Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menunjukkan warna khas kalangan santri dalam mempraktikkan agama. Dalam diskusi publik yang digelar siang ini di Jakarta, Rabu (26/8), Kang Said menyebut kalangan santri memandang keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama di Nusantara sebagai sebuah fitrah dari Allah Yang Maha Kuasa.

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Dalam diskusi bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”, Kang Said mengatakan, “Islam Nusantara ini menjadi warna santri beragama sehari-hari tanpa perlu doktrin atau penataran apapun.”

Para santri diajari memahami kitab suci secara utuh. Mereka terlatih meneladani akhlaq para kiai yang menunjukkan sikap toleransi terhadap kehadiran pemeluk agama lain. “Ada atau tidak ada bom, para santri akan terus menunjukkan sikap moderat,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya 70 hadirin dari pelbagai lintas agama.

Shautus Salam

Tampak hadir sebagai narasumber lainnya Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Shautus Salam

Di hadapan narasumber dan para hadirin, Kang Said bercerita bagaimana kalangan santri bergaul dengan pemeluk agama lain mulai dari zaman Walisongo hingga santri di era sekarang. Ia juga memaparkan cara dakwah santri yang merujuk pada model dakwah Walisongo.

"Tidak pernah terbukti seorang santri NU memprovokasi massa untuk menyerang atau menggusur tempat ibadah pemeluk agama lain," ujar Kang Said.

Kang Said mengutip ayat Al-Quran yang berbunyi, "Seandainya Allah menghendaki, niscaya Ia menjadikanmu sebagai satu umat."

Sementara moderator diskusi Syafiq Alielha mengangkat sejumlah fenomena cara beragama yang cenderung ekstrem. “Di luar sana masih ada kelompok-kelompok beragama yang kurang menghayati nilai-nilai Pancasila,” ujar Syafiq yang kini diamanahkan sebagai Pemred Shautus Salam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

Majalengka, Shautus Salam

H M Taufan mengikrarkan wakaf atas tanah seluas 1.180 meter persegi yang berdekatan dengan Kantor Mapolsek Cigasong Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Majalengka di KUA Cigasong, Kabupaten Majalengka, Senin (14/8). Ia menyebutkan, wakaf tanah ini tidak ada sangkut pautnya dengan pencalonan dirinya dalam kontestasi pilkada Majalengka yang akan di gelar tahun depan.

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

"Wakaf ini murni sebagai bentuk manifestasi nilai-nilai Islam yang selama ini dipahami dan yakini. Wakaf ini semata-mata untuk kemaslahatan umat Islam terutama Nahdliyin Majalengka. Saya ingin mendapatkan berkah para kiai NU,” ujar pengusaha asal Bujurul Kulon Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Ketua PCNU Majalengka KH Harun mengucapkan syukur dan menghaturkan terima kasih kepada H Taufan atas wakaf tanahnya kepada KBNU Majalengka.

Shautus Salam

"Kita hanya bisa mendoakan jazakumullah ahsanal jaza. Semoga niat baik H Taufan menjadi investasi dunia dan akhirat untuknya," jelas Kiai Harun di KUA Ciagasong.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah KH Yusuf Kariem. Ia berharap semoga tanah ini bisa menjadikan NU ke depan berkembang dan maju.

Shautus Salam

"Semoga apa yang diharapkan Bapak H Taufan dikabulkan Allah SWT," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua KUA Cigasong Abdul Hakim, Ketua Pagar Nusa Majalengka, Sekbid GP Ansor Majalengka, dan Ketua Rijalul Ansor Majalengka. (Firman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Humor Islam, PonPes Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan

Surabaya, Shautus Salam. Perbedaan dalam berbagai hal yang terjadi di bumi Indonesia jangan dipandang sebagai ancaman. Justru itu adalah karunia Allah yang begitu besar bagi bangsa Indonesia, dan wajib disyukuri.

Demikian disampaikan Ketua PBNU Robikin Emhas saat memberikan pengarahan dalam acara Pertemuan Penulis Keislaman di hotel Sahid, Surabaya, Sabtu (2/12).

Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal untuk Jaga Kebinekaan Jadi Kekuatan

Menurutnya, keberagaman adalah kehendak Allah, sehingga manusia tak perlu memaksa untuk menyeragamkannya. "Kalau Allah sudah menciptakan manusia bineka, masak kita harus memaksa harus jadi satu," ujarnya.

Ia menambahkan, kebinekaan budaya, agama, suku dan sebagainya di Indonesia justru bisa menjadi kekuatan yang hebat dengan melakukan tiga hal. Pertama, meningkatkan tali silaturahim. Kedua, menjalin tali silatul afkar (hubungan gagasan). 

Shautus Salam

Setiap manusia tentu mempunyai pemikiran dan gagasan yang berbeda. Untuk itu, perlu dilakukan silatul afkar untuk mengelola perbedaan-perbedaan pemikiran tersebut menjadi kekuatan.

"Kita cari persamaanya, dan bukan merperbesar perbedaannya," lanjutnya.

Shautus Salam

Ketiga adalah silatul amal (kerja sama dalam aksi nyata). Poin ini menurut Robikin merupakan aksi nyata pengejawantahan kebersamaan dan persatuan yang berangkat dari kebinekaan. 

"Kebibekaan wajib kita kelola untuk menjadi kekuatan," ungkapnya.

Acara tersebut diikuti oleh 60 penulis keislaman se Jawa Timur, dan berlangsung hingga Ahad kemarin. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Minggu, 28 Januari 2018

Inilah 10 Kitab Karya Kiai Sahal Mahfudh

Almarhum KH MA Sahal Mahfudh termasuk sedikit dari ulama Nusantara yang produktif di dunia penulisan. Rais Aam PBNU ini mewariskan setidaknya 10 karya kitab, yang seluruhnya berbahasa Arab kecuali satu karya terjemahan yang ditulis dengan bahasa Jawa (Pegon).

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada peringatan Harlah ke-88 NU Jumat (31/1) malam lalu menjelaskan sebagian kitab Kiai Sahal itu. Karya-karya tersebut, katanya, membuat Kiai Sahal istimewa di antara ulama-ulama lain. “Kealiman beliau itu luar biasa. Susah menemukan kiai seperti beliau,” katanya.

Inilah 10 Kitab Karya Kiai Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 10 Kitab Karya Kiai Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 10 Kitab Karya Kiai Sahal Mahfudh

Sepuluh kitab Kiai Sahal tersebut mayoritas ditulis ketika masih berstatus santri Pesantren Sarang dalam usia yang relatif muda, yakni 24-25 tahun. Penjelasan kesepuluh kitab dan buku-buku karangan peraih doktor kehormatan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini merujuk pada buku Kiai Sahal: Sebuah Biografi yang ditulis Tim KMF Jakarta. Dilihat dari waktu selesai menulis, maka urutannya adalah sebagai berikut.

Pertama, Thariqat al-Hushul ‘ala Ghayatil Wushul. Diselesaikan pada 15 Ramadan 1380 H (3 Maret 1961), kitab ini berisi ta’liqat (penjelas) atas Ghayatul Wushul yang merupakan syarah (penjelasan) atas Lubbul Ushul (kedua kitab terakhir adalah karya Zakaria al-Anshari). Kitab Lubbul Ushul masuk kategori usul fiqih dan dikenal sebagai kitab yang sulit dipahami para santri karena kalimatnya sangat padat dan mengandung makna yang dalam.

Shautus Salam

Kedua, ats-Tsamarat al-Hajayniyah yang selesai ditulis pada 15 Rabi’ al-Tsani 1381 (26 September 1961). Kitab ini termasuk salah satu karya orisinal Kiai Sahal, alias bukan syarah atau hasyiah terhadap karya ulama lain. Ditulis dalam bentuk nadham dan dilengkapi penjelasan di bawahnya, kitab ini menerangkan makna dari istilah-istilah yang sering dipakai dalam kitab-kitab fiqih. Misalnya, ketika disebutkan al-imam dalam fiqih, tanpa nama seseorang di belakangnya, maka ia merujuk pada Imam al-Kharamayn Abd al-Malik ibn Abi Muhammad Abdullah al-Juwaini (419-478 H/1028-1085 M). Jika kata yang sama muncul dalam usul fiqih dan mantiq, maka itu merujuk pada Fakhr al-Din Muhammad al-Razi (543-606 H/1149-1210 M). Sementara itu, kalau disebutkan kata al-syaykh dalam fiqih, itu berarti Abu Ishaq Ibrahim ibn Ali al-Syairazi  (393-476 H/1003-1083).

Shautus Salam

Ketiga, al-Fawa’id al-Najibah. Selesai ditulis pada 8 Jumadil Ula 1381 (18 Oktober 1961), kitab ini merupakan syarah atas matan yang ditulis sendiri oleh Kiai Sahal, yakni al-Faraid al-Ajibah fi Bayan I’rab al-Kalimat al-Gharibah. Dengan demikian, kitab ini juga termasuk dalam kategori karya orisinal. Matan yang disusun dalam bentuk nadham ini terdiri dari 89 bait dan, sebagaimana terbaca dari judulnya, menjelaskan i’rab (tata bahasa) kata-kata dalam bahasa Arab yang dianggap aneh. Dari sekian kata-kata yang secara ilmu nahwu aneh, Kiai Sahal membahas 34 kata, seperti kata aidlan dan ashlan yang selalu dibaca nasab, baik dalam bentuknya sebagai masdar maupun hal.

Keempat, al-Bayanul Malma’ an Alfadhil Luma’. Dari judulnya, dapat diphami bahwa ini adalah penjelas atas kitab al-Luma’ fi Ushulil Fiqh karya Abu Ishaq Ibrahim al-Syairazi. Kitab ini sebetulnya telah rampung ditulis dalam bentuk ta’liqat di kitab al-Luma’ pada Jumadil Ula 1381 H (Oktober 1961), tapi baru disalin secara terpisah pada 28 Rabi’ul Awal 1418 H (18 Oktober 1997).

Kelima, Intifakhul Wadajayn ‘inda Munadharat Ulama Hajayn fi Ru’yatil Mabi’ bi-Zujajil ‘Aynayn. Ini adalah salah satu karya orisinal Sahal yang selesai ditulis pada 25 Sya’ban 1381 H (1 Februari 1962). Ia membahas perdebatan ulama Kajen pada akhir tahun 1950-an tentang keabsahan penglihatan yang menggunakan kacamata terhadap barang yang hendak diperdagangkan.

Keenam, Faydlul Hija ala Nayl al-Raja yang selesai ditulis pada 18 Dzulhijjah 1381 H (23 Mei 1962). Kitab ini merupakan karya penjelas atas kitab Safinat al-Naja karya Salim ibn Samir al-Khudri yang cukup populer di kalangan santri.

Ketujuh, terjemahan bahasa Jawa (Pegon) atas Qasidah Munfarijah. Qasidah yang terdiri dari 43 bait ini adalah gubahan Yusuf ibn Muhammad al-Ansari (1041-1119 M) dan banyak dibaca umat Islam, khususnya kalangan santri, jika menghadapi kesusahan atau kesulitan. Diyakini bahwa pembacaan bait-bait yang mengandung nama-nama agung (al-asma’ al-a’dham) Allah ini akan mendatangkan kemudahan bagi pembacanya. Ini adalah satu-satunya kitab Kiai Sahal yang merupakan terjemahan dalam bahasa Jawa.

Ada dua karya Kiai Sahal yang merupakan penjelas atas Sullam al-Munawraq, kitab mantiq (logika) yang banyak digunakan di pesantren. Keduanya diberi judul Al-Murannaq dan Izalat al-Muttaham. Kitab terakhir merupakan karya elaborasi atas Idlah al-Mubham ‘an Ma’ani al-Sullam, karya Ahmad ibn Abd al-Mun’im al-Damanhuri, yang merupakan syarah atas Sullam al-Munawraq. Tidak terdapat catatan, kapan kedua kitab tersebut selesai ditulis, yang pasti menurut ingatan Kiai Sahal, keduanya ditulis ketika dia masih nyantri di Sarang.

Terakhir, Anwarul Bashair yang merupakan penjelas atas kitab Al-Asybah wan Nadhair karangan Jalal al-Din Abd al-Rahman al-Suyuti. Kitab ini ditulis setelah dia menetap di Kajen, meski tidak ada catatan kapan tepatnya dia menyelesaikan karya penting ini. Asybah sendiri adalah kitab yang membahas qawa’id fiqhiyah (kaidah-kaidah fiqih) dan diajarkan di berbagai pesantren di Jawa.

Selain kitab-kitab berbahasa Arab, Kiai Sahal juga telah menghasilkan beberapa buku berbahasa Indonesia. Setidaknya ada empat buku berisi kumpulan berbagai artikel yang telah diterbitkan, antara lain Nuansa Fiqih Sosial (Yogyakarta: LKIS, 1994 dan 2007), Pesantren Mencari Makna (Jakarta: Pustaka Ciganjur, 1999), Wajah Baru Fiqh Pesantren (Jakarta: Citra Pustaka, 2004, dan Dialog dengan KH MA Sahal Mahfudh: Telaah Fikih Sosial (Semarang: Yayasan Karyawan Suara Merdeka, 1997). Kiai Sahal juga menulis buku bersama KH A Mustofa Bisri, yang diberi judul Ensiklopedi Ijma’. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Nahdlatul Ulama, Fragmen Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus

Brebes, Shautus Salam



Dewan Kordinasi Cabang (DKC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan korps Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Brebes menggelar Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) CBP KPP. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21-24 Februari 2016 di daerah kaki Gunung Slamet tepatnya di Desa Wanareja Kec. Sirampog diikuti sebanyak 35 peserta perwakilan dari tiap-tiap PAC Se-Kab. Brebes.?

CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP IPNU dan KPP IPPNU Brebes Gelar Diklatsus

Acara tersebut adalah bertujuan membentuk pasukan khusus CBP KPP di Kabupaten Brebes yang merupakan lembaga semi otonom dari IPNU dan IPPNU. Dengan melalui proses seleksi maka peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah yang sudah lolos tes fisik maupun pengetahuan. Komandan DKC CBP Kabupaten Brebes Fatkhurohman mengatakan.

Shautus Salam

"Pasukan khusus ini nantinya akan dijadikan garda terdepan guna mengawal semua pergerakan IPNU-IPPNU di Kabupaten Brebes".

Shautus Salam

Selain meningkatkan kualitas fisik peserta, Diklatsus juga meningkatkan pengetahuan. Materi yang disampaikan pada kegiatan ini antara lain Ke-IPNU-IPPNU-an, Aswaja dan NU, Penanggulangan Terorisme, Bela Negara, ? Protokoler, PMI dll. Pelatihan dibina langsung oleh Kodim Brebes dari awal sampai akhir kegiatan. Kedisiplinan dan kekompakan adalah sesuatu kewajiban dalam kegiatan.

Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ferial Farkhan dalam sambutan upacara pembukaan mengatakan, "Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada DKC CBP-KPP ? Brebes. Semoga akan terlahir kader CBP KPP yang bisa diandalkan bagi agama bangsa dan negeri khususnya untuk IPNU-IPPNU".

Peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah semangat. Walaupun cuaca sangat dingin, tapi tidak menyurutkan mereka dalam belajar. Suara nyanyian yel-yel selalu berkumandang membakar semangat mereka. Suasana keakraban pun tercipta di semua peserta.?

"Kami sangat senang mengikuti Diklatasus ini, banyak ilmu yang kami dapatkan dan tentunya pengalaman yang luar biasa," ucap Arif Rahman Hakim salah satu peserta Diklatsus.

Pada malam terakhir kegiatan, juga diadakan kegiatan api unggun sekaligus sarasehan memperingati hari lahir ke-62 IPNU. Pembacaan doa dipanjatkan untuk para pendiri IPNU dan berharap IPNU ke depan akan semakin baik. Di malam itu pula para peserta menampilkan pentas seni dari tiap-tiap kelompoknya. Suasana dingin berubah menjadi hangat karena kemeriahan para peserta.

Hadir pula di acara tersebut perwakilan dari Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) KPP Jawa Tengah Oktaviana dan mengawal kegiatan dari awal sampai akhir. ?

"Kami bangga kepada CBP KPP Kabupaten Brebes yang telah melaksakan kegiatan Diklatsus ini, semoga pasca ini akan terlahir CBP KPP sejati". Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Tegal, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Jumat, 19 Januari 2018

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia

Oleh Ayung Notonegoro



Salah satu tokoh NU yang paling fenomenal sepanjang sejarah adalah KH Abdul Wahid Hasyim. Putra Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari tersebut, tak hanya menjadi tokoh NU yang militan, tapi juga cerdas dan berintegritas. Perjuangannya tak hanya untuk NU semata, tapi juga untuk bangsa Indonesia. Maka, ketika kecelakaan mobil pada 19 April 1954 itu, merenggut nyawa Menteri Agama pertama Republik ini, menyebabkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Lebih-lebih bagi warga NU. 

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia

Dalam Muktamar ke-20 NU di Surabaya, lima bulan setelah kejadian tragis tersebut, rasa kehilangan masih tampak jelas di wajah orang-orang NU. Saat sambutan, Rais Aam PBNU  KH Wahab Chasbullah, mengungkapkan rasa kehilangan yang teramat. 

"Ada kejadian yang sebaiknya kita peringati, sekalipun sangat berat tekanan dan akibatnya dalam hati dan jiwa kita, ialah kejadian yang sangat mengerikan, kejadian wafatnya Saudara Yang Mulia Kiai Haji Abdul Wahid Hasyim, dengan cara yang sangat mengejutkan, akibat dari suatu kecelakaan yang tiada orang dapat mencampurinya. Tiada orang yang mampu berhadapan dengan qodar kepastian yang datang dari langit," ungkap Kiai Wahab. 

Meski demikian, Kiai Wahab tak lantas menyeret Nahdliyin terus-menerus bersedih. Ia menguatkan, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. "Dahulu, ada seorang ahli syair berkata: Barangsiapa yang tidak mati karena pedang atau senjata lain dalam pertempuran, maka orang itu akan mati juga dengan sebab lain. Bermacam-macam sebab yang mendatangkan kematian, tetapi kematian itu satu," ungkapnya. 

Shautus Salam

Kemudian ia mengajak para muktamirin yang datang dari seluruh penjuru Nusantara tersebut, untuk meneladani sikap dan perjuangan Kiai Wahid. Perjuangan yang tidak hanya sebatas perjuangan fisik dan pikiran saja, tapi juga dilengkapi dengan perjuangan batiniyah. 

Perjuangan fisik dan pemikiran Kiai Wahid sudah banyak tulisan dan buku yang mengupasnya. Bagaimana kiprahnya di masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, mempersiapkan kemerdekaan dan lebih-lebih di masa perang mempertahankan kemerdekaan. Akan tetapi, tak banyak yang mengupas tentang perjuangan batiniyahnya Kiai Wahid untuk bangsa Indonesia. 

Dalam konteks batiniyah tersebut, salah seorang penyusun Piagam Jakarta itu, memperjuangkan Indonesia dengan bertirakat. Sebagai umat Islam, Kiai Wahid percaya, bahwa segenap ikhtiar harus senantiasa diiringi dengan doa. Dan, doa yang paling ijabah harus disertai dengan laku tirakat. 

Tirakat yang dilakukan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) itu, adalah puasa dahr, yaitu puasa yang dilakukan sepanjang tahun. Kecuali pada hari-hari yang diharamkan, seperti dua hari raya dan hari tasyrik. Kiai Wahid berjanji pada dirinya sendiri, sebagai permohonan kepada Allah SWT, agar bangsa Indonesia dianugerahi kemerdekaan yang sesungguhnya, terlepas dari pelbagai belenggu, berdaulat sepenuhnya dan diberikan kedamaian dan kesejahteraan. 

Shautus Salam

Biasanya, ia akan memulai puasa yang cukup panjang dalam situasi-situasi yang genting. Seperti halnya saat terjadi Agresi Militer Kedua Belanda. Saat itu, Belanda bersama pasukan Sekutu mampu menguasai ibu kota Indonesia yang pada saat itu bertempat di Yogyakarta. Sejak kejadian yang berlangsung pada 19 Desember 1948 itulah, Kiai Wahid memulai puasanya. 

Saban hari Kiai Wahid berpuasa hingga ajal menjemputnya saat usianya masih belum genap 40 tahun. Terhitung sejak awal, Kiai Wahid telah berpuasa selama 1500 hari lebih. Sungguh perjuangan yang tak mudah di tengah aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran.

Sebenarnya, puasa yang dilakukan di atas bukanlah yang pertama kalinya. Sepanjang hidupnya, Kiai Wahid kerap kali berpuasa sunnah. Sebagaimana diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri, junior sekaligus kolega perjuangannya, dalam Authorized KH Saifudin Zuhri: Berangkat dari Pesantren.

Pada medio 1942, terjadi peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Belanda telah terusir dan digantikan oleh Jepang. Tak membawa kebaikan sebagaimana yang dijanjikan, pasukan Dai Nippon tersebut, justru menunjukkan kebengisannya. Seorang tokoh panutan umat Islam di Indonesia, Hadratussyekh Hasyim Asyari ditangkap oleh Jepang.

Tentu saja ini menjadi keguncangan bagi Nahdlatul Ulama karena Kiai Hasyim merupakan sosok sentral di organisasi yang memuliakan para ulama tersebut. Lebih-lebih kepada Kiai Wahid. Selain karena pemimpinnya di NU, Kiai Hasyim juga merupakan ayah kandungnya.

Menghadapi situasi ini, Kiai Wahid tidak hanya mengambil alih tanggung jawab peran-peran ayahandanya dan berupaya membebaskannya, tapi juga mengimbanginya dengan berpuasa. Hingga pada suatu hari, di saat terik matahari begitu menyengat, Kiai Wahid sedang melakukan kunjungan kerja di Sokaraja, Jawa Tengah.

Di kampung halaman Kiai Saifuddin Zuhri tersebut, ia ditawari minum oleh tuan rumah. Namun, dengan sigap Kiai Wahid menolaknya.

“Nanti dulu, sabarlah,” tukasnya seraya memandang Kiai Saifuddin yang sedang minum.

“Berpuasa pada hari yang begini panas? Orang musafir kan dapat rukhsoh?” Goda Kiai Saifuddin yang sebenarnya tahu kalau tamunya tersebut, telah berpuasa sejak beberapa minggu yang lalu.

Di luar dugaan, Kiai Wahab menjawabnya dengan cukup mantap dan layak direnungkan bagi kita semua.





“Laqod shumtu li yaumin huwa aharru minhu,” jawabnya.

Saya berpuasa untuk meningkatkan suatu hari yang lebih panas ketimbang hari ini, yaitu di padang mahsyar kelak!!!

Penulis aktif di Komunitas Pegon yang mengulik hal ihwal pesantren dan NU. Bisa ditemui di akun facebooknya: Ayunk Notonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Hikmah Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Saifullah Yusuf Siap Dicopot

Jakarta, Shautus Salam

Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf menyatakan siap dicopot jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang menghendaki demikian.

"Menteri itu pembantu Presiden. Jika siap diangkat tentu juga harus siap dicopot," kata Saifullah usai peresmian pembentukan Divisi Search and Rescue (SAR) Gerakan Pemuda Ansor di Kantor PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (12/3) kemarin.

Saifullah Yusuf Siap Dicopot (Sumber Gambar : Nu Online)
Saifullah Yusuf Siap Dicopot (Sumber Gambar : Nu Online)

Saifullah Yusuf Siap Dicopot

Terkait wacana reshuffle kabinet, Saifullah disebut-sebut sebagai menteri yang akan diganti selain Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Pencopotan Saifullah antara lain direkomendasikan DPP PKB.

Saifullah yang mantan Sekjen DPP PKB itu mengaku tidak terlalu memikirkan wacana reshuffle yang kembali marak bulan ini karena pada akhirnya yang menentukan adalah Presiden.

"Reshuffle itu kan hak prerogratif Presiden. Sebagai menteri saya berusaha menjalankan tugas semaksimal mungkin. Penilaiannya tentu ada pada Presiden," katanya.

Hanya saja, Ketua Umum GP Ansor yang juga Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP itu menyesalkan usul pencopotan seorang menteri oleh partai politik, apalagi di sisi lain partai itu justru mengajukan nama kadernya pada Presiden agar diangkat sebagai menteri.

Shautus Salam

"Memang siapa pun berhak mengajukan usul reshuffle. Tapi kalau satu partai usul agar Presiden mencopot menteri dari partai lain, lantas mengajukan nama dari partainya untuk diangkat sebagi menteri, ini kan tidak etis," katanya.

Artinya, kata Saifullah, usul reshuffle yang diajukan partai tersebut tidak berangkat dari penilaian obyektif dan demi perbaikan kinerja pemerintah, melainkan mengincar jabatan.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyatakan, hampir separuh anggota kabinet harus diganti karena kinerjanya dinilai kurang baik, termasuk Saifullah Yusuf.

Shautus Salam

"Hampir separuh kabinet harus dibenahi," kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar usai pembukaan Akademi Politik Kebangsaan yang digelar PKB di Jakarta, Minggu (11/3).

Namun pada kesempatan yang sama Muhaimin menyatakan PKB siap jika diajak Presiden Yudhoyono memperkuat kabinet. PKB sendiri sudah menyiapkan tiga nama untuk mengisi kabinet. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Olahraga, RMI NU Shautus Salam

UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara

Jakarta, Shautus Salam

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta mendapat kunjungan studi banding dari Pascasarjana Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara pada Rabu (25/5).?

Sebanyak 80 orang rombongan terdiri dari mahasiswa Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan pimpinan Unisnu Jepara diterima langsung oleh Rektor Unusia Prof Dr Maksum Machfoed dan pimpinan STAINU Jakarta. ? Studi banding ini merupakan salah satu upaya Unisnu Jepara mengenalkan mahasiswa terhadap Manajemen Pendidikan ? Islam yang diterapkan di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia, salah satunya Unusia Jakarta dan STAINU Jakarta.

UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU-STAINU Jakarta Terima Kunjungan Studi Banding Unisnu Jepara

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan MoU antara Unusia-STAINU Jakarta dengan Unisnu Jepara di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.?

"Jejaring antar perguruan tinggi penting untuk mendongkrak gairah akademik," ujar Wakil Rektor 3 Unusia HM. Mujib Qulyubi.

Sebagaimana hasil pantauan Shautus Salam, ada 4 aspek yang digali oleh mahasiswa dalam studi banding ini, yaitu aspek penelitian dan pengabdian masyarakat, aspek manajemen, aspek kurikulum, dan terakhir adalah penguatan distingsi Pascasarjana Islam Nusantara di STAINU Jakarta. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jakarta, Shautus Salam
Muslimat NU akan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus merupakan Harlah ke 57 di Istora Senayan. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 15 ribu orang mengambil tema “Meningkatkan persaudaraan Kebangsaan Membangun Indonesia Damai Sejahtera.”

Dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, Gubernur DKI H. Sutiyoso, dan KH Abdullah Gymnastiar akan hadir, dan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama dan Dewi Yul.

Kegiatan ini memiliki momentum strategis dalam rangka melakukan refleksi, koreksi, dan introspeksi terhadap kiprah muslimat dewasa ini agar ke depan lebih maksimal dan optimal guna turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya untuk kaum perempuan.

Khusus untuk menyambut peringatan Maulut Nabi Muhammad Saw dan Harlah ke 57, Muslimat DKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pra harlah, antara lain memberikan santunan bagi anak yatim dan pengobatan cuma-cuma bagi warga yang tergolong mustda’fin wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan lain yang bersifat kemeriahan juga dilakukan seperti lomba tumpeng, gerak jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya. Disamping itu telah digalang kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) propinsi DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Warta, Sholawat, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Selasa, 12 Desember 2017

NU Jangan Sampai Terpancing

Semarang, Shautus Salam

Warga NU diminta jangan terpancing dengan tindakan yang dilakukan orang untuk merusak citra jam’iyyah ini. Penyerangan Kantor PWNU Sulsel pada hari Kesaktian Pancasila dan laporan sebuah majalah tentang kekerasan, tidak perlu ditanggapi emosional. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dalam Dialog Tentang Peran Ulama dan Tokoh Masyarakat Se-Jawa Tengah dalam Menegakkan Konstitusi dan Gerakan Anti Korupsi yang di Aula Lantai III Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, Jalan Dr. Cipto 180 Semarang, Sabtu (6/10). 

NU Jangan Sampai Terpancing (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jangan Sampai Terpancing (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jangan Sampai Terpancing

“NU jangan sampai terpancing. Semua provokasi dan cercaan sudah biasa dihadapi NU sejak dulu,” ujarnya di hadapan utusan Pengurus Cabang NU se-Jateng, pengurus lajnah, lembaga dan badan otonom serta para kiai pesantren. 

Lebih lanjut As’ad mengatakan, para kiai di pesantren maupun dalam struktur pengurus NU, cenderung mengedepankan akhlak dan semangat perdamaian. Karena hati mereka dijiwai semangat dakwah  alias mengajak kebaikan, maka cara berpikirnya serba husnudhon. Lalu tindakan mereka cenderung mengayomi dan menyayangi. 

Repotnya, kata Asad, ketika pihak-pihak yang diayomi NU itu diidentifikasi sebagai kelompok sesat golongan jahat, NU dan para kiainya yang disalahkan. Bahkan termasuk oleh warga NU sendiri. Terlebih jika ada di antara yang membenci itu orang yang mengaku sebagai Nahdliyin. 

Shautus Salam

"Contohnya, kala Gus Dur sebagai representasi NU mengayomi Ahmadiyah, bayank orang ramai-ramai menyalahkan. Saat ada Jaringan Islam Liberal, NU pula yang dituding negatif. Terlebih saat ada kasus kekerasan di Sampang, NU terkena getahnya walaupun sebatas ucapan orang per orang yang menuduh warga NU pelakunya," paparnya. 

“Para  kiai itu selalu husnudhon. Setiap orang dianggap baik dan ingin selalu diajak baik. Namun ulama sering disalahkan ketika pihak yang dibela dan diayomi itu dianggap salah atau sesat,” lanjutnya. 

Komitmen Bernegara  As’ad yang didampingi Ketua tanfidziyah PWNU Jateng M Adnan, ketua Lembaga Perguruan Tinggi NU Dr Noor Ahmad ini menyampaikan, sejak berdiri tahun 1926, NU selalu menjaga NKRI.

Komitmen NU adalah komitmen bernegara, mengayomi seluruh bangsa. Maka tindakan NU selalu dijiwai semangat Bhinneka Tunggal Ika dan menjadikan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai tolok ukur menyikapi problem bangsa dan Negara. 

Shautus Salam

Ahmadiyah, Syi’ah, JIL, atau apapun namanya, punya hak hidup di negara berdasar Pancasila ini. Para pengikutnya, sebagai warga negara yang sah, berhak diberi perlindungan hokum dan keamanan. Persoalan mereka dianggap keliru dalam aqidah atau syariat atau akhlaknya, itu harus didakwahi dengan cara yang sesuai ajaran Gusti Allah dan tuntunan Rasulullah. 

“Orang tersesat itu mestinya diberi pengertian, ditunjukkan jalan yang lurus. Bukan dimusuhi atau dibasmi. Negara tidak boleh mendiskriminasi mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Munas dan Konbes NU yang digelar di Cirebon 13-17 September lalu meneguhkan komitmen itu, dengan mengusung tema “Kembali Ke Khittah Proklamasi 1945. 

Yang perlu dilakukan saat ini, kata dia, adalah memperkuat persatuan warga bangsa untuk mengatasi masalah berat negeri tercinta. Yaitu soal korupsi yang merajalela dan ancaman disintegrasi yang semakin kentara. 

Lebih khusus dia berpesan kepada warga NU, khususnya para ulama, untuk memperkuat ukhuwah dan kekompakan dalam menghadapi setiap masalah. Umat perlu dibimbing dan dijaga terus, karena selalu ada orang yang mengangkat isu PKI untuk kepentingan politik dan hendak melanggengkan kekuasaan dengan cara yang culas. 

“Kita harus memperkokoh persatuan dan terus membina kekompakan. Persaudaraan antar kita harus terus kita pupuk. Para ulama harus terus membimbing umatnya,” pungkas dia. 

Acara dilanjutkan dengan dialog Ketua KPK Abraham Samad yang didampingi Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, setelah diselingi jeda sholat dluhur. 

Kontributor: Ichwan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Iran-Saudi Sepakat Redakan Konflik Sunni-Syiah

Riyadh, Shautus Salam. Dua negara yang menjadi basis terbesar kelompok Sunni dan Syiah, Arab Saudi dan Iran, sepakat untuk memerangi meluasnya perselisihan antar dua kelompok Islam tersebut sebagai dampak dari konflik yang terjadi di Irak. Raja Abdullah telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang sedang dalam kunjungan resmi pertamanya ke Arab Saudi pekan lalu.

Sebelumnya kerajaan Muslim Sunni itu meminta bantuan Iran yang Syiah untuk meredakan ketegangan sektarian di Irak yang dikhawatirkan meledak menjadi perang saudara ledakan-penuh.

Iran-Saudi Sepakat Redakan Konflik Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran-Saudi Sepakat Redakan Konflik Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran-Saudi Sepakat Redakan Konflik Sunni-Syiah

Pembunuhan oleh regu kematian Sunni dan Syiah di Irak serta krisis politik di Libanon yang membagi partai Sunni dan Syiah telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik sektarian di Timur Tengah. Arab Saudi yang Sunni dan Iran yang Syiah termasuk di antara negara yang paling berpengaruh atas cabang Islam mereka masing-masing.

"Kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan tiap upaya yang ditujukan untuk memperluas perselisihan sektarian di kawasan ini," kata Menlu Saudi Pangeran Saud al-Faisal kepada wartawan di Riyadh, Ahad (4/3).

Arab Saudi telah memimpin upaya diplomatik dalam beberapa bulan belakangan ini untuk mengimbangi apa yang dianggap sebagai pengaruh Iran yang meningkat di Irak, Libanon dan wilayah Palestina.

Shautus Salam

Yang menarik, Arab Saudi adalah sekutu penting AS di Timur Tengah, Iran adalah penentang sengit pengaruh Barat di kawasan itu. AS telah mendesak PBB untuk menjatuhkan sanksi lebih keras pada Iran karena penolakannya untuk menangguhkan pengayaan uranium, proses yang dapat membuat bahan bakar untuk bom atom atau pembangkit listrik tenaga nuklir.

Para pengamat menduga, pemerintah-pemerintah Arab yang bersekutu dengan AS juga takut Iran akan memperoleh pengaruh di Libanon, wilayah Palestina dan Irak, tempat Arab Saudi menyalahkan milisi Syiah dukungan-Iran karena pembunuhan sektarian. (nur/ant)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Rabu, 06 Desember 2017

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper

Klaten, Shautus Salam. Menyambut malam Idul Adha, puluhan grup hadrah menyemarakkan kegiatan Takbir Kolosal yang diselenggarakan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWCNU Ceper di Batur Ceper Klaten, Rabu (23/9).

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper

Menurut Sekretaris MWCNU Ceper Sriyanto, acara tahunan yang sudah berjalan ke-8 kalinya ini melibatkan 40 grup hadrah dan 850 personil.

“Kegiatan ini untuk silaturahmi ranting NU di kecamatan Ceper, sekaligus juga untuk nguri-uri (menghidupkan) kebudayaan ala Aswaja,” kata Sriyanto di sela-sela acara Takbir Kolosal.

Shautus Salam

Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Ceper dan Ketua MWCNU Ceper H Ahmad Zaeni. Zaeni mengatakan, sebetulnya di kecamatan Ceper terdapat ratusan grup hadrah, namun kali ini hanya 40-an grup yang diundang, mengingat keterbatasan tempat.

Sementara itu, Ketua PCNU Klaten H Mujiburrahman memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Kita harus bangga menjadi warga NU, yang selalu ikut untuk menjaga kelestarian budaya,” tukasnya.

Shautus Salam

Di akhir acara, para peserta dan pengunjung mendengarkan ceramah dari Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Mukhlis Hudaf. Di tengah ceramah, kiai juga membagikan sejumlah door prize kepada para pengunjung yang dapat menjawab pertanyaan yang ia ajukan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Santri Shautus Salam

Senin, 27 November 2017

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan

Bandung, Shautus Salam. Ratusan anggota Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3), menggelar aksi damai untuk mendesak pemerintah menegakkan kedaulatan pangan di Indonesia dan segera mengatasi melambungnya harga sembako.

Sejak pagi, massa aksi penyampaian aspirasinya dari berkeliling di area kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus menggalang massa dari mahasiswa lain di kampus setempat untuk bergabung bersama PMII.

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan

Lalu menjelang siang, dengan menaiki 2 truk massa aksi bergerak menuju gudang Bulog Regional Kota Bandung di Jalan Gedebage. Di sana sekitar 1 jam mereka menyuarakan tuntutannya, kemudian mereka menggeliat menuju kantor di depan Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat, di Jalan Soekarno-Hatta No. 711A kota Bandung.

Shautus Salam

Aksi damai yang dilakukan PMII ini membuat perwakilan dari mereka diperkenankan melakukan audiensi tertutup bersama petinggi Bulog Regional Jawa Barat. Sementara ratusan massa lainnya tetap berada di luar gedung Perum Bulog tersebut. Aksi di seberang pinggir jalan ini banyak mendapatkan perhatian dari pengguna jalan.

Shautus Salam

Ahmad Riyadi, ketua PC PMII kota Bandung mengatakan bahwa aksi tersebut yang digelar sebagai bentuk respon PMII atas persoalan kebutuhan pokok masyarakat khususnya dalam masalah pangan, khususnya kebutuhan yang kini langka dan harganya melambung tinggi.

“Sebetulnya yang jadi persoalan adalah kebutuhan beras. Pemerintah seharusnya mendukung petani lokal (tradisional) untuk mengembangkan potensi lahan pertanian yang dimiliki. Hal tersebut sebagai upaya dalam mengatasi kebijakan impor beras yangi dilakukan oleh pemerintah," kata Riyadi yang juga sebagai penanggung jawab aksi tersebut.

Dia menjelaskan proses tersebut harus berbanding lurus dengan usaha Pemerintah melalui sosialisasi atau penyuluhan yang baik kepada para petani, misalnya penyuluhan terkait sumber pupuk atau penggunaan pestisida yang efektif.

"Artinya bahwa ini merupakan konsekuensi dari Pemerintah untuk berbicara soal pengelolaan dan kesejahteraan pertanian. Kalau semua ini bisa dilakukan oleh Pemerintah, saya rasa kita tidak butuh lho yang namanya beras impor, karena Indonesia mempunyai potensi pertanian yang sangat bagus,” ujar Riyadi menjelaskan? salah satu tuntutan dari aksi PMII kota Bandung itu.

Lebih lanjut, Riyadi atas nama rakyat mendesak kepada Pemerintah harus bisa mengintervensi stabilitas harga pasar, lebih-lebih bisa menentukan harga pasar. Pemerintah juga jangan sampai terjebak model kapitalisme yang akhirnya mengeksploitasi hak-hak rakyat.

“Lalu bagaimana cara Pemerintah mampu memberikan arahan kepada masyarakat (petani) untuk memberikan pupuk-pupuk yang baik. Begitu juga jangan sampai harga pupuk melambung tinggi, yang pada akhirnya harga beras ditentukan oleh harga pupuk,” tegas mahasiswa pascasarjana Universitas Langlangbuana itu.

Dia menambahkan, Pemerintah juga harus memperhatikan pendidikan dan kelayakan hidup di kalangan para petani. “Bagaimana pun Pemerintah harus mempertimbangkan hal itu, karena merekalah yang setiap hari di sawah untuk melakukan penanaman hingga pemanenan,” singgungnya.

“Harapannya, masyarakat harus mampu memanfaatkan lahan dimiliki, lalu pengelolaan tanaman yang baik, mulai dari pemilihan benih sampai proses pemanenan, serta mampu memasarkan dengan baik,” pungkas Riyadi. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Sabtu, 18 November 2017

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta

Pekalongan,? Shautus Salam. Setelah menelusuri situs dan sejumlah laku Islam Nusantara di Purwakarta dan Cirebon, Tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta tiba di Pekalongan, Senin (23/1) malam. Mereka diterima langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya di kediamannya.

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Terima Tim Anjangsana Pascasarjana STAINU Jakarta

Bersama warga lain yang sedang sowan ke Habib Luhtfi, rombongan Tim Anjangsana yang terdiri dari para akademisi Islam Nusantara tersebut secara teratur mencium tangan Habib Luthfi. Senyum tokoh Tarekat dunia itu mengembang, tak terlihat lelah sedikit pun di wajahnya meskipun malam makin larut.

Obrolan dibuka oleh Dr Zastrouw Ngatawi. Rombongan yang terdiri dari 17 orang ini nampak khusyuk mendengarkan nasihat dan wejangan Habib Luhtfi. Malam makin larut, tetapi tamu yang berkunjung tidak berkurang. Sesekali obrolan Tim Anjangsana diselingi sejumlah tamu yang membawa air untuk didoakan oleh Habib Luhtfi.

Kepada Tim Anjangsana, Habib Luthfi memberikan beberapa keterangan terkait sanad keilmuan dan sejarah Islam di Nusantara yang selama ini berkembang dan menjadi kajian serius di Pascasarjana STAINU Jakarta.

Shautus Salam

Menurut Habib Luthfi, sejarah bangsa sendiri mempunyai peran penting dalam membangun dan memperkuat nasionalisme. Kelemahan bangsa Indonesia, mereka kurang memahami dan mempelajari sejarahnya sendiri secara tuntas.

“Solusi dari berbagai persoalan bangsa selama ini akan nampak luas jika memahami sejarah sehingga setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik,” tutur Habib Luthfi sambil sesekali menyeruput tehnya.

Ulama yang dekat dengan semua kalangan ini menegaskan bahwa Islam Nusantara penting dipahami untuk membangkitkan nasionalisme.?

Shautus Salam

“Jadi bukan nasionalisme untuk agama, tetapi agama untuk nasionalisme,” jelas Habib Luthfi.

Dia memberikan arahan kepada Tim Anjangsana untuk ziarah ke makam Habib Hasyim di sekitar Komplek Makam Sapuro Pekalongan. Karena Habib Hasyim merupakan salah satu ulama yang memberikan petunjuk kepada KH Hasyim Asy’ari dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU) selain Mbah Cholil Bangkalan.

Habib Luthfi juga memberikan ijazah shalawat ukhuwah kepada rombongan. Ijazah shalawat ini untuk menyatukan hati pemimpin dan umatnya serta pemerintah dan rakyatnya. Ijazah ini juga untuk menolak berbagai kemungkinan jahat di antara mereka sehingga bangsa dan negara akan tetap kuat dalam satu-kesatuan.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan

Jombang, Shautus Salam. Rangkaian pelaksanaan Orientasi Studi dan Cinta Almamater atau Oscar sejak 9 September di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) ditutup Kamis malam (18/9). Diharapkan dengan pembekalan selama hampir sepuluh hari tersebut, para peserta memahami makna dan jati diri mereka sebagai mahasiswa.

Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan

Setidaknya ada 560 calon mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Oscar ini. Mereka mendapatkan sejumlah teori dan pendalaman maupun praktik bagaimana beradaptasi dengan suasana kampus. "Dari mulai materi penguatan cara pandang bahwa research sebagai kultur akademik yang memang melekat dalam dunia kampus hingga aturan yang akan mengikat mereka saat menjadi mahasiswa di kampus ini," kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unipdu, Luthfi Riyadi kepada Shautus Salam (18/9).

Sebagai ajang mengenalkan keberadaan kampus, sejumlah pihak terlibat secara aktif dalam kegiatan ini. "Dari mulai unsur pimpinan, staf pengajar atau dosen, program studi, hingga kegiatan intra kemahasiswaan, semuanya disampaikan pada kegiatan ini," kata mahasiswa Fakultas Agama Islam ini.

Shautus Salam

Oscar dengan tema "Menggiring arus budaya mahasiswa: akademik riset, berkarakter dan berakhlakul karimah" ini memang membuang jauh-jauh kesan sebagai ajang perpeloncoan seperti yang masih ada di sejumlah kampus. "Karena itu ada materi Oscar 2014 with outbond: perpeloncoan no, disiplin yes yang disampaikan oleh pimpinan kampus," terangnya.

Shautus Salam

Praktis dengan rentang waktu yang lumayan lama ini, para mahasiswa memiliki wawasan dan pemahaman yang komprehensif terhadap keberadaan kampus, sejumlah fasilitas yang dapat dioptimalkan demi pengembangan diri. "Yang juga layak dicatat adalah bahwa kampus ini berada di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, sehingga nilai-nilai kepesantrenan merupakan hal yang menyatu saat orientasi," tandas Luthfi, sapaan akrabnya.

Tidak berhenti sampai di situ, para calon mahasiswa baru juga diarahkan untuk menjadi bagian dari perubahan. "Namun yang lebih ditekankan selama orientasi adalah perubahan dengan menjunjung tinggi dialog dan nalar kritis," ungkapnya. Baginya, upaya melakukan perubahan bagi lingkungan dan masyarakat hingga bangsa dan negara tidak semuanya dilakukan dengan turun jalan. Turun ke jalanan adalah alternatif terakhir ketika upaya dialog mengalami jalan buntu, lanjutnya.

Karena itu selama masa pengenalan kampus ini, materi yang disampaikan lebih banyak kepada upaya menumbuhkan sikap kritis dan memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi. "Akademik riset menjadi kata kunci bagi mahasiswa agar bisa berperan aktif di masa mendatang," tandas Luthfi.

Sehingga pada akhir Oscar, diselenggarakan diskusi panel bertema berpikir kritis dan inovatif dalam suasana akademis dengan menyesuaikan fakultas masing-masing. "Dari sini dapat diketahui bagaimana nalar mahasiswa ketika menghadapi problematika personal, sosial hingga masalah kenegaraan yang dianggap pelik beserta solusi terbaik yang mereka miliki," sergah Luthfi. Malam keakraban diisi dengan api unggun, bina diri, pengukuhan dan ikrar mahasiswa. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Nahdlatul Ulama, Fragmen Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung

Banyuwangi, Shautus Salam. Pondok Pesantren Baitussalam, Desa Tampo, Kecamatan Cluring menggelar upacara bendera lengkap dengan pembacaan teks Pancasila sebagaimana upacara pada umumnya. Menariknya, mereka menggunakan seragam yang menunjukkan ciri khas kesantriannya, yaitu sarung dan kopiah.

Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung

"Kami sengaja mengenakan sarung dan kopiah dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila ini, untuk menegaskan kepada para santri, bahwa kita ini, para santri, memiliki andil dalam merumuskan Pancasila," ungkap pembina upacara dan salah seorang mundzir PP. Baitussalam, Gus Fikri Aditya.

Gus Fikri menegaskan dilaksanakan upacara peringatan Pancasila di pesantren sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. Sampai saat ada beberapa gelintir umat Islam di Indonesia yang masih mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.?

"Pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia, ingin menunjukkan bahwa Pancasila dan Islam itu bisa selaras," tegasnya.

Shautus Salam

Di pesantren ini, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Nasionalisme juga ditekankan. Tidak hanya berupa seremonial upacara, tapi dalam belajar mengajar sehari-hari juga diberikan materi-materi yang berkaitan dengan kebangsaan. Baik di dalam pesantren sendiri, maupun di SMP NU Baitussalam sendiri.

"Bagi kami, penguatan ilmu keagamaan harus juga dilengkapi dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme. Karena, tidak mungkin agama bisa berkembang dengan baik, jika tak memiliki tanah air," pungkas Gus Fikri. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Olahraga Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan

Jakarta, Shautus Salam



Sekretaris Jenderal Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Eko Darwanto menyayangkan banyaknya pengusaha yang mencurigai para buruh ketika membentuk serikat buruh sebagai wadah penyaluran aspirasi.

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan

“Kita bikin serikat buruh dianggap melawan,” kata Eko Darwanto pada acara Kopi Darat Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).

Menurut Eko, hal itu karena banyak pengusaha yang tidak paham mengenai Undang-Undang ketenagakerjaan, dan hubungan industri.

Padahal, katanya, seorang pengusaha harus mengizinkan serikat buruh di dalam. “Kalau tidak diizinkan, terkena pidana itu,” katanya

Shautus Salam

Oleh karenanya, Eko mengingatkan tugas serikat buruh untuk mendorong supaya teman-teman buruh menyadari haknya. Selain itu, ia juga mengingatkan pengusaha dan pemerintah supaya perusahaan ini diberikan pemahaman yang jelas soal hubungan industrial yang baik.

Pada acara yang bertema “NU, Negara & Pemberdayaan Pekerja/Buruh Indonesia” ini, Eko juga menjelaskan tentang berbagai kewajiban pengusaha yang harus diberikan kepada para buruh.

Shautus Salam

“Pengusaha harus memenuhi kewajibannya sebagai pengusaha; membayarkan gaji, menyiapkan pesangon, THR, jaminan sosial, banyak,” katanya

Selain Eko Darwanto, hadir juga sebagai pembicara Suharyono (ILO Indonesia), dan Muchtar Said (Dosen UNU Indonesia). (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Lomba, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Harian GP Ansor Pringsewu akan menggunakan sistem online untuk merekrut calon anggota Ansor dan Banser. Sistem ini rencananya akan diberlakukan saat rekrutmen calon peserta PKD Ansor dan Diklatsar Banser Angkatan II yang akan diselenggarakan pada akhir Desember 2015 ini.

Sistem itu saat ini sedang dikerjakan. Targetnya pada awal Oktober sudah bisa diuji coba dan dipakai dalam rekrutmen.

GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online

Menurut Sekretaris Bidang Pendidikan, Kaderisasi, dan Ideologi Henudin, "Sudah saatnya Ansor Pringsewu menerapkan program-programnya melalui teknologi supaya akses informasi lebih cepat dan mudah. Jangan sampai organisasi sebesar ini ketinggalan zaman dan tidak ngerti teknologi alias gaptek."

Shautus Salam

Saat ? rapat koordinasi bidang kaderisasi di Sekretariat GP Ansor Ambarawa, Ahad (6/9) sore, Henudin menambahkan bahwa sistem ini akan menyatu pada web-blog GP Ansor Pringsewu. Ia berharap ketika calon peserta PKD Ansor dan Diklatsar Banser Angkatan II mendaftarkan diri, mereka secara tidak langsung dapat mengetahui informasi-informasi tentang ke-NUan, Ke-Ansoran, ke-Banseran, dan lain sebagainya.

Shautus Salam

“Sehingga ketika mereka digembleng pada kegiatan itu, mereka sudah memiliki pengetahuan tentang ke-NUan dan sebagainya.”

Calon peserta yang akan mendaftarkan diri, kata Henudian, cukup masuk ke laman http://ansorpringsewu.blogspot.co.id kemudian pilih tab Registrasi, mengisi data secara lengkap berdasarkan form yang tersedia di sana. Setelah data lengkap maka calon peserta akan mendapat balasan melalui email ataupun kontak sesuai dengan data yang dikirim.

Jika peserta mengalami kesulitan, tersedia pula form manualnya dan peserta bisa mengunduhnya sendiri kemudian melengkapinya. Kemudian form langsung diserahkan ke Sekretariat PAC GP Ansor di masing-masing daerahnya untuk diverifikasi. Peserta yang sudah diverifikasi bisa mengikuti kegiatan PKD Ansor atau Diklatsar Banser Angkatan II. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Selasa, 14 November 2017

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa

Transportasi massal yang disebut juga dengan angkutan umum sangat menunjang urat nadi kehidupan sebuah kota. Bagaimana transportasi itu mengangkut para karyawan dari satu titik pasif (tempat istirahat) menuju titik aktif (tempat bekerja) dan begitu sebaliknya. Menghantarkan kembali mereka dari tempat kerja ke tempat peristirahatan mereka untuk bekerja lagi esok hari.

Di kota-kota besar semisal Jakarta ada banyak macam transportasi massal yang dapat dipilih dengan bebas sesaui kemauan dan kemampuan masyarakat. Ada angkot (mikrolet), ada bus (seperti Kopaja, Metromini, Bus Trans Jakarta dll), ada taksi, ada motor atau ojek dan ada juga Kereta Api. Tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun demikian semuanya harus tanduk pada aturan yang berlaku. Aturan yang mengatur hak dan kewajiban penumpang (selaku pengguna jasa), sopir (selaku pekerja) dan juga perusahaan angkutan (selaku pemilik).

Selaku pengguna jasa penumpang harus menta’ati aturan main yang berlaku. Harus bayar sesuai tarif, ikut menjaga fasilitas, tidak boleh merusak dan lain sebagainya. Sebagaimana keterangan Imam Abu Ishaq Asy-Syairazi dalam kitabnya Al-Muhaddzab menjelaskan,

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa

وللمستأجر Ø£Ù? Ù? ستوفى مثل المÙ? فعة المعقود علÙ? ها بالمعروف لأÙ? إطلاق العقد Ù? قتضÙ? المتعارف والمتعارف كالمشروط

Bagi pengguna jasa untuk menggunakan fasilitas sesuai dengan kapasitasnya, karena ketentuan akad pengguna jasa harus mengikuti aturan umum yang berlaku, karena ketentuan umum yang berlaku menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa.

Demikian pula dengan sopir selaku pekerja harus bertindak sesuai dengan aturan pula. Sopir harus faham berapa batas maksimal penumpang yang boleh diangkutnya, jangan sampai terjadi over load. Sopir tidak boleh menaikkan penumpang dari batas yang telah ditentukan. Karena hal itu dapat menyebabkan penumpang kehilangan haknya. Yaitu hak merasa nyaman dalam angkutan (daam ukuran masyarakat kita minimal dapat berdiri santai dengan dua kaki).

Shautus Salam

Hal ini perlu diperhatikan mengingat masalah ini berkaitan dengan عقد الإجارة (akad sewa menyewa) maka harus sesuai dengan adat yang berlaku, dalam pemberian kenyamanan dan fasilitas bagi penumpang. Dalam kitab Al-Bajuri terdapat keterangan berikut,

ÙˆÙ? لزمهم امتثال أمره فÙ? جب علÙ? هم طاعته فÙ? ما Ù„Ù? س بحرام ولا مكروه Ù…Ù? مسÙ? ÙˆÙ? وكذا مباح Ø¥Ù? كاÙ? فÙ? Ù‡ مصلحة عامة

Shautus Salam

Wajib bagi rakyat untuk mentaati aturan pemimpin (pemerintah) selama perintah tersebut tidak menyangkut sesuatu yang haram atau makruh, dan terdapat kemaslahatan umum pada aturan-aturan tersebut.

Akan tetapi jika sopir telah bertindak menyalahi standar operasional dengan menaikkan terlalu banyak penumpang, sehingga memaksa penumpang berdesak-desakkan dengan tidak wajar, maka pemerintah perlu mengkaji ulang aturan yang memungkinan penumpang membayar dengan saparoh harga ketika dalam keadaan yang tidak nyaman. Wallahu a’lam bis shawab. (Pen. Fuad H & Ulil H/Red. Uil H )

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Santri Shautus Salam

Selasa, 07 November 2017

Petani Lawan Monsanto (1)

Jakarta, Shautus Salam. Minggu-minggu ini, media Amerika sedang hangat memberitakan sengketa seorang Petani Indiana versus Monsanto.Co, perusahaan raksasa multinasional yang berbasis St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. 

Petani Lawan Monsanto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Lawan Monsanto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Lawan Monsanto (1)

Mahkamah Agung AS akan mendengarkan argumentasi dari kedua belah pihak dalam pemeriksanaan lanjutan yang digelar setiap selasa. Jika akhirnya keputusan MA memenangkan sang petani dipastikan implikasinya sangat luas terhadap dalam industri perangkat lunak nanoteknologi dan juga ketahanan pangan dunia.

Petani itu bernama Vernon H. Bowman. Monsanto menggugat Pak Bowman karena ia menanam kedelai yang berasal dari tanaman yang ditanam oleh petani lain yang menggunakan benih yang dipatenkan Monsanto. Mahkamah Agung akan mendengar argumen Monsanto atas tuduhan bahwa petani itu telah mencuri hak patennya. 

Shautus Salam

Monsanto mengklaim bahwa perlindungan hak paten harus diberikan melampaui generasi pertama benih tersebut. Sebaliknya, Pak Bowman berpendapat hak paten perusahaan sudah habis masa berlakunya saat ia membeli bibit generasi berikutnya dari gudang gandum lokal. 

Shautus Salam

Pengadilan federal yang lebih rendah telah memenangkan gugatan perusahaan kimia dan monopoli benih melalui hak patennya ini. Namun kasusnya sekarang dibawa ke Mahkamah Agung. Hari-hari ke depan Mahkamah Agung AS akan menentukan apakah petani Indiana itu sudah tepat ketika ia mengklaim bahwa benih yang ditanam tidak mesti dikontrol oleh Monsanto. 

Beberapa pihak menyebut sengketa ini seperti pertarungan antara David vs Goliath. Tapi Pak Bowman, petani barat laut Indiana itu, bilang pada The Guardian (9/2/2013) bahwa kasus ini adalah soal benar dan salah, bukan antara si raksasa vs si kerdil. Maka ia pun berani melawan perusahaan tersebut dan berbagai bagian dari kekuasaan yang menyerang balik ke arahnya. 

Dukungan mengalir untuk Pak Bowman. Kelompok pendukung yang menamakan diri Pusat Ketahanan Pangan (the Center for Food Safety) dan Selamatkan Benih Kami (Save Our Seeds -SOS) ini akan merilis laporan pemeriksaan terhada industry benih modern. 

Debbie Barker, Direktor Program SOS mengatakan, kemenangan Pak Bowman di Mahkamah Agung akan mendorong indsutri agar terbuka dan memperlakukan benih sebagai sumberdaya bersama dan bukan ladang komersial yang diperebutkan. SOS juga menyakini bahwa Monsanto dan perusahaan lainnya hanya peduli terhadap model bisnis yang menguntungkan ketimbang minat melakukan penelitian. Di atas semuanya, hanya 3 perusahaan sekarang yang mengontrol lebih dari 50% pasar benih global. 

Sementara itu pihak Monsanto kini mendapatkan dukungan dari perusahaan raksasa lain yang mewakili industri software seperti Microsoft Corp dan Apple Inc. Grup-grup bisnis ini mengatakan, keputusan yang melawan pencipta benih itu dapat juga berpotensi menghapus perlindungan hak paten perusahaan-perusahaan teknologi (The Wall Street Journal, 15/2/2013)

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Lomba, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock