Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Shautus Salam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Shautus Salam

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Shautus Salam

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pahlawan, Nahdlatul Shautus Salam

Senin, 19 Februari 2018

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya

Surabaya, Shautus Salam. Ribuan anggota dan simpatisan Fatayat NU tampak berduyun-duyun mendatangi Gedung Olah Raga (GOR) jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya, Sabtu (19/9). Secara bergelombang, ibu-ibu muda Nahdliyin ini berramai-ramai ke arena pembukaan Kongres Ke-15 Fatayat NU.

Mereka tampak bersemangat menduduki gedung olahraga tempat pembukaan kongres salah satu badan otonom NU ini. "Kami pagi-pagi sudah ke sini ini karena cinta Fatayat, cinta NU," ujar utusan Fatayat asal Salatiga, Jawa Tengah.?

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya

Pantauan Shautus Salam, kedatangan para pengurus Fatayat dari seluruh Indonesia mengalami eskalasi tinggi menjelang pembukaan kongres pukul 10.00 WIB pagi ini. Jajaran pengurus Fatayat di tingkat cabang yang berseragam khusus membawa serta anggotanya menggunakan armada bus, elf, dan kendaraan roda empat.

Shautus Salam

Di sepanjang arteri Surabaya, baliho dan spanduk bergambar Ketum Fatayat Hj Ida Fauziah dan Sekjen Anggia Ermarini tampak melambai-lambai menyapa warganya. Ucapan selamat dan karangan bungan dari berbagai instansi maupun perorangan dijejer rapi di pintu masuk GOR.

Aparat kepolisian dibantu satuan pengamanan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Jawa Timur tampak berjaga-jaga di sejumlah sudut. Menurut salah seorang anggota Banser pengaman di GOR, hanya 70 orang yang diturunkan. "Selebihnya berjaga-jaga di arena kongres di asrama haji," katanya.

Shautus Salam

Kongres yang mengusung tema "Ikhtiar perempuan NU untuk Indonesia yang Berkeadaban" ini dijadwalkan selama lima hari, 18-22 September 2015. Kongres digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jawa Timur. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dijadwalkan membuka kongres secara resmi.

Hingga berita ini ditulis, kongres Fatayat masih diwarnai acara pemutaran lagu-lagu semangat pagi diselingi beberapa pengumuman dari panitia. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Pasuruan, Shautus Salam

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan memebentuk Densus Antinarkoba seiring dengan peringatan hari lahir ke-93 NU. Unit ini dibentuk atas dasar keprihatinan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Densus Antinarkoba yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin dideklarasikan PCNU Kota Pasuruan, akhir pekan kemarin (24/4), bersama mitra strategisnya yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman tentang komitmen pemberantasan narkoba di Kota Pasuruan, yakni Polresta Pasuruan dan Forum Komunikasi Biker Pasuruan (FKBP).

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Waladi mengatakan bahwa Densus Antinarkoba adalah lembaga taktis NU yang di dalamnya terdiri dari aktivis NU, elemen organisasi anak muda, pemerintah, dan kepolisian untuk bersama-sama melakukan perang melawan narkoba.

Shautus Salam

"Kita membaca grafik peningkatan pengguna narkoba yang tiap tahunnya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan dengan korbannya adalah anak muda. Ini harus dilakukan gerakan bersama untuk perang melawan narkoba dan mewujudkan zero narkoba di Kota Pasuruan. Untuk itu NU perlu merangkul komunitas anak muda sebagai mitra strategis," ucap Waladi.

Bahrul Ulum, sekretaris daerah Kota Pasuruan, atas nama Pemerintah Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerakan PCNU Kota Pasuruan yang mampu merangkul anak muda untuk bersama-sama memerangi narkoba.

Shautus Salam

"NU adalah organisasi pertama di Kota Pasuruan yang secara resmi mendeklarasikan perang melawan narkoba dan Pemerintah Kota Pasuruan siap bekerja sama," ujarnya di sela acara deklarasi yang digelar di Aula Lantai II Gedung PCNU Kota Pasuruan.

Acara tersebut dirangkai dengan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada komunitas anak muda. Beberapa narasumber yang hadir Kasat Reskoba Polresta Pasuruan AKP Marlon Logo Tadu dan anggota komisi D DPRD Propinsi Jatim H. Muzammil Syafii. Forum disesaki ratusan pelajar, mahasiswa, dan anggota Forum Komunikasi Bikers Pasuruan (FKBP), organisasi komunitas anak muda pecinta motor di Pasuruan.

KH Muhammad Nailur Rohman atas nama Pengurus Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan dan Ketua Panitia Harlah Ke-93 NU mendorong agar NU menjadi motor pemberantasan narkoba dan bergerak merangkul komunitas anak muda.

"Harlah NU tidak boleh hanya dilakukan secara seremonial saja, tapi harus dilakukan dalam bentuk gerakan untuk kemaslahatan umat. Dan Harlah NU ke-93 ini kita jadikan mementum untuk melakukan gerakan perang melawan narkoba," kata pria yang akrab disapa Gus Amak ini. (Hanan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Nahdlatul Shautus Salam

Selasa, 13 Februari 2018

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi

Tangerang Selatan, Shautus Salam - Islam datang bukan untuk menghancurkan peradaban yang sudah ada. Melainkan, Islam datang untuk menyempurnakan hal-hal yang sudah bagus dan menghapus sesuatu yang buruk serta menggantinya dengan sesuatu yang bagus.

Demikian disampaikan Direktur Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban saat mengisi diskusi dengan tema Manhaj Dakwah Islam Nusantara Walisongo di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi

Ginanjar menerangkan, Walisongo menggunakan metode dakwah yang santun, merangkul, dan menghormati tradisi kebudayaan masyarakat setempat.

Shautus Salam

Oleh karena itu, Walisongo berhasil mengarusutamakan agama Islam di wilayah Nusantara, terutama Jawa. (Ahmad Muchlison/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Tegal, Nahdlatul Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar

Semarang, Shautus Salam. Pertama sejak tiga puluh tahun terakhir, haul waliyullah Simbah KH Sholeh Darat diisi pengajian akbar. Jika selama ini hanya ada kegiatan tahlilan di makamnyadi kompleks pemakaman umum Bergota Semarang, di haul ke-112 kali ini diisi rangkaian kegiatan besar.

Ahad (26/8 atau 8 Syawal 1433 H), akan diadakan Bedah Kitab Lathoifut Thoharoh wa Asrorus Sholah karya KH Sholeh Darat, di halaman masjid peninggalan beliau di Jalan Kakap Darat Tirto Semarang Utara, mulai pukul 08.30. 

Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul KH Soleh Darat Diisi Pengajian Akbar

Pembedah kitab adalah dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Dr H Inamuzahidin MA dengan moderator Gus Lukman Hakim, cicit Kiai Sholeh Darat. Untuk mengikuti ini cukup dengan membayar Rp 20 ribu kepada panitia di lokasi acara, mendapat satu kitab tersebut dan konsumsi.

Shautus Salam

Esoknya, Senin (27/8) pukul 07.00-15.00 digelar semaan Al-Qur’an oleh 40 orang huffadz. Lalu malamnya, mulai jam 20.00,  pengajian akbar dengan pembacaan Maulid Nabi oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan. Diperkirakan 10 ribu orang menghadiri pengajian ini, berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. 

Plt Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo direncakan hadir dan memberi sambutan dalam pengajian yang diorganisir panitia yang terdiri dari dzurriyah KH Soleh Darat dengan dukungan poenuh PCNU Kota Semarang beserta seluruh banomnya ini. 

Shautus Salam

Ketua Panitia Haul ke-113 Simbah KH Sholeh Darat, Agus Taufiq mengatakan, pihaknya didukung PWNU Jateng dan PCNU Semarang serta para kiai, sayyid dan santri plus kaum muslimin Semarang telah mendapat dukungan besar dari berbagai pihak dari seantero komunitas muslim nusantara untuk kesuksesan acara ini. 

Dalam rapat koordinasi terakhir beberapa hari lalu, kata dia, telah diperoleh konfirmasi bahwa seluruh pondok pesantren yang tokohnya dulu pernah menjadi murid Mbah Sholeh Darat, akan mengerahkan santri untuk menghadiri acara haul. PBNU yang disowani panitia, lanjutnya, juga menyokong penuh kegiatan tersebut. Dan dia menyampaikan banyak terima kasih atas segala perhatian dan dukungan itu. 

“Alhamdulillah kami mendapat dukungan sangat besar dari berbagai pihak. Terima kasih untuk semuanya. Mari kita meneladani perjuangan Kiai Shaleh Darat Semarang, sang  maha guru para ulama dan tokoh pergerakan kemerdekaan RI abad 19 M. Hadirilah seluruh rangkaian acara haul beliau yang ke-112 ini,” ujar  satu cicit KH Sholeh Darat ini.  

Adapun ziarah dan doa tahlil di makam, seperti biasa, diadakan pada 10 Syawal yang bertepatan tanggal 28 Agustus 2012. Tahlil akan dipimpin oleh ketua Jamaah Pengajian Ahad Pagi (JPAP) yang dipimpin Pengasuh Pesantren Darul Furqon Wot Prau, Semarang, KH Muhammad Muin. 

Sejak tiga hari sebelum puncak haul, makam KH Sholeh Darat sudah dibanjiri ribuan orang dari berbagai daerah. Bus-bus besar maupun kecil, serta mobil pribadi dan sepeda motor, memenuhi lapangan Kalisari maupun parkiran Polrestabes Semarang dan jalan di sekitar Bergota. 

Bagi pihak yang perlu informasi, dipersilakan menghubungi Sekretariat Panitia Jl Kakap Darat Tirto No 213 Dadapsari Semarang Utara Kontak Agus Triyanto:  HP 08156506358. 

 

Redaktur     :Hamzah Sahal

Kontributor :Ichwan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

Sidoarjo, Shautus Salam. Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin meminta kepada komisi penyiaran Indonesia (KPI) Pusat agar memfilter tayangan televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras dan intoleran. Pasalnya, tayangan tersebut dinilai meresahkan masyarakat khususnya untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

"Maraknya tayangan melalui media televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras intoleran sangat meresahkan masyarakat belakangan ini. Untuk itu, GP Ansor Sidoarjo meminta KPI untuk memfilter tayangan dan menindak tegas media tersebut agar masyarakat tidak terpengaruh dengan tayangan yang mengarah ke ajaran mereka," kata Rizza kepada Shautus Salam, Jumat (13/1).

Menurutnya, tayangan televisi kabel sudah liar dalam melakukan penyiaran. Pasalnya, banyak tayangan berbau aliran garis keras dan intoleran dengan menggunakan simbol Islam.

Oleh sebab itu, Ansor Sidoarjo menyarankan kepada KPI pusat agar menindak tegas dan memfiter ulang siarannya. Sehingga muatannya tidak provokatif, penuh kebencian dan membahayakan kesatuan, persatuan bangsa.

Rizza menyebutkan bahwa masyarakat saat ini hampir 80 persen mengamati media sosial (medsos). Hal ini sangat membayakan paham yang dibawa oleh medsos tersebut jika masyarakat tidak pandai-pandai memperhatikan kontennya.

Shautus Salam

"Konten yang berbau aliran radikal dan intoleran itu bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat awam dan membahayakan NKRI. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat luas terutama warga Nahdliyin agar berhati-hati dalam menyaksikan atau melihat tayangan atau konten yang mengarah ke radikalisme," imbauannya.

Agar tidak terpengaruh dengan ajaran radikal, Rizza menyarankan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin sebaiknya menyaksikan tayangan yang disiarkan media-media Islam moderat yang menyuguhkan konten Islami, menebar kedamaian, dan menginspirasi. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Fragmen, Berita, Nahdlatul Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Lamongan, Shautus Salam. Sebelum dinyatakan lulus, para peserta Kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Lamongan, Jawa Timur, diharuskan melewati beberapa rintangan. Mereka harus bisa melewati ujian pemecahan sandi dan latihan fisik seperti merayap, rolling, koprol, bahkan berjalan di atas beling (glass-walking).

Ya. Kaderisasi GP Ansor di daerah Pantura Lamongan kembali digalakkan kemarin (28/9). Gabungan Satkoryon Banser Paciran, Solokuro, Laren, dan Maduran menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di gedung SMA Mazra’atul Ulum Paciran yang diikuti 210 peserta.?

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Kegiatan ? yang bertemakan ‘Membentuk Kader Banser yang Tangguh dan Militan’ itu meliputi materi Ke-Ansor-an, Ke-Banser-an, Kamtibmas, Caraka Malam, Gemblengan, dan Pembaiatan. Hadir dalam even itu Dansatkorwil Banser Jatim, Ketua GP Ansor Cabang Lamongan, Dansatkorcab Banser Lamongan, dan Kapolsek Paciran.?

Shautus Salam

Dalam sambutannya, H. Imam Khusnin Ahmad, Dansatkorwil Banser Jatim, menyampaikan bahwa tantangan bagi kader Banser ke depan akan semakin berat. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapabiltas dan kompetensi anggota Banser melalui berbagai diklat dan kursus.

Shautus Salam

Sementara itu saat atraksi glass-walking para peserta dengan langkah mantap melewati hamparan pecahan kaca/beling yang ditata sepanjang enam meter tanpa alas kaki. Hebatnya tak ada satupun peserta yang terluka. Semua peserta dapat melewati semua rintangan dengan baik dan selamat. Akhirnya semua peserta dinyatakan lulus Diklatsar dan di baiat oleh Dansatkorcab Banser Lamongan, Mursam.

Sebelum memimpin baiat, Mursam menyampaikan agar anggota Banser harus mempunyai militansi yang tinggi terhadap ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Farid

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Nahdlatul Shautus Salam

Selasa, 12 Desember 2017

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren

Garut, Shautus Salam . Seminar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren menjadi pembuka acara haul dan temui alumni Pesantren Al- Munwwarah Ciloa- Limbangan Kabupaten Garut.

Pimpinan Pesantren Al-Munawwarah KH R Agus Muhammad Sholeh, yang juga ketua PCNU Kabupaten Garut, dalam sambutan pembukaan seminar mengungkapkan dibukanya haul kali ini diharapkan mampu memberikan cakrawala dan mampu membangkitkan pengembangan ekonomi di lingkungan pesantren.

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren

"Seminar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren kali ini diharapkan  bisa membangkitkan pengembangan ekonomi di kalangan alumni dan pesantren," paparnya Ahad (3/3/2013).

Shautus Salam

Ekonomi dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sebuah perjalanan di tiap sendi kehidupan umat manusia baik secara pribadi maupun berorganisai bahkan dalam berbangsa dan bernegara tak terkecuali organisasi sebesar NU dimana dalam perjalanannya selalu berkhidmat untuk kepentingan umat

Shautus Salam

"Jika  umat Islam ingin maju dan bisa berkembang harus bisa menguasai pendidikan baik umum maupun pendidikan agama dan ekonomi,” ungkapnya.

Kebangkitan NU dan  pesantren di Nusantara diawali dengan kebangkitan perekonomian (Nahdlatut Tujjar).  

"Dulu, para ulama sebelum mendirikan NU terlebih dahulu mendirikan organisasi bernanma Nahdlatut Tujjar," paparnya. 

Ketua Ikatan Alumni Pesantren Al- Munawwarah Ciloa (IKAP) Kiai Gun-Gun Gunawan Al- Buhori mengungkapan, temu alumi ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali, biasanya dibuka dengan bahtsul masail terkait isu yang tengah berkembang, namun untuk temu alumi kali ini segaja diadakan seminar ekonomi dengan mendatangkan pelaku wirausaha yang telah sukses.

"Hal itu, kami lakukan supaya memotivasi para alumi maupun santri untuk mampuh mengembangkan ekonomi di lingkungannya masing," ungkapnya.

Besar harapan, selain membuka cakrawala keekonomian dikalangan pesantren, juga dengan kegiatan ini  diharapkan mampu membangun jejaring ekonomi di lingkungan para alumni.

Haul kali ini juga di buka bazar yang sudah di gelar sejak dua hari yang lalu.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Mutaqin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul, Pendidikan Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia

Jakarta, Shautus Salam. Pernyataan Donald Trump yang akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat merupakan cerminan dari sikap islamophobia atau ketakutan terhadap Muslim, seolah-olah Muslim itu kelompok yang suka kekerasan, padahal tindakan sekelompok kecil ekstrimis Muslim bukan mencerminkan nilai-nilai keislaman, bahkan bertentangan dengan Islam.

Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia

Demikian pendapat Ketua PBNU H Marsudi Syuhud menanggapi penyataan Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump.?

“Saya rasa ini salah satu upaya dia untuk membesarkan dirinya,” katanya.?

Shautus Salam

Namun ia yakin orang Amerika atau Eropa yang masih rasional akan menanggapi pernyataan Trump secara rasional. Kelompok yang mendukung pernyataan tersebut adalah orang yang memang sebelumnya sudah militan.?

Shautus Salam

“Akan ada konsekuensi jika dia tetap bersikap seperti itu dan saya pikir dia sudah tahu itung-itungannya,” tandasnya. ?

Bukan hanya kali ini saja Trump mengangkat soal Muslim, ia beberapa kali mengangkat isu internasional yang sifatnya rasis seperti pernyataannya terhadap para imigran gelap yang diminta meninggalkan AS. (Mukafi Niam) Ilustrasi: Yahoo News.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Nahdlatul Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter

Jakarta, Shautus Salam. Hari lahir ke-89 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada hari ini, Sabtu (31/1), ramai diperbicangkan di media sosial, termasuk Twitter. Bahkan, pada pukul 12.00 WIB tampak kicauan ribuan nitizen di twitter berhasil membuat tagar #Harlah89NU masuk dalam daftar trending topic.

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter

Kicauan para pengguna twitter tersebut umumnya berisi ucapan selamat, serta sejumlah harapan dan masukan untuk eksistensi NU ke depan. Sebagian juga turut memeriahkan akun mereka dengan foto-foto bersejarah NU atau kutipan-kutipan kata bijak ulama NU.

“Selamat Hari Lahir @nu_online ke-89. Mari wujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, demokratis dan mandiri. #Harlah89NU,” kicau @Kemenag_RI, akun resmi Kementerian Agama RI.

Shautus Salam

Ada pula? nitizen yang memuji NU, seperti yang dikicaukan @seblat. Ia mengaku tak pernah gabung dengan organisasi NU, tetapi tetap merasa NU. Selain faktor keturunan juga kenyamanan. “Dan yg asik, NU itu nggak ke arab2an, pdhl pd jago bahasa arab. Harlah ya bukan Milad #harlah89NU.”

Shautus Salam

Sejumlah doa dan kritik juga muncul dari para nitizen. Mereka berharap NU memberi perhatian lebih pada masyarakat di akar rumput, dan tak terlalu masuk ke dalam politik praktis.

“Anggota NU terbanyak dari masyarakat pinggir. Smg di #Harlah89NU ini mnjd momentum merawat basis terbawah. Ajak bicara mereka,” kicau @WahidRI.

Peringatan harlah ke-89 NU hari ini diperingati di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla dijadwalkan hadir pada puncak acara yang berlanngsung pukul 19.30 WIB malam nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Nahdlatul, Internasional Shautus Salam

Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji

Jakarta, Shautus Salam

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merasa heran terhadap Menteri Agama (Menag) Maftuh Basuni atas kasus keterlambatan katering makanan jamaah haji di Arofah dan Mina (Armina). Ia menilai, Menag seperti tak mau belajar dari pengalaman masa lalu dalam kaitannya penyelenggaraan ibadah haji.

"Maftuh itu kan orang lama belajar di Arab. Kok mau dibohongin orang Arab?" gugat Gus Dur usai Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/1) kemarin.

Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji

Pasca kasus keterlambatan katering Armina, sejumlah kalangan mendesak agar Maftuh segera mengundurkan diri. Kebijakan haji tahun ini yang mengalihkan katering dari Muasasah ke perusahaan Ana for Development (AFD) telah menyengsarakan jamaah.

Kegagalan katering tersebut merupakan bentuk kecelakaan manajemen dalam pendistribusian makanan. Departemen Agama pun memutuskan akan kembali menggunakan katering Muasasah pada musim haji 2007 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga merasa heran tentang misteri keberadaan AdamAir nomor penerbangan KI 574 yang hingga kini masih belum terkuak. Ia memertanyakan, dalam kondisi hutan Indonesia yang sudah gundul, mengapa masih pesawat nahas itu masih sulit ditemukan.

"Kok di tengah-tengah hutan Indonesia yang gundul, pesawat jatuh ke hutan nggak bisa keluar. Mari kita doakan agar pesawat itu bisa ditemukan," kata Gus Dur,” sindir Gus Dur.

Shautus Salam

Mengenai kesalahan informasi lokasi jatuhnya pesawat, menurut Gus Dur, disebabkan karena kurang koordinasi.

"Pesawat AdamAir sudah diberitahu letak jatuhnya, tapi waktu dilihat nggak ada. Saya lihat itu cuma kurang koordinasi saja. Tidak ada unsur kesengajaan, jadi tidak ada penyesatan. Kalau nggak tau ya mau diapain," pungkas Gus Dur. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Santri, Nahdlatul, Makam Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Shautus Salam. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

Shautus Salam

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Shautus Salam

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul Shautus Salam

Rabu, 29 November 2017

Masyarakat Indonesia Telah Praktikkan Toleransi Sejak Dahulu

Klaten, Shautus Salam

Jauh sebelum negara Indonesia ini berdiri, praktik toleransi, saling menghargai dalam keragaman sudah dipraktikkan masyarakatnya sejak dahulu, ketika masih dikenal dengan sebutan Nusantara.

Hal tersebut dipaparkan Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid saat menghadiri doa bersama peringatan Haul Gus Dur ke-7, Cap Go Meh dan penampilan budaya yang diselenggarakan Jaringan Gusdurian Klaten bersama FKUB Kebersamaan dan komunitas multikultur di Alun-alun Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/2).

Masyarakat Indonesia Telah Praktikkan Toleransi Sejak Dahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Indonesia Telah Praktikkan Toleransi Sejak Dahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Indonesia Telah Praktikkan Toleransi Sejak Dahulu

Pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid tersebut mencontohkan, di daerah Kudus ada namanya soto kerbau, yang dari kisah sejarahnya menjadi contoh penerapan toleransi di masa lalu.

Shautus Salam

“Soto kerbau Kudus, yang asalnya Sunan Kudus memerintahkan untuk tidak menyembelih sapi, karena hormati kepercayaan masyarakat Hindu. Akhirnya, kreatif, yang disembelih kerbau,” ungkap puteri Gus Dur itu.

Ditambahkan Yenny, di Indonesia sejatinya toleransi tidak hanya sekedar teori, tapi sudah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Tapi sekarang mungkin banyak yang lupa. Maka dari itu, mereka yang lupa harus kita ingatkan, harus kita rangkul,” kata dia.

Shautus Salam

Yenny juga menyebutkan bahwa Gus Dur memiliki dua “anak”, yakni anak biologis dan ideologis.

“Kita semua ini adalah anak-anak Gus Dur. Kebetulan saya anak biologis Gus Dur, tapi bapak ibu sekalian adalah anak ideologis Gus Dur. Orang-orang yang akan terus menyebarkan perdamaian dan toleransi di seluruh dunia, mereka yang berjuang unutuk orang yang teraniaya, mereka yang tidak kompromi dengan perilaku korupsi, mereka lah anak ideologis Gus Dur,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta acara yang berjumlah ribuan orang, sebagian memakai topeng wajah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Topeng wajah tersebut sengaja dipakai mereka, sebagai pertanda kerinduan mereka akan sosok Gus Dur, sebagai bapak bangsa.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul, Fragmen Shautus Salam

Jumat, 24 November 2017

NU Banjar Susun Kurikulum Aswaja untuk Sekolah Umum

Banjar, Shautus Salam

Pendidikan Aswaja dalam pendidikan sekolah berbasis agama sudah biasa. Namun, di Kota Banjar akan disusun kurikulum mata pelajaran Aswaja di sekolah umum. Seperti yang disampaikan Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Banjar KH Mu’in.

NU Banjar Susun Kurikulum Aswaja untuk Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banjar Susun Kurikulum Aswaja untuk Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banjar Susun Kurikulum Aswaja untuk Sekolah Umum

Menurutnya, upaya ini menjadi salah satu bentuk nyata dalam menangkal paham radikal sejak dini. Karena itu, semua warga Nahdliyin di berbagai bidang strategis harus mendukung rencana tersebut. Sebab, pendidikan Aswaja terhadap siswa akan berdampak positif dikemdian hari.

“Sejarah sudah membuktikan, pendidikan Aswaja di pesantren NU melahirkan para generasi yang cinta tanah air, cinta damai. Kasus bom Sarinah maupun Gafatar merupakan contoh konkret pendidikan Aswaja tidak dipelajari oleh pelaku,” tegas kiai yang akrab dipanggil Abah Mu’in ini dalam pelantikan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Banjar, akhir pekan kemarin (17/1).

Shautus Salam

Sedangkan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Banjar H Lili Hasanudin menanggapi serius persoalan maraknya paham radikal yang semakin nyata. Menurutnya, pemerintah harusnya tegas terhadap berbagai organisasi maupun gerakan yang merongrong keutuhan NKRI.

Jangan sampai pemerintah maupun masyarakat baru mulai merasa resah ketika kejadian serupa dengan Bom Sarinah maupun Gafatar terjadi. “Kita semua sudah paham dan menyaksikan sendiri banyak organisasi yang memang menolak Pancasila masih menjamur di Indonesia, bahkan tetangga kita sendiri pelakunya. Lalu siapa lagi yang akan mempertahankan NKRI? Tentunya pemerintah harus tegas dan serius tentang hal ini,” ujarnya kepada Shautus Salam.

Shautus Salam

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Banjar kini diketuai oleh Agus Sepudin dan sekretarisnya Syamsudin. Di sela-sela kegiatan, Agus menyampaikan pandangan LP Ma’arif NU Kota Banjar ke depan. “Generasi muda harus paham Aswaja, khususnya para pelajar di Indonesia. Kami akan mengolah kurikulum mata pelajaran Aswaja dapat diterima di sekolah umum,” harapnya. (Muhafidz/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul, Nasional Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian

Solo, Shautus Salam. Para santri Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar aksi damai pada Hari Perdamaian Internasional di tiga tempat, Ahad (21/9). Mereka membubuhkan tanda tangan dan menuliskan harapan perdamaian dunia di sebuah spanduk besar.

Kepada Shautus Salam, Noor Ridho salah satu pengurus pondok menuturkan acara serupa juga diselenggarakan beberapa pesantren di daerah lain. Dengan mengusung “Peace 360:Peace Leader in Action”, melakukan aksi yang sama.

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian

“Kita berharap dari acara ini, masyarakat lebih memahami makna perdamaian,” ujar Ridho.

Shautus Salam

Menurut pengajar SMP Al-Muayyad itu, perdamaian tidak hanya sebatas aman dari perang, tapi juga bagaimana membangun perdamaian dalam konteks antarumat beragama dan sebagainya.

Faqih, seorang siswa kelas XI SMA Al-Muayyad menuliskan harapannya akan perdamaian. “Hari ini, hari esok, hari nanti, damai sepanjang hari,” kata Faqih mengutip salah satu lsyair pada sebuah lagu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Internasional, Nahdlatul, Sejarah Shautus Salam

Rabu, 01 November 2017

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Rembang, Shautus Salam - Dalam rangka peduli dengan warga yang kurang mampu, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang menggelar aksi Ansor Peduli terhadap warga desa setempat yang kurang mampu. Aksi sosial ini menyasar 19 kepala keluarga (kk) di Ronggomulyo. Sembilan penerima santunan di antaranya diberikan setiap hari.

Menurut Kusrin salah seorang koordinator aksi, sembilan kk di antaranya mendaptkan sedekahan setiap hari selama satu bulan penuh. Rutinitas ini sudah berjalan sejak empat bulan lalu.

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Sementara 19 kk, kata Kusrin, mendapatkan jatah berupa sembako, beras, gula, telur, mie instan, dan sebagainya yang diberikan setiap bulan sekali. Kegiatan itu dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik dari unsur Ansor ranting dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Ansor Berbagi".

Shautus Salam

"Kegiatan itu sudah kami jalankan sejak empat bulan yang lalu. Memang kami baru bisa berbagi kepada 19 KK. Tapi dari sembilan belas, Sembilan di antaranya mereka adalah anak yatim piatu yang kami beri uang saku untuk biaya pendidikan sekolah," jelas Kusrin, Sabtu (14/1).

Shautus Salam

Meski ranting GP Ansor Ronggomulyo usianya baru enam bulan, ia menginginkan keberadaan Ansor dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Selain itu, kepedulian dan kehadiran GP Ansor Ronggomulyo dapat menepis masuknya paham ekstrem di wilayah Ronggomulyo.

Menurutnya, kegiatan itu akan terus berlangsung baik yang bersifat bulanan, ataupun rutin harian. Ia berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pengurus GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Shautus Salam

Senin, 23 Oktober 2017

PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi

Banda Aceh, Shautus Salam. Pada Jum’at 31 Mei 2013, PWNU Aceh melakukan silaturrahmi ke kantor sekretariat GeRAK (Gerakan Anti Korupsi) Aceh.

Silaturrahmi ini dalam rangka penguatan konsolidasi antara PWNU Aceh dengn GeRAK dalam menanggapi berbagai isu korupsi di provinsi Aceh.

PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Perkuat Gerakan Anti Korupsi

Dalam pertemuan tersebut dari kalangan pengurus ? PWNU Aceh antara lain Tgk Munadi, Tgk Muslem Hamdani, Tgk Ismi Amran dan Sekretaris IPNU Aceh Indra Kariadi, sedangkan dari pihak GeRAK antara lain Keordinator GeRAK Askhalani, beserta pengurusnya.

Dalam pertemuan ini PWNU Aceh dan GeRAK merumuskan beberapa item yang berkaitan dengan sosialisasi anti korupsi kepada masyarakat dalam komunitas keagamaan yang mencakup pesantren, masjid, majelis taklim dan gampong/desa-desa dalam tiga kabupaten, yaitu Aceh Besar, Aceh Jaya dan Sabang. ? ?

Shautus Salam

Tgk Muslem Hamdani mengatakan, program ini insyaallah akan direalisasikan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, pelatihan, diskusi public dan lain sebagainya.

Redaktur: Mukafi Niam?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Shautus Salam

Selasa, 19 September 2017

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

Pacitan, Shautus Salam. Dekan Fakultas Teknik Informatika ITS Surabaya Agus Zainal Arifin menyatakan, laju perkembangan dunia teknologi makin hari semakin cepat. Untuk mempermudah dalam mempelajarai kitab kuning, para santri di pesantren dituntut untuk mengenal dan menguasai teknologi.

“Mari jadikan teknologi ini sebagai wasilah (perantara) untuk mencapai ghoyah (tujuan) dalam memahami kitab kuning,” demikian dikatakan Agus Zainal Arifin saat mengisi materi workshop "Peningkatan Mutu Teknologi dan Peningkatan Penguasaan Kitab Kuning Melalui Aplikasi Berbasis Internet", yang diadakan Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Ma’had Aly Attarmasi, Pesantren Tremas Pacitan, Ahad (1/4).

Agus yang menjabat Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP RMI NU) itu mengatakan, dewasa ini modal untuk mempelajari kitab kuning sebagai literatur dan referensi Islam tidak cukup hanya dengan menggunakan ilmu alat saja, seperti nahwu dan sharaf. Namun harus dipadukan dengan teknologi. Teknologi, menurutnya mempunyai arti yang sangat luas. 

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

“Kehadiran teknologi bukan bermaksud menggantikan posisi kiai dan kitab kuning, bukan. Justru teknologi hadir untuk mempermudah para kiai dan santri dalam mempelajari kitab kuning,” jelas doktor lulusan Hiroshima University, Jepang itu.

Ia menambahkan, pesantren tidak boleh menjadi bagian dari komunitas yang tertinggal dalam pengusaan teknologi.  Di lingkungan pesantren, antara penguasaan kitab kuning dan teknologi harus berimbang.  Apalagi dengan tibanya era digital, maka semua sudah didigitalkan termasuk kitab kuning. Saat ini aplikasi kitab kuning yang berbasis android sudah banyak beredar, para santri didorong untuk dapat memanfaatkanya.

Shautus Salam

Monggo (silahkan) software- software kitab kuning, yang berbasis android kita download. Untuk mempermudah kita dalam belajar, untuk mencari takbir bahtsul masail dan lain-lain,” katanya.

Agus pun mendorong para santri di pesantren untuk tekun belajar dan lebih kreatif lagi. Kedepan para santri tidak boleh hanya menjadi penikmat aplikasi berbasis android, namun harus mampu menciptakan sendiri aplikasi-aplikasi kitab kuning berbasis android tersebut. 

Sementara itu, Direktur Ma’had Aly Attarmasi KH Luqman Harits mengajak kepada para santri untuk lebih meningkatkan penguasaan kitab kuning. Sebab kitab kuning merupakan literatur warisan para ulama pendahulu dan merupakan kebanggan para santri di pesantren.

Shautus Salam

“Oleh karena itu, kita tidak boleh lemah dalam menguasai kitab kuning,” harapnya. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Khutbah, Nahdlatul, Tegal Shautus Salam

Minggu, 10 September 2017

Momen Rakerwil, GP Ansor Boyolali Ziarahi Makam Para Ulama Parakan

Boyolali, Shautus Salam - Momen acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW GP Ansor Jawa Tengah, Sabtu (28/10), di Parakan Temanggung, dimanfaatkan para peserta untuk berziarah ke beberapa makam tokoh ulama yang ada di kota penghasil tembakau itu.

Kader GP Ansor Boyolali misalnya, mereka menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Mbah Kiai Muhaiminan Gunardo dan Kiai Parak yang terletak di kompleks belakang Pesantren Parak Bambu Runcing.

Momen Rakerwil, GP Ansor Boyolali Ziarahi Makam Para Ulama Parakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Momen Rakerwil, GP Ansor Boyolali Ziarahi Makam Para Ulama Parakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Momen Rakerwil, GP Ansor Boyolali Ziarahi Makam Para Ulama Parakan

"Sekalian kita ziarah, kebetulan lokasinya juga dekat dengan arena Rakerwil," tutur Ketua Rijalul Ansor Boyolali Ahmad Zaenuri.

Uniknya, lanjut Zaenuri, warga setempat sangat membantu manakala ada para peziarah yang kesulitan mencari makam.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Jadi kalau ada yang bertanya kepada warga, mengenai lokasi makam Kiai Parak atau Kiai Muhaiminan, akan diantar sampai ke lokasi makam. Meskipun sedang ada kesibukan,” kata dia.

Sementara itu, lokasi makam Mbah Kiai Subki, yang terletak sekitar 500 m dari lokasi Rakerwil, tepatnya di Kompleks Makam Khusus Parakan Kauman, juga menjadi salah satu tujuan ziarah para peserta Rakerwil.

Kiai Subchi dikenal sebagai kiai alim dan pejuang yang menggelorakan semangat pemuda untuk bertempur melawan penjajah. Kiai ini, dikenal sebagai "Kiai Bambu Runcing", karena pada masa revolusi meminta pemuda-pemuda untuk mengumpulkan bambu yang ujungnya dibuat runcing, kemudian diberi asma dan doa khusus. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Tegal, Nahdlatul Shautus Salam

Jumat, 08 September 2017

Pesantren Nurul Jadid Upayakan Perbaikan Mutu

Probolinggo, Shautus Salam. Dalam rangka mengembangkan mutu, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan Ngaji Bareng bersama pengurus dan anggota Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Jakarta di Kompleks DPR RI Kalibata Jakarta, Senin (21/8).

Pesantren Nurul Jadid Upayakan Perbaikan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Upayakan Perbaikan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Upayakan Perbaikan Mutu

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Pondok Pesantren Nurul Jadid di tengah persaingan dan tuntutan globalisasi. Dengan harapan agar bisa diikuti oleh pesantren lain,” kata Kepala Pesantren Nurul Jadid KH Hamid Wahid.

Menurut Kiai Hamid, pesantren saat ini belajar melakukan perencanaan dan penataan serta fokus ke dalam. “Kita selaku keluarga besar, bisa menata kembali silaturrahim antarpesantren, alumni dan wali santri. Kita memohon doa dan dukungan, agar supaya apa yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kiai Hamid menambahkan bahwa ke depan Pondok Pesantren Nurul Jadid akan kembangkan menjadi pesantren yang fungsinya menjadi central of exellent, pengkaderan pengabdian dan pengkajian. “Tentunya menggagas kebersamaan agar lebih bermakna,” tukasnya.

Sementara Ketua P4NJ Jakarta Nasrul Syafii menyampaikan, kegiatan ini sebagai wujud dari bentuk kepedulian alumni yang berada di Jakarta untuk memberikan masukan kepada pesantren dalam rangka pengembangan pesantren ke depan. “Selain itu, upaya ini merupakan bentuk silaturrahmi alumni dengan para pengasuh,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, IMNU, Nahdlatul Shautus Salam

Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock