuai hasil yang maksimal,”? ujar Ketua PC IPNU Bangkalan Mahsus R HM, Selasa (29/12).

Shautus Salam

Ia berharap Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Tanjungbumi turut membina, membimbing, dan memberi motivasi kepada pengurus terpilih agar melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan di rapat kerja.

Terpilih pada acara tersebut Ach Muharram sebagai ketua PAC IPNU Tanjungbumi masa khidmah 2015-2017. Muharram mengharap kepada semua elemen yang hadir mau membimbingnya untuk menghidupkan kembali PAC IPNU Tanjungbumi dan kembali meramaikan khazanah ke-IPNU-an di kalangan pelajar di Kecamatan Tanjungbumi.

“Dan juga saya berharap kepada rekan-rekan yang hadir dan terseleksi sebagai pengurus PAC IPNU Tanjungbumi agar mau berperan aktif agar dapat menyusul rekan-rekan PAC yang lain yang telah terlebih dahulu aktif. Tanpa kalian, saya tiada arti,” tuturnya. (Nurul Huda/Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU

Makassar, Shautus Salam 

Sebelum kegiatan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Masjid Syuro Kota Makassar, Senin (4/12) selesai, Pengurus Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) sempat memberikan doorprize aplikasi iShalat kepada beberapa peserta teraktif selama mengikuti pelatihan ini. 

Berdasarkan penilaian dari pihak LTM, terdapat empat peserta yang paling layak mendapatkan aplikasi iShalat ini. Yaitu, Megalia dari IPPNU, Abdul Majid, Sinta dari Fatayat dan Buhari Muslim dari PMII. 

Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU

Ketika dimintai komentar, mereka mengaku senang mendapatkan aplikasi iShalat dari LTM PBNU. 

Megalia, misalnya, mengatakan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan untuk memiliki aplikasi iShalat. Menurutnya, walaupun belum menikah tapi sudah ingin membeli buat calon anaknya kelak. 

Shautus Salam

"Saya sudah merencanakan akan membeli untuk calon anaknya walaupun belum punya suami," katanya diikuti tawa peserta lain. 

"NU betul-betul hebat. Hebat!" jelasnya. 

Sementara Buhari Muslim bersyukur bisa mendapatkan aplikasi iShalat ini. "Ini betul-betul hadiah yang luar biasa," katanya. 

Shautus Salam

Menurutnya, kehadiran aplikasi ini sudah sesuai mengingat kelompok-kelompok seperti Wahabi telah mendominasi aplikasi tentang tata cara shalat. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail Shautus Salam

Jumat, 15 Desember 2017

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Demak, Shautus Salam. Pelaksanaan Apel Santri di alun-alun kabupaten Demak, Kamis (22/10) disambut antusias para santri dan pengasuhnya. Peserta yang semula diprediksi 7000 santri dari 70 pesantren, ternyata mencapai angka 10000 santri dari 117 pesantren. Barisan santri berjubel karena dirapatkan agar semua santri bisa masuk dalam barisan sebagai peserta.

Mereka sengaja mendatangi alun-alun tanpa kendaraan, namun berjalan kaki dengan maksud mensyiarkan hari bersejarah ini kepada masyarakat. Kedatangan mereka mendadak membuat panitia berkoordinasi dengan Polres Demak untuk pengawalan mobil sebagai pengamanan perjalanan peserta menuju arena apel.

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Semangat santri tambah bergelora saat teks Resolusi Jihad yang dibacakan Ketua MWCNU Demak Kiai Yatin Ch (pengasuh pesantren At-Taslim Demak) ? dan ikrar santri oleh Taslim Arief dari pesantren Fathul Huda Sidorejo dengan pekik takbir “Allahu Akbar” usai dibacakan sehingga suara menggema terdengar di arena apel.

Shautus Salam

Berdasarkan pantauan Shautus Salam baik tamu undangan di tribun kehormatan maupun peserta apel terlihat mata mereka berkaca-kaca bahkan ada yang meneteskan air mata. Hal ini juga diakui Sekretaris MWCNU Kota Demak M Aly Murtadlo.

Shautus Salam

“Saya tidak menduga ternyata para pengasuh pesantren dan santrinya memiliki semangat begitu tinggi di mana para santri dan kiai mendapatkan apresiasi dengan penetapan Hari Santri,” kata Gus Ali di arena apel.

Dalam kesempatan yang sama pengasuh pesantren Barokatul Qur’an Megonten Kecamatan Kebon Agung Demak KH Ali Subhan AH merasa bangga dengan semangat santri yang begitu membara di mana pemerintah telah menetapkan Hari Santri sebagai wujud penghargaan pemerintah pada ulama, kiai, dan santri dalam membela dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah sudah ada pengakuan dari pemerintah kiprah dan jasa para kiai dan santrinya dalam membela negara ini,” tutur Kiai Ali.

Dalam apel tampak hadir Kapolres Demak, Dandim, Kajari, Ketua MUI KH Moh Asyiq, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, selaku Pembina upacara Musytasar KH Moch Dachirin Said. Sementara do’a dipimpin Mustasyar NU KH Zainal Arifin Maksum. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Jadwal Kajian Shautus Salam

Menag Minta Wisudawan UNU Jaga Nama Baik Nahdlatul Ulama

Surakarta, Shautus Salam

Jagalah nama baik NU. Demikian pesan yang tegas yang disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin mengawali orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Wisuda ke XVIII Program Sarjana dan Magister di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Sabtu (27/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Minta Wisudawan UNU Jaga Nama Baik Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Minta Wisudawan UNU Jaga Nama Baik Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Minta Wisudawan UNU Jaga Nama Baik Nahdlatul Ulama

Hadir dalam kesempatan ini civitas akademika UNU, para pemimpin perguruan tinggi NU, serta para wisudawan dan wisudawati. ?

“Saudara harus paham betul apa sesungguhnya misi dari kehadiran NU di Republik tercinta ini. Sebab Saudara menyandang predikat yang khas, tidak hanya sekdar sarjana, tapi sarjana Universitas Nahdlatul Ulama,” kata Menag di hadapan 220 wisudawan program sarjana dan magister UNU.?

“Maka pahami betul apa sesungguhnya misi dan peran yang harus dibawakan oleh warga NU,” tambahnya sembari menegaskan bahwa apa yang telah digariskan NU harus menjadi acuan bersama.

Menag berharap keberadaan UNU di berbagai daerah dapat berkontribusi positif bagi masifikasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah masyarakat. Sebab, Aswaja yang dikembangkan NU adalah Aswaja yang berdiri atas prinsip moderatisme yang mengandung nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun, dan iktidal.

Shautus Salam

“NU tidak bertindak ekstrim, baik kanan maupun kiri. Moderatisme inti ajaran Islam,” terangnya.

“Aswaja NU bukan Aswaja yang ? pro negara khilafah, tapi juga tidak mendukung negara sekuler. Dalam Munas NU di Situbondo tahun 1983, NU telah menegaskan bahwa penerimaan NU terhadap Pancasila merupakan keputusan final,” tambahnya.

Shautus Salam

Selain itu, Menag juga berharap lulusan UNU mampu hadir di tengah masyarakat dengan kreatif dan inovatif. Menurutnya, dengan predikat sarjana, para wisudawan adalah orang pilihan dan karenanya harus bisa menempatkan diri sebaik-baiknya di lingkungan sekitar.

Menag berharap sarjana NU tidak berfikir monoton, tapi kreatif dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat.?

“Saya terinspirasi dengan ungkapan yang disampaikan salah satu jurnalis di London, bahwa ancaman nyata sebenarnya bukankah pada saat komputer mulai bisa berfikir seperti manusia. Tapi ancaman yang sesungguhnya ketika manusia mulai berfikir seperti komputer,” kata Menag.

Sebanyak 220 mahasiswa UNU diwisuda hari ini, terdiri dari 53 wisudawan magister, 12 wisudawan Fakultas Agama Islam Prodi Al-Ahwal asy-Syahsiah dan 130 prodi Pendidikan Agama Islam. Selain itu, 8 wisudawan dari Fakultas Teknik Prodi Teknis Mesin, 10 dari Fakultas Ekonomi Prodi Ekonomi Manajemen, 7 dari Fakultas Hukum Prodi ilmu Hukum. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN

Jember, Shautus Salam - Striker Tim Nasional Indonesia U-18 Muhammad Ralfi Mursalim ternyata sosok yang rendah hati. Jebolan Liga Santri Nusantara (LSN) itu mengaku dirinya bukan siapa-siapa. Menurutnya, masih banyak pemain lain dari LSN yang pantas masuk skuad tim nasional, namun belum hokinya. Banyak alumni LSN yang bertalenta, namun tidak terpantau oleh pemerintah.

"Sebetulnya bukan hanya saya yang dari pesantren, banyak juga pemain bintang lain, tapi belum rezekinya," tukas Rafli kepada Shautus Salam di sela-sela Jumpa Pers di hotel Aston, Jember, Kamis (19/10).

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN

Rafli menambahkan, LSN cukup bagus meski perlu pembenahan di sana-sini. Sebagai ajang untuk menggali pemain-pemain bertalenta di pesantren, LSN cukup prospektif dan perlu didukung oleh semua pihak.

Shautus Salam

LSN di mata Rafli mempunyai kelebihan dibanding ajang lain, yaitu dukungan spritualitas dari kiai. Di tengah kompetisi yang sengit, masih ada doa dan petuah kiai yang bisa menyejukkan hati. Secara pribadi, ia merasa dukungan yang diberikan kiainya di Pondok Pesantren Al-Asyariyah, Banten cukup membesarkan jiwanya.

Shautus Salam

"Kiai mendukung olahraga. Kiai bilang, tidak lupa agama, dan tidak lupa sepakbola, dan olahraga lain juga boleh," ungkapnya.

Rafli bersama pemain PSSI U-19 akan menghadapi Persid Jember dalam laga uji coba di stadion Jember Sport Garden, Jember, Sabtu (21/10) sore.

Pelatih Indra Syafri membawa seluruh pemain terbaiknya dalam uji coba kali ini, termasuk bintang masa depan Indonesia, Egy Maulana Vikri, tandem Rafli di lini depan. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail Shautus Salam

Selasa, 28 November 2017

30 Tim Santri Pesantren Asshiddiqiyyah Lomba Nyate Bareng

Jakarta, Shautus Salam - Sebanyak 30 tim santri berkompetisi untuk menyuguhkan menu sate terbaik. Pelombaan nyate bareng ini diadakan oleh Pesantren Asshiddiqiyyah Pusat Jalan Panjang Nomor 6 C, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (2/9) pagi.

Lomba nyate bareng ini diikuti oleh tim yang mewakili masing-masing kelas santri SMP, Aliyah, dan Ma’hadul Aytam. SMP Asshiddiqiyyah menurunkan 13 tim. Sementara Madrasah Aliyah Asshiddiqiyyah 13 tim. Sementara Ma‘hadul Aytam menurunkan empat kelas.

30 Tim Santri Pesantren Asshiddiqiyyah Lomba Nyate Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Tim Santri Pesantren Asshiddiqiyyah Lomba Nyate Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Tim Santri Pesantren Asshiddiqiyyah Lomba Nyate Bareng

Ketua Panitia Divisi Nyate Bareng Mujahidin Abdullah mengatakan, kegiatan perlombaan seperti ini sudah berjalan 3 tahun.

“Mentor lomba tim ini adalah masing-masing walikelas,” kata Mujahidin, santri asal NTT.

Shautus Salam

Setiap tim hanya memiliki waktu dua jam untuk menyuguhkan sepuluh tusuk sate ke meja dewan juri. Mereka berlomba-lomba untuk mengolah daging mentah hingga menjadi sate mulai dari jam 9-11 pagi.

Shautus Salam

Semua tim mengacu pada empat kriteria penilaian, yaitu kreativitas santri dalam dekorasi penyajiannya dengan bobot nilai 30, kekompakan dan kebersihan dengan bobot nilai 20, ketepatan waktu dengan bobot nilai 20, dan citarasa yang akan dicicipi oleh para guru dengan bobot nilai 30.

“Sebenarnya kita memberikan 50 tusuk untuk santri. Sepuluh dari 50 tusuk itu yang disajikan di meja dewan juri,” kata Mujahidin.

Tampak hadir Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyyah KH Noer M Iskandar, Dubes Taiwan, Dubes Singapura, dan Polres Jakarta Barat.

Pemotongan hewan kurban dilakukan sejak kemarin, Jumat (1/9). Pihak pesantren membagikan habis sebanyak 300 kupon daging kurban untuk masyarakat, staf, guru SMP, guru Aliyah, guru Mahad Aly, dan guru Ma’hadul Aytam.

“Itupun masih ada 50 masyarakat yang mendapat paket daging kurban tanpa kupon.”

Sementara alumnus Pesantren Asshiddiqiyyah KH MH Bahaudin yang juga Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta mengatakan, perlombaan ini diadakan sebagai bentuk syiar kalangan santri atas Hari Raya Idul Adha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Warta, Bahtsul Masail Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Pak ustadz, saya adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, dan tinggal beserta anak-istri di sebuah rumah yang sederhana. Kami memiliki tetangga non-muslim yang berkecukupan dan sangat baik. Setiap menjelang lebaran tetangga saya yang non-muslim itu membagi-bagikan sarung, sirup, dan sembako bahkan uang kepada kami yang muslim.

Dia selalu bilang: “Ini THR dari kami, mohon diterima dengan baik meski seadanya”. Saya sering kali ragu untuk menerimanya karena yang memberikan adalah orang non-muslim. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukumnya menerima THR dari orang non-muslim? Mohon kiranya pak ustadz memberikan penjelasan hukumnya. Atas penjelasannya saya ucapkan terimakasih. Dedy/Jakarta          

Jawaban

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menerima THR dari Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menerima THR dari Non-Muslim

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setelah mencermati pertanyaan di atas, kami berkesimpulan bahwa THR yang diberikan orang non-muslim tersebut pada dasarnya masuk dalam kategori hadiah. Karena pemberian tersebut tanpa konpensasi. Maka sebelum menjawab pertanyaan tersebut kami akan menjelaskan sedikit tentang hukum memberikan hadiah.

Shautus Salam

Pada dasarnya hukum memberikan hadiah adalah sunnah, karena hadiah bisa memberikan efek positif. Yaitu menumbuhkan welas-asih dan menjauhkan permusuhan. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh al-Qurthubi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

“Hukum hadiah itu disunnahkan, dan hadiah itu bisa mewariskan kasih sayang dan menghilangkan permusuhan. Imam Malik telah meriwayatkan dari ‘Atha` bin Abdillah al-Khurasani, ia berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, Hendaknya kalian saling bersalaman maka kedengkian akan sirna, dan hendaknya kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling menyayangi satu sama lainnya dan permusuhan akan sirna”.(Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Kairo-Dar al-Kutub al-Mishriyyah, cet ke-2, 1384 H/1964 M, juz, 13, h. 199).

Sampai disini sebenarnya tidak ada persoalan. Namun kemudian muncul persoalan sebagaimana pertanyaan di atas. Yaitu, bagaimana jika yang memberikan hadiah adalah orang non-muslim?

Imam Bukhari pakar hadits terkemuka dan hadits riwayatnya diakui paling shahih di antara riwayat-riwayat ahli hadits yang lainya, dalam kitab Shahih-nya menulis bab khusus mengenai qabul al-hadiyah min al-musyrikink (kebolehan menerima hadiah dari non muslim).

Dalam bab ini Imam Bukhari menyuguhkan beberapa hadits yang menunjukkan kebolehan menerima hadiah dari non-muslim. Di antaranya adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? --? ?

“Said berkata, dari Qatadah dari Anas ra, sesungguhnya Ukaidira Dumah pernah memberikan hadiah kepada Nabi saw”. (HR. Bukhari).

Hadits lain yang juga bisa dijadikan dasar hukum kebolehan menerima hadiah dari orang non-muslim adalah hadits riwayat at-Tirmidzi yang mengisahkan bahwa Salman al-Farisi pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah saw berupa ruthab (kurma basah). Pada saat Salman al-Farisi memberikan hadiah tersebut, ia belum masuk Islam. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Zainuddin al-‘Iraqi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam hadits tersebut mengandung pengertian kebolehan menerima hadiah dari orang kafir. Sebab, Salman al-Farisi ketika memberikan hadiah kepada Rasulullah saw belum masuk Islam. Ia masuk Islam setelah mengentahui tiga tanda kenabian yaitu penolakan Rasulullah saw terhadap shadaqah (zakat), memakan hadiah, dan khatam an-nubuwwah. Hanya saja Salman al-Farisi ra melihat khatam an-nubuwwah setelah Rasulullah saw menerima hadiahnya”. (Zainuddin al-‘Iraqi, Tharh at-Tatsrib fi Syrah at-Taqrib, Bairut-Mu`assah at-Tarikh al-‘Arabi, tt, juz, 4, h. 40).

Penjelasan singkat ini jika ditarik ke dalam kontesk pertanyaan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum menerima THR dari orang non-muslim adalah boleh sebagaimana bolehnya menerima hadiah dari orang non-muslim.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga bermanfaat. Dan saran kami adalah hargailah pemberian orang lain meski tidak seiman, hormati keyakinan orang lain, balasalah perbuatan baik orang lain dengan kebaikan pula. Karena, tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)         

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Santri Shautus Salam

Senin, 20 November 2017

Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang

Jombang, Shautus Salam. Halaman Pondok Pesantren Mambaul Hikam terlihat ramai pada Sabtu (25/10/2014) malam. Ratusan santri dan undangan duduk khusyu’ mengikuti acara Haul Almaghfurlah KH M Zubaidi Muslich, sang pendiri dan pengasuh pondok yang wafat pada 15 November 2011 lalu.

Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang

Malam itu, di pondok yang terletak di Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, atau sekitar 1 kilometer dari Pondok Tebuireng, terdengar lantunan shalawat dan ayat-ayat suci al Qur’an yang dikumandangkan para santri.

Ma’had Mambaul Hikam yang lebih dikenal dengan nama MMH di sekitar wilayah Tebuireng didirikan oleh KH M Zubaidi Muslich, putra KH Muslich Hanafi asal Banyuwangi. Kakaknya yang bernama KH Baidhowi Muslich juga mendirikan Pesantren Gading di Malang, sedangkan pondok orang tuanya dilanjutkan oleh saudaranya yang lain, yakni KH Nizar Muslich.

Shautus Salam

Pendirian MMH merupakan “perintah” dari guru-gurunya saat ia nyantri di Tebuireng, antara lain KH Idris Kamali, KH Adlan Aly, dan Bu Nyai Hj Choiriyah Hasyim, agar tidak pulang kembali ke pondok yang diasuh oleh ayahnya di Banyuwangi, namun berkhidmah di Tebuireng.

Selain berkhidmah di Madrasah Tebuireng dan Madrasah Salafiyah Syafiyah Seblak, kiai yang akrab dipanggil Buya Zubaidi ini dikenal sebagai sosok pendidik yang sangat kharismatik. Di sekitar Tebuireng, ia adalah sosok kiai yang disegani, meski bukan merupakan pengasuh di Pondok Tebuireng. Bahkan dalam setiap kegiatan besar yang digelar oleh Ponpes Tebuireng dan sekitarnya, Buya Zubaidi selalu diminta untuk menjadi pembaca doa di hadapan para kiai yang hadir.

Shautus Salam

Semasa hidupnya, ia pernah dipercaya juga sebagai Ketua MUI Kecamatan Diwek dan menjadi salah satu tokoh ulama yang disegani karena keilmuan fikihnya. Di tengah masyarakat sekitar, ia menjadi tempat bertanya terkait dengan pelbagai persoalan yang dihadapi warga.

Ketokohan Buya Zubaidi, sapaan akrabnya, diceritakan oleh para alumni yang hadir dalam acara haul tersebut. KH Miftahul Huda Thohir, tokoh ulama muda dari Gresik, yang merupakan alumni angkatan pertama MMH menyampaikan bahwa Buya merupakan sosok inspiratif bagi dirinya ketika saat ini ia pun menjadi pengasuh pesantren yang baru didirikannya di Gresik.

“Buya adalah sosok yang tidak pernah marah kepada santrinya. Selalu ramah dan bijak. Ketika menghadapi santri-santri yang mbeling sekarang dan hendak marah, saya selalu ingat pada Buya. Hingga akhirnya emosi saya bisa terkendali,” ujar KH Miftahul Huda dalam tausiyahnya.

Seorang alumni lainnya dari Pondok Pesantren Putri Seblak bercerita bahwa sosok Buya adalah pengajar yang sangat kharismatik dan disegani. “Ketika ingat kalau Buya akan mengajar dan masuk kelas, tidak ada satupun murid di kelas yang bersuara. Kelas menjadi hening, padahal Buya belum masuk kelas. Baru mendengar namanya saja, kelas sudah menjadi sunyi seketika”, papar alumni yang menyatakan nyantri di Seblak pada periode 1978 hingga 1984.

Kini Mambaul Hikam dan Madrasah Al-Hikam diasuh oleh anak-anak Buya Zubaidi, antara lain KH M Irfan, S.Ag., MHI. dan Kiai A Izzuddin, SHI., MHI.

Sementara itu, KH Marhusin Arsy, salah seorang alumni asal Ciganjur Jakarta Selatan dalam sambutannya mengingatkan para santri agar melihat penerus Buya sama seperti Buya saat hidup.

“Meski Buya sudah tiada, penerus beliau adalah satu silsilah ilmu dengan beliau. Jadi sama saja. Apalagi kita yakin bahwa guru yang tiada tetap akan mendoakan santri-santrinya. Jadi, jangan lupa untuk tetap terus berdoa untuk guru kita,” pesan Kiai Marhusin.

Acara haul tersebut, kebanyakan dihadiri oleh para alumni dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, antara lain Wawan Saifuddin (Ciganjur), Andi Syafroni (Ciputat) yang juga dosen di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Bahtsul Masail, Pendidikan Shautus Salam

Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia

Pringsewu,Shautus Salam

Sebagai rumah Allah, masjid memiliki peran strategis dalam mensyiarkan dan mendakwahkan Islam. Demikian ditegaskan Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Lampung KH Munawir, Ahad (26/3).

"Dakwahlah yang menghantarkan agama Islam sampai dengan saat ini," katanya.

Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia

Pentingnya masjid untuk dijadikan pusat dakwah, menurut kiai muda? yang Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini karena masjid merupakan tempat dan bangunan pertama yang dibangun Allah SWT di muka bumi.

Shautus Salam

"Masjid merupakan tempat membangun peradaban dan rumah Allah dimana Nabi melakukan miraj pun dimulai dari masjid," katanya saat memberikan materi Dakwah dan Pelaksanaannya pada Bimbingan Teknis Pengurus PHBI Kabupaten Pringsewu di Gedung NU.

Ia berharap pengurus dari sekitar 1 juta masjid di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Agama, melakukan strategi dakwah untuk merevitalisasi peran masjid saat ini.

Shautus Salam

Strategi yang dapat ditempuh di antaranya menjadikan masjid sebagai tempat gerakan, pemeliharaan aqidah ummat Islam Ahlussunnah wal Jamaah (aqidah, syariah, akhlak) sesuai dengan sunah Rasulullah, para sahabat, tabiin dan para ulama salafussalihin.

"Kita juga harus menjadikan masjid sebagai tempat gerakan peningkatan sumber daya manusia jamaah masjid dan putra-putrinya di bidang keilmuan dan keterampilan dengan gerakan pemberdayaan ekonomi umat," tandasnya.

Selain itu, ia mengajak kepada umat Islam, khususnya pengurus masjid, untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dakwah mengajak dan menyadarkan orang Islam yang belum menjalankan syariat Islam sebagai tempat kembali bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Allah.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini masjid sudah mulai dijadikan tempat bagi Aliran radikal dalam mengembangkan ajarannya khususnya kepada para pemuda, pelajar dan mahasiswa.

"Di pojok-pojok masjid kampus saat ini banyak anak-anak muda melakukan kajian keislaman tekstual, namun setelah pulang mereka berani menyalahkan amaliah orang tua mereka," katanya.

Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh pengurus masjid untuk senantiasa merawat dan menjaga masjid dari gerakan-gerakan yang pada ujungnya dapat memecah belah Indonesia. "Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta

Jakarta, Shautus Salam. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU telah melaksanakan Tanggap Darurat di 8 RT Kedoya Utara. Tim SSB NU (Santri Siaga Bencana) Jakarta Barat disupport oleh LPBI NU membuka dapur umum selama 4 hari, mulai selasa 15-18 Januari 2013.

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta

Setiap hari mereka memberi makan selama dua kali untuk 1100 jiwa warga terdampak yang berada di 8 RT, yaitu RT 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Kedoya Utara Jakarta Barat. 

Koordinator Posko LPBI NU Peduli Kedoya Lukman menyatakan bahwa sebuah kewajiban bagi warga NU untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

Shautus Salam

Selain membuka dapur umum di Kedoya tim LPBI NU melalui SSB NU juga membuka posko di Grogol Petamburan, Cengkareng dan daerah terdampak yang lain di Jakarta. 

Syamsul Bahri warga RT 8 menyambut baik inisiatif LPBI NU dengan membuka dapur umum dan menyalurkannya kepada warga di 8 RT. Karena belum ada yang memberikan bantua logistik dan makanan ke warga. Sampai saat ini sebagian warga masih mengungsi di masjid sementara warga yang tidak mengungsi, tapi tinggal di lantai 2 rumahnya membutuhkan bantuan sembako. Hal ini dikarenakan akses jalan yang masih terndam air dan kurang berjalannya roda ekonomi.

Shautus Salam

Hal ini diamini oleh Wahib dari PP LPBI NU yang akan memberikan bantuan paket sembako kepada 1100 jiwa di 8 RT Kedoya Utara dan tempat lain. 

“Semoga ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah Jakarta Barat,” katanya. 

Di Grogol Petamburan, LPBI NU membuka posko di Masjid  Jami’ Al Ikhlas, samping banjir kanal barat, di daerah ini 12 RT terdampak banjir luapan dari banjir dari tanggul di Roxy, SSB NU telah membantu evakuasi dan membantu pemenuhan kebutuhan dasar 

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi menjelaskan sebelum memberikan bantuan kemanusiaan, Tim Santri Siaga Bencana yang sudah terlatih dalam manajemen penanggulangan bencana melakukan assessment di area terdampak untuk mengetahui kondisi lapangan, jumlah warga yang membutuhkan bantuan dan jenis bantuan yang paling dibutuhkan. 

Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan efektif. Avianto berharap bantuan yang sudah dan sedang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. 

Selain itu, menurut Avianto, para relawan LPBI NU sejak awal didorong untuk membuka Posko Kemanusiaan di Masjid agar fungsi sosial Masjid dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, masjid memiliki struktur bangunan yang lebih kokoh dan lebih tinggi sehingga relatif aman dari banjir.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Pahlawan, Bahtsul Masail Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad

Probolinggo, Shautus Salam. Sebagai upaya menjaga tradisi ke-NU-an di kalangan pelajar, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (15/12) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor PCNU Kota Probolinggo ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari perwakilan pembina (majelis alumni) pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo. Serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisatiat (PK) IPNU-IPPNU se-Kota Probolinggo.

Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad

Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah rasa cinta pelajar NU terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus semakin menambah kekompakan pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo dan PAS serta Majelis alumni PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar IPNU-IPPNU di Kota Probolinggo semakin kompak dan semakin besar dengan melaksanakan dan menjaga tradisi-tradisi ke-NU-an sekaligus menjadi media menampung aspirasi para pelajar,” harapnya.

Shautus Salam

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Nur Baiti As-Syiddiqy. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari

“Sebagai pelajar kita wajib melestarikan semua tradisi-tradisi yang dilakukan oleh para ulama-ulama NU. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa semakin meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pembina PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo Kiai Saiful Islam. Dirinya berharap agar keberadaan IPNU-IPPNU supaya bisa menjadi organisasi yang berintelektual dan kompak yang menjadi contoh bagi pemuda serta bisa menjaga tradisi NU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Bahtsul Masail Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

SMA Maarif NU Bulakamba Bertahan Demi Tradisi NU

Brebes, Shautus Salam



Persaingan lembaga pendidikan yang sangat dinamis, menjadikan SMA Maarif NU Bulakamba, Kabupaten Brebes meengupayakan ragam cara supaya bertahan demi merawat tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

SMA Maarif NU Bulakamba Bertahan Demi Tradisi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Maarif NU Bulakamba Bertahan Demi Tradisi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Maarif NU Bulakamba Bertahan Demi Tradisi NU

“Banyak SMA yang berubah menjadi SMK, tetapi bagi SMA Maarif NU Bulakamba bertahan adalah lebih baik untuk menjaga tradisi NU,” ujar Kepala Sekolah SMA Maarif NU Bulakamba Ahmad Luthof Najib saat berbincang dengan Shautus Salam di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Munculnya banyak SMK, kata Najib, memang terasa pada minat anak-anak. Tetapi sekarang sudah kembali stabil karena anak-anak dan orang tua sudah memahami arti pendidikan menengah.?

Dalam mempertahankan tradisi NU, berbagai kegiatan keagamaan dan modern dipadu sedemikian rupa sehingga anak-anak berotak brilian dengan hati dan ahlak yang lembut. Di SMA tersebut, antara lain tiap bulan digelar istighotsah dengan memanggil kiai sebagai penceramah dan pemimpin doa. “Pembacaan Yasin, tahlil, rebana, fiqih seperti kitab Safinatu Naja? tidak tertinggal di sekolah kami,” ucapnya.

Shautus Salam

Sekolah yang terletak di Jalan Raya Luwungragi Bulakamba Brebes itu memiliki siswa sejumlah 143 orang yang dibimbing 20 orang guru. Mereka terbagi dalam dua jurusan yakni IPA dan IPS.

Shautus Salam

Najib optimis, sekolah yang berdiri sejak 28 September 1989 ini bisa maju karena memiliki luas tanah 12.000 meter persegi dengan luas bangunan 6.000 meter persegi.?

Keberadaan sekolah ini mendapat dukungan dari LP Maarif Kabupaten Brebes selalu memberi reward kepada para siswa yang berprestasi dan beasiswa. Tak ayal, sekolah ini kerap menorehkan prestasi di tingkat Kabupaten seperti Olympiade MIPA dan Tilawah meraih juara di tingkat kabupaten. “Salah seorang siswi kami juga menjadi pegulat dan menorehkan prestasi ditingkat prestasi yang akhirnya dia mendapatkan bidik misi di Undip Semarang,” ungkapnya.

Setidaknya, lanjut Najib, keberadaan SMA Maarif NU Bulamba telah membantu masyarakat dan khususnya Nahdliyin untuk menyelesaian program wajib belajar 12 tahun. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Doa Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock